Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Sukoharjo Tita Almira Desiana; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46842

Abstract

Adanya keragaman fungsi wilayah dan kegiatan yang pesat di tengah tuntutan keseimbangan pasokan dan permintaann sumberdaya membuat Kabupaten Sukoharjo memerlukan optimasi pemanfatan lahan melalui pendekaran telapak ekologis. Analisis ini dilakukan berdasarkn komponen biokapasitas atau ketersediaan lahan produktif, telapak ekologis atau konsumsi pemanfaatan lahan, dan defisit ekologis. Variabel penelitian ini adalah populasi, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, penyerap karbon, dan terbangun. Tahapan penelitian ini dimulai dari perhitungan biokapasitas (demand), telapak ekologis (supply), keseimbangan defisit ekologis, dan optimasi lahan. Kemudian dilakukan komparasi eksisting lahan 2017, telapak ekologis 2017, rencana pola ruang 2031 (RTRW Sukoharjo 2011-2031), dan telapak ekologis 2031. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Sukoharjo mengalami surplus pada level 1 dengan defisit ekologis 3.480.947 Gha atau 3.96 Gha/capita. Biokapasitas lahan lebih besar 186% dari 150% telapak ekologisnya. Kondisi biokapasitas wilayah masih bisa memenuhi kebutuhan penduduk dan lahan surplus dapat mensuplai kebutuhan wilayah lain yang mengalami defisit. Pertumbuhan penduduk perlu ditekan hingga 1,01 % agar tetap seimbang dalam mengalokasikan RTRW Kabupaten Sukoharjo hingga tahun 2031
Arahan Pengembangan Kawasan Agropolitan Berdasarkan Komoditas Unggulan Prioritas Tanaman Pangan Kabupaten Bojonegoro Chichik Ilmi Annisa; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.464 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46914

Abstract

Penerapan Konsep Agropolitan telah mulai dilakukan di Kabupaten Bojonegoro sejak tahun 2008 sebagai Pengembangan Kawasan Agropolitan. Pada masing-masing kecamatan telah memiliki potensi awal komoditas unggulan tanaman pangan untuk dikembangkan namun belum ditentukannya komoditas unggulan prioritas mengakibatkan belum optimalnya hasil pertanian sehingga belum maksimalnya peningkatan ekonomi yang diperoleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan kawasan Agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan empat teknik analisis, yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA) dan Tipologi Klassen yang digunakan untuk menentukan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Selanjutnya Analisis Delphi digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan agropolitan, analisis Analytical Hierarchy Process (ANP) untuk mengetahui prioritas arahan pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Hasil dari penelitian ini adalah komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro yaitu Padi dan Kedelai. Hasil analisis delphi menghasilkan 18 faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agropolitan. Hasil analisis Analytical Network Process untuk mengetahui arahan prioritas pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan padi dan kedelai, dari hasil analisis Analytical Network Process di hasilkan bahwa variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan padi adalah variabel Penyediaan air baku (0.237), Sarana industri pengolahan hasil pertanian (0.096), Sarana produksi pertanian (0.095), jalan antar desa-kota (0.085), dan Jembatan (0.0794) dan variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan kedelai adalah Sarana Industri Pengolahan Hasil Pertanian (0.237), Sarana Produksi Pertanian (0.096), Penguasaan Teknologi. (0.095), Pasar (0.076), dan Penjemuran hasil pertanian (0.067).
Arahan Peningkatan Investasi Daerah di Kota Batam Berdasarkan Faktor Ketenagakerjaan, Pelayanan Infrastruktur dan Lahan Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47939

Abstract

Kota Batam merupakan salah satu wilayah KPBPB di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia terutama dalam bidang investasi karena letaknya yang strategis yaitu berada di jalur perairan internasional. Akan tetapi nilai investasi yang masuk ke Kota Batam terus mengalami penurunan dan puncak penurunannya terjadi pada tahun 2017 di mana terdapat 36 perusahaan industri yang tutup serta nilai realisasi investasi yang juga menurun drastis. Hal ini disebabkan karena tiga faktor daya tarik investasi daerah yaitu faktor ketenagakerjaan, pelayanan infrastruktur serta lahan yang belum bekerja secara optimal di Kota Batam dan menyebabkan semakin tidak diminatinya investasi di Kota Batam terutama dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya-upaya yang diperlukan dalam rangka meningkatkan investasi di Kota Batam berdasarkan faktor-faktor daya tarik investasi daerah di tinjau dari preferensi investor/pengusaha. Pada proses perumusan arahan ini terlebih dahulu dilakukan identifikasi permasalahan/hambatan dari masing-masing variabel penelitian menggunakan analisis fishbone untuk mendapatkan akar permasalahan masing-masing variabel berdasarkan kondisi eksistingnya yang dapat menghambat masunya investasi di masa depan melalui in-depth interview. Setelah diketahui akar permasalahannya, maka dilanjutkan dengan analisis triangulasi untuk menentukan arahan peningkatan investasi daerah. Berdasarkan hasil analisis triangulasi di peroleh 12 arahan peningkatan investasi daerah di Kota Batam.
Penentuan Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Bekasi Daniel William Manurung; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.489 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48801

Abstract

TPA Burangkeng adalah TPA yang melayani Kabupaten Bekasi. Namun, TPA ini masih menggunakan sistem open dumping yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitarnya, seperti terjadinya pencemaran air dan udara. Selain itu, TPA Burangkeng juga mengalami overload. Pemindahan lokasi ke lokasi yang lebih layak serta penggantian metode pengelolaan sampah dari open dumping menjadi metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan rekomendasi lokasi TPA sampah yang ramah lingkungan di Kabupaten Bekasi. Metode pengelolaan sampah yang digunakan yakni metode lahan urug saniter / sanitary landfill. Penentuan lokasi juga memperhatikan kebutuhan luas lahan serta kriteria-kriteria yang didapat dari studi literatur. Kriteria tersebut dibobotkan dengan metode AHP serta dianalisis dengan weighted overlay menggunakan bantuan sistem informasi geografis agar didapat lokasi yang optimal. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapat lokasi yang paling cocok untuk dijadikan TPA yang ramah lingkungan yakni di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu dengan luas sebesar 164,55 ha.
Prioritas Pengembangan Potensi Ekonomi Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tulungagung Bagian Selatan Alvynia Vinthesa Fahmi; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.76624

Abstract

Terdapat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah selatan Jawa Timur, namun belum bisa tergarap secara optimal karena aksesibilitas yang terbatas. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi disparitas yang terjadi pada wilayah utara-selatan provinsi tersebut. Salah satu wilayah yang dilewati oleh infrastruktur ini adalah Kabupaten Tulungagung yang merupakan salah satu dari lima kabupaten andalan lumbung pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan dibangunnya JLS akan membuka akses wilayah-wilayah yang dilewatinya dan berdampak pada pengembangan wilayah tersebut. Namun, upaya pembangunan tidak hanya berhenti di penyediaan infrastruktur saja. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi komoditas unggulan prioritas guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pada subsektor tanaman pangan dalam skala komoditas yang terdapat di daerah pembangunan JLS di Kabupaten Tulungagung, yakni Kecamatan Besuki, Tanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglaban, serta menentukan prioritas dan arahan pengembangan guna mengoptimalkan tujuan dari pembangunan. Terdapat tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut, tahap 1 yaitu menentukan bobot dari kriteria-kriteria pengembangan ekonomi wilayah dengan analisis AHP, selanjutnya tahap 2 adalah menetapkan prioritas pengembangan potensi ekonomi wilayah dengan analisis TOPSIS, dan tahap 3 merumuskan arahan pengembangan prioritas potensi ekonomi wilayah dengan analisis Triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan prioritas pengembangan dalam subsektor tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung bagian selatan. Selanjutnya perlu adanya bantuan kepada petani untuk penggunaan benih berlabel, bermutu, dan berkualitas dalam meningkatkan produksi komoditas jagung.
Identifikasi Pola Perkembangan Wilayah di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2020 Lusiana Resantie; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.78928

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari Surabaya Metropolitan Areas (SMAs) mengalami proses urbanisasi yang pesat, diiringi dengan laju peningkatan jumlah penduduk. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya, Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu pasar untuk kegiatan pengembangan perumahan. Urban growth berkontribusi pada pelayanan sarana dan prasarana, pertumbuhan ekonomi yang juga menyediakan kesempatan kerja. Lebih jauh sprawl juga memiliki dampak negatif seperti kemacetan, penuruan kualitas dan kuantitas air bersih, polusi udara, kurangnya lahan hijau, dsb. Untuk mengurangi dampak negatif dari sprawl, perlu adanya pemahaman terkait karakteristik perkembangan yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur urban growth di Kabupaten Sidoarjo dan korelasinya terhadap bentuk kota. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis nilai kawasan perkotaan yang baru tumbuh menggunakan indeks ekspansi perkotaan dengan bantuan software ArcGIS. Kemudian menentukan hasil perhitungan indeks ekspansi perkotaan dan mengelompokkannya kedalam 3 tipe yakni edge growth (EG), infilling (IF) dan leapfrog (LF). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kawasan terbangun seluas 9.539,35 ha dari tahun 2009 hingga 2020 dengan dominasi tipe infilling sebesar 58%, edge growth 40% dan leapfrog development 2%. Selanjutnya adalah perubahan pada penggunaan lahan hijau seluas 6.032,694 ha, dengan konversi terbesar ada pada penggunaan sawah irigasi yakni seluas 3.313,714 ha.
Arahan Pemanfaatan Ruang untuk Aktivitas Pendukung Bandar Udara Juanda Adelline Fibriana; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79686

Abstract

Sistem transportasi yang layak dan efisien merupakan komponen fundamental dan penting bagi perekonomian wilayah mana pun. Perkembangan Bandar Udara Juanda meningkat pesat dan memiliki peran yang vital bagi perekonomian Indonesia, baik dari segi komersial maupun militer. Bandar Udara Juanda juga berperan penting sebagai pintu gerbang Indonesia ke perekonomian dunia melalui penerbangan internasionalnya. Besarnya peran yang dimiliki bandara ini membuat ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus perdagangan di sekitar Bandar Udara Juanda yang berada di Kecamatan Sedati, guna mendukung keberadaan dan peran bandara. Namun, di wilayah tersebut, perdagangan yang tumbuh masih berskala lokal. Selain itu, muncul berbagai permasalahan ruang, seperti banjir, kemacetan, dan kawasan kumuh. Sehingga perkembangan kawasan sekitar tidak dapat mendukung keberadaan bandar udara. Perlu adanya penelitian yang mengkaji bagaimana arah pemanfaatan ruang sehingga aktivitas yang ada dapat mendukung bandar udara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Delphi, Analytical Hierarchy Process (AHP), analisis komparasi deskriptif, dan triangulasi data. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa ada 20 aktivitas pendukung Bandar Udara Juanda, dan terdapat lima aktivitas yang paling penting, yaitu Ruang Terbuka Hijau, Jaringan Jalan, Sistem Persampahan, Jalur Kereta Api, dan Minimarket. Adapun arah pemanfaatan ruang untuk lima aktivitas tersebut, yaitu perlunya dilakukan penambahan luas RTH pada bagian Barat dan Timur Bandar Udara yang masuk ke dalam kawasan kebisingan tingkat tiga, pelebaran jalan untuk aksesibilitas internal kawasan sekitar Bandar Udara Juanda, yakni di Jalan Sedati Gede, Garuda, Rajawali, Pulungan, dan Buncitan, pengembangan teknologi dalam sistem pengolahan persampahan, pengembangan jalur kereta api, serta penambahan pengembangan minimarket secara lebih spesifik dalam rencana tata ruang.
Pengembangan Infrastruktur Tambak Garam Rakyat Berdasarkan Zonasi pada Kawasan Pegaraman di Kabupaten Pamekasan Pramita Rosyida; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56257

Abstract

Kabupaten Pamekasan memiliki potensi geografis yang mendukung produksi garam. Namun hasil produksi garam masih memiliki kualitas rendah dan membutuhkan banyak perbaikan, seperti modernisasi peralatan, infrastruktur saluran irigasi, jaringan jalan, dan pergudangan. Pada masing-masing kawasan pegaraman telah memiliki potensi awal infrastruktur tambak garam untuk dikembangkan namun belum ditentukan kebutuhan infrastruktur berdasarkan zona kawasan pegaraman sehingga belum memaksimalkan infrastruktur yang telah tersedia. Penelitian pengembangan infrastruktur tambak garam berdasarkan zonasi pada kawasan pegaraman di Kabupaten Pamekasan yang membagi kawasan pegaraman menjadi tiga, yaitu produksi, pengolahan, dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat arahan pengembangan infrastruktur tambak garam rakyat berdasarkan zona pegaraman di Kabupaten Pamekasan. Ada beberapa tahapan yang digunakan dalam menganalisis infrastruktur, yaitu (1) Content Analysis untuk mengetahui kebutuhan infrastruktur berdasarkan zona, (2) analisis Deskriptif untuk mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur, dan (3) analisis Triangulasi untuk membuat arahan pengembangan infrastruktur berdasarkan peran dan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan beberapa arahan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan berdasarkan zonasi dalam kawasan pegaraman. Zonasi produksi membutuhkan infrastruktur seperti, mesin pompa air, kincir angin, gerobak sorong, geoisolator, tanggul, saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier. Zonasi pengolahan membutuhkan infrastruktur seperti, jaringan air bersih, jaringan listrik, gudang, dan moda transportasi. Sedangkan untuk zona pemasaran membutuhkan infrastruktur seperti, jaringan jalan dan pelabuhan.
Analisa Nilai Tambah Produk Olahan Susu Segar dalam Penentuan Produk Unggulan Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Aditya Galih Sekaring Putri Hartin; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56264

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki sebutan sebagai Boyolali Kota Susu dikarenakan Kabupaten Boyolali menjadi penghasil susu terbesar. Sebanyak 20% produksi susu di Indonesia dan 70% produksi susu di Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Boyolali. Kondisi Industri susu segar di Desa Sukorejo masih cenderung lemah karena dalam produksi susu sapi, para peternak hanya sampai produksi susu segar saja kemudian dijual ke KUD Setempat dengan harga yang murah dan belum adanya produk turunan yang dihasilkan. Padahal Desa Sukorejo merupakan desa dengan jumlah sapi perah terbanyak. Kondisi ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pengolahan susu segar menjadi produk turunan dan juga alur pemasaran dari komoditas tersebut sehingga menyebabkan peternak sapi perah hanya bisa menjual hasil produksinya ke KUD setempat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan produk olahan susu yang memiliki nilai tambah terbesar sebagai produk Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Terdapat dua tahapan untuk mencapai tujuan penelitian antara lain mengidentifikasi produk turunan susu segar menggunakan metode Content Analysis. Tahap kedua menentukan produk turunan komoditas susu di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali menggunakan metode analisis nilai tambah. Hasil dari penelitian ini adalah produk olahan susu segar dengan nilai tambah terbesar sebagai produk Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Dari hasil analisis nilai tambah dihasilkan bahwa produk kefir yang memiliki nilai tambah terbesar yaitu sebesar Rp 74.800 dengan harga jual outputnya sebesar Rp 180.000 untuk tiap 1 liter. Dengan dikembangkannya produk olahan susu segar kefir akan meningkatkan produktifitas industri pendukung lainnya dan juga dapat memicu munculnya klaster industri produk olahan susu lain selain kefir.
Pengembangan Sektor Unggulan Komoditas Kopi di Kabupaten Malang dengan Konsep Agribisnis Afin Fatikhatul Munashiroh; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56336

Abstract

Tingginya permintaan kopi di Kabupaten Malang baik dari ekspor maupun dalam negeri tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas tanaman kopi, selain itu kemampuan sumber daya manusia yang kurang dan tingkat kesejahteraan petani kopi yang masih rendah merupakan masalah yang sedang dihadapi oleh Kabupaten Malang pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan sektor unggulan komoditas kopi di Kabupaten Malang dengan menggunakan konsep agribisnis. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap analisis. Pertama, menentukan daerah unggulan komoditas kopi dengan metode analisis Location Quotient dan Shift Share. Kedua, menentukan variabel yang berpengaruh terhadap pengembangan komoditas Kopi dengan metode analisis Delphi. Ketiga, menetukan variabel prioritas pengembangan komoditas kopi dengan metode Skoring. Keempat, menentukan arahan pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Malang dengan menggunakan analisis Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 daerah unggulan komoditas kopi di Kabupaten Malang yaitu Kecamatan Dampit, Sumbermanjing, Tirtoyudo, Ampelgading, Karangploso dan Pujon. Selain itu terdapat 21 variabel agribisnis yang memiliki pengaruh di Kabupaten Malang dan juga 13 variabel prioritas pengembangan. Arahan pengembangan komoditas kopi terdiri dari sub sistem sarana produksi berupa pengembangan bibit dan pemerataan distribusi pupuk. Untuk subsistem usaha tani dengan melakukan penanaman tumpang sari dan pengawasan. untuk sub sistem pengolahan dan pemasaran dengan pengembangan difersifikasi produk, dan peningkatan penggunaan teknologi. Untuk sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan dan pendampingan. Untuk infrastruktur dengan pemerataan ketersediaan infrastruktur. Sedangkan untuk kelembagaan dengan meningkatkan kerjasama antara pemerintah, swasta, masyarakat serta pelaku-pelaku agribisnis.
Co-Authors Abdul Afif Abdul Rochman Adelline Fibriana Adi, Trijoko Wahyu Adip Mustofa Aditya Galih Sekaring Putri Hartin Afin Fatikhatul Munashiroh ahmad yani Aida Fitri Larasati Ajeng Nugrahaning Dewanti Ali, Badrut Tamam Ibnu Alvynia Vinthesa Fahmi Amalia Medina Annisa Annisa Ansi Arivia Rahma Anugrah Dimas Susetyo Arief, Muhammad Zaini Arwi Yudhi Kuswara Aryanto, Ananda Ayu Nur Rohmawati Azillatin Qisthian Diny Azizah Faridha Elisa Azzauqy, Muhammad Guruh Baiq Septi Maulida Sa'ad baruji, teguh Belinda Ulfa Aulia Benyamin Yacob Bramastasurya, Daud Budi Prasetyo Budiyanto Budiyanto Chichik Ilmi Annisa Chichik Ilmi Annisa Chichik Ilmi Annisa Chinsia A, Lona Chinsia A., Lona Daniel William Manurung Desi Rahmawati Dian Rahmawati Dwi Agustina Wantika Sari Dwi Retno Ariyanti Ema Umilia Ema Umilia Endro Elmanuah Fajar Sri Lestari Pangukir Fauzi, Resti Fendri Hisbullah Febrianto Fikri, Hafidz Noor Gema Patria Mahaputra Gunawan, Cakti Indra Hakim, Romla Noor Handayani, Kristanti Haryo Sulistyarso Haryo Sulistyarso Haryo Sulistyarso Heriyanti, Septina Is Hitapriya Suprayitno, Hitapriya Ibnu Sodiq Ima Rahmawati Sushanti Indradewa, Rhian Irwan Bisri Rianto Ivan Agusta Farizkha Kadek Adi Kurniawan Karina Pradinie Kartika Dwi Ratna Sari Kaswari . Koswara, Arwi Yudhi Laksmita Dwi Hersaputri Lukman Yusuf Lusiana Resantie M. Dirhamsyah Machiya, Intan Marindi Briska Yusni Marlena Medina, Amalia Miftakul, Nur Alfida Mochamad Yusuf Mochammad Reyhan Firlandy Mokhamad Eldon Muhammad Kahfi, Muhammad Myrna Augusta Aditya Dewi Nilasari, Nilasari Nirwanto K. Rahim Noerwasito, Vincentius Totok Novianti, Yuniar Siska Nur Kholis Nurhakim Nurhakim Pamungkas, Adjie Pati, Senda Semuel Pramita Rosyida Priambodo, Trisaksono Bagus Prianti Prianti Primeia, Sandia Purnamastuti, Fithri Nur Putera, Wahyu Tri Wardani Putri, Karina Shella Putu Ayu Vindytha Amanda Putri Putu Ayu Vindytha Amanda Putri Rahel Putri Pamungkas Ratnawati, Yohana Renny Ratna Dewi Rezza Perdana Al Hanif Riezky Ayudia Trinanda Rimadewi Suprihardjo Rimadewi Supriharjo Rini Ratna Widya Nirmala Rivan Aji Wahyu Dyan Syafitri Rizki Adriadi Ghiffari Rizky Arif Nugroho Rizky Arif Nugroho Rohman, Mohammad Arif Rulli Pratiwi Setiawan Salmina Wati Ginting Serlyaninda Setiaji, Jatmiko Siti Rahayu Suryadi Muchlis Susetyo, Cahyono Sutikno Sutikno Teti Hariyati Tiara Irawanti Tiara Irawanti Tisa Angelia Tisa Angelia Tita Almira Desiana Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Utari Sulistyandari Valentino, Novio Vely Kukinul Siswanto Wilda Al Aluf Yacob, Benyamin Yanti, Fusia Mirda Yuliani, Yuliani Yuwono, Hendro Zainamantasya Ghaida Istiqomah Zulkifli B. Pomalango