This Author published in this journals
All Journal Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Penggunaan Media Sains Flipbook dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains JPsd ( Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar ) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia UNEJ e-Proceeding Jurnal Pendidikan Biologi Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal SOLMA LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Journals of Ners Community JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan AVICENNA JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan PROGRES PENDIDIKAN Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Indonesian Journal of Laboratory Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Journal of Community Mental Health and Public Policy LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Ensiklopedia: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Saburai Journal of Educational Sciences Journal of Innovation and Research in Primary Education Borobudur Educational Review Al Basirah Indonesian Research Journal on Education Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin Journal of Community Empowerment Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Jurnal Teknokes JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Social Science and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Determinan Angka Kematian Neonatal di Kalimantan Timur Menggunakan Moran’s I dan Local Indicator Of Spatial Autocorrelation (LISA) Wati, Agustina; Susanti, Rahmi; AB, Ismail
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.4 No.2 Desember (2022) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v4i2.8584

Abstract

Latar Belakang & Tujuan: Salah satu indikator derajat kesehatan suatu daerah ditunjukkan dengan angka kematian neonatal (AKN). Disparitas AKN di Kalimantan Timur cukup tinggi, dimana AKN tertinggi berada di Kabupaten Kutai Barat (17,5 per 1.000 kelahiran hidup), sedangkan AKN Kota Samarinda (3,2 per 1.000 kelahiran hidup). Dengan melakukan analisis spasial dapat diketahui determinan AKN di suatu wilayah sehingga dapat dilakukan intervensi yang sesuai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non reaktif dengan menggunakan data sekunder dari publikasi Profil Kesehatan Kalimantan Timur 2019 dan dianalisis menggunakan indeks Moran’s dan Local Indicator Of Spatial Autocorrelation (LISA) dengan α=0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan determinan AKN yang memiliki hubungan spasial adalah persalinan oleh tenaga kesehatan (0,019), komplikasi kebidanan ditangani (0,037), dan komplikasi neonatal ditangani (0,038). Hubungan spasial Low-High terjadi antar kabupaten Mahakam Ulu dengan Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Kesimpulan: Terdapat hubungan spasial antara kabupaten Mahakam Ulu dengan kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Saran penelitian ini adalah perlu adanya pemerataan ketersediaan pelayanan kesehatan, akses terhadap pelayanan kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, kemampuan pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit maupun puskesmas terutama di kabupaten Mahakam Ulu dan sekitarnya yaitu kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.
Sindrom Makan Malam dan Hubungannya dengan Beban Belajar pada Pelajar SMAN 11 Kota Samarinda Noviasty, Reny; Susanti, Rahmi; Ifroh, Riza Hayati; Mushoffa, Muhammad Nadzir
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2021): JIK-April Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i1.371

Abstract

Sindrom makan malam merupakan salah satu perilaku makan menyimpang yang apabila tidak dideteksi secara dini dapat menyebabkan gangguan gizi pada remaja. Sindroma makan malam sebelumnya telah banyak diteliti pada mahasiswa, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kecenderungan terjadinya sindrom makan malam pada remaja yang lebih muda yang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), serta melihat hubungannya dengan kepercayaan diri dan beban kerja terkait belajar.Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 71 orang siswa-siswi SMAN 11 Kota Samarinda, dengan menggunakan kuesioner NEQ untuk mengukur Sindroma Makan Malam, Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur kepercayaan diri dan Subjective Workload Asessment Technique (SWAT) untuk mengukur beban kerja pada Pelajar.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 38,0% pelajar yang mengalami sindro makan malam. Berdasarkan hasil uji koefisien kontingensi diketahui bahwa terdapat hubungan signifikan (p=0,030) antara beban kerja pelajar dengan Sindroma makan malam, namun tidak terdapat hubungan signifikan antara kepercayaan diri pelajar dengan sindroma makan malam.Sindroma makan malam ditemukan pada pelajar dan berhubungan dengan beban kerja pelajar, sehingga penting untuk memperhatikan beban belajar para remaja untuk memastikan bahwa remaja tidak berisiko untuk mengalami perilaku makan meyimpang yang dapat berdampak pada masalah gizi dan kesehatan remaja
KORBAN ATAU PELAKU SCHOOL BULLYING ? (ARE YOU VICTIMS OR BULLIES?) Susanti, Rahmi; Ifroh, Riza Hayati; Wulansari, Ika
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.643

Abstract

Indonesia saat ini mendapatkan peringkat kedua terbesar setelah Jepang pada kasus bullying atau kekerasan terhadap anak di sekolah. Terdapat 1.051 anak menjadi korban kekerasan di Indonesia dan 70% anak-anak usia 8 - 12 pernah menjadi pelaku kekerasan atau bullying di sekolah. Anak korban bullying cenderung untuk mengalami gejala somatisasi lebih tinggi dibanding dengan anak-anak yang lain. Sakit kepala berulang hingga sulit tidur merupakan contoh-contoh gejala somatisasi yang dapat terjadiMetode survei deskriptif dilaksanakan pada penelitian ini dengan melibatkan 300 anak usia sekolah dasar. Sebanyak 31 butir pernyataan digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan perilaku school bullying pada anak di kecamatan sambutan dan kecamatan samarinda kota. Data yang diperoleh dianalisis secara univariatMayoritas responden berusia 8 – 10 tahun yakni sebesar 242 anak dan sisanya berusia 11 – 14 tahun yakni 58 anak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak lebih cenderung memiliki perilaku sebagai korban bullying yakni berjumlah 154 anak. Pelaku bullying cenderung dilakukan oleh laki laki dibandingkan perempuan yakni sebanyak 66 anak Angka school bullying di kecamatan sambutan cenderung lebih banyak terjadi dibandingkan di kecamatan samarinda kota. Berdasarkan kategori school bullying ditemukan 51,3% anak cenderung sebagai korban bully. Pelaku dan korban bully di sekolah sebaiknya dapat diberikan pemahaman bahwa tindak bully tidak diperkenankan dan dukungan serta kepedulian pada anak yang menjadi korban.Kata kunci : kesehatan mental, pelaku, intimidasi di sekolahIndonesia is currently ranked second largest after japan in the case of bullying or violence against children in school. There are 1.051 children victims of violence in Indonesia and 70% of children aged 8-12 years have been The Bully of violence in schools. Child victims of bullying tend to experience higher symptoms of somatization compare with other children. Reccurent headaches to sleeplessness are examples of possible somatization symptoms.Descriptive survey method was carried out in this study involving 300 school-aged children. 31 statements were used to identify trends in school bullying behavior in the sub-district of Samarinda Kota and Sambutan. The data obtained were analyzed by univariate technique.The majority of respondents aged 8-10 years of 242 children and the rest aged 11-14 years ie 58 children. The results showed that children were more likely to have behaviors as victims of bullying which amounted to 154 children. Bullies tend to be done by boy than girl ie 66 children.The number of school bullying in the sub-district of Sambutan large than Samarinda Kota. Based on the categories school bullying found 51.3% of the children as victims. Bullies and victims in school are given the understanding that bully acts are not allowed and care also support victims. Keywords : Health Mental, Bullies, School BullyingDOI: 10.5281/zenodo.1405375
Partisipasi Peserta Didik pada Program Adiwiyata Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah di Sekolah Ardianti, Yessy Retno; Amizera, Susy; Susanti, Rahmi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.10605

Abstract

This research aims to determine the form of implementation of participation and the level of student participation in waste management at school. The method used in this research is descriptive qualitative research which aims to describe and analyze student participation in waste management through the Adiwiyata program which has been implemented in schools. The results of research on the implementation of student participation in managing types of waste at Adiwiyata High School in Palembang City include the use of trash bins based on type, and waste management participation activities by students. The use of trash cans by students has been implemented, but there are still students who have not thrown rubbish into trash cans based on the type. Student participation activities in waste management based on type include composting, clean Fridays, collecting, sorting and recycling waste, as well as a healthy canteen. The level of student participation in organic waste management has a percentage of 64.8% in the active category, inorganic waste management has a percentage of 71.3% in the active category, and B3 waste management has a percentage of 56.3% in the quite active category at Adiwiyata High School in Palembang City.
STRESS AND DYSPEPSIA SYMPTOMS AMONG STUDENTS IN INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Susanti, Rahmi; Rahayu, Annisa Aulia; Hasmi, Anisa Aulia
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 7 No. 1 (2024): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v7i1.166

Abstract

Background: Dyspepsia syndrome is a common health issue among adolescents, with a global prevalence estimated at 20-30%. In Indonesia, the 2018 Riskesdas data indicated that the prevalence among those aged 15-24 was 18.3%. Factors associated with dyspepsia syndrome in adolescents include gender, stress, eating frequency, and specific food consumption. Purpose: This study aims to analyze the relationship between respondent characteristics (gender, stress, eating frequency, food consumption, smoking habits, and exercise) and dyspepsia incidence among adolescents living in boarding houses. Methods: This study used a cross-sectional design, involving 52 respondents. Data was collected via questionnaires and analyzed with the chi-square test. Result: Most respondents were female (82.7%), had poor eating frequency (86.5%), poor stress conditions (84.6%), preferred spicy foods (75%), consumed caffeine (80.8%), and rarely exercised (84.6%). The analysis revealed a significant association between stress conditions and dyspepsia syndrome (p=0.022), while gender, eating frequency, food consumption, smoking habits, and exercise showed no association. Conclusion: Poor stress conditions are a risk factor for dyspepsia syndrome in adolescents. Efforts are needed to reduce stress levels through education on stress management and healthy dietary practices to prevent dyspepsia syndrome. Abstrak Latar Belakang: Sindrom dispepsia adalah masalah kesehatan yang sering dialami remaja, dengan prevalensi global diperkirakan mencapai 20-30%. Di Indonesia, data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi dispepsia pada kelompok usia 15-24 tahun adalah 18,3%. Faktor-faktor yang diduga berkaitan dengan sindrom dispepsia pada remaja meliputi jenis kelamin, stres, frekuensi makan, dan konsumsi makanan tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, stres, frekuensi makan, konsumsi makanan, kebiasaan merokok, dan olahraga) dengan kejadian sindrom dispepsia pada remaja yang tinggal di asrama. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan total 52 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (82,7%), memiliki frekuensi makan yang buruk (86,5%), kondisi stres yang buruk (84,6%), menyukai makanan pedas (75%), mengonsumsi kafein (80,8%), dan jarang berolahraga (84,6%). Analisis menunjukkan bahwa kondisi stres berhubungan signifikan dengan sindrom dispepsia (p=0,022), sementara jenis kelamin, frekuensi makan, konsumsi makanan, kebiasaan merokok, dan olahraga tidak berhubungan. Kesimpulan: Kondisi stres yang buruk adalah faktor risiko sindrom dispepsia pada remaja. Upaya untuk mengurangi tingkat stres melalui pendidikan manajemen stres dan pola makan sehat sangat diperlukan untuk mencegah sindrom dispepsia.
Edukasi Pencegahan Covid-19 Melalui Media Poster dan Spanduk Pada Warga Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong Susanti, Rahmi; Erika, Tahsya
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Juni
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v1i2.36

Abstract

Coronavirus is a disease that causes respiratory infections. Like other respiratory illnesses, COVID-19 can cause mild symptoms including runny nose, sore throat, cough and fever. Print media is one of the educational media to find out the dangers and prevention of COVID-19 transmission and access to health information. The activities of distributing posters and installing banners are aimed at increasing public awareness about the dangers and prevention of COVID-19 transmission and access to health information. This activity was in the form of distributing posters directly to residents' homes and installing banners in the Gang Nidatul Khair RT area. 12 Panji Village, Tenggarong District, Kutai Kartanegara Regency on November 28, 2020 with 15 posters and 1 banner about the dangers and prevention of COVID-19. 19 and access to health information. This activity has received a pretty good reception by the community as shown by the information presented, it is hoped that it can increase knowledge and increase public awareness about the dangers and importance of preventing COVID-19 and access to health information.
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Bagi Guru-guru IPA di OKU Selatan Destiansari, Elvira; Anwar, Yenny; Susanti, Rahmi; Madang, Kodri; Meilinda, Meilinda; Slamet, Adeng; Anggraini, Nike; Amizera, Suzy; Somakim, Somakim
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pada implementasi Kurikulum Merdeka, guru-guru masih mengalami keterbatasan informasi baik dalam hal pembelajaran maupun dalam penyusunan perangkat pembelajarannya. Hal ini karena lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota dan belum adanya pelatihan sejenis di daerah tersebut, sehingga akses informasi masih belum memadai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk mengatasi hal tersebut. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dan dilanjutkan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi secara online. Hasil: Berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest diperoleh peningkatan pengetahuan peserta terkait modul ajar berdiferensiasi. Hasil pre-test dan post-test antara lain pada kategori kurang dari 70% ke 0%, kategori cukup dari 30% ke 10%, kategori baik dari 0% ke 15 % dan kategori sangat baik dari 0% ke 75%. Peserta dapat menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA SMP. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pemahaman guru terkait pembelajaran berdiferensiasi, kemampuan menyusun modul ajar, dan diperoleh respon yang baik dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Penerapan Metode Regresi Ridge dalam Mengatasi Multikolinieritas pada Tingkat Fertilitas Wanita Usia Subur Susanti, Rahmi; Giyatri, Canda Dwi; AB, Ismail
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.214

Abstract

AbstrakMultikolinieritas merupakan asumsi pada regresi linear berganda yang terjadi karena korelasi antar variabel bebas yang menyebabkan permasalahan analisis. Penanganan yang dilakukan salah satunya dengan regresi ridge, yang dapat memastikan varians yang lebih kecil dalam estimasi parameter. Multikolinieritas pada data fertilitas menyebabkan varian dan galat yang besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan yang mempengaruhi fertilitas, deteksi multikolinieritas dan membuat model prediksi terbaik pada fertilitas wanita usia subur di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode analisis data regresi linier berganda dan metode ridge. Data yang digunakan merupakan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan dengan sampel sebanyak 701 WUS. Hasil penelitian diperoleh regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam memprediksi tingkat fertilitas. Nilai VIF dan standar error yang lebih kecil dari MKT menjadikan regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam menentukan tingkat fertilitas di Kalimantan Timur. Pemodelan regresi ridge yang digunakan dalam memprediksi tingkat fertilitas YR = 2,995148 - 0,01406898 (umur seks pertama) - 0,0119283 (umur kawin pertama) - 0,04233311 (umur pertama melahirkan) + 0,1001676 (lama kontrasepsi) + 0,1802514 (jumlah anak ideal) + 0,1679205 (kematian anak) – 0,005938239 (Indeks kekayaan). Umur seks pertama, umur kawin pertama, umur pertama melahirkan, lama KB dan jumlah anak ideal berpengaruh signifikan dengan tingkat fertilitas. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi bagi WUS (15-49 tahun) guna menurunkan tingkat fertilitas dan laju pertumbuhan penduduk.Kata kunci: fertilitas, wanita usia subur, regresi ridge AbstractMulticollinearity is an assumption in multiple linear regression that occurs because the correlation between independent variables causes analysis problems. One of the treatments is ridge regression, which can ensure a smaller variance in parameter estimation. Multicollinearity infertility data causes large variants and errors. This study aims to determine the determinants that affect fertility, detect multicollinearity and make the best prediction model for the fertility of women of childbearing age in East Kalimantan. This study used a cross-sectional design and data analysis method of multiple linear regression and ridge method. The data used is 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) with a sample of 701 WUS. The results obtained ridge regression as the best modeling in predicting fertility rates. The VIF value and standard error which is smaller than MKT make ridge regression the best model in determining the fertility rate in East Kalimantan. Ridge regression modeling used in predicting fertility rates YR=2.995148-0.01406898(age at first sex)-0.0119283(age at first marriage)-0.04233311(age at first birth)+0.1001676(contraceptive time)+0.1802514(ideal number of children)+0.1679205(child mortality)–0.005938239(wealth index). Age at first sex, age at first marriage, age at first delivery, length of family planning, and the ideal number of children had a significant effect on fertility rates. It is necessary to increase knowledge about reproductive health for female women (15-49 years) in order to reduce the fertility rate and population growth rate.Keywords: fertility, women of childbearing age, ridge regression
Analysis of the Need for Interactive Multimedia Development Using Canva in Pressure Material in Grade IX Junior High School Oktaria, Sely; Susanti, Rahmi; Suratmi, Suratmi
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.5779-5792

Abstract

This needs analysis study aims to identify the urgency of developing Canva-assisted interactive multimedia on pressure material in Grade IX at SMP Negeri 4 Lalan, as an effort to improve the quality of science learning. The main problem found is the low mastery of pressure concepts by students (score of 30%) due to conventional learning methods that rely on lectures and static media, making it difficult for students to visualise abstract concepts. The results of the study show a very clear gap between current learning practices and the needs of students and teachers. Students showed a very high urgency for interactive media (95% media need; 100% interactive preference) that contained animations, simulations, and supported self-paced learning. Teachers also had critical awareness of learning constraints (score of 93%) and were in dire need of concept visualisation media (score of 100%). Supported by the readiness of school technology facilities and teachers' enthusiasm for Canva as an easily accessible design platform with the potential to produce interactive media (score of 100%), the development of Canva-based interactive multimedia is a much-needed strategic step to improve students' conceptual understanding and learning motivation in pressure-related material.
Klasifikasi Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Kalimantan Timur dengan Metode CHAID (Analisis Hasil Pendataan Pemutakhiran Keluarga BKKBN Tahun 2023) Akbar, Rifky Irlika; Susanti, Rahmi; Baso, Ismail Andi
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data BKKBN Kalimantan Timur menyebutkan, dari sekitar 800 ribu pasangan usia subur (PUS), hanya 60,1% yang menggunakan alat kontrasepsi. Hampir 40% PUS belum berpartisipasi dalam program keluarga berencana yang berdampak pada peningkatan angka kelahiran dan beban kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan variabel penggunaan kontrasepsi pada PUS di Kalimantan Timur, serta hasil klasifikasi dan evaluasi model CHAID berdasarkan akurasi, recall, presisi, dan F1-score. Penelitian ini menggunakan metode non-reaktif dengan populasi 510.319 PUS di Kalimantan Timur. Analisis data dilakukan dengan metode CHAID, menggunakan perbandingan data training dan testing 70:30. Hasil analisis CHAID menunjukkan bahwa informasi tentang alat kontrasepsi merupakan faktor paling signifikan (nilai P<0,0001), dengan 97,6% responden yang mendapat informasi menggunakannya. Pada kelompok tanpa informasi awal, pengetahuan tentang efek samping juga signifikan (nilai P<0,0001) memengaruhi tingkat penggunaan sebesar 94,9%. Akses informasi yang memadai, khususnya mengenai alat kontrasepsi dan efek sampingnya, secara signifikan meningkatkan penggunaan kontrasepsi pada PUS di Kalimantan Timur. Akses dan kualitas informasi sangat menentukan pengambilan keputusan PUS dalam penggunaan alat kontrasepsi, sehingga intervensi berbasis komunikasi dan informasi menjadi kunci utama upaya pengendalian kelahiran yang efektif dan berkelanjutan.
Co-Authors . Melinda Adeng Slamet Adrianto, Ratno Adrianus Dedy, Adrianus Akbar, Rifky Irlika Aldri Frinaldi Alfania, Nadiah Aliza Anggraini, Nur Amizera, Suzy Andi Baso, Ismail Anggraini, Nike Annisa Nabila, Annisa Anzelina, Dhea Eprillia Ardianti, Yessy Retno Ariyanti, Rea Arundina, Asyifa Asari, Sendila Ernesy Ash Shiddiqy, Ahmad Agung Asri Arumsari Asrianti, Tanti Aswandari, Aswandari Auralia, Syalmita Auralia, Syalmitha Baso, Ismail Andi Bayumi, Karina Dhelvia Chaniago, Efriyeni Danu Putra, Muhammad Rangga Deluciana, Chelsea Novalin Dewi Inderiati Dhelcia Bayumi, Karina Effendi Nawawi, Effendi Efriyeldi, Efriyeldi Eka Dewi Sitepu, Abira Ivanca Elvira Destiansari Erika, Tahsya Fadila, Puja Nur Fajri, Audya Nada Fardinelly, Syahria Giyatri, Canda Dwi Grey, Michael Alfian Hartono Hartono Hasmi, Anisa Aulia HASNIYATI, SYARI Herdani, Yaumilia Ismiranti Putri Heri Gunawan Hutauruk, Hutauruk Huwaidah, Ayu Ike Anggraeni Innayatullah, Fatiah Irfansyah Baharuddin Pakki Iriyani Kamaruddin, Iriyani Ismail AB, Ismail Ivanca, Abira Jumliana, Jumliana Karno, Budi Puspito Ketang Wiyono Khoiron Nazip, Khoiron Khotimah, Vika Khusnul Khusnul, Vika Kodri Madang, Kodri Kurniasari, Dita Kurniasari, Dita Kuswandari, Fira Kuwandari, Fira Machdalena Vianty Maharani , Siti dewi Maharani, Siti Dewi Maraharani, Siti Dewi Marno Martin, Dliya Syahirah Eka Masithah Maulidia, Syafira Meilinda Meilinda Melly Ariska Miftahul Jannah Miftahussa’adah, Miftahussa’adah Muhammad Rangga Muhammad Riski, Muhammad Mushoffa, Muhammad Nadzir Nada, Abira Ivanca Audya Nada, Audya Nauli, Ruth Sekar Nike Anggraini Nizayati, Fariyus Noviasty, Reny Nur, Syalmitha Auralia Okta Cahyaningrum, Alya Oktaria, Sely Oktaviani, Raeza Noorinda Pikku, Herlina Puspita, Erna Eka Putri, Apriliana Dwi Putri, Maharani Chintya Raharjo, Makmun Rahayu, Annisa Aulia Rangga, M. Reni Oktarina Riyanto Riyanto Riza Hayati Ifroh Rosada, Mita Sardianto Markos Siahaan, Sardianto Markos Sardianto Markos, Sardianto Septiana, Resma Silaban, Vandy Siti Huzaifah, Siti Somakim, Somakim Sombolinggi, Gavrila Meil Sriyono Sriyono Suhud, Hary Kharisma Suratmi Suratmi, Suratmi Susanti, L.R. Retno Susy Amizera Syafruddin Nasution Tania, Ayu Tibrani, Masagus Mhd Ulfah, Meilida Umi Chotimah Utami, Nurfika Putri Wahyudi, Ayu Huwaidah Warda Warda Wati, Agustina Widuri, Ratih Winanda, Wenny Winanda, Wenny Wulansari, Ika Yenny Anwar Yeyen Apriyani, Yeyen Yosef, Yosef Yulianti, Rica Zulkifli Dahlan