Claim Missing Document
Check
Articles

PLANKTON ABUNDANCE AS BIOINDICATOR OF THE TROPHIC STATUS WATER IN KOMERING RIVER, SERDANG MENANG VILLAGE, PULAU SIRAH PADANG SUB-DISTRICT, OGAN KOMERING ILIR REGENCY Indah Anggraini Yusanti; Syaeful Anwar; Muhammad Taufan Febrianto
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 2 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v17i2.4356

Abstract

Komering River is a river that flows in Serdang Menang Village, Sirah Pulau Padang sub district, Ogan Komering Ilir Regency. Most of the community activities around the Komering River are utilizing river water for household activities, agriculture, sand mining and fish farming. With the increasing variety of activities contained in the Komering River, it can have an effect on the quality of the waters. Changes in water quality can be knoen from physical, chemical and biological indicators. For biological indicators, monitoring can be done through the presence of aquatic biota. One of the aquatic biota that is very susceptible to changes in the aquatic environment is plankton. The purpose of this study was to determine the abundance of plankton as a bioindicator of the tropic status of waters in the Komering River.  The study was conducted from March to April 2018 at the Komering River in Serdang Menang Village, Sirah Pulau Padang Sub District, Ogan Komering Ilir Regency. The method used is a field survey by determining the sampling station based on purposive random sampling. Sampling was carried out at 3 stations, namely the sand mining area (station 1), the KJA system fis cultivation area (station 2) and the densely populated residential area (station 3). Based on the result of study, the composition of plankton found in the Komering River consisted of phytoplankton (Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae) and zooplankton (Mastigophora, Monogononta, Crustaceans). The highest abundance index of phytoplankton and zooplankton is found in station 2 (dense area of floating net cages) which iis 3.140 individuals/liter and 100 individuals/liter.  Trophic status of Komering River waters in Serdang Menang Village based on phytoplankton abudance including oligotrophic waters, while based on zooplankton abudance including mesotrophic waters.
Identifikasi Ektoparasit Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Sungai Ogan Kabupaten Ogan Ilir Bayumi Bayumi; Indah Anggraini Yusanti; Syaeful Anwar; Rahma Mulyani
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 1 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v17i3.5353

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit, menentukan nilai prevalensi dan intensitas serangan ektoparasit pada ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus). Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan sampel ikan total sebanyak 90 ekor pada 3 stasiun dan 9 sub stasiun ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai Mei 2018 bertempat di 3 Kelompok Pembudidaya Ikan yaitu Mina Kecapi, Sepakat dan Sumber Makmur yang berada pada  aliran Sungai Ogan Kabupaten Ogan Ilir. Identifikasi sampel dilakukan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Palembang. Hasil pengamatan ektoparasit di dapat dua jenis ektoparasit yaitu Dactylogyrus sp dan Trichodina sp.  Tingkat prevalensi ektoparasit Dactylogyrus sp pada Stasiun 1 sebesar 63.33%,  stasiun 2 sebesar 76.66 %  dan stasiun 3 sebesar 56.66 %.  Sedangkan prevalensi ektoparasit Trichodina sp pada stasiun 2 sebesar 6.66% pada insang dan 16.66% pada kulit atau lendir. Untuk nilai intensitas Dactylogyrus sp  pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) di stasiun 1 sebesar 4.8 ind/ekor, stasiun 2 sebesar 6.86 ind/ekor dan stasiun 3 sebesar 4.3 ind/ekor dan  Trichodina sp stasiun 2 adalah 16 ind/ekor bagian insang dan 45 ind/ekor bagian kulit atau lendir.
Deteksi Ektoparasit pada Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Provinsi Sumatera Selatan Indah Anggraini Yusanti; Sofian Sofian; Rahma Mulyani
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 2 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v18i2.6662

Abstract

Keberadaan ikan putak di perairan semakin langka, akibat dari penangkapan ikan putak yang berlebihan di alam, sedangkan kegiatan domestikasi ikan putak belum banyak dilakukan, salah satu kendala dalam domestikasi ikan putak adalah adanya hama penyakit yang menyerang ikan putak. Upaya dalam pengelolaan hama penyakit ikan putak adalah ketersediaan informasi tentang infeksi ektoparasit yang menyerang ikan putak sehingga dapat ditemukan cara atau metode untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit, menganalisis indeks prevalensi dan tingkat serangan ektoparasit pada ikan putak sebagai data awal bagi upaya pengelelolaan dan domestikasi ikan putak di Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak di Desa Epil Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin, stasiun 2 penampungan ikan putak di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan stasiun 3 penampungan ikan putak di Sianjur 3 Kota Palembang. Hasil penelitian diperoleh 2 jenis ektoparasit yaitu Dactylogyrus sp dan Trichodina sp yang ditemukan pada organ sirip, insang dan lendir. Indeks prevalensi tertinggi ditemukan pada stasiun 1 yaitu Dactylogyrus sp (insang 43,33%, lendir 10%), Trichodina sp (insang 10%, lendir 10%)  dan terendah pada stasiun 3 dengan tidak ditemukan ektoparasit. Tingkat serangan ektoparasit tertinggi pada stasiun 1 yaitu Dactylogyrus sp (insang 5,61 ind/ekor, lendir 8 ind/ekor), Trichodina sp (insang 6 ind/ekor, lendir 11 ind/ekor).
Karakteristik Tekwan Instan Ikan Gabus (Channa striata) dengan Waktu Pembekuan yang Berbeda Joshua; Fitra Mulia Jaya; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.10384

Abstract

Tekwan adalah makanan khas Sumatera Selatan, mempunyai kadar air tinggi sehingga mudah mengalami berbagai kerusakan. Berbagai penelitian seperti tekwan kering namun terdapat kelemahan yaitu waktu penyajian yang cukup lama karena harus dilakukan perendaman terlebih dahulu, untuk itu perlu dilakukan penelitian tekwan yang disajikan dalam waktu singkat.  Pada penelitian ini menggunakan pembekuan untuk menghasilkan tekwan kering dengan variasi waktu bertujuan untuk mendapatkan tekwan kering yang disajikan dalam waktu singkat (tekwan instan) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tekwan instan, terdiri dari tiga taraf  tiga ulangan dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan  dari waktu Pembekuan (A1=12 jam , A2=24 jam, A3=36 jam). Parameter yang diamati uji fisik warna, tekstur, jumlah pori, lama rehidrasi, uji kimia kadar air, kadar abu, kadar protein, serta uji organoleptik. Hasil analisis keragaman menunjukkan waktu pembekuan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap Warna Lightness,  folding test dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna Chroma, warna Hue, jumlah pori, lama rehidrasi dan Secara sensoris. Karakteristik terbaik A1 warna (Lightness 58,38%, Chroma 11,99 %, Hue 71, 36°), tesktur 212,70 g.f, lama rehidrasi 18,03 menit, jumlah pori 26,67%, Kadar air 15.38%, kadar abu 3,77%, kadar protein 12,16%  serta sensoris warna 7,90 (suka), tekstur 7,10 (suka), aroma 7,10 (suka), rasa 7,20 (suka) folding test 4,40 (grade A, dilipat satu kali tidak retak).
Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Untuk Feminisasi Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Indah Anggraini Yusanti; Rahma Mulyani; Syaeful Anwar
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21909

Abstract

 AbstrakAdanya penurunan populasi ikan tambakan betina saat ini diperlukan upaya untuk mendukung keberlangsungan hidup ikan tambakan melalui teknik feminisasi. Feminisasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L) karena mengandung fitoestrogen alami. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Workshop Pembenihan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang dan Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Palembang. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan 0,5, 10, 20, 40, dan 80 mg/L. Penelitian ini diperoleh hasil perendaman ikan tambakan pada ekstrak kemangi menghasilkan persentase betina tertinggi pada perlakuan P4 (40mg/L) sebesar 85%. Pertambahan bobot ikan tambakan yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 0,66 g, pertambahan panjang yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 2,37 cm, sedangkan kelangsungan hidup ikan tambakan tertinggi yang dipelihara selama 30 hari pada perlakuan P4 sebesar 96,66%, dapat disimpulkan perlakuan P4 memberikan efek yang signifikan dalam setiap parameter pengamatan.AbstractThe decline in the population of female kissing gouramy is currently needed efforts to support pursued to support the survival kissing gouramy fish through feminization techniques. Feminization can be done by utilizing extracts from basil leaves (Ocimum sanctum L) because they contain natural phytoestogens. The research was conducted for 3 months at the Fish Hatchery Workshop of the Faculty of Fisheries and Marine, PGRI Palembang University and the Biology Laboratory of the Faculty of Science and Technology, PGRI Palembang University. The study used the Complete Random Design method with 6 treatment levels and 3 repeats with treatments of 0.5, 10, 20, 40, and 80 mg/L. From this study obtained the results of soaking kissing gouramy fish in basil extract result in the highest percentage of females at P4 treatment (40mg/L) which is 85%. The optimal weight gain of kissing gouramy fish is obtained at the P4 treatment of 0.66 g, the optimal length gain is obtained at the P4 treatment of 2.37 cm, while the survival of the highest kissing gouramy maintained for 30 days at P4 treatment was 96.66%, it can be concluded that the P4 treatment gives a significant effect in each observation parameter.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME BAGI MAHASISWA AKADEMI KOMUNITAS NEGERI (AKN) REJANG LEBONG, BENGKULU Sofian Sofian; Neny Rochyani; Indah Anggraini Yusanti; Fitra Mulia Jaya; Rih Laksmi Utpalasari; Riya Liuhartana
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i2.967

Abstract

Eco enzyme is one of the potential organic waste processing technologies in the future. This community service activities aims to educate community groups ini managing organic waste produced by households into liquid fertilizer products that have economic value. The implementation method is carried out face to face by delivering materialand brochures as well as direct demonstrations of making eco-enzyme. The materials used are household waste such as vegetable and fruit that are not suitable for concumption, sugar/molase and water with a ratio of 3:1:6. The result of this activity is the increased understanding of participant in the management of organic waste originating from household. Participants showed good response, acceptance and participation during the activity. Participant are able to produce their own eco-enzyme as a natural disinfectant that can be used for households, agriculture or animal husbandry.
Substitusi Tepung Kedelai dengan Tepung Daun Indigofera Zollnigeriana dalam Formulasi Pakan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Imel Melinia Sari; Sopian Sopian; Sumantriyadi; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11649

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat substitusi tepung kedelai terhadap tepung daun indigofera (Zollingeriana) dalam formulasi pakan buatan terhadap kinerja produksi ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu rasio perbandingan substitusi tepung kedelai dan tepung daun indigofera, P0= (40% : 0%), P1= (36% : 4%), P2= (32% : 8%), P3= (28% : 12%). Ikan yang digunakan adalah benih ikan patin siam berukuran berat 4,79 ± 0,85 gram. Pemeliharaan selama 40 hari dalam wadah berupa waring ukuran 1x1x0.5 meter. Pakan diberikan sebesar 5% dari bobot biomasa, dengan tiga kali pemberian yaitu pada pukul 07.30, 13.00 dan 15.30 WIB. Parameter penelitian terdiri dari data (PBM) Pertumbuhan Bobot Mutlak, (PPM) Pertumbuhan Panjang Mutlak, Rasio Konversi Pakan (FCR), (RP) Retensi Protein, (RL) Retensi Lemak dan (TKH) Tingkat Kelangsungan Hidup serta parameter kualitas air sebagai pendukung. Hasil penelitian didapatkan data bahwa substitusi tepung kedelai terhadap tepung daun indigofera dalam formulasi pakan benih ikan patin siam mampu meningkatkan kinerja produksi ikan. Substitusi pada dosis (P3) 28% tepung kedelai dan 12% tepung daun indigofera menghasilkan nilai tertinggi terhadap kinerja produksi dan kelangsungan hidup ikan patin. Nilai kaualitas air masih berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan.   This study aims to evaluate the effect of substitution of soybean flour and indigofera leaf meal (Zollingeriana) in artificial feed on production performance and survival of Pangasius hypophthalmus. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and three repetitions. The treatments tested were soy flour and indigofera leaf flour substitution, P0 = 40% soybean flour 0% indigofera leaf flour, P1 = 36% soybean flour 4% indigofera leaf flour, P2 = 32% soybean flour 8% indigofera leaf flour, P3 = 28% soybean flour 12% indigofera leaf flour. The test fish used were Siamese catfish fry measuring an average weight of 4.79 ± 0.85 grams which were reared in a waring (1x1x0.5 meter) for 40 days. Fish were fed 5% of their body weight three times a day at 08.00, 13.00 and 15.00 WIB. Parameters observed are absolute weight and length Growth, Food Conversion Ratio (FCR), Fat and Protein Retention, and Survival Rate as well as water quality parameters as a support. The results showed that the substitution of soy flour and indigofera leaf flour in the Siamese catfish seed fry formulation was able to increase production performance and survival rate of fish. Substitution at a dose (P3) of 28% soy flour and 12% indigofera leaf flour resulted in the highest value for production performance and survival of fish. Water quality parameters during rearing were still in optimal conditions for fish growth.
Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Untuk Feminisasi Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Indah Anggraini Yusanti; Rahma Mulyani; Syaeful Anwar
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21909

Abstract

 AbstrakAdanya penurunan populasi ikan tambakan betina saat ini diperlukan upaya untuk mendukung keberlangsungan hidup ikan tambakan melalui teknik feminisasi. Feminisasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L) karena mengandung fitoestrogen alami. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Workshop Pembenihan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang dan Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Palembang. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan 0,5, 10, 20, 40, dan 80 mg/L. Penelitian ini diperoleh hasil perendaman ikan tambakan pada ekstrak kemangi menghasilkan persentase betina tertinggi pada perlakuan P4 (40mg/L) sebesar 85%. Pertambahan bobot ikan tambakan yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 0,66 g, pertambahan panjang yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 2,37 cm, sedangkan kelangsungan hidup ikan tambakan tertinggi yang dipelihara selama 30 hari pada perlakuan P4 sebesar 96,66%, dapat disimpulkan perlakuan P4 memberikan efek yang signifikan dalam setiap parameter pengamatan.AbstractThe decline in the population of female kissing gouramy is currently needed efforts to support pursued to support the survival kissing gouramy fish through feminization techniques. Feminization can be done by utilizing extracts from basil leaves (Ocimum sanctum L) because they contain natural phytoestogens. The research was conducted for 3 months at the Fish Hatchery Workshop of the Faculty of Fisheries and Marine, PGRI Palembang University and the Biology Laboratory of the Faculty of Science and Technology, PGRI Palembang University. The study used the Complete Random Design method with 6 treatment levels and 3 repeats with treatments of 0.5, 10, 20, 40, and 80 mg/L. From this study obtained the results of soaking kissing gouramy fish in basil extract result in the highest percentage of females at P4 treatment (40mg/L) which is 85%. The optimal weight gain of kissing gouramy fish is obtained at the P4 treatment of 0.66 g, the optimal length gain is obtained at the P4 treatment of 2.37 cm, while the survival of the highest kissing gouramy maintained for 30 days at P4 treatment was 96.66%, it can be concluded that the P4 treatment gives a significant effect in each observation parameter.
PRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) KANDIDAT PROBIOTIK DARI FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS DAN SUSU Sofian Soib; Indah Anggraini Yusanti; Neny Rochyani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i4.39131

Abstract

This study aims to determine lactic acid bacteria (LAB) isolates from fermented rice water and milk, to determine the characteristics of the LAB isolates obtained. LAB isolation was carried out using a multilevel dilution technique using peptone water  diluent solution 1%. Samples were diluted to 10-7 then grown on MRS Agar media added with 1% CaCO3 and incubated at 37˚C for 48 hours. The characterization of LAB isolates was carried out following the rules of Bergey's Manual of Determinative Bacteriology, namely based on morphological, physiological and biochemical characteristics. The results showed that there were three bacterial isolates namely A1 (Bacillus sp), A2 (Staphylococcus sp) and A3 (Aerococcus sp) which had the potential as probiotic candidates. Characteristics of probiotic candidate bacterial isolates: gram positive and catalase positive for all bacterial isolates, then motile, oxidase positive and fermentative for isolate A1, while non motile, oxidase negative and oxidative for isolates A2 and A3
Efek Sedatif Ekstrak Bunga Kamboja Putih (Plumeria alba L) Terhadap Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum L) Candra Wijaya; Indah Anggraini Yusanti; Dian Mutiara
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.12581

Abstract

Ikan konsumsi memiliki harga yang tinggi jika dijual dalam keadaan hidup, namun masalah transportasi menjadi faktor pembatas, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya dalam meminimalkan kematian menggunakan teknik anestesi pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih (Plumeria alba L) yang efektif sebagai bahan sedatif alami terhadap benih ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan satu kontrol yaitu P0 (0 mg/L), P1 (4 mg/L), P2 (5 mg/L), P3 (6 mg/L), P4 (7 mg/L) dan P5 (8 mg/L), masing-masing perlakuan dilakukan pengulang sebanyak 3 kali. Data pengamatan meliputi lama pulih sadar ikan, kecepatan pingsan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih antar perlakuan berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap lama pulih sadar dan kecepatan pingsan sedangkan konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih antar perlakuan tidak berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kelangsungan hidup benih ikan bawal. Konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih yang paling efektif untuk teknik sedatif terhadap benih ikan bawal adalah 8 mg/L dengan keefektifan waktu memingsankan yaitu 11 menit 53 detik, waktu lama pulih sadar yaitu 3 menit 32 detik serta kelangsungan hidup setelah pemeliharaan selama 3 hari mencapai 86,67%.   Consumtion type of fish have a high price when sold alive, but transportation problems are a limiting factor, therefore it is necessary to make efforts to minimize mortality using anesthetic techniques for fish. This study aims to determine the concentration of white frangipani flower (Plumeria alba L) extract which is effective as a natural sedative against freshwater pomfret seeds (Colossoma macropomum L). This study used a Complete Randomized Design (RAL) with 5 treatments and one control, namely P0 (0 mg / L), P1 (4 mg / L), P2 (5 mg / L), P3 (6 mg / L), P4 (7 mg / L) and P5 (8 mg / L), each treatment was repeated 3 times. Observational data include the length of conscious recovery of fish, fainting speed, survival and water quality. The results obtained the concentration of white frangipani flower extract between treatments had a real effect (P > 0.05) on the length of recovery of consciousness and fainting speed while the concentration of white frangipani flower extract between treatments did not have a real effect (P < 0.05) on the survival of pomfret seeds. The most effective concentration of white frangipani flower extract for sedative techniques against pomfret seeds is 8 mg / L with an effective recovery time of 11 minutes 53 seconds, a long recovery time of consciousness of 3 minutes 32 seconds and survival after maintenance for 3 days reaches 86.67%.
Co-Authors Albert Parulian Manurung Aldi Beni Irawan Anggeraini, Dewi Duta Anggra Wibowo Leksono Anjani, Tiara Puspa Anwar, Syaeful Ardiansah, Nopal Arianto, Detri Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati, Arumwati Bayumi Bayumi Candra Wijaya Deri Anggara Derri Syatriawan Detri Arianto Dian Mutiara Dian Mutiara, Dian Eko Censi Valta Etty Pratiwi, Etty Fadhillah Sudrian Barnus Fitra Mulia Jaya Fitra Mulia Jaya Friem Exstrada Gilness Frank Silayo Hadi Supriyan Haris, Rangga Bayu Kusuma Hasibuan, Zhulian Hikmah Helfa Septinar, Helfa Helmi Haris Helmi Harris Helmi Harris Hidayat, Wahid Humairani Humairani, Humairani Imel Melinia Sari Indra, M. INDRAWATI, SRI WAHYU Joshua Leksono, Anggra Wibowo Lia Puspita Sari Lilik Purwati Lisa Oktaria Mahmud Bimo Seno Maryani, Leni Mbarep Rosid, Muhammad Melinda, Dina Mentari, Rr Dyah Paramitha Muhammad Mbarep Rosid Muhammad Taufan Febrianto Muhammad Taufan Febrianto Mulyani, Rahma Navicha, Willard Burton Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Ninin Non Ayu Salmah, Ninin Non Ayu Nopri Susilo Nugroho, Yonathan Paskah Tri Nurhadiansyah, Muhammad Irvan Padilah, Padilah Padillah, Padillah Pangentasari, Dwinda Parulian Manurung, Albert Permatasari, Nuryanti Perwitasari, Lia Pribadi, Henki Agusan Rachmawati, Diana Widhi Rahma Mulyani Rahma Mulyani Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rih Laksmi Utpalasari Riya Liuhartana Nasyiruddin Riyanto Riyanto ROHANA ROHANA Saefudin Yuli Setiawan, Marisa Ramadhani Shara Sasmita Sofian, Sofian Sofian, Sofian Sujaka Nugraha Sulieman, Abdellatief A. Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi, Sumantriyadi Sundoko, Ahmad Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaputra, Andrian Syatriawan, Derri Syska Purnama Sari, Syska Purnama Tri Iswani Tri Widayasti Valta, Eko Censi Yedi Wihardi Yuli, Saefudin