p-Index From 2021 - 2026
5.412
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA COSPLAYER DI KOMUNITAS COSPLAY SEMARANG (COSMA) Kinari Arya Apsari; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28350

Abstract

The purpose of this research is to determine the relationship between conformity and cyberbullying tendency on cosplayersat Cosplay Semarang (COSMA) community. The population in this researchwere 191cosplayers with123research samples was chosen using convinience sampling technique. The method used to collect data is consisted of two psychological scales, that are Cyberbullying Tendency Scale (34 items, α= 0,909) and Conformity Scale (33 items, α= o,882). Pearson’s Product Moment Analyze is used to analize the collected data. The analyzed data show that correlation coefficient (rxy) is 0,584 (p<0,001), it shows that there is a significant positive relationship between conformity with cyberbullying tendency among cosplayers. The increasing level of effective conformity, means increasing level of cybebrullying tendency and vice versa. Conformity contribute 34,1% to cyberbullying tendency, with 65,9% from another factor that is not measured in this research.
HUBUNGAN ANTARA PERSON – ORGANIZATION FIT DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA JAKARTA Putri Marita Abdurachman; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.706 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15139

Abstract

Karyawan diharapkan untuk menunjukkan kinerja yang optimal, bahkan tidak hanya sesuai deskripsi pekerjaan melainkan melebihi deskripsi pekerjaan atau disebut Organizational Citizenship Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Person-Organization Fit dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta. Person-Organization Fit diartikan sebagai kesesuaian nilai-nilai yang dimiliki individu dengan nilai organisasi, sementara Organizational Citizenship Behavior diartikan sebagai perilaku suka rela karyawan di luar deskripsi formal pekerjaan yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi. Subjek penelitian ini adalah 55 karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta. Teknik pengambilansampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala organizational citizenship behavior (28 item valid dengan α= 0,862) dan skala Person-Organization Fit (35 item valid dengan α= 0,855). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.540 dengan p = 0.00 (p < 0.001). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan antara Person-Organization Fit dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan PT. Central Proteina Prima Jakarta.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN BURNOUT PADA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA SEMARANG Sheila Amalia Hanum; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.477 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19726

Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dengan burnout pada pegawai BPS Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai BPS Kota Semarang yang berjumlah 41 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala burnout (29 aitem, α = 0,906) dan skala emotional labor (27 aitem, α = 0,886). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara emotional labor dengan burnout (rxy = -0,490 dengan p = 0,001). Semakin tinggi emotional labor maka akan semakin rendah burnout. Sebaliknya, semakin rendah emotional labor maka burnout yang dirasakan pegawai akan semakin tinggi. Emotional labor memberikan sumbangan efektif sebesar 24 % terhadap burnout.
HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS DENGAN ASERTIVITAS MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO M. Yohanes Christian Aritonang; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.35291

Abstract

  Skripsi adalah suatu syarat yang harus diselesaikan untuk meraih gelar sarjana yang ditempuh oleh mahasiswa tingkat akhir dengan keterbukaan dalam berkomunikasi mengenai hal-hal yang diinginkan dan dipikirkan dalam mengerjakan skripsi. Asertivitas diartikan sebagai kemampuan individu dalam berkomunikasi yang jelas dan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness dengan asertivitas mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Populasi pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi angkatan 2015 di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 208 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur menggunakan Skala happiness (24 aitem, α = 0,896) dan Skala Asertivitas (30 aitem, α = 0,915). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana, hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,550 dengan tingkat signifikansi p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikanantara happiness dengan asertivitas mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sumbangan efektif happiness terhadap asertivitas sebesar 30,3%, sedangkan sisanya merupakan faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA PENDERITA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) DI KOMUNITAS LUPUS PANGGON KUPU SEMARANG Hilda Amanda; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.906 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26518

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-compassion and resilience. Patients with Systemic Lupus Erythematosus (SLE) that can be compassionate toward themselves will be able to increase resilience they have in order to face stressful condition caused by the disease. The subject in this study was patients with SLE from Community of Lupus, Panggon Kupu Semarang. The sample was obtained using convenience sampling technique, resulted with 38 subjects. The data was earned using two different Likert’s scale model, those were Self-compassion’s Scale (contains 31 valid items, α = 0,925) and Resilience’s Scale (contains 47 items, α = 0,927) which has been tested before on 30 patients with SLE. The data was analysed using simple regression analysis. The result of this research showed that there was a significant and positive relationship between self-compassion and resilience with rxy = 0,617 and p = 0,000 (p < 0,05). Self-compassion effectively contributes 38,1% to resilience in patients with Systemic Lupus Erythematosus (SLE) and 61,9% is contributed by other factors that were not measured in this study.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA ISTRI ANGGOTA SATUAN BRIGADE MOBIL KEPOLISIAN DAERAH JAWA TENGAH (SATBRIMOB POLDA JATENG) ANNISA PUTRI PERMATASARI; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.278 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20109

Abstract

Anggota Bhayangkari sebagai istri anggota Polri memegang peranan yang sangat penting dalam rumah tangga. Perpisahan dalam jangka waktu tertentu ketika suami melaksanakan dinas luar atau Bantuan Kendali Operasi (BKO) mengharuskan anggota Bhayangkari untuk dapat menyesuaikan diri, bangkit, dan beradaptasi dari situasi sulit atau yang disebut dengan resiliensi. Self-compassion dapat membantu anggota Bhayangkari dalam menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada istri anggota Satbrimob Polda Jateng. Populasi berjumlah 139 dan sampel penelitian sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (36 aitem valid, α=0,913) dan skala self-compassion (22 aitem valid, α=0,858). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,738 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara self-compassion dengan resiliensi pada istri anggota Satbrimob Polda Jateng, dengan sumbangan efektif sebesar 54,5%.    
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA DOKTER MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Rosta Rosalina; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.662 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21869

Abstract

Dokter muda menyelesaikan pendidikan profesi dokter untuk meraih gelar Dokter (dr.) setelah menyelesaikan studi tingkat sarjana dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Tantangan dan kesulitan selama pendidikan dapat memengaruhi psychological well-being sebagai dokter muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan psychological well-being pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Psychological well-being adalah sikap positif individu meliputi penerimaan diri, mampu mengatur tingkah laku sendiri, adanya hubungan yang baik dengan orang lain, dapat mengatur lingkungan sesuai dengan kebutuhan, memiliki tujuan hidup, serta berusaha mengembangkan diri. Psychological capital adalah kondisi individu memiliki karakteristik adanya efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi diri. Sampel penelitian sebanyak 196 orang dengan teknik  pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Skala yang digunakan penelitian ini yaitu, skala psychological well-being (30 aitem α= 0,892) dan psychological capital (37 aitem α= 0,904). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu adanya hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan psychological well-being (rxy = 0,672 dengan p= 0,000), artinya semakin tinggi psychological capital maka semakin tinggi pula psychological well-being. Psychological capital memberikan sumbangan efektif pada psychological well-being sebesar 45,2% (R square = 0,452). 
HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATIONAL JUSTICE DENGANORGANIZATIONALCITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT JENDRAL DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA (DPD RI Indra Dwi Wirandika; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33362

Abstract

Pegawai merupakan unsur yang penting dalam sebuah lembaga. Pegawai dituntut untuk dapat memenuhi perilaku yang sesuai dengan tugas yang ditentukan (in role), tetapi lembaga juga menginginkan pegawai berperilaku kerja positif di luar tanggung jawab formal (extra role). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Organizational Justice dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jendral Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Organizational Justice ialah persepsi mengenai perlakuan adil yang didapatkan para pegawai baik itu dilakukan oleh atasan maupun rekan kerja di tempat kerja. OCB adalah perilaku individu dalam bekerja di luar dari ekspektasi dan beban kerja yang diharapkan oleh organisasi serta sangat dibutuhkan di dalam organisasi. Penelitian ini dilakukan kepada 217 Pegawai negeri sipil Setjen DPD RI Jakarta dengan total populasi 500 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Organizational Justice (23 aitem, α= 0,873) dan Skala OCB (28 aitem, α=0,906). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari analisis ini adalah rxy= 0,482, p=0,000 (p<0,05), r2= 0,232, F=64.964, dan β=0,482. Hasil ini berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara Organizational Justice dengan OCB sumbangan efektif sebesar 23,2%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh fakor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Anis Muatsiroh; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.437 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15109

Abstract

Stres kerja merupakan suatu kondisi ketika individu dihadapkan pada situasi menuntut dan menekan dalam pekerjaannya yang dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga memaksa individu untuk menyimpang dari fungsi normal yang semestinya. Salah satu penyebab stres kerja yaitu konflik interpersonal yang rentan terjadi ketika berinteraksi sosial dengan individu lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan stres kerja yang dialami perawat instalasi rawat inap di RSJD Surakarta. Populasi penelitian adalah perawat yang bekerja di instalasi rawat inap RSJD Surakarta berjumlah 120 orang. Sampel penelitian berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur menggunakan skala stres kerja (33 aitem, α= 0,961) dan skala kecerdasan interpersonal (39 aitem, α= 0,954). Teknik analisis data dalam penelitian adalah analisis regresi sederhana. Penelitian ini menunjukkan rxy= -0,699; ρ= 0,000 (ρ < 0,001). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan stres kerja. Semakin tinggi kecerdasan interpersonal maka semakin rendah tingkat stres kerja. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan interpersonal maka akan semakin tinggi tingkat stres kerja. Sumbangan efektif kecerdasan interpersonal terhadap stres kerja sebesar 48,8% dan sebesar 51,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN OPTIMISME PADA WARGA BINAAN YANG MENJADI PEKERJA PEMBANTU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS II A SEMARANG Listiyo Rini; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.452 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan optimisme pada warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang. Populasi berjumlah 91 pekerja pembantu dan sampel penelitian berjumlah 51 pekerja pembantu yang didapatkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Optimisme (22 aitem; α = 0,882) dan Skala Regulasi Diri (30 aitem; α = 0,942). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara regulasi diri dan optimisme pada warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang, artinya semakin tinggi regulasi diri, maka semakin tinggi optimisme, sebaliknya semakin rendah regulasi diri maka semakin rendah pula optimisme yang dimiliki oleh warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif terhadap optimisme sebesar 39,7 %.
Co-Authors Abdul Muntholib Adam, M. Adriyati, Nur Azmi Afif Suryana Effendi Afifi Fauzi Abbas Afifi, Abdullah A Aini, Baiq Olatul Ainun Wulandari Akhatik, Nurul Alfarizi, Aulia Fahmi Ali Masduqi AMANDA ESTI SETIANIK Amelia, Nisa Andi Mi&#039;rajusysyakur Muchlis Andini, Issri Mila Nova Andrea, Kanesya Putri Anis Muatsiroh ANNISA PUTRI PERMATASARI Aprilia, Nur Panca Arif, Taufan Aritonang, M. Yohanes Christian Asri Hana Savitri Ayu Putri, Nathia Wisnu Ayu, Khaerunnisa Cantika Berkah Pamuji, Siti Erniyati Bernadeta Anggi Desiavi H. Cahyo Budi Utomo Costrie Ganes Widayanti Dewi Sawitri Dian Oktianti Diana Rusmawati Dianita, Eka Mei Diannisa Wahyu Putri Chinanti Dina Sonia Eliza, Mona Elmira Yulian Yori Erliana Nur Azizah, Erliana Nur Erwi Putri Setyaningsih Fahmi, Agus Fajar Nugroho Farida Hidayati Fatihatun Nuroniyah Karimah Fatkhiuah, Natiqotul Fattah, Muhammad Awalu Febriani, Amelia Fitria Susanti Habibi, Yumarsanni Hadiningsih, Tri Agustina Hadiyati, Frieda Nuzulia Ratna Hasanah, Kurniatul Herdini , Herdini Hidayati, Frieda N. R. Hilda Amanda Idrus, Andi Ika Maruya Kusuma INDAH AYU MUFIDA Indawati, Laela Indra Dwi Wirandika Inggit Kartika Sari Izzatinisa, Izzatinisa Jaya, Rendy Indra Jerry, Jerry Jurniati, Jurniati Kinari Arya Apsari Kurnia, Hanum Milla Kurniasih Ayu Archentari Kusuma, Ika Maruya Lelahester Rina Lili Musnelina Listiyo Rini M. Yohanes Christian Aritonang Mabruroh, Ulum Maemunah Maemunah Maria Catherina Palar Marran, Riska Martaria Rizky Rinaldi Maryati, Heni Masturoh, Masturoh Mawadati, Vida Mei Linda Wati Meina, Shearly Eka Mohamad Reza Hilmy Monika Aprilia Dwi Astuti Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur MULYONO, NININ KHLOLIDA Munawarohthus Sholikha Munir, Abd. Nadia Sintia Naharani, Adrestia Rifki Nan Tiara Cahyani Natiqotul Fatkhiyah Nidya Agesthi Ningsi, Iin Widya Novita Novita Nurul Fajri NURUL HIDAYAH Oktavia, Yelsi Paramita Estikasari Patahiruddin, Patahiruddin Pontoan, Jenny Pramudhita, Fitrotunnisa Mulyo Prasetyo Budi Widodo Pristi Mutia Hanitis Puspita, Diraveica Widya Putri Marita Abdurachman Putri, Elvina Triana Rachmatiah, Tiah Raharja Rahma Faradisa, Ahda Fina Ramadani, Nurmagfira Retno Adriyani Risnanto Risnanto Rizal Ramadhan Rosta Rosalina Rudi Hamarno Sabrina Sella Devi Saepudin, Asep Salva Salsa Billa, Adinda Dwi Santosa Nugroho, Aji Saputra, Aryanto Mandala Setyatama, Ike Putri Sheila Amalia Hanum Silmi Kafah Sinidikoro, Hita Soehartati, Tri Solikhah, Fitriana Kurniasari Subaryanti, Subaryanti Suharjono Supriliyah Praningsih Susanti Susanti Syafriana, Vilya Teodhora, Teodhora Terendienta Pinem Teti Indrawati Tri Nugroho Budi Santoso Tri Puji Astuti Ulumuddin, Abdillah Umi Mawardah Veryanti, Putu Rika Vina Novia Widyapratiwi, Ritha Wiritanaya, Bunga Wiwid Novita Wulan Dwi Rahayu Yulia, Noor Zainal Abidin