Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi karakteristik sosioekonomi dengan gerakan masyarakat hidup sehat dalam keluarga di wilayah pedesaan Angraeni, Radita; Rahayuwati, Laili; Kosim, Kosim; Susanti, Raini Diah; Yamin, Ahmad
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1703

Abstract

Background: Public awareness of the implementation of the healthy living community movement is a crucial factor in improving health. Based on this, this study identifies health issues related to socioeconomic characteristics in rural areas. Purpose: To identify the correlation between socioeconomic characteristics and the implementation of the healthy living community movement in rural families. Method: This study used a quantitative correlational analytical design with a cross-sectional design. The study population was families in Sukamulya Village, with a sample size of 266 families using a proportional stratified random sampling technique. Data analysis was performed using univariate frequency distribution analysis and bivariate analysis using the Chi-Square correlation test for nominal data and the Spearman correlation test for ordinal data. Results: The correlation test showed a significant relationship (p-value <0.05) between occupation (p = 0.026), income (p = 0.001), and number of family members (p = 0.025) and the healthy living community movement within the family. The majority of respondents indicated poor family health practices, almost all of whom worked as laborers earning below the minimum wage (IDR 3,500,000), with family members ranging from 1 to 5 people. The correlation indicates a positive relationship, as the r value is positive. This means that the higher the employment and income levels, the better the family health practices, and vice versa. Meanwhile, the larger the family size, the poorer the family health practices. Conclusion: This study found that the implementation of the healthy living movement in the relevant area remains inadequate, although some communities have adequate health practices. This indicates that family health practices are not optimally implemented in daily life. Suggestion: Further improvement is needed through a community-based approach to health promotion, with an emphasis on advocacy to continuously encourage the community to improve family health practices, especially those of low socioeconomic status.   Keywords: Family; Healthy Living Community Movement; Socioeconomics.   Pendahuluan: Kesadaran masyarakat dalam penerapan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan faktor penting dalam meningkatkan status kesehatan. Berdasarkan isu tersebut, penelitian ini mengidentifikasi masalah kesehatan yang terkait dengan karakteristik sosioekonomi di daerah pedesaan.   Tujuan: Untuk mengidentifikasi korelasi antara karakteristik sosioekonomi dengan gerakan masyarakat hidup sehat dalam keluarga di wilayah pedesaan. Metode: Menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectrional. Populasi penelitian terdiri dari keluarga di Desa Sukamulya, dengan ukuran sampel 266 menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Chi-Square untuk sebaran data berskala nominal dan uji korelasi Spearman untuk data berskala ordinal. Hasil: Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan (nilai p < 0.05) antara pekerjaan (p = 0.026), pendapatan (p = 0.001), dan jumlah anggota keluarga (p = 0.025) dengan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dalam keluarga. Mayoritas responden memiliki perilaku penerapan yang kurang baik dalam keluarga dan hampir seluruhnya berstatus bekerja sebagai buruh dan memiliki penghasilan di bawah upah minimum (Rp. 3,500,000) dengan ukuran keluarga berkisar antara 1-5 orang. Arah korelasi menunjukkan hubungan positif karena nilai r positif, artinya semakin tinggi pekerjaan dan pendapatan, semakin baik penerapan germas keluarga, dan sebaliknya. Sementara itu, semakin besar jumlah anggota keluarga, semakin buruk penerapan germas keluarga. Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa penerapan Germas di daerah terkait masih berada pada kategori kurang, meskipun terdapat masyarakat dengan penerapan Germas yang sudah cukup. Hal ini menunjukan bahwa penerapan dalam keluarga belum optimal dilakukan sehari-hari. Saran: Perbaikan lebih lanjut masih diperlukan melalui pendekatan berbasis masyarakat dalam promosi kesehatan, dengan penekanan pada advokasi untuk terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan penerapan germas dalam keluarga khususnya pada status soial ekonomi yang rendah.   Kata Kunci: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat; Keluarga; Sosioekonomi.
Pengelolaan Sampah yang Produktif bagi Masyarakat Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Yamin, Ahmad; Lukman, Mamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23325

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini menghadapi berbagai masalah kesehatan masyarakat seperti muncul penyakit infeksi baru serta munculnya kembali penyakit infeksi lama, penyakit menular yang belum tertangani secara optimal, dan peningkatan jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM).  Permasalahan tersebut, dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor perilaku dan faktor lingkungan.  Selain itu munculnya permasalahan kesehatan juga diakibatkan oleh kondisi demografi seperti persoalan sampah. Hasil survey yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamentri, menunjukan ibu rumah tangga yang membuang sendiri ke TPS sebanyak 61.5%, dibuang ke sungai sebanyak  11.8%, ditimbun sebanyak 0.1%,dibakar sendiri sebanyak 2.4%, dan diangkat petugas sebanyak  24.2%.  Terkait data pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 91.6 % tidak melakukan pemilahan sampah dirumah tangganya. Hal itu terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif di Kelurahan Sukamentri. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 76 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 42,7 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 67,9 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,2 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah memotivasi masyarakat untuk bergabung dengan bank sampah yang ada di Kelurahan Sukamentri.                                                                                                                                          Kata Kunci: Edukasi, Pengelolaan Sampah Produktif, Masyarakat.  ABSTRACT Introduction. Indonesia currently faces various public health problems such as the emergence of new infectious diseases and the re-emergence of old infectious diseases, infectious diseases that have not been optimally handled, and an increase in the number of non-communicable diseases (NCDs). These problems are influenced by various factors, including behavioral and environmental factors. In addition, the emergence of health problems is also caused by demographic conditions such as waste issues. The results of a survey conducted in Sukamentri Village, showed that 61.5% of housewives disposed of their own waste at the TPS, 11.8% threw it into the river, 0.1% buried it, 2.4% burned it, and 24.2% were collected by officers. Regarding household waste sorting data, 91.6% did not sort waste in their households. This occurred due to low public knowledge and awareness of the importance of health. The purpose of this activity was to increase public knowledge about productive waste management behavior in Sukamentri Village. The activity method used was public health education about productive waste management behavior. The number of participants who attended was 76 housewives. The results of the activity showed an average pre-test score of 42.7 points and an average post-test score of 67.9 points. The conclusion was that there was a 25.2 point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plan is to motivate the community to join the waste bank in Sukamentri Village. Keywords: Education, Productive Waste Management, Community.
Identification and Defense of Local Communities Through the Village's Original Authority Yamin, Ahmad
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4911

Abstract

Article 18B(2) of the 1945 Indonesian Constitution recognizes customary law communities and their traditional rights as long as they are alive and in accordance with the laws and regulations implemented with the birth of Law Number 6 of 2014 concerning Villages, which gives villages genuine autonomy to recognize and protect indigeous people. This research aims to 1) determine how the authority of origin recognizes and protects customary law communities and 2) how villages recognize and protect them through village rules. This study uses normative empirical methods. collect data and study documents, legal ideas and concepts, statutory regulations, legal dictionaries, and scientific works about the research issue. Data analysis in this research using main legal materials Analyze secondary laws synced with observations. This research uses qualitative analysis to explain and describe the regulations for recognizing and protecting customary law communities through village origin authority, then draws conclusions from primary and secondary legal materials. According to the research, the village can recognize and safeguard the customary law community through Village Regulations. as done by Lawin village by Village Regulation Number 1 of 2020 recognizing and protecting the Cek Bocek indigenous population. This research found that villages can recognize and protect indigenous communities through their authority of origin, which is specified in village regulations.
Co-Authors Aat Sriati Afriliani, Neni Ahmad Hidayat AI MARDHIYAH, AI Ainurrachman, Yessi Akbar, M. Agung Aksara, Fena Amelia, Vira Amijaya, Dedy Tesna Andi Haris, Andi Andriani, Nining Andriani, Wulan Selvia Angraeni, Radita Aprianditah, Mimiek Arisandi, Toni ARMAYADI, ARMAYADI Azmy, Isnia Nurul Cahyani, Nadira Dewi Cecep Eli Kosasih Dadang Purnama Denny Denny Dewi, Geatriana Dewi, Gheatriana Dharmawansyah, Dedy Diah, Maya Hanissya Efendi, Rahayu Putri Elmi, Aenur Rahmi Erlina Windyastuti Fathaddin, Asma Teja asih Fietroh, Muhammad Nur Fildzah, Filsya Khoirina Friansyah, Didin Gunawan, Jasardi Hariyani, Salsa Dila Fitria Hasrani, Diah Anggraini Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Herlina Herlina Hermanto, Koko Hidayat, Alegra Asiah Ilham, Salsabila Nabilla Puspa Imammul Insan, Imammul Indra Maulana, Indra Irvan Irvan Iwan Shalahuddin Jasardi Gunawan Jaya, Ahmad Jayawarsa, A.A. Ketut Juniarti, Neti Karyaningtiyas, Dimastuti Putri Kosim Kosim Kurniawan Kurniawan Kuswanto, Dedy Laili Rahayuwati Lilis Mamuroh Liza Laras Ayuningtyas Mamat Lukman, Mamat Mansyur Malonga, Win Ariga Maria Ulpa Marizal, Wira Maswakang, Maswakang Mietra Anggara Mochamad Budi Santoso Muhammad Asriadi Muhammad Saleh Mulya, Adelse Prima Mustaram, Ismail Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nina Sumarni Novianty, Dian Dewi Novitha, Ayu Nur Oktavia Hidayati Nurdin Nurdin Nurmadiah, Nurmadiah Nurmadiyah, Nurmadiyah Nuryani, Hanifah Sri Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri, Yolli Eka Rahmah, Annisa Raini Diah Susanti, Raini Diah Ramadhan, Alvis Syahru Rotua, Hana Pritika RR. Ella Evrita Hestiandari Sari, Citra Windani Mambang Shafitri, Wendhi Sheizi Prista Sari Sri Hendrawati SRI RAHAYU Sri Rahayu Rahayu, Sri Rahayu Suharno, Muhammad Suhenda, Dadang Suparman Suparman Tarisa, Tarisa Tetti Solehati Udin Rosidin Umar Umar W, Dirga Al Ashar Hadi Susamto Winyarti, Angela Sri Melani Wiwi Mardiah, Wiwi Yadi, Sahrul Yanti Hermayanti Yuliani, Elvin Zainuddin, Zainuddin Zamakhsyari, Nuari Zulkieflimansyah Zulkieflimansyah Zulkifliemansyah, Zulkifliemansyah Zulkiflimansyah, Zulkiflimansyah