Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Dan Kebutuhan Pengembangan Fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Morowali Handoyo, Handoyo; An, Charles; Keke, Yulianti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g47agc24

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang di Bandar Udara Morowali dalam beberapa tahun terakhir tidak sebanding dengan kapasitas terminal penumpang yang tersedia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan, menurunkan kualitas pelayanan, dan menjadikan terminal kurang ideal dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Morowali terhadap jumlah penumpang saat ini, melakukan peramalan jumlah penumpang angkutan udara lima tahun ke depan, serta menghitung kebutuhan luas terminal penumpang pada tahun 2029. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service) terminal penumpang Bandar Udara Morowali sebesar 65%, yang dikategorikan sub optimum, sehingga kapasitas terminal tidak lagi memadai dan memerlukan pengembangan. Peramalan jumlah penumpang dilakukan dengan metode kausal melalui analisis regresi linier berganda, dengan variabel bebas meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan jumlah wisatawan. Hasil peramalan memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2029 mencapai 324.275 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk (PWS) sebesar 422 penumpang. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan luas terminal penumpang sampai tahun 2029 adalah 5.958 m². The increase in the number of passengers at Morowali Airport in recent years is not comparable to the available passenger terminal capacity. This condition has the potential to cause congestion, reduce service quality, and make the terminal less than ideal in meeting the needs of service users. This study aims to evaluate the capacity of the passenger terminal of Morowali Airport against the current number of passengers, forecast the number of air transport passengers for the next five years, and calculate the passenger terminal area requirements in 2029. The study uses a quantitative approach. The results of the analysis show that the level of service (Level of Service) of the passenger terminal of Morowali Airport is 65%, which is categorized as sub-optimal, so that the terminal capacity is no longer adequate and requires expansion. Forecasting the number of passengers is carried out using the causal method through multiple linear regression analysis, with independent variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), population, and number of tourists. The forecast results estimate the number of passengers in 2029 to reach 324,275 passengers, with peak time passengers (PWS) of 422 passengers. Based on these results, the passenger terminal area required until 2029 is 5,958 m².
Optimalisasi Lintasan Penerbangan untuk Efisiensi dan Keberlanjutan Perusahaan Penerbangan: Sebuah Tinjauan Sistematis Rumondang Banjarnahor, Astri; Simarmata, Juliater; Keke, Yulianti; Siahaan, L Denny; Wardhani, Anindita Galuh; Kurniawan, Deni Agus; Akbar, Muhajir
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2416

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan optimisasi lintasan penerbangan dengan fokus pada penerbangan sipil dalam konteks manajemen lalu lintas udara dan trajectory-based operation. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap 51 artikel yang teridentifikasi melalui basis data Scopus. Studi yang tidak relevan dengan domain optimasi lintasan penerbangan sipil seperti pemasaran, brand, kepemimpinan, komunikasi nirkabel murni tanpa implikasi lintasan, maupun spacecraft dikeluarkan pada tahap penyaringan. Sebagian kecil kajian Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dipertahankan jika secara eksplisit membahas pengelolaan lintasan yang dapat ditransfer ke operasi penerbangan sipil. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Performance-Based Navigation (PBN) dan Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B) diasosiasikan dengan peningkatan presisi lintasan serta potensi penurunan konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂. Continuous Climb Operations (CCO) dan Continuous Descent Operations (CDO) berkontribusi terhadap pengurangan fuel burn, emisi CO₂/NOx, dan kebisingan di sekitar bandara dalam berbagai konteks operasional. Integrasi trajectory-based operations dengan Air Traffic Flow Management menunjukkan kecenderungan untuk meningkatkan prediktabilitas jadwal dan mengurangi delay pada tingkat jaringan. Pemetaan bukti disajikan melalui kerangka teknologi–indikator kinerja (fuel burn, emisi, waktu tempuh, delay, kebisingan), yang juga menyoroti keterbatasan bukti empiris pada konteks negara berkembang. Temuan ini memberikan dasar analitis bagi pengembangan kebijakan dan agenda riset lanjutan mengenai efisiensi dan dekarbonisasi penerbangan sipil.
Optimalisasi Lintasan Penerbangan untuk Efisiensi dan Keberlanjutan Perusahaan Penerbangan: Sebuah Tinjauan Sistematis Rumondang Banjarnahor, Astri; Simarmata, Juliater; Keke, Yulianti; Siahaan, L Denny; Wardhani, Anindita Galuh; Kurniawan, Deni Agus; Akbar, Muhajir
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2416

