p-Index From 2021 - 2026
8.202
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Jurnal Manajemen Atma Jaya Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) International Research Journal of Management, IT & Social Sciences JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) MANAJERIAL YUME : Journal of Management Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Jurnal Manajerial Psikostudia : Jurnal Psikologi Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Jurnal Pendidikan dan Konseling eCo-Buss Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Sinestesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Social Science juremi: jurnal riset ekonomi Journal of Education Research Jurnal Manajemen Kalbisocio: Jurnal Bisnis dan Komunikasi Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Economic Reviews Journal Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Community Service Media Bina Ilmiah Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations
Claim Missing Document
Check
Articles

Generasi "Coming Soon": Mengapa Gen Z Sulit Konsisten Berwirausaha? Ni Putu Putri Setiari; I Putu Dharmawan Pradhana
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3410

Abstract

Fenomena “Coming Soon” pada Gen Z merujuk pada maraknya unggahan rencana bisnis yang tidak berlanjut ke tahap eksekusi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakonsistenan tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretif. Data diperoleh melalui observasi digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan Gen Z di kawasan SARBAGITA. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman menghasilkan tiga tema utama: motivasi berwirausaha, faktor pendorong, dan faktor penghambat. Temuan memperlihatkan bahwa motivasi Gen Z bersifat impulsif dan dipengaruhi tren digital, FOMO, dan harapan memperoleh keuntungan cepat. Namun, motivasi tersebut tidak didukung oleh perencanaan bisnis yang memadai, lemahnya manajemen keuangan, serta minimnya pengetahuan teknis. Hambatan psikologis seperti fear of failure, perfectionism, overthinking, dan tekanan sosial memperkuat pola penundaan yang menyebabkan usaha berhenti pada tahap promosi awal. Tekanan akademik dan keterbatasan resourcefulness memperburuk ketidakkonsistenan perilaku. Integrasi temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan, sesuai kerangka Theory of Planned Behavior. Penelitian ini menegaskan perlunya pendidikan kewirausahaan yang menekankan perencanaan, manajemen risiko, dan penguatan kontrol perilaku untuk membantu Gen Z mempertahankan konsistensi dalam memulai usaha.
Dilema Psikologis dan Kecemasan Karier Generasi Z dalam Pusaran Job Hopping: “Sebuah Analisis Fenomenologis untuk Strategi Retensi Berbasis Kesejahteraan I Nyoman Dede Diva Prasetia; I Putu Dharmawan Pradhana; Putu Irma Yunita; I.A. Oka Martini
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3411

Abstract

Penelitian ini menelaah pengalaman Generasi Z yang melakukan job hopping dengan pendekatan fenomenologi. Studi ini memfokuskan analisis pada dilema psikologis dan kecemasan karier yang muncul selama proses berpindah kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memahami cara informan memaknai tekanan psikologis dalam pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job hopping muncul sebagai respons terhadap burnout, beban kerja yang tidak seimbang, kurangnya apresiasi, serta ketidakpastian arah karier. Informan menggambarkan kecemasan terkait stagnasi, penurunan motivasi, dan ketidaksesuaian nilai kerja. Quarter life crisis memperkuat tekanan tersebut dan mendorong pencarian lingkungan kerja yang lebih selaras dengan kebutuhan emosional dan tujuan pribadi. Studi ini mengidentifikasi tiga pola utama: anti-stuck syndrome, kebutuhan validasi emosional personal, dan orientasi pada keseimbangan hidup. Ketiga pola ini membentuk ekspektasi hasil dan tujuan karier sesuai Social Cognitive Career Theory. Temuan menegaskan perlunya strategi retensi berbasis kesejahteraan melalui sistem umpan balik yang konsisten, peluang pengembangan, dan fleksibilitas kerja agar organisasi dapat merespons kebutuhan psikologis Generasi Z.
Jejak Generasi Z dalam Ketidaknyamanan Kerja: Eksplorasi Konflik Sosial dan Kualitas Kehidupan Profesional pada Fase Quarter Life Crisis Ni Wayan Novi Karyani; I Putu Dharmawan Pradhana; I Nengah Wirsa; I Made Suidarma
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi ketidaknyamanan kerja pada pekerja Generasi Z serta keterkaitannya dengan konflik sosial dan kualitas kehidupan profesional dalam konteks sektor makanan dan minuman. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pekerja muda pada fase quarter life crisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap pekerja Generasi Z, rekan kerja, atasan, dan praktisi psikologi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, koding, pengembangan tema, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknyamanan kerja bersifat multidimensi, mencakup aspek fisik, fungsional, dan psikologis. Konflik sosial, baik yang bersifat terbuka maupun laten, muncul sebagai pemicu utama ketidaknyamanan melalui perbedaan persepsi, distorsi komunikasi, dan ketidaksinkronan ekspektasi kerja. Tekanan profesional dan tuntutan pengelolaan emosi memperkuat kelelahan psikososial dan memengaruhi cara pekerja memaknai pekerjaannya. Temuan juga menunjukkan bahwa pengalaman kerja tersebut dimaknai melalui lensa quarter life crisis dan berdampak pada penurunan kualitas kehidupan profesional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan konflik sosial, dukungan emosional, dan kejelasan pengembangan karier dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif bagi Generasi Z. Temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia berkelanjutan di sektor jasa modern.
Analisis Fenomenologi Komunikasi dan Isolasi Sosial antara Milenial dan Gen Z di Era Hybrid Work I Made Aditya Putra Wiguna; I Putu Dharmawan Pradhana; Gusi Putu Lestara Permana; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3482

Abstract

Model kerja hybrid mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial di tempat kerja, terutama pada organisasi yang melibatkan generasi Milenial dan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman komunikasi antargenerasi serta potensi isolasi sosial yang muncul dalam konteks kerja hybrid. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pekerja Milenial dan Gen Z di wilayah Denpasar dan Badung. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan model Miles dan Huberman serta pendekatan Gioia untuk mengembangkan tema-tema utama dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi, ritme kerja, dan pemaknaan profesionalisme memicu ambiguitas situasional dan miskomunikasi dalam interaksi daring. Isolasi sosial tidak muncul dalam bentuk penarikan diri dari pekerjaan, tetapi sebagai perasaan tidak dilibatkan, tertinggal informasi, dan berkurangnya keterhubungan emosional dengan tim. Di sisi lain, kohesi kerja tetap terjaga melalui kejelasan peran dan orientasi pada penyelesaian tugas, meskipun kedekatan sosial bersifat terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kerja hybrid sangat bergantung pada pengelolaan komunikasi lintas generasi dan pembentukan norma komunikasi bersama, bukan hanya pada fleksibilitas sistem kerja.
Co-Authors A.A. Gede Putra Pemayun Anak Agung Adi Wiryya Putra Anak Agung Istri Agung Maheswari Anak Agung Istri Agung Maheswari Anak Agung Ngurah Oka Suryadinatha Gorda Andika Maulana Putra Andreas Pratama Sihaloho Ariantini, Ni Luh Made Pande Arniti, Ni Ketut Ayu Made Bianca Juarez Cahaya, Ni Putu Meisa Charlie Sarchan Indrawan Danny Bahari Kusnadhy Desak Made Febri Purnama Sari Devidson Imanuel Eman Dewa Ayu Martini Dewi, Diah Fitrya Utami Dewi, Ni Putu Mega Yunita Kristina Dewi, Putu Sasmita Dwi Putra, I Made Okta Dwiputra Aryasa, I Gusti Ngurah Made Hegar Febrianti, Ni Putu Debi Gorda, A.A.A. Ngr Sri Rahayu Gusi Putu Lestara Permana Gustena, I Kadek Hendra, Putu Nova Kusuma I Dewa Ketut Gede Prabawa I Dewa Putu Dipta Maharta I Gede Made Agustina Putra Agus Putra I Gusti Ayu Wirati Adriati I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra I Kadek Arya Wibawa Saputra I Kadek Bagus Mahendrayana I Kadek Ryon Cahya Pratama I Made Aditya Putra Wiguna I Made Bima Devrasta Putra Astaki I Made Suidarma I Nengah Wirsa I Nyoman Dede Diva Prasetia I Putu Krishna Widyaskara I Putu Satria Parayangan I Putu Yoga Purnama Wijaya I Wayan Abimayu Angga Nugraha Ida Ayu Oka Martini Ida Ayu Parwati Ida Bagus Teddy Prianthara Jayati, Kadek Elda Kadek Adyatna Wedananta Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani Kadek Reno Kusuma Ketut Bayu Agung Suwiyoga Tangkas Ketut Elly Sutrisni Komang Nila Komang Widhya Sedana Putra P Laksmi, Kadek Wulandari Lanang Raditiya Perbawa, I Gede Putu Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul Lestari, Ni Putu Intan Luh Putu Sri Devi Mahayuni Made Ratih Nurmalasari Maharta, I Dewa Putu Dipta Maheswari, Anak Agung Istri Agung Martini, Dewa Ayu Muhammad Ilham Syamputra Nando, Hose Hongcapryo Ni Kadek Yosi Febrianti Ni Ketut Arniti Ni Ketut Arniti Ni Ketut Elly Sutrisni, Ni Ketut Elly Ni Ketut Yuliani Pramesti Ni Luh Gede Ningrum Maha Devi Ni Made Prihanadi Dwi Surya Putri Ni Made Satya Utami Ni Nyoman Sri Wisudawati Ni Putu Eni Suwantari Ni Putu Putri Setiari Ni Putu Tina Yuli Hantari Ni Putu Yunita Anggreswari Ni Putu Yunita Anggreswari Ni Wayan Novi Karyani Nuning Indah Pratiwi Oka Ariwangsa, I Gusti Ngurah Parasari, Nyoman Sri Manik Praarsa, I Dewa Agung Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putra, I Gede Ardra Pratama Putra, Kadek Bagus Surya Kusuma Putra, Putu Adi Saskara Putri Ekaresty Haes Putri, Putu Erlina Ayu Tiara Putri, Putu Nikita Fiorella Utama Putu Adi Saskara Putra Putu Dyah Permatha Korry Putu Irma Yunita Putu Purnama Dewi Putu Riko Ardy Pratama Putu Riski Acarya Sadnya Agung Putu Yoga Purnama Wijaya Resi, Yustina Elisabeth Ndari Rian Arif Fahendra Ruben Lomi Sahri Aflah Ramadiansyah Sallyana, Yunia Samitha, Sang Made Dwi Okayana Saraswati, Ida Ayu Ambarini Satriawan, I Made Deddy Sihaloho, Andreas Pratama Soei Khim Sulih Indra Dewi, Sulih Indra Vaasa, Regina Samara Verlioni, Ni Kadek Ayu Victor Joshua Nugroho Wahyu Indra Satria Winata, ⁠I Gede Arya Eka Pratama Wirsa, I Nengah Yella, Made Dwi Marsa Yoga, I Wayan Suprapta Yosephine, Thalia Yunia Sallyana