p-Index From 2021 - 2026
6.485
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN TINGGI AGAMA BENGKULU NOMOR 7/PDT.G/2016/PTA.BN TENTANG GUGATAN PEMBATALAN PERKAWINAN Nurlaili Nurlaili
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Vol 4, No 1 (2019): APRIL
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.033 KB) | DOI: 10.29300/qys.v4i1.2008

Abstract

Perbedaan putusan Pengadilan Agama lebong dengan Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu mengenai putusan nomor 0059/Pdt.G/2015/PA.Lbg tanggal 14 Maret 2016 tentang gugatan pembatalan perkawinan merupakan problem hukum yang patut untuk dianalisis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian perkara banding di Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu, dan mengetahui hal-hal yang menjadi pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu dalam memutus perkara pembatalan perkawinan Nomor 7/Pdt.G/2016/PTA.Bn. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, menggunakan bahan hukum berupa data sekunder dan data primer. Metode yang digunakan adalah studi dokumen atau bahan pustaka. Kemudian dilakukan analisa secara yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu dalam membatalkan putusan Pengadilan Agama Lebong dan mengabulkan gugatan pembatalan perkawinan yang dimintakan oleh Penggugat, berdasarkan fakta bahwa penggugat dan suami masih terikat secara sah menurut hokum perkawinan sebagai suami isteri. Namun ketika melangsungkan pernikaan dengan isteri kedua, suami melakukan pemalsuan identitas terhadap tergugat dan Kantor Urusan Agama mengaku yang bersangkutan berstatus duda dengan menunjukkan surat panggilan Pengadilan Agama Curup padahal putusan Pengadilan Agama Curup adalah menolak permohonan cerai suami terhadap penggugat.
PENERAPAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA PROGRAM STUDI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS ALMUSLIM Nurmina Nurmina; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat sehingga mengubah pola pembelajaran dari konvensional menjadi pembelajaran inovatif. Salah satu pembelajaran inovatif yaitu dengan menggunakan model-model pembelajaran yang aktif, kreatif, serta menyengkan. Pembelajaran yang menyenangkan untuk zaman sekarang salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa menggunakan ICT dalam pembelajaran dan melatih kemandirian mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Almuslim, semester v, tahun akademik 2019/2020. Data penelitian ini berupa data hasil belajar mahasiswa dan data hasil respon mahasiswa. Teknik penelitian yang digunakan berupa tes dan angket.Hasil penelitian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan Blended Learning pada mata kuliah Pembelajaran Apresiasi Sastra pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Almuslim sangat cocok diterapkan di zaman sekarang. Hal tersebut terbukti dari hasil tes yang telah dilakukan menunjukkan 85% mahasiswa mendapat nilai di atas rata-rata. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil respons mahasiswa melalui angket. Hasil angket menunjukkan 100% mahasiswa memberikan respon yang sangat positif terhadap pembelajaran menggunakan e-learning. Mahasiswa merasa kuliah menggunakan e-learning sangat membantu mereka dalam memehami konsep-konsep, memecahkan masalah, serta sangat menyenangkan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Blended Learning sangat cocok atau efektif diterapkan. Kata Kunci: Blended Learning, Pembelajaran Apresiasi Sastra.
SEUDATI INOENG PADA SANGGAR LEMPIA ACEH Khana Ervina; Tengku Hartati; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Seudati Inoeng pada Sanggar Lempia” mengangkat masalah bentuk penyajian tari Seudati Inoeng yang ada di Sanggar Lempia Banda Aceh. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  bentuk  penyajian  tari  Seudati  Inoeng pada Sanggar Lempia Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitan ini adalah ketua sanggar, penari, dan aneuk syahi di Sanggar Lempia Banda Aceh. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  bentuk  penyajian  tari  Seudati  Inoeng meliputi  gerak,  pola  lantai,  tata  rias,  tata  busana,  panggurng  dan  syair.  Tari Seudati Inoeng ditarikan oleh 8 orang penari wanita. Tari Seudati Inoeng memiliki 6 ragam gerak, yaitu saleum syahi, saleum rakan, likok, saman, kisah dan lani/ekstra. Busana yang digunakan pada tari Seudati Inoeng adalah pakaian adat Aceh, tata rias yang digunakan adalah rias cantik. Pengiring tari Seudati Inoeng adalah berupa syair yang dibawakan oleh aneuk syahi, yang bertempo lambat, sedang dan cepat. Secara keseluruhan tari Seudati Inoeng bisa ditampilkan di ruangan terbuka maupun tertutup. Tari Seudati Inoeng adalah tari kreasi yang merupakan   pengembangan  dari tari tradisional Seudati Agam.Kata Kunci: Seudati Inoeng, Sanggar Lempia
EKSISTENSI TARI RAPA’I GELENG PADA SANGGAR BAYEUN SEUTIA DI MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Ayi Sri Nadia; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian  ini  berjudul  Eksistensi  tari  Rapa’i  Geleng  pada  Sanggar  Bayeun Seutia di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, mengangkat masalah bagaimana eksistensi tari  rapa’i geleng  di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi tari rapa’i geleng di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, penyebaran angket/kuisoner dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi tari rapa’i geleng telah ada sejak tahun 2008, dimana terdapat satu sanggar yang mempertahankan tari rapa’i geleng sebagai tari utama pada sanggarnya yaitu sanggar Bayeun Seutia. Tari rapa’i geleng pada Sanggar Bayeun Seutia terlihat eksistensinya dan berkembang hingga ke tingkat nasional sampai saat ini.Tari rapa’i geleng ditampilkan dalam acara adat perkawinan, sunat rasul, penyambutan tamu, acara pemerintahan, acara daerah, dan lain sebagainya. Tari rapa’i geleng merupakan tarian etnis Aceh yang ditarikan oleh 12 orang laki-laki yang diiringin dengan tabuhan dari rapa’i. Tari rapa’i geleng masih eksis dan berkembang di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat dibuktikan dengan seringnya sanggar tersebut tampil dalam berbagai event sejak tahun 2008 sampai dengan 2019. Pada tahun 2008 tampil pada acara Pagelaran Seni dan Budaya Tanah Rencong, tahun 2009 tampil mewakili Provinsi Aceh di Istana Negara, tahun 2012 tampil pada acara pagelaran Seni Budaya Daerah Tingkat Provinsi, tahun 2014 tampil pada acara Pekan Kebudayaan Aceh Barat, tahun 2016 tampil pada Acara Jamboree Nasional di Cibubur, tahun 2018 tampil pada acara Pekan Kebudayaan Aceh-7 mewakili Kabupaten Kota, 2019 tampill pada acara Syuting Bocah Petualang Trans7 di Pesisir Pantai. Eksistensinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu, faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu dari keinginan dari Syeh Masri sendiri dan komitmen dari anggota sanggar, sedangkan faktor eksternal yaitu mencakup keluarga, masyarakat, lingkungan sosial dan pemerintah. Kata kunci: Eksistensi, Tari, Rapa’i Geleng.
KEBERADAAN GROUP BUR’AM BANDA ACEH Aulia Rahman; Rida Safuan Selian; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Keberadaan Group Bur’am Banda Aceh.”Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan group Bur’am Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Group Bur’am Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri Group Bur’am Banda Aceh dan ketua group Bur’am Banda Aceh.Yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan group Bur’am Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan group Bur’am Banda Aceh telah mempengaruhi dikalangan masyarakat, dengan seringnya group ini tampil di Banda Aceh, serta memenangkan perlombaan yang diselenggarakan event pemerintahan maupun event perlombaan kalangan pemain rapai tradisi. di luar daerah juga mengikuti format penyajian dan fungsinya hal ini terdapat seperti di daerah Meulaboh, Bireun dan Yogyakarta. Group Bur’am di Banda Aceh juga terus melakukan pengembangan dari segi fungsi dan bentuk penyajian rapai, instrumen rapai sebagai unsur utama dalam setiap penyajian pertunjukan, group Bur’am Banda Aceh mengkolaborasikan dengan alat-alat musik modern seperti Gitar, Bass, Drum, Keyboard dan alat-alat musik modern lain. Kata Kunci: Keberadaan Group Bur’am Banda Aceh.
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATERI TARI KREASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH Suci Sasmita; Tri Supadmi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Proses Pembelajaran Seni Budaya pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Masalah dalam Penelitian ini adalah bagaimana proses dan perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual di SMP Negeri 18 Banda Aceh. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana proses dan perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual di SMP Negeri 18 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dan Jenis penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa tes praktik dan tes pengetahuan. Metode analisis data uji-t, uji dua pihak. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII yang terdiri dari lima rombel, metode yang digunakan random sampling, yang menjadi sampel penelitian kelas VIII-1 dan VIII-3. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dimana thitung = 39.4 pada taraf signifikan α = 0.05 dengan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2-2 = 48, maka dari tabel distribusi t diperoleh t0.975 (48) = 2.02. karena thitung ttabel (39.42.02), maka sesuai dengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. “kriteria pengujian yang berlaku adalah terima Ho jika ‒t1-½   t t1- ½  dan dalam hal ini Ho ditolak”. Dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual berbeda dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media audio visual.Kata kunci: tari kreasi, belajar, media audio visual
PARTISIPASI ANAK DALAM MEWARNAI DI LAPAK TIARA MIFTAHUL JANNAH (STUDI KASUS LAPANGAN BLANG PADANG, BANDA ACEH) Alya Rifqah Mulya; Rida Safuan Selian; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Partisipasi Anak dalam Mewarnai di Lapak Tiara Miftahul Jannah (Studi Kasus Lapangan Blang Padang, Banda Aceh)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Subjek pada penelitian ini adalah Tiara Miftahul Jannah, anak, dan orang tua anak, sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah. Data diperoleh dengan tehnik wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi anak dalam mewarnai di lapak Tiara Miftahul Jannah masih belum maksimal, karenakan kegiatan mewarnai dilakukan pada masa pandemi, sehingga keikutsertaan anak berkurang. Terlihat ada 77% anak yang masih mewarnai secara asal-asalan dan ada 62% beberapa anak yang sudah terbiasa dalam memegang kuas dan menggunakan cat air. Partisipasi anak di lapak Tiara pada bulan April peningkatan persentase yang ditunjukkan diperkirakan sebesar 88% kemudian peningkatan persentase yang kurang baik ditunjukkan pada bulan Mei menjadi 69 % dikarenakan kegiatan mewarnai dilakukan pada masa pandemi, sehingga keikut sertaan anak berkurang.Kata kunci: partisipasi, mewarnai, seni rupa
TARI PHO DALAM ADAT PERKAWINAN DI ACEH BAGIAN BARAT Muhammad Edi; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat, mengangkat masalah baimanakah tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah Juhani selaku Ketua sanggar Cupeng Ilop Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, Cut Asiah selaku Ketua sanggar Pocut Baren Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan Rohani selaku Ketua sanggar seni Cempala Kuneng Kecamatan krueng sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan secara keseluruhan terlihat pada bentuk gerak, tata busana, dan tata rias. Tari Pho ditarikan oleh wanita dan diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan oleh seorang syahi. Penarinya berjumlah genap (8-12 orang). Tari Pho ini biasanya ditampilkan pada acara perkawinan dan khitanan dengan maksud menghibur penonton dan tuan rumah. Seorang syahi berada di samping panggung sambil melantunkan syair sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara biasanya menggunakan syair yang bernuansa sejarah dan Islami. Tari Pho pada sanggar Cupeng Ilop, Pocut Baren, dan Cempala Kuneng ditarikan sehari sebelum hari resepsi perkawinan. Tari Pho pada setiap sanggarnya memiliki perbedaan. Tari Pho di sanggar Cupeng Ilop memiliki 8 gerakan, di sanggar Pocut Baren memiliki 9 gerakan, sedangkan di sanggar Cempala Kuneng memiliki 8 gerakan. Di sanggar Cupeng Ilop menggunakan gerak seulawet sebagai pembuka, sedangkan di sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan gerak saleum sebagai pembuka. Busana yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan baju gamis dan jilbab kurung, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan pakaian adat Aceh yang memiliki perbedaan pada bagian aksesoris kepala. Tata rias yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan rias natural, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan rias cantik. Persamaan yang terlihat disetiap sanggar ialah pada bentuk pola lantai dan bentuk panggung yang digunakan. Kata kunci: Perbedaan, Bentuk Penyajian, Tari Pho.
DALUPA DI DESA PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Jumira Hani Salpuja; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul” Dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya” mengangkat masalah bagaimana bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam pertunjukan dalupa yaitu Ismail Sabi (yah dek). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan kesenian dalupa meliputi: pemain rapa’i yang mengiringi pertunjukan dari awal sampai akhir, syair yang dinyanyikan secara serentak oleh pemain musik, dan pemeran dalupa yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini, para pemain rapa’i menggunakan pakaian serbahitam dilengkapi dengan kopiah atau peci, busana yang digunakan oleh semua pemain musik adalah sama, sementara tokoh dalam pertunjukan dalupa menggunakan kostum yang terbuat dari bulu ijuk, yang menutupi seluruh tubuh sampai kepala bagian belakang, wajah si dalupa biasanya dirias atau dipakaikan topeng yang senada dengan warna ijuk, pemeran dalupa juga membawa pedang sebagai properti tangan (handprop). Selama pertunjukan berlangsung pukulan rapa’i dan nyanyian syair tidak pernah berhenti kecuali saat pergantian irama atau lagu, kesenian dalupa difungsikan sebagai hiburan, namun didalamnya terkandung banyak unsur nilai seperti pendidikan, agama dan norma-norma yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: tradisi, pertunjukan, dalupa
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Petugas dengan Pencegahan Kecelakaan Kerja di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Nurlaili Nurlaili; Muttaqin Al Ridha
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2496

Abstract

Puskesmas sebagai salah satu unit layanan kesehatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan, hal ini dapat tercapai salah satunya dengan memikirkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan maka akan meminimalkan kejadian dari kecelakaan kerja yang dapat terjadi karena proses kegiatan pelayanan atau kondisi sarana dan prasara yang tidak memenuhi standar serta faktor petugas itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pencegahan kecelakaan kerja di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe, desain penelitian yang digunakan cross sectional, populasi berjumlah 175 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner yang telah disiapkan oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai ρ untuk variabel pengetahuan adalah 0,000 dan nilai OR 158, maka dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan kecelakaan kerja, demikan juga dengan variabel sikap didapatkan nilai p = 0,000 dan OR = 88 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan sikap dan pencegahan kecelakaan kerja di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Dari hasil penelitian ini peneliti menyarankan kepada responden untuk dapat terus meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan kerja dari berbagai sumber dan media pembelajaran yang ada, dan kepada manajemen puskesmas agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pencegahan kecelakaan kerja bagi petugas yang bekerja di puskesmasKata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Kecelakaan KerjaPuskesmas as one of the health service units must always improve the quality of service, this can be achieved one of them by thinking about aspects of occupational health and safety. Along with improving the quality of service it will minimize the incidence of work accidents that can occur due to the process of service activities or the condition of facilities and infrastructure that do not meet the standards and factors of the staff themselves. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitudes with work accident prevention at Muara Dua Health Center, Lhokseumawe City, the research design used was cross sectional, a population of 175 respondents using total sampling techniques. Data obtained from the results of a questionnaire that has been prepared by researchers. Based on the results of the study showed the value of ρ for the knowledge variable is 0,000 and the value of OR 158, it can be concluded that there is a relationship of knowledge with work accident prevention, so also with the attitude variable p value = 0,000 and OR = 88 so that it can be concluded there is a relationship between attitude and accident prevention worked at the Muara Dua Health Center in Lhokseumawe City. From the results of this study the researchers suggested that respondents be able to continue to increase knowledge about work accident prevention from various sources and learning media available, and to the management of puskesmas in order to improve facilities and infrastructure related to work accident prevention for officers working in puskesmas.Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention of Work Accidents
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Abdul Malik Aziz Agus Kurniawan Agus Kurniawan Aguscik Aguscik Ahmad Akmal Ahmad Ilham Kubro Ahmad Syai Aleria Irma Hatneny Alfi Khairiyah Ali Jannifar Alief Rakhman setyanto Alif Ringga Persada Alya Rifqah Mulya Amir D Anggi Anggi Anggi Annisa Pohan Ari Palawi Arman Arman Armaya Pristia ARMEN ZULHAM Ashya Aulia Febrila Aulia Rahman Ayi Sri Nadia Azizah Mustafa Azwar Fajar Badrul Zaman Bukhari Bukhari Chairunnisa Chairunnisa Cut Anzar Syarif Cut Marzakina Cut Maulinda Dahri Oskandar Darmein Darmein Deasy Ovi Harsachatri Dek Putri Nurfajri delvia nora DESY EKA CITRA DEWI Dewi Ratih Ayu Daning, Dewi Ratih Ayu Dwi Restika Edi Sandika Edy Haryono Eka Dianti Eko Joko Guntoro Fauziah Nasution Fauzul Ismi Ferawati Ferawati G. Gunawan Ghina Ulfah Saefurrahman Gribaldi Gribaldi Haerawati Idris Hamzah Hasyim Hanif Amrullah Hanif Hanif Hasbullah Hasbullah Hasmalina Nasution Hilwa Kuswandani Ikhsan Ikhsan Indah Permatasari Indah Yuliana Indra Mawardi Inten Emilya Irma Yulinanda Irmayatul Hikmah Irpini Hayati Ismawan Ismawan Izet Aganovic Izwar, Izwar Jihan Rabial Jufrizal Syahri Jumira Hani Salpuja Juredah Juredah Kartin Aprianti Khairiah Khairiah Khairiyatul Munawwarah Khairunnisa Khairunnisa Khana Ervina Larisa Yohana Lisa Anggraini Liya Ermawati Luthfia Fadilah M. Ziqhri Anhar Nst MARISA ULFA Marliyah Mifthahul Jannah Misran Misran Mona Nopitasari Muakhir Syah Putra Muhammad Edi Muhammad Yusro Murnia Adhani Muttaqin Al Ridha Nabila Dwirizki Handayani Nadya Meilita Nailul Ullya Najmah Najmah Nanda Fitria Nasrun Harahap Nazriani Lubis Neshy Sulung Nita Hayati Nurfi Melina Nurmalia Ermi Nurmina Nurmina Nurul Husna Ocik Lestari Pangulu A Karim Nst Prasetya Prasetya Raden Muhamad Taupik Raditya Artha Rochmanto Radityo Pramoda Rahma Apriani Rahmadini Syafri Rahmania Hasibuan Rahmiwati Hilma Rida Safuan Selian Riesti Triyanti Riska Safrida Nanda Sari Risnawati Tanjung Riyanto Riyanto Rois Arifin Rostika Flora Rostika Flora Rosy Dea Fatanah Sari, Yetri Martika Silvi Ismayanti Sindy Fauziah Siratjudin Siratjudin Siti Nurani Siti Pratiwi Sri Hilma Siregar Sri Martini Sri Wahyuni Suci Sasmita Suhirman, Suhirman Supaijo Supaijo Susana Susana Syariful Ikhwan Syazkia Salsabila Rais Taat Kurnita Taufiq Ihya Ulumuddin Taufiqur Rahman Tengku Hartati Tenny Apriliani Tiara Angelly Tri Supadmi Trisnaningsih Trisnaningsih Umi Anisa Nur Jannah Wariyati, Wariyati Yetti Purnama Yudi Rustandi Zaini AK Zuhaimi Zuhaimi Zulham Efendi Marpaung Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad