Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA ORGANISASI DAN PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN KALA GROUP Syamsul Rijal; M. Nasir Hamzah; Muslimin Kara; Muh. Sabri AR; M. Wahyuddin Abdullah
Jurnal Iqtisaduna Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v5i1.10809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi dari nilai-nilai Islam dalam membentuk budaya organisasi dan pengukuran kinerja perusahaan Kalla Group. Untuk menganalisisnya digunakan metode Structural Equation Model (SEM) terhadao 143 orang sampel. Adapun hasil penelitian menemukan antara lain, pertama, nilai-nilai Islam telah terimplementasi dengan baik pada budaya organisasi perusahaan dalam lingkup Kalla Group. Kedua, nilai-nilai Islam yang terdiri atas siddiq, istiqamah, fathanah, amanah, dan tabligh tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja dalam penelitian ini. Ketiga, budaya organisasi perusahaan Kalla Group memiliki pengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja dalam penelitian ini. Keempat, budaya organisasi perusahaan dapat menjadi moderator dari nilai-nilai Islam untuk mempengaruhi kinerja.
BISNIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL: INTEGRASI SIRI' NA PACCE DAN ETIKA BISNIS ISLAM M.Wahyuddin Abdullah; Adnan Tahir; Mohd. Sabri AR
Jurnal Iqtisaduna Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v5i2.13249

Abstract

Pandangan konseptual mengenai bisnis yang selama ini terkooptasi oleh pakem “Barat” menyebabkan manusia cenderung memisahkan aspek moral dalam perilaku bisnisnya. Hal tersebut menimbulkan kesadaran akan pentingnya menggali nilai-nilai yang terkandung dalam ekonomi Islam yang lahir dari kearifan lokal suatu masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai siri’ na pacce yang terikat dengan nilai etika Islam yang secara sadar atau tidak telah tertanam dalam perilaku bisnis masyarakat Bugis Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research dengan pendekatan content analysis dan paradigma interpretif yang menekankan pada makna sebuah simbol ataupun teks untuk menemukan integrasi falsafah siri’ na pacce dan etika bisnis Islam dalam membangun bisnis berbasis kearifan lokal. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi perjumpaan secara filosofis-konseptual antara kearifan lokal Bugis Makassar yang tercermin dalam falsafah siri’ na pacce terhadap etika bisnis Islam yang secara operasional terwujud kedalam beberapa hal: menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas ekonomi, memiliki etos kerja sebagai dampak kesamaan hak dalam mencari penghidupan di bumi, berpegang pada konsep pacce, saling memanusiakan satu sama lain (sipakatau), selalu berkata benar (ada’ tonging) dalam setiap aktivitas ekonomi, dan senantiasa menjaga kejujuran (lempu’).
Freedom of Religion and Religious Relations (Construction of Sukarno's Thought) Muhammad Salahuddin; Muhammad Sabri
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 2 No. 2 (2022): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v2i2.119

Abstract

The question of religious connections is constantly linked to the concept of religious freedom, which is a basic human right. This understanding of religion and religiousity must be maintained in order to obtain a tolerance attitude among religious groups. This is essential in development because religion and God are vital to human activity. The principles of the Oneness of God in the Pancasila  s state foundation are the result of the   Indonesian national figures thought about the problems raised above. The final dialogue of the Indonesian nation's founding fathers is the oneness og God as the foundation of all other of Panscasila principles. This article further elaborates on Sukarno's concept of divinity by combining the concepts of perennial philosophy, systems theory, and paradigm shift, which are related to the context of religious life in Indonesia.
Relevansi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Kajian Perspektif Hadis Sabri, Muhammad; Sapri, Yohanes
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jpkin.v3i2.767

Abstract

In negative accusations about the narrative of Islam Nusantara, conflict embryos arise in society. So it is interesting for the writer to explore the relevance of Nusantara Islamic values in the study of hadith. The formulation of the problem of this research is, how is the typology of the Prophet in accepting the cultures of his time, and how is the compatibility of the paradigm of Islam Nusantara with the hadith of Rasulullah SAW. The data sources for this research are hadith books, books, scientific papers, articles, and websites related to the theme of the discussion. The data collection technique is by collecting material manually and through mass media such as Google Scholar, Google Books, and other media whose credibility can be trusted. The data analysis techniques in this research are reading, studying, analyzing, reducing, and then drawing conclusions to get new information from a study. The findings are, the way Rasulullah SAW treats culture, namely, first, revising culture in the direction of Islamic values. Second, explicitly reject a culture that is entirely contrary to Islamic teachings. Third, accept a culture if it does not conflict with Islamic teachings. Furthermore, the Islam Nusantara syllogism is relevant or compatible with the way the Prophet perceived the culture that developed in his time.
Rekonstruksi Pemikiran Muhammad Quraihs Shihab Terhadap Hadis Bernuansa Misoginis Sabri, Muhammad; Wendry, Novizal
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.5967

