Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Family Support and Women's Readiness to Face Menopause Layli Nur Aulia; Dewi Dolifah; Amanda Puspanditaning Sejati
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.960

Abstract

Background & Objective: Menopause is a natural stage in a woman's life characterized by the permanent cessation of menstruation due to decreased ovarian function. This phase often causes various changes, both physically, psychologically, and emotionally, which can lead to discomfort for women. This study aims to examine the relationship between family support and women's readiness to face menopause. Method: This research is a quantitative study with a correlational analytic design. The research population consisted of women aged 45–55 years, with a sample size of 82 respondents selected using cluster sampling technique. The research instruments included a family support questionnaire by Nursalam, which had been declared valid (r table 0.336) and reliable (Cronbach’s Alpha 0.9453), as well as a questionnaire on women's readiness for menopause adapted from Agustina, which had been declared valid (r table 0.361) and reliable (Cronbach’s Alpha 0.886). The data were presented in the form of frequency distribution through univariate analysis and analyzed bivariately using the Spearman Rank test. Result: The study results indicate a significant relationship between family support and women's readiness to face menopause, with a correlation coefficient of 0.406 and a p-value <0.001, showing a moderate strength and a positive direction of the relationship. Conclusion: These findings indicate that the higher the family support provided, especially instrumental and emotional support, the better a woman's readiness to face menopause.
The Relationship Between Social Support And Independence Among Adolescents At The Bandung Salvation Army Orphanage Veronica Ishabela Romaulytua Rajagukguk; Dewi Dolifah; Amanda Puspanditaning Sejati
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.965

Abstract

Background & Objective: This study was motivated by the importance of social support as a key predictor of adolescent independence, particularly in orphanages. The aim was to empirically test the relationship between perceived social support and the level of independence among adolescents at the Bandung Salvation Army Orphanage. Method: The research employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population included all adolescent residents, and the total sampling technique was used, yielding a sample size of 33 respondents. Data collection utilized Likert scale questionnaires, consisting of 38 items for social support and 15 items for adolescent independence. Data analysis included Univariate analysis for descriptive statistics and Bivariate analysis using the Spearman’s rho correlation test to examine the hypothesis. Result: Univariate results indicated that the majority of adolescents reported experiencing insufficient social support (Not Supporting category), with the most pronounced deficit in appraisal support. Correspondingly, the overall level of adolescent independence skewed toward the Not Independent category. The bivariate analysis confirmed a highly significant positive relationship between social support and adolescent independence, evidenced by a significance value of p<0.001. Conclusion: that social support is statistically and significantly correlated with adolescent independence in the orphanage setting. Therefore, improving the quality of social support, especially appraisal support, is essential for optimizing the development of adolescent autonomy and self-reliance.
OPTIMALISASI PERAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PROGRAM PELATIHAN COMMUNITY MENTAL HEALTH NURSING (CMHN) Reni Nuryani; Dewi Dolifah; Ayu Prameswari Kusuma Astuti; Popi Sopiah; Sri Wulan Lindasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1276-1285

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat seperti mengalami perubahan reaksi emosional berupa ketakutan akan penularan, perasaan stigmatisasi, kesepian, kebosanan, kemarahan, kegelisahan, kecemasan dan rasa ketidakpastian. Semakin seseorang merasa cemas yang berlebihan maka kekebalan tubuh  menurun dan bila tidak segera diatasi akan berdampak terjadinya masalah kesehatan jiwa yang lebih berat sehingga diperlukan upaya promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi secara menyeluruh untuk mempertahankan kesehatan jiwa melalui pelayanan kesehatan jiwa masyarakat oleh perawat puskesmas sebagai pemberi pelayanan primer. Kualitas pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menjalankan peran perawat pemegang program kesehatan jiwa dapat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan jiwa di masayrakat sehingga perlu dilakukan pelatihan tentang peran perawat dalam pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat puskesmas dalam memberikan pelayanan keperawatan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang meliputi: kemampuan manajemen pelayanan keperawatan kesehatan jiwa komunitas dan pemberian asuhan keperawatan kesehatan jiwa komunitas pada masa pandemik Covid 19. Metodelogi yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan model Community Mental Health Nursing (CMHN), dilakukan dengan cara daring selama 2 hari dan 1 hari pendampingan praktek lapangan dengan luring kepada 36 perawat pemegang program kesehatan jiwa Se-Kabupaten Sumedang serta dilakukan 3 kali monitoring dan evaluasi. Hasil yang ditemukan dalam kegiatan ini terlaksananya kegiatan pelatihan dan pendampingan CMHN pada perawat puskesmas, adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata skor 20 dan kemampuan perawat puskesmas dalam melakukan manajemen pelayanan kesehatan jiwa sebesar 25. Perawat dapat menerapkan program CMHN.
Hubungan Kebiasaan Menonton Video Mukbang dengan Tingkat Hedonic Hunger Pada Mahasiswa Keperawatan Syfa Dini NurFadilah; Dewi Dolifah; Heri Ridwan
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1366

Abstract

Perkembangan media digital mendorong perubahan cara individu berinteraksi dengan makanan, termasuk melalui konten mukbang yang semakin populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan kebiasaan menonton video mukbang dengan tingkat hedonic hunger pada mahasiswa keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuantitatif dengan desain cross sectional dengan melibatkan 344 mahasiswa keperawatan dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Kebiasaan Menonton Video Mukbang dan Kuesioner The Power of Food Scale (PFS), serta dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 344 responden, dalam kebiasaan menonton video mukbang sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 208 responden (60,47%). Tingkat hedonic hunger sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 186 responden (54,07%). Berdasarkan uji korelasi Pearson diperoleh p-value sebesar p < 0,001 (<0,005) menunjukkan ada hubungan kebiasaan menonton video mukbang dengan tingkat hedonic hunger pada mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi terkait perilaku makan di kalangan mahasiswa.
Hubungan Intensitas Kunjungan Lansia Ke Posbindu Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Licin Dea Vega Pradipta; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1383

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan sering tidak terdeteksi karena muncul tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan kesehatan secara teratur menjadi penting untuk mencegah komplikasi. Pos Pembinaan Terpadu berperan sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menyediakan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas kunjungan lansia ke Pos Pembinaan Terpadu, menggambarkan kejadian hipertensi, serta menganalisis hubungan antara intensitas kunjungan dengan kejadian hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 93 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari catatan Pos Pembinaan Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan secara teratur (61,3%) dan sebagian besar lansia mengalami hipertensi berdasarkan hasil catatan pemeriksaan terbaru (52.7%), meskipun sebelumnya 60.2% melaporkan tidak memiliki riwayat hipertensi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas kunjungan dan kejadian hipertensi dengan nilai p kurang dari 0.001. Lansia yang tidak rutin berkunjung memiliki peluang lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang rutin melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunjungan rutin ke Pos Pembinaan Terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi. .
Hubungan Lama Menderita Hipertensi dengan Tingkat Fatigue pada Lansia Windy Julyantini Zulfa; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.878

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan dapat menimbulkan kelelahan (fatigue) yang berdampak pada kualitas hidup. Bukti mengenai hubungan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan pada lansia di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tersebut pada lansia di Desa Licin, Sumedang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Tingkat kelelahan diukur dengan Fatigue Severity Scale (FSS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada populasi lansia dengan seluruh item dinyatakan valid serta nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,966, sedangkan durasi hipertensi dikategorikan menjadi <5 tahun, 5–10 tahun, dan >10 tahun . Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengalami hipertensi kurang dari lima tahun dan memiliki tingkat kelelahan kategori ringan menuju sedang. Analisis statistik menemukan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan (ρ = 0,868; p < 0,001). Semakin lama seseorang menderita hipertensi, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialaminya.
Hubungan Dukungan Informasional Keluarga dengan Motivasi Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMAN 1 Sukatani Kabupaten Bekasi Rimba Aprillia Asmara; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v8i1.21999

Abstract

Iron deficiency anemia among adolescent girls affects physical health, learning concentration, and academic achievement, while adherence to iron supplement tablet consumption remains low. This study aimed to analyze the association between family informational support and the motivation of adolescent girls to consume iron supplement tablets. This quantitative study employed a correlational design with a cross-sectional approach and was conducted at SMAN 1 Sukatani, Bekasi Regency, involving 215 students selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using two Likert-scale questionnaires, each consisting of 20 items measuring family informational support and motivation to consume iron supplement tablets. Data analysis included univariate analysis and Spearman’s rho correlation test. The results showed that 61.86% of respondents had low levels of family informational support, and 63.72% had moderate motivation to consume iron supplement tablets. Spearman’s rho analysis yielded a correlation coefficient of r = 0.665 with p < 0.001, indicating a strong and significant positive association between family informational support and motivation to consume iron supplement tablets. The study concludes that family informational support plays an important role in enhancing adolescent girls’ motivation to consume iron supplement tablets. The implications highlight the need to strengthen family-based health education through accurate and consistent information delivery, as well as enhancing collaboration between schools, health personnel, and parents to improve adherence to iron supplement tablet consumption.
Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seksual pada Remaja Pertengahan Delli Yuliana Rahmat; Dewi Dolifah; Diding Kelana Setiadi
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.14759

Abstract

Reproductive health literacy is an individual's ability to access, understand, assess, and apply information regarding reproductive functions and processes, which is expected to influence adolescent sexual behavior. This study aimed to determine the relationship between reproductive health literacy and the sexual behavior of middle adolescents. A quantitative research design with a correlational approach was employed, involving 137 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using validated and reliable Likert-scale questionnaires for reproductive health literacy and sexual behavior. Data analysis was performed using the Fisher’s Exact Test. The results indicated that the majority of respondents possessed good reproductive health literacy (85.4%), while only a small percentage reported engaging in sexual behavior (1.5%). Statistical analysis yielded a p-value of 0.272 (p > 0.05). In conclusion, there is no significant relationship between reproductive health literacy and the sexual behavior of middle adolescents at SMA N 1 Cimalaka. Efforts to prevent risky sexual behavior include strengthening family roles, providing counseling, fostering positive social environments, monitoring media use, and encouraging participation in organized activities, sports, arts, and religious programs. Limitations of this study include a design that cannot establish causality and an imbalanced data distribution that may influence the analysis.
Co-Authors Agustin, Salma Fajrian Ahmad Purnama Hoedaya Ahmad Purnama Hoedaya Ahmad Purnama Hoedaya Aini, Yasinta Nurul Aisyah Mulyanti Akhmad Faozi AKHMAD FAOZI Amanda Puspanditaning Sejati Amanda Puspanditaning Sejati Amelia, Lienji Anissa Ayuningsih Anita Natasya Anugrah, Rikman Ashari, Oky Ayu Prameswari Ayu Prameswari Kusuma Astuti Ayu Prameswari Kusuma Astuti Azzahirah, Meutya Nabilah Berlian Meirawati Cahyani, Tasya Ergian De Intan Fitria Dea Vega Pradipta Della Afrilliani Sutaryo Delli Yuliana Rahmat Delli Yuliana Rahmat Diding Kelana Setiadi Diding Kelana Setiadi Fadilah Siti Nurwahyuni Febriana, Linda Fitria, De Intan Hani Siti Hasifa Haryeti, Popon Helmi Akmal Fauzan Hikmat Pramajati Hoedaya, Ahmad Purnama Iman Yazid Abdillah Intan Tarlina Azahra Ira Apriani Nurbaeti Iyos Sutresna Jeje Jajuli Khoirunnisa Nabilatun Rofifah Kurnia, Ai Layli Nur Aulia Lindayani, Emi Marni Siti Nuradha Mazaya, Betsy Elisse Megasari Megasari Mulyana, Egi Andrian Mulyani, Ira Sri Mulyanti, Aisyah Nariswari, Raina Azhari Neng Diana Putri Andini Niam, Raffila Syifaun ningrum, dedah - Nisya Aulia Septiani Novia Ramadhani Nurbaeti, Ira Apriani Nurwahyuni, Fadilah Siti Nuryani, Reni Prameswari, Ayu Purnama, Ahmad Puspita, Dini Aulia Putra, Subhan Manggala Rafika Rosyda Rahmat, Delli Yuliana Rahmat, Delli Yuliana Ramadan, Fitriah Andriyani Ridwan, Heri Rimba Aprillia Asmara Ririn Rindayani Riva Nurizkiah Safanah, Ashila Nur Safanah, Ashila Nur Salsabila, Shafa Sanggara, Renalda Dhava Sari Oktavia Depyanti Sejati, Amanda Puspanditaning Selvia, Dina Shafa Aghniya Tsurayya Shelomitha Fransiska Siti Fatimah Zahra Sopiah, Popi Sri Wulan Linda Sari Sukaesih, Nunung Siti Syfa Dini NurFadilah Syifa Nur Ayuni Tuti Alawiyah Tuti, Tuti Alawiyah Veronica Ishabela Romaulytua Rajagukguk Widyadhari Windy Julyantini Zulfa Wulan Lindasari, Sri Wulandari, Anisa Yuliana, Delli Yusy Yus Sinta Dewi