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan optimisasi lintasan penerbangan dengan fokus pada penerbangan sipil dalam konteks manajemen lalu lintas udara dan trajectory-based operation. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap 51 artikel yang teridentifikasi melalui basis data Scopus. Studi yang tidak relevan dengan domain optimasi lintasan penerbangan sipil seperti pemasaran, brand, kepemimpinan, komunikasi nirkabel murni tanpa implikasi lintasan, maupun spacecraft dikeluarkan pada tahap penyaringan. Sebagian kecil kajian Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dipertahankan jika secara eksplisit membahas pengelolaan lintasan yang dapat ditransfer ke operasi penerbangan sipil. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Performance-Based Navigation (PBN) dan Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B) diasosiasikan dengan peningkatan presisi lintasan serta potensi penurunan konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂. Continuous Climb Operations (CCO) dan Continuous Descent Operations (CDO) berkontribusi terhadap pengurangan fuel burn, emisi CO₂/NOx, dan kebisingan di sekitar bandara dalam berbagai konteks operasional. Integrasi trajectory-based operations dengan Air Traffic Flow Management menunjukkan kecenderungan untuk meningkatkan prediktabilitas jadwal dan mengurangi delay pada tingkat jaringan. Pemetaan bukti disajikan melalui kerangka teknologi–indikator kinerja (fuel burn, emisi, waktu tempuh, delay, kebisingan), yang juga menyoroti keterbatasan bukti empiris pada konteks negara berkembang. Temuan ini memberikan dasar analitis bagi pengembangan kebijakan dan agenda riset lanjutan mengenai efisiensi dan dekarbonisasi penerbangan sipil.
Menavigasi Transformasi Digital: Tantangan dan Peluang Adaptasi Organisasi Sonya Sidjabat; Yulianti Keke; Osman Arafat; Yuwono D. Sucipto; Harry Purwoko; Otto Sugiharto Prakoso
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Juli - September 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v3i3.1336

Abstract

Evolusi perangkat lunak meningkat sehingga memodifikasi panorama organisasi lebih mencolok sehingga organisasi memerlukan kebijakan orientasi yang berkhasiat. Tujuan artikel, menggali bermacam sisi kebijakan orientasi usaha yang bisa menolong organisasi menavigasi transformasi juga memperbaiki keefektifan industri di masa teknologi. Dengan kajian pustaka menyeluruh dengan menelaah sesuatu yang berhubungan dengan kebijakan penyesuaian perdagangan. Perlunya mengamati pengetahuan menyeluruh mengenai arus ilmu pengetahuan terapan dan transformasi sikap pelanggan. Organisasi perlu mengamati pertumbuhan ilmu pengetahuan teknologi yang baru, contohnya kepintaran artifisial pengerjaan big data serta Internet of Things atau IoT, teknologi buku besar terdistribusi, mengetahui sikap pelanggan yang mengalami perubahan pada masa elektronik. Dengan mengetahui sikap dan perilaku pelanggan yang dalam, maka organisasi bisa menetapkan kesempatan baru serta menerima tindakan penyesuaian yang akurat. Keluesan organisasi dalam kebijakan penyesuaian perdagangan sangat penting dan proses pengambilan keputusan yang responsif. Toleransi kreativitas dan kemampuan melakukan perubahan organisasi penting dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul di era teknologi. Pentingnya transformasi digital dilihat dari teknologi digital sebagai katalisator utama dan pendukung model bisnis. Organisasi harus siap mengubah cara mereka beroperasi dan berinteraksi dengan pelanggan di era digital yang berkembang karena transformasi digital melibatkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan menciptakan diferensiasi kompetitif.