p-Index From 2021 - 2026
14.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON DALAM BENTUK POWDER DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA ASOKA (Ixora paludosa (Blume) Kurz) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Winda Aulia; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.108 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1379

Abstract

Bunga asoka (Ixora paludosa (Blume) Kurz) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai pewarna. Antosianin merupakan metabolit sekunder yang larut dalam air yang bertanggung jawab atas warna merah, ungu, biru pada buah, sayur dan bunga sehingga antosianin dapat menjadi pewarna alami dan dipercaya sebagai antioksidan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada ekstrak etanol bunga asoka, mengetahui karakteristik simplisia bunga asoka mengetahui mutu fisik sediaan blush on ekstrak etanol bunga asoka dan mengetahui sediaan yang paling disukai berdasarkan uji kesukaan dengan mengisi kuisioner. Metode penelitian ini dilakukan secara ekperimental, meliputi: penyiapan sampel, karakterisasi simplisia, pembuatan ekstrak, skrinning fitokimia, pembuatan sediaan, uji iritasi, uji homogenitas, uji stabilitas, uji oles dan uji hedonik terhadap sediaan yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga asoka mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, tannin, saponin, dengan karakteristik simplisia yang diperoleh yaitu kadar air 3,99%, kadar sari larut air 23,08%, kadar sari larut etanol 17,6%, kadar abu total 0,75%, dan kadar abu tidak larut asam 0,42%. Sediaan yang paling disukai berdasarkan uji hedonis adalah sediaan dengan konsentrasi 35% serta memiliki mutu fisik yang baik, uji homogenitas menunjukkan sediaan terdispersi merata, berdasarkan uji pH memenuhi persyaratan pH pada kulit yaitu pH 4-7, berdasarkan uji stabilitas tidak terdapat perubahan warna, bentuk dan aroma , uji daya oles sediaan blush on yang baik ditandai dengan warna yang jelas saat di oleskan pada kulit punggung tangan, dan tidak menimbulkan iritasi pada saat di oleskan.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN BALSEM STICK DARI KOMBINASI RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) DAN RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L) Karlina Butar Butar; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.383 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1886

Abstract

Balsem merupakan sediaan yang penggunaannya dilakukan dengan cara mengoleskannya ke kulit yang dapat memberikan rasa panas namun jika menggunakan tangan sulit dihilangkan, menimbulkan rasa lengket dan sulit dicuci. Salah satu solusi yang diperlukan dalam inovasi pembuatan balsem yaitu pembuatannya dalam bentuk stick agar praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi ekstrak rimpang jahe (Zingiber officinale) dan rimpang kecur (Kaempferia galanga L) yang dapat di formulasikan menjadi sediaan balsem stick. Proses pembuatan ekstrak etanol rimpang jahe dan kencur dilakukan menggunakan metode maserasi. Evaluasi uji mutu fisik yang dilakukan meliputi uji organolpetik, uji homogenitas, uji iritasi, uji pH, uji daya oles, uji titik lebur dan uji kesukaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe dan kencur dapat diformulasikan menjadi sediaan balsem stick. Hasil dari 4 formula yaitu F0 memiliki karakteristik berwarna putih, bau spesifik, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasinya kurang hangat. FI memiliki karakteristik berwarna coklat tua, bau khas, tidak begitu menyengat, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasinya pada kulit lebih hangat. FII memiliki karakteristik warna kuning kecoklatan, bau khas, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasi yang ditimbulkan kurang hangat. FIII memiliki karakteristik warna coklat, bau khas, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasi yang ditimbulkan cukup hangat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi terbaik dimiliki oleh FI dengan konsetrasi ekstrak rimpang jahe 13% yang memiliki tekstur lembut, padat, dengan aroma yang tidak begitu menyengat dan paling banyak diminati.
EVALUASI SEDIAAN HARD CANDY SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L.) SEBAGAI NUTRASETIKAL Nurul Salsa Abya Ritonga; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.306 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1887

