p-Index From 2021 - 2026
6.426
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Pastura; Journal Of Tropical Forage Science Jurnal Veteriner Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Biotropika Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Jurnal Ilmu Ternak Veteriner Research Journal of Life Science Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Jurnal Ternak Tropika JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Livestock and Animal Research Animal Production : Indonesian Journal of Animal Production Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences) Seminar Nasional Lahan Suboptimal Jurnal Ilmiah Inovasi Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia JITPI : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Jurnal Nukleus Peternakan Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Livestock and Animal Research Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Jurnal Agripet Animal Production Journal of Agriprecision & Social Impact
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Tepung Bonggol Pisang pada Pakan Terhadap Berat Karkas, Persentase Karkas, dan Lemak Abdominal Ayam Pedaging Dwi Kiat Puspitasari; Osfar Sjofjan; Eko Widodo
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2019): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret 2019
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2019.002.01.4

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung bonggol pisang terhadap berat karkas, persentase karkas, dan lemak abdominal ayam pedaging. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi sebagai pakan alternatif untuk mengurangi biaya produksi pakan. Bahan yang digunakan adalah 100 DOC strain New Lohmann MB-202 yang diproduksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia dengan koefisien keragaman 8,41%. Metode yang digunakan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Terdapat 20 kelompok di mana setiap kelompok terdiri dari 5 ayam. Perlakuan yang digunakan sebagai berikut, P0: pakan basal, P1: pakan basal + 2,5% tepung bonggol pisang, P2: pakan basal + 5% tepung bonggol pisang, P3: pakan basal + 7,5% tepung bonggol pisang, P4: pakan basal + 10% tepung bonggol pisang. Variabel yang diukur adalah berat karkas, persentase karkas, dan lemak abdominal ayam pedaging. Data dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terdapat perbedaan pengaruh maka dilanjutkan dengan Uji jarak berganda Duncan’s (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) terhadap berat karkas, tetapi berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap persentase karkas dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak abdominal ayam pedaging. Kesimpulannya adalah penambahan tepung bonggol pisang di dalam pakan dapat diberikan maksimum sebanyak 10%.
Pengaruh Penambahan Probiotik Rhizopus Oligosporus Sebagai Aditif Pakan Terhadap Penampilan Produksi Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Danial Mukhtar Husada; Osfar Sjofjan; Eko Widodo
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2018): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2018
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2018.001.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan pada penampilan produksi burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini menggunakan burung puyuh petelur sebanyak 250 ekor yang berumur 90 hari yang setiap petak terdiri dari 10 ekor burung puyuh. Materi yang digunakan yaitu pakan komersial dan probiotik Rhizopus oligosporus. Pakan perlakuan yang digunakan yaitu P0= pakan basal tanpa probiotik, P1= pakan basal tanpa probiotik Rhizopus oligosporus, P2= Pakan basal + 0,5% probiotik Rhizopus oligosporus, P3= Pakan basal + 0,6% probiotik Rhizopus oligosporus, P4= Pakan basal + 0,7% probiotik Rhizopus oligosporus. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 5 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, HDP (Hen Day Production), egg mass, konversi pakan, dan IOFC (Income Over Feed Cost). Data ditabulasikan ke dalam Microsoft Excel dan menggunakan analisis ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap. Apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan tetapi memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap HDP, egg mass, konversi pakan, dan IOFC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan probiotik Rhizopus oligosporus sebagai aditif pakan burung puyuh tidak dapat memperbaiki penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, HDP, egg mass, konversi pakan dan IOFC. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penambahan probiotik Rhizopus oligosporus dengan menggunakan pakan basal self mixing.
Estimasi dan Validasi Kandungan Energi Bekatul Sebagai Pakan Unggas dari Komposisi Kimia Pakan Danung Nur Adli; Osfar Sjofjan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 3, No 2 (2020): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September 2020
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2020.003.02.6

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasi dan memvalidasi akurasi estimasi nilai enegi pada bekatul berdasarkan komposisi kimia pakan. Data dikelompokkan pada database berdasarkan hasil analisis proksimat dan database feedpedia.org. Data proksimat (PK, LK, SK dan abu) dengan nilai energi bruto dihitung tingkat korelasi dengan menggunakan korelasi Pearson two- tailed.  Perhitungan nilai koefisien determinasi dihitung dengan software SAS University Edition Red Hat 64 bit. Nilai koefisien determinasi dan Nilai root mean square error diukur untuk mengetahui nilai simpangan baku pada estimasi nilai kandungan energi. Persamaan regresi yang dapat digunakan sebagai estimasi kandungan energi pakan pada bekatul adalah GE = -245.675 + 8.345 PK + 21.456 SK + 84.134 LK + 13.234 Abu (Bekatul). Nilai taksiran yang diamati berdasarkan estimasi masih dapat diperkirakan dari database yang tersedia.
Using Red Oncom (Neurospora Sitophila spp) and Black Oncom (Rhizopus Oligosporus) in feed formulation on Performance and Intestinal Properties of Broiler Danung Nur Adli; Osfar Sjofjan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.1

Abstract

The purpose of this research was to determine the dietary effect of red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) on performance and intestinal properties of broiler in different levels. The materials used for this research were 100 unsex broiler (20 days old) with Lohmann strain. Method was used in this experiment was Completely Randomize Design with 5 treatments and 4 replications. The treatment were as follows, T0: basal diet without additive, T1: basal diet + (0.25% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus), P2: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus), T3: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus),  and T4: basal diet + (0.75% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus). The result showed that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) has significantly enhanced (p<0.05) on intestinal properties. It can be concluded that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) in feed gives a positive result on the broiler intestinal properties.
Peningkatan Kualitas dan Persentase Karkas Ayam Pedaging dengan Subtitusi Bungkil Kedelai Menggunakan Tepung Biji Asam (Tamarindus indica L) Fermentasi Ika Widiyawati; Osfar Sjofjan; Danung Nur Adli
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 3, No 1 (2020): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret 2020
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2020.003.01.7

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji  asam (Tamarindus indica L) fermentasi sebagai subtitusi bungkil kedelai dalam pakan terhadap kualitas karkas ayam pada pedaging. Pengukuran variabel yang digunakan adalah bobot karkas, persentase karkas, bobot daging dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha bawah ayam pada pedaging. Data dianalisis dengan analisis variansi (anova), apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: Pakan basal tanpa penggantian bungkil kedelai, P1 pakan dengan  pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 25%, P2: pakan dengan  pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 50%, P3: pakan dengan  pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 75%, P4: pakan dengan  pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 100%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung biji asam fermentasi sebagai pengganti bungkil kedelai memberikan pengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas, bobot dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung biji asam (Tamarindus indica L) fermentasi dalam pakan dapat dijadikan sebagai subtitusi bungkil kedelai dan memberikan hasil yang sama sampai dengan level penggunaan 50% terhadap kualitas karkas yaitu bobot karkas, persentase karkas, bobot dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha bawah ayam pedaging.
The Use of “Organic Protein” in Feed Formulation on Intestinal and Ammonia Levels of Broiler Sri Ratna Sari; Osfar Sjofjan
ANIMAL PRODUCTION Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2022.24.2.149

Abstract

The aim of this study is to determine the effect of Organic Protein as a feed ingredient on pH, viscosity and enzyme activity in the small intestine and levels of ammonia in broiler excreta. Organic Protein is a Single Cell Protein (SCP) product name from PT. Miwon Indonesia that has a protein content up to 40%. We conducted a field experiment and used DOC broilers and Organic Protein as treatment feed in a Completely Randomized Design (CRD) comprising of 5 treatments and 6 replicates, accounting for 30 experimental units. The feed treatments were basal feed T0, T1, T2, T3 and T4 added with Organic Protein 0%, 1.5%, 3%, 4.5%, and 6%, respectively. The observed variables were pH, viscosity, enzyme activity (amylase and protease) of small intestine and excreta ammonia level of broiler. The data were analyzed with ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed the treatments have very significantly different effects (P<0.01) on the amylase and protease activities, but significantly different effects (P>0.05) on pH, viscosity of small intestine, and ammonia levels of excreta. The use of Organic Protein at a level of 4.5% gave the best results to increase enzyme activity of amylase and protease.
Pengaruh Penambahan Calcidifier Dan Probiotik Sebagai Feed Additive Terhadap Penampilan Produksi Itik Petelur Mojosari Osfar Sjofjan; A.P Rahayu; M. H. Natsir; Y.F Nuningtyas
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2978

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan calcidifier dan probiotik terhadap performa produksi itik petelur Mojosari. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor itik Mojosari fase layer (7-8 bulan), calcidifier dan probiotik. Metode yang digunakan dalam percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan digunakan 5 ekor itik mojosari. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakan kontrol (P0), pakan perlakuan dengan kadar calcidifier dan probiotik 0,2% (P1), pakan perlakuan dengan calcidifier dan kadar probiotik 0,4% (P2), pakan perlakuan dengan kadar calcidifier dan kadar probiotik 0,4% (P2). Calcidifier dan probiotik sebesar 0,6% (P3) dan perlakuan pakan dengan calcidifier dan probiotik kadar 0,8% (P4). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, han day production (HDP), feed covertion ratio (FCR), egg mass, mortalitas dan income over feed cost (IOFC). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analisi Kovarian (ANKOVA) dan jika ditemukan pengaruh yang signifikan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncans (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan calcidifier dan probiotik sebagai feed additive terhadap performa produksi itik petelur mojosari tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsumsi pakan, han day production, feed convertion ratio, egg mass, mortalitas dan income over feed cost. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan calcidifier dan probiotik sebagai feed additive belum dapat memperbaiki penampilan prduksi itik petelur Mojosari
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma longa Linn) Pada Perkembangan Dan Histopatologi Usus Halus Pada Puyuh Petelur Romy Abdillah Ramadhan; Eko Widodo; Osfar Sjofjan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 5 No. 2 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2022.005.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak kunyit pada panjang dan berat usus halus (duodenum, jejunum, dan ileum), dan perubahan histomorfologi vili (jumlah vili, tinggi vili, kedalaman kripta, luas permukaan vili, dan rasio tinggi:kripta vili). Materi penelitian adalah 220 puyuh betina dengan rata-rata bobot badan 185,78 gram dan koefisien keragaman 6,96%. Metode penelitian adalah eksperimental dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0(pakan basal), P0+(pakan basal+0,1% antibiotik), P1(pakan basal+0,1% ekstrak kunyit), P1(pakan basal+0,2% ekstrak kunyit), P1(pakan basal+0,3% ekstrak kunyit). Data penelitian dianalisis ragan berbasis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Duncan's New Multiple Range Test (DMRT) jika muncul pengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukan penambahan ekstrak kunyit sampai 0,3% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat duodenum dan luas permukaan vili, dan penambahan ekstrak kunyit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap panjang jejunum, panjang ileum, dan jumlah vili. Kesimpulan penelitian yaitu penambahan ekstrak kunyit hingga level 0,3% dapat meningkatkan karakteristik usus halus, sehingga ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik pada pakan puyuh petelur
Pengaruh Penggunaan Organik Protein dalam Pakan Terhadap Produktivitas Ayam Pedaging Reo Radius Falah; Haryaka Tisti Sadara; Osfar Sjofjan; Muhammad Halim Natsir
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 5 No. 2 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2022.005.02.7

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan organik protein dalam pakan terhadap performa ayam pedaging. Materi penelitian adalah organik protein dan Day old chicken (DOC) ayam pedaging, unsexed sebanyak 480 ekor. Rata- Rata bobot badan DOC 47,48 ± 1,89 g dengan koefesien keberagaman 3,98%. Metode penelitian adalah percobaan lapang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : Pakan basal (pakan control) ,P1 : 98.5 % Pakan basal  ditambah 1,5%  organik protein, P2 : 97.0 % Pakan basal ditambah 3,0%  organik protein, P3 : 95.5 % Pakan basal ditambah 4,5%  organik protein, P4 : 94.0 % Pakan basal ditambah 6,0%  organik protein. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, mortalitas, Income Over Feed Cost, bobot karkas, persentase karkas, persentase deposisi daging dada dan kolesterol daging  Data yang didapatkan di analisis statistik dengan analisis ragam ( ANOVA ) dari Rancangan Acak Lengkap ( RAL). Apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata (P>0,05) atau sangat nyata (P<0,01) maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s. Hasil dari penelitian yang diperoleh adalah penggunaan organik protein memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan, konversi pakan, Income Over Feed Cost, bobot karkas dan kolesterol daging tetapi tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, mortalitas, persentase karkas dan persentase deposisi daging dada. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan organik protein sebesar 4,5 % dalam pakan ayam pedaging memberikan produktivitas terbaik.
Evaluation of the Use of Date Seed Flour in Feed on the Small Intestine Characteristics of Broiler Ilmiatus Sholichatunnisa; Muhammad Halim Natsir; Tri Eko Susilorini; Danung Nur Adli; Osfar Sjofjan
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol. 32 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2022.032.02.04

Abstract

The purpose of this study was to determine and evaluate the use of date seed flour in feed on the small intestine characteristics of broilers. This study used 200 Day Old Chick (DOC) broilers with type MB 202. This study used a field experiment method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications. The treatments used were P0: basal feed without the use of date seed flour (DSF), P1: basal feed using 2.5% DSF, P2: basal feed using 5% DSF, P3: basal feed using 7.5% DSF, P4: basal feed using 10% DSF. The variables measured in this study were the number of villi, villi height, villi surface area, crypt depth, digesta pH, and digesta viscosity. The data obtained during the study were processed using Microsoft Excel software and analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan's Multiple Range Test if the results obtained were significantly different (P<0.05) or very significantly different (P< 0.01). This study gave results that were not significantly different (P>0.05) on the number of villi, villi height, villi surface area, crypt depth, and digesta pH. However, this study was able to give very significantly different results (P<0.01) in digesta viscosity. The conclusion of this study is the use of date seed flour in feed up to 10% was able to give good results on the number of villi, villi height, villi surface area, crypt depth, and digesta pH of the small intestine of broilers, but it has not been able to give good results on the digesta viscosity of the small intestine of broilers.
Co-Authors - Aulani’Am A.P Rahayu Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmanu . Adam E. Saputra Addharul Muttaqin Adelina Ari Hamiyanti Adharul Mutaqin Adharul Mutaqin Aditias Nabil Khoirunisa Adli, D. N. Adli, Danung Nur Afdora, Pupimadita Tizar Agus Susilo Ahmad Nur Musyarrof Al Akrom Ahzami, Abdurahhman Aini, Baiq Widya Rahmatul Ajeng Kusumaningtyaswati Akhmad Zaenal Wijaya Amini, Khairuni Anisa Ramadhani Antonius Suwanto Asri Nurul Huda Awang Tri Satria Ayu Damayanti B. Sundu Badat Muwakhid Bintang Putri Churriyah, Rosyidatul Cindy A. Damayanti Cindy Audina Damayanti Danial Mukhtar Husada Derana Tri Mustikawatie Dhika Yonika Primacitra Diah Kartika Sari Didik Nur Edi Dina Marliana Djalal Rosyidi Djunaidi, Irfan dos Santos, Abilio Dwi Kiat Puspitasari Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Edhy Sudjarwo Edhy Sudjarwo Edhy Sudjarwo Edhy Sudjarwo Edi Wahyu Satria Edi, Didik Nur Eko Widodo Eny Sri Widyastuti Esti Puspitasari Faizal Andri Farela Adhana Muflikhien Farida Kusuma Astuti Febri Puska Padang Filoza Marwi Filoza Marwi Firmansyah, Angga Fitri Wahyuni Fitria Tridyana Putri Hadi, Tasya Anggraini Sukma Haryaka Tisti Sadara Heli Tistiana Heni Setyo Prayogi Hertamawati, Rosa Tri Hudan Allama Ika Widiyawati Ilmi Sholichatunnisa Ilmiatus Sholichatunnisa Indah Puspita Sari Irfan Djunaidi Irfan Djunaidi Irfan H. Djunaidi Irfan H. Djunaidi Jihana, Amalia Iffah Kasri, Kasri Khaerunnisa Firdaus Sadikin Kuncoro Kuncoro Kuncoro, Kuncoro Kurniawan, Muhammad Iqbal Laila Nur Rohma Lestari, Suci Puji Lestariningsih Lestariningsih Lestariningsih Lestariningsih Lilik Eka Radiati Ludovika Jessica Virginia M Halim Natsir M Halim Natsir M. H. Natsir M. Halim Natsir Mariani Jesika Widiawati Mashudi Mashudi Muhammad A. Y. Harahap Muhammad Andika Yudha Harahap Muhammad Andika Yudha Harahap Muhammad H. Natsir Muhammad Halim Natsir Muhammad Halim Natsir Muhammad Izzuddiyn Muharlien Muharlien Muharlien Muharlien Nanang Febrianto Natasha Lenzky Mutia Nur Hidayah Nuraini Nadzifah Nurul Jannah, Saadatin Obbi Firmansyah Picky Oriesta Ayu Harmayanda Pratiwi Trisunuwati Prihatiningsih Pupimadita Tizar Afdora Putri, Fitria Tridyana Ramadhani, Sulistya Ika Randa, Sangle Yohanes Ratih Eka Dewayani Reo Radius Falah Reynaldy Hadi Ardyansyah Rica Silvi Anastasia Rizki Nur Azizah Rizki Prafitri Romy Abdillah Ramadhan Roro Rianthie Jessieca A.G Roselin Gultom Rositawati Indrati Ruli Nanda Pratama S. Chuzaemi S. Sulistyaningsih Sabarta sembiring Sangle Yohanes Randa Sari, Sri Ratna septiani anggitasari sitompul Siska OktaFina Diarlin Siska Tirajoh Siska Tirajoh, Siska Siti Nur Ulpah Sri Minarti Sri Ratna Sari Suyadi Suyadi Syahputra Wibowo Tasya Nur Karina Tika Septi Wardani Tri Ardiyati Tri Ardiyati Tri Ardyati Tri Ardyati Tri Eko Susilorini Ubaidillah, Muhammad Zaki Umi Kalsum Umiani Hatta USMAN ALI VM Ani Nurgiartiningsih Wahidin Mardiono Swantho Menggi Emma Widiati, Aris Sri Woro Busono, Woro Y.F Nuningtyas Yuli Frita Nuningtyas Yusuf, Zaen