p-Index From 2021 - 2026
10.688
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Medina-Te : Jurnal Studi Islam Aqlania Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal El-Thawalib Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Bashirah Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Jurnal El-Thawalib Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) International Journal of Social and Education (INJOSEDU) JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Ad-dawl : Jurnal Islamic Studies At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Ahli Sihir Dan Pengaruhnya Dalam Tafsir An Nur Karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Priyantika Lesyaina Az Zahra; Nurseha, Nurseha; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tengku Hasbi Ash-Shiddieqy adalah salah satu tokoh penting dalam kajian tafsir di Indonesia yang dikenal melalui karya monumentalnya, An-Nur al-Bayan. Tafsir ini menonjolkan metodologi yang unik dengan menggabungkan pendekatan linguistik, historis, dan tematik. Pendekatan linguistiknya menekankan pada analisis mendalam terhadap bahasa Al-Qur’an untuk menggali makna secara komprehensif. Sementara itu, pendekatan historis digunakan untuk memahami konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (asbabun nuzul) dan latar belakang sosio-kultural masyarakat Arab pada masa wahyu. Dalam pendekatan tematik, Ash-Shiddieqy mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan tema tertentu untuk membangun pemahaman yang koheren terhadap isu-isu spesifik yang dibahas dalam Al-Qur’an. Keunikan lain dari An-Nur al-Bayan adalah penekanannya pada relevansi sosial dan budaya masyarakat. Ash-Shiddieqy tidak hanya menawarkan penafsiran yang bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis untuk isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Islam, seperti masalah pendidikan, hukum, dan hubungan sosial. Dengan metodologi ini, tafsirnya mampu menjembatani antara pesan-pesan Al-Qur’an yang universal dan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian terhadap An-Nur al-Bayan bertujuan untuk menganalisis kontribusi besar Ash-Shiddieqy dalam dunia tafsir, khususnya dalam konteks Indonesia. Pendekatannya yang inovatif menawarkan perspektif baru dalam studi tafsir modern, menjadikan karyanya relevan untuk digunakan sebagai referensi akademis dan panduan praktis bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
MEMAHAMI METODOLOGI TAFSIR JUZ’AMA KARYA USTADZ HADIKUSUMA Hikmatul Fazriah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Juz 'Amma Al-Huda yang ditulis oleh Ustadz Djarnawi Hadikusuma yang membahas surah-surah pendek di Juz 'Amma, bagian terakhir Al-Qur'an, dari 78 hingga 7. Dengan menggunakan bahasa Jawa yang sederhana dan mudah dipahami, Ustadz Djarnawi membuat pembaca yang berasal dari budaya Jawa lebih mudah memahami makna Al-Qur'an dalam karyanya. Dimulai dengan penjelasan tentang latar belakang surah, isi ayat, dan hikmah dan pesan moral, buku ini disusun secara sistematis. Setiap surah dijelaskan dengan mengaitkan dengan sejarah, konteks budaya, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Jawa. Ustadz Djarnawi juga menambahkan tafsir dan pemahaman yang disesuaikan dengan masyarakat Jawa melalui gaya bahasanya yang khas. Penafsiran ini dilakukan dengan melihat kondisi masyarakat Jawa pada saat itu dan dilatarbelakangi oleh historis penulis, yang membuat pesan Al-Qur'an lebih relevan . Kitab ini tidak hanya memberikan tafsir pada setiap ayatnya, tetapi juga menekankan aspek tauhid, akhlak, dan ibadah Juz 'Amma, yang merupakan pilar utama iman umat Islam. Buku "Tafsir Juz 'Amma Al-Huda" berkontribusi besar pada sastra Islam di Indonesia, terutama dalam hal menampilkan studi tafsir dalam bahasa daerah. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tafsir tetapi juga sebagai alat dakwah, menyatukan ajaran Islam dengan budaya Jawa dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an di kalangan orang Jawa.
KONSEP INFAQ DALAM PERSPEKTIF TAFSIR NURUL BAJAN : STUDI KASUS PADA QS.AL-BAQARAH AYAT 254 Affifah Syawalia Arifin; Elsa Sopia Azzahra; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Nurul Bajan, karya Muhammad Romli, merupakan salah satu tafsir Al-Qur'an berbahasa Sunda yang memiliki ciri khas dalam menyajikan penafsiran yang dekat dengan konteks sosial masyarakat Sunda. Tafsir ini berusaha menggabungkan pemahaman mendalam terhadap teks Al-Qur'an dengan kearifan lokal, sehingga pesan-pesan agama dapat lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat Sunda. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi yang digunakan Muhammad Romli dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 254, khususnya terkait konsep infaq. Selain itu, penelitian ini juga akan menguraikan penjelasan penafsiran Muhammad Romli terhadap ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan fokus pada Tafsir Nurul Bajan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi metode tafsir yang digunakan, mengkaji pemahaman Muhammad Romli terhadap konsep infaq, serta membandingkannya dengan tafsir-tafsir lain. Menurut artikel Andi Rosa,  metode variabel tafsir terbagi dalam lima kategori diantaranya al-manhaj, al-lawn, at-thariqoh,mazhab dan ittijah. Beliau memfokuskan penafsiran pada tema infaq dan berusaha menghubungkannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Selain itu, Muhammad Romli juga banyak mengutip hadis-hadis shahih dan pendapat para ulama sebagai pendukung argumentasinya. uniknya, beliau juga mengintegrasikan kearifan lokal Sunda, seperti pepatah dan ungkapan, untuk memperkaya makna ayat yang ditafsirkan.
TEORI DOUBLE MOVEMENT PADA PENAFSIRAN FAZLURRAHMAN Priyantika Lesyaina Az Zahra; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Double Movement dalam penafsiran Al-Qur'an menurut Fazlur Rahman adalah cara hermeneutik yang mengakomodasi dua prinsip pokok dalam memahami teks agama. Gerakan pertama adalah memahami konteks historis dan sosial pada masa turunnya wahyu yang membantu kita untuk memahami maksud asli Al-Qur'an pada saat itu. Gerakan kedua adalah menerapkan pemahaman tersebut dalam konteks sosial dan budaya masa kini, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman. Fazlur Rahman percaya bahwa untuk meraih hikmah dan relevansi Al-Qur'an dalam kehidupan modern, penting bagi kita untuk menyatukan pesan-pesan Al-Qur'an dengan isu-isu kontemporer, sambil tetap menghormati konteks sejarah yang asli. Teori ini bertujuan untuk menghindari penafsiran yang tekstual dan kakuserta membuka ruang bagi interpretasi yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan cara ini, Fazlur Rahman ingin menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya relevan pada zamannya, tetapi juga dapat memberikan panduan yang relevan bagi umat manusia di setiap era.
ABRI DALAM PERSPEKTIF BAKRI SYAHID: INTERPRETASI SURAT ASH-SHAFF AYAT 11 DALAM KITAB AL-HUDA Dawam Mulahdori; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengkaji peran Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dalam perspektif bakri syahid, dengan fokus pada interpretasi Surat ash-Shaff ayat 11 dalam Tafsir Al-Huda. Penelitian ini menggunakan metode analisis tafsir yang menekankan pada ciri khas Tafsir Al-Huda, yaitu pendekatan kontekstual dan relevansi sosial yang mengaitkan teks-teks Al-Qur'an dengan realitas kehidupan masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakri syahid dalam Tafsir Al-Huda dipahami sebagai pengabdian yang tulus dan komitmen untuk melindungi bangsa, di mana ABRI berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, pemahaman ini memberikan landasan bagi ABRI untuk menjalankan tugasnya dengan semangat pengabdian yang tinggi, serta menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek tugas kenegaraan.
MEMAHAMI MAKNA BATIN DALAM AL-QUR’AN PADA TAFSIR QURANULADHIMI KARYA KH HASAN MUSTHAFA Siti Rihadatul Aisy; Syitaul Fuadiah; Ahmad Al Wafi; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis tafsir Al-Qur 'an bercorak sufistik dalam bahasa Sunda. Objek studinya adalah Tafsir Quranul Adhimi karya Haji Hasan Mustapa. Melalui analisis ilmu tafsir, kajian ini menunjukkan bahwa tafsir lokal Nusantara tidak bisa diasumsikan berkarakter sama sebagaimana tafsir Melayu-lndonesia. la menunjukkan kreatifitas lokal yang lahir dari keragaman latar budaya. Sebuah tafsir sufistik berbahasa Sunda yang menunjukkan proses dialog antara ajaran tasawuf dengan kekayaan batin orang Sunda dalam bingkai penafsiran Al-Qur 'an. Tidak saja melalui puisi dangding, ia juga menginterpretasikan pengalaman sufistiknya melalui bahasa tafsir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al- Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Adapun sebagian dari rumusan masalah yang akan dibahas pada artikel ini yaitu bagaimana metodologi penafsiran Kh Hasan Musthafa dalam tafsir Quranuladhimi dan bagaimana Kh Hasan Musthafa dalam memahami makna batin dalam penafsirannya. Dalam menjawab rumusan masalah yang ada, Hal ini telah dibuktikan dalam penafsirannya, yaitu: penapsiran yang berpusat pada makna batin, penggunaan meta/or alam kesundaan dan nuansa sastra Sunda. Signifikansi tafsir Mustapa terletak pada adanya proses indigenisasi nilai Al-Qur 'an (Islam) ke dalam karakteristik tradisi Islam lokal melalui karya tafsir. Tafsir Quranul Adhimi karya Mustapa menunjukkan secara jelas kreatifitas lokal dalam merespons tradisi intelektual tasawuf, terutama tafsir sufi.
PEREMPUAN DAN AL-QUR'AN: MODEL PENAFSIRAN AMINA WADUD DALAM Q.S AN-NISA Firda Firda; Syifa Nurkholilah; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan di dalam al-Qur’an sesungguhnya memiliki kedudukan yang dimuliakan. Berbagai keyakinan yang umum di masyarakat muslim meyakini perempuan dianggap memiliki kedudukan satu tingkat di bawah laki-laki. Hal ini salah satunya muncul karena konstruksi tafsir klasik yang bias gender, sehingga seringkali penafsiran tersebut mengakibatkan perempuan tidak bisa berada dalam ruang publik. Maka dari itu, seringkali perempuan termarginalkan oleh laki-laki, hak-hak kebebasan perempuan terikat oleh laki-laki. Berbeda dengan metode penafsiran klasik, seorang mufasir perempuan progresif, Amina Wadud, menggunakan metode hermeneutika dalam menafsirkan perempuan di dalam bingkai al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amina Wadud mengkritik para mufasir klasik yang menyatakan bahwa perempuan tidak sebanding dengan laki-laki. Bagi Amina Wadud, perempuan dengan laki-laki itu adalah sama. Perempuan juga bisa seperti laki-laki, dia juga bisa berada di dalam ruang publik. Sehingga, saat ini perempuan juga bisa berperan, baik itu di dalam urusan politik, masyarakat bahkan hal lainnya
PERSPEKTIF BAKRI SYAHID TERHADAP AYAT-AYAT SOSIAL DALAM TAFSIR AL-HUDA Firda Firda; Firman Afrianto; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penafsiran kitab al-Huda karya Bakri Syahid dengan tujuan untuk memahami cara pandangnya terhadap ayat-ayat sosial. Untuk memahami sudut pandang tersebut maka digunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk mengkaji terjemahan ayat-ayat terkait dengan merujuk langsung pada sumber-sumbernya, khususnya terjemahan kitab al-Huda karya Bakri Syahid sebagai data primer dan sumber-sumber lain sebagai data sekunder.  Setidaknya ada 4 substansi yang dibahas oleh Bakri Syahid dalam kitabnya yaitu: ekonomi, politik, budaya dan hukum.  Pada segi ekonomi Bakri menafsirkan surat Ali Imran ayat 130 yang membahas tentang bank dan riba. Pada sisi politik, Bakri Syahid menafsirkan surat An-Nisa ayat 53, 58, 59 tentang amanah. Di segi Budaya, Bakri membahas surat al-Baqarah ayat 5-8 yang membahas tentang syirik. Adapun di bidang hukum, Bakri menafsirkan surat al-Ma’idah ayat 32 dan surat ar-Ra’du ayat 21 yang membahas tentang hukum. Dari berbagai penafsiran yang Bakri Syahid uraikan dapat difahami bahwa penafsirannya sangat dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai seorang pejabat negara. Hal ini ditunjukkan dengan bukti bahwa penafsirannya sangat dominan membahas tentang keadaan sosial pada saat itu yang kemudian dikaitkan dengan pemerintahan.i bawah abstrak dengan diberi jeda 1 (satu) spasi. Harap menggunakan tidak lebih dari 5 kata kunci.
SYAIKH ABDUR RAUF SINGKEL:  KITAB TAFSIR TARJUMAN AL-MUSTAFID Syifa Nurkholilah; Alfian Yogi Kurniawan; Rohmadi; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Tarjuman al-Mustafid adalah salah satu tafsir yang berbahasa Arab Jawi (Melayu) yang dianggap sebagai tafsir paling awal dan lengkap di Nusantara. Tafsir ini ditulis oleh Syekh Abdur Rauf al-Singkili, pada masa pemerintahan Ratu Safiyatuddin. Ada dua pandangan mengenai sumber penulisan tafsir ini adalah pertama sebagai terjemahan dari tafsir Baidhawi, kedua sebagai terjemahan dari kitab Jalalain dan Al-Khazin. Metode yang diterapkan dalam penulisan tafsir ini adalah dapat ditinjau dari sudut penafsiran dan makna. Dari sudut cara penafsiran adalah tahlili (analisis) karena menjelaskan ayat secara berurutan dan kandungan ayat dari berbagai aspek. Sedangkan ijmali (global) adalah karena menjelaskan maknanya sesuai dengan arti ayat yang dijelaskan.
PROSES PENCIPTAAN ALAM STUDI ANALISIS TAFSIR ILMI Afifah Syawalia Arifin; Hikmatul Fazriah; Elsa Sopia Azzahra; Aniatul Fukoroh; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sejak lama terpesona oleh misteri asal mula alam semesta dan segala isinya. Pertanyaan tentang bagaimana alam semesta tercipta telah memicu rasa ingin tahu dan mendorong berbagai penelitian ilmiah. Alquran, kitab suci umat Islam, turut membahas penciptaan alam semesta, meskipun tidak secara gamblang menjelaskan detail ilmiahnya.Penelitian menarik ini mengkaji penciptaan alam semesta dalam perspektif Tafsir Ilm, yaitu tafsir Alquran dengan pendekatan ilmiah. Menggunakan metode analisis tekstual dan sastra, penelitian ini meneliti ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta. Ayat-ayat tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan pengetahuan ilmiah modern untuk menemukan kesesuaiannya.Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan yang menarik antara Alquran dan teori Big Bang, teori ilmiah yang saat ini diterima sebagai penjelasan asal mula alam semesta. Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa Alquran mengandung informasi berharga tentang alam semesta.Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan kesesuaian antara Alquran dengan kaidah ilmiah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran bukan hanya kitab suci spiritual, tetapi juga sumber ilmu pengetahuan yang selaras dengan sains modern.Meskipun temuan ini memberikan wawasan baru tentang penciptaan alam semesta dalam perspektif Alquran, penelitian ini masih tergolong awal. Masih banyak misteri alam semesta yang perlu dipelajari dan ditelusuri. Di sinilah peran penting penelitian sains dan tafsir Alquran untuk terus bersinergi, membuka tirai rahasia penciptaan yang agung ini.Penelitian ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang Alquran dan hubungannya dengan sains modern. Dengan terus meneliti dan menggali ayat-ayat Alquran, diharapkan kita dapat semakin memahami kebesaran Allah SWT dan keagungan penciptaan alam semesta
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Kohar Abdul Mu'ti Abdurrahman, Haris Adam Mustaqim Jiddan Ade Fakih Kurniawan Adya Dzikri Anwari Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Afro Zakiyah Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil Albantani Garda Albarra Gilang Andika Alfian Yogi Kurniawan Alhilal Hamdi Alif Maulana, Alif Alif Zibran Altaf Abdurahman Alya Afifa Azra Daulay Amaliyah, Nur Ambarwati, Aisyah Mariful Amirulloh Amirulloh, Amirulloh Anam, Syahru Ramadhanil Anbari, Hilman Ani Indrawati Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Ardan Alfariz Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Attoriq Islami Pasha Aulia Ali Irsyad Aulia, Putri Avuani Alrijal Choir Umam Azizah, Hanifatul Azkia Ahada Ummu Sabilah Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Budiyanto, Nuraini Dani Abdul Latif Dawam Mulahdori Dea Destiani Delvin Hanif Pramudita Dikriyah Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elsa Sopia Azzahra Enon Lis Agustina Erlangga Akhazi Fadlan Nur Mubarok Fahrul Ihsan Faidza, Haura Nadine Nayla Faisal Wijaya Faliha Syaifi Jannah Farih, Awan Fathur al-Kayisu Royyan Fattah, M. Yusuf Fauzan, Miftahul Fazriyanti, Fazriyanti Firda Firda Firda Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Herlina Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Iin Inayatul Ummah Ilham Akbar, Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Ilyas Ibnu Sabi Imam Faizin Imron Rosadi Indah Namiratuz Zahra Indah Ramadhani Priyono Indah Ramadhani Priyono Iqbal Maulana Iqbal Maulana Iqbal Maulana Jahrotu Soimah Julfathra Bayyinahdy Khairul Kahfi Khairussalam Khairussalam Khatimah, Lailatul Khoiru Rizki Idzni Robbik Khoirul Ropik Sidik Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Alfina Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Makhzumi Makhzumi Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Maulidya Rahmani Melisa Haryati Miftahul Fauzan Mohammad Fikri Muthohhari Mohammad Hambali Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Farrij Hasbullah Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhamad Jefri Muhamad Miftahudin Muhammad Adji Saputra Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Faris Al-Fajri Arifin Muhammad Hotibul Umam Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ilyas Alghifari Muhammad Muttaqin Muhammad Nikola Shidqi Muhammad Panji Islami Muhammad Raihan Syahid Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Sholahuddin Ali Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Muthoharoh Muthoharoh Muthoharoh Nadia Nurpadilah Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nagib Romadhony Nanda Sri Lestari Nayla Nur Aprilia Shalihah Nazirah, Annida Nikhlah Ziyadaturrohmah Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita Nurqurotun Nabila NURSEHA NURSEHA Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Puspita Fajriany Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahel Abduh Rahman, Akmal Fadilah Rahmatullah Agustianto Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Regina Cahyani Putri Rendi Septian Ridho Rahmatullah Rinaldi, Muhammad Syafiq Rio Ku Yandani Rohimatus Salamah Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Samiah, Siti Robiah Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska adelia Siska Adelia Zahra Siti Hudaroh Siti Khuliyah Siti Mubadi Awaliyah Siti Muliya Septiani Turaedi Siti Nur Azizah Siti Nuraisyah Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Suhadi Sutiani, Nina Suwanda Syahid, Aang Ahmad Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syifa Roudhatul Jannah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Turmudi, Ahmad Ummah, Iin Inayatul Usnia Usnia Usnia Vera Nungki Wati, Putri Innayah Wibawa, Khaestya Hadi Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusi Fathurohman Yusroh Yusroh Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda