p-Index From 2021 - 2026
7.479
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Nurse Media Journal of Nursing Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Pendidikan NUTRIRE DIAITA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Majalah Kedokteran Sriwijaya Public Health of Indonesia Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Journal of Islamic Medicine JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Journal of Ultimate Public Health Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners ASEAN Journal of Community Engagement Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN) Lentera Perawat Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Makara Journal of Science Jurnal Kesehatan Reproduksi Borneo Journal of Pharmacy Jurnal Kefarmasian Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Health and Nutrition Education on Blood Pressure, Knowledge and Compliance among Hypertensive Patients in Bogor District, Indonesia: A Control Quasi-Experiment Nurul Dina Rahmawati; Ratu Ayu Dewi Sartika; Hasbullah Thabrany
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/ijphn.v2i2.5789

Abstract

AbstractWith a high prevalence of hypertension (25.8% in 2013 and 34.1% in 2018), Indonesia currently deals with a tremendous health economic burden with the implementation of National Health Insurance (JKN).  Hypertension is known to lead to severe complications and productivity loss. This study aimed to evaluate the effect of health and nutrition education on blood pressure knowledge and compliance among hypertension patients. The study was conducted over a period of 6 months in Bogor District.  A total of 179 patients (64%) completed the study (intervention n = 88, control n = 91). Compared to the control group, patients in the intervention group showed a significant improvement of knowledge and compliance (p < 0.001), yet no significant difference of blood pressure was observed. However, there was a significant mean reduction of systolic and diastolic blood pressure between baseline and end-line by around 17mmHg and 8 mmHg, respectively by the intervention group. In conclusion, health education over 6 months was related to significant improvement in blood pressure knowledge and compliance of hypertension patients. Keywords: hypertension patients, health and nutrition education, blood pressure, knowledge, compliance AbstrakDengan tingginya prevalensi hipertensi (25.8% dan 34.1% pada tahun 2013 dan 2018), Indonesia saat ini menghadapi beban ekonomi Kesehatan yang besar dengan diimplementasikannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini disebabkan hipertensi dapat menyebabkan beragam komplikasi kesehatan yang serius dan penurunan produktivitas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi gizi dan kesehatan terhadap pengetahuan, kepatuhan, dan tekanan darah pasien hipertensi selama 6 bulan pada sebanyak 179 pasien (64%) yang berhasil menyelesaikan rangkaian studi ini (jumlah subjek pada kelompok intervensi = 88 dan jumlah subyek kelompok kontrol = 91). Dibandingkan dengan kelompok kontrol, penderita hipertensi pada kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepatuhan yang signifikan (p<0.001), meski tidak ditemukan perbedaan tekanan darah antara kedua kelompok. Meskipun demikian, studi ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antara baseline dan endline masing-masing berkisar 17 mmHg dan 8 mmHg. Sebagai kesimpulan, edukasi kesehatan berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien yang signifikan, meski dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mengobservasi perbedaan tekanan darah antara kedua kelompok.  Kata Kunci: Hipertensi, edukasi gizi dan kesehatan, tekanan darah, pengetahuan, kepatuhan
Underweight in Child Aged 24-59 Months in North Sumatra: the 2014 Indonesia Family Life Survey Data Salsabila Kurnianingtyas; Ratu Ayu Dewi Sartika; Winda Mulia Ningsih
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.324 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4808

Abstract

AbstractUnderweight has the biggest risk against burden of disease. The aim of the study was to determine the factors related with underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra based on three characteristics caused an underweight; there are child characteristics, maternal characteristics, and parenting characteristics. This study used cross-sectional design and using chi-square statistical analysis. The sample used in this study was 280 child aged 24-59 months living in North Sumatra province, Indonesia. The data was obtained from 2014 Indonesian Family Life Survey collected by RAND Corporation. Prevalence of underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra was 26% (Girls: 32,6%, Boys: 19,9%). The statistical analyses found that female child (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), maternal low body mass index (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) and cigarette expenditure (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) contribute to underweight child aged 24-59 month in North Sumatra province. Child gender, maternal body mass index, and cigarette expenditure were the significant determinants for underweight in under-five children in North Sumatra. The intervention is necessary to be implemented by all parties to decrease the prevalence of underweight.AbstrakBerat badan kurang (underweight) memberikan risiko terbesar terhadap beban penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Provinsi Sumatra Utara berdasarkan dengan tiga karakteristik, yakni karakteristik anak, ibu, dan pola asuh. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan menggunakan analisis chi-square. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 280 anak berusia 24-59 bulan dan berdomisili di Sumatra Utara. Data yang digunakan berasal dari data Indonesia Family Life Survey tahun 2014 yang dikelola oleh RAND Corporation. Prevalensi kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Sumatra Utara sebesar 26% (perempuan: 32,6%, laki-laki: 19,9%). Analisis statistik menyatakan bahwa jenis kelamin perempuan (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), indeks massa tubuh ibu yang rendah (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) dan pengeluaran untuk rokok (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) berkontribusi terhadap kejadian underweight pada anak usia 24-59 buan di Sumatra Utara. Jenis kelamin anak, indeks massa tubuh ibu, dan pengeluaran rokok merupakan faktor yang signifikan terhadap kejadian underweight pada anak usia di bawah lima tahun di Provinsi Sumatra Utara. Langkah intervensi diperlukan untuk dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat untuk dapat menurunkan prevalensi kejadian underweight.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia Ilham Ibrahim; Ratu Ayu Dewi Sartika
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.786 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v2i1.5338

Abstract

Penyakit diare adalah penyakit endemis yang mempunyai potensi untuk menciptakan kejadian luar biasa (KLB) dalam suatu negara termasuk di Indonesia. Di kabupaten Lebak ditemukan kasus diare tertinggi di Provinsi Banten, dengan angka tertinggi pada kelompok usia anak sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian diare terhadap karakteristik anak, karakteristik perilaku anak, karakteristik ibu/keluarga dan karakteristik lingkungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 anak sekolah dasar. Dengan variabel dependen yaitu kejadian diare dan variabel independen yaitu frekuensi jajan, frekuensi makan sayuran mentah, kebersihan kuku, panjang kuku, mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, mencuci tangan setelah BAB/BAK, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan orangtua, kebiasaan BAB sembarangan, keberadaan jamban, sumber air minum dan tempat penyimpanan air minum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapart hubungan antara frekuensi makan sayuran mentah, dan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian diare di pada siswa di SDN 01 Karangkamuyan.
Associations of Dietary Diversity and Other Factors with Prevalence of Stunting among Children Aged 6-35 Months Kelvin Halim; Ratu Ayu Dewi Sartika; Trini Sudiarti; Primasti Nuryandari Putri; Nurul Dina Rahmawati
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.505 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i1.4380

Abstract

AbstractPrevalence of stunting among under five children in Indonesia is still considered as a public health problem. Dietary diversity, one of the important assessments in infant and child feeding practice, is one of important determinants of stunting. This study is aimed to examine associations between dietary diversity with other factors with prevalence of stunting in Babakan Madang District, Bogor Regency in 2019. A cross-sectional design study was performed in this study during April-June in 2019. A total of 149 children’s height aged 635 months was measured and defined based on WHO growth standards. Dietary diversity scores were collected from 24-hour food recall based on 7 food groups. Results showed that the prevalence of stunting in this study was 32.2% and 31.5% of them had low dietary diversity. There was association between dietary diversity and minimum acceptable diet with stunting (p-value = 0.033 and 0.013). Therefore, interventions should be taken by improving dietary diversity to reduce the burden and prevalence of stunting in both household and community level.AbstrakPrevalensi stunting pada balita di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Keragaman pola makan sebagai salah satu asesmen penting dalam praktik pemberian makan bayi dan anak, merupakan salah satu determinan penting untuk stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman pola makan dan faktor lain terhadap prevalensi stunting di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor tahun 2019. Studi cross sectional dilakukan pada penelitian ini selama bulan April -Juni tahun 2019. Sebanyak 149 anak usia 6-35 bulan diukur tinggi badannya dan didefinisikan menggunakan standar pertumbuhan tinggi badan menurut usia dari WHO. Skor keragaman pangan dikumpulkan dari Food Recall 24 jam berdasarkan 7 kelompok pangan. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting pada penelitian ini sebesar 32,2% dan sebanyak 31.5%-nya memiliki keragaman pola makan rendah. Terdapat hubungan antara keragaman diet dan asupan minimum yang dapat diterima dengan stunting (p value = 0.033 dan 0.013). Dengan demikian, intervensi harus dilakukan dengan meningkatkan k eragaman pangan untuk mengurangi beban dan prevalensi stunting baik di tingkat rumah tangga ma upun masyarakat.
Factors Associated with Underweight among Two Years Old Children in DKI Jakarta Province (Indonesian Family Life Survey 2014) Nabilla Atelya; Ratu Ayu Dewi Sartika; Winda Mulianingsih
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.525 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4806

Abstract

Abstract A good health status, cognitive development, and productivity cannot be achieved without good nutrition. Nutritional status and its fulfilment of two years old children will be shaping the health status in the next age period. Unfortunately, nutritional problems like underweight is still a significant health problem in Indonesia, especially Special Capital Region of Jakarta. This study used secondary data achieved from Indonesian Family Life Survey 5 data in 2014. This study used a cross-sectional study design with a total of 135 samples of two years old children using a total sampling. Accordingly, the chi square test was used to find factors associated with underweight among two years old children. The result showed that the prevalence of underweight among under two years old children in DKI Jakarta Province was 30,4%. This result showed that child characteristics such as gestational age (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), low birth weight (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), and frequency of eating sweets (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) were associated with underweight (p-value < 0,05). The result of the study suggests that government should involve more in order to increase the role of community such as health center staff and cadres on preventing, detecting, and handling underweight cases by providing education and solutions to this phenomenon. AbstrakStatus kesehatan yang baik, perkembangan kognitif, dan produktivitas tidak dapat dicapai tanpa gizi yang baik. Status gizi dan pemenuhannya terhadap anak usia dua tahun akan mempengaruhi derajat kesehatan pada periode usia berikutnya. Sayangnya masalah gizi seperti kekurangan berat badan masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di ibu kota negara, DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data Indonesia Family Life Survey 5 tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 135 bayi dua tahun menggunakan total sampling. Uji chi square digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah pada anak usia dua tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi anak dengan berat badan rendah pada balita di Provinsi DKI Jakarta sebesar 30,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik anak seperti usia kehamilan (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), BBLR (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), dan frekuensi makan yang manis berhubungan dengan berat badan kurang pada balita (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) (p-value <0,05). Hasil penelitian menyarankan pemerintah untuk lebih banyak terlibat untuk meningkatkan peran masyarakat seperti petugas puskesmas dan kader dalam pencegahan, pendeteksian, dan penanganan kasus anak dengan berat badan rendah dengan memberikan edukasi dan solusi pencegahannya.
Hypercholesterolemia Differences based on Body Fat Percentage in Diabetic Patients at Pasar Minggu Primary Health Care 2018 Asti Shafira; Ratu Ayu Dewi Sartika; Diah Mulyawati Utari
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.709 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i1.4382

Abstract

AbstractHypercholesterolemia is the leading predictor of various cardiovascular disease (CVD) which is the leading cause of death in the world. This study aims to determine whether there are a ny differences the incidence of hypercholesterolemia based on factors related to it in people with diabetes mellitus at Pasar Minggu Primary Health Care in 2018. This study used a cross -sectional method with a sample size of 126 respondents using consecutive sampling. Research variables studied were incidence of hypercholesterolemia, sex, duration of diabetes mellitus, family history of diabetes mellitus, smoking habit, physical activity, stress level, body fat percentage and fat intake. The results of this study showed that the prevalence of hypercholesterolemia incidence in DM patients was 56.3% with 37.1% in men and 63.7% in women. Of all independent variables studied, significant differences with statistical analysis were in sex (OR = 2.947, p = 0.009), family history (OR = 0.443, p = 0.018) and smoking habits (OR = 1,233; p = 0.038). Meanwhile, there was no significant the incidence of hypercholesterolemia differences based on duration of diabetes mellitus, physical activity, stress level, body, fat bod y percentage a nd fat intake due to p > 0.05. To conclude, there were significant differences in sex, family history of diabetes mellitus and smoking habits with hypercholesterolaemia incidence, with an increased risk of hypercholesterolemia in line with female sex, family history of DM and active smoking habits.AbstrakHiperkolesterolemia merupakan salah satu prediktor kuat berbagai penyait jantung yang merupakan penyebab utama kema tian di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan berbagai faktor yang berkaitan dengan kejadian hiperkolesterolemia pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pasar Minggu pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode cr oss-sectional dengan jumlah sampel sebesar 126 responden menggunakan consecutive sampling. Variabel penelitian yang diteliti adalah kejadian hiperkolesterolemia, jenis kelamin, lama menderita diabetes melitus, riwayat DM keluarga, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tingkat stress, persen lemak tubuh dan asupan lemak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian hiperkolesterolemia pada penderita DM adalah 56,3% dengan 37,1% pada pria dan 63,7% pada wanita. Dari seluruh variabel independe nt yang diteliti, perbedaan yang bermakna dengan hasil uji chi square adalah jenis kelamin (OR = 2,947; CI = 1,326 -6,672), riwayat keluarga (OR = 0,443; CI = 0,209 -0,895) dan kebiasaan merokok (OR = 1,233; CI = 0,990 -11,898). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan bermakna kejadian hiperkolesterolemia berdasarkan lama menderita DM, aktivitas fisik, tingkat stress, persen lemak tubuh d an asupan lemak karena p > 0,05 . Disimpulkan, terdapat perbedaan yang signifikan pada jenis kelamin, riwayat DM keluarga da n kebiasaan merokok dengan kejadian hiperkolesterolemia . Peningkatan risiko hiperkolesterolemia utamanya terjadi pada perempuan, adanya riwayat DM keluarga dan kebiasaan aktif merokok.
Analysis of the Relationship Between Children's Characteristics, Family Characteristics, Food Intake, Eating Habits, and Disease History with Nutritional Status of Under-Five Children Based on the Composite Index of Anthropometric Failure in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency, Indonesia in 2020 Ayu Anisadiyah; Ratu Ayu Dewi Sartika
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/ijphn.v3i1.6157

Abstract

Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) is an indicator of composite nutritional status assessment (WAZ, HAZ, and WHZ) to describe toddler's nutritional problems. In 2020, malnutrition, unemployment, and poverty in Banten Province were high, the population's income tends to be low. Karangkamulyan is an underdeveloped village with mining areas. This is a secondary study used a cross-sectional study design to analyze the relationship between children's characteristics, family characteristics, food intake, eating habits, and disease history with the toddler's nutritional status based on CIAF in Karangkamulyan Village in 2020. The primary research was conducted in September 2020, instrument used is a questionnaire. The sample was 141 toddlers aged 24-59 months. Data were analyzed by univariate and bivariate. The results found that children under five experienced nutritional problems were 36.2%. The variables related to toddler's nutritional status, is exclusive breastfeeding (p=0.026), energy intake (p=0.026), and vegetable protein consumption habits (p =0.003).
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Indonesia Tengah (IFLS 2014) Fety Fathimah Al Mubarokah; Ratu Ayu Dewi Sartika
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss3.1185

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death in children under five in the world. Every year at least 1.7 million cases of diarrhea in children occur. This study was conducted to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in toddlers in the Central Indonesia region. This study uses data from IFLS 5 in 2014. The sample of this study was toddlers aged 6-59 months in the provinces of Bali, West Nusa Tenggara, South Kalimantan, and South Sulawesi. The research design used was cross-sectional with a sample size of 1079 toddlers. It is known that 16.8% of children under five in Central Indonesia experience diarrhea, with the largest percentage being 17.75% in West Nusa Tenggara. Based on the results of the multivariate test, it was found that age (p-value: <0.001), gender (p-value: <0.003), and household waste management (p-value: <0.017) were associated with diarrhea. Age is the dominant factor in the incidence of diarrhea in toddlers in Central Indonesia (OR: 2.421, 95% CI = 1.739-3.370), meaning that children aged 6-23 months have a 2.4 times risk of suffering from diarrhea. This is due to the reduced immunity of the child obtained from the mother, increased growth and development of the child, and the start of weaning at that age. Strengthening understanding and commitment to implementing PIS-PK is needed to provide health information related to the prevention and treatment of diarrhea conveyed by an approach to families of children under five, thereby raising health awareness starting from the family.
Ketersediaan Pangan Dan Gizi Merupakan Faktor Pemungkin Lingkungan terhadap Penurunan Stunting di Kawasan Asia Terpilih: Analisis Data Neraca Bahan Makanan Badan Pangan Dunia (FAO Food Balance Sheets) Jufran Juanda; Ratu Ayu Dewi Sartika; Diah Utari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1279

Abstract

Introduction, stunting interventions have not touched the basic determinant, namely the food system, which starts from the formation of food availability patterns at the national level. This study aims to find patterns of food availability and macronutrients that determine the prevalence of stunting in 23 Asian countries in 3 regions. Methods, Ecological study research design using secondary data from the Food Balances Sheet from the FAO Food Agency downloaded via the internet. Results, Availability of energy, protein, and fat in Southeast Asia and South Asia is lower than West Asia which has a stunting prevalence of <15%. The lower the availability of macronutrients, the higher the prevalence of stunting. In conclusion, the availability of food and macronutrients that are close to the proportion of healthy consumption patterns is an environmental enabler for stunting reduction.
Factors Related to the Incidence of Diarrhea of Children Aged 24-59 Months in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020 Hafshah Farah Fadhilah; Kusharisupeni Djokosujono; Ratu Ayu Dewi Sartika
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/ijphn.v3i2.6609

Abstract

AbstractDiarrhea remains a major issue in developing countries, including Indonesia, and is a leading cause of malnutrition and death. Banten is one of the provinces with a high incidence of diarrhea. In 2019, the district with the highest number of diarrhea cases for all ages in Banten was Lebak with a total of 50,270 cases. The age group with the greatest number of diarrhea cases was toddlers with over 14,000 cases. This study aimed to investigate the relationship between the incidence of diarrhea and the characteristics of toddlers and their parents, personal hygiene, and environmental sanitation. The study used secondary data with a cross-sectional design and a sample size of 209 toddlers aged 24-59 months. The dependent variable was the incidence of diarrhea, while the independent variables were the child's age, gender, mother's education, mother's occupation, family income, hand washing habits, snacking habits, footwear habits when playing outside the home, nail cleanliness, and toilet habits, drinking water source, storage of clean water after cooking, and toilet ownership. The results of the bivariate analysis in this study showed that there was a relationship between the child's age (p-value = 0.001; OR = 2.990), the mother's education (p-value = 0.027; OR = 0.404), the mother's habit of washing hands with running water (p-value = 0.001; OR = 0.335), and the source of drinking water (p-value = 0.005; OR = 0.329) with the incidence of diarrhea in toddlers aged 24-59 months in Karangkamulyan Village, Cihara Sub-district, Lebak District, Banten Province in 2020. Keywords: Toddler, diarrhea, hand washing, drinking water source AbstrakPenyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia, diare juga menjadi penyebab utama gizi kurang yang bisa menimbulkan kematian. Banten merupakan salah satu provinsi dengan angka kejadian diare yang tinggi. Sedangkan daerah Kabupaten / Kota di Provinsi Banten dengan kasus diare tertinggi untuk semua umur pada tahun 2019 adalah Kabupaten Lebak dengan total 50.270 kasus. Kelompok umur dengan jumlah kasus diare terbanyak adalah usia balita dengan total lebih dari 14.000 kasus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian diare terhadap karakteristik anak balita dan orang tua, personal hygine, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 209 anak balita usia 24-59 bulan. Dengan variabel dependen yaitu kejadian diare dan variabel independen yaitu usia anak, jenis kelamin anak, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan keluarga, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan jajan, Kebiasaan Pemakaian Alas Kaki saat bermain di luar rumah, kebersihan kuku, dan kebiasaan BABS, sumber air minum, penyimpanan air bersih setelah dimasak, dan kepemilikan jamban.  Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara usia anak (p- value = 0,001; OR = 2,990), pendidikan ibu dengan (p- value = 0,027; OR = 0,404), kebiasaan ibu mencuci tangan dengan air mengalir (p- value = 0,001; OR = 0,335), dan sumber air minum (p- value = 0,005; OR = 0,329) dengan kejadian diare pada balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tahun 2020. Kata kunci: Balita, diare, cuci tangan, sumber air minum
Co-Authors Adeline Vashtianada Agnia Nurul Hikmah Ahmad Syafiq Aini, Wita Nurul Akbar, M. Agung Alfiandary, Amalia Ratna Andini Retno Yunitasari Anies Irawati Anies Irawati Anis Kurniawati Annisa Nursita Angesti Aprilianti, Ririn Citra Asih Setiarini Asih Setiarini Asti Shafira Ayu Anisadiyah Bambang Setiaji Berna Elya Bernadette Victoria Damayanthie, Nasriah Diah Mulyawati Utari Diah Utari Dian Ayubi Didi Kurniawan Dilla Christina Dilla Christina Dwiana Ocviyanti Endang L. Achadi Endang Laksminingsih Achadi Endang Laksminingsih Achadi Etty Rekawati Evi Martha Fadila Wirawan Fajarini, Isna Aulia Fatma Syukrina Fatmah Fatmah Fety Fathimah Al Mubarokah Fitri Hudayani Gupta, Prateek Hafshah Farah Fadhilah Haifa, Alifia Fauziyyah Hanita Rizki Tuzahra Hasbullah Thabrany Hermawan Saputra Hikmah, Agnia Nurul Hudayani, Fitri Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ilham Ibrahim Ira Primona Simarmata Irgananda, Anisa Ilhami Isna Aulia Fajarini Ivans Panduwiguna Jamilla Upik Noras Jamilla Upik Noras Jufran Juanda Junaiti Sahar Junengsih Junengsih Kalinaki Hanifar Kelvin Halim Kusharisupeni Djokosujono Mizna Sabilla Muhammad Ridho Nugroho Mukhlidah Hanun Siregar Nabbila Dinda Pramesti Nabilla Atelya Nadia Husnul Khotima Neilva Lailatusyifa Nia Apsari Ningsih, Winda M Norma B Toduho Nur Intania Sofianita Nurul Dina Rahmawati Nurul Dina Rahmawati Nuryandari, Primasti Nuryati, Tati Panduwiguna, Ivans Prateek Gupta Prihantinah, Wenty Primasti Nuryandari Putri Primasti Nuryandari Putri Primasti Nuryandari Putri Primasti Nuryandari Putri Primasti Nuryandari Putri Primastri Nuryandari Putri Puspitasari, Rara Merinda Putri, Primasti Nuryandari Putri, Rizti Millva Qomariyanti, Khairunisa Qomariyanti, Khairunnisa Qori Az- Zahra Rahmawati, Nurul Dina Rahmi Safyanty Rani Sauriasari Rani Sauriasari, Rani Ratih Dewanti -Hariyadi Renaldi, Fransiskus Samuel Retnosari Andrajati Retnosari Andrajati Ririn Akmal Sari Ririn Arminsih Wulandari Riris Sakinah Rissa Rizkiia Z Rizti Millva Putri Rizti Millva Putri Rizti Millva Putri Rooslanda, Elfrida Ruth Desinta Purnamasari Sada Rasmada Sada Rasmada Safyanty, Rahmi Salsabila Kurnianingtyas Sandra Fikawati Santoso, Cornelia Lugita Sarah Mardiyah Sarah Mardiyah Sholihah, Lini Anisfatus Shukri, Nurul Husna Mohd Siska Maytasari Siti A Pujonarti Siti Chodijah Siti Hana Suci Hajati Husma Suci Reno Monalisa Sudibyo Supardi Sudibyo Supardi Suryani, Tatiek Tria Astika Endah Permatasari Trini Sudarti Trini Sudiarti Trini Sudiarti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Triyanti Urip Purwono Urip Purwono Veryanti, Putu Rika Victoria, Bernadette Wawan Gunawan Wilis, Nabila Sekar Winda Mulia Ningsih Winda Mulia Ningsih Winda Mulianingsih Wirawan, Fadila Wita Nurul Aini Woro Riyadina Woro Riyadina Yessy Nur Handayani Youvita Indamaika Simbolon Yuliyani Yuliyani YUSNITA YUSNITA Yvonne M. Indrawani Yvonne M. Indrawani Yvonne M. Indrawani