Articles
Implementasi kebijakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa
Khusran, Khusran;
Hasrul, Hasrul;
Suryanef, Suryanef;
Rafni, Al
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 1 (2025): Eleventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i1.659
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komunikasi yang tidak efektif, keterbatasan sumber daya pelaksana, sikap pelaksana yang tidak sesuai kriteria, serta kelemahan dalam memahami prosedur yang memicu polemik dan distorsi sosial di masyarakat terkait kebijakan bantuan langsung tunai di Desa Kampung Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi kebijakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Kampung Tengah, dilihat dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode studi kebijakan dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dilakukan melalui musyawarah desa khusus dan sosialisasi kepada masyarakat. Sumber daya yang terlibat terdiri dari perangkat desa dan badan permusyawaratan desa. Disposisi kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Kampung Tengah menunjukkan tidak adanya pengangkatan pelaksana di luar perangkat desa. Struktur birokrasi dilaksanakan melalui Peraturan Kepala Desa. Kendala yang ditemui termasuk kurangnya pemahaman masyarakat tentang kriteria penerima bantuan.
Penanaman nilai-nilai karakter bagi pemuda melalui karang taruna
Faizah, Nurul;
Indrawadi, Junaidi;
Suryanef, Suryanef;
Montessori, Maria
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i2.451
Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya penanaman nilai-nilai karakter pada pemuda melalui kegiatan organisasi karang taruna Tugu Muda di desa Koto Baru Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin akibat dari maraknya penyimpangan moral oleh pemuda di Desa Koto Baru. Salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba yang semakin banyak terjadi dari tahun ke tahun. Pemuda sebagai salah satu faktor yang bisa diandalkan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Dalam pembangunan Masyarakat dibutuhkan kontribusi Masyarakat maupun program kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu organisasi yang dapat digunakan sebagai tempat menumbuhkan nilai-nilai karakter yaitu organisasi kepemudaan karang taruna. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian karakter pemuda adalah bertakwa, dapat dipercaya, jujur, adil, amanah, kerja keras, rendah hati, berbakti kepada orangtua dan berguna bagi sesama. Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter pemuda dapat dibentuk dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan karang taruna Tugu Muda.
The Impact of Political Literacy Education and Learning on the Political Participation of First-Time Voters Ahead of the 2024 Election in Kerinci Regency
Revalina, Atiqah;
Suryanef, Suryanef;
Rafni, Al;
Putra, Eka Vidya;
Ockta, Yovhandra
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 9, No 1 (2024): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jetl.v9i1.5925
In a democratic country, political literacy is a very important aspect in elections because the higher the political literacy of its citizens, the higher the quality of democracy implementation in the country. Political literacy will create a politically literate society, if there is a lack of political literacy, it will have an impact on the quality of participation. This study aims to find out the level of political literacy of novice voters, find out the level of political participation of novice voters and find out the quality of the correlation between the political literacy of novice voters and their political participation ahead of the 2024 general election. This research is located in Air Hangat Barat District, Kerinci Regency. This study uses a descriptive-correlational method. The data collection technique used is a questionnaire. The sampling technique used is probability sampling, which is simple random sampling. Data analysis was carried out by Pearson correlation test analysis, which was first carried out as a prerequisite for analysis, there was a significant positive relationship between the political literacy of novice voters and political participation ahead of the 2024 election, showing a significance value of p < 0.05. The value of the product moment correlation between x and y is only at 0.409 from the interval of 0.40-0.599, so it is concluded that it is "quite strong" even though it is not at a very high level, because not only political literacy affects novice voters to participate but many other factors can influence novice voters to participate in activities ahead of the general election.
Voter Education for First Time Voters through Rumah Pintar Pemilu
Rafni, Al;
Suryanef, Suryanef
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.754 KB)
|
DOI: 10.24036/8851412312019171
Voter education for first time voters is important given the group’s potential in contributing to 30% of overall voters. Unfortunately, the potential is not well managed through systematical and comrprehensive voter education. Rumah Pintar Pemilu (Election Smart House/RPP) is one of the priorities of the Election Commission (KPU) that functions as a voter education service center. It has become a facility for first time voters to understand about the election and democracy in general. This research used research and development (R&D) method. Data was collected through deep interview, focus group discussion (FGD), and documentation study. The result shows the RPP’s potential in serving voter education for first time voters and how RPP is developed as a political education facility in cities/regencies. Keywords: voter education, first time voters, learning resources ABSTRAK Pendidikan pemilih bagi pemilih pemula menjadi penting mengingat potensi suara yang ada pada kelompok ini memiliki kontribusi lebih kurang 30% dari jumlah pemilih. Sayangnya potensi sebesar itu seringkali tidak dikelola dengan baik melalui pendidikan pemilih yang sistematis dan komprehensif. Kehadiran Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai salah satu program prioritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berfungsi sebagai pusat layanan pendidikan pemilih menjadi wahana tersendiri bagi pemilih pemula untuk mengerti tentang pemilu dan kehidupan demokrasi pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau Research and Development (R&D). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan potensi RPP dalam memberikan layanan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula dan bagaimana RPP dikembangkan sebagai sarana pendidikan politik di kabupaten/kota. Kata Kunci: pendidikan pemilih, pemilih pemula, sumber belajar
First-Time Voter Education Through the Democracy Volunteer Movement
Suryanef, Suryanef;
Rafni, Al
Journal of Moral and Civic Education Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/8851412422020499
Ahead of the 2014 election, the General Election Commission established a group of facilitators to educate the public about the election (voter education), called Democracy Volunteer (Relawan Demokrasi), in cities/regencies throughout Indonesia. Democracy Volunteer is a program aimed at increasing political participation and election quality. One of the target groups for the voter education is first-time voters. First-time voters are perceived to have distinctive political behavior; their political actions are qualitatively different from other segments of voters. They are also classified as the technology savvy generation. This paper intends to elaborate the Democracy Volunteers' efforts in implementing voter education for first-time voters, and reveal the most suitable voter education model for this segment of voters. The research used qualitative method through focus group discussions and in-depth interviews. The results show that a voter education model for first-time voters is needed in order that Democracy Volunteers carry out the voter education effectively in achieving the expected goals.
Implementasi Nilai Musyawarah Mufakat dalam Perencanaan Pembangunan Nagari
Nufus, Latifah;
Suryanef, Suryanef;
Rafni, Al;
Putra, Ideal
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i2.399
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi nilai musyawarah mufakat dalam perencanaan pembangunan Nagari. Penelitian ini memiliki latar belakang pentingnya nilai musyawarah mufakat dalam perencanaan pembangunan Nagari, karena masyarakat yang merupakan makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri dan saling membutuhkan bantuan satu sama lain. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun pemilihan informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan belum terlaksananya dengan baik implementasi nilai musyawarah mufakat dalam perencanaan pembangunan Nagari, minimnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan Nagari, dan belum optimalnya penerapan nilai Saiyo sakato dalam musyawarah perencanaan pembangunan Nagari.
Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Padang sebagai saluran aspirasi politik
Oktariza, Siska;
Rafni, Al;
Suryanef, Suryanef;
Hamdi, Irwan
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 1 (2024): JECCO: Seventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v4i1.403
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Padang sebagai saluran aspirasi politik terhadap aksi demonstrasi mahasiswa tahun 2019. Hal itu dilatarbelakangi dari demonstrasi yang seharusnya menjadi salah satu cara untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang pastinya dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab kini menjadi cenderung anarkis dan jauh dari rasa tanggung jawab. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Universitas Negeri Padang. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling yang menjadi informan penelitian yaitu Anggota DPRD Sumbar, Wakil Dekan III FIS, Anggota BEM UNP, Anggota WP2SOSPOL UNP, Mahasiswa UNP yang Ikut Demonstrasi, dan Masyarakat sekitar UNP. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara, buku catatan kecil, kamera HP, dan daftar informan yang akan diwawancarai. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulani. Uji keabasahan data yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Padang ada 10 aksi turun ke jalan, demonstrasi yang berujung anarkis disebabkan karena adanya provokator sehingga mahasiswa merusak fasilitas umum. Tindak lanjut dari aksi demonstrasi mahasiswa adalah mahasiswa yang datang saat melakukan aksi demonstrasi harus mempunyai solusi dan paham dengan masalah yang terjadi pada saat aksi.
Komunikasi politik Mahyeldi sebagai gubernur Sumatera Barat melalui media sosial Instagram
Albelia Joni, Chindy;
Suryanef, Suryanef;
Hasrul, Hasrul;
S, Nurman
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i2.432
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana isi pesan politik Mahyeldi sebagai Gubernur Sumatera Barat di media sosial Instagram, dan memberikan gambaran respon masyarakat terhadap pesan politik yang di unggah di media sosial Instagram. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data antara lain reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga klasifikasi topik postingan, yaitu topik pembangunan fisik, topik ekonomi, dan kegiatan keseharian. Pengguna Instagram cenderung merespons positif terhadap konten yang bersifat personal, transparan, dan autentik. Komunikasi politik yang dilakukan Mahyeldi belum cukup efektif dikarenakan pengguna yang mengikuti akun Instagram @mahyeldisp hanya 152 ribu dari total penduduk Sumatera Barat yang berjumlah 5 juta.
Analisis konten ujaran kebencian pada akun tiktok obrolan politik Pemilihan Presiden 2024
Aulia Rahmi, Wika;
Suryanef, Suryanef;
Hasrul, Hasrul;
Rafni, Al
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i2.619
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis isi ujaran kebencian di konten tiktok obrolan politik tentang pemilihan presiden 2024. Jenis penelitian ini menggunakan metode analysis content atau dengan pendekatan kualitatif dimana penelitian ini hasilnya berbentuk kata-kata tertulis dari konten-konten yang diamati. Teknik pengumpulan data berupa sumber lain dari artikel berita terpecaya yang berkaitan, dan studi dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data terdiri dari data kualitatif dengan menggunakan metode triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian yang ditemukan pada akun-akun yang memposting tentang pemilihan presiden 2024 terdiri dari penghinaan, penyebaran hoaks, hasutan, dan penistaan dalam SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan) berdasarkan UU ITE No. 11 Tahun 2008. Bentuk ujaran kebencian didapatkan dari tiktok sebanyak 8 akun, yang paling banyak ditemukan adalah pada jenis antar golongan, yang ditujukan kepada capres dengan tujuan mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap kandidat.
Implementasi Budaya Demokrasi Pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Di SMA Negeri 10 Padang
Salsabila, Suci;
Rafni, Al;
Suryanef, Suryanef;
Azizah, Cici Nur
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jecco.v5i2.694
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya demokrasi dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di SMA Negeri 10 Padang. Budaya demokrasi menckup nilai-nilai kebebasan berpendapat, toleransi, kebersamaan, serta percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSIS SMA Negeri 10 Padang telah menerapkan budaya demokrasi dalam berbagai aspek organisasi, seperti pemilihan ketua OSIS yang dilakukan secara terbuka, musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta partisipasi aktif anggota dalam merancang dan menjalankan program kerja. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi budaya demokrasi,seperti kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan OSIS, kesulitan membagi waktu antara kegiatan organisasi dan akademik, serta kecenderungan budaya patriarki dalam kepemimpinan OSIS yang membatasi kesempatan bagi siswa perempuan untuk menduduki posisi strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun budaya demokrasi telah diimplementasikan dalam OSIS, masih diperlukan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keterlibatan sisw dan mengatasi hambatan yang ada. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam mengembangkan sistem kepemimpinan OSIS yang lebih inklusif dan demokratis.Kata Kunci: Budaya Demokrasi, OSIS, SMA Negeri 10.