Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN LOGARITMA PADA PENENTUAN LAJU REAKSI PENCAMPURAN MINYAK JARAK DAN AIR Agus Wibowo; Indah Eko Cahyani
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 5 No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.039 KB) | DOI: 10.24905/eng.v5i2.370

Abstract

Laju reaksi dapat dipergunakan untuk memprediksi kebutuhan bahan pereaksi dan produk reaksi tiap satuan waktu, dan dapat juga dipergunakan untuk menghitung kebutuhan energi untuk produksi hidrogen. Persamaan laju reaksi diperoleh melalui eksperimen, dan tidak bisa hanya dilihat dari persamaan reaksinya saja. Dengan pengukuran jumlah kosentrasi minyak jarak dan kosentrasi air pada perbandingan tertentu serta jumlah kosentrasi hasil reaksi, persamaan laju reaksi dapat diperoleh dengan menggunakan sifat logaritma. Teori perbandingan pencampuran antara minyak jarak dengan air dapat diperoleh dari rumus kimia minyak jarak dan air. Adapun kandungan minyak jarak terdiri dari bermacam asam yang menyusunnya. SehinggaPenelitian ini didesain untuk mencari persamaan laju reaksi, enengi yang diperlukan untuk reaksi serta mencari perbandingan yang optimal campuran minyak jarak dan air. Eksperimen menggunakan variasi perbandingan 1:1, 1:1,5, 1:2 dan 1:3 antara minyak jarak dengan air yang diberi katalis Cu dan dipanaskan pada suhu rata-rata 700oC pada pemanas 1 dan suhu rata-rata 700oC pada pemanas 2 serta pada katalis dengan suhu ratarata 300oC.dan dengan menggunakan sifat logaritma hasil yang diperoleh yaitu persamaan laju reaksi v = 0,0081[M]0,1133.[A]-0,1714Kata Kunci: Logaritma, Hidrogen reformer, Laju reaksi
VARIASI TINGGI PIPA HISAP PADA POMPA TERHADAP PERUBAHAN KAPASITAS ALIRAN(APLIKASI PADA PENAMPUNGAN EMBER TUMPAH WATERBOOM ) Budi Johan; Agus Wibowo; Irfan Santoso
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 5 No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.443 KB) | DOI: 10.24905/eng.v5i2.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa perubahan kapasitas aliran pompa dari variasi tinggi pipa hisap 20cm, 40cm dan 60cm untuk mengetahui debit air yang paling optimal dengan jarak pipa 20cm, 40cm, 60cm. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ekperimental yaitu perencanaan alat, pembuatan alat, uji ketinggin level air dengan mencari data turbin untuk menggerakan pompa. Hasil dari kapasitas aliran dari tinggi pipa 20cm, 40cm, 60cm sangat berbeda kapasitas aliranya, dengan memiliki bilangan Re yang paling besar yaitu 18694.223 dengan tingi pipa 40cm dengan profil aliranya adalah turbulen. pengujian ditunjukan debit air yang ideal yaitu pada tinggi pipa 40cm yaitu 0,0000577(m3/s) dengan putaran turbin 110 rpm, sedangkan debit aliran yang paling rendah yaitu 0,0000551(m3/s) dengan putaran turbin40rpm, dengan ratarata kapasitas aliran dapat untuk mengetahui debit air yang optimal dengan menghasilkan air 0,0004 m3 sampai 0,00077 m3 dengan waktu 10menit.Kata Kunci: tinggi pipa air , kapasitas aliran,volume air
PERPINDAHAN PANAS PADA HEAT EXCHANGER DOBEL PIPA DENGAN SIRIP BER BENTUK SIKU EMPAT Suswanto .; Mustaqim .; Agus Wibowo
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.984 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i1.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan suhu yang di hasilkan oleh penelitian tersebut dengan melakukan variasi jumlah sirip dan mengetahui seberapa besar penurunan suhu yang terjadi pada variasi tersebut menggunakan perpindahan panas padaheat exchanger pipa ganda dengan sirip siku empat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari stainless steel, sebagai tube yang dipasangi sirip (segi empat) dengan jarak dan jumlah tertentu. Jarak sirip bervariasi 15 cm, 20 cm dan jumlah sirip bervariasi 4 dan 6 pada masing-masing tube.Spesimen tersebut dimasukkan dalam Shell kemudian diisolasi secara rapat untuk dilakukan pengujian.Air dingin dialirkan ke dalam shell dengan kecepatan tetap dan air panas dialirkan ke dalam tube dengan kecepatan tetap, ini dilakukan dalam jangka waktu 10 menit. Dengan mengukur perubahan suhu yang terjadi antara sisi masuk dan keluar shell dan tube, makadapat dihitung koefisien perpindahan kalornya dan korelasi (persamaan) antara U vs jumlah sirip. Hasil eksperimen yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan hasil teoritik. Penelitian ini memberikan gambaran suatu Hasil penelitian secara sistematik, dan faktual mengenai fenomena perubahan suhu di sisishell dan tube, dan penurunan suhu pada saat dilakukan pengujian sehingga dapat diketahui pada variasi jumlah sirip segi empat paling efektif memberikan kontribusi. Data yang diperoleh dari eksperimen berupa penurunan suhu, temperature masuk dankeluar pada sisi shell dan tube, debit fluida masuk pada sisi shell dan tube. Fenomena-fenomena yang didapat dalam penelitian digambarkan secara grafis untuk menggambarkan koefisien perpindahan panastotal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jumlah sirip pada permukaan tube dapat meningkatkan penurunan suhu pada Perpindahan panas.Kata Kunci : Heat Exchager, Dobel Pipa Siku Empat, tube,
OPTIMALISASI IGNITION TIMING PADA PENGGUNAAN E–100 DAN PISTON MODIFIKASI GM.1–54/50/13 Gunawan .; Agus Wibowo; M. Agus Shidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.393 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i1.418

Abstract

Beberapa tahun yang akan datang dunia akan mengalami krisis bahan bakar minyak, dan salah satu alternatif bahan bakar yang dapat digunakan adalah alkohol fuel grade/etanol (Billah, 2009 : 24). Alkohol memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan bensin karena angka oktan Alkohol sebesar 108 dan dapat bekerja pada rasio kompresi yang lebih tinggi(Muku & Sukadana, 2009 : 26). Pada umumnya penggunaan bahan bakar alkohol masih membutuhkan campuran bensin. Pada penelitian kali ini digunakan bahan bakar alkohol tanpa campuran bensin, bahan bakar ini disebut E – 100 (100 % alkohol). Karena E–100(etanol/alkohol) memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dari bensin, maka perbandingankompresi dan ignition timing mesin empat langkah harus disesuaikan (karena pada umumnya mesin sepeda motor empat langkah dirancang menggunakan bensin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan kompresi dan ignition timingterhadaptorsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc) Honda Vario 110 cc pada saat menggunakan  E–100. Variabel bebas pada penelitian ini adalahignition timing, dan variabel terikatnya adalah torsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimana terdapat perlakuan berupa : modifikasi padatonjolan sensor pengapian (Pick Up - Pulser/Triger) sehingga ignition timing dapatdivariasikan. Terdapat 8 (delapan) sampel ujicoba yaitu : sampel – 1 (bahan bakar Pertamax 92, kompresi 10 : 1 dan ignition timing 15 BTDC), sedangkan pada saat menggunakan E –100 perbandingan kompresi disetel 13 : 1 dantiming pengapian disetel 10 BTDC (sampel –2), 15 BTDC (sampel – 3), 20BTDC (sampel – 4), 25BTDC (sampel – 5), 30BTDC (sampel – 6), 35°BTDC (sampel – 7) dan 40°BTDC (sampel – 8). Perbandingan kompresi13 : 1 dicapai dengan modifikasi pada kepala piston sehingga volume kepala piston menjadi 3,5 cm³ (piston GM.1–54/50/13), dengan menggunakan piston ini tekanan silinder dapat mencapai 170 psi (11.95 kg/cm 2). Berdasarkan pengujian dan perhitungan, daya optimal diperoleh denganignition timing disetel 37,65BTDC, sedangkan Sfc optimal diperoleh denganignition timing disetel 25,5BTDC.Kata kunci : etanol, kompresi, piston, ignition timing, torsi, daya
PENINGKATAN KINERJA AERATOR TAMBAK DENGAN VARIASI PULLEY Zaenal Supriyadi; Agus Wibowo; Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.767 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i2.577

