Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRUKTUR TARI ZAPIN TAMIANG DI SANGGAR LENGGANG MUDE COMMUNITY KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG Rosy Dea Fatanah; Tri Supadmi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tentang “Analisis Struktur Gerak Tari Zapin Tamiang di Sanggar Lenggang Mude Community Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang”. Penellitian ini Mengangkat masalah tentang bagaimana tata hubungan gerak tari Zapin dan apa saja elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan tata hubungan gerak tari Zapin dan mendeskripsikan elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian adalah analisis Struktur tari Zapin Tamiang dan objek penelitian Tari Zapin Tamiang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan Reduksi data, Penyajian data, dan Verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin ditarikan secara berkelompok yang menggambarkan kelincahan dan keramahan muda-mudi Aceh Tamiang yang memiliki sifat saling bekerja sama dan kompak dalam melakukan hal apapun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Zapin dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu unsur sikap dan unsur gerak yang berdasarkan  gerak kepala, gerak tangan, gerak Badan, dan gerak kaki dan meliputi berdasarkan unsur gerak meluputi gugus gerak, kalimat gerak, frase gerak dan motif gerak. Tari Zapin Tamiang terdiri dari 7 ragam gerak yaitu salam pembuka, songket melenggang, lenggang putar, gerak ukel, Tepuk serong kanan, lenggang angkat kaki, tepuk atas bawah. Tata hubungan yang terdapat di dalam tarian ini yaitu tata hubungan sintagmatis, dan memiliki elemen-elemen seperti sikap kepala, sikap badan, sikap tangan dan sikap kaki.Kata Kunci: tari, Zapin Tamiang, analisis, struktur
TATA TEKNIK SUARA MUSIK GARAPAN ETNIK DALAM SEREMONIAL PEMBUKAAN PKA 7 Dahri Oskandar; Ari Palawi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tata Suara Musik Garapan Etnik dalam Seremonial Pembukaan PKA 7” mengangkat masalah “Bagaimanakah teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7” . Penelitian ini bertujuan “untuk mendeskripsikan teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah penata musik pekan kebudayaan Aceh ke 7 2018, sound enginer/sound man fam studio, orang yang dituakan di Aceh. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) adalah sebuah acara yang dilakukan 4 tahun sekali. Pekan kebudayaan Aceh ini dilakukan untuk memperkenalkan ke anekaragaman budaya dan tradisi Aceh ke seluruh masyarakat Aceh. Di dalam pembukaan PKA ke 7 2018 terdapat sebuah penampilan yaitu gabungan musik tradisi Aceh yang dikolaborasikan dengan musik kreasi dan menjadi sebuah penampilan yang ditampilkan pada saat seremonial pembukaan PKA yang ke 7. Untuk menyukseskan acara dan agar informasi suara bisa terdengar oleh banyak orang, maka dibutuhkan pengeras suara berupa sound system begitu juga dalam musik garapan etnik PKA. Dalam beberapa perangkat yang harus diperhatikan guna menghasilkan suara dan kualitas maksimal.Kata Kunci: tata suara, musik garapan etnik, PKA 7
GARAPAN ILUSTRASI MUSIKAL PERTUNJUKAN TONEL DALAM LAKON NOSOH GADONG KARYA M. ABBAS Edi Sandika; Ari Palawi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana proses penggarapan musik, komposisi musik, dan alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya  M. Abbas. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tentang proses penggarapan musik, komposisi musik, dan alat musik yang digunakan dalam pertunjukan tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian bersumber dari wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah penulis, pemeran dan penggarap musik dalam Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas, sedangkan objek dalam penelitian adalah garapan ilustrasi musik dalam pertunjukan tersebut. Berdasarkan analisis data temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, proses penggarapan musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas berjalan dengan lancar. Baik pemusik dan pemain Tonel, masing-masing telah mampu menyesuaikan diri sehingga pertunjukan menjadi selaras dan menarik. Kedua, komposisi musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas ini terbagi ke dalam tiga yaitu musik pembuka, musik peralihan adegan, dan musik penutup. Adapun alat musik yang digunakan terdiri dari dua, yakni alat musik tradisional seperti suling, canang, teganing, gegedem, dan tepukan didong; dan alat musik modern seperti gitar, bass, drum, dan keyboard. Garapan musik dalam pertunjukan Tonel Nosoh Gadong karya M. Abbas sudah memenuhi standar. Selain itu, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk melestarikan dan memajukan pertunjukan tradisional tersebut agar lebih baik dan tidak terlupakan.Kata kunci: garapan musikal, Tonel, Nosoh Gadong.
TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK TIUP TRADISIONAL ACEH SEURUNE KALEE PADA TARI PIASAN RAYA DI SANGGAR SEURAYENG NANGGROE BIREUEN Izet Aganovic; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.743 KB)

Abstract

ABSTRAK            Judul penelitian ini adalah Teknik Permainan Alat Musik Tiup Tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah teknik permainan alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik permainan alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pimpinan sanggar seurayeung nanggroe dan anggota sanggar seurayeung nangroe. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee merupakan salah satu alat musik tiup Aceh. Alat musik tiup seurune kalee terbagi atas 4 bagian, yaitu bambu (lipai), piring tembaga, lubang nada, lidah seurune. Teknik permainan Seurune Kalee dapat dilakukan dengan dua posisi, yaitu dalam posisi duduk dan berdiri. Teknik permainan alat musik tiup tradisioanl seurune kalee ada beberapa tahap: 1. Menghimpit lili (lidah seurune) dengan kedua bibir. 2. Menyimpan udara/ nafas di bagian rongga mulut, kemudian di tiup/ dihembuskan di bagian lili (lidah seurune) hingga seurune kalee mengeluarkan bunyi. 3. Posisi mulut kembang-kempis dipengaruhi oleh pertukaran udara yg dihirup melalui hidung 4. Posisi mulut tersebut menghasil bunyi seurune kalee yg tidak terputus-putus.” Ukuran dan bentuk Seurune Kalee sangat berparuh bagi suara yang dikeluarkan, karena diameter lubang seurune sangat menentukan bunyi yang dikeluarkan.Kata Kunci: teknik, permainan, Seurune Kalee   
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA YANG DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING DENGAN YANG TIDAK DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING (KONVENSIONAL) (Studi Eksperimen Siswa Kelas X MA Fatahillah Lohbener Kab. Indramayu) Alif Ringga Persada; nurlaili nurlaili
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.775 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.302

Abstract

Proses pembelajaran pada pelajaran matematika biasanya didominasi oleh guru (teacher centered) dengan metode konvensional. Dari hasil observasi di MA Fatahillah Lohbener,dalam pembelajarannya siswa merasa jenuh/bosen, tidak termotivasi, malas berfikir dankesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu upaya untukmengatasinya yaitu dengan metode team teaching. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching, untuk mengetahuihasil belajar siswa yang tidak diberikan metode team teaching, untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikanmetode team teaching (konvensional) dalam pembelajaran matematika di kelas X MAFatahillah Lohbener. Penentuan metode pengajaran secara tepat dan disesuaikan dengan materi memungkinkansiswa untuk belajar lebih baik. Metode team teaching sebagai alat bantu dalampembelajaran matematika yang membuat siswa menjadi aktif dan memotivasi siswa dalambelajar.Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: hasil belajar matematika siswa yang diberikanmetode team teaching menunjukan kategori baik dengan skor rata-rata eksperimen yaitusebesar 77,33. Hasil belajar matematika yang tidak diberikan metode team teachingmenunjukan kategori cukup dengan skor rata-rata hasil kontrol yaitu 63,33. Sedangkananalisis uji hipotesis diperoleh dengan df = 58 ttabel (2,002), thitung (6,879) sehingga thitung > ttabel atau 6,879 > 2,002 dengan nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ho ditolakdan Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yangdiberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikan metode team teaching.Kata Kunci: Team Teaching, Konvensional
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG NILAI ANAK PROGRAM KELUARGA BERENCANA DENGAN JUMLAH ANAK Nurlaili Nurlaili; Trisnaningsih Trisnaningsih; Edy Haryono
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158 KB)

Abstract

This research aimed to find out correlation between university students perceptions about value of children and family program planning with the number of children desired.This research used descriptive method. Population in this research was university students of Geography Education Study Program University of Lampung academic year 2010/2011 to 2013/2014 consisted of 352 students. Sample of this research were 78 students. Result of the research showed that there was a correlation between university students perceptions about value of children with the number of children desired, there was no correlation between university students perceptions about family planning with the number of children desired, and there was a correlation between perceptions of university student of Geography Education Study Program University of Lampung about value of children and family program with the number of children desired.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi mahasiswa tentang nilai anak dan program keluarga berencana dengan jumlah anak yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Lampung tahun akademik 2010/2011 s/d 2013/2014 yang berjumlah 352 orang. Sampel penelitian sebanyak78mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang nilai anak dengan jumlah anak yang diinginkan,tidak terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang program keluarga berencana dengan jumlah anak yang diinginkan, danterdapat hubungan antara persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Lampung tentang nilai anak dan program keluarga berencana dengan jumlah anak yang diinginkan.Kata kunci: jumlah anak, keluarga berencana, nilai anak.
METODOLOGI PENDIDIKAN ISLAM FORMAL-INFORMAL (Analisa Pendidikan di Rumah dan Sekolah) Nurlaili Nurlaili
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2013): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.341 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v12i1.1625

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF TEACHING ENGLISH VOCABULARY THROUGH TOTAL PHYSICAL RESPONSE STORYTELLING (TPRS) Nurlaili Nurlaili; Siti Nurani; Larisa Yohana
Deiksis Vol 7, No 01 (2015): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.148 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v7i01.539

Abstract

This present research aims at analyzing the effectiveness of Total Physical Response Storytelling (TPRS) method in teaching English Math-shape vocabularies. The research was carried out in Madrasah Ibtidaiyah Sirojul Banat Jakarta by using the experiment method. There were 31-first grade literate students as samples chosen by purposive sampling technique. The data is gathered by using the test instrument with one-group pretest-posttest design. The data was analyzed by using t-test formula. Findings have shown that Total Physical Response Storytelling (TPRS) method is said to be effective applied in teaching English math-shape vocabularies which is identified by the enhancement of students’ comprehension toward the vocabularies’ meaning as well as the increase of their motivation and creativity experiencing the learning process more actively and interactively.Keywords: vocabulary teaching, storytelling technique, TPRS
Pemanfaatan UKS dalam Pencegahan Anemia pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Endemik Malaria Khairunnisa Khairunnisa; Rostika Flora; Haerawati Idris; Nurlaili Nurlaili; Ikhsan Ikhsan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.716 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.47741

Abstract

Latar Belakang: Usia yang rawan terkena penyakit terjadi pada anak-anak dan remaja. Pemerintah berusaha menciptakan lingkungan sehat, menyebarkan pengetahuan kesehatan dan menyediakan fasilitas layanan kesehatan melalui UKS. Di daerah endemik malaria, anak sekolah dasar rentan mengalami anemia. Kondisi lingkungan endemik dan kurangnya asupan nutrisi meningkatkan terjadinya anemia. Di Kabupaten Seluma tahun 2019 didapatkan 21,08% dari 137 anak sekolah dasar menderita anemia.Tujuan: Melakukan analisis pemanfaatan UKS dalam pencegahan anemia pada anak sekolah dasar di daerah endemik malaria.Metode: Penelitian kualitatif, pemilihan informan secara purposive. Pengambilan data dengan wawancara mendalam kepada 10 informan, observasi dan telaah dokumen. Triangulasi sumber, metode dan data. Analisis data dengan cara mereduksi, menyajikan, menarik kesimpulan dan memverifikasi.Hasil: Pemanfaatan UKS melalui pendidikan kesehatan dilakukan dengan memberikan informasi kesehatan oleh guru dan petugas kesehatan. Pemanfaatan UKS dalam pelayanan kesehatan untuk mencegah anemia dengan memantau status gizi anak sekolah dasar dan pemeriksaan konjungtiva, namun belum maksimal karena hanya dilakukan sekali setahun dan belum ada pengecekan kadar hemoglobin. Sarana dan prasarana program UKS untuk pemantauan anemia belum lengkap dan pemanfaatannya terbatas.Kesimpulan: Pemanfaatan UKS dalam pencegahan anemia belum optimal. Sekolah diharapkan meningkatkan pemahaman guru tentang pencegahan anemia melalui kerjasama dengan Puskesmas.
Tingkatkan Penggunaan Model Quantum Teaching Dan Snowball Throwing Dalam Pembelajaran Ips Dapat Meningkatkan Belajar Siswa Kelas Iii Sd Negeri No.39 Pasar Gompong Kec.Lengayang Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 1 No 2 (2017): Jurnal ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.49 KB) | DOI: 10.36057/jips.v1i2.250

Abstract

Activities and student learning outcomes Class III Elementary School No. 39 Market Gompong , District Lengayang district, South Coastal , in the school year 201 6 /201 7 in learning about social studies teaching material Know the use of money according to need, less reach expectations, which are caused by the use of the learning model is less varied. To resolve the issue used collaborative learning model Quantum Teaching and Snowball Throwing . To test the effectiveness of the learning model in order to improve the activity and student learning outcomes, the procedures of classroom action research, which was conducted over two cycles.Each cycle taking the following four steps: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Through a variety of instruments and techniques of data collection, the result of research. To then be discussed by the techniques that have been set. Finally obtained a conclusion in order to address the subject matter of the study. The conclusions were as follows: (1) measures the use of collaborative models of Quantum Teaching and Snowball Throwing to increase the activity and student learning outcomes Class III Elementary School No. 39 Market Gompong in learning about social studies teaching material to know the use of money as needed, including: (1) plan in accordance with the regulations, (2) carry out teaching in accordance with the plan,(3) evaluate the student's ability to meet any demands of learning, and (4) follow up on the results carefully. (2) Increased activity and student learning outcomes in social studies learning about teaching materials Getting to know the use of money in accordance with the requirements after use collaborative use of models Quantum Teaching and Snowball Throwing, occurs gradually. Improved student learning activities gradually are shown in several ways, such as participation, interest, and ability to make presentations. So even with improved learning outcomes, gradually able to shown students to meet any demands of learning. (3) The use of collaborative models of Quantum Teaching and Snowball Throwing in learning about social studies teaching material to know the use of money in accordance with the requirements shown to increase the activity and student learning outcomes Class III Elementary School No. 39 Market Gompong .
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Aguscik Aguscik Ahmad Ilham Kubro Ahmad Syai Aleria Irma Hatneny Ali Jannifar Alief Rakhman setyanto Alif Ringga Persada Alya Rifqah Mulya Amir D Anggi Annisa Pohan Ari Palawi Arman Arman Armaya Pristia ARMEN ZULHAM Ashya Aulia Febrila Aulia Rahman Ayi Sri Nadia Azizah Mustafa Azwar Fajar Badrul Zaman Bukhari Bukhari Chairunnisa Chairunnisa Cut Anzar Syarif Cut Marzakina Cut Maulinda Dahri Oskandar Darmein Darmein Dek Putri Nurfajri delvia nora Dewi Ratih Ayu Daning Dwi Restika Edi Sandika Edy Haryono Eko Joko Guntoro Fauziah Nasution Fauzul Ismi Ghina Ulfah Saefurrahman Gribaldi Gribaldi Haerawati Idris Hamzah Hasyim Hanif Amrullah Hanif Hanif Hasbullah Hasbullah Hasmalina Nasution Hilwa Kuswandani Ikhsan Ikhsan Indah Permatasari Indah Yuliana Indra Mawardi Inten Emilya Irma Yulinanda Irmayatul Hikmah Ismawan Ismawan Izet Aganovic Izwar Izwar Jihan Rabial Jufrizal Syahri Jumira Hani Salpuja Juredah Juredah Kartin Aprianti Khairiyatul Munawwarah Khairunnisa Khairunnisa Khana Ervina Larisa Yohana Lisa Anggraini Luthfia Fadilah M. Ziqhri Anhar Nst MARISA ULFA Marliyah Misran Misran Muakhir Syah Putra Muhammad Edi Muhammad Yusro Muttaqin Al Ridha Nabila Dwirizki Handayani Nadya Meilita Nailul Ullya Najmah Najmah Nanda Fitria Nasrun Harahap Neshy Sulung Nita Hayati Nurfi Melina Nuri Aslami Nurmalia Ermi Nurmina Nurmina Nurul Husna Ocik Lestari Pangulu A Karim Nst Prasetya Prasetya Raditya Artha Rochmanto Radityo Pramoda Rahma Apriani Rahmadini Syafri Rahmania Hasibuan Rahmiwati Hilma Ramdiana Ramdiana Rida Safuan Selian Riesti Triyanti Riska Safrida Nanda Sari Risnawati Tanjung Riyanto Riyanto Rois Arifin Rostika Flora Rostika Flora Rosy Dea Fatanah Sari, Yetri Martika Silvi Ismayanti Sindy Fauziah Siti Nurani Siti Pratiwi Sri Hilma Siregar Sri Martini Sri Wahyuni Suci Sasmita Supaijo Supaijo Susana Susana Syariful Ikhwan Syazkia Salsabila Rais Taat Kurnita Taufiq Ihya Ulumuddin Taufiqur Rahman Tengku Hartati Tenny Apriliani Tiara Angelly Tri Supadmi Trisnaningsih Trisnaningsih Umi Anisa Nur Jannah Yetti Purnama Yudi Rustandi Zaini AK Zuhaimi Zuhaimi Zulham Efendi Marpaung Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad