p-Index From 2021 - 2026
10.491
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Medina-Te : Jurnal Studi Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aqlania Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath FiTUA : Jurnal Studi Islam Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal El-Thawalib Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Khulasah : Islamic Studies Journal Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Bashirah Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Jurnal El-Thawalib Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) International Journal of Social and Education (INJOSEDU) JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) Ad-dawl : Jurnal Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Moderasi Beragama Dalam Dunia Fashion: Tinjauan Tafsir Al-Mizan Karya Thabathaba’i Pada Surat Al-Ahzab Ayat 59 Dawam Mulahdori; Afifah Syawalia Arifin; Muhammad Rifqi Nurfadilah; Andi Rosa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.128

Abstract

Penelitian ini membahas moderasi dalam dunia fashion khususnya hijab berdasarkan Tafsir Al-Mizan karya Thabathabai pada Surat Al-Ahzab Ayat 59. Tafsir Al-Mizan dikenal dengan pendekatan filosofis dan rasional yang mengintegrasikan aspek teologis dan sosial, menekankan konteks historis dan linguistik untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Thabathabai menggunakan metode analisis kritis yang menggabungkan tafsir bil ma'tsur dan tafsir bil ra'yi, mempertimbangkan aspek sosial dan budaya. Penelitian ini merumuskan beberapa pertanyaan kunci, di antaranya: apa makna hijab dalam konteks ayat ini, bagaimana pandangan moderasi dalam busana Muslim, serta relevansi ajaran hijab dalam masyarakat modern. Maka dari itu, pada penelitian ini menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol kesopanan dan identitas yang sebaiknya diterapkan secara moderat, baik dalam penampilan fisik maupun sikap, dan tetap relevan jika dipahami dengan mendalam tanpa terjebak pada interpretasi yang kaku. Penulis menyarankan agar selanjutnya penafsiran hijab juga memperhatikan konteks sosial dan budaya yang dinamis untuk mendukung penerapan yang moderat dan inklusif.
PRO DAN KONTRA FENOMENA FILEM BID’AH DI MASYARAKAT INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAAN METODE FILSAFAT ILMU Ajharul Wirdi; RUSDIYANTO; Ahmad Alan Ardiyansayah; Ramzy Ramadhan; Andi Rosa
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i2.957

Abstract

Fenomena film bertema bidaah telah memicu beragam reaksi dalam masyarakat Indonesia, mulai dari dukungan yang kuat hingga pertentangan yang tajam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perspektif pro dan kontra tersebut melalui kacamata filsafat ilmu, dengan menganalisis bagaimana konstruksi pengetahuan, nilai, dan interpretasi agama membentuk persepsi publik terhadap film bertema bidaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada filsafat ilmu, khususnya fokus pada aspek epistemologis, aksiologis, dan ontologis dari isu-isu tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perbedaan latar belakang pendidikan, pemahaman agama, dan kecenderungan ideologi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi spektrum respon masyarakat. Lebih jauh lagi, film sebagai media komunikasi massa memainkan peran penting dalam memperluas atau memicu kekhawatiran tentang otoritas agama dan batas-batas penafsiran. Penelitian ini menawarkan wawasan filosofis tentang interaksi antara pengetahuan dan media dalam konteks budaya dan agama, dan mengundang refleksi kritis dari penonton dan pembuat film.
Krisis Limbah sebagai Isu Moral: Pemikiran Fazlur Rahman tentang Tanggung Jawab Manusia terhadap Alam Haura Nadine Nayla Faidza; Dikriyah; Andi Rosa
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste crisis in the big cities reflects not only the technical and structural failures of waste management, but also the moral and spiritual deterioration of modern society. However, the study of ethical solutions based on the thoughts of contemporary Islamic figures, especially Fazlur Rahman, is still limited, showing that there is a research gap in integrating dynamic Qur'anic ethics with today's ecological problems. This study aims to analyze Rahman's thoughts on human moral responsibility towards nature and its relevance in dealing with the waste crisis. Using a qualitative approach through literature study, this study applies Rahman's double movement method to interpret the Qur'anic text historically and contextually. The findings show that the Qur'anic ethics formulated by Rahman views nature as a divine mandate that must be maintained, so that waste management is not only a technocratic obligation, but also a form of spiritual and social responsibility. These ethics can be the basis for forming collective ecological awareness, encouraging sustainable lifestyles, and inspiring environmentally just public policies. This study concludes that the resolution of the ecological crisis requires a transformation of moral consciousness, with religion as the source of value that guides humans to act justly towards all creation.
KONSEP KEADILAN SOSIAL DALAM TAFSIR FAZLUR RAHMAN: ANALISIS TERHADAP PRINSIP MORAL QUR’ANI Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda; Attirka, Garda Fathan; Wibawa, Khaestya Hadi; Rosa, Andi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Konsep Keadilan Sosial dalam Tafsir Fazlur Rahman: Analisis terhadap Prinsip Moral Qur’ani”. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Fazlur Rahman memahami konsep keadilan sosial dalam Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika double movement yang ia gagas. Fazlur Rahman menekankan bahwa pesan moral Al-Qur’an bersifat universal dan harus dipahami secara kontekstual agar dapat diterapkan dalam kehidupan sosial modern. Keadilan sosial, menurutnya, bukan sekadar distribusi ekonomi yang merata, melainkan upaya menegakkan nilai kemanusiaan, kebebasan, dan tanggung jawab moral dalam struktur masyarakat. Melalui analisis terhadap karya-karya utama Fazlur Rahman seperti Major Themes of the Qur’an dan Islam and Modernity, penelitian ini menemukan bahwa keadilan sosial merupakan inti dari misi etika Al-Qur’an yang menuntut transformasi sosial berlandaskan tauhid dan moralitas universal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap teks-teks Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan keadilan sosial Rahman berakar pada pemahaman moral Qur’ani yang dinamis, yang menolak legalisme tekstual semata dan menekankan aktualisasi nilai-nilai etis wahyu dalam konteks sosial-historis yang terus berkembang. Kata kunci: Fazlur Rahman, Keadilan Sosial, Moral Qur’ani, Hermeneutika, Double Movement.
KONSEP KEADILAN DALAM TAFSIR AMINA WADUD TERHADAP AYAT POLIGAMI: KAJIAN TAFSIR KONTEMPORER Aulia, Putri; Nurhayani, Rosita; Nurazizah, Siti; Rosa, Andi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini berorientasi untuk mengemukakan analisis mendalam atas interpretasi Amina Wadud terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tentang keadilan, khususnya dalam QS. an-Nisā' [4]:129. Riset ini berorientasi dalam rangka mengeksplorasi signifikansi eksegesis feminisnya dalam kaitannya dengan wacana keadilan gender dalam kerangka pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini didasarkan pada pemahaman bahwa interpretasi tradisional terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tentang poligami seringkali dipengaruhi oleh perspektif patriarki, yang cenderung melanggengkan status subordinat perempuan dalam struktur keluarga. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis karya Amina Wadud yang berpengaruh, Qur'an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman's Perspective. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Amina Wadud menafsirkan ayat kitab suci Al-Qur'an berkenaan dengan legalitas bukanlah sebagai hal yang didukung terhadap praktik tersebut, melainkan sebagai batasan moral yang mensyaratkan keadilan sejati suatu kondisi yang, pada kenyataannya, hampir mustahil dipenuhi oleh manusia. Ia menggarisbawahi bahwa esensi ayat tersebut terletak pada perlindungan hak-hak perempuan dan promosi prinsip-prinsip universal kemanusiaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan transisi metodologis dari modus penafsiran legalistik menuju pendekatan etis-kontekstual yang berlandaskan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi signifikan terhadap kemajuan wacana eksegesis feminis dan menawarkan jalan baru untuk mengeksplorasi integrasi hermeneutika gender dengan maqāṣid al-sharī‘ah dalam studi penafsiran Al-Qur'an kontemporer. Kata kunci: Amina Wadud, Poligami, Adil. Abstract This research seeks to provide an in-depth analysis of Amina Wadud’s interpretation of Qur’anic verses concerning polygamy, specifically QS. an-Nisā’ [4]:3 and QS. an-Nisā’ [4]:129. The study aims to explore the significance of her feminist exegesis in relation to the discourse on gender justice within the framework of contemporary Islamic thought. This research is grounded in the understanding that traditional interpretations of Qur’anic verses on polygamy are frequently influenced by patriarchal perspectives, which tend to perpetuate the subordinate status of women within the family structure. Employing a descriptive qualitative approach, this study analyzes Amina Wadud’s influential work Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. The findings of this study reveal that Amina Wadud interprets the Qur’anic verse on polygamy not as an endorsement of the practice, but as a moral limitation that requires genuine justice a condition that is, in reality, nearly impossible for humans to fulfill. She underscores that the essence of the verse lies in safeguarding women’s rights and promoting universal principles of humanity. The conclusion of this study demonstrates a methodological transition from a legalistic mode of interpretation to an ethical-contextual approach grounded in the principles of justice and equality. Consequently, this research contributes significantly to the advancement of feminist exegetical discourse and offers new avenues for exploring the integration of gender hermeneutics with maqāṣid al-sharī‘ah in contemporary Qur’anic interpretation studies. Keyword: Amina Wadud, Polygamy, Fair.
