Claim Missing Document
Check
Articles

Ekspresi E-Cadherin dan MMP-9 pada Karsinoma Nasofaring Tanpa Metastasis, dengan Metastasis Awal dan Metastasis Lanjut Kelenjar Getah Bening Astuti, Alief Yudo; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 2, Mei 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Proses metastasis pada kelenjar getah bening karsinoma nasofaring melibatkan beberapa protein, diantaranya adalah E-cadherin dan MMP-9. E-cadherin merupakan glikoprotein transmembran yang berperan dalam adhesi antarsel epitel. Penurunan E-cadherin menyebabkan ikatan antarsel menjadi renggang dan mudah lepas. MMP-9 merupakan protease yang dihasilkan oleh sel tumor dan mampu mendegradasi membran basalis dan matriks ekstraseluler. Sel kanker melepaskan dirinya dan menembus membran basalis melalui aktifitas MMP-9. E-cadherin dan MMP-9 diduga berperan dalam proses invasi dan metastasis karsinoma nasofaring. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran ekspresi E-cadherin dan MMP-9 pada karsinoma nasofaring tanpa metastasis, metastasis awal dan metastasis lanjut sebagai dasar terapi target untuk meningkatkan ekspresi E-cadherin dan menurunkan ekspresi MMP-9. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin biopsi karsinoma nasofaring WHO tipe 2 dan tipe 3 dengan diagnosis secara histopatologik di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo mulai Januari 2012-Desember 2013. Sampel dikelompokkan menjadi 3 yaitu kelompok tanpa metastasis, metastasis awal dan metastasis lanjut. Dilakukan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan antibody monoclonal anti E-cadherin dan anti MMP-9. Derajat ekspresi E-cadherin dan MMP-9 dinilai berdasarkan persentase sel yang tercat positif. Perbedaan ekspresi E-cadherin dan MMP-9 dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan Games-Howell. Hasil Didapatkan perbedaan ekspresi E-cadherin yang bermakna pada karsinoma nasofaring tanpa metastasis dan metastasis awal dengan karsinoma nasofaring metastasis lanjut (p
Ekspresi CK-18 dan SMA pada Karsinoma Mukoepidermoid dan Adenoma Pleomorfik Kelenjar Liur Wulansari, Ida Septika; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 3, September 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Sebagian besar diagnosis karsinoma mukoepidermoid dapat ditegakkan dengan pulasan hematoxylin eosin. Pada beberapa kasus karsinoma mukoepidermoid terutama low grade sulit dibedakan dari lesi jinak, karena semua komponen tumor berdiferensiasi baik sehingga mirip dengan tumor jinak. Pulasan CK-18 dan SMA diduga dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis karsinoma mukoepidermoid. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran CK-18 dan SMA dalam menegakkan diagnosis karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah blok parafin sediaan kelenjar liur dengan diagnosa karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik yang tersimpan di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo periode Januari 2010-Desember 2013. Sampel penelitian yang didapat adalah 14 kasus adenoma pleomorfik dan 12 kasus karsinoma mukoepidermoid dari seluruh kasus yang ditemukan. Blok parafin yang memenuhi kriteria dilakukan pewarnaan immunohistokimia dengan menggunakan antibodi CK-18 dan SMA. Derajat ekspresi CK-18 dan SMA dinilai berdasarkan kuantitatif. Perbedaan ekspresi CK-18 dan SMA pada karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik dianalisis dengan menggunakan uji statistik. Hasil Dari 12 kasus karsinoma mukoepidermoid rerata usia penderita 40,83 ± 14,35 tahun, dan 14 kasus pleomorfik adenoma rerata usia penderita 50,26 ± 16,22 tahun. Ekspresi CK-18 pada adenoma pleomorfik 30% sebanyak 5 kasus. Sedangkan ekspresi CK-18 pada karsinoma mukoepidermoid 30% sebanyak 12 kasus. Ekspresi SMA pada adenoma pleomorfik 30% 13 kasus dari 14 kasus dan ekspresi SMA pada karsinoma mukoepidermoid yang merata pada 0% sebanyak 12 kasus. Uji statistik antara ekspresi CK-18 dan SMA pada karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik menunjukkan perbedaan bermakna (p
Analisis Ekspresi Maspin dan Bcl-2 pada Berbagai Derajat Invasi Adenokarsinoma Kolorektal Erlina, Erlina; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 3, September 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Kanker kolorektal merupakan salah satu kanker terbanyak di dunia. Prognosis tergantung stadium dan invasi tumor. Apoptosis berperan dalam karsinogenesis kanker kolorektal. Bcl-2 dan maspin berperan pada proses apoptosis. Peningkatan apoptosis oleh maspin diduga melibatkan bcl-2. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan antara ekspresi maspin dan bcl-2 pada proses invasi dan metastasis adenokarsinoma kolorektal dan mengetahui peran kedua protein ini. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin adenokarsinoma kolorektal di Departemen Patologi Anatomik RSUD Dr Soetomo Surabaya selama Januari-Desember 2014. Dua puluh tujuh sampel terdiri atas empat kelompok, yaitu modifikasi dukes B1, B2, C1, C2 dan dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi maspin dan bcl-2. Perbedaan ekspresi maspin dan bcl-2 dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan korelasi antara maspin dan bcl-2 dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil Analisis statistik ekspresi bcl-2 antara stadium invasi dan metastasis menunjukkan perbedaan bermakna. Analisis statistik ekspresi maspin antara stadium invasi dan metastasis menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Analisis korelasi antara ekspresi bcl-2 dan maspin menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Kesimpulan Ekspresi bcl-2 dapat digunakan untuk menunjukkan adanya invasi dan metastasis pada adenokarsinoma kolorektal. Kata kunci: adenokarsinoma kolorektal, bcl-2, maspin.
Ekspresi Antibodi IgG dan IgA pada Lesi Blister Subepidermal Judikristiani, Theresia Fifi; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 2, Mei 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangPenyakit blister subepidermal selain fatal, juga masih belum jelas patogenesisnya serta masih terdapat kekurangan dalam terapinya. Autoantibodi terbukti berperan dalam terjadinya berbagai lesi blister subepidermal ini, di antaranya adalah antibodi IgG dan IgA. Deposit antibodi tersebut dapat dideteksi dengan pemeriksaan imunohistokimia. Dengan mengetahui deposit immunoglobulin, bisa untuk pengembangan terapi penyakit blister subepidermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal. Dengan menilai ekspresi IgG dan IgA dan hubungannya serta perannya dalam patogenesis berbagai blister subepidermal menggunakan metode imunohistokimia.MetodeBlok paraffin biopsi kulit dengan gambaran blister subepidermal, dikumpulkan di Instalasi Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo sejak 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2014 dan dilakukan pemotongan dengan mikrotom serta dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi IgG dan IgA. Data hasil yang diperoleh dilakukan analisis statistik untuk memperoleh gambaran perbedaan ekspresi antibodi IgG dan IgA pada berbagai lesi kulit dengan blister subepidermal.HasilDalam setiap kasus blister subepidermal selalu terdapat Imunoglobulin yang berperan yaitu IgG, IgA atau keduanya, tetapi tidak ada yang keduanya tidak terekspresi. Pada sebagian besar kasus hanya IgG atau IgA yang berperan, hanya sebagian kecil (10%) yang terekspresi keduanya. Analisis statistik menunjukkan hasil: tidak didapatkan perbedaan ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal dan didapatkan korelasi negatif antara ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal.KesimpulanTidak didapatkan perbedaan ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal. Didapatkan korelasi negatif antara ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermalKata kunci : blister subepidermal, IgG, IgA.
