p-Index From 2021 - 2026
5.306
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Prosiding Seminar Biologi Bioedukasi Jurnal Pengajaran MIPA EDUSAINS Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Formica Education Online Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Journal of Indonesian Coral Reefs Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains BIOMA Pedagogi Hayati Journal of Biology Education Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Unnes Science Education Journal Indonesian Journal of Educational Research (IJER) DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Metodik Didaktik Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Visipena THABIEA (JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING) Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education Jurnal Basicedu Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Jurnal Pembelajaran Biologi : Kajian Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Mangifera Edu JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Proceeding Biology Education Conference BIOCHEPHY: Journal of Science Education Asean Journal of Science and Engineering (AJSE) JSEP (Journal of Science Education and Practice) Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu Journal on Biology and Instruction (JouBIns) Gunung Djati Conference Series Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Archipelago: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Iain Ternate JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia U-Teach Jurnal Serambi Ilmu Journal of Research and Educational Research Evaluation IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VISUOSPATIAL (3D) UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF CALON GURU BIOLOGI PADA KONSEP ANATOMI TUMBUHAN Suprapto, Purwati K.; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri; Rahmat, Adi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36051

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang penggunaan model visuospatial (VS) untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan telah dilakukan secara diskriptif. Model-VS adalah model pembelajaran yang melibatkan kemampuan tiga dimensi (3D). Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas model-VS dalam meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa melalui matakuliah anatomi tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester empat, tahun 2011 di Universitas Siliwangi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 108 orang yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing dengan tipe Model-VS berbeda, yaitu Induktif Play doh (IP), Induktif-Gambar (IG) dan Deduktif-Gambar (DG). Pengukuran kemampuan kognitif C1, C2 dan C3 dilakukan secara tertulis dengan menggunakan 32 item soal, sedangkan kemampuan menganalisis (C4) dan kemampuan berkreasi diukur dengan menggunakan item test berupa gambar 2D dan 3D secara terpisah. Kemampuan mengevaluasi (C5) diukur melalui pengamatan pada saat presentasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model-VS dapat mengembangkan kemampuan kognitif mahasiswa. Model-VS dengan perlakuan Induktif-Gambar (IG) dapat mengembangkan pemahaman (C2) mahasiswa pada materi jaringan tumbuhan, sedangkan perlakuan Deduktif-Gambar (DG) mampu mengembangkan kemampuan mengaplikasinya (C3). Ketiga tipe Model-VS tidak dapat mengembangkan kemampuan analisis (C4) dengan baik melalui pengamatan mikroskopis. Akan tetapi, dalam Induktif-Play doh kemampuan mengingat (C1), mengevaluasi (C5) dan kreasi (C6) gambar 3D berkembang sangat baik.ABSTRACTThe study on the implementation of visuospatial teaching models (VS-Model) for the enhancement of cognitive ability of prospective teacher on plant anatomy concept has been done descriptively. VSmodel is a model of learning to involve the ability of three-dimensional (3D). The study aimed to determine the effectiveness of VS-Model on improving cognitive ability of prospective biology teacher on plant anatomy concept. Participants of the study were 108 fourth semester biology education students attending Plant Anatomy Course in academic year of 2011 of Siliwangi University of Tasikmalaya, West Java. All participants were divided into three different class. Each class implemented three different type of VS-Model, e.g. Inductive Play doh (IP), Inductive Images (IG), and Deductive Images (DG). Cognitive abilities of C1, C2 and C3 were measured by a written test consisted of 32 item tests and the analyzing ability (C4) and creating ability (C6) were measured using 2D images and 3D images item tests respectively. To measure the evaluating ability (C5) of student it was conducted using observation method through student presentation. The results showed that the VS-Model can improve the cognitive abilities of students. VS-Model with Inductive-Images (IG) could improve student understanding (C2) on plant anatomy, whereas Deductive-Images (DG) was able to develop student ability to apply (C3) the concept of plant anatomy in a new learning object. All the three types of VS-Models could not well develop the analyzing (C4) ability of student through microscopic observation. In Inductive-Play doh (IP), however the ability of student to remember (C1), to evaluate (C5) and to create (C6) 3D images was very well developed.
PENGEMBANGAN PERKULIAHAN BERBASIS TIK GeneTIK UNTUK MENINGKATKAN KEBERMAKNAAN BELAJAR MAHASISWA BIOLOGI Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani; Santoso, Oerip S.; Liliasari, Liliasari
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.35789

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan sistem perkuliahan berbasis TIK untuk meningkatkan kebermaknaan belajar mahasaiswa biologi. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 80 orang mahasiswa calon guru biologi peserta kuliah genetika yang dicuplik secara acak dari total mahasiswa 156 orang. Untuk keperluan tersebut sampel penelitian dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan jumlah mahasiswa untuk masing-masing kelompok 40 orang. Kelompok eksperimen mengikuti perkuliahan genetika melalui sistem perkuliahan berbais TIK (GeneTIK) sedangkan kelompok kontrol mengikuti perkuliahan tatap muka reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui GeneTIK belajarnya lebih baik dibandingkan dengan yang mengikuti perkuliahan secara regular. GeneTIK juga dapat meningkatkan kebermaknaan belajar mahasiswa berdasarkan perhitungan rata-rata N-gain 0,3218 (±0,21) untuk kelompok eksperimen dan 0,2385 (±0,16) untuk kelompok kontrol.
PEMBERDAYAAN ASISTEN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN UNTUK MELAKSANAKAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL) DITINJAU DARI TAKSONOMI BARU MARZANO Diana, Sariwulan; Rustaman, Nuryani; Redjeki, Sri; Iriawati, Iriawati
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 2 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 2, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.36179

Abstract

ABSTRAKStudi tentang Pemberdayaan Asisten Praktikum Morfologi Tumbuhan dilakukan untuk mengungkap kemampuan mahasiswa asisten praktikum Morfologi Tumbuhan mulai dari tingkat seleksi, pembekalan untuk melaksanakan Peer Assisted Learning (PAL) pada praktikum, pelaksanaan praktikum, evaluasi hasil praktikum, serta capaian hasil belajar praktikan, ditinjau dari Taksonomi Baru Marzano. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods yang melibatkan data kualitatif tentang kemampuan dua mahasiswa asisten praktikum dan data kuantitatif tentang capaian hasil belajar 41 mahasiswa praktikan. Data penguasaan materi praktikum dan keterampilan lab oleh asisten dijaring secara berkala menggunakan instrumen seleksi asisten. Kinerja asisten diobservasi menggunakan lembar observasi, sedangkan kemampuan asisten dalam menilai laporan praktikum menggunakan rubrik penilaian laporan, dan ketepatan soal praktikum bertakson Marzano yang disusun asisten dikonfirmasi berdasarkan karakter masing-masing level pemrosesan taksonomi baru Marzano. Capaian hasil belajar praktikan dijaring melalui pretes-postes, penilaian Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), laporan praktikum serta skor pra UAS dan UAS. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua kemampuan asisten praktikum Morfologi Tumbuhan pada setiap level pemrosesan sudah berkembang dengan sangat baik. Rata-rata kemampuan praktikan pada sistem kognitif, sistem metakognitif dan sistem diri juga berkembang dengan baik. Secara keseluruhan program PAsPAL ditanggapi sangat positif oleh asisten praktikum dan hampir semua praktikan. ABSTRACTStudy of Plant Morphology practicum’s assistant empowerment was conducted to find out the ability of Plant Morphology practicum’s assistants since selection phase, preparation/training phase for peer assisted learning (PAL) implementation, practicum activity and practicum evaluation, and the gain of practicant’s achievement, according to Marzano’s New Taxonomy. This study used mixed methods design that included qualitative data about the practicum assistants’ competencies and quantitative data about the gain of 41 practicant’s achievement. Assistant’s practicum mastery and laboratory skills were reviewed periodically using assistants selection instruments. Assistant’s performance was observed using observation sheets, assistants’ ability in evaluating practicum report was evaluated using report rubrics, and the accuracy of Marzano’s taxon based-practicum questions composed by the assistants was confirmed according to characters of Marzano’s new taxonomy. Practicant’s achievement was found out by pretest-posttest score, student worksheet, work report and exam score. Results showed that assistants’ ability in almost every processing level was already very well-develop. The average ability of cognitive, metacognitive and self system of the practicants was also already well-develop. In overall, the PAsPAL program was positively welcomed by most of practicants and every practicum assistants.
ANALISIS KEMUNCULAN KETERAMPILAN SPESIFIK LAB MIKROBIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI BERBASIS PROYEK INKUIRI “MINI-RISET” MAHASISWA BIOLOGI Kusnadi, Kusnadi; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri; Aryantha, I Nyoman P
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36052

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menganalisis kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi melalui program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri (P2MBPI) mini-riset. Penelitian melibatkan sejumlah mahasiswa semester IV Program Studi Biologi di salah satu LPTK Negeri di kota Bandung (n=33), yang mengikuti perkuliahan mikrobiologi. Program pembelajaran dirancang dalam setting laboratorium berbasis proyek inkuiri kelompok (free inquiry labs). Data penelitian dijaring melalui laporan mini-riset, presentasi oral dan poster serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2MBPI mini-riset setiap kelompok memberikan kontribusi terhadap kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi yang cukup beragam. Hal ini selaras dengan tahapan proyek mulai dari pemilihan masalah dan topik mini-riset, sampai pengambilan keputusan proyek yang dilaksanakan oleh kelompok. Secara umum ruang lingkup topik proyek mini-riset mencakup empat bidang, yaitu mikrobiologi pertanian (tanah), mikrobiologi lingkungan (air), mikrobiologi kesehatan, dan mikrobiologi pangan. Hasil analisis kemunculan jenis keterampilan spesifik lab mikrobiologi dari laporan, presentasi oral, dan poster, serta wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok menunjukkan persentase kemunculan jenis keterampilan yang tinggi (100)%), yaitu pada keterampilan bekerja aseptik, keterampilan mengisolasi mikroba, sterilisasi, dan menggunakan mikroskop. Kemunculan jenis keterampilan dengan persentase sedang (75%) pada keterampilan identifikasi dan kultivasi mikroorganisme. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara mendalam pada 7 orang mahasiswa, menyatakan bahwa program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri mini-riset ini juga sangat berarti, disamping mendapatkan keterampilan lab mikrobiologi, juga dapat membekali keterampilan meneliti (research skill) mahasiswa biologi. Dengan demikian P2MBPI mini-riset ini, perlu terus dikembangkan karena memberikan konstribusi yang berarti dalam membekali mahasiswa calon ilmuwan biologi bekerja di laboratorium dan melakukan penelitian biologi.ABSTRACTEmergence of specific laboratory skills in microbiology through inquiry-based project “mini-research” has been analysed. The analysis involved the 4th semester university students of Biological Study Program (n = 33), who were attended the microbiology course. Course program was designed in a group free inquiry laboratory setting. The research data was collected through a mini-research reports, oral and poster presentations and in depht-interview. The results showed that the inquiry project of each group identified give diverse contribution to their microbiology laboratory skills. This is consistent with the stages of the project ranging from selection problems and mini-research topics to the decision making of projects undertaken by the group. In general, scope of the topic of a mini-research project covered four areas,as follow, agriculture, environmental, medical, and food microbiology. Moreover, the results of data also indicated that most groups showed occurrence percentage of high skill (100)%) on aseptic work skills, microbes isolation, sterilization, and operating a microscope, whereas skills on identification and cultivation of microorganisms exhibited moderate percentage (75%). However, low percentage (37.5%) of laboratory skills were on inoculation and enumeration of microorganisms. Furthermore, based on the interviews, students argued that the microbiology project-based learning program was meaningful to improve not only the laboratory skills, but also biological research skills for biology students. Thus, the mini-research project should be developed in the class for providing biological students work in laboratories and conduct the microbiological research.
GAMBARAN PANDANGAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DAN GURU IPA TENTANG INKUIRI ILMIAH Adisendjaja, Yusuf Hilmi; Rustaman, Nuryani; Redjeki, Sri; Satori, Djam'an
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 21, No 1 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 1, 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i1.36260

Abstract

ABSTRAKInkuiri ilmiah merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran sains yang disarankan kurikulum namun pelaksanaannya tidak seperti yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman inkuri ilmiah mahasiswa calon guru biologi/IPA dan guru IPA. Sebanyak 34 orang mahasiswa program studi Pendidikan Biologi semester 7 dan 25 orang guru IPA terlibat dalam penelitian ini. Gambaran pemahaman inkuiri ilmiah dieksplor dengan menggunakan kuesioner VASI (Views About Scientific Inquiry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa calon guru Biologi/IPA lebih baik daripada guru IPA pada beberapa aspek inkuiri ilmiah. Namun demikian, kedua kelompok responden masih memiliki pemahaman yang kurang pada aspek karakteristik penyelidikan ilmiah, fungsi pertanyaan dalam sebuah penelitian, hubungan antara pertanyaan, prosedur dan kesimpulan. Kedua kelompok juga belum memahami tentang bukti ilmiah, alasan memilih prosedur, dan hubungan antara data yang ditemukan dengan penelitian sebelumnya.ABSTRACTScientific inquiry is the main objective of science education. However, its practice was not as we want it to be. This research objective was to explore prospective biology teachers’ and science teachers’ views on scientific inquiry. Thirty four-seventh semester biology students and 25 science teachers participated in this research. Scientific inquiry was explored using Views About Scientific Inquiry (VASI) Questionnaire. Results showed that understanding level of pre-service biology teachers was better than science teachers understanding in some aspects of scientific inquiry. However, both respondents lack understanding of some aspects in scientific inquiry, i.e. scientific investigation characteristics, an investigation begin with a question, question guides a procedure, scientific evidence, procedure selection, and the relation data collecting and previous investigation.
KEMAMPUAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU BIOLOGI YANG BERPENGALAMAN DAN YANG BELUM BERPENGALAMAN Anwar, Yenny; Rustaman, Nuryani Y.; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 1 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 1, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.36155

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru biologi senior (mengajar 20 th) dan guru junior ( mengajar 10 th). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, partisipannya adalah dua orang guru biologi junior dan dua orang guru biologi senior. Kemampuan ini diukur dengan meminta guru membuat CoRes dan PaP-eRs pada materi transportasi zat yang dilanjutkan dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru senior memunculkan tujuh konsep penting yang harus diajarkan sedangkan guru junior memunculkan antara delapan sampai 10 konsep. Guru senior lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung menimbulkan miskonsepsi dan pada bagian sulit dipahami oleh siswa seperti konsep difusi dan osmosis, serta pembelajaran lebih kepada penggunaan metode. Guru senior lebih fleksibel menggunakan strategi mengajar, disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan keadaan siswa. Guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Penggunaan strategi cenderung kurang fleksibel, lebih dikaitkan pada perencanaan yang sudah dibuat.ABSTRACTThis study aims to describe the ability of a senior biology teacher (teaching 20 years) and junior teachers (teaching 10 years) on Pedagogical Content Knowledge (PCK). This research was a case study, and the participants were two junior biology teachers and two senior biology teachers. This ability was measured by asking teachers to make CoRes and PaP-ers on the transport of material substance, followed by interview. Data were analyzed with descriptive qualitative techniques. The analysis showed that the senior teachers raises seven important concept that should be taught while the junior teacher raises between eight to 10 concepts. The senior teachers were more focus on the concepts that lead to misconception, such as the concepts about diffusion and osmosis, and more to learning methods. The senior teachers were more flexible in the use of teaching strategies according to students conditions and circumstances. The junior teachers were focus more on the depth of the material and learning models that will be used. The use of strategies tend to be less flexible, more linked to the planning that has been made.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI SEBAGAI SUATU INOVASI PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN DASAR DI INDONESIA Chandra, Didi T.; Rustaman, Nuryani
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.35790

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk itu perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menguasai Iptek. Dengan demikian peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien kalau tidak ingin bangsa Indonesia menjadi obyek bangsa lain. Salah satu upaya peningkatan Sumber Daya Manusia yang terstruktur, sistimatis, dan terukur adalah melalui pendidikan dan memperkenalkan teknologi sedini mungkin. Permasalahannya sampai dengan saat ini dalam kurikulum inti Pendidikan Dasar, baik SD maupun SMP belum ada substansi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam bidang teknologi dalam pembelajarannya. Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) merupakan salah satu alternatif dalam memperkenalkan teknologi secara dini kepada anak Indonesia, dalam program tersebut para siswa diperkenankan untuk terlibat aktif berinteraksi dengan teknologi sehingga memberikan stimulasi pengembangan kemampuan problem solving, kreativitas, dan inovasi dalam bidang teknologi, dengan demikian pendidikan teknologi yang diberikan secara proporsional mengembangkan keterampilan berpikir teknologi dan keterampilan vokasional sebagai akumalasi dari proses berpikir teknologi.
EFEKTIVITAS SQ5R TERHADAP PENGETAHUAN KONSEPTUAL DAN RETENSI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Hikmawati, Vitta Yaumul; Rustaman, Nuryani; Saefudin, Saefudin
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 2 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 2, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.36180

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas SQ5R (Survey, Question, Read, Recite, Record, Reflect and Review) terhadap pengetahuan konseptual dan retensi siswa SMA pada pembelajaran Sistem Reproduksi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode weak experiment dengan desain ”The One Group Pre-Post and Retest” yang melibatkan 34 siswa SMA Kelas XI jurusan IPA. Pengetahuan konseptual siswa yang dijaring dengan tiga buah peta konsep melalui teknik fill in meningkat dengan N-gain pada subkonsep Sistem Reproduksi Pria, Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguan Reproduksi Manusia berturut-turut adalah 0,4; 0,3 dan 0,5 yang termasuk kedalam kategori sedang. Retensi siswa meningkat dengan skor 96%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Efektivitas pembelajaran dengan SQ5R terlihat dari peningkatan hasil pre-test terhadap post-test yang dijaring menggunakan soal pilihan ganda. Nilai rata-rata sebelum pembelajaran adalah 47,5 dan setelah pembelajaran adalah 74 dengan N-gain 0,5, yang termasuk kategori sedang. Hasil penjaringan daftar cek keterlaksanaan SQ5R menunjukkan bahwa sebagian besar (90,2%) siswa sudah melaksanakan tahapan SQ5R dan keterlaksanaannya mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Penjaringan angket tentang respon siswa terhadap pembelajaran dengan SQ5R menunjukkan bahwa 47,1% siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dan penerapan SQ5R dalam membaca artikel membantu mereka (94,2%) dalam memahami materi Sistem Reproduksi Manusia.ABSTRACTThis study was conducted to analyze the effectiveness of SQ5R on conceptual knowledge and retention of high school students in learning the Human Reproductive System. The method was weak experiment using “one group pre-post-re test design” involving 34 senior high school students in science class XI. Student conceptual knowledge collected using fill in techniques of concept maps increased with N-gain of Male Reproductive System, Female Reproductive System and Disorders of Human Reproduction were 0,4, 0,3, and 0,5 respectively. Research also found that retention was excellent with average retest grade of 96%. The learning effectiveness through SQ5R proven by the increase of average pretest grade from (47,5) to post-test (74,5) with N-gain in medium level (0,5). The result of SQ5R feasibility check list showed that 90,2% of student already carried out SQ5R stage. Based on student responses, application of SQ5R made 47,1% of student enjoy the learning. There were also 94,2% of student said that SQ5R helped them to understand the concept of Human Reproductive System.
PERKULIAHAN TERINTEGRASI PRAKTIKUM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA DASAR Wahyu, Wawan; Rustaman, Nuryani Y.; Liliasari, Liliasari; Achmad, Sadijah
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 11, No 1 (2008): JPMIPA: Volume 11, Issue 1, 2008
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v11i1.35762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peningkatan penguasaan mahasiswa terhadap konsep kimia dasar melalui perkuliahan terintegrasi praktikum. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretes-postes grup kontrol. Penelitian dilakukan di Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Data dikumpulkan melalui lembar kerja mahasiswa, teknik wawancara, teknik observasi, dan tes kemampuan kimia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif. Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap konsep kimia dasar meningkat secara signifikan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa perkuliahan terintegrasi praktikum dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap konsep kimia dasar. Disarankan agar penelitian ini dikembangkan pada topik-topik kimia lainnya.
KONSEPSI CALON GURU BIOLOGI TENTANG IPA, BELAJAR, DAN MENGAJAR Rustaman, Nuryani; Widodo, Ari
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 2, No 1 (2001): JPMIPA: Volume 2, Issue 1, 2001
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i1.34895