Menelisik Dunia Makna: Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu terhadap Kosakata Kunci dalam Al-Qur’an Aal Mujadilah; Diyah Nuralifah; Naesyah Fazriyah; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the semantic approach proposed by Toshihiko Izutsu in analyzing key terms in the Qur’an, which play a crucial role in shaping a worldview derived from the Qur’an. Toshihiko Izutsu, a Japanese scholar recognized as a pioneer in Qur'anic semantic studies, introduced a method that emphasizes the relationships between words within the context of revelation. Using a qualitative approach based on literature review, this research examines Izutsu's seminal texts such as God and Man in the Qur’an and Ethico-Religious Concepts in the Qur’an, as well as analyzes various relevant secondary literature in the fields of linguistics, exegesis (tafsir), and philosophy of language. The findings of this study show that, according to Izutsu, each term in the Qur’an does not have an isolated meaning but forms a semantic network that reflects the theological values and concepts in Islam. Terms like faith (iman), disbelief (kufr), piety (taqwa), and justice (‘adl) are interconnected within a structure of meaning that represents the relationship between humans and God, between humans, and between humans and the universe. This semantic approach offers the potential for more reflective and contextual interpretations, enabling the meaning of the Qur’an to be understood in a more holistic, profound, and relevant way to the challenges of the modern era. Therefore, the semantic perspective put forth by Toshihiko Izutsu not only contributes to the advancement of contemporary exegesis techniques but also enriches the understanding of the essence of the language of revelation as a manifestation of the religious consciousness present in the human soul. Keywords: Toshihiko Izutsu, Semantics, Qur’an, Key Vocabulary, Qur’anic Worldview   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan semantik yang diusulkan oleh Toshihiko Izutsu dalam menganalisis istilah-istilah kunci dalam Al-Qur’an, yang memiliki peranan krusial dalam membentuk pandangan dunia yang bersumber dari Al-Qur’an. Toshihiko Izutsu, seorang akademisi Jepang yang diakui sebagai pionir dalam studi semantik Al-Qur’an, memperkenalkan metode yang menekankan hubungan antar kata dalam konteks wahyu. Dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka, penelitian ini mengkaji teks-teks utama Izutsu seperti God and Man in the Qur’an dan Ethico-Religious Concepts in the Qur’an, serta menganalisis berbagai literatur sekunder yang relevan dengan bidang linguistik, tafsir, dan filsafat bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Izutsu, setiap istilah dalam Al-Qur’an tidak memiliki arti yang berdiri sendiri, melainkan membentuk jaringan semantik yang mencerminkan nilai-nilai dan konsep teologis dalam Islam. Istilah seperti iman, kufr, taqwa, dan ‘adl saling terhubung dalam struktur makna yang menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan, hubungan antar manusia, serta hubungan manusia dengan alam semesta. Pendekatan semantik ini memberikan peluang untuk penafsiran yang lebih reflektif dan kontekstual, sehingga arti Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih holistik, mendalam, dan relevan dengan tantangan di era modern. Oleh karena itu, cara pandang semantik yang diajukan oleh Toshihiko Izutsu tidak hanya berperan dalam kemajuan teknik tafsir masa kini, tetapi juga menambah wawasan mengenai esensi bahasa wahyu sebagai wujud dari kesadaran religius yang ada dalam jiwa manusia. Kata kunci: Toshihiko Izutsu, Semantik, Al-Qur’an, Kosakata Kunci, Pandangan Dunia Qur’ani
Pandangan Amin Al-Khulli Soal Qs. Al Baqarah : 188 Dan Kaitannya Dengan Korupsi Di Indonesia Putri Nurul Maghfiroh; Sofa Salsabilah; Siti Paulia Septia; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine the views and interpretive methods of Amin al-Khūllī on QS. al-Baqarah: 188 and its relevance to the phenomenon of corruption in Indonesia. This verse emphasizes the prohibition of unlawfully taking the property of others and bribing authorities for personal gain. In the context of modern society, the meaning of this verse holds significant importance in shaping public ethics and rejecting corrupt practices that undermine social order. This research was conducted using a bayānī exegesis approach, which focuses on the linguistic aspects, historical context, and moral messages that are relevant to society. The findings of the study show that Amin al-Khūllī views the Qur'an as a dynamic and humanistic text, urging readers to interpret it in line with the social realities of their time. According to the bayānī approach, QS. al-Baqarah: 188 contains a strong message about justice, responsibility, and public trust. In the context of Indonesia, this interpretation has direct relevance to anti-corruption efforts, as it affirms that corrupt behavior is a form of akl al-māl bil-bāṭil (unlawful appropriation of wealth), which contradicts the moral principles of the Qur'an. Keywords: Bayānī Exegesis, Amin al-Khūllī, QS. al-Baqarah: 188, Corruption, Contemporary Exegesis. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pandangan dan metode tafsir Amin al-Khūllī terhadap QS. al-Baqarah: 188 serta relevansinya dengan fenomena korupsi di Indonesia. Ayat ini menekankan larangan untuk mengambil harta orang lain secara tidak sah dan menyuap penguasa untuk kepentingan pribadi. Dalam konteks sosial modern, makna ayat ini memiliki signifikansi besar dalam membentuk etika publik dan menolak praktik korupsi yang merusak tatanan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan tafsir bayānī, yang berfokus pada aspek bahasa, konteks sejarah, dan pesan moral yang relevan dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amin al-Khūllī memahami Al-Qur’an sebagai teks yang dinamis dan humanistik, yang menuntut pembaca untuk menafsirkan sesuai realitas sosial zamannya. QS. al-Baqarah: 188, menurut pendekatan bayānī, mengandung pesan kuat tentang keadilan, tanggung jawab, dan amanah publik. Dalam konteks Indonesia, tafsir ini memiliki relevansi langsung terhadap pemberantasan korupsi, karena menegaskan bahwa perilaku koruptif merupakan bentuk akl al-māl bil-bāṭil yang bertentangan dengan prinsip moral Al-Qur’an. Kata Kunci: Tafsir Bayānī, Amin al-Khūllī, QS. al-Baqarah: 188, Korupsi, Tafsir Kontemporer.
Gagasan Pendidikan Islam Muhammad Abduh dan Hubungannya Dengan Kurikulum Merdeka di Indonesia Nuzila Khoirun Nisa; Suci Purnama Sari; Anisah Jahro; Andi Rosa
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping a civilization that adapts to changing times. Muhammad Abduh, one of the Islamic reformers who placed significant emphasis on education, emphasized the importance of reason, rationality, and ijtihad in the teaching and learning process, while simultaneously rejecting the shackles of imitation (taqlid). In the Indonesian context, the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which began to be implemented in 2022, is a response to the demands of globalization, the Fourth Industrial Revolution, and the need for flexible learning that emphasizes creativity, critical thinking, and character. This study aims to analyze the relevance of Muhammad Abduh's Islamic educational thinking to the implementation of the Independent Curriculum in Indonesia. The research method employed a qualitative approach with a literature review, examining Abduh's works and contemporary literature related to the national curriculum. The study's findings indicate that Abduh's ideas, such as reason-based education, the integration of religious and modern sciences, and liberation from the shackles of imitation (taqlid), align with the principles of the Independent Curriculum, which emphasize teacher autonomy, student freedom, and competency-based learning. Furthermore, Abduh's ideas on education reform are also relevant to pressing issues in Indonesia, such as weak literacy, disparities in educational quality, and the challenges of digitalization. Therefore, Abduh's thinking can serve as a philosophical foundation for strengthening the implementation of the Independent Curriculum, while also providing a progressive Islamic nuance relevant to the nation's needs. Keywords: Muhammad Abduh, Islamic Education, Independent Curriculum, Educational Reform   Abstrak Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk peradaban umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu tokoh pembaharu Islam yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan adalah Muhammad Abduh. Gagasannya menekankan pentingnya akal, rasionalitas, dan ijtihad dalam proses belajar-mengajar, sekaligus menolak taqlid yang membelenggu umat. Dalam konteks Indonesia, sistem Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan sejak 2022 hadir sebagai respons terhadap tuntutan globalisasi, revolusi industri 4.0, serta kebutuhan akan fleksibilitas pembelajaran yang menekankan kreativitas, berpikir kritis, dan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam Muhammad Abduh terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, mengkaji karya-karya Abduh serta literatur kontemporer terkait kurikulum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan Abduh, seperti pendidikan berbasis akal, integrasi ilmu agama dan ilmu modern, serta pembebasan dari belenggu taqlid, memiliki kesesuaian dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan otonomi guru, kebebasan peserta didik, dan  pembelajaran berbasis kompetensi. Selain itu, gagasan Abduh tentang reformasi pendidikan juga relevan dengan isu-isu hangat di Indonesia, seperti lemahnya literasi, ketimpangan kualitas pendidikan, serta tantangan arus digitalisasi. Dengan demikian, pemikiran Abduh dapat dijadikan salah satu landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, sekaligus memberikan nuansa Islam progresif yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Kata kunci: Muhammad Abduh, Pendidikan Islam, Kurikulum Merdeka, Reformasi Pendidikan
Self Value dalam Bayang-Bayang Uang: Kajian Hadis ‘Abd al-D?n?r’ dan Perspektif Filsafat Sosial Kontemporer Yusi Fathurohman; Salsabila Alifiya; Abdul Aziz; Andi Rosa
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2319/5

Abstract

This paper discusses the phenomenon of a self-value crisis in the context of modern materialism, with a focus on the Prophet Muhammad’s ?ad?th concerning ‘abd al-d?n?r (the slave of money). The study integrates a ?ad?th-based approach with contemporary social philosophy to understand the impact of monetary domination on individual identity and morality. The findings reveal that the ?ad?th offers a profound critique of material enslavement, while social philosophy highlights the structural mechanisms that reinforce consumerist culture. This paper recommends a renewal of spiritual and social consciousness as an effort to restore authentic self-value
Polygamy and the Ethics of Transparency in Muhammad Syahrur’s Theory of Limits: An Analysis of Indonesia’s 2025 Viral Cases Muflihah, Iefah; Alfariz, Ardan; Rosa, Andi
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqan.v8i2.4462

Abstract

The emergence of viral cases of non-transparent polygamy in Indonesia in 2025 has reignited critical debates on family ethics, honesty, and moral accountability in contemporary Muslim societies. This study examines these practices through the lens of Muhammad Syahrur’s Theory of Limits (Naẓariyyat al-Ḥudūd), which conceptualizes Islamic legal norms as operating within defined minimum and maximum ethical boundaries. Employing a qualitative research design, this study is based on a critical literature review combined with intra-textual analysis of Qur’anic verses on marriage and polygamy, alongside an examination of Syahrur’s principal works. Sociological data from publicly documented viral cases are utilized as contextual evidence to illustrate the ethical tensions surrounding non-transparent polygamy. The findings demonstrate that, within Syahrur’s framework, polygamy is not an unconditional male prerogative but a conditional social practice constrained by strict moral limits aimed at safeguarding justice and protecting women’s rights. Polygamy conducted without transparency is shown to violate the minimum boundary of justice by denying women access to truthful information, undermining trust, and generating psychological and social harm. From the perspective of boundary theory, such practices constitute a form of injustice (ẓulm) and conflict with the maqāṣid al-sharīʿah, particularly the preservation of dignity, welfare, and family stability. This study argues that Syahrur’s Theory of Limits offers a relevant ethical framework for evaluating modern polygamy, emphasizing transparency, honesty, and justice as indispensable principles in contemporary Islamic family ethics.
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Kohar Abdurrahman, Haris Ade Fakih Kurniawan Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Mumtazul Faqih ahmad ramadhani Ahmad Rosyadi Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil ALAINA, ANZIL Albarra Gilang Andika Alfariz, Ardan Alfian Yogi Kurniawan Alfina, Lulu Alif Maulana, Alif Alif Zibran Altaf Abdurahman Amaliyah, Nur Ambarwati, Aisyah Mariful Amirulloh Amirulloh, Amirulloh Anam, Syahru Ramadhanil Anbari, Hilman Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Ardan Alfariz Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Aulia, Putri Azizah, Hanifatul Azkia Ahada Ummu Sabilah Azra Daulay, Alya Afifa Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Budiyanto, Nuraini Chamida, Tyas Vica Dani Abdul Latif Dawam Mulahdori Dea Destiani Delvin Hanif Pramudita Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elan Herlangga Elsa Sopia Azzahra Erlangga Akhazi Fadlan Nur Mubarok Faidza, Haura Nadine Nayla Farhan, Ahmad Alam Farih, Awan Fathur al-Kayisu Royyan Fattah, M. Yusuf Faturrohmah, Siti Avi Fauzan, Miftahul Fazriyanti, Fazriyanti Firda Firda Firda FIRDAUS, DENI Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Haura Nadine Nayla Faidza Herlina Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah, Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Hudaroh, Siti Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Iin Inayatul Ummah Ilham Akbar, Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Imam Faizin Imron Rosadi Indah Namiratuz Zahra Indah Ramadhani Priyono Indah Ramadhani Priyono Indrawati, Ani Iqbal Maulana Iqbal Maulana Izza Muhtafidz Jahrotu Soimah Julfathra Bayyinahdy Khairussalam, Khairussalam Khatimah, Lailatul Khoiru Rizki Idzni Robbik Khoirul Ropik Sidik Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Makhzumi Makhzumi Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Maulidya Rahmani Melisa Nur Azizah Mohammad Fikri Muthohhari Mu'ti, Abdul Muflihah, Iefah Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Farrij Hasbullah Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhamad Jefri Muhamad Miftahudin Muhammad Adji Saputra Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ilyas Alghifari Muhammad Nikola Shidqi Muhammad Raihan Syahid Muhammad Ramadhan Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhammad Yusron Kurniawan Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Muthoharoh Muthoharoh Muthoharoh, Muthoharoh Nabilah, Zayyin Nadia Nurpadilah Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nagib Romadhony Nazirah, Annida Nikhlah Ziyadaturrohmah Novali Kholid Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita NURSEHA NURSEHA Nuruzzalfa Aini Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahman, Akmal Fadilah Rahmatullah, Ridho Raihan Raihan Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Regina Cahyani Putri Rendi Septian Ridho Rahmatullah Rinaldi, Muhammad Syafiq Rio Ku Yandani Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip, Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabil, Shoopa Alifiah Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Samiah, Siti Robiah Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska adelia Siska Adelia Zahra Siti Mubadi Awaliyah Siti Nur Azizah Siti Nuraisyah Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Suhadi Sutiani, Nina Syah, Irfan Padlian Syahid, Aang Ahmad Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Turaedi, Siti Muliya Septiani Turmudi, Ahmad Ummah, Iin Inayatul Usnia Usnia Usnia Vera Nungki Wati, Putri Innayah Wibawa, Khaestya Hadi Wijaya, Faisal Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusi Fathurohman Yusroh Yusroh Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda