p-Index From 2021 - 2026
10.688
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal KALAM WALISONGO Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Religio : Jurnal Studi Agama-agama Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Medina-Te : Jurnal Studi Islam Aqlania Al Ahkam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an An-Nur : Jurnal Studi Islam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal El-Thawalib Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Al-Mu'tabar Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Bashirah Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Jurnal KACA Jurnal El-Thawalib Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Indonesian Journal of Islamic Studies INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) International Journal of Social and Education (INJOSEDU) JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Ad-dawl : Jurnal Islamic Studies At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan terhadap Lingkungan dalam Perspektif Quraish Shihab Humrotus Safataeni; Hanifatul Azizah; Aang Ahmad Syahid; Ahmad Mumtazul Faqih; Andi Rosa
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5442

Abstract

The global environmental crisis demands a comprehensive approach, including from a religious perspective. Islam as a religion that is very holistic contains teachings about nature conservation which are unraveled in the Qur'an. However, the study of contemporary mufasir's views on environmental issues is still very limited, especially in the context of the thought of Prof. Dr. M. Quraish Shihab. This article also aims to examine how in the view of quraish shihab about the importance of environmental preservation in life. on the principles of environmental management reflected in his interpretation, as well as his contribution in providing solutions to problems in the current environment. In addition, this article will discuss a comparison of the approach of the interpretation of the Qur'an Shihab with other contemporary scholars, such as for example in the Tafsir of Al Azhar by Hamka. This study uses a qualitative method with a holistic thematic interpretation (maudhui) approach and a systematic approach to scientific interpretation. The results of the study show that Quraish Shihab views the environment as a mandate from Allah swt that we must maintain its sustainability with the principles of balance, sense of responsibility, and sustainability. His relevant thinking is to be used as the basis for Islamic environmental ethics that are applicable in the modern era. This finding also fills the literary gap in the study of contemporary interpretation by presenting ecological solutions based on the Qur'an.
Fenomena Embriologi dalam Al-Qur’an: Analisis Ayat-Ayat Penciptaan Manusia Perspektif Tafsir Ilmi Maelina Putri Maratu Solihah; Fitriah Fitriah; Muhammad Dzikri Maulana; Maulana Hakim Al-Fazri; Andi Rosa
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5456

Abstract

This study aims to reveal the urgency of science in the perspective of the Qur'an, especially through the interpretation of Surah Al-Baqarah verse 164. This verse represents various natural phenomena and life processes that reflect the greatness and power of Allah, as well as being a source of reflection for intelligent humans. By using tafsir tahlili method and tafsir ilmi approach, this study emphasizes the integral relationship between revelation and science. The results of the study show that this verse encourages Muslims to observe, research, and take lessons from the signs of Allah's greatness in the universe, as well as being the basis for integration between faith and science. In conclusion, science is not only important in the development of human life, but also as a way to get closer to the Creator.
Membangun Identitas Peradaban di Era Global: Telaah Pemikiran Amartya Sen Rosadisastra, Andi
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.185

Abstract

Teori “Benturan Peradaban” karya Samuel Huntington memiliki kebenarannya sendiri jika dilihat dari perspektif esensialis atau ajaran agama yang bernuansa eksklusif dan dipahami secara literalis radikal. Dalam konsepsi muslim eksklusif atau literalis radikal, term “jihad” dapat menjadi senjata ampuh untuk melakukan benturan peradaban ini. Oleh karena itu diperlukan upaya: Pertama, penggabungan spritualitas agama dengan keutamaan paham kebebasan. Kedua, dialektika simbiosis antar peradaban. Demikian juga argumen dan kritik Amartya Sen terhadap teori Benturan Peradaban, juga memiliki kebenarannya jika dilihat dari ajaran agama yang bertujuan teraplikasikannya nilai-nilai perdamaian. Karena menurutnya, setiap pemeluk agama memiliki keragaman identitas yang tidak hanya dibatasi oleh nilai-nilai agama, tetapi juga identitas lainnya berdasarkan nilai-nilai sosial, ekonomi, atau budaya. Oleh karena itu diperlukan analisis berdasarkan teori-teori sosial yang bersifat empirik dalam menghadapi atau mengantisipasi adanya konflik, baik konflik disebabkan oleh pemahaman keliru atau tidak utuh tentang agama atau aspek lainnya dari konflik peradaban.
Banjir dan Kerusakan Ekologis di Cimuncang, Serang Banten: Analisis Tafsir Ilmi Terhadap Keterkaitan Wahyu dan Fenomena Alam Herlina, Herlina; Nurlaila, Siti; Latief, Dani Abdu; Bayyinahdy, Julfathra; Rosa, Andi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 6 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v6i2.531

Abstract

This article examines the integration between the text of revelation and ecological phenomena through a scientific interpretation approach, focusing on the case of floods in Cimuncang, Serang, Banten. This research is motivated by the increasing frequency of ecological disasters that require a rereading of the verses of the Qur'an contextually and based on field data. Using a qualitative-descriptive approach, this study combines the analysis of ecological verses in the Qur'an with empirical data from observations, in-depth interviews, and visual documentation in the affected areas. The approach of scientific interpretation is applied systematically through four methodological stages: integrative conception, the main provisions of interpretation, theoretical and technical principles, and the selection of relevant methods. The results of the study show that the Cimuncang flood is the result of structural violations of the ecological principles mentioned in the Qur'an, such as the caliphate's mandate, balance (mīzān), and the prohibition of fasād. Geographic vulnerability is also a cause of flooding. In this situation, the interpretation of science not only adds to the hermeneutic insights of the Qur'an, but also offers a transformational paradigm that connects Islamic science and environmental science. As an ethical-spiritual foundation for formulating sustainable development policies and ecological disaster mitigation, locality-based, participatory, and systemic interpretations are needed. Therefore, scientific interpretation not only serves as a tool of interpretation but also as an epistemological strategy to respond to the complexity of the world's environmental crisis.
Kebun Raya Bogor sebagai Laboratorium Tafsir Ilmi: Pendekatan Qur’ani dalam Pengelolaan Lingkungan Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil; Saputra, Muhamad Adji; Zahra, Indah Namiratu; Salsabila, Tasya; Rosa, Andi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.961

Abstract

Pengelolaan lingkungan hidup dewasa ini menuntut pendekatan multidimensional yang tidak hanya bertumpu pada aspek teknis dan ilmiah, tetapi juga pada nilai-nilai etis dan spiritual. Dalam konteks ini, tafsir ilmi sebuah pendekatan dalam studi Al-Qur'an yang mengaitkan ayat-ayat kauniyah dengan realitas ilmiah menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk menjembatani antara ilmu dan agama dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kebun Raya Bogor sebagai laboratorium tafsir ilmi, dengan mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Qur’ani dapat terintegrasi ke dalam praktik konservasi dan pengelolaan lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, observasi lapangan, dan analisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ekologi, studi ini menemukan bahwa Kebun Raya Bogor mengandung potensi besar sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam pengelolaan lingkungan. Ayat-ayat tentang keseimbangan (mīzān), pelestarian makhluk hidup (hifẓ al-khalq), dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah (khalīfah fī al-arḍ) tercermin dalam kebijakan dan praktik konservasi di kawasan ini. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif tafsir ilmi dengan pengelolaan lingkungan berbasis keanekaragaman hayati tropis, yang belum banyak dijadikan fokus dalam kajian interdisipliner sebelumnya. Hasil studi ini membuka ruang baru dalam pengembangan spiritualitas ekologis Islam dan menawarkan paradigma konservasi yang lebih holistik dan transformatif.
Transforming Religious Authority: Islamic Epistemology in the Digital Age Muhdi Ali; Farih, Awan; Sholahuddin Al Ayubi; Andi Rosa
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v6i1.2079

Abstract

The rapid development of digital technology has brought substantial changes in the production, distribution, and validation of Islamic knowledge, triggering fundamental epistemological challenges regarding the authority and legitimacy of religious discourse in the social media era. This study critically analyzes how digitalization transforms traditional religious authority and reconstructs the epistemology of contemporary Islamic thought, focusing on shifting patterns of production, validation, and distribution of religious knowledge. Using a qualitative approach that integrates literature studies and Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA), this study analyzes academic literature and digital content to uncover the ideological dimensions and power relations behind epistemological shifts in online Islamic discourse. The results show that digitalization shifts knowledge production from an institutional-hierarchical framework to a more flexible, participatory, and algorithm-driven space, where validation now relies more on popularity metrics than scientific accuracy. This shift gives rise to epistemic populism that replaces scientific authority with performative influence, implicating a decline in methodological depth and the polarization of Islamic identity. This study concludes that digitalization acts as an agent of epistemological transformation that demands the development of a hybrid Islamic epistemology, which combines classical scientific values with digital participatory methods to maintain scientific integrity.
Pembagian Waris 2 :1 Bagi Ahli Waris Laki-Laki dan Perempuan Terhadap Qs. Al-Nisā [4]:11: (Studi Pemikiran Amina Wadud dalam “Qur’an and Woman”) Padilah, Nurul; Kurniawan, Ade Fakih; Rosa, Andi; Sa’ad, Suadi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1106

Abstract

Artikel ini mengkaji penafsiran QS. Al-Nisā ayat 11, khususnya terkait pembagian warisan 2:1 antara ahli waris laki-laki dan perempuan, melalui lensa hermeneutika feminis Amina Wadud dalam karya Qur’an and Woman. Sementara tafsir tradisional mempertahankan proporsi ini sebagai ketetapan ilahi yang tetap berdasarkan tanggung jawab finansial laki-laki, Wadud menawarkan pembacaan transformatif yang menekankan dimensi etis dan kontekstual dari pesan Al-Qur’an. Dengan menelaah pendekatan tafsir legalistik-struktural dan penafsiran yang sadar gender, kajian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Al-Qur’an tidak semata bersifat numerik, tetapi sangat terkait dengan realitas sosial yang terus berubah. Artikel ini menghadirkan dialog kritis antara penafsiran klasik dan feminis, serta menawarkan pendekatan baru terhadap hukum waris Islam yang sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam Al-Qur’an.
Makna Nasut dan Lahut Tentang Hakikat Baitul Makmur Ramdani, Ikhwan; Badrudin, Badrudin; Rosa, Andi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nasut dan lahut dalam pemahaman hakikat Baitul Makmur yang memiliki dimensi penting dalam tradisi tasawuf Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap naskah-naskah klasik dan interpretasi para ulama sufi, studi ini mendalami makna esoteris dari dualitas nasut (dimensi kemanusiaan) dan lahut (dimensi ketuhanan) dalam konteks Baitul Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasut dan lahut pada Baitul Makmur merepresentasikan perpaduan antara aspek zahir dan batin dalam spiritualitas Islam, di mana Baitul Makmur tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik di langit ketujuh, tetapi juga sebagai simbol pertemuan antara dimensi manusiawi dan ilahiah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman akan dualitas nasut-lahut pada Baitul Makmur memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan diskursus tasawuf dan penghayatan spiritual umat Islam. Temuan ini memperkaya khazanah pemikiran Islam, khususnya dalam bidang tasawuf dan kajian esoteris.
PENAFSIRAN SURAT AL FATIHAH DALAM TAFSIR AL MANAR KARYA MUHAMMAD ABDUH Siti Rihadatul Aisy; Komala Sari; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tafsir terkini, Tafsir Al-Manār, ditulis oleh Muhammad Rasyid Ridha dan didasarkan pada ajaran gurunya, Muhammad Abduh. Tafsirnya beraliran Al-Adabī wa al-Ijtimāī dan bertipe Tafsīr bi al-Rayī dengan metode tafsir Tahlīlī. Gaya penafsiran yang menekankan pada isu-isu kemasyarakatan ini inovatif. Tafsir Abduh, berbeda dengan para ahli tafsir sebelumnya, lebih menekankan pada unsur petunjuk Al-Qur'an dan lebih fokus pada semangat ajaran universal. Abduh ingin para pembacanya baik cendekiawan maupun awam memahami bahwa karya-karya tafsir tradisional terdahulu tidak akan menjawab persoalan-persoalan penting yang mereka temui sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran Muhammad Abduh dalam Tafsir Al Manar dan bagaimana penafsiran Muhammad Abduh terhadap ayat ayat dalam surat Al Fatihah. Temuan menunjukkan bahwa pandangan ini didorong oleh jatuhnya populasi Muslim dan dipengaruhi oleh empirisme Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha. Sementara itu, pemaksimalan akal sebagai sumber informasi disebutkan dalam seluruh persoalan kemasyarakatan yang dibahas dalam tafsir Al-Manār. Salah satu kekurangan utama dari penafsiran Abduh adalah kecenderungannya untuk mengedepankan rasionalisme. Abduh berupaya menafsirkan Al-Qur’an dan hadits dengan logika modern, yang terkadang mengabaikan konteks historis dan budaya di mana teks-teks tersebut diturunkan.
METODOLOGI TAFSIR RAUDLAT AL- ‘IRFÂN FÎ MA ‘RIF AT AL-QUR’ÂN KARYA K.H. AHMAD SANUSI Komala Sari; Rio Ku Yandani; Muhamad Izza M; Andi Rosa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati AlQur'an karya K.H. Ahmad Sanusi Pendekatan dijelaskan di halaman ini. Ditulis dalam aksara Arab Pegon dan Sunda. Kajian ini penting karena tiga alasan: pertama, akan meningkatkan kesadaran akan nilai sejarah sebagai jendela peradaban suatu negara; kedua, akan menyoroti perlunya generasi muda melek huruf agar dapat membaca tulisan-tulisan ulama Indonesia; dan ketiga, akan memajukan kajian tafsir di Indonesia. Pendekatan pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu mencoba menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami dan terorganisir agar dapat diterima. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang diperlukan, mendeskripsikannya, dan melakukan analisis kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode. Pertama, metode Analisis isi berdasarkan makna variabel tafsir (manhaj, al-thariqoh, al-Ittijah, al-Lawn dan mazhab). Kedua, yaitu menggunakan metode komparatif. Bagaimana metodologi penafsiran K.H Ahmad Sanusi dalam tafsir Raudhatu Al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur’an.  Disini penulis akan memaparkan kisah hidup K.H. Ahmad Sanusi, Metode, Gaya, Sumber, Manfaat Utama, dan Kekurangan Kitab Tafsir Raudhatu al-'Irfan fi Ma'rifati Al-Qur'an. Metodologinya ijmali, gaya fiqih Syafi’i dan lughawi, sistematika ejaannya ‘Utsmaniyah, dan sumber penafsirannya adalah bi al-ra’yi al-mahmud, sesuai dengan temuan penelitian.
Co-Authors A Kholibi Aal Mujadilah Aang Ahmad Syahid Abdul Aziz Abdul Kohar Abdul Mu'ti Abdurrahman, Haris Adam Mustaqim Jiddan Ade Fakih Kurniawan Adya Dzikri Anwari Affifah Syawalia Arifin Afifah Syawalia Arifin Afro Zakiyah Ahmad Al Wafi Ahmad Alan Ardiyansayah Ahmad Ghufron, Iffan Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Mumtazul Faqih Ahmad Turmudzi, Ahmad Ajharul Wirdi Akbar Zailani Akbar Zailani Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil Albantani Garda Albarra Gilang Andika Alfian Yogi Kurniawan Alhilal Hamdi Alif Maulana, Alif Alif Zibran Altaf Abdurahman Alya Afifa Azra Daulay Amaliyah, Nur Ambarwati, Aisyah Mariful Amirulloh Amirulloh, Amirulloh Anam, Syahru Ramadhanil Anbari, Hilman Ani Indrawati Aniatul Fukoroh Anisah Jahro Anisah Jahroh Aprilia Musawamah Arda, Ahmad Musyafa Ardan Alfariz Arinalhaq, Muhammad Syauqi Arya Chandra Argadinata Attirka, Garda Fathan Attoriq Islami Pasha Aulia Ali Irsyad Aulia, Putri Avuani Alrijal Choir Umam Azizah, Hanifatul Azkia Ahada Ummu Sabilah Badrudin Bayyinahdy, Julfathra Budiyanto, Nur Aini Budiyanto, Nuraini Dani Abdul Latif Dawam Mulahdori Dea Destiani Delvin Hanif Pramudita Dikriyah Dikriyah Diyah Nuralifah El-Habsa, Isna Tsania Elsa Sopia Azzahra Enon Lis Agustina Erlangga Akhazi Fadlan Nur Mubarok Fahrul Ihsan Faidza, Haura Nadine Nayla Faisal Wijaya Faliha Syaifi Jannah Farih, Awan Fathur al-Kayisu Royyan Fattah, M. Yusuf Fauzan, Miftahul Fazriyanti, Fazriyanti Firda Firda Firda Firman Afrianto Fitriah Fitriah Fitriyah Handayani Hadi, Khaestya Hadi Wibawa Hanifatul Azizah Hasbullah, M. Farrij Herlina Herlina Herlina Hikmatul Fazriah Hofifah Hofifah Hudaeva Hudaeva Hudaeva Humrotus Safataeni Iefah Muflihah Iefah Muflihah Ihyaudin Ihyaudin Iin Inayatul Ummah Ilham Akbar, Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Ilyas Ibnu Sabi Imam Faizin Imron Rosadi Indah Namiratuz Zahra Indah Ramadhani Priyono Indah Ramadhani Priyono Iqbal Maulana Iqbal Maulana Iqbal Maulana Jahrotu Soimah Julfathra Bayyinahdy Khairul Kahfi Khairussalam Khairussalam Khatimah, Lailatul Khoiru Rizki Idzni Robbik Khoirul Ropik Sidik Komala Sari Latief, Dani Abdu Latifah, Ismatul Lulu Alfina Lulu Nurul Khasanah M Farih Alawi M. Naufal Hatsyafiq M. Zaky Hamdie Maelina Putri Maratu Solihah Makhzumi Makhzumi Masbuang Masrukhin Muhsin Maulana Hakim Al-Fazri Maulidya Rahmani Melisa Haryati Miftahul Fauzan Mohammad Fikri Muthohhari Mohammad Hambali Muhamad Daffa Ghazial Fawwaz Muhamad Farrij Hasbullah Muhamad Izza M Muhamad Jefri Muhamad Jefri Muhamad Miftahudin Muhammad Adji Saputra Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Ahmad Mumtaz Muizza Muhammad Dzikri Maulana Muhammad Fadzli Muhammad Fakhrial Dewanda Zain Muhammad Faris Al-Fajri Arifin Muhammad Hotibul Umam Muhammad Ilham Wijaya Kusuma Muhammad Ilyas Alghifari Muhammad Muttaqin Muhammad Nikola Shidqi Muhammad Panji Islami Muhammad Raihan Syahid Muhammad Rifqi Nurfadilah Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Sholahuddin Ali Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhsin, Masyrukin Mujiburrohman Mujiburrohman Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Musawamah, Aprilia Muthoharoh Muthoharoh Muthoharoh Nadia Nurpadilah Naesyah Fazriah Naesyah Fazriyah Nagib Romadhony Nanda Sri Lestari Nayla Nur Aprilia Shalihah Nazirah, Annida Nikhlah Ziyadaturrohmah Nur Amaliyah Nurazizah, Siti Nurhayani, Rosita Nurqurotun Nabila NURSEHA NURSEHA Nuzila Khoirun Nisa Padilah, Nurul Priyantika Lesyaina Az Zahra Priyantika Lesyaina Az-Zahra Puspita Fajriany Putri Aulia Putri Hudani Nabila Putri Hudani Nabila Putri Nurul Maghfiroh Rahel Abduh Rahman, Akmal Fadilah Rahmatullah Agustianto Ramdani, Ikhwan Ramzy Ramadhan Raudotul Jannah Regina Cahyani Putri Rendi Septian Ridho Rahmatullah Rinaldi, Muhammad Syafiq Rio Ku Yandani Rohimatus Salamah Rohmadi Rohmat Hidayatullah Rohmatallah, Syahru Rohmatallah, Syahrul Romadhony, Nagib Ropip Ropip Royani, Ahmad Rusdiyanto Salsabila Alifiya Salsabila, Tasya Samiah, Siti Robiah Saputra, Muhamad Adji Sa’ad, Suadi Shidqi, Muhammad Nikola Sholahuddin Al Ayubi Siska adelia Siska Adelia Zahra Siti Hudaroh Siti Khuliyah Siti Mubadi Awaliyah Siti Muliya Septiani Turaedi Siti Nur Azizah Siti Nuraisyah Siti Nurlaila Siti Nurlaila, Siti Siti Paulia Septia Siti Rihadatul Aisy Siti Rohmah Siti Rohmah Siti Sarah Muhamad Siti Waspiatul Kamilah Sofa Salsabilah Suci Purnama Sari Suhadi Sutiani, Nina Suwanda Syahid, Aang Ahmad Syahid, M Raihan Syaiful Rahman Syifa Nurkholilah Syifa Roudhatul Jannah Syitaul Fuadiah Tazkia Nur Fateha Turmudi, Ahmad Ummah, Iin Inayatul Usnia Usnia Usnia Vera Nungki Wati, Putri Innayah Wibawa, Khaestya Hadi Wita Wita Wulan Octaviani Putri Yeni Andriyani Yeni Andriyani Yusi Fathurohman Yusi Fathurohman Yusroh Yusroh Yusroh Zahra, Indah Namiratu Zain, Muhamad Fakhriyal Dewanda