p-Index From 2021 - 2026
5.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Buletin PSP Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Solum Buletin Penelitian Sosek Jurnal Sosio Agribisnis jurnal niara SUSTINERE: Journal of Environment and Sustainability Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Akuatiklestari Jurnal Pertanian Agros Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) Buletin Ilmiah Nagari Membangun Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Menara Ilmu Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan International Journal of Agricultural Sciences JURNAL SUMBER DAYA AIR Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Kajian Pariwisata dan Bisnis Perhotelan Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks International Journal of Engineering, Science and Information Technology Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen Widya Publika International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Agroteksos Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Journal of Economics and Management Scienties Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Jurnal Pemasyarakatan dan Keadilan
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perbandingan Kelas Kemampuan Kelompok Wanita Tani Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat Devi Analia; Meira Sutri; Rudi Febriamansyah
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 10 No 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Mei 2026
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v10i1.2171

Abstract

This research aims to assess and analyze the comparison of the ability classes of groups of women farmers who are standing with encouragement and groups of women farmers who are standing independently in Parupuk Tabing Village, Koto Tangah District, Padang City. The data were analyzed descriptively, guided by the guidebook for assessing farmer groups' ability classes issued by the Agricultural Extension and Human Resources Development Agency Number: 168/Per/SM.170/J/11/11 Center for Agricultural Extension in 2023. The research results showed that The group of women farmers who stood up with encouragement from the government got a score of 331, while the group of women farmers who stood up independently got a score of 229. From this score, the assessment of the ability class of the farmer group, the group of women farmers who stood up with support from the government scored higher than the group of women farmers independently. This group turned out to be in the advanced or quite good category. However, there are still groups that do not have aspects of group ability, such as the ability to plan, these two groups both do not have the ability to plan.
Keberlanjutan Pariwisata Berbasis Masyarakat Dalam Agroekowisata: Sistematik Literatur Review Yulistriani; Rudi Febriamansyah; Sari Lenggogeni; Yuerlita
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 17 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v17i1.12046

Abstract

Agroekowisata, sebagai pengembangan dari ekowisata, merupakan strategi penting untuk pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan yang ekonominya bergantung pada pertanian. Model ini mengintegrasikan praktik pertanian dengan pariwisata untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat. Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT) memainkan peran krusial dalam keberhasilan agroekowisata dengan memberdayakan komunitas lokal untuk mengelola dan memperoleh manfaat pariwisata secara inklusif. Namun, keberlanjutan CBT dalam agroekowisata menghadapi tantangan multidimensi yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya, seperti partisipasi komunitas, distribusi manfaat yang adil, serta pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi status penelitian terkini mengenai keberlanjutan CBT dalam agroekowisata melalui Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR). Dengan menggunakan kerangka PICOC dan diagram PRISMA, penelitian ini menyaring artikel dari basis data ScienceDirect yang diterbitkan antara 2015 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai CBT dalam agroekowisata meningkat secara signifikan sejak tahun 2020. Faktor utama yang menentukan keberlanjutan meliputi partisipasi masyarakat, kapasitas kelembagaan lokal, tata kelola kolaboratif, integrasi pertanian dan pariwisata, serta konservasi lingkungan. Hambatan utama meliputi ketergantungan pada aktor eksternal, lemahnya koordinasi kelembagaan, ketimpangan dalam distribusi manfaat, serta tekanan terhadap sumber daya alam akibat intensifikasi wisata. Kajian ini mengusulkan bahwa keberlanjutan CBT perlu mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola sebagai landasan pengembangan agroekowisata berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DENGAN MAGGOT PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI KOTA BUKITTINGGI Rudi Febriamansyah; Fuji Astuti Febria; Yulistriani Yulistriani; Defri Rahman; Resti Rahayu; Mahdi Mahdi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v4i4.535

Abstract

This activity is motivated by concern for the facts of climate change occurring globally and regionally. In response to this, the Indonesian government has also taken a number of concrete steps in all aspects of climate change adaptation and mitigation, both at the local, regional, and national levels. One national program that directly touches local communities is the climate village program known as "PROKLIM." The city of Bukittinggi has responded actively to this national program and has received national awards for the achievements of its activities in two community groups. The purpose of community service activities in the Climate Village Program is to increase the group's capacity in processing household organic waste through the application of Maggot cultivation from black soldier fly (BSF). The main methods of implementing the activities are training, providing assistance and companiment the target group. The activity results showed that the target group had the knowledge and skills to cultivate BSF and produce larvae/maggots. The target group had been able to produce fish/livestock feed from the larvae and developed plans to use the business results for the commercial market. One thing that becomes the next challenge is how to build continuity of feed availability for the maggot caterpillars, especially from household organic food leftovers in the group members' environment. In conclusion, the application of organic waste processing technology with maggot caterpillar cultivation is very potential to overcome the problem of waste in their neighborhood so that it can then be applied more widely in the city of Bukittinggi, to be able to overcome the problem of urban organic waste.
Permasalahan Pariwisata di Indonesia Tinjauan Literatur Sistematis Yulistriani Yulistriani; Rudi Febriamansyah; Sari Lenggogeni; yuerlita yuerlita
JURNAL KAJIAN PARIWISATA DAN BISNIS PERHOTELAN Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kajian Pariwisata dan Bisnis Perhotelan
Publisher : Departemen Pariwisata Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkpbp.v7i1.86072

Abstract

This study presents a systematic literature review of scholarly research examining tourism development challenges in Indonesia from 2010 to 2025, based on publications indexed in ScienceDirect. Literature identification and selection were conducted in accordance with the PRISMA framework, while bibliometric mapping and thematic analysis were performed using Visualization of Similarities (VOS). The initial literature search was carried out in ScienceDirect using the keyword string “tourism AND problems in Indonesia”. A multi-stage screening and eligibility process followed this. The selected articles were organized using Mendeley Desktop and subsequently subjected to manual verification to ensure data validity, thematic relevance, and consistency with the research objectives. Only studies that met the predefined inclusion criteria were retained for further analysis. The validated dataset was then analyzed using VOSviewer to visualize thematic relationships and co-occurrence patterns among the main research topics. The resulting VOS maps were manually interpreted by examining the most frequently occurring keywords and their relational structures. Based on this analysis, the study identifies major patterns and research gaps that provide directions for future investigations into tourism-related challenges in Indonesia. Overall, the tourism issues identified in the literature were systematically classified into three primary dimensions: environmental, social, and economic issues.
THE GEN Z’s PREFERENCES IN CONSUMING TRADITIONAL FOOD widya fitriana; rudi febriamansyah; nofialdi nofialdi; nur afni evalia; syofyan fairuzi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1514

Abstract

Traditional food plays a vital role in supporting agriculture and strengthening local industries, yet globalization and lifestyle changes have shifted consumer preferences. This study analyzes Gen-Z’s attitudes toward traditional food in Padang City, West Sumatra, a well-known culinary tourism destination. Using a qualitative approach, 185 Gen-Z consumers were interviewed through non-probability accidental sampling.Results indicate that 54.6% of respondents know how to prepare traditional food, with knowledge largely inherited from parents or family (70.5%). Consumption occurs several times a week (53.5%), most often with family (53.5%) and during cultural ceremonies (25.2%). Purchases are primarily made at food stalls or canteens (68.1%) and outlets (25.4%), rather than cafés or restaurants. Digital platforms are widely used for purchasing (59.4%), with Shopee (39.5%) and Go-Food (26.9%) being the most popular. The main reasons for consumption are authentic taste (50.8%) and affordable price (38.9%). Gen-Z expresses pride in consuming traditional food (52.9%) and a strong willingness to promote it (84.6%), though they also show a considerable tendency toward fast food (52.9%). Future efforts should emphasize food parenting, packaging innovation, and digital marketing to attract Gen-Z preferences and ensure the preservation of traditional culinary heritage.
Analisis Manajemen Kredit Lumbung Pitih Nagari (LPN) Mandiri Telaga Biru di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Mezi Cantika; Rudi Febriamansyah; Zednita Azriani
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 3 (2025): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i3.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan dan manajemen kredit LPN Mandiri Telaga Biru sebagai dasar penilaian kesehatan keuangan dan efektivitas pengelolaan kredit dalam mendukung keberlanjutan lembaga. Analisis dilakukan terhadap periode 2020–2023 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi rasio keuangan mengacu pada Permen KUKM No.06/Per/M.KUKM/V/2006, mencakup aspek likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Hasil menunjukkan fluktuasi likuiditas dan meningkatnya risiko keuangan hingga 2022, namun mulai membaik pada 2023. Profitabilitas cenderung menurun, sementara aktivitas mengalami peningkatan. Manajemen kredit dianalisis secara deskriptif kualitatif dan menunjukkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) dari 9% menjadi 5%, menandakan peningkatan efektivitas pengelolaan kredit. Secara umum, LPN Mandiri Telaga Biru menunjukkan perbaikan kinerja dan penguatan manajemen risiko kredit, mendukung keberlanjutan sebagai lembaga keuangan mikro.
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Wisata Geopark Ranah Minang Silokek Di Nagari Kumanis Evi Lutfiana Sa’diah; Rudi Febriamansyah; Devi Analia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2130-2139

Abstract

Nagari Kumanis merupakan salah satu nagari dalam kawasan Geopark Ranah Minang Silokek yang memiliki potensi wisata dan produk ekonomi kreatif, namun jumlah kunjungan wisatawannya belum sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata dan merumuskan strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wisata di Nagari Kumanis. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 94 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis potensi wisata dilakukan dengan Importance Performance Analysis (IPA) terhadap komponen wisata 4A, yaitu attraction, amenities, accessibility, dan ancillary, sedangkan perumusan strategi menggunakan Logical Framework Analysis (LFA) melalui Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 indikator yang dianalisis, terdapat 10 indikator pada Kuadran I (prioritas utama) yang didominasi komponen amenitas dan aksesibilitas sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Nagari Kumanis unggul pada komponen atraksi dan ancillary, tetapi masih lemah pada amenitas dan aksesibilitas. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah meningkatkan alokasi anggaran APBD untuk perbaikan infrastruktur wisata serta membangun kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta untuk mengembangkan paket wisata dan menyelenggarakan event wisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat secara berkelanjutan
Analisa Pengembangan Wisata Alam dan Budaya Lokal: Studi Kasus di Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai Setiawati, Sri; Febriamansyah, Rudi; Reflinaldon, Reflinaldon; Rusfidra, Rusfidra; Lucida, Henny; Mutiara, Vonny Indah; Al Giffari, Muhammad; Zis, Sirajul Fuad; Fiza, Nora
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i1.76947

Abstract

AbstractWest Sumatra, especially the Mentawai Islands, is a tourist destination that many foreign tourists visit, especially for marine tourism such as surfing. However, the number of archipelago tourist visits solely for traveling is still relatively low. In fact, the Mentawai Islands have the potential for natural and cultural tourism which includes interesting traditional architecture for ecotourism. This study aims to identify the potential of natural attractions, buildings, and local culture in South Siberut sub-district and analyze the tourism development design. The research used qualitative methods through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), field observations, and secondary data analysis. The results showed that the three villages, namely Madobag, Muntei, and Matotonan, have great potential but face challenges in the form of inadequate accessibility, attractions that have not been well managed, limited supporting facilities, and weak Pokdarwis institutions. The design of tourism development in Siberut Sub-district aims to create sustainable tourism that not only increases tourist visits, but also provides economic, social and environmental benefits for local communities AbstrakSumatera Barat, khususnya Kepulauan Mentawai, merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama untuk wisata bahari seperti surfing, tetapi, masih rendah jumlah kunjungan wisatawan nusantara. Padahal, Kepulauan Mentawai memiliki potensi wisata alam dan budaya yang meliputi arsitektur tradisional yang menarik untuk ekowisata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi objek wisata alam, bangunan, dan budaya lokal di Kecamatan Siberut Selatan serta menganalisis rancang bangun pengembangan wisatanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi lapangan, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga desa, yaitu Madobag, Muntei, dan Matotonan, memiliki potensi besar dengan sejumlah tantangan berupa aksesibilitas yang kurang memadai, atraksi yang belum dikelola dengan baik, fasilitas pendukung yang terbatas, serta kelembagaan Pokdarwis yang masih lemah. Rancang bangun pengembangan wisata di Kecamatan Siberut bertujuan untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan yang tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat lokal.
Research With Incarcerated Youth in Indonesia: Methodological Considerations and Best Practices: Penelitian Dengan Anak Binaan Di Indonesia: Pertimbangan Metodologis Dan Praktik Terbaik William Maxey; Hari Harjanto Setiawan; Sri Setiawati; Rudi Febriamansyah
Jurnal Pemasyarakatan dan Keadilan Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Pemasyarakatan dan Keadilan (JPK)
Publisher : Anwar Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64272/nbvw3b22

Abstract

Research involving incarcerated youth in Indonesia requires careful attention to both ethical and methodological considerations due to the dual vulnerabilities of this population: as minors and detainees within the correctional system. This qualitative study explores the ethical challenges faced by researchers in designing, collecting, and presenting data, with a focus on empowering and involving incarcerated youth throughout the research process. The study uses an instrumental case study within an action research design, incorporating reflective practices and collaboration with both the youth participants and correctional staff. Purposive sampling was employed to select participants from a Juvenile Correctional Facility (LPKA) in West Sumatra, Indonesia, including male youths (n=74) aged 14–19 and relevant stakeholders such as correctional officers. This participatory approach allowed youth to be actively engaged in all stages of the research, from the design to the data collection and analysis. The article highlights the need of research frameworks such as emancipatory pedagogy, empowerment theory, the transformative paradigm, and Positive Youth Development (PYD) to guide the research process, ensuring that ethical relationships are maintained and power imbalances are minimized. The findings emphasize the importance of social justice, reflexivity, and collaboration in research with vulnerable populations. Also, the findings show the needs of incarcerated youth take a central position when researching within juvenile correctional facilities. This paper contributes to the discourse on ethical research with incarcerated youth in Indonesia and advocates for justice-oriented methodologies that foster social change while respecting participants' autonomy and dignity. In doing so, research becomes not only a means of generating knowledge but also a catalyst for meaningful social change.
Co-Authors . Reflinaldon Afifah, Fayi Afrizal Afrizal Al Giffari, Muhammad Amrina, Elita Anis Munandar Anugrah Sri Widiasyih Asmawi Asmawi Asmawi Asrinaldi Asrinaldi Astuti Astuti Budiman, Cipta Budy Wiryawan Cam Thi Hong Nguyen Defri Rahman Defri Rahman Devi Analia, Devi Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dodo Gunawan Donny Eros Ekaputra, Eri Gas Elita Amrina Endrizal Ridwan Eri Besra Erwin Erwin Evi Lutfiana Sa’diah Faidil Tanjung Firwan Tan Fitriana, Widya Fiza, Nora Fuji Astuti Febria Fuji Astuti Febria Gevisioner Gevisioner Gevisioner, Gevisioner Hari Harjanto Setiawan Hari Harjanto Setiawan, Hari Harjanto Hayati, PK Dewi Henmaidi Henmaidi Henny Lucida Hery Purwanto Manik Ifdal Ifdal Ifdal Innike Abdillah Fahmi Jabang Nurdin Jenifirza, Revo John Haluan John Haluan Joni Jafri Lucky Zamzami Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi, Mahdi Manik, Hery Purwanto Mansyurdin Marea, Wiliam Maxey, William Meira Sutri Melinda Noer Mezi Cantika Miranti Fadhilla Anggun Nofialdi Nofialdi Nur Afni Evalia Primasari, Budhi Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Puti Sri Komala R. Pulungan, Delyana RAHMAT SYAHNI Resti Rahayu Resti Rahayu Richard J. Stanford Richard Stanford Rika Hariance Rizki Aziz Robi Muharsyah Sandra Dewi sandra dewi Sari Lenggogeni Sari Lenggogeni Sayyidah Nur Habibah Sirajul Fuad Zis Sirajul Fuad Zis Siska Handayani Sri Setiawati Sri Setiawati Sri Setiawati, Sri Suardi Tarumun Sugeng Nugroho Sugeng Nugroho Sumarsono Sumarsono Syafrial Syafrial Syofyan Fairuzi, Syofyan Tamrin Tamrin Tesri Maideliza Thong Anh Tran Van Huynh Thanh Pham Van Huynh Thanh Pham Virtuous Setyaka Vonny Indah Mutiara Warnita William Maxey Yaswirman, Yaswirman Yega Serlina Yonariza Yonariza Yonariza Yonariza Yonariza Yonariza, Yonariza Yuerlita Yuerlita Yuerlita Yuerlita Yulia Sandri Yulistriani, Yulistriani Yuliza, Yenni Yurike Yurike Zednita Azriani Zia Aznur, Tifany Zis, Sirajul Fuad Zuhelmi