Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN MEMBATIK TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA Sumardiyono, Sumardiyono; Widjanarti, Maria Paskanita; Chahyadhi, Bachtiar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wijayanti, Reni; Ada', Yeremia Rante; Puspitasari, Yunita Dwi; Agathara, Reidiatama Aviano
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1726

Abstract

Batik, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, saat ini menghadapi tantangan pelestarian di era globalisasi. Memudarnya minat generasi muda terhadap batik, termasuk anak sekolah dasar, mengancam keberlanjutannya sebagai simbol identitas nasional. Upaya menumbuhkan kecintaan dan penghargaan terhadap batik di kalangan generasi muda sangat penting untuk memastikan kelestarian warisan budaya batik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan dan pemahaman siswa terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa, meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dalam membatik, mendukung pengembangan desa wisata batik di Desa Kliwonan 1 Masaran Sragen, dan melestarikan budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan, pertama identifikasi dan analisis permasalahan melalui survei. Kedua, penentuan solusi berdasarkan hasil identifikasi dan analisis. Ketiga, pelaksanaan teknis pelatihan meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik membatik, dan post-test. Keempat, menganalisis hasil dan mengevaluasi kegiatan. Kelima, merencanakan tindak lanjut. Pelatihan membatik bagi siswa menunjukkan hasil positif dan signifikan. Pengetahuan meningkat 80,0% (12 dari 15 siswa). Sikap meningkat 86,7% (13 dari 15 siswa), dan praktik meningkat 60,0% (9 dari 15 siswa). Analisis statistik menggunakan uji Paired T-Test dan Cohen's menunjukkan perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test pada ketiga aspek (pengetahuan, sikap, dan praktik) secara signifikan. Efek pelatihan terhadap pengetahuan dan sikap tergolong besar, sedangkan pada praktik tergolong sedang. Analisis statistik Repeated Measure ANCOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik, dan tidak dipengaruji kelas dan jenis kelamin. Kesimpulan, pelatihan membatik efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik serta menunjukkan keadilan dan kesetaraan, sehingga siswa memiliki kesempatan sama dalam pengembangan membatik.
Strategi Bersaing Pasar Kreatif Jawa Barat (Studi Kasus Di PT. Jaswita Jawa Barat) Widyadi M, Syahla Alida; Wijayanti, Reni; Nugroho, Adhika Bergi; Purba, Caesar Octoviandy
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 2 (2024): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i2.27005

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi strategi terhadap kawasan Pasar Kreatif Jawa Barat (PKJB) untuk berdaya saing dan meningkatkan pengunjung. Hal tersebut dilakukan karena pengunjung di kawasan PKJB mengalami penurunan pengunjung sejak Januari 2024, hal tersebut menyebabkan beberapa tenant UMKM di kawasan mengalami penurunan pendapatan hingga terpaksa berhenti beroperasi dikarenakan tidak adanya pemasukan. Selain itu terdapat kawasan ekonomi kreatif lainnya yang cukup memberikan dampak bagi PKJB, yaitu Hallway Space, dimana tenant di kawasan tersebut hampir sama dengan PKJB. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jenis data yang didapat yaitu data primer, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, dan observasi lapangan. Dalam pengolahan data maka dilakukan beberapa analisis terlebih dahulu mengenai lingkungan bisnis, yaitu menggunakan analisis lingkungan internal untuk menyusun kekuatan dan kelemahan dengan analisis RBV, dan analisis lingkungan eksternal dengan analisis PESTEL, dan analisis Porter's Five Forces, lalu dimasukkan pada tahap matriks IFAS dan EFAS, lalu untuk tahap mencocokkan strategi menggunakan matriks IE, dan penentuan strategi ditentukan dengan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya terdapat strategi utama yang bisa diimplementasikan yaitu peningkatan promosi di cakupan yang lebih luas, memperbanyak tenant di kawasan, melakukan program inkubasi dan akselerasi kreatif, serta membangun kegiatan sosial dengan UMKM secara rutin. Dengan strategi tersebut maka diharapkan dapat meningkatkan pengunjung di kawasan dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh PKJB.
Analisis Faktor Atas Kualitas Layanan di Laboratorium Pada RSUP Rotinsulu Bandung Suhendar, Dani; Fitriani, Laksmi; Wijayanti, Reni; Pradesa, Hafid Aditya
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 2 (2024): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i2.26780

Abstract

Konsep kualitas layanan telah banyak dikenali pada berbagai sektor organisasi baik sektor publik maupun bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi masing – masing faktor dalam setiap dimensi pada kualitas layanan di Laboratorium RSUP (Rumah Sakit Umum Paru) Rotinsulu Bandung. Konsep kualitas layanan menjadi dasar dalam konstruksi instrumen penelitian yang didesain dalam metode penelitian kuantitatif, dengan pengambilan data secara non-probability sampling pada 116 pasien Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung. Hasil analisis faktor konfirmatori dua tahap yang dilakukan menunjukkan baha kelima dimensi dari kualitas layanan Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung (empati, daya tanggap, jaminan, kehandalan serta bukti fisik) ditemukan bermakna penting dan seluruhnya telah mencerminkan dari pelayanan laboratorum yang berkualitas. Secara deskriptif kualitas layanan Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung dalam kategori yang baik, dengan tingkat keandalan layanan yang ditemukan paling menonjol diantara lainnya. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa model kualitas layanan dapat dikaji dalam berbagai jenis organisasi penyedia layanan, namun hasil dari aspek terpenting kualitas layanan tersebut berpotensi menjadi beragam tergantung faktor kontesktual organisasi. Saran penting yang dapat diberikan adalah peningkatan kualitas dari bukti fisik dari layanan yang tersedia di Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung.
Hubungan Gerakan Berulang terhadap Gejala Nyeri Tangan pada Pekerja Bagian Tenun di Industri Lurik Indah Klasik Klaten Santoso, Muh Dicky Tegar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Wijayanti, Reni
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i1.488

Abstract

Weaving workers at the Lurik Indah Klasik Industry in Klaten are at risk of experiencing healthproblems caused by repetitive movements performed over long periods. One of the most commoncomplaints is hand pain, which can result from continuous muscle and joint strain without sufficientmovement variation or adequate rest. The weaving activity requires constant use of the hands and wrists,which increases the risk of muscle fatigue and musculoskeletal disorders. This study aims to determinethe relationship between repetitive movements and hand pain symptoms among weaving workers atLurik Indah Klasik Industry, Klaten. The research design employed an observational analytic approachwith a cross-sectional method. The study population consisted of 28 workers, and all were included asresearch subjects using the total sampling technique. The instrument used to assess pain levels was theNumeric Rating Scale (NRS), while the relationship analysis was conducted using the Somers’d test.The results showed a significant relationship between repetitive movements and hand pain symptoms,with a correlation coefficient (r) of 0.583, indicating a moderate relationship. These findings suggestthat the higher the frequency and duration of repetitive movements, the more likely workers are toexperience hand pain. Therefore, ergonomic interventions such as implementing rest breaks,introducing movement variation, and improving working posture are recommended to reduce the riskof hand pain among weaving workers. 
The Effect of Working Posture on Physical Fatigue Among Textile Workers with Age, Length of Service, and Body Mass Index as Covariates Sumardiyono, Sumardiyono; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Chahyadhi, Bachtiar; Widjanarti, Maria Paskanita; Wijayanti, Reni; Ulfah, Nur
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.533

Abstract

Physical fatigue among textile workers is caused by non-ergonomic working postures (e.g., prolonged standing) and personal characteristics such as age, length of service, and body mass index (BMI). The objective of the present investigation was to study the effect of working posture on physical fatigue after adjusting for the covariates of age, length of service, and BMI. An analytical cross-sectional study with a quantitative design was applied to 174 Surakarta workers selected by stratified random sampling. Work posture was categorized under standing and sitting, while physical fatigue was measured by the Subjective Self Rating Test (SSRT) questionnaire. ANCOVA via SPSS version 27 software was applied for the analysis, in which age, length of service, and BMI were employed as covariates. The findings indicated that the standing posture was strongly influenced positively on physical fatigue (Partial Eta Squared = 0.547, p < 0.001), and the effect size is large. Significant risk factors were also found to be age (p = 0.012) and BMI (p = 0.035), but the length of service was not significant (p = 0.084). The ANCOVA model also showed excellent predictability values of adjusted R 2 = 0.715, which implied that the model was able to explain 71.5 percent of the physical fatigue. These findings emphasize the importance of posture-based ergonomic interventions to prevent fatigue and improve occupational health in the textile industry
Hubungan Lingkar Pinggang, Frekuensi Nadi, dan Usia dengan Kolesterol Total Pekerja Tambang Sumardiyono; Chahyadhi, Bachtiar; Widjanarti, Maria Paskanita; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Wijayanti, Reni; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Ada', Yeremia Rante; Kurdiman, Ade; Bharata, Ardian Yoga
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4142

Abstract

Pekerja tambang berisiko tinggi mengalami gangguan metabolik dan kardiovaskular akibat lingkungan kerja ekstrem dan beban kerja berat. Penelitian bertujuan menganalisis asosiasi usia, lingkar pinggang, dan frekuensi nadi dengan kadar kolesterol total pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional, berdasarkan data sekunder hasil rekapitulasi Medical Check Up (MCU) pekerja laki-laki PT. Hasta Panca Mandiri Utama periode Juni–Desember 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hubungan antara usia, lingkar pinggang, dan frekuensi denyut nadi istirahat dengan kadar kolesterol total dianalisis menggunakan regresi logistik biner berganda pada taraf signifikansi 0,05. Dari total 463 rekaman hasil MCU, sebanyak 430 data memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta digunakan dalam analisis akhir. Hasil regresi logistik biner berganda menunjukkan bahwa usia ≥40 tahun (nilai p = 0,022) dan lingkar pinggang ≥90 cm (nilai p = 0,044) berpengaruh signifikan terhadap hiperkolesterolemia, sedangkan denyut nadi istirahat tidak berpengaruh (nilai p = 0,309). Lingkar pinggang dan usia terbukti sebagai prediktor independen hiperkolesterolemia pada pekerja tambang.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Edukasi Ergonomi dan Latihan Peregangan untuk Pencegahan Low Back Pain Nisa Suratna, Farhana Syahrotun; Paskanita, Maria; Chahyadhi, Bachtiar; Sumardiyono, Sumardiyono; Wijayanti, Reni; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Ada’, Yeremia Rante
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8667

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan Low Back Pain (LBP) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas fisik berulang. Kondisi ini juga dialami oleh anggota Kelompok Wanita Tani Sekar Arum di Desa Genengan, Kabupaten Karanganyar terutama pada kegiatan pascapanen yang dilakukan dalam posisi duduk membungkuk dalam waktu lama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan penerapan prinsip ergonomi melalui penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pelatihan peregangan, serta perancangan stasiun kerja yang lebih ergonomis. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan kerja, demonstrasi latihan peregangan, serta pendampingan praktik peregangan yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta penilaian risiko postur menggunakan metode REBA dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko Low Back Pain serta kemampuan melakukan latihan peregangan dengan benar. Kegiatan ini diharapkan daat membantu petani mengurangi risiko gangguan musculoskeletal dan meningkatkan kenyaman kerja.
Forced Vital Capacity (FVC) and heat stress with work fatigue in field workers at PT X Wijayanti, Reni; Sumardiyono, Sumardiyono; Widjanarti, Maria Paskanita; Chahyadhi, Bachtiar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Fauzi, Rachmawati Prihatina; Ada, Yeremia Rante
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.2271

Abstract

Background: The rapid development of industry demands improvements in both the quality and quantity of production, which often burdens workers. Field workers, particularly at PT X, are exposed to various environmental factors that may affect pulmonary function, while heat stress significantly contributes to work fatigue. Objective: This study aimed to evaluate the relationship between forced vital capacity and heat stress with work fatigue among field workers at PT X. Methods: An analytical observational design with a cross-sectional method was employed, involving 32 field workers as research subjects. Forced vital capacity was measured using a Chestgraph Spirometer, heat stress was measured using a QuestTemp Heat Stress Monitor, and work fatigue was measured using a Reaction Timer. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the relationship between forced vital pulmonary capacity and heat stress with work fatigue. Results: The results showed a significant relationship between forced vital pulmonary capacity and work fatigue (p = 0.011), as well as between heat stress and work fatigue (p = 0.014). Conclusion: These findings were important as they provide an overview of workers’ physiological conditions that can influence occupational safety and productivity. It is recommended that companies routinely evaluate working conditions and workers’ health, and provide early training and heat stress management to prevent work fatigue and improve workers’ well-being.
Hubungan Kelembapan Udara dan Intensitas Pencahayaan Dengan Sick Building Syndrome di Departemen K3 PT X Jakarta Nurrohmah; Harjono, Afrian Eskartya; Wijayanti, Reni; Widjanarti, Maria Paskanita
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3209

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sangat berkaitan dengan kondisi kualitas udara dan lingkungan fisik di dalam sebuah bangunan. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2022 diperkirakan sekitar 3,2 juta orang akan meninggal sebelum waktunya akibat penyakit yang disebabkan oleh polusi udara di dalam ruangan Penelitian ini memfokuskan kajian pada dua faktor fisik utama yang diduga menjadi pemicu gejala tersebut, yakni tingkat kelembapan udara serta intensitas pencahayaan di area kerja. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh atau total sampling, di mana seluruh populasi sebanyak 81 responden dilibatkan dalam studi. Untuk menjamin validitas data, proses pengukuran dilakukan secara objektif menggunakan instrumen hygrometer untuk memantau kelembapan dan lux meter untuk mengukur kuat penerangan. Selain itu, kuesioner khusus SBS digunakan untuk mengidentifikasi persepsi keluhan kesehatan dari para pekerja. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara kelembapan udara terhadap kemunculan SBS (p=0,000). Temuan serupa juga diperoleh pada variabel intensitas pencahayaan yang menunjukkan nilai signifikansi p=0,000. Melalui uji regresi linier berganda, diketahui bahwa secara simultan kelembapan dan pencahayaan memberikan kontribusi sebesar 54,7% terhadap risiko terjadinya SBS. Dari kedua variabel tersebut, kelembapan udara ditemukan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kesehatan pekerja, dengan nilai t sebesar 6,251 dan nilai p<0,05. Hal ini menunjukkan perlunya manajemen lingkungan kerja yang lebih ketat guna menekan prevalensi keluhan kesehatan di perkantoran.
Body Mass Index, Blood Glucose, and Physical Activity as Determinants of Lactic Acid Levels among Textile Workers Fauzi, Rachmawati Prihantina; Sumardiyono, Sumardiyono; Maria Paskanita Widjanarti; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Chahyadhi, Bachtiar; Wijayanti, Reni; Ada, Yeremia Rante
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2432

Abstract

Textile industry is a labour-intensive industry with repetitive activities and heavy physical workload, thereby likely to cause metabolic fatigue as reflected by high levels of lactic acid. This study aims to examine the independent and combined associations of Body Mass Index (BMI), blood glucose levels, and physical activity with elevated lactic acid levels among textile workers. A cross-sectional analytical study was conducted among 80 textile workers selected using at a textile company in Surakarta between January and March 2023. A series of binary logistic regression analysis were conducted, adjusting for age and sex, with statistical significance set to p < 0.05. The overall statistical significance of the model was found to be significant (p < 0.001) and the explanatory power of the model was very high (Nagelkerke R² = 55.2%). The most dominant factor associated with high levels of lactic acid was found to be the level of blood glucose above 180 mg/dL (aOR = 15.525; 95% CI: 3.003–80.263), followed by BMI over 25 kg/m² (aOR = 9.695; 95% CI: 2.155–43.617). Physical activity was found to be protective (aOR = 0.182; 95% CI: 0.037–0.891), but age and sex were not significant. These results suggest that metabolic behavioural factors are significantly associated with elevated lactic acid levels, which may indicate metabolic fatigue among textile employees. These findings highlight the importance of strengthening metabolic screening and promoting physical activity within occupational health programmes.
Co-Authors - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Amalia Salim W2 Ada', Yeremia Rante Ada’, Yeremia Rante Adhika Bergi Nugroho Adi Purwandana Agathara, Reidiatama Aviano Agustiadi, Teguh Anggi Syahadat Harahap Ardiningrum, Nur Annisa Ari Probandari Ashari Wicaksono Bayu Priyono, Bayu Bharata, Ardian Yoga Caesar Octoviandy Purba Chahyadhi, Bachtiar Chahyadi , Bachtiar Desma, Salsabilla Aldalia Edi Kusmanto Faradisha, Jihan Fauzi, Rachmawati Prihatina Fauzi, Rachmawati Rrihantina Fitriani, Laksmi Gumbira, Gugum Gustav, Jordan Syah Hafid Aditya Pradesa Hanah Khoirunnisa Harjono, Afrian Eskartya Hartono Hartono Iwan Kurniawan Kinasih , Eka Ayu Putri Kurdiman, Ade Lusi Ismayenti, Lusi Maharani, Oktavia Kartika Maria Paskanita Widjanarti Nisa Suratna, Farhana Syahrotun Nisa, Farhana Syahrotun Nur Ulfah Nurrohmah Paskanita W, Maria Paskanita Widjanarti, Maria Paskanita, Maria Pasma, Gumilang Ramadhan Prihantina Fauzi, Rachmawati Prihantina, Rachmawati Puspitasari, Yunita Dwi Qadrijat, Isna Qadrijati, Isna Rachman, Reno Arief Rachmawati Prihantina Fauzi, Rachmawati Prihantina Rante Ada', Yeremia Rejeki, Putri Wulandari Atur Riansyah, Rici Sagita, Ika Sahabuddin, Munawar Santoso, Muh Dicky Tegar Sari, Rizqi Kartika Sari, Rizqy Kartika Seviana Rinawati, Seviana Sugiarto, Marcelino Luki Gunawan Suharyanto, Hamzah Haru Radityo Suhendar, Dani Sumardiyono Sumardiyono Sumardiyono Suratna, Farhana Syahrotun Nisa Suratna, Farhana Syarotun Nisa Surinati, Dewi Syahrotun Nisa Suratna, Farhana Triwibowo, Hariyanto Tutug Bolet Atmojo, Tutug Bolet Utari, Putri Adia Utomo, Bekti Vitri Widyaningsih Wahyudi Prasetyo Warda Yussy Rha Wardani, Tyas Lilia Wibawa, Lathifa Diyang Widjanarti, Maria Paskanita Widyadi M, Syahla Alida Yeremia Rante Ada Zheng, Wang