Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk dan Faktor Determinan Perilaku Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Januar, Danang; Sugiyo, Sugiyo; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3178

Abstract

Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Perilaku belajar merupakan semua aktivitas dalam rangka memperoleh hal, pemahaman, dan tingkah laku baru individu. Perilaku belajar mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh secara determinan dalam perilaku belajar bisa ditinjau dari faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk perilaku belajar mahasiswa Universitas Negeri Semarang dan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku belajar. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa UNNES angkatan 2010 dan 2011. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Insidental Sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Instrument tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase untuk bentuk perilaku belajar dan regresi ganda untuk faktor determinan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku belajar positif yang paling muncul adalah mencatat pada saat kuliah yaitu sebanyak 84,44% sedangkan perilaku belajar negatif adalah mengcopy tugas teman sebanyak 62,74%. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku belajar adalah faktor psikologis sebesar 55,6%. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor psikologis paling berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Learning is a process of change in behavior human based on practice or particular experience. Learning behavior is activity in order to gain something, understanding, and new behavior. College student learning behavior is influenced by several factors. The determinant factors that influence the learning behavior can be observed from physiological, psychological, family, school, and community. The problems studied in this research is the form of learning behavior UNNES college students and the factors affecting the learning behavior. This type of research is survey research. The population is UNNES college students grade 2010 and 2011. The sampling using an incidental sampling technique. The methods of data collection using a questionnaire. The instrument has been tested for use in this research. The Data analysis using descriptive percentages to analyze form of learning behavior and multiple regression for determinant factor. The results showed that the most positive form learning behaviors is take some note at the time of the study as 84.44% while the most negative learned behaviors are copying friends task as 62.74%. The factors that most influence of learning behavior is a psychological factor as 55.6%. The conclusions of this study are the psychological factors most influence on student learning behavior.
Kepercayaan Diri Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua pada Siswa Kelas VII (Studi Kasus) Dewi, Danti Marta; Supriyo, Supriyo; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3179

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa yang ditinjau dari pola asuh orang tua. Metode penelitian dengan penelitian kualitatif, pendekatannya studi kasus. Peneliti menentukan empat orang siswa sebagai subjek penelitian, DS dan MR, siswa dengan kepercayaan tinggi dan YB dan ZD, siswa dengan kepercayaan diri rendah. Menggunakan instrumen wawancara, obervasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian DS dan MR mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ditandai dengan tenang dalam mengerjakan suatu hal, memiliki kemampuan sosialisasi yang baik, memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri, berpandangan positif terhadap orang lain, berpandangan positif terhadap kemampuan yang dimiliki dan berusaha untuk menghadapi kegagalan. YB dan ZD mempunyai tingkat kepercayaan diri rendah ditandai dengan gugup dalam melakukan suatu, kemampuan sosialisasinya rendah, berpandangan negatif terhadap dirinya sendiri, memandang orang lain memiliki banyak kelebihan dan dia mempunyai banyak kekurangan, tetapi sudah bisa menghadapi kegagalan dengan cukup baik. orang tua DS dan MR menerapkan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh tipe demokratis, YB diasuh dengan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh otoriter, ZD diasuh dengan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh Permissive-indulgent. Dapat disimpulkan bahwa seorang seorang anak yang diasuh dengan kecenderungan tipe otoritatif atau demokratis akan mempunyai kepercayaan diri yang lebih tinggi. The purpose of this research to determine students in term of parenting style. This research is qualitative research methods with a case study approach. Researchers determined the four students as research subjects, two students with high self confidence (DS and MR) and two students with low self confidence (YB and ZD). Instruments used interviews, observation, documentation. The results showed that DS and MR had a high level of confidence, which is characterized by calm in doing a thing, have good social skills, have a positive perception of theirself, have a positive outlook towards others, a positive perception of the capabilities and do not give up easily when faced with failure. YB and ZD have low confidence levels which characterized by are often nervous of doing one thing, poor coping skills, sometimes have negative view of theirself, looking at other people has many advantages meanwhile,their have a lot of deficiencies,but their deal with failure well enough. DS and MR educated with democratic parenting, YB educated with authoritarian parenting, and ZD educated with Permissive-indulgent parenting. It can be concluded that a child who was educated by authoritative or democratic parenting type will have a higher confidence.
Faktor Determinan Ketidakterlaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok SMK Se-Kota Pekalongan Faizah, Sakinah; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3183

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survai. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor di SMK se-Kota Pekalongan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, karena ada sekolah yang tidak terdapat subjek penelitian dalam hal ini konselor dan sekolah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang diberikan kepada konselor. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor dan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh lebih besar dari faktor eksternal, sehingga menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Faktor internal yang menjadi determinan adalah kompetensi profesional, kemudian untuk faktor ekternal komponen yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah beban tugas konselor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor internal menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Dengan kata lain komponen dari faktor internal dan eksternal yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah kompetensi profesional dan beban tugas konselor. The purpose of this research was to describe the determine factor of the undone guidance group services. This research is included in type of survey research. The population in this study are all of counselors in SMK Pekalongan. The sampling technique used in this research is purposive sampling techniques, because there school didn’t have a subject research it mean a counselor and there a school may not to let in this research. Methods for collecting data using questionnaires given to counselors respondents. The analysis techniques using factor analysis and descriptive percentage. The results showed that internal factor more influence than the external factor it’s mean that the internal factor being a determine in the undone guidance group services. the most contribute in the internal factor component is professional factor, then in the external factor the most contribute component in the undone guidance groups service is high task level of couselor. So the conclution in this research is internal factor being a determine in the undone guidance groups service,in the other side the internal factor and external being determine in the undone group services are profesional factor and the high task of couselor.
Perilaku Kecanduan Permainan Internet dan Faktor Penyebabnya pada Siswa Kelas VIII Santoso, Trecy Whitny; Sugiharto, DYP; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kecanduan permainan internet dan faktor penyebabnya pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian berjumlah lima orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data diperoleh dari saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data (reduksi data dan penyajian data). Hasil penelitian terdapat tiga siswa yang mengalami kecanduan sebab telah memenuhi tiga dari enam jenis kecanduan permainan internet yakni FE (euphoria, tolerance, withdrawal, dan relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict,dan tolerance), dan DS (euphoria, intrapersonal conflict,tolerance, dan relapse and reinstatement). Sedangkan AP (euphoria dan intrapersonal conflict), dan PG (cognitive salience dan euphoria) masing-masing baru memenuhi dua dari enam jenis kecanduan permainan internet. Dan secara keseluruhan semua jenis kecanduan permainan internet dan keenam factor penyebab kecanduan permainan internet (kurang perhatian dari orang tua siswa, stres atau depresi, kurang kontrol, kurang kegiatan, lingkungan, dan pola asuh) dialami oleh siswa. This research aims to know the types of internet game addiction and a contributing factor to the 8th grade in SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. This type of research used is a qualitative case study approach. The study subjects were five students of class VIII at SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. Methods for collecting data using interviews and observation. Mechanical analysis of data obtained from the current data collection and after data collection (data reduction and presentation of data). The results showed three students who have addiction because they are including of the six types of internet game addiction that FE (euphoria, tolerance, withdrawal, and relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict, and tolerance) , and DS (euphoria, intrapersonal conflict, tolerance, and relapse and Reinstatement). While AP (euphoria and intrapersonal conflict), and PG (cognitive salience and euphoria) each student have two of six types of internet game addiction. Overall, all types of internet game addiction and the sixth factor causes internet game addiction (less attention from parents, stress or depression, lack of control, lack of activity, the environment, and parenting) experienced by students.
Hubungan Locus Of Control dengan Motivasi Konselor Dalam Layanan Konseling Perorangan Carti, Carti; Mugiarso, Heru; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3191

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan locus of control konselor dan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan serta menggambarkan hubungan locus of control dengan motivasi konselor dalam konseling perorangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasinya seluruh konselor di SMP Negeri se-Kabupaten Brebes. Teknik sampling yang digunakan cluster proportionate random sampling, dengan sampel 52 konselor. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi berupa skala locus of control dan skala motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Analisis datanya menggunakan pearson product moment dan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara locus of control dengan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan, dengan nilai rhitung = 0,482 > rtabel = 0,266. Simpulan dari penelitian ini yakni semakin tinggi locus of control, maka semakin tinggi pula motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Oleh karena itu, diharapkan konselor untuk tetap meningkatkan locus of controlnya dengan cara menghargai segala upaya dan usaha yang sudah dilakukannya dalam menjalankan konseling, dengan harapan nantinya motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan pun akan semakin meningkat. The purpose of this study to explained about locus of control and motivation counselor in individual counseling services and to explained relationship between locus of control and motivational counselor in individual counseling services. This research was quantitative correlational research. The population were all counselor at SMPN all over Brebes. The sampling technique which used cluster proportionate random sampling, with sample 52 counselors. Data collection methods was used psychological scale, that were locus of control scale and motivation counselor in individual counseling services scale. Technique data analysis was used pearson product moment and descriptive percentage. The results indicated that a positive and significant relationship between locus of control and motivation counselor in individual counseling services, with rcount = 0.482 > rtable = 0.266. The conclusions of this research was the higher locus of control, the higher the motivation of counselors in individual counseling services. Therefore, counselors were expected to keep increasing them locus of control with to appreciate all efforts that have been done in carrying out counseling, with expectation later at motivational counselor in individual counseling services also more increased.
Studi Pengembangan Diri (Bakat Minat) pada Siswa Komunitas Sastra di Sekolah Alternatif Qoryah Thoyyibah Salatiga Antika, Bregita Rindy; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3195

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang ada di sekolah alternatif qoryah thoyyibah bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah alam yang berlandaskan konsep kemandirian siswa, tidak ada proses belajar mengajar, tidak ada guru tetap dan tidak ada konselor sekolah yang membantu siswa untuk mengembangkan diri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan diri siswa dari raw input-proses-output. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitiannya yaitu 13 orang siswa, 2 guru pendamping dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Proses pengembangan diri di sekolah alternatif qoryah thoyyibah berdasarkan kemandirian siswa. Sesuai dengan teori belajar humanistik, Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang akan diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang dtunjukkan. Peran guru dan siswa dalam proses pengembangan diri sangat penting, karena guru adalah sebagai fasilitator dan juga guru memberikan motivasi. Dalam proses pengembangan diri bergantung pada kreatifitas guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lain dalam mengelola dan mengembangkan program-program sekolahnya. Siswa dapat mengembangkan bakat minatnya karena mereka melaksanakan komitment awal belajar dengan baik dan disiplin sehingga tercapai target dan keinginan masing-masing siswa. The research was based on the phenomenon that is in an alternative school Qoryah Thoyyibah which is based on the concept of self-sufficiency of nature students, no teaching and learning, there is no permanent teacher and no school counselor helps students in self development. The purpose of this study is to determine the student development process from raw input-process-output. The Type of the research is descriptive research with a case research approach. The Research takes samples at 13 students, 2 teachers and an Headmaster. the Methods of data collecting is using interview, observation and documentation. The study says that the process of self-development in alternative schools Qoryah Thoyyibah is by students it selves. According to humanistic learning theory. The role of teachers and students in the process of self-development is very important. In the process of self-development is depends on the creativity of the teachers, principals, and other education personnel in managing and developing school programs. Students can develop their talents because they pay attention to their commitment and discipline as they carry out their interest to learn in order to reach goals and desires of each student.
Perilaku Seksual dan Faktor Determinannya di SMA Se-Kota Semarang Alfiani, Diyah Ayu; Suharso, Suharso; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3197

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran bentuk perilaku seksual remaja dan faktor-faktor determinan yang berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja.. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif survey. Populasinya seluruh siswa di SMA se-Kota Semarang. Teknik sampling yang digunakan cluster proportionate random sampling, dengan sampel 344 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket berupa angket perilaku seksual dan skala faktor determinan perilaku seksual.. Analisis datanya menggunakan deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk perilaku seksual yang paling sering dilakukan oleh siswa SMA Negeri maupun Swasta di Kota Semarang adalah berpelukan; antara rata-rata perilaku seksual yang dilakukan siswa SMA Negeri maupun Swasta tidak berbeda secara signifikan; serta faktor determinan yang mendorong siswa melakukan perilaku seksual antara lain: motivasi, media dan televisi, serta berkembangnya organ seksual. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual adalah faktor media dan televisi sebesar 14,5% sedangkan faktor yang kurang berpengaruh adalah faktor tingkat religiuitas sebesar 8,9%. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor Media dan televisi lebih berpengaruh terhadap perilaku seksual siswa. Upaya dalam membantu siswa adalah dengan memberikan treatment yang tepat pada siswa yang memiliki permasalahan dengan perilaku seksual. The purpose of this study to explain about sexual behavior ad detreminant factor of teen’s sexual behavior. This research was survey description. The populations were all student at SMA all over Semarang. The sampling technique which used cluster proportionate random sampling, with sample 344 students. A data collection method was used inventory that were sexual behavior inventory and determinant factor of sexual behavior inventory. Technique data analysis was used descriptive percentagee and multiple regression analysis. The results indicated that a form of sexual behavior is most often done by the state and private high school students in the city of Semarang is embraced; between the average sexual behavior state and private high school students did not differ significantly. As well as the determinant factors that encourage students conducting behavior sexual include: motivation, media and television, as well as the development of sexual organs. The factors that most influence the sexual behavior are media and television factor of 14,5%, while the less influential factor is being the religiusitas factor rate of 8,9%. The conclusions of this study and the the television media more influential on students sexual behavior. Efforts in helping students is by providing proper tretment to students who have problems with sexual behavior.
Mengembangkan Kemampuan Manajemen Waktu Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Kontrak Perilaku Harlina, Anisa Puji; Suharso, Suharso; Sri Hartati, Maria Theresia
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i1.3741

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi atau temuan empiris tentang mengembangkan kemampuan manajemen waktu melalui layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku pada siswa kelas VIII B SMP N 21 Semarang. Populasinya adalah seluruh kelas VIII SMP N 21 Semarang yang berjumlah 224 siswa dan sampel yang berjumlah 28 siswa menggunakan purposeive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner manajemen waktu. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji t ( t-test). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perkembangan kemampuan manajemen waktu melalui layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku, dengan nilai rhitung = 20,64 > rtabel = 2,052. Simpulan dari penelitian ini yakni kemampuan manajemen waktu dapat dikembangkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku. Oleh karena itu, diharapkan guru pembimbing dapat lebih mengintensifkan layanan penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku kepada siswa sebagai strategi alternative untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan manajemen waktu. The purpose of the study was to get information or empirical finding about developing the skill of time management, through mastery of content service with behavior contract technique to the eighth grade students B class of SMP N 21 Semarang. The population was all student of the VIII B class in SMP N 21 Semarang, which consenst of 244 students Purposive sampling technique was used in this study, samples were 28 students. Data collection techniques using time management questionnaire. The instrument has been tested for validity using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data collecting technique using quesionnaire in form of time management skill. Data analysis used pearson product moment, descriptive percentage, and t-test. The result of study showed there was development of time management thrught mastery of content service with behavior contract technique withrcount=20,64>rtable=2,052. The conclusion of study was time management skill could be developed through mastery of content service with behavior contract technique. It is hoped that the teacher as a guide can be more intensively do mastery of content service with behavoir contract tehnique to the students as an alternative strategy to help students develop time management skill.
Faktor Determinan Kemampuan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri Se-Kabupaten Tegal Miskiya, Lu'luatun; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i1.3748

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor determinan kemampuan perencanaan karier siswa. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Tegal. Teknik sampling yang digunakan Cluster Sampling Proporsional. Metode pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Analisis datanya menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor keluarga menjadi faktor determinan terhadap kemampuan perencanaan karier siswa dengan perolehan persentase sebesar 80% yang berada dalam kategori tinggi. Sedangkan faktor belajar menjadi faktor yang kurang determinan terhadap kemampuan perencanaan karier siswa dengan perolehan persentase sebesar 67% yang berada dalam kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini, faktor keluarga menjadi faktor determinan terhadap kemampuan perencanaan karier siswa. The purpose of the study was to find out the determinant factor of students career planning ability. This research was using survey research with XI grades students of State Senior High Schools in Tegal regency as the population. Proportionate cluster sampling technique was used in this study. Method for collecting data was used close questionnaire. The data analysis used descriptive percentages.The results showed family factor become the determinant factor of students career planning ability with the percentage of 80 % which is in the high category while learning factor become less determinant factor of the ability of students career planning with a percentage of 67% in the medium category . It can concluded that family factor become determinant factor in the ability of students career planning.
Meningkatkan Kematangan Emosi Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Bermain (Games) Riza, Miftakhatun; Awalya, Awalya; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i1.3750

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi atau temuan empiris tentang meningkatkan kematangan emosi melalui layanan penguasaan konten dengan teknik bermain (games) pada siswa kelas IV SD N 01 Sijambe. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD N 01 Sijambe yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kematangan emosi. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji beda t-Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan kematangan emosi melalui layanan penguasaan konten dengan teknik bermain (games), dengan nilai thitung = 15,064 > ttabel = 2,038. Simpulan dari penelitian ini yakni kematangan emosi dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik bermain (games). The purpose of this research is to get information or empirical finding about increase the emotional maturity, through mastery of content service with games technique to the fourth grade students class of SD N 01 Sijambe. This study is quasi-experimental. Subjects in this research were 33 students in grade IV of SD N 01 Sijambe. Data collection techniques using emotional maturity scale. The instrument has been tested for validity using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data analysis used descriptive percentage, and t-Test. The result of study showed there was increase of emotional maturity through mastery of content service with games technique with rcount=15,064>rtable=2,038. The conclusion of study was emotional maturity could be increased through mastery of content service with games technique.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agna Susila, Agna Agung Abadi Kiswandono Agus Setiadi Ahmad Rizqiyani, Ahmad Aini, Fadhillah Nurul Ajrina, Alika Rahma Ali Rahmat Amazonia, Putu Cakra Ana Mar Atul Hasanah, Ana Mar Atul Anang M Legowo Andi Setiawan Anggraeni, Tika Anggraini, Weni Anisa Puji Harlina, Anisa Puji Anwar Sutoyo Asep Ardiyanto Aspita Laila Asti Rahmawati, Asti Awalya Awalya, Awalya Azizah, Rizka Chellin Dwi Bambang Soegijono Bambang Tjatur Iswanto, Bambang Tjatur Basri Basri Bregita Rindy Antika, Bregita Rindy Budiharto Budiharto Buhani Buhani Carti Carti, Carti Catharina Tri Anni, Catharina Tri Chrismonita, Verent Nadya Chrisna Bagus Edhita Praja Cristovao A.P, Augusto Dakum, Dakum Danang Januar, Danang Danti Marta Dewi, Danti Marta Desta Rizky Budiarti, Desta Rizky Dharma Panji Pratama, Yulio Dian Herasari, Dian Diyah Ayu Alfiani, Diyah Ayu Dyah Adriantini Shinta Dewi, Dyah Adriantini Shinta Dyah Adriantini Sintha Dewi DYP Sugiharto, DYP edy susanto Eko Nusantoro Ella Wulandari Endang Rifani Faris Fauzi, Muchamad Ferraldinand S, Rafly Fidelis Nitti Firda Primaheni, Firda Fitriana, Rahma Gus Riries Nahdliyatul Awaliyah, Gus Riries Nahdliyatul Habib Muhsin Syafingi Hakim, Hary Abdul Hardiyanto Hardiyanto Hendrasswari, Bayu Peni Heniyatun Heru Mugiarso Hery Dian Septama Jamiatul Akmal Jaya, Tisaga Purnama Jaya, Tisaga Purnama Juliasih, Ni Luh Gede Ratna Kartikaningsih Kartikaningsih Khuluk, Rifki Husnul Kristiawan, Pingkan Rachmadani Kusnarto Kurniawan Layyinatus Syifa, Liftia Leo Ervandy, Anggita Lesmana, Andy Lestari, Devi Mukti Lisa Rahmawati Luciana Haryanto Maitsaa’ Jaudah, Tsuroyyaa Michel, Michel Miftakhatun Riza, Miftakhatun Miskiya, Lu'luatun Muhamad Komarudin Muhammad Irsyad Muhammad, Fadil Muhsin Syafingi, Habib Mulyono Mulyono Munawaroh, Eem Muslikah Muslikah, Muslikah Noviana Prasetyaningtyas, Noviana Noviany, Noviany Noviasari, Dilli Trisna Nurhasanah Nurhasanah Nury Supriyanti Ordas Dewanto Parwatih, Indah Petra Adhianto Putro, Petra Adhianto Prabowo, Aji Pramastanti, Wielina Ika Pramastanti, Wielina Ika Pratama, Dian Septiani Priyono, Lusyawati Wahyu Priyono, Lusyawati Wahyu Puji Sulistyaningsih Qotrunnada, Tiara Rasida, Asda Ratna Sulistiyanti, Sri Resananda, Arif Riko Noviadi Rinawati Rinawati Robai, Robai Robai, Robai Rochma, Anis Firdatul Rosdiana, Gesti Sakinah Faizah, Sakinah Salsabilla, Arifa Rahmatika Santoso, Adelia Kindanly Nanda Saputra, Fikie Saputri, Monita Mawar Sari, Ni Luh Gede Ratna Sarwan, Sarwan Sinta Saraswati Siti Nurhadi, Siti Siti Nurjanah Sophian, Ali Sri Hartati, Maria Theresia Sri Hartati, Maria Theresia Sudibyo Sudiyono Sudiyono Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sunawan Sunawan Supriyo Supriyo Suryawan, Ari Susilawati, Susilawati Titin Yulianti Trecy Whitny Santoso, Trecy Whitny Trina, Innamaa Trisna Noviasari, Dilli Tutut Yunita Retnomanisya, Tutut Yunita Waluyan, Vrimadieska Ayuanissa Yasinta Nur Miftakhul Jannah, Yasinta Nur Miftakhul Yulia Kurniaty Yulianto, Yoga Farhan Zipora Sembiring Zulaicha, Annisaa Siti