Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Upaya Pencegahan Stroke Sejak Dini pada Remaja melalui Intervensi Pendidikan Kesehatan di MA Darul Inayah Ramadhan, Muhammad Deri; Triwahyuni, Nova; Kusumah, Mochamad Gibran Adrian; Al - Fathir, Muhammad Ghibran; Ariyanti, Nadila; Amini, Aisyah; Khairinnissa, Almira; Ardana, Novia; Azizah, Helsa; Risdianto, Riki; Agustina, Imas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23703

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan stroke dapat meningkatkan potensi kasus pada usia muda, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke di MA Darul Inayah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode ceramah interaktif dan diskusi yang didukung dengan media edukatif berupa leaflet, poster, serta presentasi PowerPoint. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diadaptasi dari Stroke Knowledge Test (SKT) versi Malay dengan jumlah peserta sebanyak 31 siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 59,68% sebelum penyuluhan menjadi 80,97% setelah penyuluhan dengan selisih peningkatan sebesar 21,29%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa terhadap pentingnya penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan sejak usia remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stroke, Pencegahan, Pengetahuan, Remaja.  ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide, including in Indonesia, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population. The lack of knowledge among adolescents regarding risk factors and prevention efforts for stroke increases the potential for cases to occur at a young age, making early health education essential. The purpose of this study was to determine the effect of health education on improving students’ knowledge about the recognition and prevention of stroke at MA Darul Inayah. The method used in this study was an interactive lecture and discussion supported by educational media such as leaflets, posters, and PowerPoint presentations. Knowledge evaluation was carried out through pre-test and post-test adapted from the Malay version of the Stroke Knowledge Test (SKT) involving 31 students from grades X and XI. The results showed an increase in students’ knowledge from 59.68% before the session to 80.97% after the session, with an improvement of 21.29%. The conclusion of this study indicates that health education about the recognition and prevention of stroke is effective in enhancing students’ knowledge and awareness of the importance of adopting a healthy lifestyle as an early preventive effort during adolescence. Keywords: Health Education, Stroke, Prevention, Knowledge, Adolescent.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Pencegahan Luka Bakar (Combustio) Melalui Edukasi Kesehatan di SMA Negeri 1 Parongpong Rustandi, Budi; Ramadhan, M. Deri; Sandi , Sandi; Tania, Dwi; Nurdianingsih, Merdiana; Nduru, Mawati; Handayani, Rosa Dwi; Lestari, Neng Nabila Tri Widia; Fadilah, Santi Nur; Nurahmi, Saskia Agis; Andini, Fitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rc244848

Abstract

Luka bakar (combustio) merupakan salah satu cedera traumatik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia remaja. Aktivitas sehari-hari yang melibatkan api,listrik,dan bahan panas, ditambah dengan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai pencegahan luka bakar, meningkatkan risiko terjadinya cedera tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Parongpong mengenai pencegahan luka bakar sejak dini melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.00-09.00 WIB dengan melibatkan 26 siswa. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan media visual dan diskusi interaktif, serta diakhiri dengan post-test sebagai evaluasi. Hasil pre-test yang disajikan dalam bentuk diagram batang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan awal siswa berada pada kategori sedang. Setelah dilakukan edukasi, hasil post-test yang disajikan dalam diagram lingkaran menunjukan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan persentase jawaban benar sebesar 79%. Rata-rata nilai post-test mencapai 75,6 dengan median 75 dan rentang nilai 50-100. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan lka bakar. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko kejadian luka bakar pada remaja.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Pencegahan dan Penatalaksanaan Acne Vulgaris untuk Siswa SMAN 1 Parongpong Ramadhan, Muhamad Deri; dari, Kinanti Wulan; Agustin, Farissa Dwi; Kartika, Nasywa Saadiah; hana isniasa, Hana Isniasa; Ananda, Risha Tri; Linda Lestari, Linda Lestari; Patimah, Alia Siti; Najlaa, Najlaa Fauziyyah; Rahmi, Nur Faida; Kinanti Wulandari, Kinanti Wulandari
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1267

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami oleh remaja, terutama pada masa pubertas akibat perubahan hormonal dan peningkatan produksi sebum. Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, pencegahan, serta penatalaksanaan jerawat yang tepat dapat menyebabkan remaja melakukan penanganan yang kurang tepat sehingga memperburuk kondisi kulit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan dan penatalaksanaan acne vulgaris melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Kegiatan dilaksanakan pada 36 siswa kelas XII-B SMAN 1 Parongpong. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, dan perawatan jerawat. Edukasi diberikan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media presentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 4,43 meningkat menjadi 8,37 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai penyebab, pencegahan, dan perawatan acne vulgaris. Dengan demikian, kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan kulit serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Personal Hygiene Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Sma Cipta Mandiri Ramadhan, Muhammad Deri; Purwanti, Tentry Puji; Manalu, Lisbet Octavia; Ningsih, Sintia Dian; Agustin, Tiara Nur; Afdillah, Hilya Surya; Anggraeni, Marcela; Nizar, Fahmi Adian; Lestari, Aulia Suci Ajeng Putri; Susilawati, Susilawati; Azahra, Sherlie Sriayu Diah; Aprilia, Rianti; Sulistiawati, Sinta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v4pfgw42

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu determinan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja, khususnya pada usia sekolah menengah yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya pengetahuan serta perilaku kebersihan diri yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada sistem reproduksi, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikososial remaja. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di SMA Cipta Mandiri sebagai upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku siswa dalam menjaga personal hygiene guna mencegah infeksi reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuis, dengan dukungan media visual sebagai sarana penguatan materi. Materi pendidikan mencakup pengertian personal hygiene dan infeksi reproduksi, faktor etiologi, mekanisme terjadinya infeksi, manifestasi klinis, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya kebersihan diri dan kesehatan reproduksi, serta terbentuknya sikap positif terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan berbasis sekolah merupakan strategi efektif dalam pencegahan infeksi reproduksi pada remaja dan berpotensi memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas kesehatan generasi muda.
Edukasi pertolongan pertama fraktur upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan balut bidai siswa SMK PGRI 1 Cimahi Ramadhan, Muhammad Deri; Angelia, Diana; Azzahra, Nazwa Putria; Pratama, Muhamad Diova Wira; Perawati, Esti; Wahyuni , Lira Destria; Yafiq, Muhammad
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qv7fxb22

Abstract

Fraktur merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering dialami remaja seiring tingginya aktivitas fisik serta potensi terjadinya kecelakaan. Penanganan awal yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga diperlukan edukasi pertolongan pertama, khususnya teknik balut bidai, untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait penanganan awal fraktur. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 28 siswa SMK PGRI 1 Cimahi melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan terstruktur menggunakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP), media audiovisual, serta praktik langsung teknik balut bidai. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada tingkat pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan nilai rata-rata meningkat dari 68,21 menjadi 90,46 (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan balut bidai juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui performa praktik yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama fraktur efektif dalam meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan siswa. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
Cegah Diare dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 4 Cimahi Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Karya, Ahmad Adhi; Hermawati, Agustina; Yusmita, Aliqa Anzani; Maharani, Dewi; Gulo, Irwan Anugrah; Istiqomah, Isma Amalia; Azizah, Lutfiana Nur; Aryati, Siti Ai; Ramadani, Silvana Zahra; Ningrum, Tri Murti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8ts2td12

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak di seluruh dunia, yang sebagian besar dipicu oleh kontaminasi sumber makanan dan air serta sanitasi yang buruk. Data menunjukkan bahwa kasus diare secara global mencapai 2,5 miliar anak usia sekolah, sementara di Indonesia, penyakit ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai angka kematian yang signifikan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi SMAN 4 Cimahi dalam mencegah diare melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif melalui penyuluhan langsung kepada 36 siswa kelas XI-5 dengan memanfaatkan media presentasi dan pembagian leaflet. Materi yang disampaikan mencakup definisi, cara pencegahan, pengenalan tanda dan gejala, hingga komplikasi yang mungkin terjadi akibat diare. Hasil kegiatan melalui pre-test menunjukkan bahwa awalnya hanya sekitar 2-3 siswa yang memiliki pemahaman memadai mengenai pencegahan penyakit ini. Namun, setelah proses sosialisasi yang interaktif selama 30 menit, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik serta kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa mampu secara mandiri mencegah penyakit dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Be Aware of Thyroid: Edukasi Hipotiroidisme pada Remaja di MA-Alfarisy Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Eriyana, Adinda Putri; Azahra, Afifah; Nadila, Anggun; Lestari, Anggraeni; Maulana , Bagas Dinan; Alipiya, Dina; Karinda , Faiza Sausan; Nirmalasari, Naesyha; Nurliawati, Salsa; Nabil , Salsa Putri; Andreani, Siti Jenab; Alifannisa, Zahra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xzdske29

Abstract

Hypothyroidism is a condition of disorders in the thyroid gland characterized by low production of thyroid hormones (T3 and T4), causing a decrease in the body's metabolism. This condition can cause various symptoms such as fatigue, weight gain, dry skin, and growth disorders in adolescents. Education about hypothyroidism is important to be done early on to increase awareness and prevention. This health education activity aims to increase adolescents' knowledge about hypothyroidism at MA Al-Farisy. The method used is an interactive method with pre-test stages, material delivery, discussion, and post-test. The activity was held on March 12, 2026 involving 20 participants. The results showed an increase in knowledge after education, marked by an increase in scores from pre-test by 10% to post-test by 15%, and the level of understanding reached 50%. However, the level of activity of participants is still relatively low (25%). Overall, this health education has a positive impact on improving adolescents' knowledge and understanding of hypothyroidism, although further efforts are needed to increase participants' active participation.
From Hyper to Aware: Strategi Promosi Kesehatan tentang Hipertiroidisme pada Remaja SMK Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Alfiana, Desti; Amalia, Bunga Riase; Putri, Davina Apandi; Alawiyah, Novy; Solihin, Salwa Fadhila Oktaviani; Lestari, Dhea; Zalfa, Nabila; Mukti, Nur Aeni; Septiani, Tiara Andita; Zahra, Farla Meitha; Suwita, Albar Rizky
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rv5r7q53

Abstract

Hyperthyroidism is a condition characterized by excessive production of thyroid hormones, leading to increased metabolic activity and symptoms such as weight loss, palpitations, tremors, and emotional disturbances. This condition can affect various body systems and potentially cause serious complications if not properly managed. Knowledge among adolescents regarding hyperthyroidism and its risk factors remains low, making health education important to increase awareness and early prevention. The method used in this study was a literature-based approach by reviewing sources from online databases such as PubMed and Google Scholar to collect information related to the mechanisms, symptoms, and prevention of hyperthyroidism. The results indicate that proper health education can improve adolescents’ understanding of hyperthyroidism and encourage the adoption of healthy lifestyle behaviors. In conclusion, increasing access to health information and continuous education can enhance awareness among students, thereby supporting early detection and prevention of hyperthyroidism in the future.
Edukasi Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Diabetes Mellitus pada Remaja di SMK Kiansantang Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Noviyanti, Nesa Regina; Nurhibah , Tiara; Ordora, Delia; Amelia, Mia; Lestari, Sarah Ayu; Saidah , Mila; Billah, Inge Parasnigtias; Sukardi, Zalva Febriana; Nisa, Putri Mutiara; Nurohman, Rifki; Ramdani, Riki Muhammad
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c7rqbx60

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan pankreas memproduksi insulin secara cukup atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Secara global, jumlah penderita DM terus meningkat setiap tahunnya, dengan Indonesia mencatat lebih dari 2,5 juta kasus. Faktor risiko utama meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, riwayat keluarga, pola makan tidak seimbang, serta hipertensi. DM tipe 2 menjadi kasus terbanyak, yakni sekitar 90–95% dari seluruh kejadian, yang disebabkan oleh resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Jika tidak ditangani dengan baik, DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, baik akut seperti ketosidosis diabetik, maupun kronik seperti kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, dan penyakit kardiovaskular. Gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat, khususnya pada kalangan remaja, semakin memperparah prevalensi penyakit ini. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui promosi dan pendidikan kesehatan menjadi sangat penting. Penyuluhan kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan individu dan masyarakat sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat dan terkendali.
Edukasi Mengenai Dermatitis Atopik Pada Remaja Di Pondok Pesantren Rojaul Huda Darun Nasya Manalu, Lisbet Octovia; Muhammad Deri Ramadhan; Pepi Lasnawati; Ririn Kurniati; M. Naufal Abdullah; Indri Setia Martina; Irmida Juneja; Riana Aprilia; Rahma Aulia; Alvia Azahra; Alya Dwi Agustantina; Yusuf Tajiri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16925

Abstract

Dermatitis atopik merupakan salah satu penyakit kulit inflamasi yang umum terjadi secara global dan memiliki prevalensi tinggi pada remaja, terutama di lingkungan padat seperti pondok pesantren. Edukasi kesehatan menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, dan perawatan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang dermatitis atopik di Pondok Pesantren Rojaul Huda Darun Nasya, Lembang. Kegiatan dilakukan pada November 2025 menggunakan desain pre–post test dengan instrumen kuesioner pilihan ganda. Edukasi diberikan melalui ceramah, leaflet, poster, dan media presentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rerata nilai pre-test sebesar 69% meningkat menjadi 85,33% pada post-test. Setiap indikator pengetahuan mengalami peningkatan, terutama pada definisi dan gejala dermatitis, sedangkan aspek pengobatan farmakologis menunjukkan peningkatan yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam memperbaiki pemahaman remaja mengenai dermatitis atopik dan dapat dijadikan strategi pencegahan kekambuhan di lingkungan pesantren.
Co-Authors Afdillah, Hilya Surya Afifah, Neng Agnes Marthen Agustin, Farissa Dwi Agustin, Tiara Nur ahmad arifin Al - Fathir, Muhammad Ghibran Alawiyah, Novy Alfiana, Desti Alifannisa, Zahra Alifiyah, Syfa Rahma Nur Alipiya, Dina Alisa Nursaidah Alvia Azahra Alya Dwi Agustantina Amalia, Bunga Riase Amelia Amelia Amelia, Mia Amelianti, Mia Amini, Aisyah Ananda Sakinah Ananda, Risha Tri Andini Putri Islami Andini, Fitri Andreani, Siti Jenab Angelia, Diana Anggraeni, Marcela Anisa, Sheila Nurul Annisa Dwi Rahmadini Aprilia, Rianti Ardana, Novia Aris, Siva Silfiyana Ariyanti, nadila Arjun Hibbanuloh Aryati, Siti Ai Asyifa, Talitha Nur Azahra, Afifah Azahra, Sherlie Sriayu Diah Azizah, Helsa Azzahra, Nazwa Putria Bella Noviyanti Ruhiyat Billah, Inge Parasnigtias Carla Youlanda Chairunnisa, Nayla Chelsy Andarini Christantie Effendy Cika Nurani Cindy Oktopiyani Citra Natalia Waruwu Dara Dinanti, Cristin dari, Kinanti Wulan Dena Khaerunnissa Azzis Destiya Dwi Pangestika Dila, Neng Dina Tazkia Patimah Dini, Lingga Dinna Alifia Dita Widiyani Diva Febriany Syakira Dwi Lastin Nafisah Dwi, Melisa Elisa Sophia Nur Rohmani Elvira Malia Chandra Eriyana, Adinda Putri Erniansyah, Nidzar Fadila, Mega Nazwah Fadilah, Santi Nur Faqihudin, Muhammad Rizky Fauzan H, Muhammad Triananda Fauzan Nurhidayat Feronika, Adinda Siska Fikhra, Tsulits Alaziza Adiguna Fitriana, Nurul Fatwati Gulo, Irwan Anugrah Hadi, Khumaira Khalisa Hadi hana isniasa, Hana Isniasa Handayani, Rosa Dwi Hanifah, Nazwa Nur Hardianti, Rani Hardiyani, Tati Hermawati, Agustina Hernina Hernina Heryani, Dewi Imas Agustina, Imas Indri Setia Martina Indri Setiawati Intan Firdaus Fauziah Irmawati Irmida Juneja Irwan Juliheryana ISTIANAH Istianah Istianah Istianah Istianah Istianah Istianah Istiqomah, Isma Amalia Jenab Septiani, Siti Jesen Juwita, Ninda Aina Karinda , Faiza Sausan Kartika, Nasywa Saadiah Karya, Ahmad Adhi Kevin Rendyka Saputra Khairinnissa, Almira Kinanti Wulandari, Kinanti Wulandari Kristina Barek Dohni Kurniawan Kurniawan Kurniawan, Renaldi Kusmiran, Eny Kusumah, Mochamad Gibran Adrian Lerian, Sopia Nurma Yunita Lestari, Anggraeni Lestari, Aulia Suci Ajeng Putri Lestari, Dhea Lestari, Neng Nabila Tri Widia Lestari, Sarah Ayu Linda Lestari, Linda Lestari Linda Mayliana Lintang sri lestari Lintang Zahra Febrianti Lisbet Octovia Manalu Lutfiana Nur Azizah Lyra Ameliani Nur Zahra M. Naufal Abdullah Maharani, Dewi Maisya Rizki Maulinda Manalu, Lisbet Octavia Manalu, Lisbet Octovia Manumara, Theophylia Melisa Maryati, Gina Masriah Maulana , Bagas Dinan Mayliana, Linda Mega Elena Putri Mega Nazwah Fadila Metilda Mubarok, Diki Muhamad Rizki Andriana Muhammad Fiqri Abdilla Mukti, Nur Aeni Mulyadi, Muhamad Nasrul Eka N.Windy Noviandini Alya.P Nabil , Salsa Putri Nabila Septiani Putri Nadila, Anggun Nadzira Alfi Wahyuni Najlaa, Najlaa Fauziyyah Najwa, Shakira Nambiar, Nisha Nasrul, Muhamad Nazwa Kamila Hasan Nduru, Mawati Ningrum, Tri Murti Ningsih, Sintia Dian Nirmalasari, Naesyha Nirwanti, Elsa Sandari Ayudia Nisa, Putri Mutiara Nita Amelia Nizar, Fahmi Adian Novianti Setiawan, Marselina Noviyanti, Nesa Regina Nurahmi, Saskia Agis Nurazizah Yulianasari Nurdianingsih, Merdiana Nurhibah , Tiara Nurliawati, Salsa Nurohman, Rifki Nurvivi Fitri Arianty Permana Ordora, Delia Oveliya, Sulis Palupi, Rini Pangestika, Destiya Dwi Patimah, Alia Siti Pebiolla, Fanny Pepi Lasnawati Perawati, Esti Pitriyani Pitriyani Pratama, Muhamad Diova Wira Purwanti, Tentry Fuji Purwanti, Tentry Puji Putri Melati Putri Rahma Dinda Putri Sela Junika Putri, Davina Apandi Putri, Destiyani Rahma Aulia Rahma Sani Rahayu Rahma Suci Hidayanti Rahmawati, Silvi Rahmi, Nur Faida Ramadani, Silvana Zahra Ramadhani, Adelia Puteri Ramdani, Riki Muhammad Rasti Amelia Putri Refa Nafidzah Refi Anjani Riana Aprilia Ridwan, Aa Ririn Kurniati Risdianto, Riki Rohmani, Elisa Sophia Nur Ruhiyat, Bella Noviyanti Rustandi, Budi Sabila Nurfitria Sabila, Salma Said, Faridah Binti Mohd Saidah , Mila Salsabila Dea Indri Nurul Aeni Salsabila, Salwa Nur Salsabila, Zahwa Sandi , Sandi Santi, Mirna Laras Santia Santia Saparani, Aulia Selpiyanti Selpiyanti Septiani, Tiara Andita Setiasih, Gilda Titin Setiawati, Indri Silvia Agustina Sinta Destianti Siti Mauludi Pitri Siti Nur Asmayasari Siti Nurfauziah Siti Sepa Julianti Siti Vivih Lutfiah Solihin, Salwa Fadhila Oktaviani Sri Ulina Sri Wahyuni Sri Winangsih Sukardi, Zalva Febriana Sulistiawati, Sinta Susilawati, Susilawati Suwita, Albar Rizky Syndi Sofia Ristiana Tania, Dwi Tentry Fuji Purwanti Theophylia Melisa Manumara Tiara Dwi Hermawati Tiara Juliani Tika Aliyah Titania Salsabilla Tohri, Tonika Triwahyuni, Nova Tsulits Alaziza Adiguna Fikhra Unike Natasya Luis Vina Helviana Vindi Intan Nurani Wahyuni , Lira Destria Wati Nurmaulida, Risma Wendari, Sifa Aulia Windi Ispiyani Wizyanti Salma Azizah Wulandina Wulandina Wulandina, Wulandina Yafiq, Muhammad Yusmita, Aliqa Anzani Yusuf Tajiri Zaelani, Syapta Nanda Erika Zahra Salsabila M.Noor Zahra, Farla Meitha Zahra, Lutfia Zalfa, Nabila Zenina Noer Fadilah