Abstract

Pada zaman sekarang pemahaman hadis misoginis terhadap perempuan belum bisa dinegasikan secara sempurna. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang tekstual dan tidak komprehensif dalam memaknai hadis. Begitupun dengan pemahaman para ulama terdahulu sesuai konteksnya, bias apabila dipahami pada zaman sekarang. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi pemikiran Quraish Shihab terhadap hadis “penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam yang bengkok” melalui pemikirannya yang ramah gender dan tafsir progresifnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan resiprokal (qiraat mubadalah). Hasil pembacaan terhadap literatur menunjukkan bahwa maksud dari tulang rusuk yang bengkok bukanlah bentuk pelecehan, akan tetapi hanyalah sebagai ilustrasi. Kemudian, filosofi tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan, yang mana apabila dikeraskan akan mendapatkan kesulitan bagi laki-laki dalam memperbaikinya. Hal ini bertujuan supaya kaum laki-laki menyadari dan memahami karakter perempuan, agar terciptanya sikap bijaksana terhadap perempuan. Distingsi pemaknaan hadis tersebut dengan mufassir lain yakni, mufassir lain menafsirkan tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan yang mudah bengkok, lemah dan mudah terpengaruh. Maka Pemikiran Muhammad Quraish Shihab bisa menjadi rekomendasi dalam memahami hadis-hadis yang bernuansa misoginis terkhusus pembahasan hadis kekerasan seksual (diciptakan perempuan dari tulang rusuk Nabi Adam). Hal ini bertujuan agar pembiasan pemahaman dan tindakan terhadap perempuan bisa diminimalisir dengan baik.
Jama’ah Tabligh’s Perspectives on Misogynistic Hadiths Sabri, Muhammad; Safri, Edi; Sarwan, Sarwan
Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol 5, No 1 (2023): Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mashdar.v5i1.5989

Abstract

This study aims to explore the understanding of the Jama'ah Tabligh of Masjid Muhammadan, whose understanding of misogynistic hadiths tends to be contextual. It is interesting for the author to explore what factors influence the dynamism of the Jama'ah Tabligh's understanding of hadiths, as the paradigm about the Jama'ah Tabligh is gender-biased and understanding hadiths in a literal-textual manner. The problem to be examined is to explore the Jama'ah Tabligh's understanding of the hadith about a wife's reluctance to have intimate relations with her husband, a wife's entry into paradise with the husband's consent, and what factors underlie the dynamism of their thinking. This research uses a descriptive qualitative method with a phenomenological and gender approach. The data collection techniques used are semi-structured interviews with Jama'ah Tabligh of Masjid Muhammadan who have become 'amir in khuruj (selected objectively) and documentation, namely the books Riyadhus Shalihin and Fadhail 'Amal. The findings of this study are that in the matter of intimate relationships and wives' obedience to their husbands, they tend to be fair and balanced, treating their wives humanely and in accordance with Islamic teachings, while the factors underlying their thinking are the ideologies they embrace, which consist of Muhammadiyah and NU. Thus, it can be concluded that the Jama'ah Tabligh of Masjid Muhammadan tends to be contextual in understanding misogynistic hadiths, as the issue of the husband-wife relationship for them must consider the condition of a wife (intimate relationships and obedience of the wife). Furthermore, the dynamic reception of the Jama'ah Tablig is believed that they are no longer fanatical about the Jama'ah Tabligh ideology itself, but rather bring their own ideologies into the Jama'ah Tabligh group.
Optimalisasi Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Ummat Supyan, Asri; Aidil Adha, Muhammad; Arba’i, Wahid; Wahyudi, Ihsan; Sabri, Muhammad; Arifin, Zainul; Wati, Jusrida; Sa'diah, Halimatus; Alawiyah, Faizah; Adawiyah, Rabiatul
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v4i1.714

Abstract

This community service program aims to improve the prosperity of the mosque, especially in increasing the participation of the congregation in religious activities and to improve the knowledge and understanding of the Dasan Lendang hamlet community regarding the optimization of the role of the mosque. This Community Service activity uses the Participatory Action Research (PAR) approach. The method used in this service is Socialization and mentoring. The results of this service, there are several activities carried out to optimize the role of the mosque, namely: socialization through studies and lectures held twice a week every Thursday and Sunday nights, discussions and questions and answers held once a week every Tuesday night, providing assistance in reading the barzanjian which is held once a week every Monday night, and the yasinan which is held once a week every Friday night. With the implementation of socialization and mentoring, the mosque management has become more active and has made the mosque more alive, for children, youth and parents. So that the mosque becomes a place for various activities for the community.
MENEMUKAN KEMBALI SPIRIT KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB: TIMBANGAN NALAR PHILOSOPHIA PERENNIS Sabri, Muhammad
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 1 No 1 (2021): Refleksi dan Rekonstruksi Kelahiran Pancasila 1 Juni dalam Menjawab Komplek Perma
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di sebilah pagi cerah. Sekumpulan burung gereja bermain di trotoar. Bayangan pepohonan rindang rebah di rerumputan. Di Istana Negara, di langit cerah, Presiden Sukarno—di hadapan kader-kader Pancasila—pada 5 Juli 1958 memberi “Kursus Pancasila” dan mengurai secara mendalam “Perikemanusiaan dan Pancasila.” Sukarno mendaku, “Menschlichtkeit, kemanusiaan itu memang dari dulu ada. Rasa perikemanusiaan adalah hasil daripada pertumbuhan rohani, hasil daripada pertumbuhan kebudayaan, hasil daripada alam tingkat rendah ke taraf yang lebih tinggi. Perikemanusiaan adalah hasil daripada evolusi di dalam kalbunya manusia.”(sukarno, 1958). Pada saat yang sama, Mohammad Hatta dan Ki Hajar Dewantara, membentangkan semesta pemikiran mereka perihal kemanusiaan universal, yang jiwa, yang raga, keadaban, dan keadilan yang niscaya hadir dalam detak jantung sejarah kemanusiaan amat panjang. Berikut ini akan ditelaah lebih dalam, fundamental idea pikiran genial para pendiri negara, khususnya perihal “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” menyusul gelombang globalisasi yang kini menghantam setiap sendi kemanusiaan kita yang autentik.
Buya Hamka's Hermeneutics on Misogyn Hadiths Madola, Nofri; Sabri, Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15234

Abstract

Tujuan tulisan ini mengekplorasi Hermeneutika Hamka terhadap hadis-hadis misogini agar menjadi pertimbangan era kontemporer, disaat maraknya distorsi pemahaman hadis yang bernuansa segregasi terhadap kaum perempuan. Adapun metode dalam penelitian ini yakni, kualitatif deskrtiptif, atau kajian berbasis pustaka dan bukan kajian lapangan. Langkah dalam penelitian ini adalah mengumpulkan referensi tentang hadis yang bernuansa misogini dalam karangan Buya Hamka, yang penulis ambil sebagai sumber primer yakni, Buya Hamka Berbicara Tentang Wanita, Tafsir Al-Azhar, Studi Islam dan sebagai sumber sekunder seperti, referensi dari artikel, majalah, buku, yang berkaitan dengan tema pembahasan. Teknik analisis data yaitu, membaca, menganalisa secara kritis dan menarik konklusi secara objektif. Adapun hasil temuan dalam pemabahasan ini yakni, Hamka dalam memahami hadis misogini tidak hanya bersandar tekstual hadis, melainkan dengan pemaknaan kontekstual dan komprehensif. Selanjutnya, Hamka dalam memahami hadis-hadi misogini memberikan keistimewaan terhadap kaum perempuan, bukan mengucilkan, dan merendahkan. Melainkan memberikan hak-hak perempuan sesuai porsi kelayakan sebagai perempuan.
Rekonstruksi Pemikiran Muhammad Quraihs Shihab Terhadap Hadis Bernuansa Misoginis Sabri, Muhammad; Wendry, Novizal
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.5967

Abstract

Pada zaman sekarang pemahaman hadis misoginis terhadap perempuan belum bisa dinegasikan secara sempurna. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang tekstual dan tidak komprehensif dalam memaknai hadis. Begitupun dengan pemahaman para ulama terdahulu sesuai konteksnya, bias apabila dipahami pada zaman sekarang. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi pemikiran Quraish Shihab terhadap hadis “penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam yang bengkok” melalui pemikirannya yang ramah gender dan tafsir progresifnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan resiprokal (qiraat mubadalah). Hasil pembacaan terhadap literatur menunjukkan bahwa maksud dari tulang rusuk yang bengkok bukanlah bentuk pelecehan, akan tetapi hanyalah sebagai ilustrasi. Kemudian, filosofi tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan, yang mana apabila dikeraskan akan mendapatkan kesulitan bagi laki-laki dalam memperbaikinya. Hal ini bertujuan supaya kaum laki-laki menyadari dan memahami karakter perempuan, agar terciptanya sikap bijaksana terhadap perempuan. Distingsi pemaknaan hadis tersebut dengan mufassir lain yakni, mufassir lain menafsirkan tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan yang mudah bengkok, lemah dan mudah terpengaruh. Maka Pemikiran Muhammad Quraish Shihab bisa menjadi rekomendasi dalam memahami hadis-hadis yang bernuansa misoginis terkhusus pembahasan hadis kekerasan seksual (diciptakan perempuan dari tulang rusuk Nabi Adam). Hal ini bertujuan agar pembiasan pemahaman dan tindakan terhadap perempuan bisa diminimalisir dengan baik.