Claim Missing Document
Check
Articles

Isolasi heparin dari jeroan ikan tuna (Thunnus sp.) : Isolation of heparin from tuna viscera (Thunnus sp.) Hardiningtyas, Safrina Dyah; Kartika, Hanin Bela; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46634

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditas penting Indonesia dengan nilai produksi yang meningkat setiap tahun. Pengolahan ikan tuna menghasilkan limbah 50-70%. Jeroan merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biomaterial baru, contohnya heparin. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan komponen heparin dari beberapa bagian jeroan ikan tuna, yaitu hati, lambung, usus dan sekum pilorus. Ekstraksi heparin dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan enzim papain. Ekstrak kasar heparin dipurifikasi lebih lanjut dengan fraksinasi aseton. Gugus fungsi heparin murni dianalisis menggunakan FTIR spektrofotometer dan kandungan heparin ditentukan menggunakan sulfate GAG assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usus dan sekum pilorus menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 0,66±0,06% dengan kandungan heparin 43%. Heparin murni dari jeroan ikan tuna memiliki gugus fungsi penciri senyawa heparin, yaitu karboksil, asetil, hidroksil, siklus ester, dan atom N tersulfasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jeroan ikan tuna dapat menjadi alternatif sumber heparin.
Eksplorasi aktivitas enzimatik dari fungi endofit laut serta aplikasinya untuk hidrolisis kitosan: Exploration of enzymatic activity of marine endophyte fungi and its application for chitosan hydrolysis Budiman, Muhammad Arief; Tarman, Kustiariyah; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Nurazizah, Mirah Afiza
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i11.58419

Abstract

Fungi endofit laut merupakan fungi yang berasosiasi dengan jaringan organisme laut, yaitu rumput laut, koral, lamun, bunga karang maupun sedimen di lingkungan laut. Fungi dapat memproduksi metabolit sekunder berupa senyawa enzim ekstraseluler, di antaranya selulase, amilase, pektinase, kitosanase, lipase, maupun protease. Penelitian ini bertujuan menentukan potensi isolat fungi endofit berdasarkan aktivitas kitosanolitik, selulolitik, dan proteolitik untuk mendegradasi kitosan. Isolat fungi endofit laut diisolasi dari jaringan rumput laut, lamun, dan mangrove dari perairan Sukabumi dan Kepulauan Buton, Indonesia. Fungi sebanyak 20 isolat dilakukan penapisan aktivitas enzimatik (kitosanolitik, selulolitik, dan proteolitik) dengan metode difusi agar untuk mengetahui diameter zona bening yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dengan menginokulasi isolat ke media hidrolisis yang berisi koloidal kitosan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan 12 isolat memiliki aktivitas kitosanolitik, 8 isolat selulolitik, dan 10 isolat proteolitik. Lima isolat memiliki aktivitas terhadap semua aktivitas enzimatik yang diuji. Dua isolat dengan kode KVA dan BM48A memiliki diamater zona bening kitosanolitik tertinggi. Kedua isolat tersebut diidentifikasi melalui DNA Barcoding sebagai spesies dengan galur Trichoderma harzianum KTR3 dan Aspergillus sydowii KTR50. Rendemen hidrolisat kitosan yang dihidrolisis menggunakan isolat T. harzianum KTR3 dan A. sydowii KTR50 7,44% dan 6,74%. Nilai viskositas yang dihidrolisis menggunakan isolat T. harzianum KTR3 dan A. sydowii KTR50 berturut-turut 21,10 cP dan 9,26 cP serta nilai bobot molekul 9,06 kDa dan 4,47 kDa. Aktivitas enzimatik yang dihasilkan oleh isolat fungi endofit laut memiliki kemampuan dalam mendegradasi kitosan, hal ini dibuktikan dengan terjadinya penurunan nilai viskositas dan bobot molekul kitosan.
ISOLATION OF ENDOPHYTIC FUNGI FROM THE COASTAL PLANT TERONG PUNGO (Solanum sp.) AND ITS ANTIBACTERIAL ACTIVITY AGAINST ORAL PATHOGENIC BACTERIA Ukhty, Nabila; Tarman, Kustiariyah; Setyaningsih, Iriani
BIOTROPIA Vol. 24 No. 1 (2017): BIOTROPIA Vol. 24 No. 1 April 2017
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.552 KB) | DOI: 10.11598/btb.2017.24.1.453

Abstract

Coastal plant locally known as terong pungo (Solanum sp.) was used by Aceh community as traditional medicine for toothache. The objectives of this study were to isolate endophytic fungi from the leaves of terong pungo and determine the antibacterial activity of the fungi against bacteria causing dental caries and infection. Eight endophytic fungi were isolated. Antagonism test among the isolates was performed to select the most dominant fungus. TP6 was the selected fungus based on the antagonism assay. Crude extracts of the fungus were macerated from the culture broth using ethyl acetate. The strongest antibacterial activity of the extracts was obtained when the fungus was at 12 days of cultivation. The fungal crude extract was strongly active against Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa with inhibition zone diameter of 20, 21 and 23 mm, respectively.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF RED PIGMENT ISOLATED FROM COASTAL ENDOPHYTIC FUNGI AGAINST MULTI-DRUG RESISTANT BACTERIA Sibero, Mada Triandala; Sahara, Rita; Syafiqoh, Nur; Tarman, Kustiariyah
BIOTROPIA Vol. 24 No. 2 (2017): BIOTROPIA Vol. 24 No. 2 August 2017
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5168.756 KB) | DOI: 10.11598/btb.2017.24.2.725

Abstract

Multidrug-resistant (MDR) bacterial infections have become a serious problem for the last several decades. To solve this issue, the finding of new antibiotic candidates is an urgency. Natural pigment is known to have biological activity against pathogenic bacteria. Coastal fungi are an unexplored source of natural pigment to fight MDR bacteria. This research was aimed to isolate coastal endophytic fungi from smooth ant plant (Hydnophytum formicarum), to screen endophytic fungi that produce red pigment, to extract the red pigment, to determine antibacterial activity of the red pigment, and to identify the coastal endophytic fungi producing the red pigment. In this study, seven fungi were isolated as endophytic fungi from H. formicarum. There were three isolates that produced extracellular pigment, i.e., RS 1A produced red pigment, RS 3 produced black pigment, and RS 6A produced yellow pigment. Our study focused on the red pigment which was produced by endophytic fungus strain RS 1A. The yield of red pigment was 8.8657% (w/w). This study showed that red pigment had antibacterial activity against Escherichia coli, Acinetobacter baumannii, and Proteus mirabilis strain MDR. Based on molecular and morphological identification, the endophytic fungus strain RS 1A was identified as Aspergillus versicolor.
Bioprospecting Marine Endophytic Fungi from Buton Island: Antibacterial Activity and Cellulase Production for Sustainable Blue Economy Isti'anah, Ismi -; Tarman, Kustiariyah; Lee, Wen-Chien; Suseno, Sugeng Heri; Nugraha, Roni; Effendi, Irzal; Nurbayasari, Rodiah; Maulana, Riyan
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 3 (2025): December 2025
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.1024

Abstract

Marine-derived endophytic fungi represent an underexplored reservoir of biologically active metabolites and enzymes with industrial relevance. This study investigated the fungal diversity associated with seaweed, seagrass, and mangrove leaf tissues collected from Buton Island, Southeast Sulawesi, with particular emphasis on antibacterial properties and cellulolytic activity. Thirty-two fungal isolates were successfully recovered and characterized based on morphological features. Antibacterial assays against Vibrio harveyi showed that several isolates, notably WB 1-2, WB 6-2, and SM 27-2, produced clear inhibition zones ranging from 11 to 13 mm, demonstrating notable antibacterial efficacy. Among all isolates, Aspergillus terreus (WB 1-2) exhibited the highest cellulase activity and was therefore selected for further enzymatic evaluation. The crude cellulase displayed maximum activity at pH 4 and a temperature of 70 °C. Hydrolysis products were qualitatively analyzed using HPLC, confirming the presence of glucose. These results highlight the dual potential of marine endophytic fungi as sources of antibacterial agents and thermostable cellulases. This work lays the groundwork for future development of eco-friendly enzyme production and marine-based antimicrobial resources, supporting sustainable biotechnological innovation within the blue economy framework.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BAKAU APIAPI PUTIH (Avicennia marina) DENGAN METODE BERBEDA Nurwulan, Afrida; Sri Purwaningsih; Kustiariyah Tarman
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/d956qn48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia, hasil skrining fitokimia, dan aktivitas antioksidan ekstrak buah bakau api-api putih (Avicennia marina). Analisis komposisi kimia meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan metode ekstraksi dan dua kali ulangan, yaitu metode maserasi menggunakan etanol 70% dan metode perebusan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi memberikan perbedaan rendemen yang signifikan. Rendemen ekstraksi dengan metode perebusan lebih tinggi dibandingkan metode maserasi, masing-masing sebesar 45,07 ± 0,50% dan 7,50 ± 0,21%. Komposisi kimia buah api-api putih menunjukkan bahwa kadar karbohidrat merupakan komponen tertinggi dibandingkan kadar air, abu, protein, dan lemak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode ekstraksi tidak berbeda nyata dan sama-sama mengandung senyawa alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk menentukan nilai IC₅₀. Ekstrak hasil maserasi menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 59,58 ± 8,62 ppm, sedangkan metode perebusan sebesar 80,09 ± 6,70 ppm. Nilai IC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan kuat. 
Pelatihan Pembuatan Yoghurt diperkaya Spirulina dan Karaginan untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Biru di Kabupaten Malang Tarman, Kustiariyah; Setyaningsih, Iriani; Santoso, Joko; Adrianto, Luky; Suseno, Sugeng Heri; Isnaini, Cahyuning; Adelia, Shelika; Santosa, Zacky A; Hardiningtyas, Safrina D
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.46431

Abstract

Ganggang laut makro atau rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan utama Indonesia. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai penghasil karaginan telah dibudidayakan secara luas di perairan Indonesia. Mikroalga Spirulina yang dikenal sebagai superfood juga telah dibudidayakan secara massal. Namun demikian, penggunaan kedua bahan tersebut dalam produk yoghurt masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan diversifikasi yoghurt lokal di Kabupaten Malang melalui fortifikasi Spirulina dan karaginan. Kabupaten Malang merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur, namun pengembangan produk turunannya masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik kepada 35 peserta yang berasal dari kelompok peternak sapi perah, penyuluh, guru SMK, dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan skor pemahaman dari 96.47% menjadi 99.50%. Fortifikasi Spirulina dan karaginan dapat menambah nilai gizi, meningkatkan viskositas, dan memberikan keunggulan organoleptik pada produk yoghurt. Produk ini berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadi komoditas ekonomi desa yang berkelanjutan dalam kerangka ekonomi biru, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut oleh pemerintah daerah setempat.  
Co-Authors - - nurjanah A. Alhana A. Zaenal Mustopa Abdul Basir Adelia, Shelika Aditya Wahyu Nugraha Afifah, Amalia Afriani, Afriani Agus Sabdono Agus Setiyono Agus Trianto Ahmad Fauzan Lubis Aini, Khusnul anak agung putu ayu puspita negara Anisa Gianti Zhafira Anita Ervina Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Apriandi, Azwin Arafah, Purnama Arivai Santosae, Zacky Aulia Andhikawati Bambang Riyanto Bugi Ratno Budiarto Bustami Ibrahim Büyükateş, Yeşim Cahyuning Isnaini, Cahyuning Desniar - - Dewanti, Erika Wahyu Dinamella Wahjuningrum dita aguistina barus Dwi Safitri Dwicesaria, Maheswari Alfira Efi Toding Tondok Efianda, Teuku Reza Ekowati Chasanah Endar Marraskuranto Fahri Sinulingga Hamida, Nurul Hana Nurullita Prestisia Hardiningtyas, Safrina D Hartoyo Notonegoro Hartoyo Notonegoro Hawis H Madduppa Heder Djamaludin Hedi Indra Januar HEDI INDRA JANUAR Hendra Susanto Hidayati, Aulia Imanniar Yuta Ellana Dittama Imra Imra Iriani Setyaningsih Irzal Effendi Isti'anah, Ismi Isti'anah, Ismi - Jae-Kwan Hwang Joko Santoso Juno, Bintang Diva Kartika, Hanin Bela Khairul, Fitriah La Ode Fitradiansyah Lee, Wen-Chien Liesbetini Haditjaroko Luky Adrianto Mada Triandala Sibero Mada Triandala Sibero Mala Nurilmala Manguntungi, Baso Maulidiani, Maulidiani Mega Safithri Meydia Meydia Meydia Meydia Meydia Mita Gebriella Inthe Mohammad Rofiqi Muhammad Arief Budiman Muhammad Nursid Muhammad Nursid Muhammad Sujatmiko Munandar, Aris MUNTI YUHANA N. Nurjanah Nabila Ukhty Neni Widowati Nguyen, Tien-Thanh Novriyandi Hanif Nurazizah, Mirah Afiza Nurbayasari, Rodiah Nurjanah Nurjanah Nurul Mutia Putram Nurwulan, Afrida Nurzakiah Nurzakiah Nurzakiah Nurzakiah Ocky Karna Radjasa Ono Suparno Pari, Rizfi Faris Pipih Suptijah Pipih Suptijah Pipih Suptijah Pratiwi, Ghina Eka Prayoga Pannindriya Prayoga Pannindrya Purwantiningsih Sugita putri, R Marwita Sari PUTRIANA SARI SIRAIT Putu Kristiani Kalontong R. Marwita Sari Putri R. Marwita Sari Putri Rahadian Pratama Riviani Riviani Riyan Maulana Roni Nugraha safrina dyah hardiningtyas Sahara, Rita Santosa, Zacky A Santosae, Zacky Arivai Saputra, Rahadita Maura Amanda Sari Putri, R. Marwita Sibero, Mada Triandala Sihono Sihono Silitonga, Ria Gusharani Sofyana, Neng Tanty Sri Hariati Sri Novita Sagita Sri Purwaningsih Sugeng Heri Suseno Sugita, Purwantiningsi Sumandiarsa, I Ketut Supinah, Pipin Susanto, Hendra Swestri Utami Syafiqoh, Nur Syam, Nur Asmasari TATI NURHAYATI Taufik Indarmawan Tiara Fitri Erinanda Tiara Ulfa Bachtiarini Tiftazani, M. Haekal Trilaksini, Wini Uju Uju Uju Umar, Mutmainnah Agustiawan Vepryany Oktaviarty Vitriyanna Mutiara Yuhendri Wahyu Ramadhan Widiarsyah, Farel Widodo Widodo Wini - Trilaksani Wong, Chen Wai Woro Hastuti Setyantini Wulandari Wulandari Yanti Fajarwati Yogiara Yogiara Yulia Oktavia Yusro Nuri Fawzya Zafira Khoirunnisa