Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Digital Storytelling sebagai Inovasi Pedagogidalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra bagi Guru SMP Priyanto, Priyanto; Wini, Lusia Oktri; D, Yusra; Setyonegoro, Agus; Harjono, Hary Soedarto; Wachyunni, Sri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1023

Abstract

Pelatihan digital storytelling bagi guru menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tuntutan pembelajaran kreatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Namun, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan konten digital yang naratif, terstruktur, dan menarik bagi peserta didik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital storytelling melalui pelatihan yang mengadaptasi model delapan langkah Morra (2013). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan teknis, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keterampilan proses yang mencakup aspek ide cerita, riset, penulisan naskah, pembuatan storyboard, pemanfaatan multimedia, dan penyatuan konten. Peserta terdiri dari 29 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan persentase peserta yang mencapai kategori baik hingga sangat baik sebesar 72,4%–82,8%. Selain itu, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas membuktikan bahwa data hasil pelatihan memenuhi asumsi statistik parametrik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan digital storytelling ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan digital.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Pidato dengan Model Talking Stick di Kelas VIII MTsN 1 Sarolangun Febriana, Indri; Setyonegoro, Agus; Enik Mukhoiyaroh Bambang, Siti
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.6920

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada pembelajaran pidato peserta didik di kelas VIII C MTs Negeri 1 Sarolangun. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 1 Sarolangun pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahap berulang, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII C MTs Negeri 1 Sarolangun. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pelaksanaan tes berpidato pada akhir siklus untuk mengetahui tingkat keterampilan berbicara pada pembelajaran pidato setelah menerapkan model pembelajaran talking stick. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I peserta didik yang memperoleh nilai tes berpidato di atas 75 adalah sebanyak 13 orang dengan persentase ketuntasan sebesar 38%. Kemudian, pada siklus II persentase ketuntasan peserta didik meningkat sebesar 100%, yang mana jumlah keseluruhan yaitu 34 orang peserta didik berhasil memperoleh nilai di atas 75. Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan persentase dari siklus I dan siklus II yaitu 62%. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik.
Makna Simbolik dan Nilai Pendidikan dalam Tradisi Mappacci pada Pernikahan Adat Bugis Bone di Desa Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur Mursalim Isnu Pratama; Agus Setyonegoro; Dimas Anugrah Adiyadmo
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4119

Abstract

Tradisi Mappacci merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Bugis Bone yang mengandung nilai-nilai simbolik, religius, dan pendidikan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik perlengkapan adat dalam tradisi Mappacci serta mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya pada masyarakat Bugis Bone di Desa Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku prosesi, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan adat dalam tradisi Mappacci, seperti daun inai, bantal, sarung sutra tujuh lapis, kelapa, gula merah, lilin, dan beras, memiliki makna simbolik yang merepresentasikan doa, harapan, kehormatan, kesucian, kesejahteraan, dan keteguhan dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, tradisi Mappacci mengandung nilai-nilai pendidikan religius, moral, dan sosial yang berperan dalam membentuk karakter calon pengantin serta memperkuat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone di perantauan. Tradisi Mappacci berfungsi sebagai ritual adat sekaligus media pendidikan budaya yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
IMPLEMENTASI POLA ARGUMEN TOULMIN DALAM MENULIS TEKS ARGUMENTASI SISWA KELAS XI SMKN 9 MUARO JAMBI Dian Amalia Sari; Agus Setyonegoro; Priyanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11765

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Toulmin argument pattern in teaching argumentative writing to eleventh-grade students at SMK Negeri 9 Muaro Jambi. This research employed a qualitative approach with an intrinsic case study design. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The sources of data included one Indonesian language teacher and 27 students of class XI in the Light Vehicle Engineering program. The data were analyzed descriptively through the stages of data organization, reduction, categorization, interpretation, and narrative presentation. The results showed that the implementation of the Toulmin argument pattern had a positive impact on students’ ability to write argumentative texts. The learning process became more structured and systematic as students were guided to construct the elements of argument, namely claim, data, warrant, backing, qualifier, and rebuttal. Based on the analysis of students’ argumentative texts, 80% of the students were categorized as very good and 20% as good. These findings indicate that the Toulmin argument pattern is effective in improving the structure of arguments as well as students’ logical and critical thinking skills in argumentative writing.
Eufemisme dalam Berita Politik pada Portal Jambi Ekspres Online Tahun 2025 Selviani Selviani; Agus Setyonegoro; Deri Rachmad Pratama
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4183

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan eufemisme sebagai strategi wacana politik dalam pemberitaan Portal Jambi Ekspres online tahun 2025 dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Eriyanto (2001). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data penelitian berupa satuan kebahasaan yang mengandung eufemisme dalam 15 berita politik periode Juli–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima jenis eufemisme, yaitu deskriptif, metaforis, litotes, teknis, dan idiomatis, masing-maasing berjumlah tiga data 20%. Pada tingkat teks eufemisme berfungsi menghaluskan dan membingkai peristiwa politik melalui pilihan leksikal yang netral dan simbolik. Pada tingkat praktik wacana, penggunaan eufemisme menunjukkan pertimbangan redaksional dalam membangun representasi politik. Pada tingkat praktik sosial, eufemisme merefleksikan relasi kekuasaan dan dinamika ideologis dalam ruang politik lokal. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan sarana konstruksi realitas sosial politik.
Implementation of the Scaffolding Approach in Teaching Popular Scientific Article Writing to Eighth-Grade Students at MTsN 2 Bungo Zulfa Fitri Aini; Agus Setyonegoro; Priyanto Priyanto; Andiopenta Purba
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2597

Abstract

Writing is a complex language skill because it requires mastery of structure, idea development, and accurate linguistic rules. In the context of the Independent Curriculum, the ability to write popular scientific articles is crucial for strengthening the literacy of junior high school (SMP/MTs) students. However, classroom learning practices still show low structural regularity and idea development due to minimal gradual guidance. This study aims to describe the implementation of the scaffolding approach in teaching popular scientific articles to eighth-grade students at MTsN 2 Bungo and identify supporting and inhibiting factors. This study used a qualitative research type with an instrumental case study design. Data were obtained through learning observations, document analysis of 32 student articles, and interviews with teachers and students. Then, they were analyzed descriptively through stages of reduction, categorization, and thematic interpretation with triangulation of sources and techniques. The results showed that scaffolding was implemented gradually through providing intensive assistance in the initial stage, simplifying tasks, providing examples and feedback, and reducing assistance (fading). Most students were able to structure texts in a more organized manner, develop ideas logically, and show improvements in linguistic aspects and writing independence. It was concluded that the scaffolding approach effectively improves the quality of the writing process and products while encouraging students' learning independence, and is relevant to the learning principles in the Independent Curriculum.
Analisis Kesalahan Ejaan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMPN 26 Tanjung Jabung Timur Siti Aningsih; Rasdawita; Hilman Yusra; Agus Setyonegoro
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10081

Abstract

Kemampuan menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia merupakan kompetensi dasar yang penting bagi siswa menengah pertama. Namun, dalam praktiknya, sering kali ditemukan ketidaksesuaian antara hasil tulisan siswa dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau EYDPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan dalam menulis teks prosedur siswa kelas VII SMPN 26 Tanjung Jabung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Data penelitian berupa hasil kerja siswa menulis teks prosedur yang ditinjau dari aspek yaitu, pemakaian kata, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan teknik catat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 73 data kesalahan dengan total 145 bentuk kesalahan ejaan. Kesalahan tersebut terdiri atas kesalahan pemakaian huruf sebanyak 132 bentuk, kesalahan penulisan kata sebanyak 4 bentuk, dan kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak 9 bentuk. Kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan pemakaian huruf, terutama penggunaan huruf kapital pada awal kalimat. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menerapkan kaidah ejaan bahasa Indonesia secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih intensif dan latihan menulis secara berkelanjutan agar kemampuan menulis siswa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dapat meningkat.
Kemampuan Menulis Cerpen Siswa SMP dengan Menggunakan Media Audio-Visual Liani; Setyonegoro, Agus; Bambang, Siti Enik Mukhoiyaroh
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Kode: Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sxdb4b72

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis cerpen siswa Fase D SMP Nurul Khoir Jambi, khususnya dalam menemukan ide, menyusun alur, dan mengembangkan tokoh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa melalui penggunaan media audio-visual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan 27 siswa dan guru Bahasa Indonesia sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis cerpen siswa berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 87. Siswa mampu mengembangkan unsur cerpen dengan baik setelah menggunakan media audio-visual. Dengan demikian, media audio-visual terbukti meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa dalam menulis cerpen. Kata Kunci: Kemampuan menulis cerpen, Media audio-visual, Siswa Fase D SMP
PENGARUH MEDIA WORDWALL TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PUISI DI KELAS VIII G SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Munikmah; Agus Setyonegoro; Arum Gati Ningsih
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.2975

Abstract

Poetry learning is often considered difficult and less interesting, so their interest in learning this material tends to be low. To overcome this, innovation is needed in the learning process that can increase student interest and involvement. One of the interactive learning media that can be utilized is Wordwall. This study aims to determine the effect of using Wordwall media on students' interest in learning poetry in class VIII of SMP Negeri 7 Muaro Jambi. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and one group design. Data collection instruments are in the form of questionnaires and observation sheets that have been tested for validity and reliability. Determination of the sample in this study used purposive sampling and the sample was class VIII G students consisting of 25 students. The results of the study showed that the normality of the data was > 0.05 which means that the data is normally distributed, the homogeneity results showed a Sig value of 0.314 > 0.05 which means that the data has a homogeneous variance. Hypothesis testing was conducted using the t-test, the results of the t-test showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 <0.05 and a calculated t value of 9.259> t table 1.714 so that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, it can be concluded that Wordwall media has an effect on increasing students' interest in learning poetry.