p-Index From 2021 - 2026
13.494
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

FORMULASI FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C.) SEBAGAI PENGHILANG BAU KAKI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Rima Marwarni; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.767 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1103

Abstract

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang lebih banyak memproduksi keringat, hal ini disebabkan karena bagian tersebut sering ditutupi dengan penggunaan kaos kaki dan sepatu. Keadaan kaki yang sering tertutup dapat menyebabkan kaki berkeringat dan lembab sehingga menimbulkan bau. Bau kaki dapat timbul akibat kelenjar keringat yang berlebihan bercampur dengan bakteri. Salah satu bakteri penyebab bau kaki adalah Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan foot spray dari ekstrak daun jeruk purut serta mengetahui aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampel yang digunakan yaitu daun jeruk purut yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung bahan aktif seperti flavonoid. Daun jeruk purut diekstraksi dengan cara maserasi dan selanjutnya diformulasikan dalam bentuk sediaan foot spray dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi sediaan foot spray memenuhi parameter uji stabilitas, meliputi pengamatan organoleptis dan pH, sedangkan untuk hedonic test yang paling disukai panelis yaitu formula I dengan konsentrasi 20% dan untuk uji iritasi menunjukkan tidak ada formula yang mengiritasi kulit. Pengujian aktivitas antibakteri pada semua formula menunjukkan aktvitas antibakteri dalam kategori kuat dengan diameter zona hambat berturut-turut formula 1 dengan konsentrasi 20% sebesar 12,45 mm, formula 2 dengan konsentrasi 25% sebesar 13,65 mm, dan formula 3 dengan konsentrasi 30% sebesar 14,30 mm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun jeruk dapat diformulasikan dalam sediaan foot spray dan semua sediaan foot spray memiliki stabilitas yang baik serta memiliki aktivitas antibakteri Staphylococccus epidermidis
PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa ) TERHADAP FORMULASI DAN EVALUASI JELLY DRINK DENGAN KOMBINASI MADU DAN GULA Latifah Sahara Pulungan; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.693 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1105

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari family Rosaceae, yang memiliki kandungan fitokimia yang tinggi. Jelly drink merupakan minuman yang memiliki tekstur kenyal yang terbuat dari bahan dasar buah-buahan dan dikonsumsi dengan cara dihisap dengan sedotan. Kriteria jelly drink yang baik adalah tekstur gel yang lunak sehingga saat dihisap menggunakan bantuan sedotan gel mudah hancur, namun bentuk gelnya masih terasa di mulut. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan minuman sehat dan bergizi dari buah stroberi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan sampel buah stroberi dengan pengambilan sampel secara Purposif. Jelly Drink dari buah stroberi dibuat dengan 4 (empat) formula, f1 (50), f2 (100), f3 (150), f4 (0) blanko. Pengujian mutu jelly drink stroberi dilakukan uji viskositas, uji homogenitas, uji pH, uji organoleptik dan uji hedonik (kesukaan). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil jelly drink terbaik pada Formula 1 (satu) dengan viskositas 480.8 Cp, homogenitas dikatakan homogen, pH 3,66. Secara organoleptik jelly drink buah stroberi memberikan warna merah, rasa manis sedikit asam, tekstur lunak, dan bau khas stroberi dan madu. Hasil uji hedonik (kesukaan) menunjukkan jelly drink paling disukai panelis. Stroberi sangat berpengaruh pada jelly drink pada uji viskositas karna bersifat hidrokoloid yang dapat mengikat air dan dapat meningkatkan pH, konsentrasi stroberi terbaik terdapat pada formula 1 yang dilihat dari uji organoleptik dan uji hedonik
FORMULASI FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENGHILANG BAU KAKI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Risnayanti; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.346 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1106

Abstract

Bau kaki adalah masalah yang sangat mengganggu penampilan. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi kurang percaya diri saat menggunakan sepatu, terutama sepatu tertutup. Bau kaki disebabkan oleh adanya bakteri pada permukaan kulit dan sepatu. Kemangi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai antibakteri, hal ini ditunjukkan dengan adanya kandungan flavonoid, fenolik, saponin, tannin dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan foot spray dari ekstrak daun kemangi serta mengetahui aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun kemangi dibuat dengan metode maserasi, kemudian ekstrak tersebut di formulasikan menjadi foot spray dengan beberapa variasi konsentrasi, yaitu 15%, 20%, 25%. Sediaan foot spray kemudian di uji evaluasi sediaan dan di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam sediaan foot spray tanpa merubah standar dari sediaan foot spray baik pH maupun organoleptis dan tidak menimbulkan efek iritasi serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan diameter daya hambat berturut-turut sebesar 12,6 mm (F1=15%), 13,6 mm (F2=20%) dan 14 mm (F3=25%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai sediaan foot spray dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR Nuraisyah; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.147 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1108

Abstract

Jagung mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, pada umumnya memiliki aroma dan rasa manis, yang dapat membuat tablet hancur perlahan dalam mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi tablet hisap jagung (Zea mays L.) dengan varian gom arab dan putih telur dengan konsentrasi yang berbeda sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan uji evaluasi granul dan tablet hisap. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia sari jagung yang menggunakan metode granulasi basah. Hasil dari skrining fitokimia sari jagung diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin dan triterpenoid. Hasil pemeriksaan evaluasi granul pada uji waktu alir keempat formulasi memenuhi syarat yaitu <10 detik. Uji sudut diam keempat formulasi memenuhi syarat yang baik 25°- 45°. Uji kompresibilitas keempat formulasi memenuhi syarat <20 %. Uji kadar air keempat formulasi memenuhi syarat <5 %. Hasil pemeriksaan evaluasi sediaan tablet hisap pada uji penampilan keempat formulasi ini yaitu berbentuk bulat, rasa agak manis, tidak berbau, dan warna putih. Uji keseragaman bobot F2 dan F4 memenuhi syarat yaitu tidak lebih dari dua tablet yang menyimpang lebih besar 5% dan tidak ada satupun tablet yang menyimpang lebih besar dari 10% sedangkan F1 dan F3 tidak memenuhi syarat. Uji keseragaman ukuran keempat formulasi masih memenuhi syarat diameter 13 mm dan ketebalan 3 mm. Uji kekerasan F1, F2 memenuhi syarat, sedangkan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu 4-8 kg. Uji kerapuhan F1, F2 memenuhi syarat dan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu <1%. Uji waktu hancur keempat formulasi memenuhi syarat < 30 menit.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BATANG AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) TERHADAP TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Lisa Amalia; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.656 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1109

Abstract

Akar bajakah (Spathollobus Littotalis Hassk) merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili fabaceae yang berdasarkan penelitian ekstraknya dapat menurunkan reaksi peradangan. Ekstrak akar bajakah mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, steroid/triterpenoid, dan alkaloid. Flavonoid yang terkandung dalam akar bajakah dapat menangkap radikal bebas yang berfungsi untuk menghambat kerusakan sel dan sebagai antiinflamasi. Ekstrak etanol akar bajakah (EEKB) dibuat dengan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dilakukan skrining fitokimia simplisia, uji kontrol positif (Natrium Diklofenak 25 mg), dan suspensi EEKB dosis 100, 200, dan 300 mg/KgBB. Tikus diinduksi dengan karagenan kemudian diukur volume radang setiap 1 jam dan dihitung persentase radang dan persentase inhibisi radang. Dosis EEKB 300 mg/KgBB memiliki efek antiinflamasi dengan nilai persentase radang 13,66%, persentase inhibisi radang 82,05%, dan nilai natrium diklofenak 25 mg/KgBB dengan nilai persentase radang 11,6% dengan nilai persentase inhibisi radang 96,90%. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa EEKB dapat mengurangi peradangan pada kaki tikus setelah dilakukan penginduksian karagenan.
PROFIL DISOLUSI TERBANDING TEOFILIN TABLET GENERIK, NAMA DAGANG, DAN SEDIAAN LEPAS LAMBAT Muhammad Tegar Tri Rizky; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.996 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1367

Abstract

Saat ini industri farmasi memproduksi berbagai bentuk sediaan obat. Hal ini membuat kebanyakan masyarakat bingung dalam memilih obat untuk dikonsumsi sesuai kebutuhannya. Padahal berbagai bentuk sediaan obat mempunyai tujuannya masing-masing dalam penggunaannya, diantaranya dengan laju pelepasan berbeda. Dalam hal ini profil laju pelepasan obat sangat penting diperhatikan, mulai dari konsentrasi waktu awal mula obat masuk ke dalam darah sampai habisnya terabsopsi oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat profil disolusi dari teofilin tablet generik, nama dagang, dan sustained release. Uji disolusi untuk melihat laju pelepasan teofilin dari tablet generik, nama dagang, dan lepas lambat dilakukan berbagai waktu dalam medium lambung buatan pH 1,2, dan untuk tablet sustained release juga dilakukan dalam medium berganti, lambung buatan pH 1,2 sampai menit ke 180, dilanjutkan dalam medium usus buatan pH 7,4 sampai menit ke 450. Laju pelepasan teofilin hasil disolusi pada menit ke 240 dalam medium lambung buatan pH 1,2 menunjukkan pada tablet generik (98,29 ± 0,60)%, nama dagang (99,85 ± 0,80)%, dan sustaind release (50,10 ± 0,69)%. Laju pelepasan teofilin tablet sustained release dalam medium berganti, medium lambung buatan pH 1,2 pada 180 menit (46,09 ± 0,69)%, dilanjutkan dalam medium usus buatan pH 7,4 sampai 450 menit (99,71 ± 0,79)%. Kesimpulannya tablet teofilin nama dagang lebih cepat terlepas sempurna waktunya dibanding dengan tablet teofilin generik pada rentan waktu 75 menit sedangkan untuk teofilin sediaan lepas lambat membutuhkan waktu 4 jam untuk sediaan tersebut lepas sempurna.
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Heru Adha Prayogo; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.631 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1369

Abstract

Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kulit karena terpapar sinar matahari. Untuk menjaga kulit dari efek buruk sinar UV diperlukan perlindungan menggunakan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk simplisia kulit buah asam jawa, senyawa kimia metabolit sekunder ekstrak etanol kulit buah asam jawa, dan melihat aktivitas tabir surya ekstrak etanol kulit buah asam jawa melalui nilai SPF (Sun Protection Factor). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada serbuk kulit buah asam jawa di uji karakteristik simplisia, ekstrak etanol kulit buah asam jawa di uji skrining fitokimia, dan penentuan nilai SPF dengan spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik simplisia kulit buah asam jawa memiliki kadar air 5, kadar sari larut dalam air 17,07, kadar sari larut dalam etanol 10,11, kadar abu total 2,63, kadar abu tidak larut asam 0,28 secara keseluruhan memenuhi standar MMI, skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah asam jawa mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Uji SPF ekstrak etanol kulit buah asam jawa dengan konsentrasi 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, 700 ppm, 1000 ppm diperoleh hasil berturut-turut 2,22; 9,81; 15,86; 22,42; 36,22. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa serbuk kulit buah asam jawa memiliki bentuk buah polong menggelembung, bengkok atau lurus, aroma khas asam jawa, khas asam jawa kecoklatan. Nilai SPF ekstrak etanol kulit buah asam jawa yang memiliki kategori ultra pada konsentrasi 500 ppm, 700 ppm dan 1000 ppm secara berturut-turut adalah 15,86; 22,42 dan 36,22.
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Fitri Febriani; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.254 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1373

