Articles
Komunikasi Interpersonal Pendamping di Nurani Perempuan Women's Crisis Center dengan Korban Kekerasan Seksual di Sumatera Barat
Winda Vanisya;
Elva Ronaning Roem;
Sarmiati Sarmiati
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/mkd.v7i2.7494
The number of reported cases of sexual violence is still not directly proportional to the existing reality. Many of the victims deliberately chose to remain silent about the events they experienced. This is based on the condition of the victim who has no friends to tell her about her feelings of confusion, fear, and lack of knowledge about what to do after the sexual violence that happened to her. This article discusses the interpersonal communication of companions in Nurani Perempuan with victims of sexual violence in West Sumatra. This study aims to analyze interpersonal communication activities by Nurani Perempuan Women's Crisis Center as a companion with victims of sexual violence in West Sumatra. This study uses a constructivist paradigm with a case study research approach. Methods of collecting research data by conducting observations, in-depth interviews with assistants to victims of sexual violence at Nurani Perempuan, and documentation. The results of the study show that the interpersonal communication from the companion to the victims is not completely the same. In order for the victim to want to talk in depth about what happened to them, the companion must gain the trust of the victim. The communication process is also influenced by gender, character, and also the type of case experienced by each victim. Nurani Perempuan companion in the recovery of victims also always listens to victims' stories and shows a willingness to help victims so they can get up and move on with their lives.
SOCIAL MEDIA DARLING : SEBUAH KONSTRUKSI SOSIAL ATAS REALITAS
Diego Diego;
Imam Havifi;
Yayuk Lestari;
Sarmiati Sarmiati
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/mc.v8i2.17298
The phenomenon of social media darling is an individual who is used as a reference for social media users in forming discourse on something. Social media darling or known as influencers try to create content that can attract the attention of audiences. The many content ideas presented by influencers are not always true or in accordance with reality. Influencers try to construct the views and perceptions of their fans by building the reality they create through content uploaded to the Instagram application. This research is intended to further examine how social construction is created by influencers in the city of Padang so that fans are always loyal to wait for and enjoy the content they produce. The use of qualitative methods in this study is intended to explore the phenomenon of social media darling in depth and comprehensively. The results of this study indicate that Praz Teguh as an influencer from Padang City has a great influence in shaping the social construction of society, especially young people in Padang City. The wide number of followers, creativity, authenticity, and consistency in creating content has made Praz Teguh able to bind his followers to always wait for the works that are presented.
Komunikasi Keluarga Pada Kasus Stagnasi Pendidikan Keluarga Nelayan
Abdurrahman Zuhdi;
Sarmiati;
Ernita Arif
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v4i3.120
Abstrak Stagnasi Pendidikan di Desa Bagan Kuala masih menjadi permasalahan serius yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kurangnya komunikasi di dalam keluarga untuk mendorong ana-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan. Pendidikan masih dianggap tidak memberi dampak yang signifikan dalam kehidupan keluarga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis relasi kuasa dalam komunikasi keluarga nelayan pada kasus stagnasi pendidikan di Desa Bagan Kuala serta menganalisis kasus stagnasi pendidikan pada anak di Desa Bagan Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) serta paradigma konstruktivisme dengan menggunakan Teori Skema Hubungan Keluarga sebagai referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya relasi kuasa yang terjadi pada keluarga nelayan dipegang oleh ayah sebagai pemegang kendali penuh dalam menentukan masa depan anak termasuk pendidikan. Kasus stagnansi pada anak di Desa Bagan Kuala disebabkan oleh orang tua dan anak yang tidak memiliki kemauan dan kuat dalam melanjutkan pendidikan. Orang tua dengan latar belakang rata-rata pendidikan sekolah dasar menjadi salah satu faktor yang membuat orang tua beromindset bahwa pendidikan tidak begitu menjadi sebuah prioritas. Hal ini diperburuk dengan sikap anak yang juga tidak memiliki kemauan kuat dalam melanjutkan sekolah. Pada akhirnya anak-anak tersebut tidak mampu menyelesaikan pendidikan setara SMP dan bahkan ada yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar. Kata Kunci : Komunikasi Keluarga, Stagnansi Pendidikan, Relasi Kusa, Keluarga Nelayan
Perselisihan Interpersonal Suami yang Kecanduan Game Higgs Domino Island dalam Keluarga Petani
Nurul ‘Ain;
Rahmi Surya Dewi;
Sarmiati
Jurnal Audiens Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v5i2.360
Berkurangnya waktu kebersamaan dan hubungan interpersonal dalam keluarga merupakan masalah utama yang menyebabkan perselisihan dalam rumah tangga akibat suami kecanduan bermain Game Higgs Domino Island di Jorong Kurai. Sang suami percaya bahwa diskusi yang jujur dengan pasangannya akan menghalangi aktivitasnya kecanduan bermain game. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi interaksi interpersonal para suami yang bergantung pada permainan Higgs Domino Island dalam keluarga, menganalisis perselisihan interpersonal yang muncul pada suami yang kecanduan bermain game Higgs Domino Island, dan menganalisis teknik yang digunakan oleh keluarga-keluarga ini untuk menyelesaikan perselisihan. Dengan menggunakan paradigma konstruktivisme dan Teori Rumah Hubungan Suara dari John Moderchai Gottman serta Teori Dialetika Relasional dari Leslie Baxter dan W.K. Rawlins (1988) sebagai referensi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para suami yang memiliki ketergantungan dalam bermain game Higgs Domino Island meminimalisir, menyangkal, dan menghindari situasi yang dapat menimbulkan pertengkaran dalam keluarga, seperti berdiam diri dan bermain game di warung (menjaga jarak). Teknik penyelesaian perselisihan dalam keluarga suami kecanduan bermain Game Higgs Domino Island sudah dilakukan dengan mencoba berbagai cara, namun tidak dapat menyelesaikan permasalahan. Sehingga penyelesaian perselisihan dilakukan dengan cara istri selalu mengalah pada suaminya.
Strategi Komunikasi Public Relations Dalam Mengatasi Isu Negatif Pada Penerimaan KIP-K
Sari Marta;
Elva Ronaning Roem;
Sarmiati Sarmiati
SOCIETAS Vol 12 No 2 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/sjias.v12i2.5214
Andalas University is one of the best public universities in West Sumatra, which facilitates awarding the Indonesia Smart College Card (KIP-K) scholarship to its students. In 2022, issues or allegations of procedural irregularities emerged during the KIP-K acceptance selection at Andalas University. This study aimed to analyze the communication strategy through issue management carried out by public relations at Andalas University in overcoming the issue of alleged irregularities in the 2022 KIP-K admission procedure at Andalas University. This study used a qualitative descriptive method, and data collection techniques were carried out through observation and in-depth interviews. The data analysis technique used in this study used the Miles and Huberman interactive data analysis model, divided into three activities: data reduction, data modeling, and conclusion drawing. The study results show that the communication strategy implemented by Andalas University's public relations in addressing issues is by implementing five stages of issue management: problem identification, probelem analysis, issue change strategy planning, issue action program implementation, and outcome evaluation. With the implementation of all stages in issue management as a form of communication strategy by Andalas University, the negative issues that developed at Andalas University could be controlled until, finally, these issues diminished and almost disappeared, which can be proven by not finding any media that informs about the subject.
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN (TELUR AYAM KAMPUNG)
Sarmiati, Sarmiati;
Hidayati, Sari Gando;
Fridarti, Fridarti;
Dianti, Devi;
Kusuma, Rudi
Jurnal Embrio Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31317/embrio.v15i2.926
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dan lama penyimpanan terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik telur asin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang masing-masaing dilakukan tiga kali ulangan untuk uji jumlah total bakteri dan organoleptik. Percobaan ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor A dan faktor B dengan perlakuan sebagai berikut: Faktor A level persentase jumlah daun Kelor yaitu a1(0%), a2(7%), a3(14%). Faktor B lama Penyimpanan yaitu b1( 6 ), b2 (8 ), b3(10) hari. Hasil sidik ragam, interaksi pemberian daun kelor dan lama penyimpanan pada proses pembuatan telur asin, memperlihatkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik (aroma, warna kuning telur, tekstur kuning telur, tekstur putih telur, kesukaan), sedangkan untuk uji rasa telur asin memperlihatkan pengaruh nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pembuatan telur asin dapat di tambah daun kelor sampai level 14% dengan lama pemeraman 10 hari
KAMPANYE KANDIDAT DALAM PEREBUTAN KURSI LEGISLATIF DPR ACEH PERIODE 2019-2024
Nur, M.;
Chatra, Emeraldy;
Sarmiati, Sarmiati
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol 4 No. 1 Edisi 2 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.873 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v4i2.1057
Komunikasi politik adalah suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan tujuan politik. Dari 34 provinsi ada satu provinsi yang berbeda, yakni Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Di provinsi ini partai politik dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, partai politik nasional dan partai khusus NAD. Perbedaan inilah yang menjadikan penelitian ini menarik untuk dilakukan di Aceh. Meski memiliki perbedaan dibanding provinsi lain, hak kedua bentuk partai politik tersebut tidak berbeda. Kontestasi politik lewat kampanye mengharuskan caleg (politisi) mampu memperlihatkan pemakaian bahasa yang menarik selama periode kampanye dilangsungkan. Wujud dari pemakaian bahasa terlihat dalam cara politisi berkomunikasi dengan masyarakat untuk kepentingan kampanye. Penelitian ini melihat kemampuan politisi dalam berkomunikasi pada kegiatan kampanye. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep dan praktik komunikasi kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon legislatif dalam perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Komunikator, saluran/media dan pesan dalam komunikasi kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh terlihat jelas bahwa kandidat menentukan komunikator, saluran dan pesan secara berhubungan. Perbedaan hanya terletak pada penyusunan pesan menyesuaikan terhadap pemilihan saluran, atau pemilihan saluran yang menyesuaikan dengan penyusunan pesan. Populasi target dan kelompok penerima dan efek yang dicapai dalam komunikasi kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator DPRA populasi target-kelompok penerima dan efek yang ingin dicapai ditentukan dalam bentuk; Pertama, ditentukan secara bertahap mulai dari kelompok yang lebih kecil kepada kelompok yang lebih luas; Kedua, tidak ditentukan berdasarkan apa-apa, melainkan hanya disamaratakan kepada semua calon pemilih yang ada di daerah pemilihan. Persaingan komunikasi dalam kampanye perebutan kursi legislatif DPR Aceh periode 2019-2024. Pada kampanye kandidat dalam perebutan kursi legislator DPRA persaingan komunikasi nyata ada nya. Kandidat mengalami itu dengan bentuk yang berbeda, dan kandidat juga sudah menyiapkan solusi atau persaingan komunikasi yang terjadi.Kata Kunci: Kampanye, Kandidat, Kursi Legislatif, DPR Aceh, Periode 2019-2024
Peran Buzzer dalam Proses Pembentukan Opini Publik di New Media
Faulina, Ade;
Chatra, meraldy;
Sarmiati, Sarmiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Buzzer saat ini telah dikenal luas oleh pengguna new media. Keberadaan buzzer dengan segala pro kontra yang dimilikinya pun berubah menjadi suatu fenomena di tanah air. Hal ini sebagai akibat masifnya penggunaan platform media sosial oleh berbagai kalangan. Seiring dengan berkembang dan beralihnya fungsi buzzer, awalnya hanya sebagai individu yang memasarkan barang atau jasa (marketing product) kemudian ikut berperan dalam kontestasi politik tanah air, maka banyak hal yang ikut terpengaruh oleh keberadaannya. Salah satunya adalah kecendrungan buzzer digunakan sebagai corong kekuasaan (alat propaganda) dalam upaya mempengaruhi serta mengubah opini publik untuk tujuan tertentu. Beranjak dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana peran buzzer dalam proses pembentukan opini publik di new media. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa buzzer memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan opini publik di new media. Sementara itu dalam pengelolaan konten, narasi atau isu, buzzer tidak bekerja seorang diri. Tetapi memiliki hierarki kerja dengan fungsi dan tugas masing-masing. Maka dalam menyikapi keberadaan buzzer perlu dilihat secara bijak dan tepat. Karena pekerjaan buzzer tidak sertamerta ada, namun juga tidak lepas dari kepentingan dan pemanfaatan oleh pihak-pihak tertentu.
Pola Komunikasi Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Revolusi Industri 4.0(Studi Kasus Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Dalam Membangun Akhlakul Karimah)
Jamil, Mistra;
Sarmiati, Sarmiati;
Arif, Ernita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
SSN: 2614-6754 (print)ISSN: 2614-3097(online)Halaman 3694-3707Volume 5Nomor 2Tahun 2021Jurnal Pendidikan Tambusai3694Pola Komunikasi Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Revolusi Industri 4.0(Studi Kasus Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Dalam Membangun Akhlakul Karimah)Mistra Jamil1, Sarmiati2, Ernita Arif3Program Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Andalase-mail: mistrajamil89@gmail.comAbstrakPenelitian ini membahas tentang pola komunikasi keluarga dalam mendidik anak di era revolusi industri 4.0 (Studi Kasus Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Dalam Membangun Akhlakul Karimah). Proses komunikasi orang tua dengan anak dalam memberikan pemahaman tentang nilai-nilai akhlakul karimah. Manusia akan menjadi sempurna jika mempunyai akhlak terpuji serta menjauhkan segala akhlak tercela. Hal ini tentunya memerlukan komunikasi antara orang tua dengan anak. Komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak akan membuat makna pesan dalam membangun akhlakul karimah yang diterima anak sesuaidengan makna pesan yang disampaikan oleh orang tua kepada anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga dalam membangun akhlakul karimah di era revolusi industri 4.0. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dianalisis menggunakan teori Skema Hubungan dalam Keluarga oleh Koerner dan Fitzpatrick, tujuannya agar mengetahui pola komunikasi keluarga dalam membangun akhlakul karimah di era revolusi industri 4.0. Hasil penelitian menunjukkan polakomunikasi keluarga dalam membangun akhlakul karimah di era revolusi industri 4.0 adalah menerapkan disiplin dan perilaku prososial. Komunikasi orang tua dengan anak dalam penerapan disiplim dan perilaku prososial bervariasi antara dinamika komunikasi tinggi, sedang, dan rendah. Komunikasi dinamika tinggi terjadi saat orang tua menerapkan disiplin pada anak, sedangkan dinamika sedang dan rendah terjadi ketika orang tua menerapkan perilaku prososial
Minangkabau Women's Communication Style As A Bundo Kanduang In Era 4.0
Fitri, Wahyu;
Arif, Ernita;
Sarmiati, Sarmiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i2.1475
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gaya komunikasi perempuan Minangkabau sebagai bundo kanduang di era 4.0. Dimana dalam budaya Minangkabau perempuan (bundo kanduang) berperan dan memiliki tanggungjawab yang tinggi dalam keberlangsungan setiap lini kehidupan. Peranan bundo kanduang menyangkut moral anak, kemenakan dan kaumnya dimana bundo kanduang ini bertanggungjawab memberikan contoh serta pengajaran tentang: agama, tata krama, sopan santun dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Pada era 4.0 bundo kanduang dapat terbantu dalam memberikan informasi dan mengetahui info serta kejadian terkini dari anak, kemenakan dan kaum. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, penenlitian ini akan mengakaji gaya komunikasi perempuan Minangkabau berdasarkan konteks budaya dimana gaya komunikasi dan cara berinteraksi bundo kanduang dianggap dapat meningkatkan kembali marwah dan mengembalikan fungsi bundo kanduang sebagai pelestari budaya di tengah kehidupan anak, kemenakan dan kaumnya. Penelitian ini dibantu dengan teori dramaturgi dari erving goffman dan konsep gaya komunikasi dari alo liliweri. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan subjek penelitian (bundo kanduang) berserta anak, kemenakan dan kaum yang berada di sekeliling subjek, observasi dan pengumpulan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan memaparkan bahwa gaya komunikasi dalam interaksi bundo kanduang dengan anak, kemanakan dan kaumnya lebih terlihat berhasil menarik minat ketika bundo kanduang menggunakan gaya santai (relatexed style), gaya atentif (attentive style), gaya terbuka (open style) dan gaya bersahabat (friendly style).