Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi kesesuaian dosis pasien pediatrik diare akut diruang rawat inap RSUD Kraton periode Januari-Desember 2019 Ayu Orimpa Nia Sekar tatik; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.191

Abstract

Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan motilitas di kalangan anak anak kurang dari 5 tahun. Perbedaan karakteristik yang mempengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik suatu obat yang dapat menimbulkan reaksi obat yang tidak dikehendaki seperti grey baby syndrome sehingga hal penting yang harus diperhatikan untuk pediatrik adalah dosis yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kesesuaian dosis pada pasien pediatrik diare akut rawat inap di RSUD Kraton periode Januari-Desember 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan rancangan retrospektif dengan pengambilan sampel dari rekam medis berdasarkan teknik probability sampling dengan cara systematic sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 85 sampel. Jenis-jenis obat yang digunakan adalah elektrolit, probiotik, suplemen, antiemetik, antibiotik, antipiretik, analgesik dan antiulserasi. Kesesuaian dosis elektrolit berdasarkan literatur yang digunakan sebanyak 100% sesuai, zink sebanyak, 68,2%, probiotik sebanyak 100% sesuai, antibiotik terdapat 58,8% dosis yang sesuai, analgesik sebanyak 10,6% dosis yang sesuai, antiemetik berupa domperidone sirup sebanyak 12,9% dosis yang sesuai, antipiretik berupa parasetamol sebanyak 56,5%, antiulserasi berupa polysilen® terdapat 5,9% dosis yang sesuai. Dari penelitian ini diharapkan agar pemberiaan dosis pada pasien pediatrik untuk lebih tepat serta memperbanyak literatur atau referensi dalam mempertimbangkan pemberian dosis pediatrik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANTINYERI DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG: RELATIONSHIP LEVEL OF KNOWLEDGE TO ANTI PAIN DRUG SWAMEDICATION BEHAVIOR ULUJAMI DISTRICT, PEMALANG REGENCY Opi Nuriska Rais Rutini; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i1.223

Abstract

Nyeri merupakan sensasi yang mengindikasi bahwa tubuh sedang mengalami kerusakan jaringan, inflamasi, atau kelainan yang lebih berat seperti difungsi sistem saraf. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sangat berhubungan dengan penggunaan obat antinyeri atau analgesik secara rasional. Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya masyarakat untuk mengatasi nyeri yang terjadi terutama secara akut atau mendadak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat anti nyeri di masyarakat pesisir Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.Penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling. Responden diambil dengan rumus slovin berjumlah 100 sampel dengan pengambilan 20 responden untuk 1 desa. Dari hasil penelitian didapatkan data tingkat pengetahuan di Kecamatan Ulujami 85% dengan kategori cukup dan untuk perilaku swamedikasi obat anti nyeri didapatkan data sebanyak 78% dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat anti nyeri di kalangan masyarakat sekitar pesisir Kecamatan Ulujami. Saran diharapkan untuk masyarakat sekitar pesisir lebih baik dalam penggunaan obat anti nyeri. Kata kunci : Masyarakat Pesisir, Obat Anti Nyeri, Swamedikasi
Karakteristik Pasien Demam Tifoid Rawat Inap Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 Muthoharoh, Ainun; Rozanah, Siti; Isyti’aroh, Isyti’aroh; Permadi, Yulian Wahyu
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v10i1.987

Abstract

Demam tifoid dikenal sebagai tifus merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit demam tifoid dipengaruhi oleh tingkat higienis individu, sanitasi lingkungan, dan dapat menular melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh feses atau urin orang yang terinfeksi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui karakteristik penderita demam tifoid yang menjalani rawat inap. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental). Penelitian ini menggunakan pendekatan kohort retrospektif dengan data penelitian berupa rekam medis pasien demam tifoid pada tahun 2018 di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Populasi demam tifoid sebanyak 343 pasien dan sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 185. Analisis data menggunakan ditribusi frekuensi. Sebanyak 185 pasien didapatkan penderita demam tifoid tertinggi pada perempuan sebanyak 119 dengan persentase (64,3%) sedangkan laki-laki sebanyak 66 pasien dengan persentase (35,7%). Berdasarkan usia tertinggi pada usia 17-25 tahun dengan persentase (23,2%), untuk pasien dengan diagnosa demam tifoid saja sebanyak 144 pasien (77,8%) dan demam tifoid dengan penyakit penyerta sebanyak 41 pasien (22,2). Perlunya perhatian khusus kepada penderita dengan jenis kelamin perempuan, agar dapat melakukan pencegahan yang dapat menyebabkan timbulnya demam tifoid.
Identifikasi DRPs Penggunaan Insulin Pada Pasien DM Tipe 2 Komplikasi Gagal Ginjal kronis Wijayanti, Tika Yusnia; Muthoharoh, Ainun; Permadi, Yulian Wahyu; Ningrum, Wulan Agustin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 2 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i2.874

Abstract

DM tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia karena mengalami penurunan sekresi insulin dan gaya hidup yang tidak teratur yang merupakan penyebab utama komplikasi gagal ginjal kronis. Penyakit berkomplikasi dapat mengakibatkan timbulnya terjadinya masalah yang berkaitan dengan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya DRPs penggunaan insulin pada pasien DM tipe 2 komplikasi gagal ginjal kronis di instalasi rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan periode 6 Mei-6 Juni 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan rancangan metode deskriptif dengan menggunakan implementasi prospektif. Data didapatkan dengan mengidentifikasi rekam medis dan melakukan wawancara selama rawat inap pada pasien DM tipe 2 komplikasi gagal ginjal kronis. Terdapat 2 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Hasil penelitian DRPs menurut PCNE V9.01 yang terdiri dari efektivitas pengobatan, keamanan terapi, pemilihan obat dan pemilihan dosis, yaitu terdapat 2 kejadian DRPs penggunaan insulin pada pasien DM tipe 2 komplikasi gagal ginjal kronis yaitu pemilihan obat dengan kategori obat tidak tepat menurut pedoman dan DRPs pemilihan dosis dengan kategori dosis obat terlalu tinggi.
Analisis Polifarmasi Terhadap Interaksi Obat Di Rumah Sakit Umum Kota Pekalongan Permadi, Yulian Wahyu; Akrom; Imam Riadi; St Rahmatullah
Lamda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i1.1200

Abstract

The use of drugo in large quantities is called polypharmacy. The number of drug interactions depends on the number of drugs consumed, the possibility of drug interactions increases as more drugs are used in the prescription. This study aims to analyze the incidence of polypharmacy and drug interactions in outpatient prescriptions at Pekalongan City General Hospital. This study is a retrospective descriptive study conducted by analyzing outpatient prescription data for the period March–May 2023 at the hospital pharmacy depot. Prescription sheets containing two or more drugs (R/) were identified through reliable literature sources, namely www.drugs.com and www.medscape.com. Data were grouped and analyzed using SPSS spearman test. The results showed that of the total incidence of drug interactions of 877 patients, the gender of the patients was mostly female (68%), the age of the most was 26-45 years (58%), the number of drugs in the prescription was the largest two drugs with potential interactions 44%, the level of polypharmacy was moderate (48%), minor (21%), major (13%) and no interaction (18%). The largest number of diagnoses in the prescription was two diagnoses at 44%. The highest drug interaction mechanisms are pharmacodynamics (57.3%), pharmacokinetics (13%), unknown (29.7%). The most interacting drug combinations are rifampicin isoniazid 6.9%, furosemide cefixime 4.5% and sertraline gabapentin 4.5%. The correlation between the number of drug use and diagnosis according to the results of this study is a significant, strong and unidirectional correlation. Based on the results of this study, it is recommended that polypharmacy in prescriptions can be minimized and drug interaction monitoring be tightened to reduce the risk of dangerous side effects.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBINA PONDOK PADA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR TENTANG DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) OBAT DI PONDOK PESANTREN IMBS MIFTAHUL ULUM PEKAJANGAN KEL. AMBOKEMBANG KEC. KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN Rahmatullah, St; Permadi, Yulian Wahyu; Muthoharoh, Ainun; Budiarto, Eka; Khusna, Nabilatul; Sari, Vera Kartika
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i2.1693

Abstract

DAGUSIBU merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Kegiatan penyuluhan ini diberi nama DAGUSIBU (Dapatkan – Gunakan – Simpan – Buang). Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan karena pembuangan limbah obat yang salah. Pembina asrama pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Kel. Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab.Pekalongan sering menghadapi santri/santriawati apabila mengalami sakit. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan pembina pondok pada penggunaan obat yang benar tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang) Obat Di Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dapat disimpulkan bahwa :pengetahuan pembina asrama tentang DAGUSIBU obat setelah mendapatkan penyuluhan dan tambahan informasi melalui booklet yang dibagikan dan pembina asrama merasa senang dan puas dengan kegiatan yang diberikan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI OBAT PEMBINA ASRAMA DENGAN METODE BOOKLET DI PONDOK PESANTREN IMBS MIFTAHUL ULUM PEKAJANGAN KEL. AMBOKEMBANG KEC. KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN Permadi, Yulian Wahyu; Wirasti, W; Rahmatullah, St; Wirotomo, Tri Sakti; Aviani, Helmalia; Saputri, Rizki
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i2.1695

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan mandiri adalah kegiatan atau tindakan mengobati diri sendiri dengan obat atau tanpa resep secara tepat dan bertanggung jawab (rasional). Umumnya, swamedikasi dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, batuk, flu, diare, nyeri dan gastristis. Tujuan PKM untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi obat dan sikap pembina asrama dengan metode booklet di pondok pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. PKM ini menggunakan metode edukasi dengan penyuluhan satu arah dan self learning proses, kuesioner dan wawancara. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan pembina asrama yang akan dipraktekkan kepada santri/santriawati pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. Tempat kegiatan di pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Kel. Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan PKM ini adalah kegiatan PKM dapat diterima dan disambut baik oleh para pembina asrama Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, dari hasil wawancara salah satu pembina asrama mengatakan bahwa sekitar 80% pembina asrama belum mengetahui tentang pengobatan yang tepat bagi penyakit yang biasa diderita oleh santri/santriawati, peningkatan pengetahuan dan sikap pembina asrama melalui penyuluhan maupun pemberian booklet tentang Swamedikasi obat dilaksanakan sesuai tema program PKM dan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap pembina asrama sebelum dan setelah pemberian booklet.
TAPS Ban and Media Literacy to Protect Youth from Tobacco Industry Inducement Nurjanah, Nurjanah; Sugihantono, Anung; Widjanarko, Bagoes; Handayani, Novia; Musthofa, Syamsulhuda Budi; Puspitaningtyas, Sheila Indah; Wulandari, Anastasia; Fadhilah, Nur; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Permadi, Yulian Wahyu; Subekti, Ratih; Faozan, Amir
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.135-142

Abstract

Background: The Indonesia Health Survey 2023 indicates that around 70 million people in the country smoke, with 7.2% aged 10 to 18, and Central Java province reports one of the highest child prevalence rates in Indonesia at 9.6%. Tobacco Advertising, Promotion, and Sponsorship (TAPS) influence intention to smoke, and on the other hand, Smoking Media Literacy (SML) can be a shield for youth to protect them from tobacco industry inducement. Methods: This study aims to evaluate the impact of TAPS exposure and SML on smoking intention. This cross-sectional study includes 1,014 students from ten junior high schools, eleven high schools, and five universities located in the three primary municipalities of Central Java Province. A stratified sampling method was used to choose the participants, and data was collected through a self-administered questionnaire. Results: The students were most frequently exposed to TAPS through outdoor media such as billboards and banners, followed by displays at points of sale and online platforms like social media and websites. The logistic regression found that Higher media literacy is associated with a decreased likelihood of intending to smoke, with (OR 0.60). Conversely, exposure to tobacco advertising, promotion, and sponsorship (TAPS) increases intending to smoke by approximately 55% (OR 1.55). The intention to smoke is the most potent predictor of whether an individual has ever smoked (OR 9.91). Conclusion: The low media literacy increases vulnerability to tobacco marketing, while exposure to tobacco advertising and promotion significantly heightens the likelihood of intending to smoke. The strong association between smoking intention and highlights the critical importance of early preventative measures. Targeted strategies such as media literacy education and a total TAPS ban are essential to curb the rising trend of tobacco use among Indonesian youth.
PENYULUHAN BABY MASSAGE DAN PENGENALAN MPASI MELALUI COOKING CLASS DI DESA GALANGPENGAMPON KABUPATEN PEKALONGAN Irna, Ruzzaina; Wulandari, Lilis; Syarifah, Farah; Owena, Vega Rizki; Astiyani, Shofita; Setyawan, Muhammad Ghilang Maulud; Permadi, Yulian Wahyu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34312

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pendahuluan: Masalah gizi dan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan di masyarakat, khususnya terkait keterbatasan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi dan pemberian MPASI yang tepat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita mengenai baby massage dan pemberian MPASI yang sesuai usia, sehingga mampu mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak secara mandiri di lingkungan keluarga. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Dukuh Sebetok, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 8 ibu balita, bidan desa, kader posyandu serta mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan media dan perlengkapan, pelaksanaan penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, demostrasi baby massage dan praktik pembuatan MPASI. Serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi ketrampilan peserta. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Pada materi baby massage, sebelum penyuluhan 50% peserta dalam kategori kurang dan cukup, kemudian meningkat menjadi 75% dalam kategori baik. Pada materi MPASI, seluruh peserta mencapai kategori baik setelah penyuluhan. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi efektif dalam menambah wawasan serta membekali ibu agar mampu menerapkan baby massage dan pemberian MPASI dengan benar. Dengan demikian, penyuluhan ini berpotensi mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kata kunci: Penyuluhan; Baby massage; MPASI; Tumbuh Kembang ABSTRACTIntroduction: Nutrition and child development issues remain a challenge in the community, particularly regarding mothers' limited knowledge about infant care and appropriate complementary feeding practices. Objective: this activity aims to improve the knowledge and skills of mothers of toddlers regarding baby massage and age-appropriate complementaray feeding, so that ther are able to independently support the optimal growth and development of their chidren within the family environment. Methods: The activity was held in Dukuh Sebetok, Galangpengampon Village, Wonopringgo Sub-district, Pekalongan Regency, involving 8 mothers of toddlers, village midwives, posyandu cadres, and students. The stages of the activity included coordination with partners, preparation of media and equipment, delivery of material through presentations, interactive discussions, baby massage demonstration, and practical sessions on making complementary foods. Evaluation was conducted through pre-test, post test, and observation of participants skills. Result: The results showed an increase in participants' knowledge. In the baby massage session, before the education session, 50% of participants were in the “poor” and “adequate” categories, which then increased to 75% in the ‘good’ category. In the complementary feeding session, all participants achieved the “good” category after the education session. Conclusion: This activity demonstrates that education through counseling and demonstrations is effective in expanding knowledge and equipping mothers to properly apply baby massage and MPASI feeding. Thus, this counseling has the potential to support optimal infant development. Keywords: counseling; baby massage; MPASI; Growth and Development
Identifikasi Kandungan Deksametason dalam Jamu Gemuk Badan pada Merek Jamu Kianpi Pil dan Jamu Gemuk Gunasehat dengan Metode KLT Permadi, Yulian Wahyu; Slamet, S; Safitri, Eka Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional menurut keputusan Peraturan Menteri Kesehatan RINo. 7 tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional dilarangmengandung bahan kimia obat (BKO) baik berupa hasil isolasibahan alam atau senyawa sintetik berkhasiat obat. Pada penelitianini telah dilakukan identifikasi deksametason pada jamu gemukbadan dengan merek Kianpi Pil dan Jamu gemuk Guna Sehat.Identifikasi dilakukan dengan uji pendahuluan berupa ujiorganoleptis dan uji mikroskopik kemudian dilakukan ujikromatografi lapis Tipis (KLT). Uji organoleptis ditujukan untukmelihat tampilan sediaan dan uji mikroskopik untuk melihat keasliandari bahan simplisia serta kristal bahan kimia obat yangditambahkan kedalamnya. Identifikasi menggunakan metode KLTguna untuk melihat masih atau tidaknya kandungan deksametasondalam jamu tersebut. Hasil uji organoleptis menyatakan padaumumnya sampel memiliki bentuk sediaan serbuk dengan warna,rasa dan bau yang bervariasi. Hasil uji mikroskopik menyatakanterdapat beberapa fragmen-fragmen khas dari setiap bahan yangterdapat dalam komposisi dan terdapat kristal BKO dari keduasampel dan hasilnya selaras dengan hasil KLT. Pada KLT fase gerakyang digunakan berupa etil asetat : Toluen : Metanol (45:55:1).Hasil KLT terbentuk bercak noda pada kedua sampel yang sejajardengan baku pembanding (deksametason). Bercak noda memberikanwarna kuning jika dilihat secara visual dan warna ungu pada sinarUV 254 nm dan tidak berwarna pada sinar UV 366 nm dengan nilaiRf 0,25. Dari kedua sampel yang di uji disimpulkan bahwa positifmengandung bahan kimia obat berupa obat deksametason.
Co-Authors Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh, Ainun Akrom, Akrom Anastasia Wulandari, Anastasia Anung Sugihantono Astiyani, Shofita Aurisna Isma Asqiya Aviani, Helmalia Ayu Orimpa Nia Sekar tatik Ayu, Roro Bagoes Widjanarko Diana Rosmalinda Diyas Septyarini Dwi Bagus Pambudi Dwi Bagus Pambudi Dwi Setyo Utami Eka Budiarto, Eka Eka Dian Safitri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Faozan, Amir Fatmawati, Fita Fita Fatmawati Handayani, Novia Imam Riadi Irna, Ruzzaina Isfaki, Baiti Isyti’aroh Isyti’aroh Isyti’aroh, Isyti’aroh Juan Bagus Pambudi Khusna, Nabilatul Lia Amalia LIA AMALIA Lia Dwi Prafitri Lilis Wulandari Melinia, Devi Muthoharoh, Ainun N. Nurjanah Naela Afiya Najihah, Veni Haqiqotun Najmul Laminah Fiqrotul Ningrum, Wulan Agustin Nuniek Nizmah Fajriyah Nur Fadhilah Nurul Hikmah Opi Nuriska Rais Rutini Owena, Vega Rizki Pambudi, Dwi Bagus Pangestu, Prayugo Sugeng Prayugo Sugeng Pangestu Puspitaningtyas, Sheila Indah Putri, Rosma Syifa Azmi Rahmatullah, Sitti Rahmatullah, St Rahmatullah, ST. Risqi Maulidah Rizka Nur Sabila Rizki Fajara Roro Ayu Rosma Syifa Azmi Putri Rosmalinda, Diana Rozanah, Siti S Slamet S Slamet S Slamet, S Safabela, Vania Safitri, Eka Dian Santi Listiarini Saputri, Rizki Sari, Vera Kartika Septyarini, Diyas setyawan, Muhammad ghilang maulud Siti Nur Agmarina Siti Rozanah Sitti Rahmatullah Sitti Rahmatullah Slamet, Slamet St Rahmatullah St Rahmatullah St Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah StRahmatullah Nasir Subekti, Ratih Syamsulhuda BM Syarifah, Farah Tiara Fany Safitri Tri Sakti Wirotomo, Tri Sakti Ulfatun Alkhodiyah Urmatul Waznah Veni Haqiqotun Najihah Wijayanti, Tika Yusnia Windha Widyastuti Windha Widyastuti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Wulan Agustin Ningrum Zam zam Elfrida Kusumaningrum