Abstract

Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya (syarifudin, 2014) aerator yang dibuat dengan menggunakan motor listrik dengan dipasang  langsung  pada kincir aerator,  tidak dapat berlangsung lama (mengalami  kerusakan  pada motor listrik) karena mengalami  beban yang besar. Tahanan yang besar akan mengakibatkan  beberapa  kerugian  pada  motor penggerak seperti daya  output motor yang   besar.   Dengan dasar  tersebut  penulis  mencoba melakukan  perbaikan aerator  tambak  dengan penambahan system transmisi dan gearbox.Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan dengan  beberapa  ujicoba,  dengan  melakukan  perancangan  aerator  tambak  melaluai  optimasi  hasil penelitian sebelumnya, dengan penambahan system transmisi dimana aerator sebelumnya tanpa menggunakan transmisi. Transmisi yang digunakan yaitu dengan perbandingan jenis A (127;88), B (127:127) dan C (88:127), pada masing-masing transmisi tersebut di ujicoba pada perlakuan kedalaman kincir di air yaitu 5 cm, 7 cm dan 10 cm.Hasil penelitian diperoleh Bahwa kedalaman kincir aerator di air berpengaruh terhadap putaran poros dengan masing-masing variasi transmisi di motor penggerak. Putaran poros tertinggi diperoleh pada transmisi A  kedalaman  5  cm dengan putaran  maksimum yaitu  33,66 rpm,  sedangkan putaran poros terendah  yaitu  pada  transmis  C  kedalaman  10cm  yaitu 12,80  rpm.  Pada  konsumsi  listrik  tertinggi diperoleh dari transmisi A kedalaman 10 cm yaitu 993,37 Watt, sedangkan daya listrik terendah yaitu pada transmisi  C  kedalaman  5  cm  yaitu  254,55  Watt. Sedangkan  dari  hasil  perhitungan  umur sabuk/belt diperoleh bahwa pada transmisi A diperoleh umur yang lebih lama yaitu 2362,62561 jam kerja dan tercepat pada transmisi C yaitu 1120,70784 jam kerjaKata Kunci : Transmisi, Aerator,umur sabuk
ANALISA MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD TERHADAP KINERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK 110cc Rizki Fajarudin; Agus Wibowo; Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.597 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.586

Abstract

Saat ini ada banyak tuntutan dalam industri otomotif yaitu untuk menghasilkan kendaraan yang mampu menghasilkan performa yang tinggi (high performance), dan juga harus dapat menghemat pemakaian bahan bakar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  dari  variasi  bentuk,  panjang,  dan  diameter  Intake  manifold  terhadap  kinerja mesin. Pengujian dilakukan dengan pemasangan intake manifold standart yang sudah divariasi terhadap Torsi, Daya, dan Konsumsi  bahan bakar sepeda motor Jupiter Z. Analisa data menggunakan metode uji coba langsung yang dilakukan dengan cara mencatat data- data hasil pengujian yang akan dilakukan, dengan percobaan pemasangan Intake Manifold Standart dengan panjang 75 mm dan diameter 20 mm, Intake Manifold Variasi 1 dengan panjang 75 mm,  diameter  17  mm,dan penambahan Ulir pada lubang out,  serta  Intake manifold Variasi 2 dengan panjang 55 mm, diameter 17 mm, dan penambahan Ulir pada lubang out, terhadap kinerja mesin motor pada putaran mesin ditentukan pada 1500 sampai 10.000 rpm dengan variabel dari bentuk,diameter dan panjang   intake manifold. Hasil penelitian menunjukkan Intake manifold variasi 2 lebih unggul dengan nilai Daya 7,2 Hp, Torsi 7,92 N.m dibanding intake standart dan konsumsi bahan bakar lebih irit 36,83% sedangkan Intake manifold variasi 1 lebih rendah dibanding standart dengan nilai Daya 5,7 Hp, Torsi 6,8 N.m namun konsumsi bahan bakar lebih irit 40,66%, jadi Intake manifold terbaik adalah Intake manifold variasi 2.Kata Kunci : Intake Manifold, Torsi, Daya
ANALISA PERUBAHAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP UNJUK KERJA AC SPLIT 1,5 PK Moh. Ade Purwanto; Agus Wibowo; Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.812 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.587

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi mengakibatkan banyak orang yang memodifikasi komponen AC salah satu diantaranya dengan melakukan perubahan dengan diameter pipa kapiler yang berbeda- beda dan pemanfaatan air kondensat sebagai media pendingin tambahan setelah kondensor. Dari perubahan pipa kapiler tersebut diharapkan mendapatkan performance yang lebih pada rancangan AC dengan media tambahan air kondensat tersebut.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu dengan melakukan rancang bangun AC 1,5 PK dengan penambahan media bak air kondensat yang dipasang setelah kondensor. Dengan variasi diameter pipa kapiler A (0,50), B (0,58) dan C (1,08) adalah gabungan dari pipa A dan B. Data yang diperoleh dari percobaan kemudian dibandingkan guna menghasilkan pengaruh terhadap COP.Hasil   penelitian   diperoleh   data   koefisien   prestasi/COP   pada   masing-masing perlakuan pipa dapat diketahui bahwa semakin kecil diameter pipa kapiler maka COP semakin meningkat dimana pipa kapiler A dengan kondisi paling tinggi dengan operasional selama penelitian cenderung stabil dengan rata-rata 6,55, pipa kapiler B  dengan rata-rata 5,84, dan pipa kapiler C berada pada COP paling rendah dengan rata-rata 5,56.Kata Kunci : Kondensat, AC, COP
Analisis Kinerja Evaporator Pada AC Split 1/2 PK Dengan Refrigeran R-22 dan R-290 Mustaqim mr; Hadi Wibowo; Agus Wibowo
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 12 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v12i1.1848

Abstract

AC adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengkondisikan udara. Bisa dikatakan bahwa AC adalah alat yang berfungsi sebagai penyejuk udara. Penggunaan AC dimaksud untuk memperoleh temperatur udara yang diinginkan (sejuk atau dingin) dan nyaman bagi tubuh pada suatu ruangan. Kunci utama dari AC adalah refrigeran, yang umumnya CFC (Chloro Fluoro Carbon), HCFC (Hydro Chloro Fluoro Carbon), HFC (Hydro Chloro Fluoro Carbon) adalah senyawa organik yang mengandung satu atau lebih atom fluorin. Menurut peraturan pemerintah menuliskan penghapusan HCFC-22 atau lebih dikenal dengan freon R22 pada sektor refrigerasi, Air evaporator. Untuk itu dicari pengganti freon R22. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan rancang bangun AC split 1/2 pk menggunakan refrigeran R290 dan R22 dengan menvariasikan tekanan. Data yang diperoleh dari percobaan kemudian dibandingkan guna menghasilkan pengaruh terhadap efektifitas evaporator. Hasil penelitian diperoleh data evektivitas evaporator pada masing – masing freon. Pada AC yang menggunakan freon R22 memiliki rata – rata evektifitas evaporator dibandingkan AC yang menggunakan freon R290. AC yang menggunakan freon R22 memiliki rata – rata 10,93 Watt sedangkan AC yang menggunakan freon R290 memiliki rata – rata 14,49 Watt.
MODEL MANAJEMEN DATA SPASIAL UNTUK PEMILIHAN JALUR DISTRIBUSI HOLTIKULTURA Kudang B. Seminar; Mohammad Abousaidi; Agus Wibowo
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 2 No. 1 (2005): Vol. 2 No. 1 Maret 2005
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4107.54 KB) | DOI: 10.17358/jma.2.1.29-34

Abstract

  One of the primary goals of agroindustry is to deliver horticulture products (vegetables and fruits) to the target marketplaces timely with minimum quality loss. This is vital considering the characteristics of agroproducts particularly vegetables and fruits which are sensitive to the fluctuation of micro- and macroclimate conditions, methods and the duration of delivery.  Therefore, the selection of transportation lines for the distribution of agroproducts becomes a determining key to the minimizing of  time delay and quality loss in delivering agroproducts to the marketplaces. This demands the support of spatial data that can be utilized to enhance the selection of the best routes for distributing agroproducts. This study discusses the approach of spatial data management to support the decision making for selecting the best transportation lines to deliver horticulture products and demonstrates the implementation issues of the software prorotype for handling the distribution of vegetables in Bogor districts.
Back Matter October 2017 Agus Wibowo
Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (JPEB) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ekonomi & Bisnis (DOAJ Indexed)
Publisher : Faculty of Economics, State University of Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.297 KB)

Abstract

Co-Authors A. Farid Achmad Ali Chafid Ade Aprilia Sasi Lestari Adi Suryo Ramadhan Adine Setya Wardhani Agus Widodo Ahmad Farid Ahmad Farid Ahmad Rouf Amirin Anggraeni Endah Kusumaningrum Annisa Sativa Aribandi Bangun Muljo Sukojo Budi Johan Budi Santoso Catur Wijayanti Cicik Harfana Cusanto Aji Aji Dian Ikha Pramayanti Dian Ratnasari Dicky Iranto Edi Pranoto Efrat Tegris Eko Hadisiswanto Endah K, Anggraeni Endang Swastuti Ernani Budi Prihatmi Fahyuda Rammadan Fitra Dila Lestari Galuh Juniarto Gulo, Sabina Berlina Gunawan . Hadi Pranoto Hadi Wibowo Hamzah Mardiansyah Imron Rosadi Ina Kusrini Indah Eko Cahyani Indra Fahrizal Irfan Santosa Irfan Santoso irsan hadi Ismi Setianingsih Isna Eny Putri S Jap Caroline Valencia Jefrie Ardian Pratama Joni Laksito Jumail Karuniana Dianta Arfiando Sebayang Kastubi Khana Amelia Khoirunni’mah Kudang B. Seminar Kunarto Kurnia Kurnia Turrahmi Lagiyono . Lawrence Adi Supriyono M. Agus Shidiq M. Riyanto Marita Nurharjanti Markus Suryo U Markus Suryo Utomo Markus Suryoutomo Marsofiyati Marsofiyati Mashari Moh. Ade Purwanto Moh. Yusuf Abadi Mohamad Samsudin Mohammad Abousaidi Muhammad Agus Shidiq Muhammad Turmudzi Mustaqim , Mustaqim . Mustaqim mr Nabilla Ekariyana Mursita Nafisah Nuraini Narto Narto Ninik Umi Hartanti Nirma Hellyatul Auwalia Nur Asiyatul Janah Nur Tulus Ujianto Nurul Atieka Oscar, Oscar Haris Palupi Dyah Ayuni Prawiro Anggianto Purwana E.S., Dedi Rahmad Purwanto W Retno Mawarini Sukmariningsih Rika Ampuh Hadiguna Rizki Fajarudin Rizki Prasetyo Tulodo Rossa Azwa Damayanti Rosyidah Jayanti Vijaya RR Widyorini Indrasti W Rr. Widyorini Indriasti W Sadah, Khozinatus Sandya Gilang Samudra Shofiyatul Hidayah Siti Mariam Siti Mariyam Sri Jumini Sri Mulyani Sri Nuryani Wahyuningrum Sudarinah Sudarinah Suparno Suryati Kumorowulan Susbiyantoro, Susbiyantoro Suswanto . Suyono Suyono Tofik Hidayat Untung Hartoni Viona Galanita Windi Puji Ariani Yasin , Yudi Widodo Yusuf Ibrahim Arowosaiye Zaenal Supriyadi Zulfah .