Claim Missing Document
Check
Articles

USE OF AN INDIRECT ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) TO DETECT ANTIBODIES IN AYU (Plecogiossus altivelis) VACCINATED BY IMMERSION ADMINISTRATION Sukenda, .; Wakabayashi, Hisatsugu
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 1 No. 1 (2002): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.737 KB) | DOI: 10.19027/jai.1.39-45

Abstract

ABSTRACTAn indirect enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) was used to detect serum antibody in ayu, Plecoglossus altivelis, immunized against Pseudomonasplecoglossicida by immersion vaccination.  First, the procedure of the ELISA was optimized and the sensitivity was checked.  Secondly, the formalin-killed cells (FKC) of P. plecoglossicida was administered to ayu by immersion vaccination.  Two weeks after vaccination, fish were divided into two groups, one group was given booster.  The level of specific antibody production of both boostered and vaccinated only fish were statistically higher than unvaccinated control fish at the time of each blood collection.  However, the differences between the boostered and vaccinated only fish were not statistically significant.Keywords :  immunization, Pseudomonas plecoglossicida, ayu, ELISA ABSTRAKIndirect enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) digunakan untuk mendeteksi antibodi pada ayu, Plecoglossus altivelis, yang diimunisasi dengan cara perendaman untuk melawan infeksi Pseudomonas plecoglossicida.  Pertama, prosedur ELISA dioptimasikan dan sensitivitas dari metode ini juga diperiksa.  Kemudian, bakteri Plecoglossus altivelis yang sudah dimatikan dengan formalin diberikan ke ikan ayu dengan vaksinasi perendaman.  Dua minggu setelah vaksinasi, ikan dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok diberi vaksinasi kedua.  Produksi antibodi spesifik dari ikan-ikan yang divaksinasi satu kali dengan vaksinasi dua kaii secara statistik lebih tinggi dibandingkan dengan control.  Akan tetapi, tidak ada perbedaan produksi antibodi antara ikan yarig divaksanisi satu kali dengan divaksinasi dua kali.Kata kunci :  imunisasi, Pseudomonasplecoglossicida, ayu, ELISA
The Role of Calyx and Fruit Extract of Mangrove Sonneratia caseolaris (L) on Infection by Bacteria Vibrio harveyi in Shrimp (Penaeus monodon Fab.) Maryani, .; Dana, D.; Sukenda, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 1 No. 3 (2002): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.937 KB) | DOI: 10.19027/jai.1.129-138

Abstract

ABSTRACTBacteriological disease that caused by bacteria V. Harveyi often lead to any damage in shrimp cultivation. The study of the role of calyx and fruit extract of mangrove S. Caseolaaaris (L) for preventation and healing on infection by bacteria V. Harveyi to shrimp (P.monodon Fab) have conducted. Dosage level that applied in  this study, both preventation and healing is 100 ppm and 200 ppm, respectively, obtained in the result of the preventation and healing experiment. For hemocyt, percent of granulosit increased and decrease for percent of hialin, contrastly if compared with  control. Application of mangrove extract can  also increase the resistence of shrimp after infectedby bacteria V. harveyi and decreasing of bacteria level in the body of shrimp. By histological observation, appearing normality of digestion system with the rich of food in digestion tract after application of mangrove S. caseolaris (L) can  applicated for preventation and healing to infection of bacteria V. harveyi to shrimp.Key words :  Bacterial infection, Vibrio harveyi, Sonneratia caseolaris, tiger shrimp. ABSTRAKPenyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sering menimbulkan masalah pada budidaya udang. Penelitian untuk mengetahui peranan ekstrak kelopak dan buah mangrove Sonneratia caseolaris (L), untuk pencegahan dan pengobatan terhadap infeksi bakteri Vibrio harveyi pada udang windu (Penaeus monodon Fab.) telah dilakukan.  Dosis yang digunakan pada percobaan ini adalah 100 ppm untuk  pencegahan dan 200 ppm untuk pengobatan.  Didapatkan hasil pada percobaan pencegahan dan pengobatan untuk jenis hemosit terjadi kenaikan persentase granulosit dan penurunan persentase hialin dan bila dibandingkan  dengan kontrol hal ini terjadi sebaliknya.  Pemberian ekstrak mangrove juga meningkatkan ketahanan hidup udang windu setelah diinfeksi dengan bakteri V. harveyi dan penurunan jumlah bakteri yang terdapat pada tubuh udang.  Gambaran pengamatan histologis memperlihatkan terjadinya kenormalan pada organ pencernaan dengan penuhnya saluran pencernaan oleh pakan setelah pemberian ekstrak mangrove.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kelopak dan buah mangrove (S. caseolaris) dapat dipergunakan untuk pencegahan dan pengobatan terhadap infeksi bakteri V. harveyi  pada udang windu.Kata kunci :  Infeksi bakteri, Vibrio harveyi, Sonneratia caseolaris, udang windu.
The Effect of Hydroquinone Extracted from Sonneratia caseolaris Fruit on the Hemolymph of Tiger Prawn, Penaeus monodon Fab., Infected by Vibrio harveyi Arifuddin, .; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.169 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.23-28

Abstract

Study on the effect of hydroquinone extracted from 5. caseolaris fruit on Penaeus monodon immune system was carried out. Hydroquinone was extracted by methanol and chloroform using a soxhlet apparatus. Two kinds of in vivo experiments were conducted that were (1) shrimps were only injected with hidroquinone and (2) shrimps were injected with hidroquinone and challenged with Vibrio harveyi. Total hemocyte, differential hemocyte and phagocytic index were examined on shrimp injected with only hidroquinone and shrimp injected with hidroquinone and challenged with V. harveyi. Total hemocyte of hydroquinone injected shrimp increased significantly by day 5 from 8.33xl06 to 4,93 x 107 cells/ml. Hyaline and semi granular hemocyte cells by day 7 decreased from 61,15% to 27,84% and 8,14% to 2,53%, respectively. However, granular hemocyte cells increase significantly from 30,71% to 69,63%. Phagocytic index increased significantly by day 7 from 0.41 to 0,76. These findings indicated that crude hydroquinone can increase non spesifik imune response of P. monodon against V. harveyi infection. Key words: hydroquinone. Sonneratia caseolaris. Vibrio harveyi, Penaeus monodon, immune system   ABSTRAK Kajian tentang efek hidrokuinon yang diekstraksi dari buah S. caseolaris pada sistem imun udang windu, Penaeus monodon, dilakukan. Hidrokuinon diekstraksi dengan methanol dan kloroform. Dua jenis percobaan in vivo dilakukan yaitu (1) udang hanya diinjeksi dengan hidrokuinon (2) udang diinjeksi dengan hidrokuinon kemudian diuji tantang dengan bakteri Vibrio harveyi. Total hemosit, diferensial hemosit dan indeks pagositas diperiksa pada udang yang dinjeksi dengan hidrokuinon saja dan pada udang yang diinjeksi dengan hidrokuinon dan diuji tantang dengan bakteri V. harveyi. Total hemosit meningkat secara nyata sampai hari ke 5 dari 8,33 x I06 ke 4,93 x 107 sel/ml. Hyaline dan sel-sel semi granular sampai hari ke 7 masing-masing turun dari 61,15% ke 27,84% dan 8,14% ke 2,53%. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrokuinon dapat meningkatkan respon imun spesifik pada udang terhadap infeksi V. harveyi. Kata kunci: hidrokuinon, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon, sistem imun
The Effect Hydroquinone Extracted from Sonneratia caseolaris Fruit to Control Vibrio harveyi Artificial Infection on Tiger Shrimp, Penaeus monodon Fab. Arifuddin, .; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.321 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.29-35

Abstract

The role of hydroquinone extracted from Soneratia caseolaris fruit to control Vibrio harveyi infection on tiger prawn was carried out. In vitro experiment was conducted using disc diffusion and MIC {minimum inhibitory concentration) methods to know the sensitivity of V. harveyi to hydroquinone. Two kinds of in vivo experiments were (1) hydroquinone was injected into shrimps muscle and a week later the shrimps were challenged with V. harveyi (2) the shrimps were challenged with V. harveyi and one day later hidroquinone was injected. Total count of live V. harveyi on the shrimps and survival rate were observed after challenge test. Hydroquinone showed antibacterial activity with MIC at 3000 ppm. Hydroquinone injected shrimp showed higher survival rate compared with control (100% vs 50%). Total count of V. harveyi from injected shrimp, either before or after challenged, decreased by 2,61xl04 cfu/g and l,61xl04 cfu/g, respectively. These findings indicated that crude hydroquinone have anti-bacterial effect to control V. harveyi infection. Key words: hydroquinone, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon   ABSTRAK Telaah peran hidrokuinon yang diekstraksi dari buah Soneratia caseolaris untuk mengontrol infeksi Vibrio harveyi pada udang windu dilakukan. Percobaan in vitro dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan MIC {minimum inhibitory concentration) untuk mengetahui sensitivitas V. harveyi terhadap hidrokuinon. Percobaan in vivo dilakukan dengan dua cara (1) hidrokuinon disuntikkan pada otot udang dan seminggu kemudian udang diuji tantang dengan V. harveyi (2) udang ditantang terlebih dahulu dengan V. harveyi dan sehari kemudian hidrokuinon disuntikkan. Jumlah total bakteri V. harveyi hidup pada udang dan kelangsungan hidup udang diamati setelah uji tantang. Hidrokuinon menunjukkan aktivitas antibakteri dengan MIC 3000 ppm. Udang yang diinjeksi dengan hidrokuinon mempunyai kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan kontrol (100% vs 50%). Jumlah total V. harveyi pada udang yang diinfeksi, baik sebelum maupun sesudah, masing-masing turun sampai 2,61 x 104 cfu/g dan 1,61 x 104 cfu/g. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrokuinon mempunyai efek anti-bakterial untuk mengontrol infeksi V. harveyi. Kata kunci: hidrokuinon, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon
Resistance of Fry from Vaccinated Mother of Gift Tilapia (Oreochromis niloticus Linn.) to Artificial Infection of Streptococcus iniae Nur, I.; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.466 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.37-43

Abstract

An investigation was made to study the efficacy of dosage and time of administration in maternal vaccination. Mothers of nile tilapia were vaccinated by intraperitoneal injection with adjuvant-heat killed Streptococcus iniae at one and two weeks after spawning at the dosages of 0,2 ml/kg and 0,4 ml/kg body weight. Unvaccinated mothers were used as control. Agglutinating antibody titers in the blood plasma of mothers before and after spawning, eggs soluble extract, the body fluid of fry at 5, 10 and 15 days post hatching (DPH) were examined. The protective immunity of fry was tested by challenge test, the survival rate (SR) and the relative percent survival (RPS) offish within 7 days was observed. There was no difference in the antibody level of mothers, eggs soluble extract, and the body fluid of fry at 5, 10 and 15 DPH from vaccinated mothers at one or two weeks after spawning. However, antibody of mothers, eggs and fry from vaccinated mothers at the dosage of 0,4 ml/kg body weight were higher than the dosage of 0,2 ml/kg body weight and control. Antibody titre. of fry of vaccinated mothers at 5, 10 and 15 DPH were (-log2=2,88), (-log2=2,53) and (-log2=2,07) respectively, while SR were 89%, 94% and 92% respectively. SR of control fry were lower 7%, 10% and 12% respectively than fry from vaccinated mother; meanwhile RPS were 47%. 76% and 77% respectively. Key words: Maternal immunity. Streptococcus iniae, Oreochromis niloticus, vaccination, antibody   ABSTRAK Suatu studi tentang efikasi dari dosis dan waktu pemberian vaksin pada vaksinasi lewat induk dilakukan. Induk ikan nila (Oreochromis niloticus) diberi vaksin melalui injeksi intraperitoneal dengan "adjuvant-heat killed Streptococcus iniae" satu minggu sesudah memijah dan dua minggu sesudah memijah dengan dosis 0,2 ml/kg dan 0,4 ml/kg bobot tubuh. Aglutinasi titer antibodi dari plasma darah induk sebelum dan sesudah memijah, ekstrak terlarut telur, dan cairan tubuh pada 5, 10 dan 15 hari setelah menetas (DPH) diperiksa. Imunitas dari larva diuji dengan uji tantang, kelangsungan hidup (SR) dalam 7 hari setelah uji tantang diamati. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada level antibodi dari induk, ekstrak terlarut telur dan cairan tubuh dari larva pada 5, 10 dan 15 DPH dari induk yang diberi vaksin pada satu atau dua minggu setelah memijah. Akan tetapi, level antibodi induk, ekstrak terlarut telur dan cairan tubuh larva dari induk-induk yang diberi vaksin dengan dosis 0.4 ml/kg bobot tubuh lebih tinggi dari 0.2 ml/kg bobot tubuh dan kontrol. Level antibodi dari larva yang berasal dari induk yang diberi vaksin dengan dosis 0.2 ml/kg, 0.4 ml/kg dan kontrol adalah (-log2=2.5), (-log2=2.9) dan (-log2=2). Sedangkan kelangsungan hidupnya masing-masing 95%, 94% dan 84%. Kata kunci: Imunitas induk. Streptococcus iniae, Oreochromis niloticus, vaksinasi, antibodi
Screening of probiotic bacteria and its role on artificial infection of Vibrio harvey in white shrimp (Litopenaeus vannamei) Sukenda, .; Sihombing, A.J.; Novianti, Fitria; Widanarni, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.848 KB) | DOI: 10.19027/jai.4.183-189

Abstract

Probiotic was screened from 28 strains of normal bacterial flora isolated from rearing water in a Litopenaeus vannamei farm based on its inhibitory activity against the growth of Vibrio harveyi.  Antibacterial activity was also tested in vivo to V. harveyi in L. vannamei.  The result showed that  the probiotic has a antibacterial effect on V. harveyi.  The in vivo test showed that shrimps injected with probiotic previously before challenged with V. harveyi has survival higher than control.  Probiotic isolate was suspected as Vibrio furnissi. Keywords:  biocontrol, inhibitory activity, Vibrio furnissi, Vibrio harveyi, Litopenaeus vannamei   AbstraK Bakteri probiotik ditapis dari 28 strain bacteria flora yang diisolasi dari air pemeliharaan udang vaname Litopenaeus vannamei berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap pertumbuhan Vibrio harveyi.  Aktivitas bakteri probiotik juga diuji secara in vivo terhadap V. harveyi pada udang putih.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri probiotik isolat memiliki kemampuan antibakteria terhadap V. harveyi.  Uji in vivo menunjukkan bahwa udang yang diinjeksi probiotik sebelum diuji tantang dengan V. harveyi memiliki kelangsungan hidup lebih tinggi daripada kontrol.  Isolat probiotik tersebut diduga adalah Vibrio furnissi. Kata kunci:  biokontrol, aktivitas penghambatan, Vibrio furnissi, Vibrio harveyi, Litopenaeus vannamei
Effect of Sucrose as Carbon Source and Probiotic Administrations on Bacterial Population Dinamic and Water Quality in White Shrimp, Litopenaeus vannamei Culture Sukenda, .; Hadi, P.; Harris, E.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 5 No. 2 (2006): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.74 KB) | DOI: 10.19027/jai.5.179-190

Abstract

Disinfection and nutrient enrichment prior stocking of  post larvae in the pond will be affected on the growth and composition of microbe.  Attention should be taken to some factors related to deterministic and stochastic factors of aquaculture environment  in order to develop microbe community.  This study was performed to determine effect of sucrose and probiotic supplementation to shrimp culture pond on water quality profile and population dynamic on shrimp culture media.  The treatments were supplementation of sucrose as carbon source, probiotic, and sucrose + probiotic into 25 L culture medium containing white shrimp, Litopenaeus vannamei.  Shrimp were fed commercial diet containing 30% protein by 5% body weight every day.  The result of study showed that bacterial population was increased by increasing time of shrimp rearing.  Increased of bacterial population was contrary to DO value.   Bacteria grew was heterotrop and vibrio that its intensity varied during experiment.  Supplementation of sucrose supported proliferation of bacteria including heterotrop, probiotik and vibrio groups.  Specifically, interaction between probiotic bacteria and vibrio was also found.  The presence of probiotic bacteria showed a negative impact on vibrio population.  Further, development of bacteria in general was also implicated to fluctuation of ammonia concentration in pond. Keywords: carbon, sucrose, probiotic, white shrimp, Litopenaeus vannamei   ABSTRAK Kegiatan disinfeksi dan pengkayaan nutrien sebelum penebaran PL akan mempengaruhi pola pertumbuhan dan komposisi mikroba di tambak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan komunitas mikroba adalah faktor-faktor deterministic dan sthocastic masing-masing lingkungan budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan berkarbon (sukrosa) dan probiotik di tambak terhadap profil kualitas air serta dinamika populasi pada perairan budidaya. Pada penelitian ini dilakukan penambahan sumber karbon (sukrosa), penambahan probiotik dan penambahan sukrosa + probiotik pada masing-masing wadah yang berisi 25 liter air dan udang Vanamei, Litopenaeus vannamei. Pakan yang diberikan berupa pellet komersial dengan kadar protein 30% setiap hari sebanyak 5% dari biomassa awal. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa populasi bakteri pada media budidaya meningkat seiring dengan bertambahnya waktu pemeliharaan. Peningkatan jumlah populasi bakteri ini diikuti oleh semakin menurunnya nilai DO secara umum. Selain bakteri heterohof, tumbuh juga bakteri golongan Vibrio dengan persentase kemunculan yang berbeda pada setiap perlakuan. Penambahan sukrosa dalam media budidaya mendukung proliferasi bakteri secara umum, heterotrof, probiotik dan golongan Vibrio. Secara spesifik, timbul juga interaksi antara bakteri probiotik dengan bakteri Vibrio. Tumbuhnya bakteri probiotik berimplikasi negatif terhadap populasi Vibrio. Selain itu pertumbuhan bakteri secara umum juga berimplikasi terhadap fluktuasi kadar amonia perairan. Kata kunci : karbon, sukrosa, probiotik, udang vaname, Litopenaeus vannamei
Use of Chitosan to Control Vibrio harveyi Infection on White Shrimp Litopeneaus vannamei Sukenda, .; Tri Anggoro, Y.; Wahjuningrum, D.; Rahman, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 6 No. 2 (2007): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.411 KB) | DOI: 10.19027/jai.6.205-209

Abstract

Immunostimulation and antibacterial effect of chitosan against vibriosis were examined in white shrimp (Litopenaeus vannamei).  Control shrimps were injected with 0.05 μl of sterile sea water, while experimental shrimps were injected with 2, 4 and 6 μg per g shrimp of chitosan.  All shrimps were subsequently challenged by 106 CFU/ml of live Vibrio harveyi by injection method.  Survival rate of shrimps injected with chitosan were found to slightly increase in accordance with dose of chitosan, even not statistically significant.  Total haemocyte count and phagocytic index at experimental shrimps were over than control shrimps up to three days post injection.  Number of V. harveyi in the intestine of experimental shrimps were lower than control shrimps indicates an antibacterial activity of chitosan to combat infection. Keywords: chitosan, Vibrio harveyi, haemocyte, phagocytic index, Litopenaeus vannamei   ABSTRAK Efek imunostimulasi dan antibakterial dari kitosan melawan vibriosis dilihat pada udang putih (Litopenaeus vannamei).   Udang control disuntik dengan 0,05 μl air laut steril, sedangkan udang uji disuntik dengan kitosan 2, 4 dan 6 μg per g udang.  Semua udang diuji tantang dengan 106 CFU/ml bakteri Vibrio harveyi hidup dengan metode penyuntikan.  Sintasan udang yang disuntik dengan kitosan meningkat berbarengan dengan peningkatan dosis kitosan, meskipun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.  Jumlah total hemosit dan indeks fagositosis pada udang lebih tinggi dibandingkan kontrol sampai tiga hari pasca penyuntikan.  Jumlah V. harveyi dalam saluran pencernaan dari udang uji lebih rendah dibandingkan udang kontrol, hal ini  menunjukkan aktifitas antibacterial dari kitosan dalam melawan infeksi. Kata kunci: kitosan, Vibrio harveyi, hemosit, indeks fagositosis, Litopenaeus vannamei
Potency of Garlic (Allium sativum) Extract Against Motile Aeromonad Septicaemia Disease Caused by Aeromonas hydrophila in Pangasionodon hypophthalmus Yuhana, M.; Normalina, I.; Sukenda, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 7 No. 1 (2008): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.101 KB) | DOI: 10.19027/jai.7.95-107

Abstract

An infectious disease caused by motile members of the genus Aeromonas, is among the most common diseases of fish cultured in freshwater, including the Thai catfish, Pangasionodon hypophthalmus. Motile aeromonad infections have been recognized for many years by various names, including motile aeromonad septicemia (MAS), motile aeromonad infection (MAI), hemorrhagic septicemia, red pest, and red sore. In our experiment, we study the potency of a phytopharmacia agent, garlic extract for prevention and curing off the experimental infections by Aeromonas hydrophila. In series of in vitro assays, the garlic extract showed inhibition capacity on the bacterial growth. The extract dosage of 25 mg/ml (2.5 g/l) was found to be the most effective among other dosages i.e 1, 2, 5, 10, 20, 50, respectively. Whereas in an in vivo assay using 25 mg/ml, it showed to be the most effective dosage for prevention against the intramuscularly experimental injection of A. hydrophila rather than as a curing agent. Keywords:  Pangasionodon hypophthalmus, Allium sativum, dan Aeromonas.   ABSTRAK Salah satu penyakit yang sering menyerang ikan patin (Pangasionodon hypophthalmus) dan ikan air tawar lainnya adalah penyakit MAS (Motile Aeromonad Septicemia). Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit bercak merah yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila dan mudah menular. Secara in vitro, ekstrak bawang putih (Allium sativum) berpotensi sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila. Dosis ekstrak bawang putih sebesar 25 mg/ml (2,5 g/l) merupakan dosis  yang efektif untuk menghambat pertumbuhan A. hydrophila pada uji in vitro. Pada uji in vivo ekstrak bawang putih yang disuntikkan terhadap ikan patin, dengan dosis ekstrak sebesar 25 mg/ml (2,5 g/l) menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mencegah infeksi A. hydrophila dibandingkan pengobatan. Kata kunci: patin, Pangasionodon hypophthalmus, bawang putih, Allium sativum, MAS dan Aeromonas.
Use of Chitosan to Prevent Aeromonas hydrophila Infection on Catfish Clarias sp. Sukenda, .; Jamal, L.; Wahjuningrum, D.; Hasan, A.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 7 No. 2 (2008): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.728 KB) | DOI: 10.19027/jai.7.159-169

Abstract

Immunostimulation effect of chitosan against motile aeromonas septicemia caused by Aeromonas hydrophila were examined in catfish (Clarias sp.). Experimental fish were injected with 2, 4 and 6 μg/g fish of chitosan.  All fish were subsequently challenged by 105 CFU/ml of live A. hydrophila by injection method.  Negative control injected with PBS and positive control injected with only A. hydrophila were included in the experiment. Results showed that total count of eritrocyte, leucocyte,  level of hematocrite, haemoglobin and phagocytic index higher at fish injected with chitosan previously compared with control as well as lymphocyte, neutrophile, monocyte, and trombocyte.  Either survival rate or growth  of fish injected with chitosan were found to increase in accordance with dose of chitosan. Kata Kunci : chitosan, Aeromonas hydrophila, immunostimulant, Clarias sp.   ABSTRAK Efek imunostimulasi dari kitosan melawan Motile Aeromonad Septicemia yang disebabkan oleh A. hydrophila dilihat pada ikan lele (Clarias sp.). Ikan uji disuntik dengan larutan kitosan dengan dosis  2, 4 and 6 μg/g, yang selanjutnya diuji tantang dengan bakteri  A. hydrophila 105 CFU/ml melalui penyuntikan intramuskular.  Kontrol negative disuntik dengan PBS dan control positif disuntik hanya dengan bakteri  A. hydrophila disertakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, lekosit, level hematokrit, hemoglobin dan indeks fagositik lebih tinggi pada ikan-ikan yang diberi kitosan sebelumnya dibandingkan dengan tanpa pemberian kitosan sebelumnya.  Begitu pula dengan kadar limfosit, netrofil, monosit dan trombosit.  Sintasan dan pertumbuhan ikan yang diberi kitosan meningkat sejalan dengan dosis kitosan yang diberikan. Kata kunci: kitosan, Aeromonas hydrophila, immunostimulan, Clarias sp.
Co-Authors , Rahman, , , Ranta, , , Rusli, , . ARIFUDDIN . Maryani . Sunarto A. Hasan A. Santika A. SUWANTO A. Suwanto A.J. Sihombing ADE DWI SASANTI Ade Dwi Sasanti Aditya, Tiya Widi Afif, Usamah Afiff , Usamah Agung Cahyo Setyawan Ahmad Beni Rouf Aldy Mulyadin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alit Brilliant Aminatul Zahra Amrullah Amrullah Andi Parenrengi Andi Parenrengi Andi Tenriulo Andi Tenriulo Angela M Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Anis Nugrahawati Annisa Astri Anggraeni Ardana Kurniaji Ayi Santika Azis Azis B. W. LAY Bambang Gunadi Bambang Gunadi Brite, Margie Cahyawati, Nadia Catur A. Pebrianto D. Dana D. Meha D. Wahjuningrum Daniel Djokosetiyanto Daniel Djokosetiyanto Daniel Djokosetiyanto DEBY YUNIASARI Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah, Dendi Desy Sugiani Desy Sugiani Dewi Rahmi DIAH AYU SATYARI UTAMI Dian Febriani Dinamella Wahjuningrum Dwi Agung Saputra E. Ayuzar E. Harris Eddy Supriyono Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Enang Harris Surawidjaja Endang Susianingsih Endang Susianingsih Esti Handayani Hardi Eva Prasetiyono Eva Prasetiyono Pras F.H. Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fadilah, Iin Nur Fadlilah, Rizqy Aditya Fahmi Rajab Firmansyah, Arif Lukman Fitria Novianti Ghita Ryan Septiani Gustilatov, Muhamad Henky Manoppo Henky Manoppo Hisatsugu Wakabayashi Huda Salahudin Darusman Huda Shalahudin Darusman I Wayan Nurjaya I. Normalina I. Nur I. Tepu Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ince Ayu Khairana Kadriah Ince Ayu Khairani Kadriah Inem Ode Iqbal Kurniawinata, Mohamad Irzal Effendi Isni Rahmatika Sari Jasmanindar, Yudiana Jean-Christophe Avarre Jeanni Indah Noermala Julie Ekasari K. Sumantadinata Khairun Nissa Komar Sumantadinata Komar Sumantadinata Komar Sumantadinata Komar Sumantadinata Kukuh Nirmala Kukuh Nirmala L. Jamal Lastriliah, Mira M. Yuhana M. Zairin Junior M.S. Arifin MIA SETIAWATI Mia Setiawati Mochamad Fatuchri Sukadi Mochamad Fatuchri Sukadi Muchtar, Muthahharah Muh. Aris Muh. Fatuhcri Sukadi MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Yamin Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muharram Nur Ikhsan Mulyani, Rahma MUNTI YUHANA N.A. Maswan Nasri Julaini Nasrullah, Hasan Nunak Nafiqoh Nunuk Listiyowati Nur Bambang Priyo Utomo Nurbariah Nurbariah Nuzullia, Laely Odang Carman Ode, Inem P. Hadi Pratiwi, Kiki Amalia Priadi Setyawan Putri, Shofii Amaliah R.D. Soejoedono Rafsyanzani, Muhammad Mufthi Rahma Mulyani Rahman Rahman Ramadhani, Dian Eka Ramhirez, Putri Shandra Retno Damayanti Soejoedono RIDWAN AFFANDI Ririn Nurul Fauziah, Ririn Nurul Rizki Praseto, Rizki Ronald Kriston Sauttua Nainggolan Rr. Bellya Anasti Maharani Rudi, Mad Ruku Ratu Borut Samsu Adi Rahman Sari Anggraeni, Sukma Sefti Heza Dwinanti, Sefti Heza Septiani, Ghita Ryan Siti Subaidah Sri Nuryati Sri Nuryati Sugeng Budiharsono Sugiyo Hadi Pranoto Suhermanto, Achmad Tatag Budiardi Tatik Mufidah Tatik Mufidah Trian Rizky Febriansyah Tsani Untsa, Agista Tuti Sumiati Tuti Sumiati Wesly Pasaribu Wida Lesmanawati Widanarni WIDANARNI WIDANARNI WIDANARNI WIDANARNI WIDANARNI WIDANARNI Wisriati Lasima Wiyoto Wiyoto Woro Nur Endang Sariati Y. Hadiroseyani Y. Tri Anggoro Yan Evan Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yumaidawati, Nurfitriani Siti Yuni Puji Hastuti Zulfani, Anisa