Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Characteristics and quality of biofloc in vannamei shrimp culture with different carbon sources Faris Allam, Muhammad; Ekasari, Julie; Achmad Fauzi, Ichsan; Wiyoto, Wiyoto
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 1 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.1.92-100

Abstract

The different carbohydrate complexities are thought to affect the bioavailability of carbon sources for heterotrophic bacteria in the biofloc formation process and produce different biofloc characteristics. Based on these, the purpose of this study was to evaluate the effect of using carbon sources with different levels of complexity on the characteristics and quality of biofloc in pacific white shrimp (Penaeus vannamei) rearing. The carbon sources used in this study were dextrose (DX), potato starch (ST), and α-cellulose (CL). The experimental tests were the TAN (total ammonia nitrogen) reduction test which was carried out for 16 hours and the shrimp rearing test which was carried out for 30 days. Parameters measured to determine the characteristics of biofloc in shrimp rearing test were bifloc volume, biofloc particle size, biofloc nutrient composition, and water quality. The DX treatment produced the lowest TAN in the TAN reduction test. The shrimp rearing test showed the biofloc had different nutrient quality between the treatments. Meanwhile, the water quality between the treatments had relatively close values, but the CL treatment was able to suppress TAN and NO2 lower than the DX and ST treatments during the rearing period. In addition, it is feared that the biofloc volume of the DX treatment which is higher than the ST and CL treatments is feared to be the main cause of stress in shrimp. The conclusion of this study is that complex carbohydrates, especially cellulose, have more potential in improving the performance of the biofloc system. Keywords: biofloc volume, carbohydrate complexity, nutrient composition, particle size ABSTRAK Kompleksitas karbohidrat diduga dapat memengaruhi bioavaibilitas sumber karbon bagi bakteri heterotrof dalam proses pembentukan bioflok, sehingga kompleksitas karbohidrat yang berbeda diduga dapat menghasilkan karakteristik bioflok yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sumber karbon dengan tingkat kompleksitas yang berbeda terhadap karakteristik dan kualitas bioflok pada pemeliharaan udang vaname (Penaeus vannamei). Sumber karbon yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekstrosa (DX), tepung kentang (ST), dan α-selulosa (CL) dan rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (rancangan acak lengkap). Penelitian ini memiliki dua jenis pengujian yang dilakukan secara paralel, yaitu uji penurunan TAN (total ammonia nitrogen) yang dilakukan selama 16 jam dan uji pemeliharaan udang yang dilakukan selama 30 hari. Parameter yang diukur untuk mengetahui karakteristik bioflok pada pemeliharaan udang adalah volume biflok, ukuran partikel bioflok, komposisi nutrien bioflok, dan kualitas air pemeliharaan. Perlakuan DX menghasilkan TAN paling rendah pada uji penurunan TAN. Bioflok yang dihasilkan dari uji pemeliharaan udang menunjukkan kualitas nutrien bioflok yang berbeda-beda antar perlakuanya. Sementara itu kualitas air antar perlakuan memiliki nilai yang relatif berdekatan, tetapi perlakuan CL mampu menekan TAN dan NO2 lebih rendah dari perlakuan DX dan ST selama masa pemeliharran. Selain itu, volume bioflok akhir perlakuan perlakuan DX yang lebih tinggi dari perlakuan ST dan CL dikhawatirkan dapat menjadi penyebab utama stres pada udang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karbohidrat kompleks khususnya selulosa lebih berpotensi dalam meningkatkan performa sistem bioflok. Kata kunci: kompleksitas karbohidrat, komposisi nutrisi, ukuran partikel, volume bioflok
Penerapan Sistem RAS untuk Peningkatan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Halong, Kalimantan Selatan Thoriq, Fatanul; Iskandar, Andri; Hermawan, Imza; Wiyoto, Wiyoto
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.52-59

Abstract

The Nurul Muhibbin Halong Islamic Boarding School is a boarding school in South Kalimantan with an Asian catfish cultivation business unit managed by students. This unit has not been managed well, as can be seen from the students' lack of understanding in carrying out cultivation, which has an impact on the poor quality of the cultivation pond water. The aim of this activity was to improve water quality through a recirculating aquaculture system (RAS). Training and implementation of the RAS system. The results of this activity show that the implementation of the RAS system makes water quality more controlled with dissolved oxygen ranging from 0,75±0,32–5,13±0,80 mg/L, pH ranging from 4,78±0,24–7,14±0,72, temperature in the range of 27,9± 0,64–32,7±0,27°C, and ammonia 0,25 mg/L. The implementation of RAS can improve water quality to be much better and is in line with production performance, especially fish survival and growth.
POTENSI AKUAPONIK UNTUK KETAHANAN PANGAN DI DESA MULYAHARJA Indriastuti, Cecilia Eny; Mulya, Muhammad Arif; Wiyoto, Wiyoto; Kusumanti, Ima; Iskandar, Andri; Permatasari , Sheny; Priatna, Moh. Fahri Aulia; Fachrezi, Muhammad Hafidz; Maha, Indah Permata Sari Br; Firdausi, Amalia Putri; Ramadhani, Dian Eka; Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Hendriana, Andri; Wahyudi, Imam Tri; Rangkuti, Gavrilan Hafiz; Anassyahtira, Aliffia; Rivasa, Varel Raihan
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2025): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i1.60358

Abstract

Perikanan budidaya di Desa Mulyaharja memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan melalui penerapan sistem akuaponik, yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem. Namun, tantangan seperti rendahnya pengetahuan masyarakat, keterbatasan dana, dan kurangnya dukungan infrastruktur menghambat optimalisasi sistem ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan akuaponik sebagai alternatif solusi untuk ketahanan pangan di Desa Mulyaharja. Metode analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Beberapa strategi diusulkan, termasuk edukasi, pengembangan infrastruktur, penerapan teknologi pemantauan kualitas air, serta kerjasama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa akuaponik dapat diterapkan secara berkelanjutan dengan dukungan pelatihan teknis, pengelolaan limbah, dan diversifikasi sumber pendapatan. Dengan strategi ini, Desa Mulyaharja memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas, menekan penggunaan lahan dan air, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara ekonomis dan ekologis.
Manipulation of the aquatic environment to optimize the natural spawning of sunu grouper (Plectropomus leopardus) in controlled tanks Mubarrak, M. Deni Feraro; Kusumanti, Ima; Wiyoto, Wiyoto; Muzaki, Ahmad
Depik Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.32394

Abstract

Aquaculture within culture techniques is needed to support the optimization of a number of juveniles which sunu grouper natural spawning techniques. To optimize the natural spawning of Sunu Grouper (Plectropomus leopardus) its is needed to know in details about the environment condition. Random design method by using several treatments consisted of one factor, temperature, and consisted of four treatments which are 26, 28, 30, and 32 which were repeated five times. Five steps were conducting start with the preparation, acclimatization of the eggs, stocking, and hatching of the eggs, and larval maintenance. Good quality feed is required to support gonad development and egg quality during brood stock-rearing. Environmental management of culture within culture techniques is needed to support the optimization of the number of juveniles. Temperature changes made by raising and lowering the temperature are a form of stimulation that trigger spawning to occur naturally.Keywords:aquacultureaquatic environmentsunu grouper
Prospek Pengembangan Bisnis pada Budidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Perairan Lampung Purnomo, Mareta Damayanti; Kusumanti, Ima; Wiyoto, Wiyoto; Firdaus, M.; Supriatna, Edi
Akuatika Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i1.45270

Abstract

Ikan bawal bintang merupakan salah satu komoditas ikan laut yang sudah dapat dibudidayakan pada air laut maupun air payau. Pemeliharaan ikan bawal bintang dilakukan pada bak beton dan bak fiber. Pakan yang diberikan berupa pakan alami berupa Nannochloropsis sp., Brachionus pliatilis dan Artemia sp. untuk stadia larva dan pakan pelet untuk stadia benih hingga pembesaran. Pemijahan induk ikan bawal bintang dapat dilakukan seacara alami maupun semi alami. Pemijahan ikan bawal bintang berlangsung 8–12 jam setelah penyuntikan kedua dan akan menghasilkan fertilization rate sebesar 75,9%, hatching rate sebesar 75% dan survival rate sebesar 33,3% Telur ikan bawal bintang akan menetas setelah 18 jam setelah pemijahan. Larva kemudian dipelihara selama 2 bulan hingga berukuran 5 – 7 cm untuk siap dijual. Kegiatan pembesaran dilakukan pada keramba jaring apung. Pemberian pakan pada stadia pembesaran yakni pakan pelet dengan kandungan protein 37–48% Ikan yang ditebar berukuran 9–14 cm dipelihara selama 6 bulan. Ikan yang telah mencapai ukuran 500g/ekor dapat dipanen dan dilakukan pengiriman. Hasil perhitungan diperoleh bahwa aspek usaha kegiatan pembenihan bawal bintang membutuhkan biaya total sebesar Rp594.824.974 dengan luas lahan 500 m2, R/C Ratio 1,3 dan payback period selama 3,1 tahun. Sedangkan, untuk kegiatan pembesaran membutuhkan biaya total sebesar Rp1.448.445.079. R/C Ratio yang didapatkan yakni 1,3 dan payback period selama 2 tahun.
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Manggis, Kulit Pisang, Kulit Jeruk, Dan Kulit Mangga Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Ramadhani, Dian Eka; Choerunnisa, Hasna Najla; Syafira, Nadia; Firdaus, Mujammad Ridlo; Firdausi, Amalia Putri; Wiyoto, Wiyoto; Pratiwi, Rifqah
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i1.15504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memilih jenis herbal dari ekstrak kulit buah manggis, kulit pisang, kulit jeruk, dan kulit mangga yang memiliki daya hambat terbaik terhadap bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Kualitas Air, Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB University. Metode yang digunakan yaitu uji in vitro dan uji in vivo. Hasil menunjukkan pada uji in vitro menggunakan pure ekstrak pada semua bahan terbukti efektif dengan besaran zona hambat terbesar yaitu pure ekstrak kulit mangga sebesar 20 mm. Bahan tersebut kemudian diuji pada uji in vivo menggunakan pure ekstrak etanol kulit mangga pada 4 ekor ikan lele selama 1 jam menghasilkan survival rate sebesar 75% dengan kematian 1 ikan. Pada 24 jam menghasilkan survival rate sebesar 25% dengan kematian 3 ikan. Pure ekstrak etanol kulit mangga efektif dalam mengatasi penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila.This study aims to select the type of herbs from mangosteen peel, banana peel, orange peel, and mango peel extracts that have the best inhibitory power against Aeromonas hydrophila bacteria. The study was conducted at the Microbiology and Water Quality Laboratory, Fish Seed Technology and Management Study Program, IPB University Vocational School. The methods used were in vitro and in vivo tests. The results showed that in vitro tests using pure extracts on all materials were proven effective, with the largest inhibition zone size, namely 20 mm, achieved by pure mango peel extract. The material was then tested in an in vivo study using pure mango peel ethanol extract on four catfish for 1 hour, resulting in a survival rate of 75% with one fish dying. At 24 hours, it produced a survival rate of 25%, with 3 fish dying. Pure mango peel ethanol extract effectively treats bacterial diseases caused by Aeromonas hydrophila bacteria.
Application of tofu dregs as an alternative feed for tilapia (Oreochromis niloticus) cultivation in rapid water ponds Prameswari, Aurel Sasqia; Permatasari, Sheny; Kurniawan, Angga; Wiyoto
JURNAL MINA SAINS Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v11i1.15424

Abstract

The leading cause of the high price of fish feed is the increase in the price of raw feed material. One way to reduce the dependence on relatively expensive raw materials is to utilize alternative raw materials, such as tofu dregs. This research was conducted to evaluate the influence of including tofu dregs in feed on the technical coefficient of tilapia cultivation. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replicates: AP8020 (80% tofu dregs + 20% pellets), AP6040 (60% tofu dregs + 40% pellets), AP4060 (40% tofu dregs + 60% pellets), and K (100% pellets as a control). Duncan's further test was conducted to determine the best treatment between treatments. The results showed that mixing 40% tofu dregs with 60% tilapia pellets (AP4060) could increase the increase in Absolute Length, Absolute Weight Gain, Specific Weight Growth Rate, and feed conversion ratio by 15.80 cm, 291.27 gr, 5.74%, and 0.71, respectively. The conclusion of the study shows that mixing tofu dregs and pellets affects the technical coefficient of tilapia growth compared to the control (100% pellets) in the best treatment AP4060 (40% tofu dregs + 60% pellets).
Pemetaan potensi budidaya perikanan berdasarkan kondisi kualitas air dan jenis tanah di Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat Iskandar, Andri; Kusumanti, Ima; Hendriana, Andri; Ramadhani, Dian Eka; Wiyoto, Wiyoto; Firdausi, Amalia Putri; Indriastuti, Cecilia Eny; Mulya, Muhammad Arif; Wahyudi, Imam Tri; Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Permatasari, Sheny; Priatna, Mohamad Fahri; Fachrezi, Muhammad Hafidz; Maha, Indah Permatasari
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i4.2844

Abstract

Kelurahan Mulyaharja, Bogor, memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya perikanan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kualitas air dan jenis tanah. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perikanan budidaya yang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan berdasarkan parameter kualitas air dan tanah yang mendukung pertumbuhan ikan. Metode studi yang digunakan meliputi metode deskriptif dengan pendekatan survei dan analisis spasial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi, IPB University dengan peserta terdiri dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok wanita tani dan kelompok pembudidaya ikan yang ada di Kelurahan Mulyaharja yang memiliki keunikan dan juga mata pencaharian beragam, salah satunya pada bidang perikanan. Saat ini, aktivitas perikanan berkelanjutan belum tercipta bagi masyarakat di Kelurahan Mulyaharja. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya pengelolaan sumberdaya air dan tanah untuk kegiatan budidaya serta pemilihan komoditas budidaya yang kurang cocok dengan lingkungan yang ada, sehingga berdampak pada timbulnya penyakit pada ikan, air yang cepat berbau hingga kematian ikan dalam jumlah banyak menjadi kendala untuk kegiatan perikanan dapat terus dikembangkan. Pengukuran sampel air secara in situ pada sumber air, situ dan kolam milik pembudidaya, serta identifikasi struktur tanah di Laboratorium Produksi Perikanan Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB, menjadi langkah awal untuk menemukan hipotesis yang tepat. Selain itu, dilakukan diskusi secara langsung dalam forum focus group discussion dengan para pemangku kepentingan yang terdiri dari pembudidaya dan juga pemerintah setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa beberapa area di Mulyaharja memiliki kualitas air yang masih berada dalam baku mutu perairan, dan jenis tanah yang mendukung untuk budidaya ikan air tawar, seperti ikan hias jenis koi, maskoki, udang hias air tawar red cherry, lobster hias air tawar serta ikan konsumsi seperti ikan nila dan ikan bawal air tawar.  Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di Mulyaharja.
Dynamics of Phytoplankton Abundance on the Growth of Pacific whiteleg shrimp Penaeus vannamei Rukmana, Asmi Al Husnyah; Wiyoto, Wiyoto; Santoso, Sigid Ary; Ramadhani, Dian Eka; Megahed, Mohamed Elsayed
Journal of Vocational in Aquaculture (JAVA) Vol 1 No 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : College of Vocational Studies, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/java.v1i1.59424

Abstract

Fluctuations in various pond water quality parameters can lead to low survival rates and suboptimal shrimp growth, ultimately affecting production targets. One of the factors influencing the water quality is the presence of phytoplankton. This study aimed to analyze the dynamics of phytoplankton abundance and composition, as well as their impact on the specific growth rate of Pacific whiteleg shrimp. The method consisted of water sampling, identification and calculation of phytoplankton abundance, water quality measurement, and shrimp growth sampling. The abundance of phytoplankton in the B5 pond ranged from 4.78±4.35 × 105 mL-1 cells. The abundance of phytoplankton in the B6 pond was approximately 4.14±2.14 × 105 mL-1 cells. Phytoplankton abundance in the B7 pond ranged from 5.05±3.57 × 105 mL-1 cells. The abundance of phytoplankton in all ponds fluctuated, and the composition of phytoplankton was in accordance with the standards for all three ponds. Based on the results of the Pearson correlation test, there was no direct relationship between phytoplankton abundance and the specific growth rate.
Effect of Sweet Potato Leaves Extract on the Survival of Tilapia in the Transportation Process Ellys Triyani; Andri Iskandar; Annisa Apriliani Wahyudi; Wiyoto Wiyoto
Grouper Vol. 16 No. 1 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i1.260

Abstract

Transportation is a follow-up activity in cultivation that is useful for moving fish to new habitats. The transportation system used is a closed system that relies on oxygen in it. This system has disadvantages, such as fish being easily exposed to stress due to decreased water quality in the media and disruption of fish metabolism. Therefore, an alternative strategy is needed by anesthetizing the fish to reduce movement and metabolism during transportation. The anesthetic used is sweet potato leaves which contain saponins (21,50%), flavonoids (1,30%), and polyphenols (4,0947 mg/g). This research aims to apply the use of Ipomoea batatas sweet potato leaf extract mixed into water media in the transportation process of prospective black tilapia broodstock Oreochromis niloticus. The research used a completely randomized design (CRD) method consisting of three replications and four treatments, namely treatment K (control), P2 (2 mg/L), P4 (4 mg/L), and P6 (6 mg/L). The results of the research can be concluded that the best treatment in this study was P6 which showed higher survival rates and lower blood glucose levels compared to other treatments (P<0.05), while the water quality parameters between treatments did not significant different.
Co-Authors , M Lutfi Hauzan Tama A M Tahya A S Mubarak A. Shofy Mubarak Abrisam Hadi Bintoro Achmad Fauzi, Ichsan Adhitya Wibisono Adycha, Pricila Aurora Agung Prayudha Hidayat Ahmad Muzaki Ahmad Muzaki Alif Diaz Ibramahesa Almi Dwi Utam Anassyahtira, Aliffia Andri Hendriana Andri Iskandar Andri Iskandar Andri Iskandar Andri Iskandar Angga Kurniawan Anisa Annisa Apriliani Wahyudi Apriana Vinasyiam Arzi, Jibal Rizki Akbar Aulia, Salsabila Setya Azahra, Syafira Dinka Azkal Muhammad Azkiya Billi Rifa Kusumah Budi Dermawan Cahyo, Arif Dwi Cecilia Eny Indriastuti Cecilia Eny Indriastuti Cecilia Eny Indriastuti Choerunnisa, Hasna Najla Daniel Djokosetiyanto Deby Shinta Dewi, Ratih Kemala Dian Eka Ramadhani Dian Eka Ramadhani Dian Eka Ramadhani Dinar Tri Soelistyowati Ellys Triyani Enang Harris Erni Sulistiawati Ester Angeline Fachrezi, Muhammad Hafidz Faris Allam, Muhammad Fiqri Nurfadillah Firdaus, Mujammad Ridlo Firdausi, Amalia Putri Ghaida Refiana Zahra Glenaldi Halim Hadi Pratama, Ricky Hadianto Nur Fadhli Hanggit Damarjati Albar Hendriana, Andri Herlina Indryani Hermawan, Imza Husamuddin, Miqdad I Khasani Ida Ayu Amarilia Dewi Murni Ihsan, Muhammad Fajar Maulana Ikhsan Khasani Ima Kusumanti Ima Kusumanti Ima Kusumanti Imam Tri Wahyudi Imam Tri Wahyudi Indi Jaka Nugraha Indriastuti, Cecilia Eny Indy Widyanti Iqbal Kurniawinata, Mohamad Irzal Effendi Iskandar, Andri Julie Ekasari K Nisaa Khaerunisa Agustina Khamila Aulia Salsabi Kukuh Nirmala La Muhamad, Idul Lesmana, Dudi Lesmanawati, Wida Luqman Hakim M Danang Mukti Darmawan M Ikhsan Hisyam M Isya Rais Ansori M Yamin M. Deni Feraro Mubarrak M. Firdaus M. Zairin Junior Maha, Indah Permata Sari Br Maha, Indah Permatasari Mahendra, Tangkas Mashita, Nurul Maulana, Achmad Zidan Akmal Megahed, Mohamed Elsayed Mia Setiawati Monic Hapsari Muarif Muarif Mubarrak, M. Deni Feraro Muhamad Dedra Purnama MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Arif Mulya Muhammad Danang Mukti Darmawan Muhammad Jerri Muhammad Rizki Rifa’i Muhammad Yasir Anwar Mulya, Muhammad Arif Mulyasari . Munjayana, Munjayana Muslim Muslim N Farizah Nabila Putri Endarto Nanda Octavia Naufal Ridho Setyo Laksono Novayanti Magdalena Gultom Nur Annisa Pambudi, Shelva Alifiya Permatasari, Sheny Prameswari, Aurel Sasqia Pratama, Ricky Hadi Pratiwi, Rifqah Priatna, Moh. Fahri Aulia Priatna, Mohamad Fahri Purnamawati Purnamawati Purnomo, Mareta Damayanti R Riza Pamungkas S Rachella Angel Hitron Rafiuddin, Muhammad Ahya Rafly Adi Fahrezy Rahma Amelia Purnama Rahmah Mulanti Rahman, Riem Rahayu Ramadhani, Dian Eka Rangkuti, Gavrilan Hafiz Rega Virgiawan Anwar Resti Dwi Anjani Rhaihany Aliefia D R Ridho Juliansyah Ridwan Iskandar Ridwan Siskandar Rifqi Nurfadillah Rini Andriani Hasibuan Risma Arafah Tunisa Risma Rosyada Julian Riva Hafidah Rivasa, Varel Raihan Rizky Fadilla Agustin Rangkuti Rizky, M. Fizry Alnur Robin . Robin Robin Rukmana, Asmi Al Husnyah Saeful Anwar Santoso, Sigid Ary Sasmita, Galih Amar Taufiqurrahman Satrio Yudha Wisesa Sesar Husen Santosa Setijani, Atiek Shadam Dwi Permana Sheny Permatasari Sheny Permatasari Siti Zalfa Fadillah Sofyan Alhaq Sukenda Sukenda Supriatna, Edi Syafira, Nadia Thoriq, Fatanul Tunisa, Risma Arafah Utari, Heny Budi Wahyudi, Imam Tri Wida Lesmanawati Wida Lesmanawati Y. Hadiroseyani Yahya Ian Keyvin Sitio Yuniar, Virda Ratna