Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD COORPORATE GOVERNANCE) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN KARYAWAN PELAKSANA DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PTPN-III) UNIT KEBUN SEI MANGKEI Ozyana Mahenda Sari; Salmiah Salmiah; Muhammad Roem
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.28 KB)

Abstract

ABSTRAK Good Corporate Gorvenance mempunyai dampak yang baik bagi peningkatan pendapatan karyawan dan perusahaan dalam hal ini menyangkut target kerja terhadap realisasi kerja, Good Corporate Gorvenance juga memberikan peluang kepada karyawan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam peningkatan kesejahteraan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Deskriptif berganda Jumlah sampel ditentukan sebanyak 50 orang, dengan pertimbangan bahwa sampel adalah Karyawan Pelaksana. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Manfaat yang diperoleh karyawan pelaksana sebelum penerapan adalah hanya berupa manfaat fasilitas berupa lembur, premi, tunjangan dan gaji pokok saja, sedangkan sesudah penerapan adanya banyak manfaat fasilitas yang berbagai macam yaitu manfaat fiskal, manfaat fisik dan manfaat lainnya. Penerapan Good Corporate Governance terhadap peningkatan pendapatan karyawan berdampak kepada sistem penggajian dan gaji pokok yang semakin lama semakin bertambah karena penerapan ini berpengaruh kepada kesejahteraan karyawan pelaksana yang semangat bekerja sehingga berpengaruh juga kepada keuntungan perusahan menjadi lebih efektif dan efisien.   Kata Kunci : Good Corporate Governance (GCG), Pendapatan karyawan ABSTRACT Good Corporate Gorvenance have a good impact on the income of employees and the company in this regard involves work towards the realization of the target job, Good Corporate Gorvenance also provide an opportunity for employees to earn extra income in a welfare improvement. With the Good Corporate Gorvenance employee performance and management of the company will be better so as to benefit both parties. Mangkei sei garden is one unit of the PT. Perkebunan Nusantara III were Simalungun district of North Sumatra, which is engaged in CPO (Crude Palm Oil), palm kernel and palm oil downstream products. Data analysis method used is descriptive method multiple number of samples is determined by 50 people, with the consideration that the sample is Managing Employees. The research concludes that: managing employee benefits earned prior to the application is the only facility in the form of benefits in the form of overtime, premiums, allowances and basic salary only, while there are many benefits after the implementation of a wide range of facilities that fiscal benefits, physical benefits and other benefits. Implementation of Good Corporate Governance for increased revenue impact to employee payroll system and base salary increases progressively as the application of this effect to the welfare of employees implementing the spirit of work that affect company profits as well as to become more effective and efficient. Keywords: Good Corporate Governance (GCG), Revenue employees
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI STROBERI DI DESA DOLAT RAYAT KECAMATAN DOLAT RAYAT KABUPATEN KARO Rovilino Fristama; Kelin Tarigan; Salmiah salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.901 KB)

Abstract

Abstrak Tanaman stroberi cocok diusahakan di daerah Tanah Karo, salah satunya terdapat di desa Dolat Rayat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah usahatani stroberi di daerah penelitian dikatakan optimal atau tidak optimal. Usahatani stroberi di daerah penelitian menggunkan faktor/input produksi yang terdiri dari lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja dan obat-obatan. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Penentuan dan penarikan sampel dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder dan data primer. Metode analisis data dianalisis dengan menggunakan analisis fungsi produksi, yaitu regresi linier berganda dengan menganalisis apakah faktor luas lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja dan obat-obatan mempengaruhi produksi stroberi di daerah penelitian dan metode efisiensi dianalisis dengan menggunakan analisis efisiensi penggunaan faktor produksi yaitu efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor produksi lahan, bibit, pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja di daerah penelitian mempengaruhi produksi usahatani stroberi secara serempak dan secara parsial tidak mempengaruhi dan penggunaan faktor produksi di daerah penelitian belum optimal. Kata Kunci : Efisiensi, Faktor Produksi dan Usahatani stroberi Abstract Strawberry plant match cultivated at Tanah Karo area, one of them is present in the Dolat Rayat village. The study was conducted to determine whether the strawberry farms in the research area said to be optimal or not optimal Strawberry farm in research area using factors/inputs consisting land, seed, fertilizer, labor and medicine. Methods to determine the research area determined purposive. Determination and sampling  cencus conducted. Data collected in this research consisted of secondary data and primary data. Methods of data analysis were analyzed by using analysis of the production function, that is linear regression by analyzing whether the factors of land, seed, fertilizer, labor and medicine affect strawberry production in the research area and the efficiency of the method were analyzed using analysis of the efficiency of the use of production factors, namely economic efficiency. The results showed that Production factors of land, seed, fertilizer, medicine and labor in the research  area affects strawberry farm production simultaneously and is partially affected and the use of factors of production in the research area is not optimal. Key Word : Efficiency, Factor of Production, Strawberry Farm
ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PEMASARAN IKAN KERAPU TANGKAP (Ephinephelus tauvina) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Rias Tampani Lubis; Rahmanta Ginting; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.876 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi eksisting pengelolaan ikan kerapu di daerah penelitian, menganalisis tingkat pendapatan nelayan dan pedagang ikan kerapu serta  menentukan strategi pemasaran ikan kerapu di daerah penelitian. Metode Penelitian yang digunakan secara purposive, dengan analisis data deskriftif, dan analisis SWOT. Dari Hasi penelitian diperoleh, strategi pemasaran ikan kerapu oleh nelayan di daerah penelitian adalah mendapatkan hasil ikan yang lebih banyak dengan mendeteksi dan mengatur waktu penangkapan ikan, Ikan dijual di Tempat Pelelangan Ikan di tiap-tiap daerah, Memperbanyak produksi ikan hingga berhasil menjadi eksportir serta melakukan penjualan kedaerah lain. Perbanyak tenaga kerja agar mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Perbanyak produksi dan pilih ikan yang berkualitas untuk meningkatkan harga jual, mengadakan promosi ke daerah lain agar mendatangi Tempat Pelelangan Ikan. Perbanyak intensitas komunikasi dengan pedagang agar diberikan informasi yang bermanfaat. Dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh pedagang adalah memperluas usaha di daerah lain. Memanfaatkan tenaga kerja yang ada agar ikut menangkap ikan di laut dan juga membantu memasarkan ikan kerapu, mengadakan pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan Dinas Perikanan. Memilih jenis ikan berkualitas untuk meningkatkan harga jual, Meningkatkan promosi  sampai ke luar negeri serta adakan kerjasama antar negara melalui bantuan pemerintah. Kata Kunci : Pendapatan, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT danIkanKerapu Tangkap. ANALYSIS OF INCOME AND MARKETING STRATEGY CAPTURE GROUPER FISH (Ephinephelus tauvina) IN SERDANG BEDAGAI ABSTRACT This study aims to clarify existing condition grouper management in the area of ​​research, analyzing the level of income of fishermen and traders grouper and grouper determine marketing strategies in the study area. Methods The study used purposive, with descriptive data analysis, and SWOT analysis. From the results obtained, a marketing strategy by grouper fishermen in the study area is getting the fish more time to detect and regulate fishing, fish sold at the fish auction place at each region, Increase fish production to successfully become an exporter and do sales of other regions. Expand the labor force in order to get more catches. Increase production and select quality fish to increase the selling price, holding the promotion into other areas in order to come to the fish auction place. Increase the level of communication with the merchant that provided useful information. And marketing strategies undertaken by the trader is expanding the business in other areas. Utilizing the existing workforce in order to catch fish in the sea and also help market grouper, conducting education and training involving the Fisheries Department. Choosing the type of quality fish to increase selling prices, increase promotion to overseas and interstate cooperation forged through government assistance. Keywords: Revenue, Marketing Strategy, SWOT Analysis and Grouper Fishing.
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI POLA DIVERSIFIKASI DENGAN MONOKULTUR PADA LAHAN SEMPIT Suci Rahmadani; Salmiah Salmiah; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.686 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan total biaya produksi pada usahatani pola diversifikasi dengan usahatani pola monokultur, menganalisis perbandingan penerimaan pada usahatani pola diversifikasi dengan pola monokultur, membandingkan tingkat pendapatan usahatani pola diversifikasi dengan pola monokultur dan menganalisis R/C ratio pada usahatani pola monokultur dan diversifikasi. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani. Petani responden ditentukan secara acak berstrata sederhana secara proporsional (proportional stratified random sampling) sebanyak 30 orang yang terdiri dari 18 orang petani pola monokultur dan 12 pola diversifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik uji beda rata-rata dua sampel bebas (independent sampel t-test). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi pada usahatani pola diversifikasi lebih daripada monokultur, penerimaan pada usahatani pola diversifikasi lebih besar daripada monokultur, pendapatan pada usahatani pola diversifikasi lebih besar daripada monokultur dan nilai R/C ratio pada usahatani pola monokultur dan diversifikasi >1, yang artinya usahatani yang dilakukan pada pola monokultur dan diversifikasi layak atau menguntungkan bagi petani. Kata Kunci : diversifikasi, monokultur, uji beda   ABSTRACT The aims of research is to analyze the total cost comparison in diversification with monoculture farm, to analyze the revenue comparison in diversification with monoculture farm, to compare the farm income level in diversification and monoculture, and to analyze R/C ratio in monoculture and diversification farm. This research use primary data which obtained from farmers. The farmers taken randomly (proportional stratified random sampling). There are 30 persons consist of 18 person did monoculture farm and 12 persons did diversification farm. The analysis methods by using statistical analysis of different test (independent sample t-test). The result shows that total cost in diversification is bigger than monoculture farm, the revenue in diversification is bigger than monoculture farm, the income in diversification is bigger than monoculture farm, and the values of R/C ratio in  monoculture and diversification farm are more than one (>1), that means monoculture and diversification farm have given  profit for farmers. Keywords : diversification, monoculture, different test
ESTIMASI PANGSA PASAR DARI BERBAGAI JENIS PRODUK MIE INSTAN DENGAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV DI KOTA MEDAN Kartika Fidesia Purba; Luhut Sihombing; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.693 KB)

Abstract

Perkembangan dunia usaha saat ini telah membawa persaingan yang ketat diantara pelaku dunia usaha untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas lagi. Berbagai pendekatan dilakukan untuk mendapatkan simpati masyarakat/ konsumen baik melalui peningkatan mutu atau kualitas dengan menggunakan teknologi tinggi maupun peningkatan sumber daya manusia. analisis Rantai Markov adalah suatu metode yang mempelajari sifat-sifat suatu variabel pada masa sekarang yang didasarkan pada sifat-sifatnya di masa lalu dalam usaha menaksir sifat-sifat variabel tersebut di masa yang akan datang.Persaingan untuk mendapatkan yang terbaik telah menempatkan konsumen sebagai pengambil keputusan.Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini ternyata berdampak positif terhadap industri makanan instan, terutama industri mie instan. Tidak dapat dipungkiri, mie memang sudah menjadi bagian penting dalam pola makan rumah tangga, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan.Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima merek yang diteliti, Indomie merupakan merek yang paling banyak diminati, dengan berbagai pertimbangan konsumen. Kata kunci : Pangsa Pasar, Rantai Markov, Perilaku Konsumen, Mie instan ABSTRACT The development ofthe business worldtoday has broughtintense competitionamongthe businessactorsto gainmarket shareeven further.Various approaches aretaken toget thesympathy ofthe public / consumerseither throughquality improvementorquality by usinghigh technologyandhuman resource. Markovchainanalysisisamethod of studyingthe properties of avariablein the presentbased onits propertiesin the pastin an effort toassessthe properties ofthese variablesinthe future. Competition forthe best hasput consumersas decisionmakers.Shiftingconsumption patternsprovedpositive impact onthe instantfood industry, especially theinstant noodle industry. Undeniably, thenoodlesare alreadyan important part ofthe householddiet, not onlyin urbanbut alsoin rural areas.Consumer behaviorrelated reasonsand pressuresthat influencethe selection, purchase, use, and disposal ofgoods and servicesaimed atsatisfyingthe needsandpersonal desires. Consumer behaviorfocuses onactivities associatedwith theconsumptionofindividu. The results showed thatofthe fivebrandsstudied,Indomieisthe mostpopularbrand, with a wide rangeof consumerconsiderations. Keywords:Market Share, MarkovChain, ConsumerBehavior, instantnoodles
HUBUNGAN SISTEM PREMI PANEN KELAPA SAWIT DENGAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. PP LONDON SUMATERA Muhammad Fahreza; Salmiah Salmiah; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sistem panen dan premi panen yang berlaku dilokasi penelitian; (2) menganalisis tingkat kinerja dan kepuasan kerja; (3) menganalisis hubungan premi panen terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan panen di lokasi penelitian. Metode yang digunakan (1) masalah pertama menggunakan metode deskriptif; (2) masalah kedua menggunakan metode Likert; (3) masalah ketiga menggunakan metode Analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian diperoleh (1) Sistem panen yang berlaku di daerah penelitian adalah dimulai dari memotong tandan matang panen sesuai kriteria, mengutip dan mengumpulkan brondolan, menyusun tandan di tempat pengumpulan hasil, merencek pelepah menjadi tiga bagian dan diletakan di tempat yang ditentukan. Premi panen diberikan kepada pemanen dengan melihat hasil borongan. Premi panen telah ditetapkan dalam RKAP tahun berjalan berdasarkan tingkat topografi areal (rata dan bukit). Dari penelitian yang dilakukan di PT. PP London Sumatera Kebun Rambung Sialang, Divisi 04 memiliki topografi  datar (rata) sehingga tidak terdapat perbedaan perhitungan premi; (2) Tingkat kinerja pemanen sampel di daerah penelitian diperoleh nilai rata-rata skor pemanen adalah 60,33 termasuk kategori baik. Kepuasan kerja pemanen sampel di daerah penelitian diperoleh nilai 65,85 termasuk kategori puas; (3) Terdapat hubungan yang nyata antara penerimaan premi dengan tingkat kinerja dan terdapat hubungan yang nyata antara penerimaan premi dengan kepuasan kerja.   Kata Kunci:Pemanen, Panen, Premi, Kinerja, Kepuasan Kerja.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sistem panen dan premi panen yang berlaku dilokasi penelitian; (2) menganalisis tingkat kinerja dan kepuasan kerja; (3) menganalisis hubungan premi panen terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan panen di lokasi penelitian. Metode yang digunakan (1) masalah pertama menggunakan metode deskriptif; (2) masalah kedua menggunakan metode Likert; (3) masalah ketiga menggunakan metode Analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian diperoleh (1) Sistem panen yang berlaku di daerah penelitian adalah dimulai dari memotong tandan matang panen sesuai kriteria, mengutip dan mengumpulkan brondolan, menyusun tandan di tempat pengumpulan hasil, merencek pelepah menjadi tiga bagian dan diletakan di tempat yang ditentukan. Premi panen diberikan kepada pemanen dengan melihat hasil borongan. Premi panen telah ditetapkan dalam RKAP tahun berjalan berdasarkan tingkat topografi areal (rata dan bukit). Dari penelitian yang dilakukan di PT. PP London Sumatera Kebun Rambung Sialang, Divisi 04 memiliki topografi  datar (rata) sehingga tidak terdapat perbedaan perhitungan premi; (2) Tingkat kinerja pemanen sampel di daerah penelitian diperoleh nilai rata-rata skor pemanen adalah 60,33 termasuk kategori baik. Kepuasan kerja pemanen sampel di daerah penelitian diperoleh nilai 65,85 termasuk kategori puas; (3) Terdapat hubungan yang nyata antara penerimaan premi dengan tingkat kinerja dan terdapat hubungan yang nyata antara penerimaan premi dengan kepuasan kerja.   Kata Kunci:Pemanen, Panen, Premi, Kinerja, Kepuasan Kerja.
ANALISIS KOMPARASI PENGGUNAAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA USAHATANI PADI ORGANIK DAN PADI NON ORGANIK Harley Hutagaol; Tavi Supriana; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pencurahan tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga pada usahatani padi organik dan padi non organik, perbedaan produktivitas tenaga kerja padi organik dan padi non organik, perbedaan biaya tenaga kerja pada usahatani padi organik dan padi non organik. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, dengan besar sampel ialah 48 sampel. Terdiri dari 18 sampel petani padi organik yang ditentukan dengan metode sensus dan 30 sampel petani padi non organik yang ditentukan dengan metode slovin. Metode analisis data untuk seluruh hipotesis dianalisis dengan uji beda rata-rata independent-sample. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang nyata penggunaan dan biaya tenaga kerja pada usahatani padi organik dan padi non organik. Penggunaan tenaga kerja pada usahatani padi organik lebih rendah daripada penggunaan tenaga kerja pada usahatani padi non organik. Biaya penggunaan tenaga kerja pada usahatani padi non organik lebih rendah daripada usahatani padi organik. Namun pada produktivitas tenaga kerja, tidak terdapat perbedaan nyata diantara usahatani padi organik dan padi non organik. Kata Kunci: Penggunaan Tenaga Kerja, Produktivitas, Biaya.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMBU BIJI DI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Cut Yunita Sari; Salmiah Salmiah; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT CUT YUNITA SARI (110304012) dengan judul skripsi “Analisis Kelayakan Usahatani Jambu Biji di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Salmiah sebagai Ketua Komisi Pembimbing, MS dan Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS. sebagai Aggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember  tahun 2015 di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Wilayah penelitian ditetapkan secara purposive. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh input terhadap produksi usahatani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan, untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan, untuk menganalisis perbandingan kelayakan usahatani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling dengan besar sampel 60 sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier berganda, metode pendapatan,  metode kelayakan R/C dan B/C, dan uji beda rata-rata (Independent Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama adalah input produksi yang mempengaruhi produksi usahatani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan secara simultan parsial yaitu jumlah pohon, tenaga kerja, dan umur tanaman., ada perbedaan  pendapatan petani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan, dan  tidak ada perbedaan kelayakan usahatani jambu biji yang baru menghasilkan dan yang sudah lama menghasilkan, kedua usahatani tesebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci : jambu biji, input, produksi, pendapatan, dan analisis kelayakan
ANALISIS SUMBER-SUMBER DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT DESA PARADUAN KECAMATAN RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR Vanny Vitha M.S; Luhut Sihombing; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober tahun 2015 di Desa Paraduan, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir. Daerah penelitian ditetapkan secara purposive.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sumber-sumber pendapatan masyarakat, untuk mengetahui distribusi pendapatan masyarakat, untuk mengetahui tingkat pengeluaran masyarakat¸serta untuk mengetahui tingkat kemiskinan masyarakat di Desa Paraduan.Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber pendapatan masyarakat menggunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui distribusi pendapatan masyarakat menggunakan analisis gini ratio, untuk mengetahui tingkat pengeluaran masyarakat.menggunakan analisis deskriptif, dan untuk mengetahui tingkat kemiskinan menggunakan indikator BPS dan Upah Minimum Regional.Hasil penelitian menyatakan bahwa sumber-sumber pendapatan masyarakat berasal dari sektor pertanian dengan mengusahakan Kopi Arabika sebagai komoditi utama, kemudian cengkeh, jahe, cabai rawit, padi, dan beternak sebagai komoditi sampingan, dan dari sektor non-pertanian PNS, buruh tani, buruh bangunan, dan supir, distribusi pendapatan masyarakat adalah 0,4 yang artinya tingkat ketimpangan berada dalam kategori menengah, pengeluaran masyarakat untuk pangan sebesar 63,06% meliputi: beras 30,19%, lauk pauk 19,89%, bumbu 9,13%, bahan pelengkap 3,86% dan untuk non pangan sebesar 36,94% meliputi: perumahan 4,80%, sandang 4,05%, pendidikan 12,05%, kesehatan 3,9%, transportasi 4,31%, telekomunikasi 2,54%, iuran/arisan 1,69%, dan lainnya 3,59%, masyarakat berada dalam kategori tidak miskin menurut BPS dari segi pendapatan dan tabungan, serta tergolong miskin menurut indikator Upah Minimum Regional. Kata Kunci :sumber, distribusi, pendapatan
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN KEDELAI MENJADI TAHU Debi Pratama; Salmiah Salmiah; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan kacang kedelai untuk menghasilkan produk olahan dan untuk mengetahui rasio nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kacang  kedelai di daerah penelitian. Hipotesis menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan untuk melihat berapa besar nilai tambah dari proses pengolahan kacang kedelai sampai menjadi tahu maka digunakan rumus perhitungan nilai tambah dari metode sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan tahu di daerah penelitian masih menggunakan teknologi yang sederhana. Bahan baku utama pengolahan tahu adalah kacang kedelai. Proses pengolahan setiap produk dimulai dari persiapan bahan, proses pengolahan dan proses pengemasan. Adapun biaya penggunaan bahan baku dalam sekali produksi adalah Rp. 1.125.000.-, biaya penggunaan alat atau bahan penunjang adalah Rp. 111.071.- sedangkan HKO tenaga kerja adalah 1,93. Nilai tambah dari olahan kedelai (tahu) yaitu sebesar  Rp. 303.929,00/proses produksi dengan rasio nilai tambah 19,74%. Kata Kunci: Tahu, Kacang Kedelai, Nilai Tambah
Co-Authors Abdul Halim Lubis Abdul Rauf Abdurrahman, Tanridio Silviati Delfina Abeth Desika Simbolon Ade Irma Aditiawarman, Andika AH, Nurkamelia Mukhtar Akhwan, Akhwan Alexander Limbong Alief Ya Hutomo ALTIM, MUHAMMAD ZAINAL Amalina, Viona Andi Syarifuddin Andi Syarifuddin Angel Santana Tarihoran Annisa Fitri, Annisa Anwar Fatah Ary Munandar Hasibuan Aswari, Aan AT Hutajulu Aulia Fatma, Aulia Azrani, Utari BASALAMAH, ABDULLAH Budi B T Cut Yunita Sari Damayanti, Nela Debi Pratama Debora H Sirait Delvina, Tanridio Silviaty Dewi, Novriana Dicki Hartanto Donny L. Ebenezer S Dwi Utari elisa putri Fachreza fachreza Fadiah Atikah Fadillah, Fanny Suci Faisal Azhari Baldan Panjaitan, Faisal Azhari Fakhiran Akmal Farisa, Ghefira Fauziah, Lily Fenny Harrika Fitrah Aulia Hasibuan Fitri Rizki Armilia Futty Audina Matondang Grace Anasthasya Habibi Azhar Hamdi BM, Ni'mal Haposan Hutabarat Hariani M. Pakka Harley Hutagaol Hartono, Sriwijanaka Yudi Hendryan, Derevie Herbert Leonardy HERI TAHIR Husen, La Ode Husna Fadhillah Hasibuan I Made Suyasa I Nyoman Subanda Ilham Ilham Imam Syauqani Taswin Indah Situmorang Iqrom, Al-Iqrom Septari Irfan Sujani Iskandar Albin Iskandarini Iza Zainatulloh Hulhidayati Jahtra Ginting Johana Angel Natalia Karolina Bangun Kartika Fidesia Purba Kasim, Fadly Kelin Tarigan Khairul Rasyid Leo Andre Sembiring Lilis Suriyani Lily Fauzia Luhut Sihombing Lukman Hakim M. Arief W G M. Jufri M. Sulton Aulia Masa, Anas Masa, M. Anas Masa, Muhammad Anas Maujud, Fathul Mavianti, Mavianti Mawaddah Fitria Maz Julian Pratama T. Mohamad Jailani Muhammad cahyadi Muhammad Fahreza Muhammad Rivai Muhammad Roem Muhammad Sayuti Muhti, Egy Diasafitri Muliatno, Muliatno Munizar Munizar, Munizar Nabila, Nabila Nadia Gina Hillarya Nasution, Herry Syahbanuddin Nazly A. Lubis Ni Luh Putu Suwarsi Udiani Nirmasari Sigit Nora Maulina Novita Dwiyana Siagian Novita, Yulia Nur Asiah Nursamsi Nursamsi Nurul Nurul Ozyana Mahenda Sari Pakka, Hariani Ma’tang Poppy Amanda Sari Nasution Purnama Sari Sitorus Purnama, Indra Purnamawati Purnamawati Rahman, Muhammad Natsir Rahmanta Ginting Rani Crystian Purba Ratna Gultom Reigana Gabriel Laurens Retno Anggita Putri Rias Tampani Lubis Rindhi Udiah Pertiwi Rini Silvia Dewi Ristiliana Ristiliana Riyani Dwikaputri Rohani Rohani Roi Andiar Haloho Rovilino Fristama Saad, Andi Muhammad Safira Achmad Pane Saidah Suyuti Sari, Herlini Puspika Sari, Nitri Patika Sari Satia Negara Satia Negara Lubis Silvia Febrianti Sinar Indra Kesuma Siti Vanny Mandry Sok, Vann Sri Fajar Ayu Sri Hidayati Yusna Sriwijanaka Surbakti, Natalie Jessica Regina Syahrial Ramadhan Syahrul Syahrul TATI NURHAYATI Tauvani, A. Yuli Tavi Supriana Thomson Sebayang Tia Hanita Tanjung Tiurma Yosevin Purba Tri Rahmadani Utami, Khairuna Utami, Khairuna Vanny Vitha M.S Veronika Sitanggang Wati, Indah Wella Grace Sihite Wibowo, Rulianda P. Yogi Yunefri, Yogi Yonda Aziz Rohansyah Yuliana Yuliana Yusak Maryunianta