Claim Missing Document
Check
Articles

The effectiveness of basil extract on the mildew saprolegnia within in vitro Shara Sasmita; Indah Anggraini Yusanti; Sofian Sofian
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v6i1.853

Abstract

Fish disease is a serious problem faced in the aquaculture business. One of the diseases that attack cultured fish is saprolegniasis caused by the fungus Saprolegnia sp. The use of chemical drugs tends to be environmentally unfriendly and has other negative effects on these fish and humans. For this reason, a safer alternative treatment is needed to control fish disease caused by the fungus Saprolegnia sp. One of the plants that have the potential to treat disease caused by the fungus Saprolegnia sp. is basil (Ocimum basilicum L). This research aims to determine the effectiveness of basil extract against the fungus Saprolegnia sp. in vitro. This research was conducted from May to June 2019. The research method used was a completely randomized design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications including 0 ppm (control), 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, and 80 ppm treatments. The test parameter observed was the inhibition zone diameter. In this study, 200 grams of basil extract were produced with 16.67% yield, the conclusion is that basil extract with a concentration of 60 ppm has the largest inhibition zone diameter of 22 mm in inhibiting the growth of the fungus Saprolegnia sp in vitro compared to other ethanol extract concentrations of basil.Keywords: Basil extract, antifungal, saprolegnia sp, in vitro 
Komposisi Fermentasi Kotoran Puyuh, Ampas Tahu Dan Tepung Kentang Yang Berbeda Terhadap Populasi Dan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex Sp) Deri Anggara; Indah Anggraini Yusanti; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.8108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi dan biomassa cacing sutera (Tubifex sp) yang dibudidayakan pada komposisi fermentasi kotoran puyuh, ampas tahu, dan tepung kentang yang berbeda. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakukan dan 3 pengulangan. Komposisi perlakuan meliputi P0 (kotoran puyuh 100%), P1 (50% kotoran puyuh, 35% ampas tahu dan 15% tepung kentang), P2 (50% kotoran puyuh, 25% ampas tahu dan 25% tepung kentang), P3 (50% kotoran puyuh, 15% ampas tahu dan 35% tepung kentang). Cacing suetra dipelihara selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi cacing sutera tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 240 ind/gr, sedangkan biomassa tertinggi didapatkan pada perlakuan P2 yaitu sebesar 121.17 gr dan kualitas air selama penelitian mampu menunjang budidaya cacing sutera.  
PEMBERIAN PAKAN ALAMI Moina sp DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN (D3-D21) LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypoptalmus) Friem Exstrada; Indah Anggraini Yusanti; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i2.4854

Abstract

Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) merupakan salah satu ikan unggulan di Sumatera Selatan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam menyediakan benih yang berkualitas, tergantung dari perawatan larva yang baik. Salah satu factor utama dalam perawatan larva adalah kebutuhan pakan alami yang dimakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas pemberian pakan alami Moina sp dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan patin siam. Metode penelitian ini eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali pengulangan dengan perlakuan pemberian pakan alami Moina sp P1 (15 ind/L), P2 (25 ind/L), P3 (35 ind/L), P4 (45 ind/L). Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa Fhit< Ftab dimana pengaruh pemberian pakan alami Moina sp dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata, sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa Fhit > Ftab dimana pengaruh pertumbuhan bobot mutlak menunjukkan hasil berbeda sangat nyata. Parameter kualitas air pada pemeliharaan larva ikan patin siam menunjukkan nilai suhu 29,10C - 29,80C, pH yaitu 6,7 – 7,8 dan DO berkisar 6,1 – 7,2 ppm.
PENAMBAHAN KANGKUNG REBUS DAN AIR REBUSANNYA PADA MEDIA KULTUR INFUSORIA TERHADAP INDEKS KERAGAMNNYA Lilik Purwati; Syaeful Anwar; Sumantriyadi Sumantriyadi; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v16i1.5875

Abstract

Infusoria berperan penting dalam rantai makanan. Infusoria memiliki ukuran tubuh yang kecil dan lembut, sehingga sesuai untuk larva ikan pada tahap awal pemberian pakan. Kangkung yang direbus beserta air rebusannya dapat digunakan sebagai media budidaya infusoria.  Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, perlakuan pertama media kultur infusoria dengan menambahkan gandum sebagai kontrol, kedua dengan menambahkan kangkung rebus, ketiga menggunakan air rebusan kangkung, dan ke empat menggunakan kangkung rebus dan air rebusan kangkung untuk melihat indeks pertumbuhan infusoria. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman populasi infusoria pada masing-masing media perlakua rendah, yaitu pada P0 dengan nilai 0.1, P1 dengan nilai 0.4 dan P2 dengan nilai 0.2 serta P3 dengan nilai 0.1. Sedangkan Fase-fase pertumbuhan infusoria yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat ada 4 fase yaitu fase lag, fase eksponensial, fase stasioner, dan fase kematian.
PERBEDAAN JARAK TANAM DENGAN METODE LONGLINE BERBINGKAI TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) Fadhillah Sudrian Barnus; Indah Anggraini Yusanti; Sofian Sofian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v16i1.5878

Abstract

Rumput Laut (Eucheuma spinosum) merupakan alga golongan coklat yang memiliki nilai ekonomis dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir di Indonesia. Jenis ini banyak dibudidayakan karena mudah dan murah serta prospek pasar yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak rumput laut dengan jarak tanam berbeda menggunakan metode long line berbingkai. Penelitian dilakukan selama 50 hari, menggunakan 3 perlakuan yaitu jarak tanam 20cm, 40cm dan 60cm serta pengulangan sebanyak 3 kali, dengan berat awal rumput laut berkisar 50 gram. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu pertumbuhan harian (DGR), pertumbuhan mutlak (AGR) dan parameter kualitas air.  Hasil yang diperoleh untuk pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak rumput laut tertinggi adalah perlakuan P3 dengan jarak tanam 60 Cm sebesar 6,36%/hari dan seberat 1053,9gr, dan kualitas air pada lokasi penelitian masih terbilang baik untuk pertumbuhan rumput laut (Eucheuma spinosum).
IDENTIFIKASI FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Sofian Sofian; Indah Anggraini Yusanti; Fitra Mulia Jaya; Neny Rochyani; Rih Laksmi Utpalasari
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.627

Abstract

Cengal District, Ogan Komering Ilir Regency is a coastal area that has considerable fishery potential because it is surrounded by inland and coastal public waters. Difficult location access causes the distribution of fishery raw materials outside the region to be a constraint for the community considering the limited shelf life. The use of preservatives in fishery products such as formalin is often found in the market which is very dangerous if consumed by humans continuously in small quantities. This community service activity aims to provide information to the community through the role of students and teachers of Miftahul Ulum Private Madrasah Aliyah Sungai Lumpur about the dangers of consuming fishery products that contain harmful preservatives such as borax and formalin. This activity was carried out using the direct testing method of several fishery products involving students and teachers. Testing the content of formalin in fishery products is simple by using a formalin test kit. The test sample can be observed directly by changing the color of the chemical reaction of the test sample. The results of this activity directly increase students' knowledge about the dangers of consuming fishery products that contain ingredients that are harmful to health. In addition, students can physically distinguish fishery products that use hazardous materials and can directly test the hazardous content in fishery products. Through this community service activity, the community can reduce the use of hazardous materials as food preservatives and avoid consuming various processed fish products that are less healthy.
Efektivitas Anti Jamur Perasan Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Nopri Susilo; Indah Anggraini Yusanti
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v19i2.9308

Abstract

Produksi budidaya ikan gurami membutuhkan benih yang berkualitas dan ketersediaan benih yang kontinyu, namun kendala yang dihadapi adalah mortalitas dalam penetasan telur dan kelangsungan hidup yang disebabkan oleh jamur Saprolegnia sp yang menyerang telur-telur ikan, sehingga perlu dikendalikan dengan tindakan pencegahan. Daun sirih (Piper betle. L.) merupakan salah satu bahan alami yang dapat dijadikan alternatif karena mengandung minyak atsiri yang merupakan antibakteri dan antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman telur dalam perasan daun sirih terhadap daya tetas telur, kelangsungan hidup larva ikan gurami (Osphronemus gouramy), tingkat serangan jamur Saprolegnia sp, serta waktu terbaik perendaman telur dalam perasan daun sirih. Hasil dari penelitian ini adalah waktu terbaik untuk daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva ikan gurami yaitu dengan perendaman perasan daun sirih adalah selama 20 menit (perlakuan P3). Nilai daya tetas telur tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebanyak 89.33%, tingkat serangan jamur Saprolegnia sp. terendah yaitu perlakuan P5 sebanyak 3,33% dan untuk kelangsungan hidup larva tertinggi yaitu perlakuan P3 sebanyak 84,00%.
Efektifitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oliefera) Terhadap Mortalitas Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus). Lisa Oktaria; Indah Anggraini Yusanti; Sofian Sofian; Riya Liuhartana
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.8406

Abstract

Pengelolaan kegiatan budidaya ikan nila merah secara intensif yang dilakukan oleh pembudidaya dengan padat tebar yang tinggi dan pemberian pakan yang berlebih memicu penurunan kualitas air. Penggunaan tumbuhan yang memiliki potensi untuk pengobatan adalah solusinya. Salah satunya adalah daun kelor (Moringa oliefera). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas ekstrak daun kelor (Moringa oliefera) terhadap mortalitas benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas tertinggi pada perlakuan P4 (5,5 gr/L) sebesar 85% dan terendah pada perlakuan P0 (kontrol) sebesar 0%, sedangkan hasil analisis kualitas air menunjang kehidupan ikan.
Kelimpahan Zooplankton sebagai Indikator Kesuburan Perairan di Rawa Banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Indah Anggraini Yusanti
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 16 No. 1 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.41 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v16i1.2849

Abstract

The study of zooplankton abundance as an indicator of water fertility in the Banjiran swamp in the Sedang Village of Suak Tapeh Subdistrict, Banyuasin Regency was conducted in July to August 2017. The zooplankton sampling method was carried out at 3 (three) stations namely nebong kuning swamp station (station 1), poron swamp (station 2) and banan swamp (station 3) using purposive random sampling method. Data obtained in this study include data on zooplankton composition, zooplankton abundance index and zooplankton dominance index. While the data analysis was carried out descriptively. The results of zooplankton identification obtained during the study found 8 (eight) genera of zooplankton consisting of 3 (three) classes, namely Monogononta 1 genus, Mastigophora 5 genus and Ciliate 2 genus. The highest zooplankton abundance was found at station 1 kuning nebong swamp and banan swamp with an average value of 1.75 ind / L and 1,5 ind/L indicating the level of fertility of the floodwaters belongs to the mesotrophic category and the lowest at station 2 poron swamp with an average value of 0.92 ind / L indicating the level of fertility of the floodwaters in the Sedang village of Suak Tapeh Subdistrict, Banyuasin Regency belongs to the oligotrophic category.
Keanekaragaman Plankton di Sungai Komering Desa Serdang Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI Muhammad Taufan Febrianto; Indah Anggraini Yusanti; Syaeful Anwar
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 1 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v17i1.3284

Abstract

The purpose of this study was to determine the diversity index of plankton in the Komering River Serdang Menang Village, Sirah Pulau Padang District, Ogan Komering Ilir Regency.  This research was conducted in March until April 2018 in the Komering River in Serdang Menang Village, Sirah Pulau Padang District, Ogan Komering Ilir Regency. Sampling method uses Purposive Random Sampling which consists of 3 observation stations, namely: station 1 sand mining area, station 2 floating net cage fish farming area and station 3 densely populated area. The results of the study found that the composition of plankton in the Komering River in Serdang Menang Village, Subdistrict of Sirah Pulau Padang in Ogan Komering Ilir Regency consisted of 3 phytoplankton classes, namely Bacillariophyceae, Chlorophyceae and Cyanophyceae, while the zooplankton class consisted of 4 classes, namely Mastigophora, Monogononta, Crustacea and Ciliophora. The highest diversity index for phytoplankton was obtained at stasion 1 in the sand mining area with a value of 1,39, which indicates that the level of diversity is included in the mediun category. At zooplankton the highest diversity indev was found at station 3 with a value of 0,33 which indicates that the level of diversity is included in the low category. While the highest dominace index in phytoplankton was found in station 3 in densely populated areas with a value of 0,43 while in zooplankton it was found in stasion 1 in the sand mining area with a value of 0,00563, both value indicate that there is no genus of plankton that dominates in the area.
Co-Authors Albert Parulian Manurung Aldi Beni Irawan Anggeraini, Dewi Duta Anggra Wibowo Leksono Anjani, Tiara Puspa Anwar, Syaeful Ardiansah, Nopal Arianto, Detri Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati Arumwati, Arumwati Bayumi Bayumi Candra Wijaya Deri Anggara Derri Syatriawan Detri Arianto Dian Mutiara Dian Mutiara, Dian Eko Censi Valta Etty Pratiwi, Etty Fadhillah Sudrian Barnus Fitra Mulia Jaya Fitra Mulia Jaya Friem Exstrada Gilness Frank Silayo Hadi Supriyan Haris, Rangga Bayu Kusuma Hasibuan, Zhulian Hikmah Helfa Septinar, Helfa Helmi Haris Helmi Harris Helmi Harris Hidayat, Wahid Humairani Humairani, Humairani Imel Melinia Sari Indra, M. INDRAWATI, SRI WAHYU Joshua Leksono, Anggra Wibowo Lia Puspita Sari Lilik Purwati Lisa Oktaria Mahmud Bimo Seno Maryani, Leni Mbarep Rosid, Muhammad Melinda, Dina Mentari, Rr Dyah Paramitha Muhammad Mbarep Rosid Muhammad Taufan Febrianto Muhammad Taufan Febrianto Mulyani, Rahma Navicha, Willard Burton Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Neny Rochyani Ninin Non Ayu Salmah, Ninin Non Ayu Nopri Susilo Nugroho, Yonathan Paskah Tri Nurhadiansyah, Muhammad Irvan Padilah, Padilah Padillah, Padillah Pangentasari, Dwinda Parulian Manurung, Albert Permatasari, Nuryanti Perwitasari, Lia Pribadi, Henki Agusan Rachmawati, Diana Widhi Rahma Mulyani Rahma Mulyani Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rangga Bayu Kusuma Haris Rih Laksmi Utpalasari Riya Liuhartana Nasyiruddin Riyanto Riyanto ROHANA ROHANA Saefudin Yuli Setiawan, Marisa Ramadhani Shara Sasmita Sofian, Sofian Sofian, Sofian Sujaka Nugraha Sulieman, Abdellatief A. Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi Sumantriyadi, Sumantriyadi Sundoko, Ahmad Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaeful Anwar Syaputra, Andrian Syatriawan, Derri Syska Purnama Sari, Syska Purnama Tri Iswani Tri Widayasti Valta, Eko Censi Yedi Wihardi Yuli, Saefudin