p-Index From 2021 - 2026
7.715
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Aqlania Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath FiTUA : Jurnal Studi Islam Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Khulasah : Islamic Studies Journal Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembagian Waris 2 :1 Bagi Ahli Waris Laki-Laki dan Perempuan Terhadap Qs. Al-Nisā [4]:11: (Studi Pemikiran Amina Wadud dalam “Qur’an and Woman”) Padilah, Nurul; Kurniawan, Ade Fakih; Rosa, Andi; Sa’ad, Suadi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1106

Abstract

Artikel ini mengkaji penafsiran QS. Al-Nisā ayat 11, khususnya terkait pembagian warisan 2:1 antara ahli waris laki-laki dan perempuan, melalui lensa hermeneutika feminis Amina Wadud dalam karya Qur’an and Woman. Sementara tafsir tradisional mempertahankan proporsi ini sebagai ketetapan ilahi yang tetap berdasarkan tanggung jawab finansial laki-laki, Wadud menawarkan pembacaan transformatif yang menekankan dimensi etis dan kontekstual dari pesan Al-Qur’an. Dengan menelaah pendekatan tafsir legalistik-struktural dan penafsiran yang sadar gender, kajian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Al-Qur’an tidak semata bersifat numerik, tetapi sangat terkait dengan realitas sosial yang terus berubah. Artikel ini menghadirkan dialog kritis antara penafsiran klasik dan feminis, serta menawarkan pendekatan baru terhadap hukum waris Islam yang sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam Al-Qur’an.
Makna Nasut dan Lahut Tentang Hakikat Baitul Makmur Ramdani, Ikhwan; Badrudin, Badrudin; Rosa, Andi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nasut dan lahut dalam pemahaman hakikat Baitul Makmur yang memiliki dimensi penting dalam tradisi tasawuf Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap naskah-naskah klasik dan interpretasi para ulama sufi, studi ini mendalami makna esoteris dari dualitas nasut (dimensi kemanusiaan) dan lahut (dimensi ketuhanan) dalam konteks Baitul Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasut dan lahut pada Baitul Makmur merepresentasikan perpaduan antara aspek zahir dan batin dalam spiritualitas Islam, di mana Baitul Makmur tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik di langit ketujuh, tetapi juga sebagai simbol pertemuan antara dimensi manusiawi dan ilahiah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman akan dualitas nasut-lahut pada Baitul Makmur memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan diskursus tasawuf dan penghayatan spiritual umat Islam. Temuan ini memperkaya khazanah pemikiran Islam, khususnya dalam bidang tasawuf dan kajian esoteris.
Keadilan dalam Akses Pelayanan di Daerah Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Berdasarkan Ilmu Hadis Wijaya, Faisal; Mu'ti, Abdul; Kohar, Abdul; Ropip, Ropip; Rosa, Andi
Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kjpkm.v2i2.394

Abstract

Fairness in access to public services is one of the important indicators in realizing social welfare. In various regions, especially remote or underdeveloped areas, there is still inequality in access to basic services such as health, education, and government administration. This study aims to examine fairness in access to services in the regions through a philosophy of science approach that includes aspects of ontology, epistemology, and axiology, and is reviewed from the perspective of hadith science. In the perspective of hadith science, many narrations emphasize the importance of leaders being fair to their people, including in the distribution of services. The hadith of the Prophet Muhammad SAW which states that "Each of you is a leader, and every leader will be held accountable for his leadership" is a strong moral foundation in the context of equal distribution of services. This study concludes that the realization of justice in public services requires integration between scientific approaches, state ethics, and prophetic values reflected in Islamic teachings.
Proses Interaksi dan Integrasi Intern Pemeluk Agama Rosadisastra, Andi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v11i2.38061

Abstract

This paper provides one model of research on “Anthropology of Religion”, especially related to the integration of internal conflict and religious communities that have been well demonstrated in the book: “Conflict and Integration: Different thought of Islam” by Achmad Fedyani. Fedyani find that there are five factors of religions internal conflict between the NU and Muhammadiyah, namely: problem talafuz bi al-niyyat, talqīn problems, asyrakal problems, and problems “maaruwah”. On the other side, it was found that the damping factor is the complexity of conflict and modernization; three developments of national culture, changes in the organization, awareness of the unity of traditional culture and the mixed communities.
PENAFSIRAN SURAT AL FATIHAH DALAM TAFSIR AL MANAR KARYA MUHAMMAD ABDUH Siti Rihadatul Aisy; Komala Sari; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tafsir terkini, Tafsir Al-Manār, ditulis oleh Muhammad Rasyid Ridha dan didasarkan pada ajaran gurunya, Muhammad Abduh. Tafsirnya beraliran Al-Adabī wa al-Ijtimāī dan bertipe Tafsīr bi al-Rayī dengan metode tafsir Tahlīlī. Gaya penafsiran yang menekankan pada isu-isu kemasyarakatan ini inovatif. Tafsir Abduh, berbeda dengan para ahli tafsir sebelumnya, lebih menekankan pada unsur petunjuk Al-Qur'an dan lebih fokus pada semangat ajaran universal. Abduh ingin para pembacanya baik cendekiawan maupun awam memahami bahwa karya-karya tafsir tradisional terdahulu tidak akan menjawab persoalan-persoalan penting yang mereka temui sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran Muhammad Abduh dalam Tafsir Al Manar dan bagaimana penafsiran Muhammad Abduh terhadap ayat ayat dalam surat Al Fatihah. Temuan menunjukkan bahwa pandangan ini didorong oleh jatuhnya populasi Muslim dan dipengaruhi oleh empirisme Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha. Sementara itu, pemaksimalan akal sebagai sumber informasi disebutkan dalam seluruh persoalan kemasyarakatan yang dibahas dalam tafsir Al-Manār. Salah satu kekurangan utama dari penafsiran Abduh adalah kecenderungannya untuk mengedepankan rasionalisme. Abduh berupaya menafsirkan Al-Qur’an dan hadits dengan logika modern, yang terkadang mengabaikan konteks historis dan budaya di mana teks-teks tersebut diturunkan.
METODOLOGI TAFSIR RAUDLAT AL- ‘IRFÂN FÎ MA ‘RIF AT AL-QUR’ÂN KARYA K.H. AHMAD SANUSI Komala Sari; Rio Ku Yandani; Muhamad Izza M; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati AlQur'an karya K.H. Ahmad Sanusi Pendekatan dijelaskan di halaman ini. Ditulis dalam aksara Arab Pegon dan Sunda. Kajian ini penting karena tiga alasan: pertama, akan meningkatkan kesadaran akan nilai sejarah sebagai jendela peradaban suatu negara; kedua, akan menyoroti perlunya generasi muda melek huruf agar dapat membaca tulisan-tulisan ulama Indonesia; dan ketiga, akan memajukan kajian tafsir di Indonesia. Pendekatan pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu mencoba menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami dan terorganisir agar dapat diterima. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang diperlukan, mendeskripsikannya, dan melakukan analisis kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran K.H Ahmad Sanusi dalam tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur’an.  Disini penulis akan memaparkan kisah hidup K.H. Ahmad Sanusi, Metode, Gaya, Sumber, Manfaat Utama, dan Kekurangan Kitab Tafsir Raudhatu al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur'an. Metodologinya ijmali, gaya fiqih Syafi’i dan lughawi, sistematika ejaannya ‘Utsmaniyah, dan sumber penafsirannya adalah bi al-ra’yi al-mahmud, sesuai dengan temuan penelitian.
Ahli Sihir Dan Pengaruhnya Dalam Tafsir An Nur Karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Priyantika Lesyaina Az Zahra; Nurseha, Nurseha; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tengku Hasbi Ash-Shiddieqy adalah salah satu tokoh penting dalam kajian tafsir di Indonesia yang dikenal melalui karya monumentalnya, An-Nur al-Bayan. Tafsir ini menonjolkan metodologi yang unik dengan menggabungkan pendekatan linguistik, historis, dan tematik. Pendekatan linguistiknya menekankan pada analisis mendalam terhadap bahasa Al-Qur’an untuk menggali makna secara komprehensif. Sementara itu, pendekatan historis digunakan untuk memahami konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (asbabun nuzul) dan latar belakang sosio-kultural masyarakat Arab pada masa wahyu. Dalam pendekatan tematik, Ash-Shiddieqy mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan tema tertentu untuk membangun pemahaman yang koheren terhadap isu-isu spesifik yang dibahas dalam Al-Qur’an. Keunikan lain dari An-Nur al-Bayan adalah penekanannya pada relevansi sosial dan budaya masyarakat. Ash-Shiddieqy tidak hanya menawarkan penafsiran yang bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis untuk isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Islam, seperti masalah pendidikan, hukum, dan hubungan sosial. Dengan metodologi ini, tafsirnya mampu menjembatani antara pesan-pesan Al-Qur’an yang universal dan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian terhadap An-Nur al-Bayan bertujuan untuk menganalisis kontribusi besar Ash-Shiddieqy dalam dunia tafsir, khususnya dalam konteks Indonesia. Pendekatannya yang inovatif menawarkan perspektif baru dalam studi tafsir modern, menjadikan karyanya relevan untuk digunakan sebagai referensi akademis dan panduan praktis bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
MEMAHAMI METODOLOGI TAFSIR JUZ’AMA KARYA USTADZ HADIKUSUMA Hikmatul Fazriah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Juz 'Amma Al-Huda yang ditulis oleh Ustadz Djarnawi Hadikusuma yang membahas surah-surah pendek di Juz 'Amma, bagian terakhir Al-Qur'an, dari 78 hingga 7. Dengan menggunakan bahasa Jawa yang sederhana dan mudah dipahami, Ustadz Djarnawi membuat pembaca yang berasal dari budaya Jawa lebih mudah memahami makna Al-Qur'an dalam karyanya. Dimulai dengan penjelasan tentang latar belakang surah, isi ayat, dan hikmah dan pesan moral, buku ini disusun secara sistematis. Setiap surah dijelaskan dengan mengaitkan dengan sejarah, konteks budaya, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Jawa. Ustadz Djarnawi juga menambahkan tafsir dan pemahaman yang disesuaikan dengan masyarakat Jawa melalui gaya bahasanya yang khas. Penafsiran ini dilakukan dengan melihat kondisi masyarakat Jawa pada saat itu dan dilatarbelakangi oleh historis penulis, yang membuat pesan Al-Qur'an lebih relevan . Kitab ini tidak hanya memberikan tafsir pada setiap ayatnya, tetapi juga menekankan aspek tauhid, akhlak, dan ibadah Juz 'Amma, yang merupakan pilar utama iman umat Islam. Buku "Tafsir Juz 'Amma Al-Huda" berkontribusi besar pada sastra Islam di Indonesia, terutama dalam hal menampilkan studi tafsir dalam bahasa daerah. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tafsir tetapi juga sebagai alat dakwah, menyatukan ajaran Islam dengan budaya Jawa dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an di kalangan orang Jawa.
KONSEP INFAQ DALAM PERSPEKTIF TAFSIR NURUL BAJAN : STUDI KASUS PADA QS.AL-BAQARAH AYAT 254 Affifah Syawalia Arifin; Elsa Sopia Azzahra; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Nurul Bajan, karya Muhammad Romli, merupakan salah satu tafsir Al-Qur'an berbahasa Sunda yang memiliki ciri khas dalam menyajikan penafsiran yang dekat dengan konteks sosial masyarakat Sunda. Tafsir ini berusaha menggabungkan pemahaman mendalam terhadap teks Al-Qur'an dengan kearifan lokal, sehingga pesan-pesan agama dapat lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat Sunda. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi yang digunakan Muhammad Romli dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 254, khususnya terkait konsep infaq. Selain itu, penelitian ini juga akan menguraikan penjelasan penafsiran Muhammad Romli terhadap ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan fokus pada Tafsir Nurul Bajan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi metode tafsir yang digunakan, mengkaji pemahaman Muhammad Romli terhadap konsep infaq, serta membandingkannya dengan tafsir-tafsir lain. Menurut artikel Andi Rosa,  metode variabel tafsir terbagi dalam lima kategori diantaranya al-manhaj, al-lawn, at-thariqoh,mazhab dan ittijah. Beliau memfokuskan penafsiran pada tema infaq dan berusaha menghubungkannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Selain itu, Muhammad Romli juga banyak mengutip hadis-hadis shahih dan pendapat para ulama sebagai pendukung argumentasinya. uniknya, beliau juga mengintegrasikan kearifan lokal Sunda, seperti pepatah dan ungkapan, untuk memperkaya makna ayat yang ditafsirkan.
TEORI DOUBLE MOVEMENT PADA PENAFSIRAN FAZLURRAHMAN Priyantika Lesyaina Az Zahra; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Double Movement dalam penafsiran Al-Qur'an menurut Fazlur Rahman adalah cara hermeneutik yang mengakomodasi dua prinsip pokok dalam memahami teks agama. Gerakan pertama adalah memahami konteks historis dan sosial pada masa turunnya wahyu yang membantu kita untuk memahami maksud asli Al-Qur'an pada saat itu. Gerakan kedua adalah menerapkan pemahaman tersebut dalam konteks sosial dan budaya masa kini, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman. Fazlur Rahman percaya bahwa untuk meraih hikmah dan relevansi Al-Qur'an dalam kehidupan modern, penting bagi kita untuk menyatukan pesan-pesan Al-Qur'an dengan isu-isu kontemporer, sambil tetap menghormati konteks sejarah yang asli. Teori ini bertujuan untuk menghindari penafsiran yang tekstual dan kakuserta membuka ruang bagi interpretasi yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan cara ini, Fazlur Rahman ingin menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya relevan pada zamannya, tetapi juga dapat memberikan panduan yang relevan bagi umat manusia di setiap era.
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Aziz Abdul Kohar Abdurrahman, Haris Ade Fakih Kurniawan Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih ahmad ramadhani Ahmad Rosyadi Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil ALAINA, ANZIL Albarra Gilang Andika Alfian Yogi Kurniawan Alfina, Lulu Ali, Muhdi Alifiya, Salsabila Altaf Abdurahman Amaliyah, Nur Amirulloh, Amirulloh Anbari, Hilman Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Aulia, Putri Azkia Ahada Ummu Sabilah Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Dawam Mulahdori Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elan Herlangga Elsa Sopia Azzahra Erlangga Akhazi Farhan, Ahmad Alam Farih, Awan Fathurohman, Yusi Fattah, M. Yusuf Fauzan, Miftahul Firda Firda Firda FIRDAUS, DENI Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Haura Nadine Nayla Faidza Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah, Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Hudaroh, Siti Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Ilham Akbar, Muhammad Imam Faizin Imron Rosadi Indah Ramadhani Priyono Indrawati, Ani Iqbal Maulana Izza Muhtafidz Jahrotu Soimah Khairussalam, Khairussalam Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Masbuang, Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Melisa Nur Azizah Mu'ti, Abdul Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ramadhan Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Yusron Kurniawan Muhdi Ali Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nikhlah Ziyadaturrohmah Novali Kholid Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita NURSEHA NURSEHA Nuruzzalfa Aini Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahman, Akmal Fadilah Raihan Raihan Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Rendi Septian Rio Ku Yandani Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip, Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabil, Shoopa Alifiah Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska Adelia Zahra Siti Mubadi Awaliyah Siti Nur Azizah Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Sutiani, Nina Syah, Irfan Padlian Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Ummah, Iin Inayatul Usnia Wibawa, Khaestya Hadi Wijaya, Faisal Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda