Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Konsep IPA Asam Basa pada Pertanian Strawberry (Fragaria sp.) di Sembalun Roliana Fatimah , Galuh Elisa; Saufika Zainuri, Baiq Nabil; Widya Astuti, Wahyu Indah; Andayani, Yayuk; Hadiprayitno, Gito; Al Idrus, Agil
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023): December 2023
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v1i1.541

Abstract

Anorganik yang sudah dicampurkan dengan tanah memberi dampak terhadap pertumbuhan tanaman strawberry dan hasil produksinya. Secara ilmiah, kesuburan tanah dapat dilihat dari kandungan ion hidrogennya atau tingkat keasaman tanah (pH). pH sangat mempengaruhi unsur hara yang diperlukan bagi tanaman strawberry Adanya relevansi sains masyarakat dengan sains ilmiah tersebut maka perlu dilakukan kajian tentang pengaruh pH tanah terhadap hasil panen strawberry. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi secara langsung dan wawancara guru sekaligus penggiat tanaman strawberry di SMPN 2 Sembalun serta data sekunder melalui kajian pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan sains masyarakat yang berkembang dengan sains ilmiah tentang metode pemberian pupuk pada strawberry (Fragaria sp.). Strawberry adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi baik di dataran tinggi tropis dengan temperatur 17-20°C dan disertai curah hujan 600-700 mm/tahun, berada di tanah lempung berpasir dengan pH 5,8-6,5 dan kondisi drainase yang baik. Unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman strawberry adalah unsur makro dan mikro terutama unsur N, P, dan K.
Relevansi Pengetahuan Sains Masyarakat dengan Sains Ilmiah terhadap Kegiatan Nyensek (Menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah Dzurrahmi, Najia; Nurul Hidayah; Gito Hadiprayitno; Yayuk Andayani; Agil Al Idrus
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i3.544

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya yang memiliki nilai pengetahuan yang relevan dengan sains ilmiah. Pengetahuan sains masyarakat ini dapat dijadikan salah-satu sumber belajar IPA di sekolah. dengan penegtahuan sains ilmiah dapat dijadikan salah satu langkah untuk menanaman etnosains terhadap pembelajaran IPA pada peserta didik di Sekolah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi relavansi pengetahuan sains masyarakat dengan pengetahuan sains ilmiah pada budaya “Nyesek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah. Data didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat untuk menggali pemahaman mendalam tentang kegiatan Nyesek (menenun) menggunakan alat tradisional. Terdapat relevansi atau kaitan antara pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah yaitu pada kajian etnobotani dalam pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan untuk pembuatan alat tenun tradisioanal. Diantara jenis tumbuhan yang dimanfaatkan adalah bambu (Dendrocalamus asper), asam (Garcinia xanthochymus Hook.), dan kelapa (Cocus nucifera) yang dimanfaatkan bagian batangnya untuk membuat bagian-bagian dari alat tenun tradisional. Adanya relevansi pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” khususnya dalam kajian etnobotani dapat dituangkan dalam pembelajaran IPA bagi peserta didik di sekolah dengan materi Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Di Indonesia pada materi Biologi kelas X.
Relevansi Pengetahuan Sains Masyarakat Dengan Sains Ilmiah Terhadap Kegiatan Nyensek (Menenun) Di Desa Sukarare Lombok Tengah Dzurrahmi, Baiq Dini Najia; Hidayah, Nurul; Hadiprayitno, Gito; Andayani, Yayuk; Al Idrus, Agil
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023): December 2023
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v1i1.545

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya yang memiliki nilai pengetahuan yang relevan dengan sains ilmiah. Pengetahuan sains masyarakat ini dapat dijadikan salah-satu sumber belajar IPA di sekolah. dengan penegtahuan sains ilmiah dapat dijadikan salah satu langkah untuk menanaman etnosains terhadap pembelajaran IPA pada peserta didik di Sekolah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi relavansi pengetahuan sains masyarakat dengan pengetahuan sains ilmiah pada budaya “Nyesek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah. Data didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat untuk menggali pemahaman mendalam tentang kegiatan Nyesek (menenun) menggunakan alat tradisional. Terdapat relevansi atau kaitan antara pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah yaitu pada kajian etnobotani dalam pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan untuk pembuatan alat tenun tradisioanal. Diantara jenis tumbuhan yang dimanfaatkan adalah bambu (Dendrocalamus asper), asam (Garcinia xanthochymus Hook.), dan kelapa (Cocus nucifera) yang dimanfaatkan bagian batangnya untuk membuat bagian-bagian dari alat tenun tradisional. Adanya relevansi pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” khususnya dalam kajian etnobotani dapat dituangkan dalam pembelajaran IPA bagi peserta didik di sekolah dengan materi Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Di Indonesia pada materi Biologi kelas X.
Integrasi Filsafat Ilmu dalam Pembelajaran IPA: Memperkuat Pemahaman Konsep Melalui Perspektif Epistemologi Al Idrus, Agil; Isnaeni, Rizka; Herawadini, Fitria; Mustofa, Nurmala; Kamila, Nasywa Dwi; Arifah, Asyil; Sari, Naya Mahdiyya; Nabila, Elya Suci; Nafiz, Eldza Rosmiatin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4362

Abstract

Pemahaman konsep IPA masih menjadi tantangan dalam pembelajaran sains karena banyak peserta didik mengalami miskonsepsi dan kesulitan mengaitkan konsep dengan proses ilmiah yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan menganalisis peran epistemologi dalam memperkuat pemahaman konsep peserta didik melalui integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku filsafat ilmu, jurnal pendidikan sains, dan penelitian mutakhir terkait epistemologi, pemahaman konsep, serta praktik pembelajaran IPA. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi epistemologi membantu peserta didik memahami konsep sebagai hasil proses ilmiah yang sistematis melalui observasi, eksperimen, argumentasi, dan evaluasi bukti. Pendekatan ini meningkatkan pemahaman mendalam, memperbaiki miskonsepsi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran epistemik siswa. Selain itu, integrasi epistemologi memberikan dasar filosofis bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis inkuiri, penilaian proses, serta diskusi reflektif yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Kesimpulannya, penerapan perspektif epistemologi dalam pembelajaran IPA memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman konsep yang lebih bermakna, kritis, dan tahan lama sehingga mampu mendukung terbentuknya peserta didik yang literat sains dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Analysis of Creative Thinking Test Items in Problem-Based Learning Integrated with Ethnoscience Hidayah, Nurul; Arafani, Wahyuni; Al Idrus, Agil; Purwoko, Agus Abhi; Muntari, Muntari
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 1 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/ijei.v1i3.158

Abstract

The need for culturally responsive science learning highlights the importance of assessment instruments that can capture students’ creative thinking skills. This study aims to analyze the validity and alignment of creative-thinking test items developed within a Problem-Based Learning (PBL) framework integrated with ethnoscience. The research used a Research and Development (R&D) design based on the ADDIE model, covering analysis, design, development, implementation, and evaluation. Essay-type questions were constructed to measure four indicators of creative thinking: fluency, flexibility, originality, and elaboration. Content validity was assessed by material and assessment experts using Aiken’s V. In contrast, qualitative descriptive techniques were used to examine the suitability of the items with creative-thinking indicators and ethnoscience contexts. The results show that all test items achieved very high content validity, with Aiken’s V values ranging from 0.86 to 0.92. Each creative-thinking indicator was represented proportionally, and all items were judged relevant to local cultural practices, particularly the salt-making process in Pejot Village and keris-making traditions in Sakra Village, East Lombok. The study concludes that the developed instrument is valid and feasible for assessing creative thinking skills in PBL-based science learning integrated with ethnoscience. These findings suggest that culturally grounded assessment instruments can enhance science education by fostering deeper, more creative student engagement with scientific concepts.
Co-Authors A. Wahab Jufri AA Sukarso Abda Abda Abdul Syukur Abdul Syukur Abidin, Lalu Abdul Muhyi Afrijal Agil Al Idrus M.Maulana Zidane Ramadhan Agus Abhi Purwoko Ahmad Harjono Ahmad Raksun Al Zahwa Safitri Utam Alhafizin, M. Ali, Muh. Reza Isnan Annisa Zulfa Zahara Arafani, Wahyuni Arifah, Asyil Ashraf Makarim Bahri , Syamsul Baiq Salkiyah Baiq Sri Handayani Bukhori Muslim Darma Putra, Kadek Sukma Dayu Yulitia Anggreni Dewa Ayu Citra Rasmi Didik Santoso DIDIK SANTOSO Diniyatushoaliha, Ainun Diya'ul Fajri, Nur Dwi Wahyu Ramadhan Dzurrahmi, Baiq Dini Najia Dzurrahmi, Najia Eni Suyantri Fadilah, Nurjariati Fahruddin Faradila, Baiq Dian Febrian Rizky Febrianti, Ita Ayu Febrianti, Reni Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gracia Mariati Gunawan Hamidi Hamidi Herawadini, Fitria Husain, Pahmi I Gde Mertha I Gde Mertha I Gde Mertha I Wayan Merta I Wayan Mertha I. G. M. R. Aryana Ilhamdi, Mohammad Liwa Imam Bachtiar Islamiyati, Dian Isnaeni, Rizka Jamaluddin Jamaluddin Joni Rokhmat Kamila, Nasywa Dwi Karnan Karnan Kesipudin Kesipudin Kodri Madang, Kodri Laksono Trisnantoro Lale Yaquttunafis Lale Yaqutunnafis Lale Yaqutunnafis Lalu Pedang Parawali Lalu Syauki MS Lalu Zulkifli LALU ZULKIFLI Lira Sari Alfathin Liwa Ilhamdi Liwa Ilhamdi, Mohammad M. Liwa Ilhamdi Mahrus Mahrus Mahrus, Mahrus Maulidan, Fauzan Merlina Miswatun Anggraini Mohammad Liwa Ilhamdi Mohammad Liwa Ilhamdi Muh. Makhrus Muh. Zaini Hasanul Muttaqin Muhammad Liwa Ilhamdi Muizzatissalmi, Hadyatul Muntari Muntari Mustari, Mohamad Mustofa, Nurmala Nabila, Elya Suci Nafiz, Eldza Rosmiatin Naufal Zhorif Buamona Ni Luh Putu Pebri Artayani . Ningsih, Baiq Hidayati Nurmayani NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Pandu Ikromi Piazuri, Neza Luna Pinandar, Lalu Sabde Prapti Sedijani PRAPTI SEDIJANI, PRAPTI Putra, Hendra Susana Putri, Devi Karisna Ria Irmayani Roliana Fatimah , Galuh Elisa Sajili, Lalu Alvin Maulana Salkiah, Baiq Saprizal Hadisaputra Saputri, Nurmala Sari, Naya Mahdiyya Saufika Zainuri, Baiq Nabil Sri Tejowulan Sugi Saputra, Lalu Muhammad Rispan Sukarso, AA. Sumardi, Lalu Surhayani, Evi Susilawati Suwardji Syahruddin AR Syamsul Bahri Syazali, Muhammad Tita Syahru Ramdhani Tri Ayu Lestari Ummi, Husniatul Wahyudi, Sukron Widya Astuti, Wahyu Indah Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yeni Susanti Yeyen Ermayani