Abstract

Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk simplisia daun asam jawa, mengetahui senyawa kimia metabolit sekunder ekstrak etanol daun jawa dan melihat aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun asam jawa melalui nilai SPF. Tahapan penelitian ini meliputi karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pengujian SPF (Sun Protection Factor) ekstrak etanol daun asam jawa pada konsentrasi 100, 300, 500, 700 dan 1000 ppm. Hasil karakteristik serbuk daun asam jawa dengan bentuk daun bertangkai pendek, panjang daun 1-2 cm, lebar daun 4-8 mm, tepi daun rata, ujung daun membundar, aroma khas, warna hijau. Kadar air 4,6 %, Kadar sari larut air 37,84 %, Kadar sari larut etanol 25,33 %, Kadar abu 4,51 %, Kadar abu tidak larut asam 1,765 %. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun asam jawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Uji SPF memberikan hasil secara berturut 3,470; 8,7; 14,74; 20,89; dan 29,995.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK HARD CANDY SARI HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Misna Rosalinda Hutabarat; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.238 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1374

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) memiliki kandungan glikosida, saponin, asiatikosida, madekasosida, saponin, asam asiatat, dan asam madeksatat. Pegagan memiliki banyak manfaat diantaranya memiliki aktivitas antioksidan, memperbaiki daya ingat, meningkatkan sistem imun, serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah merancang formulasi dasar Hard Candy terbaik dari sari herba pegagan yang diuji mutu fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan formula dasar Hard Candy dengan variasi konsentrasi F1 (40:60), F2 (50:50), F3 (60:40), F4 (70:30), dan F5 (80:20) antara sukrosa dan sirup fruktosa. Dilakukan pembuatan Hard Candy Sari Herba Pegagan dengan kombinasi sari pegagan sebanyak 1% (F6) dan 3% (F7) yang ditambahkan pada formulasi dasar Hard Candy yang terpilih baik. Pemeriksaan mutu fisik Hard Candy Sari Herba Pegagan meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji stabilitas, dan uji keseragaman bobot. Hasil uji organoleptis Hard Candy Sari Herba Pegagan memberikan rasa, aroma, warna dan bentuk yang normal. Hasil uji kadar air F2 (0,7934%), F6 (0,874%) dan F7 (0,6824%) (≤3,5%) sesuai dengan persyaratan SNI. Hasil uji stabilitas F2,F6, dan F7 stabil pada suhu 8-15°C dengan kemasan tertutup. Hasil uji keseragaman bobot F2 (1740±51,63mg), F6 (1760±51,63mg) dan F7 (1780±42,16mg) sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia edisi III (penyimpangan bobot ≤5%). Hasil penelitian formulasi dasar Hard Candy yang terbaik terdapat pada F2 (50:50) yaitu permen dapat dicetak dengan gula terlarut secara sempurna dan tidak berair serta tidak lengket.
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT Tasya Ardana; D. Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.23 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1377

Abstract

Ekstrak etanol daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) memiliki kandungan kimia flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Flavonoid berkhasiat sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak etanol daun eceng gondok dengan perbandingan dosis tertentu dan perbandingan metampiron. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan menggunakan induksi asam asetat 1% secara intraperitoneal yang menyebabkan iritasi berat pada mukosa membran rongga perut sehingga kaki tertarik kebelakang, badan memanjang dan bagian abdomen menyentuh dasar, gejala ini dinamakan geliat. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit putih jantan yang dikelompokan menjadi 5 kelompok, kelompok 1 diberikan CMC 0,5% (kontrol negatif), kelompok II diberi Metampiron 1% (kontrol positif), kelompok III, IV, dan Vdiberi ekstrak etanol daun eceng gondok (EEDEG) dengan dosis 300 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, 500 mg/kg BB. Dihitung jumlah geliat selang waktu 5 menit selama 1 jam. Data persentase geliat di analisis dengan metode ANOVA (Analisis Variansi) dan Uji Turkey menggunakan program SPSS 20 (Statistical Program for the Social Sciences).. Hasil penelitian menunjukan EEDEG 300 mg/kg BB mempunyai persentaseefektivitas analgetik sebesar 22,30%, EEDEG dengan dosis 400 mg/kgBB sebesar 44,29%, sedangkan EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB sebesar 93,31%. Dari data tersebut dapat disismpulkan bahwa suspensi EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB mempunyai efektivitas analgetik yang paling baik.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Dona Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Robiatun Rambe Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Syarifah Mauliza Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani