p-Index From 2021 - 2026
5.863
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia MEDIA MEDIKA INDONESIANA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin ODONTO Dental Journal Jurnal Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Journal of Health Education JST ( Jurnal Sains Terapan ) GIZI INDONESIA Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Journal of Applied Food Technology Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Journal of Maternal and Child Health Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Unnes Journal of Public Health Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Medical Technology and Public Health Journal Medical and Health Science Journal AVICENNA Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Narra J Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Odonto dental journal Jurnal Bidan Cerdas Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Suplementasi Vitamin E dan Profil Lipid Penderita Dislipidemia: Studi pada Pegawai Rumah Sakit Profesor Dokter Margono Soekarjo Purwokerto Diah Krisnansari; Martha Irene Kartasurya; M. Zen Rahfiludin
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2011:MMI Volume 45 Issue 1 Year 2011
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.198 KB)

Abstract

ABSTRACT Vitamin E supplementation and lipid profile in patients with dislipidemia Background: The prevalence of dislipidemia in Indonesia increase lately. Vitamin E has important role in cholesterol metabolism and protecting low density lipoprotein cholesterol against oxidation. This study was to investigate the effect of vitamin E supplementation on lipid profile.Method: The study was a randomised controlled clinical trial. Subjects were the employees of Professor Doctor Margono Soekarjo hospital aged 30-50 years who suffered from dislipidemic. The supplementation groups received 400 IU vitamin E and the control group received placebo once a day for 30 days. Lipid profile was examined using vitros system chemistry analyser 250 dan 350. Nutritional intake were gathered using food recall method and processed with nutrisurvey. Analyses were conducted using T-test, Mann Whitney, Wilcoxon and Chi square tests.  Result: There were no differences in total (p=0.910), LDL (p=0.457) and HDL cholesterol levels (p=0.809) as well as trigliseride level (p=0.687) between the two groups before suplementation. There were differences in total (p=0.004) and LDL (p=0.002), there were no differences in HDL cholesterol level (p=0.332) and trigliseride level (p=0.940) between the two groups after supplementation. There were differences on the changes in total cholesterol (p=0.001) and LDL cholesterol (p=0.000) and no differences on the changes in HDL cholesterol level (p=0.197) as well as trigliserida level (p=0.438). There was no difference in nutritional intake between the two groups. Conclusion: That supplementation of vitamin E 400 IU once daily for 30 days improve lipid profile. Keywords: Dislipidemia, vitamin E, total cholesterol, LDL cholesterol, HDL cholesterol, trigliseride   ABSTRAK Latar belakang: Angka kejadian dislipidemia di Indonesia semakin meningkat. Vitamin E merupakan antioksidan penting dalam metabolisme kolesterol, melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi dan meningkatkan kolesterol HDL. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi vitamin E terhadap profil lipid penderita dislipidemia. Metode: Desain studi adalah acak buta ganda terkontrol dengan subyek 42 orang karyawan RS Profesor Dokter Margono Soekarjo penderita dislipidemia yang berusia 30-50 tahun, dibagi menjadi dua kelompok yaitu 22 orang memperoleh vitamin E 400 IU dan 20 orang memperoleh placebo sekali sehari selama 30 hari. Karakteristik subyek diperoleh melalui wawancara, berat badan dan tinggi badan diperoleh melalui pengukuran. Profil lipid diukur sebelum dan sesudah suplementasi dengan vitros system chemistry analyser 250 dan 350. Asupan gizi diperoleh melalui food recall dan dianalisis dengan program nutrisurvey. Data dianalisis dengan uji T, Mann Whitney, Wilcoxon dan Chi square. Hasil: Tidak ada perbedaan kolesterol total (p=0,910), kolesterol LDL (p=0,457), kolesterol HDL (p=0,809) dan trigliserida (p=0,687) antara kedua kelompok sebelum suplementasi. Ada perbedaan kolesterol total (p=0,004) dan kolesterol LDL (p=0,002), tidak ada perbedaan kolesterol HDL (p=0,332) dan trigliserida (p=0,940) antara kedua kelompok sesudah suplementasi. Ada perbedaan perubahan kolesterol total (p=0,001) dan kolesterol LDL (p=0,000), tidak ada perbedaan perubahan kolesterol HDL (p=0,197) dan trigliserida (p=0,438) antara kedua kelompok. Tidak ada perbedaan asupan gizi antara kedua kelompok. Simpulan: Suplementasi vitamin E 400 IU sekali sehari 30 hari dapat memperbaiki kolesterol total dan kolesterol LDL penderita.  
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KADAR Immunoglobulin M (IgM) anti Phenolic Glycolipid-1 (PGL-1) NARAKONTAK SERUMAH PENDERITA KUSTA DI KOTA SEMARANG M. Zen Rahfiludin; Apoina Kartini; Distrika Philani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5684.533 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

IgM anti PGL-I merupakan penanda bahwa seorang narakontak serumah terinfeksi atau tidak oleh kuman Mycobacterium leprae. konsumsi energi dan protein yang rendah secara bermakna mengganggu sistem imun tubuh sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi protein dengan kadar IgM anti PGL-I narakontak penderita kusta di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan metode survei melalui pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah narakontak serumah penderita kusta serumah di kota Semarang. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 69 narakontak serumah. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat konsumsi energi narakontak adalah 60,57 %, rata-rata tingkat konsumsi protein narakontak adalah 92,59 % dan rata-rata kadar IgM anti PGL-I narakontak 768,67 unit. Ada hubungan negatif bermakna antara tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein dengan kadar IgM anti PGL-I narakontak penderita kusta di Kota Semarang (p=0,008, r= -0,317 dan p = 0,02, r= -0,27). Saran yang dapat diberikan pada narakontak kusta khususnya yang belum terinfeksi adalah meningkatkan konsumsi energi dan protein agar kekebalan tubuhnya dapat terjaga.Kata kunci: kusta, Igm anti PGL-I, konsumsi energi, konsumsi protein
Cadre Assistance in Improving Quality of Life Pregnant Women During the Covid-19 Pandemic Christin Hiyana Tunggadewi; Ayuningtyas Ayuningtyas; Nuril Nikmawati; Mohammad Zen Rahfiludin
JURNAL KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v12i1.8028

Abstract

The Covid-19 pandemic has become a non-natural disaster that has brought a lot of losses, and has been designated by the government as a national disaster. Pregnant women who were confirmed positive for Covid-19 in September 2020 were 4.9% of the total 1,483 confirmed cases. Vulnerable groups for Covid-19 infection are pregnant women, maternity, and newborns, which can increase the incidence of morbidity and mortality in mothers and babies. Pregnancy is a transitional period with important physical and emotional changes, the changes that occur can affect the quality of life of pregnant women and affect the health of mothers and babies. Modification of health services during the Covid-19 pandemic is needed when there is a change in essential health services, especially community-based health efforts by maximizing the function of health cadres. This type of research is a quasi-experimental with one group pre and post test with control group design. Sample number 15 pregnant women in the third trimester each group. The assistance of 1 cadre 1 pregnant women is carried out 1x/week for 3x, with activities including: learning material for the MCH Handbook as a substitute for classes for pregnant women, pregnancy exercise and providing material for service guidelines during the Covid-19 period. The research instrument is WHOQOL-BREF. The data normality test was carried out by Shapiro Wilk and the data analysis was carried out using the Wilcoxon Test. There is a significant effect of cadre assistance on the quality of life of pregnant women in the physical, psychological, social and environmental domains during the Covid-19 pandemic with p-value = 0.001 in all domains. The need for intensive assistance from health cadres to pregnant women during the Covid-19 pandemic to improve the quality of life. 
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kepuasan Ibu Hamil terhadap Kualitas Pelayanan Kelas Ibu Hamil di Kota Semarang Nurani Hari Murti; Bagoes Widjanarko; M. Zen Rahfiludin
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.121-131

Abstract

Pencapaian tujuan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dalam rangka menurunkan AKI secara bermakna dengan deteksi dini dan penanganan ibu hamil berisiko belum tercapai yang mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan yang masih rendah dan berdampak pada ketidakpuasan terhadap pelayanan di kelas ibu hamil. Gambaran ketidakpuasan meliputi rendahnya kunjungan di kelas ibu hamil (20,37%), ketidakpuasan disebabkan oleh faktor akses, lokasi, fasilitas, kenyamanan dan kurangnya pemberian informasi. Dari studi pendahuluan terhadap 15 peserta kelas ibu hamil sebanyak 67% menyatakan tidak puas dan 33% puas. Pengukuran faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil penting dilakukan sebagai bahan perbaikan berkesinambungan terhadap kualitas pelayanan di kelas ibu hamil.Tujuan penelitian menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil terhadap kualitas pelayanan kelas ibu hamil di Kota Semarang. Rancangan penelitian observasional analitik cross sectional dengan sampel 160 responden perwakilan dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil berdasarkan uji Chi-Square yaitu fasilitas (nilai p=0,000),lokasi (nilai p=0,003),pendidikan (nilai p=0,000) dan pekerjaan (nilai p=0,001). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (nilai p=0,929),penghasilan (nilai p=1,0),jumlah hamil (nilai p=1,0),usia hamil (nilai p=0,138). Analisis multivariat regresi logistik yaitu faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil adalah fasilitas (nilai p=0,004 dan OR=2,937) dan lokasi (nilai p=0,007 dan OR=2,773) dengan nilai probabilitas 85%.Saran untuk meningkatkan kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan di kelas ibu hamil adalah meningkatkan fasilitas, ketrampilan petugas kesehatan, promosi dan sosialisasi melalui media, partisipasi aktif peserta kelas melalui pembentukan kepengurusan kelas, koordinasi penentuan lokasi kelas ibu hamil dengan sistem mikrosimulasi dan kerjasama interprofesi tenaga kesehatan serta pelibatan institusi pendidikan kesehatan. 
Stakeholder Mapping Analysis Of First 1000 Days Of Life Program In Semarang Dian Nursanti; Sutopo Patria Jati; M. Zen Rahfiludin
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.5.3.2017.48-55

Abstract

There is a gap between the implementation of the first 1000 days of life Program on the Implementation Guidelines in Semarang City, among others health workers are not well informed about the program, there is no specific structure in the implementation of first 1000 days of life program in Semarang City in accordance with the first 1000 days of life program Implementation Guidelines, and there has not been an integrated step from the Health Department related to the first 1000 days of life program, therefore it is necessary to analyze stakeholder mapping related to its role and function in supporting the 1000HPK program.This research is an observatioal research with qualitative method. Respondents in this study were representatives of stakeholders involved in the 1000HPK Program in Semarang City. In determining the respondents, the researcher uses purposive sampling to assess stakeholder perceptions on the level of influence of power, level of interest, and attitudes of each stakeholder linked to the role of each stakeholder and process indicator of the first 1000 days of life program.The modification group of the stakeholder classification model is as follows: Decision makers include: Regional People's Representative Assembly of Semarang City and BAPPEDA Semarang City, Provider: Health Office of Semarang City, IBI (Indonesian Midwives Association) Semarang City, IDI (Indonesian Doctors Association) Semarang City, Ministry of Religious Affairs Semarang, Education Office of Semarang City, and Academics. Client: PHC, Pregnant Women, Breastfeeding Mothers, Cadre (Dasawisma). Representative: FMM (Forum Masyarakat Madani), Business World, Print Media, Television Media.The results of identification of stakeholders of decision makers and client groups, all states support for the first 1000 days of life Program Process Indicators, but for the provider stakeholders there are groups in the "Time Bomb" position indicating that the stakeholders have not fully supported and directly involved in the first 1000 days of life Program.    
Hubungan Karakteristik Keluarga Kurang Mampu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Semarang Santi Mutiara Purnama Asri; M. Zen Rahfiludin; Martini Martini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.187-194

Abstract

Klasifikasi sebuah keluarga dikatakan miskin dinilai oleh beberapa indikator, yaitu kemampuan keluarga memperoleh kepemilikan pakaian (sandang), mendapatkan pangan, kondisi tempat tinggal (papan) yang layak, terjangkaunya akses pendidikan dan kesehatan, pendapatan, serta kepemilikan aset.1 Stunting pada anak merupakan salah satu indikator jangka panjang dari gizi kurang yang merupakan dampak dari kegagalan pertumbuhan di masa lalu yang akan menghambat perkembangan anak di masa mendatang.2 Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan antara karakteristik keluarga kurang mampu terhadap kejadian stunting pada balita di Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan desain case control dengan teknik purposive sampling. Subyek penelitian yaitu 91 balita stunting (kasus) dan 91 balita normal (kontrol). Variabel yang diukur yaitu pola asuh orang tua, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua (p-value<0,0001, OR = 12,632, dan 95%CI = 16,268 - 25,498) , pengetahuan gizi ibu (p-value<0,0001, OR = 9,273, dan 95%CI = 4,728 - 18187) , pendidikan ibu (p-value=0,002, OR = 2,857, dan 95%CI = 1,509 - 5,410), pendidikan ayah (p-value=0,006, OR = 2,842, dan 95%CI = 1,389 - 5,813 dan pendapatan keluarga (p-value=0,037, OR = 2,738, dan 95%CI = 1,131 - 6,629) dengan kejadian stunting di Kota Semarang.
Correlation between nutritional adequacy, Fe content, body fat percentage, and muscle mass percentage with physical fitness Sonya Hayu Indraswari; Mohammad Zen Rahfiludin; Ali Rosidi
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2449.697 KB) | DOI: 10.21831/jk.v10i1.46001

Abstract

This study aims to determine the correlation between nutritional adequacy, Fe content, body fat percentage, and muscle mass percentage with physical fitness in football athletes. Adequacy of nutrients (energy, protein, fat, protein and Fe) was obtained with a 2×24 hour recall. The Fe content value of Fe was measured using the cyanmethemoglobin method and sTfR was measured using the ELWASA method. The percentage of fat and muscle was obtained by using a Bioelectrical Impedance Analysis tool. Physical fitness was measured using the ACSPFT (Asian Committee on Standardization of Physical Fitness Test) test which includes long jumps, pull-ups, sit-ups, sprints or sprints, shuttle run tests, sit and reach and long runs. The bivariate statwastical test used was the Pearson and Rank-Spearman correlation test, while the multivariate test used the Linear Regression test. There was a correlation between carbohydrate adequacy and physical fitness (p = 0.008). Physical fitness related to carbohydrate adequacy was agility and hand muscle strength (shuttle run and pull-up). There was no correlation between adequacy of energy, protein, fat, Fe Content, fat percentage, muscle percentage and physical fitness of athletes. The results of multivariate analysis showed that the most influential on physical fitness was fat adequacy (Rsquwere=14,6%).
Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Nonfisik dengan Kadar Antibodi IgM Anti Phenolic Glicolipid –1 (PGL-1) pada Anak dari Pasien Kusta Ratnawati Ratnawati; M. Zen Rahfiludin; Martha Irene Kartasurya
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 30 No. 3 (2018): DESEMBER
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.749 KB) | DOI: 10.20473/bikk.V30.3.2018.201-207

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kusta merupakan masalah di Indonesia yang menempati urutan ke-3 di dunia. Anak dari pasien kusta mempunyai risiko tinggi tertular penyakit kusta. Kadar antibodi IgM anti Phenolic Glicolipid-1 (PGL-1) dapat digunakan untuk mendiagnosis kusta subklinik. Tujuan: Mengevaluasi hubungan lingkungan fisik dan nonfisik rumah dengan kadar antibodi IgM anti-PGL-1 pada anak dari pasien kusta di perkampungan kusta Jepara. Metode: Penelitian observasional analitik potong lintang dengan subjek penelitian 41 anak dari pasien kusta yang berusia 6-14 tahun dan metode consecutive sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner terstruktur untuk menilai intensitas kontak dan lama kontak, mengukur kelembapan, pencahayaan, suhu dan kepadatan rumah, dan pemeriksaan sampel darah untuk diperiksa kadar antibodi IgM anti-PGL-1 secara Enzyme Linked Immuno Assay (ELISA). Analisis data mengunakan korelasi rank Spearman dan Fishers’s Exact test. Hasil: Terdapat 10 anak (24,4%) yang mengalami kusta subklinik (kadar antibodi IgM anti-PGL-1 ≥ 600 m/ML). Terdapat hubungan lingkungan fisik rumah: kelembapan (r=-0,366 ; p=0,009) dan suhu rumah (r=0,342 ; p=0,014) dengan kadar antibodi IgM anti-PGL-1. Pencahayaan, kepadatan rumah, ventilasi, jenis lantai, dinding rumah, dan lingkungan nonfisik tidak berhubungan dengan kadar antibodi IgM anti-PGL-1. Simpulan: Faktor lingkungan fisik rumah suhu dan kelembapan berhubungan dengan kadar antibodi IgM anti-PGL-1, semakin tinggi suhu rumah semakin tinggi kadar antibodi IgM anti-PGL-1 dan semakin rendah kelembapan rumah semakin tinggi kadar antibodi IgM anti-PGL-1.
Perbedaan Tingkat Pertumbuhan Seksual Sekunder Dan Menarche Berdasarkan Status Gizi Remaja Putri Di Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan yuliarti yuliarti yuliarti; M. Zen Rahfiludin; SA. Nugraheni
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i2.954

Abstract

Abstrak Prevalensi overweight di Provinsi Bengkulu pada anak umur 6-12 tahun adalah 8,9%. Hasil survey awal pada 470 siswi kelas V dan VI dari 14 sekolah dasar di Kecamatan Pasar Manna ditemukan 11,27% siswi overweight. Prevalensi menarche dini di Provinsi Bengkulu adalah 23,9%, lebih tinggi dari angka nasional (20,9%). Pernikahan usia dini (<20 tahun) meningkat dalam 3 tahun terakhir di Kecamatan Pasar Manna. Hal ini dapat berakibat buruk pada status gizi dan tumbuh kembang anak yang dilahirkan.Tujuan : Menganalisis perbedaan tingkat pertumbuhan seksual sekunder (payudara dan rambut pubis) dan status menarche berdasarkan kelompok status gizi indeks masa tubuh menurut umur (IMT/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U).Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Subjek sebanyak 168 remaja putri dari 8 sekolah dasar, dikelompokkan berdasarkan status gizi IMT/U dan TB/U. Instrumen penelitian menggunakan timbangan badan, microtoise, kuesioner dan Skala Tanner. Analisis data menggunakan uji Kruskal wallis, Post-hoc LSD, Mann Whitney, dan Chi-Square.Hasil : Berdasarkan IMT/U, kelompok underweight sebagian besar berada pada stadium 1-2 pertumbuhan payudara (70%) dan pertumbuhan rambut pubis (80%) sedangkan kelompok overweight sebagian besar berada pada stadium 4-5 pertumbuhan payudara (84%) dan stadium 3 pertumbuhan rambut pubis (52%). Pada kelompok normal (berdasarkan IMT/U dan TB/U) tingkat pertumbuhan payudara stadium 4-5 (72%) dan stadium 3 pertumbuhan rambut pubis (72%). Berdasarkan TB/U, kelompok stunted sebagian besar berada pada stadium 1-2 pertumbuhan payudara (56%) dan pertumbuhan rambut pubis (84%). Persentase menarche dini berdasarkan IMT/U kelompok underweight, normal, dan overweight berturut-turut adalah 14%, 30%, dan 38%. Persentase menarche dini berdasarkan TB/U, pada kelompok stunted adalah 6%. Ada perbedaan signifikan tingkat pertumbuhan seksual sekunder (pertumbuhan payudara dan rambut pubis) berdasarkan status gizi IMT/U maupun TB/U (p=0,001). Ada perbedaan signifikan status menarche berdasarkan IMT/U (p=0,023) dan TB/U (p=0,002).Simpulan : Pada kelompok overweight dan normal tingkat pertumbuhan seksual sekunder lebih cepat nampak dan usia menarche lebih awal dibandingkan dengan kelompok underweight dan stunted. Kata kunci :, menarche, status gizi, seksual sekunder   
Tingkat Penerimaan, Kadar Zat Besi dan Vitamin C Sorbet Berbahan Daun Kelor dan Jambu Biji Merah untuk Anemia Defisiensi Besi (Level of Acceptance, Iron and Vitamin C Content of Moringa Leaves and Red Guava Sorbet for Iron Deficiency Anemia) Tiffany Nisa Arviyani; Diana Nur Afifah; Etika Ratna Noer; Gemala Anjani; M. Zen Rahfiludin; Endang Mahati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.11471

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerimaan, kadar zat besi dan vitamin C sorbet berbahan daun kelor dan jambu biji merah. Anemia defisiensi besi merupakan penurunan simpanan zat besi karena kehilangan zat besi tubuh (perdarahan, infeksi, gangguan penyerapan zat besi, dan kondisi peningkatan kebutuhan zat besi), yang mengakibatkan suplai zat besi tidak mencukupi untuk produksi sel darah merah (eritropoiesis). Anemia defisiensi besi dapat mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh dan produktivitas. Pengembangan produk pangan dapat dilakukan sebagai upaya penanggulangan anemia defisiensi besi, dengan menggabungkan pangan sumber zat besi non-haem dengan pangan sumber vitamin C. Sorbet berbahan daun kelor dan jambu biji merah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif snack berbasis pangan fungsional untuk mengatasi anemia defisiensi besi. Penelitian dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan berupa uji tingkat penerimaan dengan metode hedonik pada 34 panelis. Formula yang diujikan meliputi, sorbet pengenceran 50 mL (formula 1), 100 mL (formula 2), dan 150 mL (formula 3). Tahap selanjutnya, formula terpilih dengan skor hedonik tertinggi dianalisis kadar zat besi dengan metode XRF dan vitamin C dengan metode HPLC. Formula terbaik berdasarkan uji tingkat penerimaan adalah sorbet dengan pengenceran 100 mL (formula 2). Sorbet formula 2 memiliki rerata kadar zat besi sebesar 0,3 mg/100 g dan vitamin C sebesar 80,17 mg/100 g. Sorbet formula 2 memberikan kontribusi zat besi terhadap AKG remaja putri usia 13-15 dan 16-18 tahun sebesar 2%. Sorbet formula 2 memberikan kontribusi vitamin C terhadap AKG remaja putri usia 13-15 dan 16-18 tahun masing-masing sebesar 123,3% dan 106,9%. AbstractThis study was aimed to analyze the level of acceptance, iron and vitamin C sorbet content made from moringa leaves and red guava. Iron deficiency anemia was a condition of decreased in iron stores due to loss of body iron (bleeding, infection, impaired iron absorption, and increased iron demand conditions) that resulted in insufficient iron supply for red blood cell production (erythropoiesis). Iron deficiency anemia could result in decreased endurance and productivity. One of the efforts to deal with iron deficiency anemia was the development of food products. Food product development could be done by combining non-haem iron source food with vitamin C source food. Sorbet made from moringa leaves and red guava could be used as an alternative to a functional food-based snack to treat iron deficiency anemia. The study were conducted  in 2 stages, preliminary study in the form of a hedonic test on 34 panelists to analyze level of acceptance. The formulas tested included, sorbet with a dilution of 50 mL (formula 1), 100 mL (formula 2), and 150 mL (formula 3). The next step, one formula was selected with the highest hedonic score analyzed the iron content by the XRF method and the vitamin C content by the HPLC method. The best formulation based on the level of acceptance test  must be sorbet with 100 mL dilution (formula 2). Iron content averages of formula 2 must be 0.3mg/100 g and vitamin C content averages must be 80.17mg/100 g. Formula 2 contribute to iron based on adolescents girl’s AKG (13-15 and 16-18 years old) was 2%, vitamin C based on adolescents girl’s AKG (13-15 and 16-18 years old) were 123.3% and 106.9% respectively.
Co-Authors Adlinsyah, Diva' Noeriza Aredya Adriyan Pramono Ahmad Syauqy Aisyah Aisyah Aisyiah, Aisyiah Alfi Fairuz Asna Ali Rosidi Ali Rosidi Ali Rosidi Anggraeni, Neni Ani Margawati Ani Margawati Ani Margawati Anies Anies Anisatul Khofidzoh Anita Sulistyorini Anjani, Gemala Apoina Kartini Aprilliyani Pepi Lusita Aredya, Diva' Noeriza Arti, Dwi Windu Kinanti ARUBEN, RONY Arulita Ika Fibriana Arum, Rzky Arviyani, Tiffany Nisa Astutik Astutik Aulia Annisa Ayuningtyas Ayuningtyas Bagoes Widjanarko Bandawati, Bandawati Bekti Putri Harwijayanti Binar Panunggal BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Pumami Camelia Nurjannah Cecep Kusmana Christin Hiyana Tunggadewi Daru Lestantyo Debby Rizky Amelia Devy Aulia Juniar Devy Noviandhita Anggarani, Devy Dewi Ratnasari Dharminto Dharminto Dhea Salisa, Merisha Diah Krisnansari Diah Ratnasari Dian Isti Cahyani Dian Nursanti Diana Nur Afifah, Diana Nur Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Distrika Philani Dita Kartika, Dita Dwi Astuti Dwi Ayu Novitasari, Dwi Dwi Kurnia Yulia Ratnasari Dwi Sutiningsih Edi Dharmana Elisa Henny Ella Febriana Emiyanti, Emiyanti Endang Mahati Endang Mahati Eni Kurniawati Erni Gustina Eros Rosmiati Etika Ratna Noer Etika Ratna Noor Fadhila, Akbar Kholish Fannisa Mahastuti Farid Agushybana Fitri Khoiriyah P. Fitri, Annisa Aulia Fitri, Reza Kartika Fitriyani Wijayanti Hapsari, Qori Chairunisa Hardhono Susanto Hardhono Susanto Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Herliana Endang Supriyatini Hertanto Wahyu Subagio Hidayanti, Lilik Himma Sahulika Idroes, Syarifah Zahwana Tasya Al Ihda Nur Kasyifa Ikhtiarti, Wulandari Imas Rini Indah Budiastutik Indrawati Wurdianing, Indrawati Indrianto, Gunawan Sapto Izzatul Arifah Jatu Safitri Cahyahati Juwita Pramodya Wardhani, Juwita Pramodya Karinta Ariani Setiaputri Khasanah, Dwi Puji Khikmah Wati Kholidah, Nur Kurniasanti, Pradipta Pradipta Laksmi Widajanti Laksmi Widajanti Lintang Dian Saraswati Livia Nur Ghassani Mardiah Nur Arlita Nasution, Mardiah Nur Maria Mexitalia Martha IK Martha Irene Kartasurya Martini Martini Meidiana Dwidiyanti Meliati, Linda Merry Wenda Meylda Intantiyana Mia Afritia Misrina Ulil Aziza Muhammad Azinar Mursid Raharjo Nadyah Ayu Ginanti Naintina Lisnawati Nia Dhesti Arindita, Nia Nisa, Alfiana Ainun Nova Adiani Priastari Novia Arista Novia Luthviatin Nughraheni, S. A. Nugraheni, SA. Nur Amin Nur Amin, Nur Nur Asiah Rahmi Nur Wulandari Nurani Hari Murti Nuril Nikmawati Nurul Aindina Madaliana Nurul Fadhilah Nyoman Suci W, Nyoman Suci Oktiyani Puspita Sari Onny Setiani Permatasari, Claudia Praba Ginandjar Prananingrum Kinasih Puji Sri Rahayunigtyas Pusaka, Semerdanta Pusporini, Anggraeni Dyah Rahmah, Farida Noor rahmuniyati, merita eka Ratnawati Ratnawati Ratnawati Ratnawati Refky Dermawan Ria Yuniati Riezky Aulia Yulandani Rita Kartika Syarif Ronny Aruben S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . SA Nugraheni SA Nugraheni, SA SA. Nugraheni Santi Mutiara Purnama Asri Santi Rahayu Saputri, Ulfa Ayu Selvina Arum Dewanti SETIAPUTRI, KARINTA ARIANI Setyaningsih, Rini Indah Setyatama, Ike Putri Sholahuddin, Irfan Sholekhah, Nur Khamilatusy Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Pradigdo Sofiyetti, Sofiyetti Sonya Hayu Indraswari Sri Achadi Nugraheni Sri Madinah Sri Winarni Suci Musvita Ayu Suhartono SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyawati Sulistyawati Sumarah Sumarah Surip Surip Suroto suroto Suroto Suroto Sutopo Patria Jati Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Syamsulhuda BM Talitha Rahma Nur Aini Tamalla, Putri Nur Temi Chintia Risva Tias Larasati Tiffany Nisa Arviyani Tinuk . Istiarti Titin Prihatin Triana Sri Hardjanti, Triana Sri Triwahyuningsih, Ria Y. Umaroh Umaroh, Umaroh Virnanda Adani Vita Rizky Pradani Sugiyanto Wanda Lestari, Wanda Wellina, Wiwien Fitrie Wijayanti, Deti Wulan Ayu Kusumanngtyas Wulansari - Yudhy Dharmawan Yugharyanti, Tsamara Putri Yuliana, Aniestia Yuliani Setyaningsih Yuliarti Yuliarti Yuliarti, Yuliarti Yuliarti Yuni Atika Sari