p-Index From 2021 - 2026
5.866
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik REKAYASA Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Format : Jurnal Imiah Teknik Informatika JURNAL IQRA´ Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Acuity : Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra EPIC : Journal of Electrical Power, Instrumentation and Control LANGUA: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan dan Administrasi Publik 3BIO: Journal of Biological Science, Technology and Management Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal Administration, Business & Organization Media Bina Ilmiah MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik) Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Media Akademik (JMA) Mimbar Administrasi JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Langua: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Dinasti-isme: Demokrasi, Dominasi Elit, dan Pemilu Wawan Gunawan
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.171 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.118

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang dinastiisme dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah yang dilatarbelakangi oleh kehadiran anggota keluarga petahana dalam Pemilukada. Dinastiisme merupakan istilah yang digunakan penulis untuk menggambarkan tentang isme atau aliran dalam dinasti politik, dengan demikian pemaknaan dinastiisme petahana, dalam tulisan ini, merupakan istilah lain dari dinasti politik petahana. Selanjutnya dilakukan diskursus melalui beberpa konsep: Demokrasi, dominasi elit, serta pemilu.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN PUBLIK DESA DI ERA DIGITAL 4.O (Studi Kasus Pemerintah Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung) Bayu Septiansyah; Widuri Wulandari; Wawan Gunawan; Atik Rochaeni
Jurnal Academia Praja Vol 6 No 2 (2023): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v6i2.1734

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat dalam usaha mengefektifkan layanan kepada masyarakat harus dilakukan sampai pada tingkat Desa. Teknologi informasi yang tercanggih sekalipun tidak ada yang mengoperasikan, maka akibatnya sistem informasi tidak berjalan maksimal. Penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Ciburial di Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik di era digital 4.0 di Desa Ciburial berupaya dilakukan semaksimal mungkin walaupun belum mampu berdampak ke masyarakat secara signifikan dan masih mengalami beberapa hambatan, salah satunya yaitu belum integrasinya data. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan aparat desa sehingga menghasilkan sistem yang terintegrasi satu sama lainnya. Sistem yang sekarang dapat menjadi dasar untuk pengembangan sesuai dengan perubahan peraturan dari peraturan yang lama menjadi baru.
DIALETIKA DEDI MULYADI DALAM PERSPEKTIF ILMU PEMERINTAHAN Wawan Gunawan; Harky Ristala
Jurnal Academia Praja Vol 8 No 2 (2025): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v8i2.4546

Abstract

Dedi Mulyadi (selanjutnya disingkat DM) Gubernur Jawa Barat periode 2025 – 230 memiliki pendekatan yang unik dalam merumuskan kebijakan pemerintah, berbeda gaya dengan birokrasi konvesional pada umumnya. DM lebih memilih pendekatan secara langsung dan responsif berdasarkan data dan fakta yang didapatkan dengan melakukan eksekusi tanpa berbelit-belit, sehingga tidak aneh di awal masa kepemimpinannya, DM dapat membuat efisiensi anggaran Jawa Barat mencapai Rp. 5 triliun yang berdampak langsung kepada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, dan jaringan listrik. DM dalam menangani masalah di masyarakat seperti lingkungan, pendidikan, kesehatan tidak menunggu kajian akademik yang berlaurut-larut tetapi langsung turun lapangan untuk menindak pelanggaran, dan eksekusi. Tulisan ini menganalisis dialetika dalam pemerintahan di Jawa Barat di bawah kepemimpinan DM terutama dalam proses pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai perspektif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dialektis dalam perspektif dynamic governance. Pendekatan dialektis akan merespon tantangan dengan solusi menggabungkan berbagai sudut pandang. Pendekatan ini dapat sejalan dengan konsep dynamic governance yang menekan pentingnya pemimpin memiliki kapabilitas dinamis berpikir ke depan, berpikir ulang, dan berpikir lintas sektor dengan ini kebijakan yang dihasilkan dapat langsung cepat diterapkan dan memiliki dampak langsung kepada masyarakat. Sehingga pendekatan yang dilakukan DM secara langsung bisa menjadi model lebih progresif dibanding pendekatan konvensional tetapi perlu adannya keseimbangan antara kecepatan eksekusi dan aspek legal serta administrasi.