Abstract

A study for one semester in Teaching learning strategy course was carried out to get the profile of biology student teachers conception about science, learning, and science teaching, as we know that constructivist paradigm in education is not just studied as a theory, but needs to be implemented in real teaching learning processes. A number of Biology education students (n =29) were involved as subjects. Their free essay were used as source and were organized through coding and then recoding using specific program (NUD.IST). It was found that there are five categories for their conception about science (i.e. study about nature, collection of knowledge or concepts, research method, the single truth, to worship their Creator); five categories their conception about learning (i.e. changing process, knowledge improvement, conceptual change, thinking process, interaction with environment); and three catagories for their conception about  science teaching (i.e. as fasilitating, knowledge transfer, interaction between teacher and students). Most of biology students have more than one conception (two or three), but none of them has a complete conception about science, learning and science teaching.  Biology student teachers conception about teaching (mostly as knowledge transfer) is paralel with their conception about science (mostly as study about nature) and about learning (mostly as knowledge improvement).  These findings give implication to their supervisor to pay attention more seriously on the students conception abot science, learning, and teaching. Because the way they teach will be influenced by their conception about those things. One suggestion to handle is by giving the student teachers to express their opinion about those things so that they are aware to other conceptions and in turn they will be aware to accept (and apply) conception based on constructivist reference or paradigm.
Co-Authors Aa Juhanda Aay Susilawati Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Munandar Achyani Achyani, Achyani Adi Pasah Kahar Adi Rahmat Adisenjadja, Yusuf Hilmi Adun Rusyana Agustiani, Eka Danti Aldri Frinaldi Alif Yanuar Zukmadini Ana Ratna Wulan Any Fitriani Ari Widodo Ari Widodo Asep Kadarohman Asmawi Zainul Baiq Fatmawati Bambang Supriatno Benny Suprapto Brotosiswoyo Chandra, Didi T. D Hendriwijaya D. Herdiwijaya Dadang Sudirno Dadi Rusdiana Dede Salim Nahdi Devi Nandita Choesin Devi Nandita Choesin Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Diah - Kusumawaty Dian Amirulloh Diana Rochintaniawati Didik Priyandoko Didit T Chandra Dindin Nasrudin Djam'an Satori Dr. Saefudin DWI SURYANTO E. Ermayanti Efendi, Ridwan Eka Cahya Prima Emilia Candrawati Endang Susilawati Esther Sanda Manapa Evi Apriana Fadillah, Nuke Siti Fardhani, Indra Febrian Virijai Fenny Roshayanti Hazrati Ashel Hertien K Hertien K. Surtikanti Hidayat, Toni I Nyoman P Aryantha I Nyoman Pugeg Aryantha I. Ismail, I. Ida Hamidah Ida Kaniawati Ijang Rohman Imtiyaz, Nisrina Zakiyyah Ipin Aripin Ipin Aripin Iriawati Iriawati Irvani, Asep Irvan Iwan Kustiawan Khairul Amri Liliasari , Lilik Hasanah Lilit Rusyati Lilit Rusyati Luky Adrianto Mara Bangun Harahap Mellyta Uliyandari Uliyandari Mimin Nurjhani K Mimin Nurjhani K Minsu Ha Minsu Ha Mr Amprasto Mr Asmawi Zainul Mr Kusnadi Mr Riandi Mr Saefudin Mr Taufik Rachman Mr. Saefudin, Mr. Mrs Kantika Subekti Mrs Sariwulan Diana Mrs Siti Sriyati Mrs Sri Redjeki Muhammad Syaipul Hayat Natadiwijaya, Ismail Fikri Nia Nurdiani Nurhaliza Nurhaliza, Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Oerip S Santoso Oerip S. Santoso Parlindungan Sinaga Purnamasari, Adetia Yeyen Purwati K. Suprapto Purwati Kuswarini Suprapto Putra, Apriza Hongko R. Riandi, R. Regina P. Octavianda, Regina P. Riandi Riandi Riandi Riandi Ridwan Ridwan Rini Solihat Rochman, Syaiful Russamsi Martomidjojo S. Saefudin SADIJAH ACHMAD Saefudin Saefudin Safira Permata Dewi Salahuddin Salahuddin Saputra, Winata Tegar Saputra, Winata Tegar Saputra Satori, Djam'an Setiono Sigit Saptono Siti Sriyati Siti Sriyati Situmorang, Sundy M. S. Sondang R Manurung Sri Anggraeni Sri Maryanti Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Subekti, Kantika Suroso Mukti Leksono Surtikanti Hertien Koosbandiah, Surtikanti Susanti Wulandari Susilawati, Aay TATI NURHAYATI Taufik Rachman Taufik Ramlan amalis Toni Hidayat Topik Hidayat Tri Wahyu Agustina Uus Toharudin Vitta Yaumul Hikmawati Vitta Yaumul Hikmawati Wawan Setiawan Wawan Setiawan Wawan Wahyu Weni Lestari, Weni Widi Purwianingsih Winny Liliawati Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yenny Anwar Yusuf Hilmi A Yusuf Hilmi Adisendjaja Yuyun Maryuningsih