Fenomena “Coming Soon” pada Gen Z merujuk pada maraknya unggahan rencana bisnis yang tidak berlanjut ke tahap eksekusi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakonsistenan tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretif. Data diperoleh melalui observasi digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan Gen Z di kawasan SARBAGITA. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman menghasilkan tiga tema utama: motivasi berwirausaha, faktor pendorong, dan faktor penghambat. Temuan memperlihatkan bahwa motivasi Gen Z bersifat impulsif dan dipengaruhi tren digital, FOMO, dan harapan memperoleh keuntungan cepat. Namun, motivasi tersebut tidak didukung oleh perencanaan bisnis yang memadai, lemahnya manajemen keuangan, serta minimnya pengetahuan teknis. Hambatan psikologis seperti fear of failure, perfectionism, overthinking, dan tekanan sosial memperkuat pola penundaan yang menyebabkan usaha berhenti pada tahap promosi awal. Tekanan akademik dan keterbatasan resourcefulness memperburuk ketidakkonsistenan perilaku. Integrasi temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan, sesuai kerangka Theory of Planned Behavior. Penelitian ini menegaskan perlunya pendidikan kewirausahaan yang menekankan perencanaan, manajemen risiko, dan penguatan kontrol perilaku untuk membantu Gen Z mempertahankan konsistensi dalam memulai usaha.