p-Index From 2021 - 2026
10.491
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Medina-Te : Jurnal Studi Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aqlania Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath FiTUA : Jurnal Studi Islam Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal El-Thawalib Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Khulasah : Islamic Studies Journal Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Bashirah Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Jurnal El-Thawalib Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) International Journal of Social and Education (INJOSEDU) JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) Ad-dawl : Jurnal Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

PENAFSIRAN SURAT AL FATIHAH DALAM TAFSIR AL MANAR KARYA MUHAMMAD ABDUH Siti Rihadatul Aisy; Komala Sari; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tafsir terkini, Tafsir Al-Manār, ditulis oleh Muhammad Rasyid Ridha dan didasarkan pada ajaran gurunya, Muhammad Abduh. Tafsirnya beraliran Al-Adabī wa al-Ijtimāī dan bertipe Tafsīr bi al-Rayī dengan metode tafsir Tahlīlī. Gaya penafsiran yang menekankan pada isu-isu kemasyarakatan ini inovatif. Tafsir Abduh, berbeda dengan para ahli tafsir sebelumnya, lebih menekankan pada unsur petunjuk Al-Qur'an dan lebih fokus pada semangat ajaran universal. Abduh ingin para pembacanya baik cendekiawan maupun awam memahami bahwa karya-karya tafsir tradisional terdahulu tidak akan menjawab persoalan-persoalan penting yang mereka temui sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran Muhammad Abduh dalam Tafsir Al Manar dan bagaimana penafsiran Muhammad Abduh terhadap ayat ayat dalam surat Al Fatihah. Temuan menunjukkan bahwa pandangan ini didorong oleh jatuhnya populasi Muslim dan dipengaruhi oleh empirisme Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha. Sementara itu, pemaksimalan akal sebagai sumber informasi disebutkan dalam seluruh persoalan kemasyarakatan yang dibahas dalam tafsir Al-Manār. Salah satu kekurangan utama dari penafsiran Abduh adalah kecenderungannya untuk mengedepankan rasionalisme. Abduh berupaya menafsirkan Al-Qur’an dan hadits dengan logika modern, yang terkadang mengabaikan konteks historis dan budaya di mana teks-teks tersebut diturunkan.
METODOLOGI TAFSIR RAUDLAT AL- ‘IRFÂN FÎ MA ‘RIF AT AL-QUR’ÂN KARYA K.H. AHMAD SANUSI Komala Sari; Rio Ku Yandani; Muhamad Izza M; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati AlQur'an karya K.H. Ahmad Sanusi Pendekatan dijelaskan di halaman ini. Ditulis dalam aksara Arab Pegon dan Sunda. Kajian ini penting karena tiga alasan: pertama, akan meningkatkan kesadaran akan nilai sejarah sebagai jendela peradaban suatu negara; kedua, akan menyoroti perlunya generasi muda melek huruf agar dapat membaca tulisan-tulisan ulama Indonesia; dan ketiga, akan memajukan kajian tafsir di Indonesia. Pendekatan pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu mencoba menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami dan terorganisir agar dapat diterima. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang diperlukan, mendeskripsikannya, dan melakukan analisis kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran K.H Ahmad Sanusi dalam tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur’an.  Disini penulis akan memaparkan kisah hidup K.H. Ahmad Sanusi, Metode, Gaya, Sumber, Manfaat Utama, dan Kekurangan Kitab Tafsir Raudhatu al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur'an. Metodologinya ijmali, gaya fiqih Syafi’i dan lughawi, sistematika ejaannya ‘Utsmaniyah, dan sumber penafsirannya adalah bi al-ra’yi al-mahmud, sesuai dengan temuan penelitian.
Ahli Sihir Dan Pengaruhnya Dalam Tafsir An Nur Karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Priyantika Lesyaina Az Zahra; Nurseha, Nurseha; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tengku Hasbi Ash-Shiddieqy adalah salah satu tokoh penting dalam kajian tafsir di Indonesia yang dikenal melalui karya monumentalnya, An-Nur al-Bayan. Tafsir ini menonjolkan metodologi yang unik dengan menggabungkan pendekatan linguistik, historis, dan tematik. Pendekatan linguistiknya menekankan pada analisis mendalam terhadap bahasa Al-Qur’an untuk menggali makna secara komprehensif. Sementara itu, pendekatan historis digunakan untuk memahami konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (asbabun nuzul) dan latar belakang sosio-kultural masyarakat Arab pada masa wahyu. Dalam pendekatan tematik, Ash-Shiddieqy mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan tema tertentu untuk membangun pemahaman yang koheren terhadap isu-isu spesifik yang dibahas dalam Al-Qur’an. Keunikan lain dari An-Nur al-Bayan adalah penekanannya pada relevansi sosial dan budaya masyarakat. Ash-Shiddieqy tidak hanya menawarkan penafsiran yang bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis untuk isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Islam, seperti masalah pendidikan, hukum, dan hubungan sosial. Dengan metodologi ini, tafsirnya mampu menjembatani antara pesan-pesan Al-Qur’an yang universal dan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian terhadap An-Nur al-Bayan bertujuan untuk menganalisis kontribusi besar Ash-Shiddieqy dalam dunia tafsir, khususnya dalam konteks Indonesia. Pendekatannya yang inovatif menawarkan perspektif baru dalam studi tafsir modern, menjadikan karyanya relevan untuk digunakan sebagai referensi akademis dan panduan praktis bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
MEMAHAMI METODOLOGI TAFSIR JUZ’AMA KARYA USTADZ HADIKUSUMA Hikmatul Fazriah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Juz 'Amma Al-Huda yang ditulis oleh Ustadz Djarnawi Hadikusuma yang membahas surah-surah pendek di Juz 'Amma, bagian terakhir Al-Qur'an, dari 78 hingga 7. Dengan menggunakan bahasa Jawa yang sederhana dan mudah dipahami, Ustadz Djarnawi membuat pembaca yang berasal dari budaya Jawa lebih mudah memahami makna Al-Qur'an dalam karyanya. Dimulai dengan penjelasan tentang latar belakang surah, isi ayat, dan hikmah dan pesan moral, buku ini disusun secara sistematis. Setiap surah dijelaskan dengan mengaitkan dengan sejarah, konteks budaya, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Jawa. Ustadz Djarnawi juga menambahkan tafsir dan pemahaman yang disesuaikan dengan masyarakat Jawa melalui gaya bahasanya yang khas. Penafsiran ini dilakukan dengan melihat kondisi masyarakat Jawa pada saat itu dan dilatarbelakangi oleh historis penulis, yang membuat pesan Al-Qur'an lebih relevan . Kitab ini tidak hanya memberikan tafsir pada setiap ayatnya, tetapi juga menekankan aspek tauhid, akhlak, dan ibadah Juz 'Amma, yang merupakan pilar utama iman umat Islam. Buku "Tafsir Juz 'Amma Al-Huda" berkontribusi besar pada sastra Islam di Indonesia, terutama dalam hal menampilkan studi tafsir dalam bahasa daerah. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tafsir tetapi juga sebagai alat dakwah, menyatukan ajaran Islam dengan budaya Jawa dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an di kalangan orang Jawa.
KONSEP INFAQ DALAM PERSPEKTIF TAFSIR NURUL BAJAN : STUDI KASUS PADA QS.AL-BAQARAH AYAT 254 Affifah Syawalia Arifin; Elsa Sopia Azzahra; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Nurul Bajan, karya Muhammad Romli, merupakan salah satu tafsir Al-Qur'an berbahasa Sunda yang memiliki ciri khas dalam menyajikan penafsiran yang dekat dengan konteks sosial masyarakat Sunda. Tafsir ini berusaha menggabungkan pemahaman mendalam terhadap teks Al-Qur'an dengan kearifan lokal, sehingga pesan-pesan agama dapat lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat Sunda. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi yang digunakan Muhammad Romli dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 254, khususnya terkait konsep infaq. Selain itu, penelitian ini juga akan menguraikan penjelasan penafsiran Muhammad Romli terhadap ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan fokus pada Tafsir Nurul Bajan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi metode tafsir yang digunakan, mengkaji pemahaman Muhammad Romli terhadap konsep infaq, serta membandingkannya dengan tafsir-tafsir lain. Menurut artikel Andi Rosa,  metode variabel tafsir terbagi dalam lima kategori diantaranya al-manhaj, al-lawn, at-thariqoh,mazhab dan ittijah. Beliau memfokuskan penafsiran pada tema infaq dan berusaha menghubungkannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Selain itu, Muhammad Romli juga banyak mengutip hadis-hadis shahih dan pendapat para ulama sebagai pendukung argumentasinya. uniknya, beliau juga mengintegrasikan kearifan lokal Sunda, seperti pepatah dan ungkapan, untuk memperkaya makna ayat yang ditafsirkan.
TEORI DOUBLE MOVEMENT PADA PENAFSIRAN FAZLURRAHMAN Priyantika Lesyaina Az Zahra; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Double Movement dalam penafsiran Al-Qur'an menurut Fazlur Rahman adalah cara hermeneutik yang mengakomodasi dua prinsip pokok dalam memahami teks agama. Gerakan pertama adalah memahami konteks historis dan sosial pada masa turunnya wahyu yang membantu kita untuk memahami maksud asli Al-Qur'an pada saat itu. Gerakan kedua adalah menerapkan pemahaman tersebut dalam konteks sosial dan budaya masa kini, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman. Fazlur Rahman percaya bahwa untuk meraih hikmah dan relevansi Al-Qur'an dalam kehidupan modern, penting bagi kita untuk menyatukan pesan-pesan Al-Qur'an dengan isu-isu kontemporer, sambil tetap menghormati konteks sejarah yang asli. Teori ini bertujuan untuk menghindari penafsiran yang tekstual dan kakuserta membuka ruang bagi interpretasi yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan cara ini, Fazlur Rahman ingin menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya relevan pada zamannya, tetapi juga dapat memberikan panduan yang relevan bagi umat manusia di setiap era.
ABRI DALAM PERSPEKTIF BAKRI SYAHID: INTERPRETASI SURAT ASH-SHAFF AYAT 11 DALAM KITAB AL-HUDA Dawam Mulahdori; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengkaji peran Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dalam perspektif bakri syahid, dengan fokus pada interpretasi Surat ash-Shaff ayat 11 dalam Tafsir Al-Huda. Penelitian ini menggunakan metode analisis tafsir yang menekankan pada ciri khas Tafsir Al-Huda, yaitu pendekatan kontekstual dan relevansi sosial yang mengaitkan teks-teks Al-Qur'an dengan realitas kehidupan masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakri syahid dalam Tafsir Al-Huda dipahami sebagai pengabdian yang tulus dan komitmen untuk melindungi bangsa, di mana ABRI berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, pemahaman ini memberikan landasan bagi ABRI untuk menjalankan tugasnya dengan semangat pengabdian yang tinggi, serta menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek tugas kenegaraan.
MEMAHAMI MAKNA BATIN DALAM AL-QUR’AN PADA TAFSIR QURANULADHIMI KARYA KH HASAN MUSTHAFA Siti Rihadatul Aisy; Syitaul Fuadiah; Ahmad Al Wafi; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis tafsir Al-Qur 'an bercorak sufistik dalam bahasa Sunda. Objek studinya adalah Tafsir Quranul Adhimi karya Haji Hasan Mustapa. Melalui analisis ilmu tafsir, kajian ini menunjukkan bahwa tafsir lokal Nusantara tidak bisa diasumsikan berkarakter sama sebagaimana tafsir Melayu-lndonesia. la menunjukkan kreatifitas lokal yang lahir dari keragaman latar budaya. Sebuah tafsir sufistik berbahasa Sunda yang menunjukkan proses dialog antara ajaran tasawuf dengan kekayaan batin orang Sunda dalam bingkai penafsiran Al-Qur 'an. Tidak saja melalui puisi dangding, ia juga menginterpretasikan pengalaman sufistiknya melalui bahasa tafsir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al- Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Adapun sebagian dari rumusan masalah yang akan dibahas pada artikel ini yaitu bagaimana metodologi penafsiran Kh Hasan Musthafa dalam tafsir Quranuladhimi dan bagaimana Kh Hasan Musthafa dalam memahami makna batin dalam penafsirannya. Dalam menjawab rumusan masalah yang ada, Hal ini telah dibuktikan dalam penafsirannya, yaitu: penapsiran yang berpusat pada makna batin, penggunaan meta/or alam kesundaan dan nuansa sastra Sunda. Signifikansi tafsir Mustapa terletak pada adanya proses indigenisasi nilai Al-Qur 'an (Islam) ke dalam karakteristik tradisi Islam lokal melalui karya tafsir. Tafsir Quranul Adhimi karya Mustapa menunjukkan secara jelas kreatifitas lokal dalam merespons tradisi intelektual tasawuf, terutama tafsir sufi.
PEREMPUAN DAN AL-QUR'AN: MODEL PENAFSIRAN AMINA WADUD DALAM Q.S AN-NISA Firda Firda; Syifa Nurkholilah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan di dalam al-Qur’an sesungguhnya memiliki kedudukan yang dimuliakan. Berbagai keyakinan yang umum di masyarakat muslim meyakini perempuan dianggap memiliki kedudukan satu tingkat di bawah laki-laki. Hal ini salah satunya muncul karena konstruksi tafsir klasik yang bias gender, sehingga seringkali penafsiran tersebut mengakibatkan perempuan tidak bisa berada dalam ruang publik. Maka dari itu, seringkali perempuan termarginalkan oleh laki-laki, hak-hak kebebasan perempuan terikat oleh laki-laki. Berbeda dengan metode penafsiran klasik, seorang mufasir perempuan progresif, Amina Wadud, menggunakan metode hermeneutika dalam menafsirkan perempuan di dalam bingkai al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amina Wadud mengkritik para mufasir klasik yang menyatakan bahwa perempuan tidak sebanding dengan laki-laki. Bagi Amina Wadud, perempuan dengan laki-laki itu adalah sama. Perempuan juga bisa seperti laki-laki, dia juga bisa berada di dalam ruang publik. Sehingga, saat ini perempuan juga bisa berperan, baik itu di dalam urusan politik, masyarakat bahkan hal lainnya
PERSPEKTIF BAKRI SYAHID TERHADAP AYAT-AYAT SOSIAL DALAM TAFSIR AL-HUDA Firda Firda; Firman Afrianto; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penafsiran kitab al-Huda karya Bakri Syahid dengan tujuan untuk memahami cara pandangnya terhadap ayat-ayat sosial. Untuk memahami sudut pandang tersebut maka digunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk mengkaji terjemahan ayat-ayat terkait dengan merujuk langsung pada sumber-sumbernya, khususnya terjemahan kitab al-Huda karya Bakri Syahid sebagai data primer dan sumber-sumber lain sebagai data sekunder.  Setidaknya ada 4 substansi yang dibahas oleh Bakri Syahid dalam kitabnya yaitu: ekonomi, politik, budaya dan hukum.  Pada segi ekonomi Bakri menafsirkan surat Ali Imran ayat 130 yang membahas tentang bank dan riba. Pada sisi politik, Bakri Syahid menafsirkan surat An-Nisa ayat 53, 58, 59 tentang amanah. Di segi Budaya, Bakri membahas surat al-Baqarah ayat 5-8 yang membahas tentang syirik. Adapun di bidang hukum, Bakri menafsirkan surat al-Ma’idah ayat 32 dan surat ar-Ra’du ayat 21 yang membahas tentang hukum. Dari berbagai penafsiran yang Bakri Syahid uraikan dapat difahami bahwa penafsirannya sangat dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai seorang pejabat negara. Hal ini ditunjukkan dengan bukti bahwa penafsirannya sangat dominan membahas tentang keadaan sosial pada saat itu yang kemudian dikaitkan dengan pemerintahan.i bawah abstrak dengan diberi jeda 1 (satu) spasi. Harap menggunakan tidak lebih dari 5 kata kunci.
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Kohar Abdurrahman, Haris Ade Fakih Kurniawan Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Mumtazul Faqih ahmad ramadhani Ahmad Rosyadi Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil ALAINA, ANZIL Albarra Gilang Andika Alfariz, Ardan Alfian Yogi Kurniawan Alfina, Lulu Alif Maulana, Alif Alif Zibran Altaf Abdurahman Amaliyah, Nur Ambarwati, Aisyah Mariful Amirulloh Amirulloh, Amirulloh Anam, Syahru Ramadhanil Anbari, Hilman Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Ardan Alfariz Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Aulia, Putri Azizah, Hanifatul Azkia Ahada Ummu Sabilah Azra Daulay, Alya Afifa Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Budiyanto, Nuraini Chamida, Tyas Vica Dani Abdul Latif Dawam Mulahdori Dea Destiani Delvin Hanif Pramudita Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elan Herlangga Elsa Sopia Azzahra Erlangga Akhazi Fadlan Nur Mubarok Faidza, Haura Nadine Nayla Farhan, Ahmad Alam Farih, Awan Fathur al-Kayisu Royyan Fattah, M. Yusuf Faturrohmah, Siti Avi Fauzan, Miftahul Fazriyanti, Fazriyanti Firda Firda Firda FIRDAUS, DENI Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Haura Nadine Nayla Faidza Herlina Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah, Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Hudaroh, Siti Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Iin Inayatul Ummah Ilham Akbar, Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Imam Faizin Imron Rosadi Indah Namiratuz Zahra Indah Ramadhani Priyono Indah Ramadhani Priyono Indrawati, Ani Iqbal Maulana Iqbal Maulana Izza Muhtafidz Jahrotu Soimah Julfathra Bayyinahdy Khairussalam, Khairussalam Khatimah, Lailatul Khoiru Rizki Idzni Robbik Khoirul Ropik Sidik Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Makhzumi Makhzumi Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Maulidya Rahmani Melisa Nur Azizah Mohammad Fikri Muthohhari Mu'ti, Abdul Muflihah, Iefah Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Farrij Hasbullah Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhamad Jefri Muhamad Miftahudin Muhammad Adji Saputra Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ilyas Alghifari Muhammad Nikola Shidqi Muhammad Raihan Syahid Muhammad Ramadhan Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhammad Yusron Kurniawan Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Muthoharoh Muthoharoh Muthoharoh, Muthoharoh Nabilah, Zayyin Nadia Nurpadilah Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nagib Romadhony Nazirah, Annida Nikhlah Ziyadaturrohmah Novali Kholid Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita NURSEHA NURSEHA Nuruzzalfa Aini Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahman, Akmal Fadilah Rahmatullah, Ridho Raihan Raihan Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Regina Cahyani Putri Rendi Septian Ridho Rahmatullah Rinaldi, Muhammad Syafiq Rio Ku Yandani Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip, Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabil, Shoopa Alifiah Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Samiah, Siti Robiah Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska adelia Siska Adelia Zahra Siti Mubadi Awaliyah Siti Nur Azizah Siti Nuraisyah Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Suhadi Sutiani, Nina Syah, Irfan Padlian Syahid, Aang Ahmad Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Turaedi, Siti Muliya Septiani Turmudi, Ahmad Ummah, Iin Inayatul Usnia Usnia Usnia Vera Nungki Wati, Putri Innayah Wibawa, Khaestya Hadi Wijaya, Faisal Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusi Fathurohman Yusroh Yusroh Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda