p-Index From 2021 - 2026
10.688
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Medina-Te : Jurnal Studi Islam Aqlania Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal El-Thawalib Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Bashirah Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Jurnal El-Thawalib Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) International Journal of Social and Education (INJOSEDU) JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Ad-dawl : Jurnal Islamic Studies At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Evolusi Dan Penciptaan: Memahami Asal Usul Manusia Perspektif Al Qur’a Siti Rihadatul Aisy; Hudaeva; Priyantika Lesyaina Az-Zahra; Firda; Syifa Nurkholilah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas proses penciptaan manusia menurut Al-Qur’an, yang dibagi menjadi dua kategori utama: penciptaan dari benda padat dan dari materi cair. Menurut Al-Qur’an, Adam a.s., Manusia pertama, diciptakan oleh Allah SWT dari bahan-bahan seperti tanah (al-tin), debu (alturob), tanah liat (min shal), dan lumpur hitam yang busuk (min hamain masnun). Setelah proses ini selesai, Allah SWT meniupkan ruh ke dalam diri Adam, memberikan kehidupan kepadanya. Selanjutnya, penciptaan manusia berlanjut melalui proses biologis yang dapat dipahami secara sains-empirik. Manusia diciptakan dari inti sari tanah yang menjadi air mani (nuthfah), yang kemudian disimpan dalam rahim. Proses ini dilanjutkan dengan perubahan nuthfah menjadi segumpal darah (‘alaqah), yang menggantung dalam rahim, kemudian menjadi segumpal daging (mudghah), dan akhirnya dibungkus dengan tulang belulang. Penelitian ini juga menyoroti penafsiran Muhammad Syahrur terhadap Surah az-Zumar/39:6, yang menawarkan perspektif berbeda tentang asal-usul kehidupan. Syahrur berpendapat bahwa penciptaan manusia dan makhluk hidup lainnya dimulai dari turab, yaitu materi anorganik yang menghasilkan organisme bersel tunggal (nafs wahidah). Organisme ini kemudian berkembang biak secara seksual (ṡumā ja’ala minhā zaujahā) dan melalui fase panjang evolusinya.
Pemikiran Abdullah An Nai'm Dalam Penafsiran Ayat-Ayat Syariah Rio Ku Yandani; Hikmatul Fazriah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji gagasan Abdullah An-Na'im dalam penafsirannya terhadap ayat-ayat syariah, khususnya terkait dengan pendekatan kontekstualnya yang memadukan gagasan keadilan kontemporer dan hak asasi manusia. Metode penafsiran yang dikemukakan oleh An-Na'im mempertimbangkan konteks historis, sosial, dan budaya dari turunnya ayat-ayat tersebut. Selain itu, ia menentang syariah sebagai hukum negara dan lebih menyukai syariah sebagai kode moral daripada aturan yang harus dipatuhi oleh semua warga negara. An-Na'im berpendapat bahwa syariah dapat dimodifikasi untuk mendukung kesetaraan gender dan hak asasi manusia melalui metode ini. Untuk membuat syariah dapat diterapkan pada kondisi masyarakat kontemporer, gagasan An-Na'im menawarkan sudut pandang yang progresif.
PENAFSIRAN BUYA HAMKA TERHADAP SURAT AL FATIHAH: STUDI TAFSIR AL AZHAR Hudaeva Hudaeva; Imam Faizin; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Al Azhar karya Syeikh Haji Abdul Malik Karim Amirullah (Hamka) merupakan salah satu kitab tafsir berbahasa Indonesia, selain karena bahasanya yang mudah dipahami, Tafsir Al Azhar sarat dengan makna. Manhaj atau metode yang digunakan Hamka dalam tafsir Al Azhar adalah, Tahlili,. Yaitu menafsirkan ayat demi ayat sesuai urutannya dalam Mushaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat, baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat meperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Maudhu’i juga dipakai nya meskipun dominan menggunakan metode tahlili, tafsir ini juga menyisipkan pembahasan tematik (maudhu’i) untuk menyatukan ayat ayat yang berkaitan dengan tema tertentu. Penafsiran hamka lebih sangat luas dan rinci dalam memaparkan penjelasan baik dari segi surat maupun ayat. Buya Hamka dalam tiap surat menambahkan tema-tema tertentu dan mengelompokkan beberapa ayat yang menjadi bahan bahasan. Contohnya dalam Surah Al Fatihah terdapat tema antara lain: Al Fatihah sebagai rukun sembahyang, di antara jahr dan sir dari hal aamiin, Al Fatihah dengan Bahasa Arab, dalam penjelasan tafsirannya, terkadang Hamka menambahkan syair. Adapun yang penulis akan ambil dari pembahasan pada artikel ini yakni bagaimana metodologi penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar, dan bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap surat Al-Fatihah dalam tafsir Al Azhar.
Makna Filosofis dan Saintifik Terkait Janji dan Ancaman (al-Jannah wa Al-Nar) Ali, Muhdi; Masbuang, Masbuang; Romadhony, Nagib; Rosa, Andi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.272

Abstract

This research discusses the philosophical and scientific meaning of the concepts of promises and threats in a religious context, especially in Islamic teachings regarding al-Jannah (heaven) and al-Nar (hell). Allah's promises regarding rewards for individuals who believe and do good deeds function as moral motivation, while threats against violators of moral norms function to prevent bad behavior. With a qualitative approach that discusses relevant literature, this research explores the interaction of these two concepts in shaping social norms and individual morality. The research results highlight that the synergy between promises and threats is not only powerful in regulating individual behavior, but also provides a deep perspective on moral and spiritual responsibility. A strong understanding of promises and threats can help individuals make wiser decisions in accordance with religious teachings, as well as build good character. These findings imply the importance of moral and spiritual education to increase people's awareness in living a life that adheres to good ethical values ​​and social responsibility. This research also shows that clear promises and threats can encourage harmonious social development and reduce the potential for conflict in society.
Makna Filosofis dan Saintifik Terkait Tauhid (Keesaan Tuhan) Amaliyah, Nur; Musawamah, Aprilia; Usnia; Ummah, Iin Inayatul; Rosa, Andi; Muhsin, Masyrukin
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.287

Abstract

This research examines the philosophical and scientific meaning related to tawhid (oneness of God) in Islam through qualitative research methods with a literature study approach. The research aims to understand the concept of monotheism from ontological, epistemological and axiological dimensions. The results show that monotheism is not just a recognition of the oneness of Allah, but is a basis for understanding the reality of life. Ontologically, tawhid affirms Allah as Absolute Being. In epistemology, monotheism bridges revealed knowledge and reason. Meanwhile, in axiology, monotheism provides a system of values ​​and ethics that form character. This concept is supported by modern scientific discoveries such as the Big Bang theory, DNA and quantum entanglement. In practice, monotheism gives birth to the principles of anti-discrimination, human unity, and the concept of the caliph who protects the environment. In the modern era, monotheism remains relevant as a dynamic concept that provides solutions to contemporary problems, while maintaining the essence of recognizing the oneness of Allah.
Makna Filosofis dan Saintifik Terkait Keislaman Royani, Ahmad; Arinalhaq, Muhammad Syauqi; Rahman, Akmal Fadilah; Rosa, Andi; Muhsin, Masrukhin
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.301

Abstract

This study explores the philosophical and scientific meanings related to Islam. Philosophy and scientification in the Islamic context are complementary in understanding reality and enhancing human knowledge. Through the integration of faith and reason, Islamic tradition has successfully developed a knowledge system grounded in moral and spiritual principles. Consequently, scientification in Islam is not merely the practical application of technology but also an effort to comprehend God's creation and elevate human dignity holistically. Ontology in the Islamic context refers to an in-depth investigation into the nature of existence and reality as they relate to Islamic teachings. Several principles of Islamic epistemology pertain to the definition of knowledge, its sources, objects, and scientific methods within Islamic epistemology. In Islam, axiology examines values or ethics, where ethics (akhlaq) serves as the ultimate goal for those pursuing knowledge itself.
Makna Filsafat dan Saintifik dalam Keimanan Rohmatallah, Syahrul; Farih, Awan; Anbari, Hilman; Rosa, Andi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.307

Abstract

The study of faith in philosophical and scientific contexts is an attempt to understand the spiritual dimension of human beings from different perspectives. In philosophy, faith is explored through in-depth questions about the existence of God, the relationship between faith and reason, and the moral values ​​that arise from faith. This approach encourages individuals to think about the nature of their beliefs and enforce them in everyday life. Meanwhile, the scientific approach emphasizes the empirical aspects of faith, focusing on its impact on mental health, social behavior, and religious experience. Research in psychology, sociology, and neuroscience offers insights into how faith affects the lives of individuals and groups, and how religious experiences can be explained through a scientific lens. The combination of philosophical and scientific approaches to understanding faith not only enriches discussions about faith but also provides a foundation for constructive dialogue between religion and science. By understanding faith from both perspectives, we can explore deeper and more relevant meanings, and bridge the gap between spiritual beliefs and scientific knowledge. This article aims to examine the interaction between philosophy and science related to faith, and its strengthening for individuals and society in facing the challenges of modern life. Keywords faith in the Quran and philosophy, science.
Sains dan Wahyu dalam Penciptaan Manusia: Telaah Tafsir Ilmi dan Ilmu Genetika Turmudzi, Ahmad; Amirulloh, Amirulloh; Arda, Ahmad Musyafa; Latifah, Ismatul; Budiyanto, Nur Aini; Rosa, Andi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 6 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v6i2.528

Abstract

This study aims to explore the relationship between science and revelation in understanding human creation, particularly within the context of scientific exegesis (tafsir ilmiy) and findings in genetics. The primary objective of this research is to integrate the Quranic explanation of the stages of human creation with scientific concepts in the fields of embryology and genetics. The methodology used is a literature review, comparing Quranic verses on human creation with modern scientific discoveries related to fertilization, embryonic development, and genetic formation. The results of this study show that while the Quran and science use different approaches, they complement each other in describing the stages of human creation, both biologically and spiritually. This research reveals the alignment between the Quranic descriptions and modern scientific findings, such as fertilization processes and embryonic development. In conclusion, the integration of science and revelation provides a more comprehensive understanding of human creation, emphasizing the importance of a harmonious relationship between science and religion in contemporary times. Further research could explore the relationship between science and revelation in other fields and develop a more dynamic methodology for interpreting revelation in the context of evolving scientific knowledge.
Moderasi Beragama Dalam Dunia Fashion: Tinjauan Tafsir Al-Mizan Karya Thabathaba’i Pada Surat Al-Ahzab Ayat 59 Dawam Mulahdori; Afifah Syawalia Arifin; Muhammad Rifqi Nurfadilah; Andi Rosa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.128

Abstract

Penelitian ini membahas moderasi dalam dunia fashion khususnya hijab berdasarkan Tafsir Al-Mizan karya Thabathabai pada Surat Al-Ahzab Ayat 59. Tafsir Al-Mizan dikenal dengan pendekatan filosofis dan rasional yang mengintegrasikan aspek teologis dan sosial, menekankan konteks historis dan linguistik untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Thabathabai menggunakan metode analisis kritis yang menggabungkan tafsir bil ma'tsur dan tafsir bil ra'yi, mempertimbangkan aspek sosial dan budaya. Penelitian ini merumuskan beberapa pertanyaan kunci, di antaranya: apa makna hijab dalam konteks ayat ini, bagaimana pandangan moderasi dalam busana Muslim, serta relevansi ajaran hijab dalam masyarakat modern. Maka dari itu, pada penelitian ini menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol kesopanan dan identitas yang sebaiknya diterapkan secara moderat, baik dalam penampilan fisik maupun sikap, dan tetap relevan jika dipahami dengan mendalam tanpa terjebak pada interpretasi yang kaku. Penulis menyarankan agar selanjutnya penafsiran hijab juga memperhatikan konteks sosial dan budaya yang dinamis untuk mendukung penerapan yang moderat dan inklusif.
PRO DAN KONTRA FENOMENA FILEM BID’AH DI MASYARAKAT INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAAN METODE FILSAFAT ILMU Ajharul Wirdi; RUSDIYANTO; Ahmad Alan Ardiyansayah; Ramzy Ramadhan; Andi Rosa
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i2.957

Abstract

Fenomena film bertema bidaah telah memicu beragam reaksi dalam masyarakat Indonesia, mulai dari dukungan yang kuat hingga pertentangan yang tajam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perspektif pro dan kontra tersebut melalui kacamata filsafat ilmu, dengan menganalisis bagaimana konstruksi pengetahuan, nilai, dan interpretasi agama membentuk persepsi publik terhadap film bertema bidaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada filsafat ilmu, khususnya fokus pada aspek epistemologis, aksiologis, dan ontologis dari isu-isu tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perbedaan latar belakang pendidikan, pemahaman agama, dan kecenderungan ideologi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi spektrum respon masyarakat. Lebih jauh lagi, film sebagai media komunikasi massa memainkan peran penting dalam memperluas atau memicu kekhawatiran tentang otoritas agama dan batas-batas penafsiran. Penelitian ini menawarkan wawasan filosofis tentang interaksi antara pengetahuan dan media dalam konteks budaya dan agama, dan mengundang refleksi kritis dari penonton dan pembuat film.
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Kohar Abdul Mu'ti Abdurrahman, Haris Adam Mustaqim Jiddan Ade Fakih Kurniawan Adya Dzikri Anwari Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Afro Zakiyah Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil Albantani Garda Albarra Gilang Andika Alfian Yogi Kurniawan Alhilal Hamdi Alif Maulana, Alif Alif Zibran Altaf Abdurahman Alya Afifa Azra Daulay Amaliyah, Nur Ambarwati, Aisyah Mariful Amirulloh Amirulloh, Amirulloh Anam, Syahru Ramadhanil Anbari, Hilman Ani Indrawati Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Ardan Alfariz Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Attoriq Islami Pasha Aulia Ali Irsyad Aulia, Putri Avuani Alrijal Choir Umam Azizah, Hanifatul Azkia Ahada Ummu Sabilah Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Budiyanto, Nuraini Dani Abdul Latif Dawam Mulahdori Dea Destiani Delvin Hanif Pramudita Dikriyah Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elsa Sopia Azzahra Enon Lis Agustina Erlangga Akhazi Fadlan Nur Mubarok Fahrul Ihsan Faidza, Haura Nadine Nayla Faisal Wijaya Faliha Syaifi Jannah Farih, Awan Fathur al-Kayisu Royyan Fattah, M. Yusuf Fauzan, Miftahul Fazriyanti, Fazriyanti Firda Firda Firda Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Herlina Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Iin Inayatul Ummah Ilham Akbar, Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Ilyas Ibnu Sabi Imam Faizin Imron Rosadi Indah Namiratuz Zahra Indah Ramadhani Priyono Indah Ramadhani Priyono Iqbal Maulana Iqbal Maulana Iqbal Maulana Jahrotu Soimah Julfathra Bayyinahdy Khairul Kahfi Khairussalam Khairussalam Khatimah, Lailatul Khoiru Rizki Idzni Robbik Khoirul Ropik Sidik Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Alfina Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Makhzumi Makhzumi Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Maulidya Rahmani Melisa Haryati Miftahul Fauzan Mohammad Fikri Muthohhari Mohammad Hambali Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Farrij Hasbullah Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhamad Jefri Muhamad Miftahudin Muhammad Adji Saputra Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Faris Al-Fajri Arifin Muhammad Hotibul Umam Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ilyas Alghifari Muhammad Muttaqin Muhammad Nikola Shidqi Muhammad Panji Islami Muhammad Raihan Syahid Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Sholahuddin Ali Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Muthoharoh Muthoharoh Muthoharoh Nadia Nurpadilah Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nagib Romadhony Nanda Sri Lestari Nayla Nur Aprilia Shalihah Nazirah, Annida Nikhlah Ziyadaturrohmah Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita Nurqurotun Nabila NURSEHA NURSEHA Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Puspita Fajriany Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahel Abduh Rahman, Akmal Fadilah Rahmatullah Agustianto Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Regina Cahyani Putri Rendi Septian Ridho Rahmatullah Rinaldi, Muhammad Syafiq Rio Ku Yandani Rohimatus Salamah Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Samiah, Siti Robiah Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska adelia Siska Adelia Zahra Siti Hudaroh Siti Khuliyah Siti Mubadi Awaliyah Siti Muliya Septiani Turaedi Siti Nur Azizah Siti Nuraisyah Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Suhadi Sutiani, Nina Suwanda Syahid, Aang Ahmad Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syifa Roudhatul Jannah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Turmudi, Ahmad Ummah, Iin Inayatul Usnia Usnia Usnia Vera Nungki Wati, Putri Innayah Wibawa, Khaestya Hadi Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusi Fathurohman Yusroh Yusroh Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda