p-Index From 2021 - 2026
9.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Atma Jaya Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) International Research Journal of Management, IT & Social Sciences JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) MANAJERIAL YUME : Journal of Management Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Jurnal Manajerial Psikostudia : Jurnal Psikologi Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Jurnal Pendidikan dan Konseling eCo-Buss Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Sinestesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Social Science Berajah Journal juremi: jurnal riset ekonomi Journal of Education Research Jurnal Manajemen Kalbisocio: Jurnal Bisnis dan Komunikasi Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Economic Reviews Journal Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Community Service SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Media Bina Ilmiah E-JURNAL AKUNTANSI Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN TERHADAP GUWANG BARONG DAN KERIS DANCE : ANALISIS PERAN ATRAKSI, AMENITAS DAN KEUNIKAN BUDAYA Anak Agung Istri Agung Maheswari; Komang Nila; Nyoman Sri Manik Parasari; I Putu Dharmawan Pradhana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem: The number of tourists visiting Guwang Barong and Keris Dance is still below ideal. This is ascribed to the dearth of distinctive tourist attractions, the small selection of attractions, and the subpar infrastructure that prevents guests from having a positive experience. The purpose of this research is to ascertain how tourism attractions, amenities, and attractions affect travelers' desire to see Guwang Barong and Keris Dance. Method: Partial Least Squares (PLS) analysis is the data analysis technique used. Results: According to the research, tourism attractions, amenities, and attractions all significantly and favorably affect travelers' desire to see Guwang Barong and Keris Dance. According to the research, tourist attractions had a 34.5% positive influence on visitors' attention, with a p-value of 0.000 and a t-statistic value of 3.497. Additionally, a t-statistic value of 2.822 and a p-value of 0.005 corroborate the 25.7% positive influence of attractions on visit interest. Additionally, with a t- statistic value of 2.847 and a p-value of 0.004, sufficient facilities are linked to a 29.9% rise in visit interest. These results demonstrate that visitors' interest in visiting Guwang Barong and Keris Dance is greatly increased by distinctive tourist attractions, interesting activities, and well-equipped facilities
Pengelolaan Sampah Anorganik Menjadi Nilai Rupiah Pada Generasi Muda Di Desa Jungutbatu Dewi, Ni Putu Mega Yunita Kristina; Pradhana, I Putu Dharmawan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.15757

Abstract

Garbage is a serious problem. From the presence of human activities plus an increase in population and economic growth, the volume of waste generation will also increase. If the waste is left unchecked, it will cause pollution to the environment. Jungutbatu Village, which is not free from problems in environmental cleanliness, especially ineffective waste management, so that the waste management carried out is from community garbage collection and public places that are collected and then transported by garbage car and immediately taken to the final disposal site (TPA). Conditions like this will worsen if the management is still ineffective and efficient and not well coordinated. Therefore, the method of activities carried out is observation and socialization. This socialization was carried out in order to educate the younger generation about the management and utilization of waste, especially inorganic waste which can be recycled and can even generate rupiah value. So that the understanding of waste management can increase, starting with the sorting and management of waste and the younger generation and the community are more aware of the importance of waste management and maintaining a clean environment. Keywords: Inorganic Waste, Waste Management, Waste Utilization
Peran Customer Engagement Memediasi Augmented Reality Features, Product Personalization terhadap Customer Satisfaction pada Konsumen Pria Gen Z Pengguna Skincare Sari, Desak Made Febri Purnama; Muhammad Ilham Syamputra; Pradhana, I Putu Dharmawan; Korry, Putu Dyah Permatha
INOVASI Vol. 12 No. 2 (2025): Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/Inovasi.v12i2.p504-513.55759

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen pria Generasi Z berinteraksi dengan merek skincare, terutama melalui pengalaman digital yang interaktif dan personal. Namun, kajian empiris yang menjelaskan pengaruh fitur Augmented Reality dan personalisasi produk terhadap kepuasan pelanggan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Augmented Reality Features dan Product Personalization terhadap Customer Satisfaction pengguna skincare pria merek Garnier Men di Provinsi Bali, dengan Customer Engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 190 responden pria Generasi Z yang telah menggunakan produk Garnier Men dalam enam bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Augmented Reality Features dan Product Personalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Engagement dan Customer Satisfaction. Selain itu, Customer Engagement terbukti memediasi secara parsial hubungan antara kedua variabel tersebut dengan Customer Satisfaction. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman digital interaktif dan strategi personalisasi produk berperan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen melalui penguatan keterlibatan emosional dan perilaku.
Generasi "Coming Soon": Mengapa Gen Z Sulit Konsisten Berwirausaha? Ni Putu Putri Setiari; I Putu Dharmawan Pradhana
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3410

Abstract

Fenomena “Coming Soon” pada Gen Z merujuk pada maraknya unggahan rencana bisnis yang tidak berlanjut ke tahap eksekusi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakonsistenan tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretif. Data diperoleh melalui observasi digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan Gen Z di kawasan SARBAGITA. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman menghasilkan tiga tema utama: motivasi berwirausaha, faktor pendorong, dan faktor penghambat. Temuan memperlihatkan bahwa motivasi Gen Z bersifat impulsif dan dipengaruhi tren digital, FOMO, dan harapan memperoleh keuntungan cepat. Namun, motivasi tersebut tidak didukung oleh perencanaan bisnis yang memadai, lemahnya manajemen keuangan, serta minimnya pengetahuan teknis. Hambatan psikologis seperti fear of failure, perfectionism, overthinking, dan tekanan sosial memperkuat pola penundaan yang menyebabkan usaha berhenti pada tahap promosi awal. Tekanan akademik dan keterbatasan resourcefulness memperburuk ketidakkonsistenan perilaku. Integrasi temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan, sesuai kerangka Theory of Planned Behavior. Penelitian ini menegaskan perlunya pendidikan kewirausahaan yang menekankan perencanaan, manajemen risiko, dan penguatan kontrol perilaku untuk membantu Gen Z mempertahankan konsistensi dalam memulai usaha.
Dilema Psikologis dan Kecemasan Karier Generasi Z dalam Pusaran Job Hopping: “Sebuah Analisis Fenomenologis untuk Strategi Retensi Berbasis Kesejahteraan I Nyoman Dede Diva Prasetia; I Putu Dharmawan Pradhana; Putu Irma Yunita; I.A. Oka Martini
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3411

Abstract

Penelitian ini menelaah pengalaman Generasi Z yang melakukan job hopping dengan pendekatan fenomenologi. Studi ini memfokuskan analisis pada dilema psikologis dan kecemasan karier yang muncul selama proses berpindah kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memahami cara informan memaknai tekanan psikologis dalam pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job hopping muncul sebagai respons terhadap burnout, beban kerja yang tidak seimbang, kurangnya apresiasi, serta ketidakpastian arah karier. Informan menggambarkan kecemasan terkait stagnasi, penurunan motivasi, dan ketidaksesuaian nilai kerja. Quarter life crisis memperkuat tekanan tersebut dan mendorong pencarian lingkungan kerja yang lebih selaras dengan kebutuhan emosional dan tujuan pribadi. Studi ini mengidentifikasi tiga pola utama: anti-stuck syndrome, kebutuhan validasi emosional personal, dan orientasi pada keseimbangan hidup. Ketiga pola ini membentuk ekspektasi hasil dan tujuan karier sesuai Social Cognitive Career Theory. Temuan menegaskan perlunya strategi retensi berbasis kesejahteraan melalui sistem umpan balik yang konsisten, peluang pengembangan, dan fleksibilitas kerja agar organisasi dapat merespons kebutuhan psikologis Generasi Z.
Jejak Generasi Z dalam Ketidaknyamanan Kerja: Eksplorasi Konflik Sosial dan Kualitas Kehidupan Profesional pada Fase Quarter Life Crisis Ni Wayan Novi Karyani; I Putu Dharmawan Pradhana; I Nengah Wirsa; I Made Suidarma
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi ketidaknyamanan kerja pada pekerja Generasi Z serta keterkaitannya dengan konflik sosial dan kualitas kehidupan profesional dalam konteks sektor makanan dan minuman. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pekerja muda pada fase quarter life crisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap pekerja Generasi Z, rekan kerja, atasan, dan praktisi psikologi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, koding, pengembangan tema, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknyamanan kerja bersifat multidimensi, mencakup aspek fisik, fungsional, dan psikologis. Konflik sosial, baik yang bersifat terbuka maupun laten, muncul sebagai pemicu utama ketidaknyamanan melalui perbedaan persepsi, distorsi komunikasi, dan ketidaksinkronan ekspektasi kerja. Tekanan profesional dan tuntutan pengelolaan emosi memperkuat kelelahan psikososial dan memengaruhi cara pekerja memaknai pekerjaannya. Temuan juga menunjukkan bahwa pengalaman kerja tersebut dimaknai melalui lensa quarter life crisis dan berdampak pada penurunan kualitas kehidupan profesional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan konflik sosial, dukungan emosional, dan kejelasan pengembangan karier dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif bagi Generasi Z. Temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia berkelanjutan di sektor jasa modern.
Analisis Fenomenologi Komunikasi dan Isolasi Sosial antara Milenial dan Gen Z di Era Hybrid Work I Made Aditya Putra Wiguna; I Putu Dharmawan Pradhana; Gusi Putu Lestara Permana; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3482

Abstract

Model kerja hybrid mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial di tempat kerja, terutama pada organisasi yang melibatkan generasi Milenial dan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman komunikasi antargenerasi serta potensi isolasi sosial yang muncul dalam konteks kerja hybrid. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pekerja Milenial dan Gen Z di wilayah Denpasar dan Badung. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan model Miles dan Huberman serta pendekatan Gioia untuk mengembangkan tema-tema utama dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi, ritme kerja, dan pemaknaan profesionalisme memicu ambiguitas situasional dan miskomunikasi dalam interaksi daring. Isolasi sosial tidak muncul dalam bentuk penarikan diri dari pekerjaan, tetapi sebagai perasaan tidak dilibatkan, tertinggal informasi, dan berkurangnya keterhubungan emosional dengan tim. Di sisi lain, kohesi kerja tetap terjaga melalui kejelasan peran dan orientasi pada penyelesaian tugas, meskipun kedekatan sosial bersifat terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kerja hybrid sangat bergantung pada pengelolaan komunikasi lintas generasi dan pembentukan norma komunikasi bersama, bukan hanya pada fleksibilitas sistem kerja.
Rekonstruksi Keseimbangan Hidup dan Kesehatan Mental Pekerja Generasi Z Menghadapi Boreout di Coffee Shop Dicko Helmi Susanto; I Putu Dharmawan Pradhana; Ni Nyoman Sri Wisudawati; I Gusti Ayu Wirati Adriati
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3622

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena boreout suatu kondisi kebosanan kronis dan kurangnya tantangan yang dialami oleh pekerja Generasi Z di industri coffee shop. Meskipun sektor ini menawarkan estetika visual yang menarik atau sering disebut sebagai aesthetic labour, realitas kerja yang repetitif dan monoton sering kali memicu understimulation yang berdampak negatif pada kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana pekerja Generasi Z di sebuah coffee shop di Kuta merekonstruksi keseimbangan hidup (work-life balance) dan menjaga kesehatan mental mereka saat menghadapi boreout. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tujuh informan, termasuk barista, rekan kerja, dan psikolog praktisi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Gioia berbantuan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boreout pada barista bukan disebabkan oleh kelelahan fisik, melainkan stagnasi intelektual dan rutinitas tanpa makna. Pekerja Generasi Z merespons kondisi ini melalui strategi job crafting yang adaptif: Problem-Focused (pengembangan skill mandiri), Emotion-Focused (aktivitas healing), serta Meaning-Focused (membangun koneksi emosional). Kesimpulan utama studi ini adalah bahwa harmoni kehidupan (work-life harmony) bagi pekerja muda tercapai dengan mengintegrasikan nilai personal ke dalam rutinitas kerja, bukan sekadar memisahkan waktu kerja dan pribadi.
Resiliensi Di Bawah Tekanan: Pengalaman Karyawan Konstruksi Dalam Memitigasi Distress Dan Memaksimalkan Eustress Untuk Kinerja Unggul Kadek Elda Jayati; I Putu Dharmawan Pradhana; Nyoman Sri Manik Parasari; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10604

Abstract

Dalam menghadapi tuntutan proyek yang dinamis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karyawan konstruksi mengelola tekanan kerja mereka untuk mengurangi stres dan memaksimalkan eustress. Penelitian ini menyelidiki metode kualitatif yang melibatkan observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk menemukan cara-cara individu dan dukungan organisasi untuk memastikan kestabilan mental dan produktivitas karyawan. Hasil menunjukkan bahwa karyawan bergantung pada resiliensi psikologis, pengalaman teknis, pengendalian emosi, dan strategi koping masalah-fokus dan emosi-fokus untuk mengatasi beban kerja yang besar, cuaca ekstrim, perubahan desain, dan hambatan administrasi. Pada saat yang sama, bisnis membantu dengan menerapkan K3, komunikasi kerja yang jelas, pembagian tugas yang terorganisir, dan lingkungan sosial yang mendukung. Hal ini secara signifikan mengurangi distress dan meningkatkan eustress sebagai energi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan adaptif individu dan sumber daya organisasi dapat bekerja sama untuk mencapai kinerja unggul di bidang konstruksi
The Effect Of Emotional Intelligence, Work–Life Balance, And Job Satisfaction On Employee Engagement Among Generation Z Workers In Denpasar Ni Putu Intan Lestari; I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra; Ketut Elly Sutrisni; I Putu Dharmawan Pradhana
YUME : Journal of Management Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i2.11513

Abstract

Employee engagement is essential for sustaining organizational performance, particularly among Generation Z employees who have distinct work expectations and values. The rapid growth of the service and tourism sector in Denpasar requires organizations to understand key psychological and organizational factors that foster engagement among young workers. Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction are considered important resources within the Job Demands Resources framework that can strengthen motivation and work involvement.This study examines the influence of Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction on Employee Engagement among Generation Z employees in Denpasar. A quantitative explanatory approach was used, with data collected through structured questionnaires from employees in the service and tourism industries. Multiple regression analysis was applied to assess both partial and simultaneous relationships among the variables.The results show that Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction positively affect Employee Engagement, with Work Life Balance emerging as the most influential factor. This reflects Generation Z’s strong preference for flexibility and psychological well-being. Emotional Intelligence enhances resilience and interpersonal effectiveness, while Job Satisfaction strengthens motivation and attachment to work. These findings highlight the importance of integrating personal capabilities and supportive organizational practices to enhance engagement among Generation Z employees.
Co-Authors A.A. Gede Putra Pemayun agitha relia Anak Agung Adi Wiryya Putra Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda Anak Agung Istri Agung Maheswari Anak Agung Ngurah Oka Suryadinatha Gorda Andika Maulana Putra Andreas Pratama Sihaloho Andreas Pratama Sihaloho Ariantini, Ni Luh Made Pande Arniti, Ni Ketut Ayu Made Bianca Juarez Cahaya, Ni Putu Meisa Charles Stefan Winata Charlie Sarchan Indrawan Danny Bahari Kusnadhy Desak Made Febri Purnama Sari Devidson Imanuel Eman Dewa Ayu Martini Dewi, Diah Fitrya Utami Dewi, Ni Putu Mega Yunita Kristina Dewi, Putu Sasmita Dicko Helmi Susanto Dwi Putra, I Made Okta Dwiputra Aryasa, I Gusti Ngurah Made Hegar Febrianti, Ni Putu Debi Gusi Putu Lestara Permana Gustena, I Kadek Hendra, Putu Nova Kusuma I Dewa Ketut Gede Prabawa I Dewa Putu Dipta Maharta I G. N. Oka Ariwangsa I Gede Ardra Pratama Putra I Gede Made Agustina Putra Agus Putra I Gede Putu Lanang Raditiya Perbawa I GUSTI AYU WIRATI ADRIATI I Gusti Ayu Wirati Adriati I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra I Kadek Arya Wibawa Saputra I Kadek Bagus Mahendrayana I Kadek Ryon Cahya Pratama I Made Aditya Putra Wiguna I Made Bima Devrasta Putra Astaki I Made Suidarma I Nengah Wirsa I Nengah Wirsa I Nyoman Dede Diva Prasetia I Putu Krishna Widyaskara I Putu Satria Parayangan I Putu Yoga Purnama Wijaya I Wayan Abimayu Angga Nugraha Ida Ayu Ambarini Saraswati Ida Ayu Oka Martini Ida Ayu Parwati Ida Bagus Teddy Prianthara Kadek Adyatna Wedananta Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani Kadek Elda Jayati Kadek Reno Kusuma Ketut Bayu Agung Suwiyoga Tangkas Ketut Elly Sutrisni Komang Nila Komang Widhya Sedana Putra P Laksmi, Kadek Wulandari Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul Luh Putu Sri Devi Mahayuni Made Ratih Nurmalasari Maharta, I Dewa Putu Dipta Martini, Dewa Ayu Muhammad Ilham Syamputra Nando, Hose Hongcapryo Ni Kadek Yosi Febrianti Ni Ketut Arniti Ni Ketut Arniti Ni Ketut Elly Sutrisni, Ni Ketut Elly Ni Ketut Yuliani Pramesti Ni Komang Ayu Cipta Dewi Ni Luh Gede Ningrum Maha Devi Ni Luh Made Pande Ariantini Ni Luh Putu Sariani Ni Made Prihanadi Dwi Surya Putri Ni Made Satya Utami Ni Nyoman Sri Wisudawati Ni Putu Eni Suwantari Ni Putu Intan Lestari Ni Putu Putri Setiari Ni Putu Tina Yuli Hantari Ni Putu Yunita Anggreswari Ni Putu Yunita Anggreswari Ni Wayan Novi Karyani Nuning Indah Pratiwi Parasari, Nyoman Sri Manik Praarsa, I Dewa Agung Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putra, Kadek Bagus Surya Kusuma Putra, Putu Adi Saskara Putri Ekaresty Haes Putri, Putu Erlina Ayu Tiara Putri, Putu Nikita Fiorella Utama Putu Adi Saskara Putra Putu Dyah Permatha Korry Putu Irma Yunita Putu Nico Pratama Kusuma Wardana Putu Purnama Dewi Putu Riko Ardy Pratama Putu Riski Acarya Sadnya Agung Putu Yoga Purnama Wijaya Resi, Yustina Elisabeth Ndari Rian Arif Fahendra Ruben Lomi Sahri Aflah Ramadiansyah Sallyana, Yunia Samitha, Sang Made Dwi Okayana Satriawan, I Made Deddy Sihaloho, Andreas Pratama Soei Khim Sulih Indra Dewi, Sulih Indra Vaasa, Regina Samara Verlioni, Ni Kadek Ayu Victor Joshua Nugroho Wahyu Indra Satria Winata, ⁠I Gede Arya Eka Pratama Yella, Made Dwi Marsa Yoga, I Wayan Suprapta Yosephine, Thalia Yunia Sallyana