Abstract

Permen (candy) memiliki cita rasa manis dan segar yang membuat hampir seluruh masyarakat menyukainya mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Permen menurut jenisnya dua yaitu permen kristalin dan permen non kristalin. Salah satu contoh permen ialah hard candy. Hard candy non kristalin memiliki komposisi sirup glukosa, sukrosa, air, bahan tambahannya flavor, pewarna, zat pengasam. Flavor dari essens atau sari buah. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah sukrosa yang baik dalam penentuan rasa hard candy dan hasil evaluasi sediaan hard candy sari nanas. Penelitian ini bersifat eksperimental dan meliputi perlakuan buah nanas, produksi sari nanas, produksi hard candy, pengujian organoleptik, pengujian pH, keseragaman bobot, kadar abu, dan kadar air. Berisi parameter uji permen, uji hedonik hasilnya disajikan secara deskriptif. Pembuatan hard candy menggunakan metode open pan. Berdasarkan hasil penelitian, sari nanas diformulasikan dalam sediaan hard candy dengan variasi kadar sukrosa FI (1500 mg), FII (2000 mg) dan FIII (3000 mg) dengan jumlah masing-masing 11,114 mg, 11,614 mg, dan 12,614 mg secara berurut. Bentuk menarik, rasa, kekerasan yang baik, memiliki pH 5 serta memenuhi semua persyaratan uji evaluasi keseragaman bobot dengan koefisien variasi 1% , 0,80%, 1% , kadar air 2,8%, 2,12%, 1,76% , kadar abu 1,7%, 1,1%, 1,02%, hedonik dari suka 1,24, 1,39, 2 . Hasil uji hedonik dari rasa, tekstur, suka menunjukkan F3 formula terbaik yang banyak disukai dengan kadar sukrosa. Kadar sukrosa memberikan pengaruh terhadap tingkat rasa, suka, kekerasan.
FORMULASI SEDIAAN MINUMAN SERBUK JELI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) Ridwan Taher Lubis; Minda Sari Lubis; Gabena Indrayani Dalimunthe; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.206 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1889

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) salah satu jenis tumbuhan yang mudah sekali kita temukan dan banyak manfaatnya. Sejumlah penelitian diseluruh dunia, lidah buaya membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Jenis lidah buaya yang dipakai untuk pembuatan herbal lidah buaya adalah jenis Barbadensis yang mengandung zat untuk kebutuhan manusia, seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, Vitamin E dan Vitamin C. Tanaman ini dapat juga menyembuhkan penyakit diabetes jantung,dan penyakit lainnya. Lidah buaya dapat diformulasikan menjadi minuman serbuk karena dapat memberikan rasa yang menyegarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi baru dari lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) sebagai minuman serbuk dengan komposisi maltodekstrin yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada penelitian ini lidah buaya diformulasikan dalam bentuk minuman serbuk. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji waktu alir, uji sudut diam dan uji waktu larut, uji organoleptis serta uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa evaluasi mutu fisik uji kadar air sediaan berada pada rentang 2,93%-4,73 %,kadar abu 0,12%-0,23%, waktu alir 4,23-6,20 gram/detik, sudut diam 21,95°-29,92o, dan waktu larut berada pada rentang 1,03-2,90 menit. Pada uji hedonik formula yang paling disukai adalah F3 baik dari segi rasa,aroma dan warna. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa minuman serbuk lidah buaya memenuhi eveluasi mutu fisik dan memiliki rasa yang disukai oleh para panelis.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Cut Erika Maulydya; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.667 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1890

Abstract

Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tumbuhan famili Myrtaceae yang telah dikenal dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa aktif tanaman ini adalah golongan polifenol yang merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Radikal bebas didefinisikan sebagai suatu atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya, bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh daun jamblang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang. Tahapan penelitian meliputi penyiapan sampel, identifikasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pengemasan teh, uji aktivitas antioksidan, pembuatan larutan induk baku DPPH, pembuatan larutan blanko, pembuatan larutan seduhan teh daun jamblang, skrining fitokimia serta menguji aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 dengan pembanding vitamin C. Hasil karakterisasi serbuk simplisia diperoleh kadar air 9,164%, kadar abu total 6,60%, kadar abu larut dalam air 3,74%, kadar abu tak larut dalam asam 0,74% dan ekstrak dalam air 34,48%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa daun jamblang mengandung senyawa kimia golongan flavonoida, glikosida, tanin, saponin dan triterpenoid/steroida. Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun jamblang memiliki nilai IC50 5,84ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 34,19 ppm, dimana dari hasil tersebut teh daun jamblang memiliki aktivitas antioksidan sama vitamin C dengan kategori sangat kuat.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dan Escherichia coli Dina Veranika; D. Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2373

Abstract

Daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) mengandung senyawa fenolik dan metabolit sekunder yang memiliki efek antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat pada serbuk simplisia dan ekstrak etil asetat daun gamal, serta mengkaji potensi antibakteri ekstrak tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Escherichia coli. Teknik yang digunakan adalah teknik eksperimental yang meliputi preparasi sampel, pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, karakteristik sampel, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak, dan pengujian efektivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Data dari pengukuran diameter daya hambat dianalisis secara statistik dengan Uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Duncan. Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukkan daun berwarna hijau tua, lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, panjang 7–9 cm dan lebar 3–4 cm. Hasil pemeriksaan mikroskopis serbuk simplisia menunjukkan kristal kalsium oksalat berbentuk prisma, rambut penutup uniseluler dan stomata anisositik. Hasil karakteristik simplisia menunjukkan kadar air 8%, kadar sari larut air 29,78%, kadar sari larut etanol 19,9%, kadar abu total 3,9%, dan kadar abu tidak larut asam 1,4%. Skrining fitokimia positif adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil uji efektivitas antibakteri ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 70%, 80%, 90%, dan 100% merupakan konsentrasi yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, dan konsentrasi 80%, 90%, dan 100% merupakan konsentrasi yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun gamal memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes dan Escherichia coli.
ISOLASI AMILOPEKTIN DARI PATI JAGUNG (Zea Mays L) YANG BERPOTENSI SEBAGAI FILM COATED PADA TABLET Siti Anisa; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2377

Abstract

Pati yaitu polisakarida yang termasuk karbohidrat yang terkandung dalam sel-sel tanaman. Pati mengandung amilosa dan amilopektin, dimana amilopektin dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan film coated atau pelapis permukaan seperti tablet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi amilopektin dari pati jagung (Zea Mays L) berdasarkan karakteristiknya dan melalui uji iodin dan melihat dari gugus yang dihasilkan dengan menggunakan spektrofotometer IR. Berdasarkan dari hasil organoleptiknya yaitu berbentuk serbuk, berwarna putih dan tidak berbau sesuai syarat SNI 3451:2011, kadar abu total 0,9% masih memenuhi syarat MMI edisi VI, hasil uji iodin berwarna merah violet dan hasil analisis gugus menggunakan FTIR terdapat tiga gugus fungsi utama yang merupakan karakteristik dari amilopektin yaitu C-H, O-H dan C=O. Kesimpulannya serbuk yang dihasilkan merupakan serbuk amilopektin yang diisolasi dari pati jagung.
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis ANTARA SERBUK SIMPLISISA KULIT DAUN & DAGING DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera(L.)Burm.f) Alma Dhita Shafira; Minda Sari Lubis; Gabena Indrayani Dalimunthe; D. Elysa Putri Mambang
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2379

Abstract

Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan satu dari tiga spesies bakteri gram positi Staphylococcus yang sering dijumpai. Staphylococcus epidermidis adalah flora normal pada kulit, saluran napas, dan saluran cerna manusia. Salah satu tanaman yang memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri yaitu tanaman lidah buaya (Aloe vera L.)Burm.f Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya hambat antara serbuk simplisia kulit daun dan daging daun lidah buaya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan melakukanerbandingan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis antara serbuk simplisia kulit daun dan daging daun lidah buaya (Aloe vera (L.)Burm.f.,. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif berupa diameter zona hambat. enelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat memaparkan, menguraikan serta untuk mendapatkan gambaran daya hambat serbuk simplisia kulit daun dan daging daun lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa serbuk simplisia kulit daun lidah buaya pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% termasuk kategori resistant (lemah). Begitu juga serbuk simplisia daging daun lidah buaya pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% termasuk kategori resistant (lemah) dan serbuk simplisia keseluruhan bagian daun lidah buaya pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25% juga termasuk kategori resistant (lemah) sedangkan konsentrasi 50% termasuk kategori intermediate (sedang). Dapat disimpulkan bahwa serbuk simplisia kulit daun, daging daun serta kombinasi kulit dan daging daun lidah buaya memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan hanya sampel kombinasi kulit dan daging daun lidah buaya dengan konsentrasi 50% yang memiliki daya hambat terbesar.
ISOLASI AMILOPEKTIN DARI PATI KULIT PISANG RAJA (Musa paradisiaca L) YANG BERPOTENSI SEBAGAI FILM COATED TABLET Adela Octi Dwiyani; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i1.2380

Abstract

Pati merupakan polisakarida yang jumlahnya melimpah pada sel-sel tanaman. Pati mengandung amilosa dan amilopektin, dimana amilopektin dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan film coated atau pelapis permukaan seperti tablet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi amilopektin dari pati kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.) berdasarkan karakteristiknya dan melalui uji iodin dan melihat dari gugus yang dihasilkan dengan menggunakan spektrofotometer IR. Berdasarkan dari hasil rendemen yang didapatkan berdasarkan perhitungan perbandingan antara berat pati dengan berat kulit pisang segar yaitu 3.33%. Setelah dilakukannya perhitungan persen rendemen isolasi amilopektin dengan cara membandingkan antara berat tepung amilopektin dengan berat pati, maka didapatkan hasil rendemen 72.67%. Hasil organoleptiknya yaitu berbentuk serbuk, berwarna coklat dan tidak berbau sesuai syarat SNI 3451:2011, kadar abu total 3% masih memenuhi syarat MMI edisi III dengan hasil dari ketiga pengulangan yaitu 1.4%, 1.2%, dan 1.3%, hasil uji iodin berwarna merah violet dan hasil analisis gugus menggunakan FTIR terdapat tiga gugus fungsi utama yang merupakan karakteristik dari amilopektin yaitu C-H, O-H dan C=O. Kesimpulannya serbuk yang dihasilkan merupakan serbuk amilopektin yang diisolasi dari pati kulit pisang raja.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Ekstrak Salep Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas (L.)) Lamk terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus pada Penyembuhan Penyakit Luka Bernanah niswa, khairun; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Nasution, Muhammad Amin
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2799

Abstract

Ubi jalar ungu jenis (Ipomoea batatas (L.)) Lamk ubi yang disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging ubinya. Antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijadikan formulasi dapat dijadikan sebagai sediaan salep dan Untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi: karakterisasi simplisia ubi jalar ungu, pembuatan ekstrak etanol ubi jalar ungu secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan ubi jalar ungu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode cakram dan sumuran, formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan salep terhadap bakteri Staphylococcus aureus berbagai konsentrasi, dan evaluasi sediaan (pemeriksaan organoleptis, homogenitas, penentuan pH, stabilitas fisik, daya sebar, daya lekat dan uji iritasi sediaan). Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokomia serbuk ubi jalar ungu yang memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid, glikosida dan ekstrak memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid. Ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijdikan formulasi dalam sediaan bentuk salep yang baik dan memenuhi syarat mutu uji evaluasi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, homogenitas, stabilitas fisik dan iritasi. Sediaan salep ubi jalar ungu memiliki aktivitas sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat (KUJU 20%) diameter 10,9 mm, (KUJU 25%) 15 mm, (KUJU 30%) 15,9 mm memiliki daya hambat paling tinggi
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Andi Syahputra, Ricky Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Aisyah Putri Lubis Lubis, Asira Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Mauliza, Syarifah Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nasution, Wardah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rahma Dona, Rahma Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani