Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PERILAKU PENGENDARA DAN KECEPATAN KENDARAAN PADA JALAN EMPAT LAJUR DUA ARAH TERBAGI DI KOTA PONTIANAK Slamet Widodo; Elsa Tri Mukti; Sonya Sulistyono
Journal of Indonesia Road Safety Vol 2 No 2 (2019): Journal of Indonesia Road Safety
Publisher : Traffic Accident Research Center, Indonesia Traffic Police Corps and University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/korlantas-jirs.v2i2.15043

Abstract

Jalan Ahmad Yani in Pontianak as National road was located in the Capital of Kalimantan Barat Province has a four-lane two carriageway facility and a median in the middle of lanes. It has a high volume of traffic, i.e., more than 100 thousand a day for two directions. A number of the vehicle was recorded by installing CCTV device, a while velocity of vehicles are used a couple of speed gun. It was dominated by the number of the motorcycle around 70%, light vehicle, and the heavy vehicle is 29.6% and 0.4%, respectively. Based on data collected in the front of Prosecutor’s building that average of vehicle velocity is around 36.0 to 43.0 km/h and speed of a light vehicle is higher than other of vehicle types, while at other location (in the front of Ayani Mega Mall) it has not a certain trend. The rider of the motorcycle is riding their vehicle around 44%, going out of a provided lane for motorists. Perception’s respondents reveal that it is still probable that an incident has happened although they can ride. Speeding behavior of rider related to reaching a destination earlier. For speed restricted, respondents said that it was useful for reducing the number of incident and fatality. A sanction, like a revocation for riding license for awhile, is preferred but not permanent revocation. Some answers from respondents state that they obey some regulations during riding. Lokasi penelitian adalah Jalan Ahmad Yani di kota Pontianak yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat dimana jalan tersebut minimal memiliki 4 lajur 2 arah terbagi, berstatus Jalan Nasional. Volume lalu-lintas sangat tinggi melebihi 100 ribu kendaraan untuk 2 arah pada hari kerja (workday) dengan modal split sekitar 50:50. Pengambilan data lalu-lintas dilakukan dengan memasang CCTV untuk 2 arah, sedangkan kecepatan kendaraan digunakan speed gun. Jumlah kendaraan jenis Sepeda Motor (MC) mendominasi sekitar 70%, sementara jenis Kendaraan Ringan (LV) sebesar 29,6% dan jenis Kendaraan Berat sebesar 0,4%. Di lokasi depan gedung Kejaksaan Kalimantan Barat bahwa kecepatan rata-rata kendaraan berkisar 36,0 s.d. 43,0 km/jam. Rata-rata kecepatan kendaraan jenis LV relatif tinggi dibandingkan jenis kendaraan lain, sedangkan di lokasi depan Ayani Mega Mal tidak didapatkan polanya. Terhadap kepatuhan pada lajur bahwa kendaraan jenis Sepeda Motor (LV) sekitar 44% keluar dari lajur khusus sepeda motor yang telah disediakan, bahkan penelitian sebelumnya di tahun 2014 bahwa jumlah kendaraan jenis MC yang keluar lajur berkisar 55%. Dari persepsi pengendara bahwa kecelakaan mungkin saja terjadi walau sudah terampil berkendara. Perilaku ngebut di jalan beralasan agar sampai tujuan lebih cepat. Terhadap pembatasan kecepatan, responden meyakini dapat mengurangi kecelakaan dan fatalitas. Sanksi berupa pencabutan SIM untuk sementara waktu disetujui namun tidak untuk pencabutan SIM selamanya. Responden menyatakan patuh saat berkendara di jalan raya terhadap peraturan yang ada.
PLANNING THICK RIGID PAVEMENT BY FAA METHOD ON THE NEW RUNWAY OF SUPADIO AIRPORT Natalis Deni; Akhmadali Akhmadali; Siti Nurlaily Kadarini; Elsa Tri Mukti; Ferry Juniardi
Jurnal TEKNIK SIPIL Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v22i2.59430

Abstract

Pontianak Supadio Airport is a gateway for exiting or entering tourists from within and outside the country. PT. Angkasa Pura II (Persero) plans to build a second runway at Pontianak Supadio International Airport to support economic growth and tourism in West Kalimantan. The method used in this study is the FAA (Federal Aviation Administration) method to determine the thickness of the rigid pavement to be used in planning the construction of a new runway. Forecasting the number of passengers and aircraft using the double moving average method. It is predicted that the plan period will be in 2035 with 12.763.479 passengers per year and 121.782 aircraft movements per year. Planned aircraft type Airbus A330-300 is an aircraft that requires the largest thickness of concrete slab with dual tandem wheel types, and MTOW 533.519 lbs. Due to the condition of the original soil which has a CBR value of 0.53%, a 52.5 cm thick embankment is required to achieve a CBR value of 6%. In the calculation of rigid pavement thickness planning for the design life of 2035, the surface course = 56,39 cm, subbase course = 15,24 cm, and stabilized subgrade / base soil = 52,5 cm for critical areas, and a surface course of 50,751 cm, subbase course = 13,716 cm, and stabilized subgrade / base soil = 52,5 cm for non-critical areas.
Studi Dan Evaluasi Operasional Pelayaran Perintis Di Indonesia Rudi Sugiono Suyono; Elsa Tri Mukti
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.223 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v18i2.31216

Abstract

Pelayanan transportasi keperintisan adalah sebagai unsur pendorong (promoting) menyediakan jasa transportasi yang efektif untuk menghubungkan daerah terisolasi dengan daerah berkembang yang berada di luar wilayahnya dan/atau luar negeri, sehingga terjadi pertumbuhan perekonomian yang sinergis. Selain itu, pelayanan kapal perintis tersebut diselenggarakan untuk mewujudkan fokus kerja Kementerian Perhubungan yaitu peningkatan keselamatan dan keamanan, peningkatan kualitas pelayanan, dan peningkatan kapasitas. Berdasarkan hasil analisis disparitas yang cukup tinggi terjadi di wilayah timur Indonesia antara lain di Tanah Bumbu, Kepulauan Anambas, Natuna, Tanjung Pinang, Bima, Ambon, Kepuluauan Aru, Maluku Barat Daya, Seram Bagian Barat, Tual, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Ternate, Asmat, Boven Digul, Mappi, Merauke, dan Mimika. Disparitas tertinggi yaitu sebesar 114% terjadi pada tahun 2017 untuk bahan pokok di wilayah Maluku, tepatnya di Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, dan Tual. Dari sampel trayek yang diamati didapat bahwa rata-rata passenger factor untuk setiap voyage berada di rentang 1% hingga 13% saja dengan tingkat keterisian penumpang maksimum pada satu voyage sebesar 45.5%. Sementara, rata-rata load factor untuk setiap voyage berada di rentang 0.2% hingga 28% dengan tingkat keterisian barang maksimum pada satu voyage sebesar 103.5%. Berdasarkan identifikasi konektivitas antara trayek angkutan laut perintis dengan simpul pelabuhan tol laut, tampak bahwa masih ada ketimpangan konektivitas antara jaringan angkutan laut perintis dengan simpul pelabuhan tol laut. Konektivitas simpul pelabuhan tol laut dengan angkutan laut perintis paling tinggi ada di Pelabuhan Saumlaki, dengan 16 trayek terkoneksi dengan pelabuhan ini.
PENATAAN BUNDARAN TRANSMART AKIBAT PENGEMBANGAN KAWASAN TERPADU BRCMKUBU RAYA Nico Hendrawan Pratama Putra; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45127

Abstract

Perkembangan wilayah Kabupaten Kubu Raya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu objek yang terlihat berpengaruh yaitu Transmart Kubu Raya. Transmart merupakan bagian dari kawasan terpadu Bumi Raya City Mall yang direncanakan akan dibangun di kawasan tersebut. Dengan adanya perubahan tata guna lahan, maka akan berpengaruh terhadap lalu lintas sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak dari perubahan tata guna lahan terhadap arus lalu lintas di bundaran Transmart dan memberikan alternatif pada permasalahan tersebut.Metode yang digunakan yaitu MKJI 1997 untuk menghitung tingkat pelayanan bundaran pada kondisi eksisting (2020), masa operasi Bumi Raya City (2023), dan proyeksi 5 tahun setelah masa operasi. Untuk peramalan di masa operasi dan masa proyeksi, digunakan pemodelan transportasi empat tahap. Setelah ditemukan permasalahan pada bundaran, kemudian direncanakan penataan kembali pada bundaran sebagai alternatif penanganan. Pada kondisi eksisting bundaran Transmart mampu melayani arus lalu lintas dengan baik. Perubahan tata guna lahan pada kawasan Bumi Raya City menyebabkan volume lalu lintas terbebani oleh bangkitan dan tarikan lalu lintas kawasan tersebut. Setelah dilakukannya analisis disimpulkan bahwa bundaran Transmart mengalami penurunan nilai tingkat pelayanan pada masa operasi dan proyeksi. Alternatif yang disarankan pada penelitian ini yaitu mengecilkan diameter bundaran sehingga memperbesar lebar jalinan dan meningkatkan nilai kapasitas bundaran.Kata Kunci: bundaran,derajat kejenuhan,pemodelan transportasi empat tahap, 
PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN PEMUKIMAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PROF. M. YAMIN KOTA PONTIANAK Andi Tri Wicaksono; Ferry Juniardi; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.48347

Abstract

Prof. M. Yamin merupakan ruas jalan yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor baik dari kendaraan roda dua sampai kendaraan roda enam. Permasalahan kemacetan di ruas jalan tersebut sering terjadi akibat banyaknya kegiatan samping jalan yang berupa aktivitas perdagangan dan aktvitas pemukiman, sehingga peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentivikasi aktivitas perdagangan dan aktivitas pemukiman, menilai kinerja lalu lintasnya pada tahun 2020 dan pada kondisi tahun 2025, dan mencari upaya untuk perkembangan kedepannya. Metodologi penelitian dengan cara survey lapangan selama 3 hari dan data sekunder untuk menganalisa volume kendaraan, hambatan samping, karakteristik lalu lintas dan kapasitas. Dalam pengolahan data menggunakan MKJI 1997. Hasil pengolahan data diperoleh perbandingan antara aktivitas perdagangan dan aktivitas pemukiman di sepanjang ruas jalan Prof. M. Yamin sebesar 60% untuk kegiatan perdagangan dan 40% kegiatan pemukiman berdasarkan asumsi peneliti selama melakukan penelitian 3 hari. Setelah itu didapat juga untuk hasil kinerja ruas jalan kondisi tahun 2020 yaitu 0,68, 0,66, 0,78 untuk segmen 1, 0,59, 0,65, 0,76 untuk segmen 2 serta 0,61, 0,53, 0,67 untuk segmen 3 selama 3 hari. Dan untuk hasil kinerja ruas jalan kondisi tahun 2025 yaitu 0,86, 0,84, 0,98 untuk segmen 1, 0,80, 0,82, 0,96 untuk segmen 2 serta 0,81, 0,73, 0,85 untuk segmen 3 selama 3 hari.Kata-kata kunci: Hambatan Samping , Tingkat Pelayanan Jalan
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN (STUDI KASUS RUAS JALAN RASAU JAYA – SULTAN AGUNG) Fajri Husaini Husaini; Akhmadali Akhmadali Akhmadali; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60482

Abstract

Pada ruas jalan Rasau Jaya – Sultan Agung, Kabupaten Kubu Raya mengalami banyak kerusakan. Penelitian ini menggunakan 2 metode, metode Pavement Condition Index dapat digunakan untuk mengetahui kondisi jalan dan untuk merencanakan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) menggunakan metode Bina Marga 2017. Metode PCI memberikan informasi kondisi perkerasan hanya pada saat survei dilakukan dengan rentang (0-100). Pada ruas jalan Rasau Jaya – Sultan Agung didapatkan hasil analisis kondisi jalan dengan metode Pavement Condition Index sepanjang 6 km, penilaian per 1 km mulai dari STA 17 + 700 s/d STA 18 + 700 yaitu 86,3 (Sempurna), STA 18 + 700 s/d STA 19 + 700 yaitu 91 (Sempurna), STA 19 + 700 s/d STA 20 + 700 yaitu 62,1 (Baik), STA 20 + 700 s/d STA 21 + 700 yaitu 60,8 (Baik), STA 21 + 700 s/d 22 + 700 yaitu 26,2 (Buruk), STA 22 + 700 s/d STA 23 + 700 yaitu 24,6 (Sangat Buruk). Kemudian hasil analisis perencanaan tebal perkerasan kaku metode Bina Marga 2017 menggunakan umur rencana 40 tahun dan pertumbuhan lalu lintas 3,5% didapatkan tebal pelat 29,5 cm. Perkerasan ini menggunakan mutu beton K – 300 dengan perencanaan sambungan melintang menggunakan dowel 32 mm-450 mm.
PENENTUAN KORIDOR JALUR KERETA API DI KALIMANTAN BARAT BERBASIS KAWASAN PERKEBUNAN Nova Kartika Jalanastri; Elsa Tri Mukti; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.214 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38942

Abstract

Sub sektor perkebunan yang menjadi penggerak perekonomian di Kalimantan Barat dalam mengoptimalkan pemanfaatannya, masih terdapat permasalahan yaitu proses pendistribusian hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini diantaranya mengkaji potensi perkebunan di Kalimantan Barat, menganalisa potensi bangkitan dan tarikan barang di Kalimantan Barat, dan menentukan koridor jalur kereta api di Kalimantan Barat berbasis kawasan perkebunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan ahli (Expert Judgement), dimana terlebih dahulu mencari potensi perkebunan, mencari sebaran pergerakan barang, pembuatan alternatif jalur, serta analisis multi kriteria dan pembobotan berdasarkan kuesioner. Dari hasil studi, komoditi unggul perkebunan di Kalimantan Barat adalah karet dan kelapa sawit, kemudian pergerakan barang dominan antar kabupaten/kota yaitu Pontianak-Kubu Raya sebesar 209.473 ton/tahun, dan dari ketiga jalur kereta api rencana, terpilihlah Jalur 2 (Kubu Raya-Melawi) sebagai alternatif jalur terbaik dengan nilai 8,51, diikuti Jalur 3 (Kubu Raya-Ketapang) dengan nilai 8,19, dan jalur 1 (Kubu-Raya-Aruk) dengan nilai 7,40. Kata kunci: perkebunan; pergerakan barang; analisis multi kriteria; pendekatan ahli; jalur kereta api
ANALISIS MODA SPEEDBOAT SEBAGAI ALTERNATIF PENYEBERANGAN SUNGAI JALUR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR – KECAMATAN PONTIANAK KOTA Budi Setiawan; Heri Azwansyah; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.47888

Abstract

Sungai Kapuas memisahkan antara Kecamatan Pontianak Timur dan Utara dengan Kecamatan Pontianak Kota. Penyeberangan sungai menggunakan speedboat berpeluang untuk dikembangkan. Maka, dilakukan studi terhadap penyeberangan sungai speedboat tersebut untuk mengetahui karakteristik pengguna, menganalisis kinerja dan kebutuhan, serta mengevaluasi kelayakan sarana angkutan tersebut. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan sungai speedboat di Pasar Parit Besar, Pontianak Kota. Metode uji validitas digunakan teknik Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Selanjutnya, dilakukan Importance and Performance Analysis dan analisis Customer Satisfaction Index, serta analisis kinerja angkutan sungai dan analisis kebutuhan optimal angkutan sungai. Hasil penelitian didapat sebagian besar pengguna berumur 21-30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan wiraswasta, dan bertujuan untuk kegiatan ekonomi. Load factor didapat 35% untuk hari kerja dan 37% untuk hari libur. Headway untuk hari kerja selama 4 menit 41 detik dan untuk hari libur selama 4 menit 53 detik. Waktu tunggu pada hari kerja selama 2 menit 20 detik dan pada hari libur selama 2 menit 37 detik.  Serta, terdapat dua permasalahan utama pada kinerja yang perlu diperbaiki oleh penyedia jasa. Pengurangan armada juga perlu dilakukan agar kebutuhan optimal dapat terpenuhi. Namun, untuk kelayakan sudah terpenuhi berdasarkan hasil CSI senilai 81,42%. Kata Kunci: Speedboat, Customer Satisfaction Index, Importance and Performance Analysis, kebutuhan optimal angkutan sungai, kinerja angkutan sungai
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT SIANTAN HILIR TERHADAP KINERJA LALU LINTAS RUAS JALAN KHATULISTIWA PONTIANAK Putri Rismawati; Elsa Tri Mukti; Said Said
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49624

Abstract

Pembangunan Rumah Sakit Siantan Hilir di Kecamatan Pontianak Utara memiliki potensi menimbulkan dampak lalu lintas, sehingga diperlukan analisis kinerja lalu lintas terhadap ruas Jalan Khatulistiwa. Analisis ini dilakukan untuk mengajukan rekomendasi manajemen dan rekayasa lalu lintas. Analisis kinerja lalu lintas terhadap ruas jalan dihitung menggunakan MKJI (1997). Analisis ditinjau pada kondisi eksisting, masa konstruksi, masa awal operasional, dan masa proyeksi 5 tahun beroperasi. Kondisi eksisting menghasilkan nilai DS (Degree Of Saturation) sebesar 0,80 dengan tingkat pelayanan jalan yaitu LOS (Level Of Service) D. Jumlah bangkitan pergerakan rumah sakit yang diperoleh sebesar 112 smp/jam dengan tambahan pertumbuhan lalu lintas tahun 2022 sebesar 2886 smp/jam menyebabkan nilai DS meningkat sebesar 0,90 dengan tingkat pelayanan LOS E. Masa proyeksi 5 tahun beroperasi (2027) kinerja ruas jalan semakin menurun dengan nilai DS > 1,00 dan tingkat pelayanan menjadi LOS F. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka diperlukan pengaturan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang meliputi manajemen kapasitas dengan pelebaran dan penambahan lajur jalan, manajemen prioritas dengan pembuatan Zebra Cross, dan manajemen demand dengan penutupan jalan pada jam puncak untuk kendaraan berat. Kombinasi manajemen kapasitas dan manajemen demand yang dilakukan berhasil meningkatkan kinerja ruas jalan pada tahun 2027 dari LOS F menjadi LOS C. Kata Kunci: arus lalu lintas, derajat kejenuhan, manajemen dan rekayasa, tingkat pelayanan
MODEL PEMILIHAN RUTE JALUR KERETA API BARANG DI KALIMANTAN BARAT BERBASIS KAWASAN INDUSTRI Alvens Robby Dwi Tama Sinurat; Elsa Tri Mukti; S Nurlaily Kadarini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36540

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun alternatif rute kereta api barang di Kalimantan Barat berdasarkan rencana pengembangan wilayah industri serta pergerakan dominan barang lalu memilih prioritas alternatif rute yang paling baik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Langkah yang dilakukan adalah: 1) Pra-penelitian untuk menentukan lokasi, masalah dan tujuan penelitian; 2) Pengumpulan data dan infromasi; 3) Penyusunan rute dan pemodelan spasial; 4) Pengolahan dan analisis rute dan 5) Pemilihan Rute. Pemilihan rute terbaik menggunakan Analisis Multi Kriteria. Kriteria yang digunakan dalam penentuan alternatif terbaik adalah panjang rute, lahan gambut, topografi, hambatan alam (sungai), tutupan lahan, potensi angkutan barang, dukungan pengembangan kawasan industri, dan integrasi terhadap moda lain. Sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan bobot masing-masing kriteria adalah metode penilaian ahli. Menurut hasil studi, dari tiga alternatif rute yang telah disusun berdasarkan wilayah industri dan pergerakan barang dominan, didapat bahwa rute 1 (Pontianak-Aruk) merupakan alternatif terbaik dengan nilai 9,18. Diikuti oleh rute 3 (Pontianak-Badau) dengan nilai 7,47 dan rute 2 (Pontianak-Kendawangan) dengan nilai 6,89. Kata kunci: wilayah industri; kereta api barang; analisis multi kriteria; penilaian ahli
Co-Authors - Akhmadali - Haryadi - Sumiyattinah A.S., M. Zulfikar Abang Heruadji Hutama Ade Sjafruddin Adinda Zulviana Aditya Renaldi Adna, Serafina Gebria Aine Kusumawati Akhmadali Akhmadali Akhmadali Akhmadali Akhmadali Akhmadali, Akhmadali Aldiansyah, Rizky Okta Alvens Robby Dwi Tama Sinurat Alvisha, Dio Amnesi, Tobi Bintario Anastasia Caroline Sutandi Andi Tri Wicaksono Andry Phan Apriansyah Ar, Rosandri Ardhanihan, Fahrul Arfando, Gio Arief, Elin Prasanty Aulia, Nurul Rahmi Betty, Klara Trianisa Bhaskara, Galih Surya Budi Setiawan Chiapara, Ineke Darmawan, Hifzhan Hanif Denisa Nurhabibah Desi, Regina Dian, Ansela Brigita Ditama, M Fachri Mulya Eti Sulandari Evan Evan Fachriansyah, Chairul Fajar Budiarto Fajri Husaini Husaini Ferry Juniardi Ferry Juniardi Fikriyah, Naimatul Fiqri Nurhadi Firmandari, Uray Rima Fitrah, Nur Nahriyah Maulidatul Gatot Setya Budi Geraldo Dewantara Gunawan, Urai Gusti Eri Fitriyadi H., M. Naufal Hardika, Teodolus Heri Azwansyah Heri Azwansyah Hermanus, Hermanus Hervian Handika Sugasta Herwani . Hijjratul Ashry Shaumi Atthariq Imanuel T. Jordan Indigo, Joerka Wednesday Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Januarsih, Hafizah Jemi, Marlianilius Juliansyah, Iqbal Kadarini, S. Nurlaily Kadarini, S. Nurlaily Kartini Kartini Komala Erwan Kurniasari, Novia Lase, Firman Kornel Linnisa, Orva Lo, Oktaviani Chelin Lusiana Lusiana Madjid, Rialdi Zulkifli Matheus, Agustian Mira Armiza Muhammad Dzulfikar Andika Satriatama Muhammad Ferdiansyah, Muhammad Muhammad Riski, Muhammad Nababan, Rina Noviana Nanda, Fabianus Nanta, Paskalis Beni Natalis Deni Nico Hendrawan Pratama Putra Nisa, Marfiratun Nova Kartika Jalanastri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nusantara, Satria Oktomi, Abang Vebri Parianto, Parianto Parindu, Ragil Satria Pribadi, Ramadhan Puspita, Windy Eka Putra, Abi Erlangga Putri Rismawati Putri, Hasanarrachmawati Arnie Putri, Nurul Aulia Putri, Sesilia Kethavienda R M Rustamaji Rahmini, Feby Dwi Ramadhoni, Eggy Putra Rezyantara Adekmas Senna Rivaldi, Rivaldi Rizki, Devi Novalia Rudi S. Suyono Rudi Sugiono Suyono Rudi Sugiono Suyono Rudi Sugiono Suyono, Rudi Sugiono Ruskamdi Rustamadji, R M S Nurlaily Kadarini S. Nurlaily Kadarini Said Basalim Said Said Said Said, Said Said, Said Said Salsabila, Nur Aulia Saputra, Andhika Sahid Saraswati, Tiara Satriatama, M.Dzulfikar Andika Sayuti, Ilham Muhammad Septiana, Salsabilla Septianingsih, Dwi Anggun Setiawan, Vebri Agus Siti Mayuni Siti Nurlaily Kadarini, Siti Nurlaily Slamet Widodo Slamet Widodo Sonya Sulistyono Stefanus, Stefanus Styawan, Dicky Sumiyattinah, Sumiyattinah Sumiyattinah Syughanda, Heryawan Tambunan, Franzsio Gratio Verdiyanti, Nuria Eka Vivi Bachtiar Widia, Regina Wijayanto, Muhammad Agung Windy Indri Juliyanti Wulandari, Rizky Dwi Yudiestira, Pedro Jefferson Yuni Tri Astuti Zulkarnaen, Dedy