Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK BUDIDAYA PERIKANAN DI SUNGAI KELEKAR TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Eko Censi Valta; Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1406

Abstract

Abstrak Kegiatan budidaya dan pemukiman penduduk disekitar Sungai Kelekar ini dapat menyebabkan perubahan struktur komunitas makrozoobentos yang menandakan adanya pencemaran bahan organik pada sungai tersebut, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian diperairan Sungai Kelekar yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, tekstur dan komposisi sedimen di Sungai kelekar sebagai indikator pencemaran bahan organik.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari, Februari dan Maret 2014 di 6 stasiun pengamatan. Pada 6 stasiun pengamatan diperoleh 11 jenis makrozoobentos yang tergolong kedalam 5 kelas. Kelas Gastropoda yaitu Melanoides tuberculata, bellamya sumatrensis, Thiara sp, kelas Polychaeta yaitu Nereis sp, kelas Pelecypoda yaitu Corbicula javanica, kelas Oligochaeta yaitu Tubifex sp, Limnodrillus sp, Lumbricullus sp, Branchiura sp, dan kelas Insecta yaitu  Larva Chironomous sp, Ephemerella sp. Kelimpahan individu tertinggi pada penelitian ini dari jenis Tubifex sp sebesar 34,5 ind/m2 yaitu dari stasiun 4 pengambilan bulan Februari, kelimpahan relatif tertinggi dari jenis Tubifex sp sebesar 77,6% yaitu dari stasiun 5 pengambilan bulan Februari, indeks keanekaragaman berkisar antara 0,76 – 1,66 (tercemar sedang – tercemar berat), indeks keseragaman berkisar antara 0,76 – 1,69 (keseragaman rendah) dan indeks dominasi berkisar antara 0,22 – 0,63.  Tekstur sedimen di Sungai Kelekar ada 2 tipe, yaitu lempung liat berlumpur dan liat berlumpur. Sedangkan kandungan bahan organik sedimen berkisar antara 0,13% - 0,69%. Tingginya jenis makrozoobentos yang toleran terhadap pencemaran perairan seperti jenis Tubifex sp pada stasiun 3 dan stasiun 4 menggambarkan bahwa perairan di sekitar stasiun pengamatan tersebut tergolong kedalam perairan yang tercemar. Hal ini disebabkan karena adanya aktifitas budidaya perikanan dan limbah kegiatan rumah tangga yang ada disekitar stasiun tersebut. Kata Kunci : Makrozoobentos, Sedimen, Struktur Komunitas, Sungai Kelekar.
TINGKAT SERANGAN EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) YANG DIBUDIDAYAKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI SUNGAI MUSI PALEMBANG Saefudin Yuli; Helmi Harris; Indah Anggraini yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1473

Abstract

Abstrak Penyakit ikan merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pengembangan usaha budidaya perikanan. Salah satu jenis penyakit yang menyerang yaitu parasit. Parasit dapat didefinisikan sebagai organisme yang hidup pada organisme lain yang disebut inang dan mendapat keuntungan dari inang yang ditempatinya hidup, sedangkan inang menderita kerugian. Penelitian tentang tingkat serangan ektoparasit pada pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung di Sungai Musi Palembang, telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 - September 2017. Bertempat di keramba jaring apung Sungai Musi Palembang, sedangkan untuk pengamatan ektoparasit dilakukan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM)  Kelas II Palembang. Tujuan penelitian mengidentifikasi jenis ektoparasit, menentukan nilai prevalensi dan nilai intensitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersifat survei lapangan dan penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling sebanyak 3 stasiun yaitu Kelurahan Pulokerto, Kelurahan Karang Anyar dan Kelurahan Bagus Sekuning. Hasil pengamatan selama penelitian mengenai tingkat serangan ektoparasit pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan pada setiap stasiun keramba jaring apung (KJA) Sungai Musi Palembang hanya ditemukan satu jenis ektoparasit yaitu Dactylogyrus sp. Nilai prevalensi parasit pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan di stasiun I  Pulokerto adalah 90 % , stasiun II Karang Anyar adalah 90 % dan stasiun III Bagus Sekuning adalah 100 %.  Sedangkan nilai intensitas serangan parasit pada masing-masing lokasi adalah stasiun I Pulokerto 11,3 ind/ekor, stasiun I Karang Anyar 11,77 ind/ekor dan stasiun I Bagus Sekuning 16,8 ind/ekor. Kata kunci : Ektoparasit, Ikan Patin Siam, Keramba Jaring Apung, Sungai Musi
STUDI KADAR NITRAT DAN FOSFAT PERAIRAN RAWA BANJIRAN DESA SEDANG KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN Ramadhan Ramadhan; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4407

Abstract

Aktivitas yang terjadi di perairan rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin menghasilkan limbah buangan dan mengakibatkan perairan tersebut menjadi tercemar. Masuknya limbah buangan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas perairan yang ditandai dengan kenaikan konsentrasi zat hara.  Zat hara yang umum di lingkungan perairan adalah nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Sampling kualitas air dilakukan pada Agustus 2016, Juni 2017 dan April 2018 di 3 (tiga) stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 Rawa Nebong Kuning, stasiun 2 Rawa Poron dan stasiun 3 Rawa Banan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keberadaan kadar nitrat dan fosfat di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin termasuk dalam kriteria perairan eutrofik.
TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP, PADA PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man 1879) STRAIN SIRATU DAN STRAIN GIMACRO II Albert Parulian Manurung; Indah Anggraini Yusanti; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2060

Abstract

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man 1879) merupakan udang yang paling populer dari keseluruhan udang air tawar dikarenakan ukuran tubuhnya yang besar dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi baik di pasar domestik maupun luar negeri. Pada Tahun 2014 dan 2015 KKP Merilis hasil Pemulian Strain Baru yaitu GIMacro II dan Siratu. Kedua strain ini memiliki silsilah yang berbeda dan perlu melihat tingkat pertumbuhan, dan kelangsungan hidup dari kedua strain tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 90 hari pada Bulan September-November 2017 bertempat di Instalasi Pembenihan Udang Galah (IPUG) Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jalan Raya Cisolok KM.12 Desa Karangpapak Pelabuanratu, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) taraf perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan, yaitu P1 (Strain Siratu 100%), P2 (Strain GIMacro II 100%), dan P3 (Strain Siratu 50% dan Strain GIMacro II 50%). Wadah yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk bak persegi panjang berukuran 3x5 m. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa P1 (Strain Siratu 100%) memberikan hasil terbaik yaitu pertumbuhan panjang sepanjang 10,14 cm serta pertambahan bobot sebesar 19,75 gram dan kelangsungan Hidup sebesar 72,89%. Kata Kunci  :   Udang Galah, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup.
Pengaruh Air Lindi Asal TPA Sukawinatan Terhadap Perilaku dan Mortalitas Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Aldi Beni Irawan; Indah Anggraini Yusanti; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.6682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air lindi terhadap perilaku dan mortalitas benih ikan gurami (Osphronemus gourami) pada skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020. Pengambilan sampel air lindi dilakukan di Sungai Sedapat Kec.Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan air lindi meliputi P0 (Kontrol), P1 (100 ml air lindi), P2 (150 ml air lindi), P3 (200 ml air lindi). Hasil penelitian diperoleh adanya perubahan perilaku pada benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi perlakuan air lindi yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada ikan, pengeluaran lendir yang banyak pada ikan, pergerakan ikan tidak teratur dan ikan menabrakkan diri pada aquarium. Nilai mortalitas ikan gurami tertinggi sebesar 56,67% diperoleh pada perlakuan P3 menggunakan 200 ml air lindi dan kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan ikan gurami.
PROSES TERJADINYA EUTROFIKASI DI SUATU PERAIRAN Indah Anggraini Yusanti; Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.343

Abstract

Air sebagai sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak perlu ditingkatkandan dipertahankan kualitasnya sehingga pemakaiannya tidak merugikan kepentingan orang umum. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas sumberdaya air perlu dilakukan dengan cara pengedalian pencemaran air yang meliputi kualitas air, penggolongan air, perlindungan air, dan izin pembuangan limbah.  Meningkatkan dan mempertahankan kualitas air, ada dua tindakan yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan, yaitu tindakan pengolahan dan tindakan pemurnian kembali air ynag sudah tercemar.Air merupakan kebutuhan yang paling penting bagi semua organisme yang ada di dunia dan tidak terkecuali juga manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan meningkatnya jumlah penduduk di dunia ditambah lagi pengaruh perubahan iklim (climate change).  Air dikatakan tercemar apabila ada pengaruh atau kontaminasi zat organik maupun anorganik ke dalam air. Perkembangan organisme perairan secara berlebihan merupakan gangguan dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran, yang merugikan organisme akuatik lainnya maupun manusia secara tidak langsung. Pencemaran yang berupa penyuburan organisme tertentu disebut eutrofikasi. Kata Kunci : Perairan, Pencemaran, Eutrofikasi
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR HASIL FERMENTASI DARI Azolla pinnata TERHADAP KEPADATAN SEL Spirulina sp Anggra Wibowo Leksono; Dian Mutiara; Indah Anggraini yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1414

Abstract

Abstrak Kultur Spirulina sp biasanya menggunakan pupuk komersil sehingga diperlukan adanya pengganti pupuk komersil yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair dari Azolla pinnata untuk meningkatkan hasil produksi dan menjamin ketersediaan pakan alami secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis pupuk organik cair hasil fermentasi dari Azolla pinnata yang terbaik untuk kepadatan sel Spirulina sp, dan mengetahui kepadatan sel serta mengetahui laju pertumbuhan harian Spirulina sp. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Laut (BBPBL) Lampung mulai tanggal 13 Januari sampai 13 februari 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dengan pupuk organik cair hasil fermentasi dari azolla pinnata dengan dosis yang berbeda, perlakuan P1 (12 ml/l), perlakuan P2 (14 ml/l), perlakuan P3 (16 ml/l) dan perlakuan P4 (18 ml/l).  Hasil ansira kepadatan sel Spirulina sp menunjukan berbeda sangat nyata. Kepadatan Sel Spirulina sp yang tertinggi yaitu pada perlakuan P4 (520x104 sel/ml), perlakuan C (474x104 sel/ml), perlakuan B (435x104 sel/ml) dan P1  (396x104 sel/ml). Hasil ansira laju pertumbuhan harian Spirulina sp menunjukan berbeda tidak nyata. perlakuan P1 (0,39 sel/ml/hari), perlakuan P2 (0,40 sel/ml/hari), perlakuan P3 (0,41 sel/ml/hari), dan perlakuan P4 (0,42 sel/ml/hari).Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian yaitu : pH 7,44-7,78, Suhu 25,77-30,25°C, DO 5,45-6,71 mg/l, Salinitas 25-29 mg/l, dan Amonia 0,066-0,256 mg/l. Kata Kunci : Spirulina sp, Azolla pinnata, kepadatan, dan pertumbuhan.
PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) DENGAN SISTEM MONOSEKS DAN CAMPURAN TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, DAN FCR Derri Syatriawan; Indah Anggraini Yusanti; Syaeful Anwar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3371

Abstract

Giant Freshwater Prawns (Macrobrachium rosenbergii de Man) is a potential freshwater fishery commodity for commercial cultivation. Rapid growth, large size, low prevalence of diseases and widespread market demand, both domestic and export markets, are potentials that make these commodities play an important role in freshwater fisheries business in Indonesia. The purpose of this research is to know growth, survival, conversion of Giant Freshwater Prawnsfeed (Macrobrachium rosenbergi de Man) on monosex and mixed cultivation systems. This research was conducted for three months from September to November 2017. In Installation of Giant Freshwater Prawn Hatchery (IPUG) Central Freshwater Aquaculture (BBPBAT) in Sukabumi, Cisolok KarangPapak, PelabuhanRatu, Sukabumi, West Java. The research method is experimental using Completely Randomized Design (RAL). In this research, there are three treatments and three replications, namely the maintenance of prawns in research containers based on male sex. Treatment P1 (100% male), P2 (100% female), and P3 (mixture of 50% male and 50%  female). The results of this research showed that best total growth and weight were shown by treatment P1 namely of 3.85 cm and 14.62 gram. The best survival rate (SR) was 76.67%in treatment P2, and the best feed conversion (FCR) was 2.50 intreatment P3. The statistical test results showed that H0was accepted and H1was rejected for all treatments. Keywords : Giant Freshwater Prawns, Growth, Survival, FCR
FORMULASI SURIMI IKAN PATIN DAN PUREE WORTEL YANG BERBEDA TERHADAP MUTU PROKSIMAT NUGGET IKAN Fitra Mulia Jaya; Indah Anggraini Yusanti
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.462 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.1.1-9

Abstract

Abstract     The utilization of Patin fish surimi (Pangasius hypopthalmus) become the instant  products such as nugget has not been maximized because the information about the content of nutrition and innovation is still limited.  So, the  people are not interested in  taking  the  advantages of surimi of Patin  to the best quality products. The method of   this research was  experimental method with complete randomized design including factors consisting of 5 treatments of surimi catfish and carrot puree formulation, those were SW 1: 100% Surimi, SW 2: 90 Surimi and 10% Puree Carrot, SW 3: 80 Surimi and 20% Puree Carrots, SW 4: 70 Surimi and 30% Puree Carrots, SW 5: 60 Surimi and 40% Puree Carrots repeated 3 times. The result of this research obtained by nugget treatment with surimi was 80% Surimi and 20% Puree Wortel (SW3) formula was the best treatment based on  moisture content was 60.86%, ash content was 2.13%, fat content  was 1.31% and protein content was 6.33%.Abstrak      Pemanfaatan surimi ikan Patin (Pangasiushypopthalmus) menjadi produk siap saji seperti nugget belum maksimal dikarenakan informasi tentang kandungan gizi  dan inovasinya masih terbatas.sehingga masyarakat tidak tertarik untuk memanfaatkan surimi ikan Patin menadi produk yang bernilai tambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap meliputi faktor yang terdiri dari 5 perlakuan formulasi surimi ikan patin dan puree wortel yaitu SW 1 : 100% Surimi , SW 2 : 90 Surimi dan 10% Puree Wortel , SW 3 : 80 Surimi dan 20% Puree Wortel,  SW 4 : 70 Surimi dan 30% Puree Wortel , SW 5 : 60 Surimi dan 40% Puree Wortel  yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisa didapatkan perlakuan nugget dengan formulasi surimi 80% Surimi dan 20% Puree Wortel (SW3) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan nilai kadar kadar air 60,86%, kadar abu 2,13%, kadar lemak 1,31% dan kadar protein 6,33%.Kata Kunci :Nugget, Puree Wortel, Surimi, Proksimat 
PENDUGAAN STATUS TROPIK RAWA BANJIRAN DESA SEDANG KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN DENGAN PENDEKATAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Indah Anggraini Yusanti
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.339 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.72-79

Abstract

Penelitian tentang pendugaan status tropik Rawa Banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin dengan pendekatan kelimpahan fitoplankton telah dilakukan pada bulan Juli 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei, sedangkan pengambilan sampel fitoplankton dilakukan pada 3 (tiga) stasiun yaitu stasiun Rawa Nebong Kuning, Rawa Poron dan Rawa Banan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 Rawa Nebong Kuning sebesar 39 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Nebong Kuning memiliki tingkat kesuburan yang  rendah dan termasuk perairan oligotrofik, rata-rata kelimpahan fitoplankton di stasiun 2 Rawa Poron sebesar  15,42 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Poron memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan termasuk perairan oligotrofik, sedangkan rata-rata kelimpahan fitoplankton di stasiun 3 Rawa Banan  sebesar 23,08 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Banjiran memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan termasuk perairan oligotrofik.ESTIMATION OF TROPHIC STATUS SWAMP FLOOD WATERS IN SEDANG VILLAGE, SUBDISTRICT SUAK TAPEH, DISTRICT BANYUASIN WITH APPROACH ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON. Research on the estimation of the trophic status of swamp floods of Sedang village, Subdistrict Suak Tapeh, District Banyuasin with the approach of phytoplankton abundance has been done in July 2017. Survey method was used in this research while phytoplankton sampling was done at 3 (three) stations, they were Nebong Kuning swamp, Poron swamp and Banan swamp by using purposive random sampling method. The results showed that the abundance of phytoplankton at station 1 of Nebong Kuning swamp was 39 ind/L indicating that Nebong Kuning swamp waters had low fertility rate and was clustered as oligotrophic, the abundance of phytoplankton at station 2 of Poron swamp was 15,42 ind/L which indicates Poron swamp waters had a low fertility rate and was clustered as oligotrophic, while the abundance of phytoplankton at station 3 Banan swamp was 23,08 ind/L which indicates the Banan swamp had low fertility rate and was clustered as oligotrophic.
Co-Authors Albert Parulian Manurung Aldi Beni Irawan Anggeraini, Dewi Duta Anggra Wibowo Leksono Anjani, Tiara Puspa Anwar, Syaeful Ardiansah, Nopal Arianto, Detri Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati, Arumwati Bayumi Bayumi Candra Wijaya Deri Anggara Derri Syatriawan Detri Arianto Dian Mutiara Dian Mutiara, Dian Eko Censi Valta Etty Pratiwi, Etty Fadhillah Sudrian Barnus Fitra Mulia Jaya Fitra Mulia Jaya Friem Exstrada Gilness Frank Silayo Hadi Supriyan Haris, Rangga Bayu Kusuma Hasibuan, Zhulian Hikmah Helfa Septinar, Helfa Helmi Haris Helmi Harris Helmi Harris Hidayat, Wahid Humairani Humairani, Humairani Imel Melinia Sari Indra, M. INDRAWATI, SRI WAHYU Joshua Leksono, Anggra Wibowo Lia Puspita Sari Lilik Purwati Lisa Oktaria Mahmud Bimo Seno Maryani, Leni Mbarep Rosid, Muhammad Melinda, Dina Mentari, Rr Dyah Paramitha Muhammad Mbarep Rosid Muhammad Taufan Febrianto Muhammad Taufan Febrianto Mulyani, Rahma Navicha, Willard Burton Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Ninin Non Ayu Salmah, Ninin Non Ayu Nopri Susilo Nugroho, Yonathan Paskah Tri Nurhadiansyah, Muhammad Irvan Padilah, Padilah Padillah, Padillah Pangentasari, Dwinda Parulian Manurung, Albert Permatasari, Nuryanti Perwitasari, Lia Pribadi, Henki Agusan Rachmawati, Diana Widhi Rahma Mulyani Rahma Mulyani Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rih Laksmi Utpalasari Riya Liuhartana Nasyiruddin Riyanto Riyanto ROHANA ROHANA Saefudin Yuli Setiawan, Marisa Ramadhani Shara Sasmita Sofian, Sofian Sofian, Sofian Sujaka Nugraha Sulieman, Abdellatief A. Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi, Sumantriyadi Sundoko, Ahmad Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaputra, Andrian Syatriawan, Derri Syska Purnama Sari, Syska Purnama Tri Iswani Tri Widayasti Valta, Eko Censi Yedi Wihardi Yuli, Saefudin