Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kapasitas Guru Bahasa Inggris SMP/MTs Kabupaten Magelang melalui Implementasi Deep Learning dan Interactive Teaching Farikah, Farikah; Mulyani, Mimi; Hamdani, Rifki; Ekawati, Mursia; Rohmat D. S., Heru Nur
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku4273

Abstract

Kualitas pengajaran bahasa Inggris di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Magelang masih menghadapi tantangan, terutama dalam penerapan metode yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru bahasa Inggris melalui penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dan pengajaran interaktif. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris dan melibatkan serangkaian lokakarya berjenjang—pengenalan konsep, praktik merancang strategi interaktif, pengembangan media pembelajaran yang menyenangkan, dan pendampingan penyusunan rencana pembelajaran (RPP). Sebanyak 49 guru bahasa Inggris berpartisipasi aktif dalam program ini. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru tentang prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, kemampuan mereka merancang media pembelajaran kreatif tingkat A1, dan kompetensi mereka dalam menghasilkan rencana pembelajaran inovatif yang selaras dengan praktik pengajaran interaktif. Hasil ini menyoroti efektivitas pendampingan berbasis praktik dan lokakarya kolaboratif dalam meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan sistematis dan kolaborasi berkelanjutan sangat penting untuk mendorong pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan berpusat pada siswa di sekolah menengah.
Bentuk dan Makna Register  Bahasa  pada Unggahan Penggemar Sepak Bola dalam Akun Twitter Pradana, Tito Yoga; Ekawati, Mursia; Pradita, Linda Eka
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hwajpa28

Abstract

Research on the form and meaning of language registers is motivated by interactions among football fans on social media, which reveal linguistic phenomena in the form of the use of specific and unique terms. Terms in the form of words, phrases, or sentences that are used specifically by a particular group constitute a language register. This study aims to define two types of language registers—open and closed—and explain their meanings in football fan interactions. The study uses a descriptive qualitative approach with data from posts on the @idextratime account. The data collection method used is observation and note-taking. Meanwhile, the data analysis techniques used are data reduction, data classification, and content analysis. The results of the study show 98 language registers, consisting of 69 forms of closed registers that are technical and formal in nature, and 29 forms of open registers that are dynamic and informal in nature. Meanwhile, in terms of the meaning of language registers, the data is divided into four categories: playing techniques, playing positions, technical terms, and slang expressions. The meanings of the registers found experience narrowing, broadening, and shifting meanings depending on the context of use. The use of metaphors in the register data found shows differences with language varieties in contexts outside of football.  Therefore, the language register in the football community on social media not only represents a sporting activity, but also embodies the identity of football fans.
DEIKSIS DALAM WACANA BERITA PRABOWO SUBIANTO PADA KOMPAS.COM EDISI 2025 Assifa Zanuba Qotrunnada; Mursia Ekawati; Herpindo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7yawpc52

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang terdapat dalam wacana berita Prabowo Subianto pada Kompas.com edisi 2025. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Dua belas wacana berita Prabowo Subianto yang dimuat di Kompas.com pada tahun 2025 digunakan sebagai sumber data penelitian. Metode simak dan teknik catat digunakan dalam proses pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode padan untuk analisis data, dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Hasil penelitian ini ditemukan (1) deiksis persona mencakup deiksis persona pertama, kedua, serta ketiga; (2) deiksis waktu mencakup deiksis waktu masa kini, masa lampau, dan masa depan; (3) deiksis tempat; (4) deiksis sosial mencakup deiksis relasional dan mutlak; (5) deiksis wacana mencakup deiksis anafora dan katafora. Jenis deiksis yang paling sering muncul ialah deiksis persona, karena digunakan untuk merujuk penutur, lawan tutur, atau pihak yang dibicarakan dalam berita dan membantu menghindari pengulangan nama tokoh secara berlebihan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam wacana berita politik berguna untuk membangun kejelasan makna, seperti memperjelas rujukan, menunjukkan relasi sosial, serta memberikan pemahaman pembaca terhadap konteks informasi. KATA KUNCI:  Berita; deiksis; pragmatik   Deixis in Prabowo Subianto News Discourse on Kompas.com 2025 Edition   ABSTRACT: This research aims to describe the types of deixis contained in Prabowo Subianto's news discourse on Kompas.com edition 2025. Twelve Prabowo Subianto news discourses published on Kompas.com in 2025 are used as the source of data. The listening method and note-taking technique were used in the data collection process of this research.  This research uses the commensurate method for data analysis, namely by using the separating determining element technique (PUP) and the comparative equating technique (HBS). The results of this research obtained persona deixis, in the form of first person singular and plural, second person singular and plural, and third person singular and plural. The results of this study found (1) personal deictics, including first, second, and third person deictics; (2) temporal deictics, including present, past, and future deictics; (3) locative deictics; (4) social deictics, including relational and absolute deictics; (5) discourse deictics, including anaphoric and cataphoric deictics. The types of deixis that appear most often are persona deixis and social deixis, as they are used to refer to the speaker, the addressee, or the person being discussed in the news and help avoid excessive repetition of names. This finding show that the use of deixis in political news discourse functions to build clarity of meaning, such as clarifying referents, showing social relations, as well as to provide readers' understanding of the information context. KEYWORDS: News; deixis; pragmatics
REPRESENTASI IDEOLOGI POLITIK DPR RI DAN RAKYAT : KOMPARASI WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK PADA NETRAL.CO.ID. DAN DETIK.COM Nabila Ardania; Mursia Ekawati; Linda Eka Pradita
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.470

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan tentang dua teks berita dari portal Netral.co.id dan Detik.com dengan topik sama  melalui lensa analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Kemudian dikomparasikan dengan teori framing yang fokus pada ideologi entitas di dalamnya. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam struktur teks pada berita dengan memperhatikan dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial,serta komparasi framing antara kedua berita. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik baca catat dilakukan untuk menemukan data, dan analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian  menunjukkan analisis wacana kritis yang dilakukan pada kedua portal media menunjukkan perbaan dari segi penulisan, penempatan media, dan kekuasaan.  Perbedaan tersebut juga dianalisis dengan komparasi teori framing yang ditinjau dari empat elemen, yaitu definisi masalah, penyebab masalah, penilaian moral, dan penyelesaian yang menunjukkan bahwa ideologi pada entitas yang sama dalam kedua teks berita memiliki penonjolan yang berbeda. Meski studi wacana pada Detik.com sudah banyak dilakukan, masih minim ditemukan penelitian uang mengkomparasikan framing ideologis media arus utama dengan potral Netral.co.id. KATA KUNCI: Analisis wacana kritis; berita; komparasi; van dijk;   REPRESENTATION OF POLITICAL IDEOLOGY BETWEEN DPR RI AND CITIZEN: A COMPARATIVE VAN DIJK’S DISCOURSE ANALYSIS ON NETRAL.CO.ID AND DETIK.COM     ABSTRACT: This study aims to compare two news articles from the Netral.co.id and Detik.com portals, both of which cover the same topic, through the lens of Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis. It is then compared with framing theory, which focuses on the ideology of the entities within it. The primary objective of this study is to analyse the structure of news texts in depth, considering the dimensions of text, social cognition, and social context, as well as comparing the framing between the two news articles. The method employed is qualitative, with a descriptive approach. Reading and note-taking techniques are used to gather data, and data analysis is conducted through reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that a critical discourse analysis conducted on both media portals reveals similarities in terms of writing, media placement, and power.  These differences were also analysed by comparing framing theory across four elements: problem definition, problem causes, moral assessment, and solutions. This analysis revealed that the ideology of the same entity in both news texts had different emphases. Although discourse studies on Detik.com have been conducted extensively, there remains a lack of research comparing the ideological framing of mainstream media with that of the Netral.co.id portal. KEYWORDS: Critical discourse analysis; news; comparative; van dijk  
Representation of Multicultural Values in Indonesian and English Textbooks for Junior High School Ekawati, Mursia; Herpindo, Herpindo; Jendriadi, Jendriadi; Shalima, Irsyadi; Prasetya, Ryan; Wastiana, Wastiana
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42264

Abstract

This research is motivated by the need to understand how multicultural values ​​are represented in language textbooks used in junior high schools (SMP) in Indonesia, considering that language education plays a crucial role in shaping students' character and social awareness. This study aims to identify and analyze the representation of multicultural values ​​reflected in the text and visuals of Indonesian and English textbooks published by the Ministry of Education and Culture. This study uses a descriptive qualitative approach with Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) method, which views language as a social practice. Research data were obtained through documentation, learning observations, and teacher interviews to gain a contextual understanding of students' interpretations of multicultural values. The results show that both textbooks have presented ethnic, cultural, and religious diversity, but the representation is still symbolic and not entirely critical. Multicultural values ​​are more dominant in the visual aspect than in the text, while the integration between the two is still weak. These findings confirm that language textbooks are not merely linguistic learning tools, but also ideological means that shape students' social awareness. Therefore, this study recommends developing textbooks and pedagogical strategies that are more reflective, contextual, and oriented towards multicultural character education.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Affif Mudrikah Afifah Nurlaili Khoirunnisa Afifah Qodri Rinjani Alhafidz, Zidan Rizka Andini, Jihan Widya Anggun Fitria Anindhi Asri Wijayanti Assifa Zanuba Qotrunnada Astuty Astuty Belinda Salma Putri Widiantantri Bondan Prakoso Botok Riana Cahyo Yusuf Choirunisa Dwi Astarini Dewi Puji Lestari Dwi Winarsih Dzikrina Dian Cahyani Eriana, Anida Faizah, Inayah Isnaini Farikah Fifit Firmadani Fiki Mahya Mafaza Finda Sruniyati Firstya Evi Dianastiti Fitriya Ningrum Fityatur Rohmah Fransiscus Xaverius Samingin Frida Nurul Hidayah Fuad Arsyad Galih Allam Ilafi Gilang Fadhilia Arvianti Hakim, Sholihul Hamdani, Rifki Hapsari, Theresia Pinaka Ratna Ning Herpindo Herpindo Herpindo Herpindo herpindo, herpindo Imam Baihaqi Inayatul Fatonah Indah Purika Sari Isnaini Hidayati Isti Rahayu Jendriadi, Jendriadi Liana Shinta Dewi Linda Eka Pradita Linda Eka Pradita Linda Eka Pradita, Linda Eka Mazid, Sukron Ma’ruf, Amar Miftahula Rizqin Nikmatullah Mimi Mulyani Molas Warsi Nugraheni Muhammad Nur Afiq Mukhibatur Rohmah Muktiana, Riski Nabila Ardania Nadivia Nazla Syafa Naila Nihayah Nuha Nur Umara Rafi Permata Sari, Eva Affiananda Pertiwi Juli Astuti Pradana, Tito Yoga Prasetya, Ryan Prihastiwi, Dian Agustina Putri Nugraheni Puspita Qodri Rinjani , Afifah Rahmawati, Fatih Rangga Asmara Rangga Asmara, Rangga Retno Asih Retno Puji Astuti Risma Anjarsari Riyan Prasetyo Rizal, M. Daniel Fahmi Rizky Dian Safitri Roechanatul Janah Rohmat D. S., Heru Nur Rosalia Aisyiah Rahmawati Santika Rahayu Ningsih Savina Ambarini Igayanti Shalima, Irsyadi Shalima, Irsyadi Sisviana, Ety Siti Ngiyatul Lailiyah Tatik Fitri Kuswanti Vindi Fatika Sari Wanda Hibasari Wardani, Hana Tri Wastiana, Wastiana Winasti Rahma Diani Yulia Esti Katrini Yulia Esti Katrini Yundanti, Nandifa Hastha