Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EDUKASI METODE CBIA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT JAMUR KULIT Rizka Nur Sabila; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.520

Abstract

Penyakit jamur kulit disebabkan karena infeksi jamur, penyakit ini rentan dialami oleh santri di Pondok Pesantren karena faktor lingkungan maupun gaya hidup yang tidak bersih dan dapat mengganggu aktivitas sehingga harus diobati. Penggunaan obat antijamur yang sering digunakan bebas karena keterbatasan pengetahuan dalam pelaksanaan swamedikasi, sehingga perlu diberikan edukasi supaya pengobatannya tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi leaflet dengan metode CBIA terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi penyakit jamur kulit pada santriwati. Penelitian ini menggunakan metode prospektif dengan desain quasy experimental tipe one group pretest-postest with control group. Jumlah sampel penelitian sebanyak 66 santriwati dibagi menjadi dua kelompok.  Hasil tingkat pengetahuan santriwati sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 89,4% dan tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 96,97%. Dari data yang diperoleh terdapat pengaruh edukasi dengan metode CBIA terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi penyakit jamur kulit pada santriwati Pondok Pesantren Al-Mubarok dikarenakan pada uji mann-whitney nilai p-value 0,000<0,05.
ANALISIS PENGELOLAAN MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT QIM BATANG TAHUN 2021 Naela Afiya; Yulian Wahyu Permadi; St. Rahmatullah; Wulan Agustin Ningrum
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.521

Abstract

Pengelolaan obat  merupakan rangkaian suatu kegiatan yang meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian pemusnahan, pengendalian dan administrasi. Pengelolaan obat sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan pada pasien. Pengelolaan obat salah satu pendukung penting dalam pelayanan kesehatan hal ini perlu dilakukan agar dapat melakukan perbaikan kualitas dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi Rumah Sakit QIM Kabupaten Batang. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 33 reponden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada manajemen pengeloaan obat di Rumah Sakit QIM proses pemilihan 93,9% kategori  sangat baik, perencanaa 90,9% kategori baik, pengadaan 97,3% kategori sangat baik, penerimaan 100% kategori baik, penyimpanan 100% kategori sangat baik, pengendalian 100% kategori baik, pemusnahan 90,9% kategori sangat baik dan administrai 100% kategori sangat baik. Dari data yang diperoleh, peneliti dapat mengetahui terkait pengelolaan obat di Instalansi Farmasi Rumah Sakit QIM Batang.
Evaluasi Spo Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 Zam zam Elfrida Kusumaningrum; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Dwi Bagus Pambudi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 01 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i01.523

Abstract

Pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian dirumah, pemantauan terapi obat dan memonitoring efek samping obat merupakan bagian dari tugas apoteker farmasi klinik yang tercantum dalam petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di apotek tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Standar Prosedur Operasional tentang pelayanan farmasi klinik di apotek se-Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan Functional Analysis Survey. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Alat ukur penelitian menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apotek se-Kabupaten Pemalang sudah memiliki SPO pada pelayanan farmasi klinik berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan farmasi klinik di apotek 2019 yaitu SPO Pengkajian dan Pelayanan Resep ( 96,8%), SPO Dispensing (80,6%), SPO Pelayanan Informasi Obat (77,4%), SPO Konseling (80,6%), SPO Pelayanan Kefarmasian di Rumah (64,5%), SPO Pemantauan Terapi Obat (67,7%), SPO MESO (32,3%).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN TOTAL FLAVONOID TANAMAN KEDONDONG (Spondias dulcis Soland ex Park) Veni Haqiqotun Najihah; Eko Mugiyanto; Yulian Wahyu Permadi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.52 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.2375

Abstract

Upaya peningkatan dalam pemanfaatan antioksidan alami telah dilakukan melalui uji aktivitas antioksidan serta penentuan total fenolik dan flavonoid dari tanaman kedondong (Spondias dulcis Soland ex Park). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan, total fenolik dan flavonoid dari ekstrak daun, kulit batang dan daging buah kedondong. Ekstraksi telah dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Analisis spektrofotometri UV-VIS menunjukkan kandungan total fenolik dan flavonoid daun, kulit batang, dan daging buah kedondong sebesar: (37,400 mg GAE/g ekstrak; 9,145 mg QE/g ekstrak), (85,067 mg GAE/g ekstrak; 6,829 mg QE/g ekstrak) dan (4,067 mg GAE/g ekstrak; 4,597 mg QE/g ekstrak). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 13,687 µg/mL..
FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SHAMPO ANTI KETOMBE EKSTRAK DAUN TEH HIJAU Yulian Wahyu Permadi; Eko Mugiyanto
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2324

Abstract

Ketombe adalah keadaan anomali kulit kepala dan salah satu penyebab jamur Candida albicans.Camellia sinensis Linn atau lebih dikenal dengan daun teh hijau, jenis tumbuhan yang daun dantunasnya digunakan untuk membuat teh. Tanaman ini termasuk genus camellia, genus tanamanberbunga dari keluarga theacea. Tumbuhan ini mengandung flavanol flavanoid utama. Ekstraksiadalah proses memotong-motong senyawa kimia dari bahan alami menggunakan pelarut etanol96%. Maserasi adalah cara menarik simplisia dengan proses menyederhanakan simplisia ke dalamcairan penari pada suhu. Konsentrasi masing-masing bahan adalah masing-masing 100 ml sampoyang mengandung 10 gram ekstrak teh hijau, 1 gram natrium lauril sulfat, 0,5 gram natrium klorida,PEG 400 1 gram. Nipagin 0,18 gram, mentol 0,25 gram. Tes pengujian fisik, uji viskositas, dari hasiluji fisik seluruh persediaan sesuai dengan rentang dan persyaratan yang telah ditetapkan.
Identifikasi Kandungan Deksametason dalam Jamu Gemuk Badan pada Merek Jamu Kianpi Pil dan Jamu Gemuk Gunasehat dengan Metode KLT Yulian Wahyu Permadi; S Slamet; Eka Dian Safitri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.629 KB)

Abstract

Obat tradisional menurut keputusan Peraturan Menteri Kesehatan RINo. 7 tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional dilarangmengandung bahan kimia obat (BKO) baik berupa hasil isolasibahan alam atau senyawa sintetik berkhasiat obat. Pada penelitianini telah dilakukan identifikasi deksametason pada jamu gemukbadan dengan merek Kianpi Pil dan Jamu gemuk Guna Sehat.Identifikasi dilakukan dengan uji pendahuluan berupa ujiorganoleptis dan uji mikroskopik kemudian dilakukan ujikromatografi lapis Tipis (KLT). Uji organoleptis ditujukan untukmelihat tampilan sediaan dan uji mikroskopik untuk melihat keasliandari bahan simplisia serta kristal bahan kimia obat yangditambahkan kedalamnya. Identifikasi menggunakan metode KLTguna untuk melihat masih atau tidaknya kandungan deksametasondalam jamu tersebut. Hasil uji organoleptis menyatakan padaumumnya sampel memiliki bentuk sediaan serbuk dengan warna,rasa dan bau yang bervariasi. Hasil uji mikroskopik menyatakanterdapat beberapa fragmen-fragmen khas dari setiap bahan yangterdapat dalam komposisi dan terdapat kristal BKO dari keduasampel dan hasilnya selaras dengan hasil KLT. Pada KLT fase gerakyang digunakan berupa etil asetat : Toluen : Metanol (45:55:1).Hasil KLT terbentuk bercak noda pada kedua sampel yang sejajardengan baku pembanding (deksametason). Bercak noda memberikanwarna kuning jika dilihat secara visual dan warna ungu pada sinarUV 254 nm dan tidak berwarna pada sinar UV 366 nm dengan nilaiRf 0,25. Dari kedua sampel yang di uji disimpulkan bahwa positifmengandung bahan kimia obat berupa obat deksametason.
UJI AFRODISIAK EKSTRAK ETANOL BUAH TERUNG UNGU TERHADAP LIBIDO TIKUS PUTIH JANTAN Prayugo Sugeng Pangestu; Yulian Wahyu Permadi; Wirasti Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.159 KB)

Abstract

Terung ungu (Solanum melongena L.) memiliki kandungan yang dapat memperlancar sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek afrodisiak ekstrak etanol buah terung ungu terhadap libido tikus putih jantan galur Wistar yang berumur 2-2,5 bulan. Penelitian dibagi 4 kelompok : Kontrol negatif (aquades 1 ml); EET Dosis1 (91,88 mg/130 g BB); EET Dosis2 (183,77 mg/130 g BB), K (+) (viagra) (0,585 mg/130 g BB). Pengamatan dilakukan dengan mengamati aktivitas seksual tikus putih jantan yaitu introducing dan mounting dengan alat bantu CCTV selama 7 hari dari pukul 19.00 WIB – 06.30 WIB. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjut dengan uji Tukey HSD dengan α = 0,05, kemaknaan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah terung ungu memiliki aktivitas afrodisiak terhadap libido tikus putih jantan galur wistar pada dosis 183,77 mg/130 g BB.
ANALISIS BIAYA TERAPI PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN TAHUN 2014 – 2017. Fita Fatmawati; Yulian Wahyu Permadi; Wulan Agustin Ningrum; Sitti Rahmatullah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.968 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko penyakit kardiovaskuler seperti stroke, gagal ginjal, gagal jantung bahkan kematian. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan penyakit hipertensi berbeda-beda. Maka perlu dilakukan analisis efektivitas biaya agar dapat mengambil keputusan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi antihipertensi yang paling cost-effective pada pasien hipertensi dengan komplikasi diabetes mellitus rawat jalan di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Tahun 2014 – 2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Analisis efektifitas biaya yang dilakukan dengan membandingkan besar biaya medik langsung rata-rata per bulan terhadap persentase pasien yang tekanan darahnya mencapai target berdasarkan parameter ACER. Hasil penelitian menunjukkan pola pengobatan yang paling cost-effective untuk pasien hipertensi dengan komplikasi diabetes mellitus adalah golongan ACE-Inhibitor dengan total biaya rata-rata tiap bulan Rp.233.910,00 dan nilai ACER yang paling rendah Rp. 335.865,00.
Gambaran Karakteristik Pemakaian Golongan Kortikosteroid Pada Pasien Anak di Puskesmas Kesesi I Kabupaten Pekalongan Roro Ayu; Dwi Bagus Pambudi; Yulian Wahyu Permadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.89 KB)

Abstract

Anak tergolong dalam individu yang sangat rentan terhadap obat karena sistem dalam tubuhnya yang belum sempurna untuk merespon dan memetabolisme obat dalam tubuh secara baik. Penggunaan kortikosteroid pada pasien anak yang berlebihan bisa menimbulkan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bisa dikatakan dengan moon face. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kortikosteroid pada pasien anak di Instalasi Rawat Jalan Puskesmas Kesesi I. Penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif retrospektif secara purposive sampling. Data yang diambil adalah rekam medik Bulan Desember Tahun 2020 yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 45 pasien pediatrik dan 85 pasien yang tereksklusi, Dari hasil yang diperoleh meliputi jenis kelamin dibagi menjadi 2 Laki – Laki dan Perempuan masing mempunyai frekuensi Laki – Laki sebanyak 26 yang persentasenya 57,8%, sedangkan Perempuan lebih sedikit sebanyak 19 yang mempunyai persentase 42,2 %. Dari data yang diperoleh meliputi kategori masalah pilihan obat, masalah dosis obat, masalah efek samping hasilnya sama yaitu mempunyai persentase 8, 9 % dari 45 pasien.
EVALUASI KETEPATAN DOSIS OBAT PASIEN DEPRESI RAWAT JALAN DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Diyas Septyarini; Ainun Muthoharoh; Yulian Wahyu Permadi; Wulan Agustin Ningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.102 KB)

Abstract

Depresi merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa yang sering dijumpai di masyarakat. Berdasarkan guidline American Psychiatric Associationpada pasien yang telah menerima pengobatan kurang lebih 8 minggu dan setelah itu tidak mengalami perbaikan gejala yang dialami pasien depresi maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan atau penyesuaian dosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi ketepatan dosis obat yang digunakan dalam pengobatan pasien depresi rawat jalan di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan tahun 2018–2019. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode deksriptif dan pengambilan data rekam medis secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara systematic random sampling dengan jumlah populasi 830 dan sampel yng digunakan sebnayak 93 sampel. Hasil dari penelitian ini didapatkan persentase terkait kelengkapan identitas pasien (100%), pasien depresi paling banyak perempuan (68,8%), dengan kelonpok umur dewasa awal 21-40 tahun (71%), pekerjaan pada pasien depresi yaitu ibu rumah tangga (31,2%), depresi yang dialami yaitu depresi berat dengan gejala psikotik (92,5%), obat golongan antidepresan fluoxetin yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan antipsikotika risperidon yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan psikotropik golongan IV hexymer yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (40,9%). Beberapa pasien masih ada yang tidak tepat dosis sehingga diharapkan perlu adanya peningkatan kewaspadaan dalam memberikan dosis obat agar gejala pasien semakin membaik.
Co-Authors Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh, Ainun Akrom, Akrom Anastasia Wulandari, Anastasia Anung Sugihantono Astiyani, Shofita Aurisna Isma Asqiya Aviani, Helmalia Ayu Orimpa Nia Sekar tatik Ayu, Roro Bagoes Widjanarko Diana Rosmalinda Diyas Septyarini Dwi Bagus Pambudi Dwi Bagus Pambudi Dwi Setyo Utami Eka Budiarto, Eka Eka Dian Safitri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Faozan, Amir Fatmawati, Fita Fita Fatmawati Handayani, Novia Imam Riadi Irna, Ruzzaina Isfaki, Baiti Isyti’aroh Isyti’aroh Isyti’aroh, Isyti’aroh Juan Bagus Pambudi Khusna, Nabilatul Lia Amalia LIA AMALIA Lia Dwi Prafitri Lilis Wulandari Melinia, Devi Muthoharoh, Ainun N. Nurjanah Naela Afiya Najihah, Veni Haqiqotun Najmul Laminah Fiqrotul Ningrum, Wulan Agustin Nuniek Nizmah Fajriyah Nur Fadhilah Nurul Hikmah Opi Nuriska Rais Rutini Owena, Vega Rizki Pambudi, Dwi Bagus Pangestu, Prayugo Sugeng Prayugo Sugeng Pangestu Puspitaningtyas, Sheila Indah Putri, Rosma Syifa Azmi Rahmatullah, Sitti Rahmatullah, St Rahmatullah, ST. Risqi Maulidah Rizka Nur Sabila Rizki Fajara Roro Ayu Rosma Syifa Azmi Putri Rosmalinda, Diana Rozanah, Siti S Slamet S Slamet S Slamet, S Safabela, Vania Safitri, Eka Dian Santi Listiarini Saputri, Rizki Sari, Vera Kartika Septyarini, Diyas setyawan, Muhammad ghilang maulud Siti Nur Agmarina Siti Rozanah Sitti Rahmatullah Sitti Rahmatullah Slamet, Slamet St Rahmatullah St Rahmatullah St Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah StRahmatullah Nasir Subekti, Ratih Syamsulhuda BM Syarifah, Farah Tiara Fany Safitri Tri Sakti Wirotomo, Tri Sakti Ulfatun Alkhodiyah Urmatul Waznah Veni Haqiqotun Najihah Wijayanti, Tika Yusnia Windha Widyastuti Windha Widyastuti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Wulan Agustin Ningrum Zam zam Elfrida Kusumaningrum