Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik kimia, mikrob dan daya terima kukis sagu yang diperkaya Spirulina dan rumput laut: Sago cookies enriched with Spirulina and seaweed: chemical, microbial characteristics, and acceptability Pari, Rizfi Faris; Setyaningsih, Iriani; Ramadhan, Wahyu; Tarman, Kustiariyah; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Nurhayati, Tati; Desniar, Desniar; Uju, Uju; Aini, Khusnul
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.44664

Abstract

Kukis merupakan makanan ringan bergluten yang digemari banyak kalangan, dengan kandungan serat dan protein yang rendah. Peningkatan kualitas kukis dengan mengganti terigu menjadi tepung sagu, penambahan Spirulina dan rumput laut merah Eucheuma cottonii dapat mengurangi kadar gluten, meningkatkan kandungan protein dan serat, serta meningkatkan daya tarik. Tujuan penelitian ini menentukan pengaruh penambahan E. cottonii terhadap mutu kukis sagu Spirulina berdasarkan karakteristik kimia, mikrob dan daya terima. Kukis dibuat dengan mencampurkan bahan menggunakan metode creaming (margarin dan gula), whisking (penambahan kuning telur) dan all in (penambahan tepung sagu, Spirulina dan rumput laut). Kukis diuji proksimat, total plate count (TPC), aktivitas air (aw), senyawa bioaktif, angka kecukupan gizi (AKG) dan uji hedonik. Hasil analisis kimia kukis menunjukkan kandungan air dan serat kasar meningkat sebesar 4,32% dan 0,56%. Hasil TPC dalam batas aman berdasarkan SNI (<105). Kukis tergolong makanan kering dengan aw 0,5 dan mengandung senyawa aktif flavonoid, steroid dan saponin. Hasil perhitungan AKG, konsumsi sebanyak 15 g kukis menghasilkan energi total 76 kkal. Hasil penilaian hedonik menunjukkan kukis dengan penambahan E. cottonii dan Spirulina dapat diterima. Secara keseluruhan, penambahan rumput laut dan Spirulina pada kukis meningkatkan gizi dan dapat diterima oleh panelis.
Penapisan senyawa bioaktif antibakteri fungi laut endofit asal Pulau Buton Sulawesi Tenggara: Screening bioactive compounds of marine endophytic fungi as antibacteria from Buton Island, Southeast Sulawesi Isti'anah, Ismi; Tarman, Kustiariyah; Suseno, Sugeng Heri; Nugraha, Roni; Effendi, Irzal
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i7.50489

Abstract

Fungi laut endofit mengandung senyawa bioaktif alami sehingga memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antitumor, antivirus, antikanker, dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi senyawa bioaktif yang dimiliki oleh fungi laut endofit dan aktivitas antibakterinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen Vibrio harveyi. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu isolasi, seleksi, uji antagonis, ekstraksi senyawa aktif, dan uji antibakteri. Isolasi dan seleksi fungi laut endofit dilakukan pada sampel rumput laut dan mangrove yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara menggunakan media potato dextrose agar (PDA). Isolat sebanyak 35 diuji antagonis dengan bakteri patogen Vibrio harveyi dan menghasilkan zona bening yang berkisar antara 2-21 mm. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak isolat fungi laut Aspergillus terreus (WB 1-2) membentuk zona hambat (inhibisi) tertinggi pada bobot 2 mg/mL sebesar 21,8±0,3 mm. Diameter zona hambat ekstrak Aspergillus terreus tersebut lebih besar dibandingkan dengan kloramfenikol (19 mm) yang digunakan sebagai kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa fungi laut endofit A. terreus dapat digunakan sebagai antibakteri alami dalam pencegahan patogen di dalam bidang akuakultur.
Characteristics of carrageenan from seaweed hydrolysis using marine fungi as hard-shell capsule material : Karakteristik karagenan dari hidrolisis rumput laut menggunakan kapang laut sebagai bahan cangkang kapsul keras Tarman, Kustiariyah; Supinah, Pipin; Dewanti, Erika Wahyu; Santoso, Joko; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.51946

Abstract

Karagenan adalah polisakarida dari alga merah yang dapat digunakan sebagai bahan baku cangkang kapsul keras. Karagenan dapat diproduksi melalui metode hidrolisis biologis menggunakan cendawan laut. Bahan yang digunakan untuk memodifikasi karakteristik produk berbasis polisakarida salah satunya adalah gelatin. Interaksi karagenan dan gelatin dipengaruhi oleh karakteristik dan jenis karagenan, serta pemlastis (plasticizer). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik karagenan hasil hidrolisis rumput laut untuk cangkang kapsul keras. Karakteristik fisik dari karagenan yang diproduksi dengan hidrolisis, yaitu rendemen, viskositas, dan kekuatan gel. Cangkang kapsul keras dianalisis dengan menentukan berat kapsul, waktu pemecahan, dan kadar air. Hasil menunjukkan rendemen karagenan 25%, viskositas 45 cP, dan kekuatan gel 175 gf. Karakteristik kimia karagenan, yaitu kadar air 13%, abu 8%, dan tingkat selulosa 8%. Semi refined carrageenan yang diperoleh dari hidrolisis rumput laut yang selanjutnya dipilih dalam pembuatan cangkang kapsul keras. Cangkang kapsul keras yang dihasilkan memiliki karakteristik panjang total 18 mm, panjang kapsul 10 mm, berat 0,9 g, waktu desintegrasi 10 menit, dan kadar air 12%.
ACUTE TOXICITY WATER EXTRACT OF Meretrix meretrix Linnaeus IN VIVO ON SPRAGUE DAWLEY RATS Apriandi, Azwin; Tarman, Kustiariyah; Sugita, Purwantiningsih
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 4 No. 3 (2021): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Meretrix meretrix empirically has been widely believed by the public to a wide variety of health benefits. It is necessary to do an analysis of the level of toxicity of Meretrix meretrix extract. The experiment was carried out extraction sample with water (1;4) (w/v), analysis of acute toxicity Meretrix meretrix extract with the OECD method 403:2009. Based on the results of water extract of Meretrix meretrix no effect on physical observations of test animals with LD50> 15 g/kg BW. Histopathological observation on the liver and kidneys, there is necrosis of the liver cells and some cell degeneration in the kidneys, but on the whole network under normal conditions appropriate control group.
In Vitro Study of Red Betel Leaves as Lymphocyte Cell Proliferator and Colorectal Cancer Cytotoxic Agent in Widr Cells Pratama, Rahadian; Safithri, Mega; Umar, Mutmainnah Agustiawan; Tarman, Kustiariyah
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 5 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v5i3.522

Abstract

Colorectal cancer remains a leading cause of mortality worldwide and is closely linked to the immune system, particularly lymphocytes. This study evaluated the ethyl acetate fraction of red betel (Piper crocatum Ruiz & Pav) leaf ethanol extract for its anticancer activity against WiDr colon cancer cells and its effect on lymphocyte cell proliferation. Using MTT assays, the fraction showed significant WiDr cell inhibition (98.18% ± 1.21% at 500 ppm) and enhanced lymphocyte viability (143.3% ± 19.46% at 20 ppm). These results suggest the ethyl acetate fraction serves both as an effective anticancer agent against WiDr cells and as a promoter of lymphocyte proliferation, offering potential for dual therapeutic application.
Isolation and characterization of collagen from salmon (Salmo salar) skin using papain enzyme: Isolasi dan karakterisasi kolagen dari kulit ikan salmon (Salmo salar) menggunakan enzim papain Afifah, Amalia; Suparno, Ono; Haditjaroko, Liesbetini; Tarman, Kustiariyah; Setiyono, Agus; Nugraha, Aditya Wahyu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i6.53285

Abstract

Kulit ikan salmon merupakan salah satu hasil samping yang dapat diolah menjadi kolagen. Kolagen larut papain (PaSC) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kolagen yang diekstraksi menggunakan kombinasi asam dan enzim papain. PaSC berpotensi menjadi sumber kolagen halal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu ekstraksi dan konsentrasi enzim papain terbaik dalam menghasilkan kolagen kulit ikan salmon berdasarkan persentase rendemen dan sifat kimia. Kulit ikan salmon diekstrak menggunakan kombinasi asam asetat (0,5 M) dan enzim papain (500; 1.000; 1.500 U/mg/g kulit) selama 1; 2; dan 3 jam. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi logam berat, rendemen, asam amino, gugus fungsional, dan berat molekul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi asam asetat konsentrasi 0,5 M dan enzim papain 1.000 U/mg/g selama 2 jam menghasilkan kelarutan kolagen yang maksimal dengan rendemen sebesar 15,38% (bk). Kolagen PaSC kulit ikan salmon terdeteksi memiliki asam amino prolin, glisin, dan arginin. Distribusi berat molekul kolagen berada pada rentang 20-142 kDa. Struktur triple helix kolagen tidak mengalami perubahan selama proses ekstraksi berdasarkan analisis FTIR.
Near-Infrared Genggam untuk Penilaian Mutu Minyak Ikan dari Mata Tuna Beku Riyanto, Bambang; Tarman, Kustiariyah; Trilaksini, Wini; Pratiwi, Ghina Eka
Akuatika Indonesia Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v9i1.48406

Abstract

Mutu minyak ikan kaya docosahexaenoic acid (DHA) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan bahan baku mata tuna. Penanganan dan penyimpanan beku mata tuna masih dihadapkan pada kondisi yang belum optimal dan membutuhkan kepraktisan akan analisis terhadap kandungan minyak ikan. Near-infrared (NIRS) genggam menjadi alternatif potensial dalam menganalisis minyak ikan seiring perkembangan perangkat seluler modern. Tujuan penelitian adalah menentukan mutu (asam lemak bebas, bilangan peroksida) dan kandungan asam lemak minyak ikan dari mata tuna dengan kondisi penyimpanan beku menggunakan NIRS genggam. Penelitian mencakup penentuan karakteristik mata tuna pada kondisi penyimpanan beku, dilanjutkan dengan ekstraksi dan analisis mutu (asam lemak bebas, bilangan peroksida) serta kandungan asam lemak minyak ikan. Data yang diperoleh dikorelasikan dengan spektrum NIRS gengam menggunakan model kuadrat terkecil parsial (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak ikan pada penyimpanan beku mata tuna 6 bulan adalah 8,39±3,47 % dan 180,3±13,31 mEq O2/kg, sementara pada penyimpanan beku 12 bulan adalah 3,43±0,69% dan 149,9±30,59 mEq O2/kg. Kandungan DHA minyak ikan pada kondisi penyimpanan beku mata tuna masihtetap tinggi, yaitu 25,49±0,03 % dan 26,16±1,30 %. Near-infrared genggam memberikan penilaian dan informasi relevan terhadap mutu minyak ikan dari kondisi penyimpanan beku mata tuna, sebagaimana ditunjukkan dengan nilai korelasi R2-Pearson DHA dan EPA, yaitu 0,98, serta nilai root mean squared error-RMSE untuk kalibrasi DHA adalah 0,08 dan EPA 0,02, sedangkan RMSE validasi DHA adalah 0,12 dan EPA 0,04.
Supplementation of Nodulisporium sp. KT29 induced by Vibrio harveyi as an immunostimulant for controlling vibriosis in vannamei white shrimp under marine culture system Wahjuningrum, Dinamella; Efianda, Teuku Reza; Tarman, Kustiariyah; Yuhana, Munti; Effendi, Irzal; Saputra, Fazril
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 19 No. 2 (2020): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.19.2.95-105

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of Nodulisporium sp. KT29 supplementation with variousVibrio harveyi induction in feed against vibriosis in vannamei white shrimp. The study design included KP (positivecontrol without supplementation Nodulisporium sp. KT29 and infected with V. harveyi), KN (negative controlswithout Nodulisporium sp. KT29 and infected with physiological solution), NT (treatment of supplementationNodulisporium sp KT29 20 mL/kg and infected with V. harveyi), NM (treatment of supplementation testNodulisporium sp. KT29 induction of V. harveyi dead cell 20 mL/kg and infected V. harveyi), NH (treatment ofsupplementation Nodulisporium sp. KT29 induction of V. harveyi live cell 20 mL/kg and infected with V. harveyi).The study parameters included inhibition zone, resistance, immune responses, and hemolim glucose. The resultsshowed Nodulisporium sp. KT29 with induction treatment raised antibacterial activity with best treatment of NMand NH (P<0.05). The results of V. harveyi infection resistance presented NM treatment of 20 mL/kg increasesurvival in vannamei shrimp reached 72.2% (P<0.05). In addition, the same treatment increase the immuneresponse activity and decrease the activity of hemolim glucose. It could be concluded that providing NM 20 mLtreatment boosted the resistance and the immune system in vaname shrimp to control vibriosis reared at the sea.Keywords: antibacterial, β-glucan, induced, Nodulisporium sp. KT29, Vibrio harveyi ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi efektivitas suplementasi Nodulisporium sp. KT29 dengan berbagai perlakuaninduksi Vibrio harveyi dalam pakan terhadap pengendalian vibriosis pada udang vaname yang dibudidayakan dilaut. Rancangan penelitian meliputi KP (kontrol positif tanpa suplementasi Nodulisporium sp. KT29 dan diinfeksiV. harveyi), KN (kontrol negatif tanpa Nodulisporium sp. KT29 dan diinfeksi larutan fisiologis), NT (perlakuanuji suplementasi Nodulisporium sp. KT29 20 mL/kg dan diinfeksi V. harveyi), NM (perlakuan uji suplementasiNodulisporium sp. KT29 diinduksi sel mati V. harveyi 20 mL/kg dan diinfeksi V. harveyi), NH (perlakuan ujisuplementasi Nodulisporium sp. KT29 induksi sel hidup V. harveyi 20 mL/kg dan diinfeksi V. harveyi). Parameterpenelitian meliputi zona hambat, resistensi, respons imun, dan glukosa hemolim. Hasil penelitian menunjukkanNodulisporium sp. KT29 dengan perlakuan induksi dapat meningkatkan aktivitas antibakteri dengan perlakuanterbaik NM dan NH (P<0.05). Hasil pengamatan resistensi infeksi V. harveyi menunjukkan perlakuan NM 20 mL/kg dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada udang vaname mencapai 72.2% (P<0.05). Perlakuan yang samajuga meningkatkan respons imun dan menurunkan aktivitas glukosa hemolim. Disimpulkan bahwa pemberianNM 20 mL dapat meningkatkan resistensi dan sistem imun udang vaname terhadap pengendalian vibriosis di laut.Kata kunci : antibakteri, β-glucan, induksi, Nodulisporium sp. KT29, Vibrio harveyi,
Antioxidant activities from different parts of Sargassum polycystum thalli through ultrasound-assisted extraction (UAE) method Sumandiarsa, I Ketut; Hamida, Nurul; Santoso, Joko; Tarman, Kustiariyah
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 2 (2022): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.2.907

Abstract

Sargassum polycystum is well known as macroalgae that contain active compounds with great function as antioxidants. The antioxidants content of the seaweed has links closely to phenolic compounds. The study is aimed to determine active compound quality from different thalli parts of S. polycystum extracted by Ultra-sound-assisted extraction (UAE). Fresh samples were prepared into three parts, which are apical, middle, and base thallus. Extraction was carried out by ultrasonication method and using 90% acetone as solvent. Levels of total phenols were analyzed using the Reagent Folin-Ciocalteu. Antioxidant activities were analyzed using DPPH, FRAP, and CUPRAC methods. The highest total phenolic content was found at the apical of the thallus, about 875.64 mg GAE/g. The most excellent DPPH antioxidant activities in S. polycystum were found from the apical part of the thallus with an IC 50 value of 38.49 ppm. The FRAP and CUPRAC antioxidant’s capacity showed the highest in the apical part of the thallus, which was 989.93 mol Fe (II)/g and 555.52 µmol Trolox/g, respectively. The extraction results of different parts of the thallus show highly potent active compounds of alkaloids, steroids, phenols, flavonoids, and potent antioxidants activity.Keywords: antioxidants, phytochemical, ultrasonication, S. polycystum 
ACUTE TOXICITY WATER EXTRACT OF Meretrix meretrix Linnaeus IN VIVO ON SPRAGUE DAWLEY RATS Apriandi, Azwin; Tarman, Kustiariyah; Sugita, Purwantiningsi
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 4 No. 3 (2021): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Meretrix meretrix empirically has been widely believed by the public to a wide variety of health benefits. It is necessary to do an analysis of the level of toxicity of Meretrix meretrix extract. The experiment was carried out extraction sample with water (1;4) (w/v), analysis of acute toxicity Meretrix meretrix extract with the OECD method 403:2009. Based on the results of water extract of Meretrix meretrix no effect on physical observations of test animals with LD50> 15 g/kg BW. Histopathological observation on the liver and kidneys, there is necrosis of the liver cells and some cell degeneration in the kidneys, but on the whole network under normal conditions appropriate control group.
Co-Authors - - nurjanah A. Alhana A. Zaenal Mustopa Abdul Basir Aditya Wahyu Nugraha Afifah, Amalia Afriani, Afriani Agus Sabdono Agus Setiyono Agus Trianto Ahmad Fauzan Lubis Aini, Khusnul anak agung putu ayu puspita negara Anisa Gianti Zhafira Anita Ervina Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Apriandi, Azwin Arafah, Purnama Arivai Santosae, Zacky Aulia Andhikawati Bambang Riyanto Bugi Ratno Budiarto Bustami Ibrahim Büyükateş, Yeşim Desniar - - Dewanti, Erika Wahyu Dinamella Wahjuningrum dita aguistina barus Dwi Safitri Dwicesaria, Maheswari Alfira Efi Toding Tondok Efianda, Teuku Reza Ekowati Chasanah Endar Marraskuranto Fahri Sinulingga Hamida, Nurul Hana Nurullita Prestisia Hartoyo Notonegoro Hartoyo Notonegoro Hawis H Madduppa Heder Djamaludin HEDI INDRA JANUAR Hedi Indra Januar Hendra Susanto Hidayati, Aulia Imanniar Yuta Ellana Dittama Imra Imra Iriani Setyaningsih Irzal Effendi Isti'anah, Ismi Jae-Kwan Hwang Joko Santoso Juno, Bintang Diva Kartika, Hanin Bela Khairul, Fitriah La Ode Fitradiansyah Liesbetini Haditjaroko Mada Triandala Sibero Mada Triandala Sibero Mala Nurilmala Manguntungi, Baso Maulidiani, Maulidiani Mega Safithri Meydia Meydia Meydia Meydia Meydia Mita Gebriella Inthe Mohammad Rofiqi Muhammad Arief Budiman Muhammad Nursid Muhammad Nursid Muhammad Sujatmiko Munandar, Aris MUNTI YUHANA N. Nurjanah Nabila Ukhty Neni Widowati Nguyen, Tien-Thanh Novriyandi Hanif Nurazizah, Mirah Afiza Nurjanah Nurjanah Nurul Mutia Putram Nurzakiah Nurzakiah Nurzakiah Nurzakiah Ocky Karna Radjasa Ono Suparno Pari, Rizfi Faris Pipih Suptijah Pipih Suptijah Pipih Suptijah Pratiwi, Ghina Eka Prayoga Pannindriya Prayoga Pannindrya Purwantiningsih Sugita putri, R Marwita Sari PUTRIANA SARI SIRAIT Putu Kristiani Kalontong R. Marwita Sari Putri R. Marwita Sari Putri Rahadian Pratama Riviani Riviani Roni Nugraha safrina dyah hardiningtyas Sahara, Rita Santosae, Zacky Arivai Saputra, Rahadita Maura Amanda Sari Putri, R. Marwita Sibero, Mada Triandala Sihono Sihono Silitonga, Ria Gusharani Sofyana, Neng Tanty Sri Hariati Sri Novita Sagita Sri Purwaningsih Sugeng Heri Suseno Sugita, Purwantiningsi Sumandiarsa, I Ketut Supinah, Pipin Susanto, Hendra Swestri Utami Syafiqoh, Nur Syam, Nur Asmasari TATI NURHAYATI Taufik Indarmawan Tiara Fitri Erinanda Tiara Ulfa Bachtiarini Tiftazani, M. Haekal Trilaksini, Wini Uju Uju Uju Umar, Mutmainnah Agustiawan Vepryany Oktaviarty Vitriyanna Mutiara Yuhendri Wahyu Ramadhan Widiarsyah, Farel Widodo Widodo Wini - Trilaksani Wong, Chen Wai Woro Hastuti Setyantini Wulandari Wulandari Yanti Fajarwati Yogiara Yogiara Yulia Oktavia Yusro Nuri Fawzya Zafira Khoirunnisa