Ekspresi E-cadherin dan MMP-1 pada Adenokarsinoma Kolorek-tal dengan dan Tanpa Metastasis KGB Rusdamayanti, Rusdamayanti; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No. 2, Mei 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangKarsinoma kolorektal merupakan keganasan keempat terbanyak di dunia. Stadium penyakit ini ditentukan oleh ukuran tumor, metastasis KGB regional dan metastasis jauh pada organ lain. Metastasis karsinoma kolorektal pada kelenjar getah bening (KGB) melibatkan beberapa protein yang berperan dalam adesi sel seperti E-cadherin dan MMP-1. Penurunan protein E-cadherin menyebabkan ikatan antar sel menjadi renggang dan terlepas. MMP-1 merupakan enzim kolagen yang berperan dalam degradasi matriks ekstraseluler. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi E-cadherin dan MMP-1 pada karsinoma kolorektal dan kaitannya dalam proses metastasis KGB.MetodeSampel penelitian adalah blok parafin adenokarsinoma kolorektal di Departemen Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 2014-2016. Dua puluh tujuh sampel terdiri atas dua kelompok, yaitu 13 kelompok metastasis KGB dan 14 kelompok tanpa metastasis KGB, kemudian dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi E-cadherin dan MMP-1. Perbedaan ekspresi E-cadherin dan MMP-1 dianalisis dengan uji statistik T, sedangkan korelasi antara E-cadherin dan MMP-1 diuji dengan Spearman.HasilEkspresi E-cadherin pada adenokarsinoma kolorektal dengan metastasis KGB menurun dibandingkan dengan adenokarsinoma kolorektal tanpa metastasis. Ekspresi MMP-1 pada kedua kelompok tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Ekspresi E-cadherin dan MMP-1 pada adenokarsinoma kolorektal menunjukkan perbedaan tidak bermakna.KesimpulanEkspresi E-cadherin dapat menunjukkan adanya metastasis KGB pada adenokarsinoma kolorektal.
Hubungan Ekspresi NFκβ/p65 dan HIF-1α pada Karsinoma Tiroid Papiler dan Karsinoma Tiroid Folikuler Eskaningrum, Dian; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.3, September 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangInflamasi dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker tiroid. Karsinoma tiroid memiliki insiden yang cukup tinggi yaitu 95% dari seluruh kanker endokrin. Telah lama diketahui bahwa ada perbedaan patogenesis antara karsinoma tiroid papiler (KTP) dan karsinoma tiroid folikuler (KTF), tetapi diduga kedua karsinoma tiroid dipengaruhi oleh inflamasi dan hipoksia. Nuclear Factor-kappa B (NFκB/p65) merupakan faktor transkripsi yang memainkan peran utama dalam inflamasi, regulasi apoptosis, dan respon imun. Respon hipoksia pada sel dan jaringan dimediasi oleh faktor transkripsi hypoxia-inducible factor (HIF), yang berperan dalam perubahan metabolik sehingga mendorong adaptasi seluler pada kadar oksigen rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan ekspresi NFκB/p65 dan HIF-1α pada KTP dan KTF.MetodePenelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada sampel blok parafin spesimen operasi penderita KTP dan KTF di Departemen Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 1 Januari 2012-31 April 2016. Sampel diambil secara random sampling. Pada kelompok KTP 15 sampel dan KTF 13 sampel selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia dengan NFκB/p65 dan HIF-1α. Hasil penelitian dianalisis statistik dengan uji Mann-Whitney.HasilEkspresi NFκB/p65 pada KTP dan KTF tidak didapatkan perbedaan yang signifikan sedangkan ekspresi HIF-1α pada KTP dan KTF didapatkan perbedaan yang signifikan dan terdapat hubungan signifikan antara ekspresi NFκB/p65 dan HIF-1α pada KTP dan KTF.KesimpulanEkspresi NFκB/p65 dan HIF-1α dapat menunjukkan hubungan antara KTP dan KTF.
Ekspresi CD10 dan Bcl6 pada Limfoma Malignum Sel B Jenis Sel Besar Difus dan Hubungannya dengan Skor Indeks Prognostik Internasional Widjaja, Jimmy Hadi; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol. 19 No. 2 (2010)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang.Limfoma malignum sel B jenis sel besar difus adalah Limfoma malignum non-Hodgkinyang sering dijumpai. Penyakit ini memiliki gambaran klinis, morfologik, perubahangenetik, dan molekular yang heterogen. Sel limfoma dapat memiliki fenotip serupadengan sel sentrum germinativum normal ditandai dengan ekspresi CD10 dan Bcl6 yangdapat berhubungan dengan gejala klinis dan prognosis yang baik. Penelitian ini inginmenilai hubungan imunoekspresi CD10 dan Bcl6 dengan skor Indeks PrognostikInternasional (IPI).CaraPenelitian dilakukan secara retrospektif pada 22 sediaan kasus Limfoma malignum sel Bjenis sel besar difus dari Januari 2007 sampai Juni 2009 di Bagian Patologi AnatomikRumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Semua bahan dilakukan penilaian ulang untukmenentukan diagnosis berdasarkan klasifikasi WHO 2001 berupa pulasan HE danimunohistokimia dengan CD10 dan Bcl6. Uji korelasi kontigensi digunakan untuk analisadata.HasilHasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang bermakna antara ekspresi CD10 danekspresi Bcl6 dengan skor IPI (p< 0,05). Tidak terdapat hubungan bermakna antaraekspresi CD10 dengan Bcl6 (p > 0,05).KesimpulanEkspresi CD10 dan Bcl6 berkaitan dengan prediksi prognosis.
Role of miRNA in the Development of Non-Melanoma Skin Cancer (NMSC): A Systematic Review Muhammad Zaid Imron; Willy Sandhika; Cleodylon Reinard Susanto; Lusiani Tjandra
Majalah Biomorfologi Vol. 36 No. 1 (2026): MAJALAH BIOMORFOLOGI
Publisher : Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mbiom.v36i1.2026.84-94

Abstract

Background: Non-melanoma skin cancers (NMSC), comprising basal cell carcinoma (BCC) and cutaneous squamous cell carcinoma (cSCC), are the most common skin malignancies worldwide. MicroRNAs (miRNAs), small non-coding RNA molecules that regulate gene expression, have increasingly been recognized for their roles in the pathogenesis and progression of NMSC. Objective: To systematically review the role of miRNAs in the development and progression of NMSC, as well as their potential clinical utility. Materials and Methods: The authors performed a comprehensive literature search in ScienceDirect, PubMed, and Cochrane databases following PRISMA guidelines. The articles were selected using Rayyan.ai based on relevance to PICO. Screening and quality assessment was performed using predefined eligibility criteria. A total of 16 studies met the inclusion criteria. Extracted data included differentially expressed miRNAs, their regulatory pathways, and their potential roles. This study employed descriptive synthesis. p-values or effect sizes were reported as available in the included studies (n = 16). Results: Several miRNAs were consistently reported as dysregulated in NMSC. Upregulated miRNAs included miR-21 and miR-31, while miR-203 was frequently downregulated. These miRNAs affect key oncogenic pathways, leading to alterations in apoptosis, proliferation, and cell cycle regulation. Across the included studies, dysregulated miRNA expression demonstrated significant associations with tumor development, invasiveness, and potential diagnostic or prognostic value (p < 0.05 in multiple studies). Conclusion: MiRNAs play a crucial role in the molecular pathogenesis of NMSC and represent promising biomarkers as well as potential therapeutic targets. Modulating specific miRNAs may offer new avenues for early detection and improved treatment strategies.
Co-Authors , Sawitri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afif Nurul Hidayati, Afif Nurul Agung Dwi Wahyu Widodo Agustin Nurliani Aisha Grayli Cahyani Alief Yudo Astuti Alphania Rahniayu Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Ariani, Grace Aries Sasongko Astindari Astindari Astindari Astindari, Astindari Astuti, Alief Yudo Ayu Tyasmara Bagus Haryo Kusumaputra, Bagus Haryo Baiq Ratna Kumaladewi Bernadetta Jonan Betty Agustina Tambunan Brama Rachmantyo Budiono Budipramana, Vicky Sumarki Cahyani, Aisha Grayli Chrisdianti, Vinna Cita Rosita Sigit Prakoeswa Cleodylon Reinard Susanto Densy Violina Harnanti Dewi Ratna Sari Dian Eskaningrum Dian Novitasari Djoni Susanto Dwi Murtiastutik DYAH FAUZIAH, DYAH Endi Prilansa Mahadi Erlina Erlina Erlina Erlina Eskaningrum, Dian Faizah, Zakiyatul Fanny Gunawan Fertilita, Soilia Firda Azizah Gatut Hardianto, Gatut Gilda Hartecia Gondo Mastutik Grace Ariani Hartanto, Felix Hartecia, Gilda Heny Arwati Heriyawati, Heriyawati Heryawati Heryawati I Wayan Yudiana Ibrahim, Azarya Ida Septika Wulansari Ilmiah, Khafidhotul Imam Susilo INDROPO AGUSNI Irene Lingkan Parengkuan Irmadita Citrashanty, Irmadita Isnin Anang Marhana Iswinarno Doso Saputro iwan Syarif Jimmy Hadi Widjaja Jonan, Bernadetta Judikristiani, Theresia Fifi Junita Jeanne Paliman Kartika Arum Wardani Khamid, M Nur Kholida Nur Aini Kiki Apnita Sari Kintan Putri KUSUMASTUTI, ETTY HARY LaleMaulin Prihatina Linda Astari, Linda Lisa Savitri Lusiani Tjandra Lusiani Tjandra M. Yulianto Listiawan Mappamasing, Hasnikmah Marina Rimadhani Marina Rimadhani Martha Kurnia Kusumawardani Maylita Sari Maylita Sari, Maylita Meita Ardini Pratamasari, Meita Ardini Muhammad Miftahussurur Muhammad Zaid Imron Nanda Amalia Ramadhanti Navisa, Claudia Clary Nidya Ulfana Tsania Nila Kurniasari Novia Indriyani Adisty Nurina Hasanatuludhhiyah Nurliani, Agustin Nurul Wiqoyah, Nurul Poernomo, Adinda Sandya PUNGKY MULAWARDHANA, PUNGKY Purwati Purwati Purwati Puteri, Agnes Ilene Suprapto Qonitatillah, Ana R. Heru Prasetyo R.A. Astrid Putri Wandhita Rahel Yuana Sadikim Rahmanti, Fishella Aprista Ratna Darjanti Haryadi Regina Martina Cilik Ridholia, Ridholia Rizaldi, Fikri Rulisiana Widodo Rusdamayanti Rusdamayanti Rusdamayanti, Rusdamayanti Rwahita Satyawati Dharmanta Ryski Meilia Novarina Ryski Meilia Novarina, Ryski Meilia S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabilal Alif Sari, Aditya Sita Sari, Festi Artika Sawitri Sawitri Sawitri Sawitri Sawitri Sjahjenny Mustokoweni, Sjahjenny Soilia Fertilita Sri Wahyuni Sunarso Suyoso Sunaryo Hardjowijoto Suprabawati, Desak Gede Agung Tessy Badriyah, Tessy Theresia Fifi Judikristiani Tri Hartini Yuliawati Trisniartami Setyaningrum Tsania, Nidya Ulfana Tyasmara, Ayu Umi Choviva, Farida Ummi Maimunah Vinna Chrisdianti Wandhita, R.A. Astrid Putri Widati Fatmaningrum Widjaja, Jimmy Hadi Wilda Fitria Rachmadina Windya Tri Hapsari Winona May Hendrata Wiratama, Priangga Adi Wulansari, Ida Septika yasmin, dzakiyah Yusfita Evi Rosdiana