Claim Missing Document
Check
Articles

INVENTARISASI JENIS DAN STRUKTUR EKOLOGI ZOOPLANKTON DI SUNGAI MUSI BAGIAN HILIR, SUMATERA SELATAN Eko Prianto; Husnah Husnah; Siti Nurul Aida
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 3 (2008): (September 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.729 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.3.2008.263-271

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di Sungai Musi bagian hilir telah dilakukan pada bulan Mei, September, dan Januari 2007. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei pada 9 lokasi. Pemilihan lokasi pengambilan contoh dengan menggunakan purposive sampling didasarkan pada mikrohabitat. Contoh zooplankton diambil dengan menggunakan ember 10 l dan total volume yang disaring dengan plankton net 150 l. Parameter yang diukur meliputi kelimpahan, komposisi jenis, keragaman, keseragaman, dan indeks dominasi zooplankton. Hasil analisis jumlah spesies zooplankton yang tertinggi dijumpai pada bulan September dan terendah pada bulan Mei. Indeks keragaman dan kelimpahan zooplankton pada Mei 2006 dan Januari 2007 berkisar antara 0 sampai dengan 2,2 dan 0,8 sampai dengan 21x103 ind.m-3. Indeks keseragaman bervariasi. Nilai yang tertinggi diperoleh pada bulan Januari (0,8 sampai dengan 1), sedangkan bulan Mei dan September 2006. Pada September dan Mei lebih bervariasi dengan kisaran nilai masing-masing 0,6 sampai dengan 1 dan 0,6 sampai dengan 0,9. Selanjutnya untuk dominasi jenis, terdapat 2 stasiun yaitu Sebokor (bulan Mei) dan Selat Cemara (bulan September), yang didominasi 1 jenis zooplankton. Research with aiming to know the community structure of zooplankton at the down stream of Musi Rivers was conducted in May and September 2006, and January 2007. The work was done with field survey method at nine sampling sites, that were set up by using purposive sampling method based on the difference an microhabitat. Samples for zooplankton were collected by using 10 l bucket to sample a total of 150 l of water, and the total volume of wals filtered by using plankton net. Parameters measured include the abundance, spesies composition, diversity, similarity, and dominance index of zooplankton. Results show that the highest number of zooplankton species was found in September while the lowest one was recorded in May. The diversity index and abundance zooplankton in May 2006 and January 2007 were between 0 until 2.2, and 0.8 until 21x103 ind.m-3, respectively. The similarity index varied. The highest value was recorded in january (0.8 until 1) while in may and september 2006 were 0.6 until 1 and 0.6 until 0.9, respectively. Zooplankton was dominanted sebokor and cemara sampling sites.
PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI SUNGAI DAN RAWA MAHAKAM HULU KALIMANTAN TIMUR Kamaluddin Kasim; Eko Prianto; Chairulwan Umar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.026 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.229-236

Abstract

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fluktuasi tinggi muka air (TMA) dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan sungai dan rawa namun tidak terhadap semua jenis ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil tangkapan jenis ikan sungai dan rawa sungai Mahakam yang mendapat pengaruh fluktuasi TMA dan jenis ikan yang tidak mendapatkan pengaruh langsung oleh fluktuasi TMA. Data mengenai hasil tangkapan ikan yang berasal dari alat tangkap pancing dan jaring diperoleh melalui enumerator di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selili Kota Samarinda pada periode 2007-2012, sedangkan nilai rata-rata Tinggi Muka Air (TMA) DAS Mahakam secara bulanan diperlukan sebagai salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai dan rawa. Data dianalisis dengan metode regresi linear sederhana dan penentuan perbedaan hasil tangkapan pada musim hujan, peralihan dan kemarau dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil tangkapan ikan berkorelasi kuat (r=0,7) terhadap Tinggi Muka air (TMA) dengan arah hubungan negatif atau berkebalikan, yakni semakin tinggi nilai TMA maka hasil tangkapan semakin rendah. Jenis ikan sungai dan rawa seperti patin, nila, sepat siam (Trichogaster pectoralis), lais dan betok (Anabas testudineus) merupakan jenis ikan yang hasil tangkapannya dipengaruhi secara signifikan (P<0,05) oleh fluktuasi Tinggi Muka Air (TMA), sedangkan jenis ikan lainnya seperti gabus (Channa striata), keli lele (Clarias batracus), dan kendia/tambakan (Helostoma temminckii) tidak dipengaruhi secara nyata (P>0,05) oleh fluktuasi TMA.  Some studies have showed that water level fluctuation may have a significant correlation to the catch of several commercial fish target in inland fishery and does not influence directly the cath of some commercial fish. This study aimed to determine which species are directly influenced and such species not inluenced by water level fluctuation for its catches. Catch data obtained from hand line and gill net are recorded by enumerators at Fish Landing Sites of Selili, Samarinda during the period of 2007-2012, while the data of surface water level of Mahakam River were obtained monthly, required as one of the factors assumed to influence the number of catch of several types of fish. Correlation between fluctuation of water surface level and catch data were analysed by simple linear regression method while determination of the difference catch average in rainy, transition, and dry season is done by Analysis of Variance (ANOVA). The results show that the number of fish catches are strongly correlated (r = 0.7) to the water level fluctuation in inverse direction (negative correlation, it) means the higher the value of surface water level, the lower the value of catches. Catfish, Tilapia, Snakeskin Gourami (Trichogaster pectoralis), Glass Catfish and Climbing Gouramy (Anabas testudineus) were affected significantly (P <0.05) by water surface fluctuations of Mahakam River, while the other fish species such as snakehead (Channa striata), Keli catfish (Clarias batracus), and Kendia/Tambakan (Helostoma temminckii) were not influenced significantly (P> 0.05).
KOMPOSISI JENIS DAN BIOMASA STOK IKAN DI SUNGAI BANYUASIN Eko Prianto; Solekha Aprianti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.877 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.1.2012.1-8

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Maret hingga Desember 2009 di muara sungai Musi Sumatera Selatan, dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan biomasa stok sumber daya ikan di Sungai Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada Maret dan Juni 2009. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi lapangan pada 6 stasiun pengambilan contoh yang mewakili perairan Sungai Banyuasin. Biomasa stok ikan diduga dari hasil percobaan penangkapan dengan pukat hela. Komposisi jenis ikan di Sungai Banyuasin pada Maret sebesar 72 jenis dan Juni sebesar 81 jenis,sedangkan secara keseluruhan jumlah jenis ikan yang dijumpai di Sungai Banyuasin sebanyak 92 jenis yang terdiri dari 72 jenis ikan, 1 coelenterata dan 19 jenis krustacea (udang dan kepiting). Hasil tangkapan dengan menggunakan pukat hela diperoleh data hasil tangkapan persatuan area pada Maret berkisar 10-119 kg/km2 dan Juni berkisar 4-45 kg/km2, sedangkan total biomassa ikan di perairan Sungai Banyuasin sekitar 6,1 ton pada Maret dan 17,6 ton pada Juni.  A Field study in order to investigate fish composition and biomass stock of fish resources of Banyuasin River was conducted from March to December 2009. Fish samples were collected in March and June 2009 at 6 sampling sites in Banyuasin river set up based on difference in micro habitat. Fish were collected by using mini trawl experiment and from daily record of fishermen using different fishing gears. Results indicate that fish catch in March and June was composed of 72 and 81 fish species respectively, and the total fish species record was 92 species consist 72 species of fish, 1 species of coelenterate and 19 species of crustacea. The total of biomass of fish resource in Banyuasin river was estimated about 17,6 ton in March and 6,1 ton in June.
STUDI DAYA DUKUNG SUMBER DAYA IKAN DI WADUK JATIBARANG SEMARANG Aisyah Aisyah; Setiya Triharyuni; Eko Prianto; Rudy Masuswo Purwoko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.26.1.2020.1-9

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang belum lama beroperasi dan masih tergolong waduk baru. Kegiatan perikanan yang berkembang didominasi oleh perikanan pancing. Selain penangkapan, peningkatan produksi juga dilakukan dengan penebaran ikan, namun belum didukung kajian daya dukung yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai daya dukung sumber daya ikan di waduk Jatibarang. Kegiatan penelitian dilakukan pada Bulan Mei dan Juli 2018 yang meliputi 4 (empat stasiun yang mewakili inlet, tengah dan outlet waduk. Data primer yang dikumpulkan meliputi kualitas air (parameter fisika, kimia dan biologi). Data pendukung penelitian meliputi elevasi muka air, diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, dan data kedalaman, diperoleh dari akuisisi data GPS Sounder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung sumber daya ikan di Waduk Jatibarang berkisar antara 3,57-6,3 ton/tahun. Kedalaman perairan sangat mempengaruhi nilai daya dukung. Nilai daya dukung lebih rendah pada kedalaman perairan lebih dari 20 m dan relatif tinggi pada kedalaman lebih dari 10 m. Selain pengaruh kedalaman juga terdapat pengaruh lain seperti fluktuasi muka air, kelimpahan plankton, kecerahan, dan unsur hara berupa nitrat. Diharapkan kajian terkait potensi produksi dapat dilakukan untuk optimalisasi pemanfaatan perikanan yang berkelanjutan.Jatibarang Reservoir is a new operating reservoir. Existing fishing activities are dominated by handline. Except fishing activities, many fish have been stocked to improve the production, but it has not been supported by adequate carrying capacity studies. The purpose of this research was to determine the value of carrying capacity of fish resources in the Jatibarang Reservoir. The study was conducted in May and July 2018 representing the inlet, center, and outlet of the reservoir. The collected data consisted of physical, chemical, and biological data obtained at 4 (four) research stations representing the inlet, center, and outlet of the reservoir. Supporting data include water level elevation obtained from the Pemali-Juana River Basin Authority and bathymetry data obtained from GPS Sounder data acquisition. The results showed that the value of carrying capacity of fish resources in the Jatibarang Reservoir is 3.57-6.3 tons/year. The depth of the waters greatly affects the value of carrying capacity. The value of smaller carrying capacity occurs at the water depths of more than 20 m, but is relatively high at the depths of more than 10 m. There are also other influences such as water level fluctuations, plankton abundance, water brightness, and nitrates. Furthermore, a study of production potential should be carried out to optimize the sustainable fisheries utilization.
ASPEK BIOLOGI IKAN LIDAH (Achiroides leuchorhinchos) DAN SEBARAN DI SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN Eti Nurhayati; Eko Prianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 3 (2008): (September 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.337 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.3.2008.273-277

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Musi, Sumatera Selatan pada tahun 2007 untuk mempelajari biologi ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) yang meliputi distribusi ukuran, bobot tubuh, kebiasaan makan, fekunditas, serta sebaran di Sungai Musi. Contoh ikan diperoleh dengan alat jaring, jala, dan stroom eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) terdapat di Sungai Musi bagian hulu sampai dengan hilir. Ikan ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b=2.894) dengan ikan terbanyak pada kisaran panjang 41 sampai dengan 48 mm dan 0,5 sampai dengan 1 g. Ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) termasuk ikan karnifora dengan makanan utama kepiting dan makanan pelengkap ikan. Pola pemijahan adalah total spawner dengan fekunditas sekitar 2x103 butir telur berukuran rata-rata 0,06 mm. Musim pemijahan ikan lidah (Achiroides leuchorhinchos) diperkirakan terjadi pada bulan Juli (musim kemarau). Research was done in Musi River, South Sumatera in 2007 to study the biology of tongue fish (Achiroides leuchorhinchos) covering distribution of size measure, body wight, food habit, fecundity, and distribution in Musi River. Fish samples were collected by using net and electric fishing. The result shows that tongue fish (Achiroides leuchorhinchos) was found in upstream until downstream. This fish has negative growth allometric pattern (b=2,894). Tongue fish is carnivore with the espesial food crab and fish as complement food. Its fecunditity pattern is total spawner with number of eggs of about 2x103 eggs, size of eggs of 0.06 mm. The spawning season of tongue fish might occur on July (dry season).
KAJIAN RESIKO KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI ESTUARI MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Aisyah Aisyah; Setiya Triharyuni; Eko Prianto; Husnah Husnah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.169 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.1.2019.15-26

Abstract

Kawasan estuari merupakan wilayah yang kaya akan unsur hara di daerah pantai. Perubahan ekosistem pantai, seperti terjadinya pendangkalan menyebabkan penurunan luasan mangrove. Dampak yang terjadi merupakan penyumbang bagi kerentanan sumberdaya kepiting bakau di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko potensi kerentanan sumber daya kepiting bakau dan keberlanjutannya di estuari Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Analisis kerentanan menggunakan perangkat lunak PSA (Productivity and Susceptibility Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi kepiting bakau di Eestuari Mahakam mempunyai kerentanan tingkat rendah (tingkat kerentanan =1,3). Nilai produktivitas (kemampuan pulih sumber daya) menunjukan nilai yang lebih tinggi (2,1) dari pada nilai susceptabilitas (tingkat resiko sumber daya ikan terhadap aktivitas perikanan di perairan tersebut) yaitu 1,9. Dengan kondisi tersebut maka peluang keberlanjutan ketersediaan kepiting bakau di estuari Mahakam berada dalam tingkat sedang.Estuaries constitute an extremely valuable natural resource in the coastal areas. The coastal ecosystem changes such as deforestation of the estuarine caused the decrease of mangrove forestry. These impacts directly contribute to the vulnerability of mud crab resources. The purpose of this research was to determine the risk level of potential vulnerability of mangrove crab resources in the Mahakam estuary. Vulnerability analysis using Productivity and Susceptibility Analysis (PSA) software. The results showed that mangrove crabs in the Mahakam estuary were low vulnerable (vulnerability level of 1.3). Value of productivity (the ability to recover resources) higher than susceptibility (level of risk of fish resources to fisheries activities in those areas). It, means that the chances for sustainability of mangrove crab in Mahakam estuary were medium level.
KOMPOSISI JENIS DAN POTENSI SUMBER DAYA IKAN DI MUARA SUNGAI MUSI Eko Prianto; Ni Komang Suryati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.9 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.1.2010.1-8

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2008 di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan potensi sumber daya ikan di muara Sungai Musi yang berfungsi sebagai data dasar dalam pengelolaan sumber daya pesisir laut di Sumatera Selatan. Pengambilan contoh dilaksanakan dua kali, yaitu pada bulan Maret dan Juni 2008. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi (survei lapangan) di empat stasiun yang mewakili perairan estuari Sungai Musi. Hasil pengambilan contoh dengan menggunakan mini trawl dan enumerator diperoleh komposisi jenis ikan di muara sungai Musi 39 jenis pada bulan Maret dan 26 jenis pada bulan Juni 2008. Secara keseluruhan, jumlah jenis ikan yang dijumpai pada kawasan muara Sungai Musi 54 jenis, sedangkan potensi sumber daya ikan berdasarkan pada hasil analisis data tentang stok ikan di kawasan yang bersangkutan berkisar antara 24,5-105,47 kg/km2. Field study in order to investigate fish composition and potency of fish resources of Musi River estuarine was conducted from March to December 2008. Fish samples were collected in three sampling times March and June 2008 from 4 sampling sites in Musi River estuarine set up based on difference in micro habitat. Fish were collected by using mini trawl experiment and from daily record of fishermen using different fishing gears. Results of this study indicated that fish catch in March and June was composed of 39 and 26 fish species respectively, and the total fish species recorded was 54 species. The potency of fish resource of Musi River estuarine was estimated in the range of 24.5 105.47 kg/ km2.
DISTRIBUSI, KELIMPAHAN DAN VARIASI UKURAN LARVA IKAN DI ESTUARIA SUNGAI MUSI Eko Prianto; Syarifah Nurdawaty; Mohammad Mukhlis Kamal
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.78 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.2.2013.73-79

Abstract

Penelitian tentang distribusi, kelimpahan dan ukuran larva ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober 2011. Stasiun pengambilan contoh meliputi Muara Delta Upang (stasiun 1), Muara Sungai Musi (stasiun 2) dan Pulau Payung (stasiun 3). Pengambilan larva pada siang hari menggunakan Bongo net yang berukuran mata jaring 250 µm. Hasil identifikasi diperoleh 13 famili ditinjau menurut musim, pada bulan Mei dan Oktober masing-masing diperoleh 7 famili, dan pada bulan juni sebanyak 3 famili. Kelimpahan larva ikan berkisar antara 9-46 ind/m3 dengan jumlah yang tertinggi (46 ind/m3) pada bulan Mei dan terendah pada bulan Juni (9 ind/m3). Larva ikan dari famili Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas baik spasial maupun temporal. Variasi ukuran larva ikan menurut famili setiap bulannya memiliki variasi ukuran yang hampir sama. Research about the distribution, abundance and size of fish larvae was conducted in March, May, June and October 2011. Sampling stations encompasses Delta Upang (station 1), Muara Sungai Musi (station 2) and Pulau Payung (station 3). Larvae taken during the daytime using a Bongo net with mesh size of 250 µm. Identification results obtained 13 families based on the season, in May and October respectively 7 families, and in June as many as 3 families. Abundance of fish larval around 9-46 ind/m3 with the highest number (46 ind/m3) in May and the lowest in June (9 ind/m3). Larvae of Gobiidae family have a large distribution on spatial and temporal. The variation in size of fish larvae by family on each month are the same. 
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI ESTUARI SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Eko Prianto; Husnah Husnah; Solekha Aprianti
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.357 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.3.2010.149-157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan pasca pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api dengan mempelajari karakteristik fisika kimia perairan dan struktur komunitas zooplankton. Penelitian tentang kelimpahan dan keanekaragaman jenis zooplankton dilakukan melalui enam titik stasiun pengamatan di muara Sungai Banyuasin pada bulan April sampai Nopember 2009. Contoh air diambil pada kedalaman 1 m dari permukaan air dengan menggunakan kemmerer water sampler dan contoh zooplankton diambil dengan menggunakan ember 50 L pada permukaan perairan. Selanjutnya contoh air disaring dengan menggunakan planktonnet dengan ukuran 25 μm. Hasil analisis kualitas air diperoleh nilai parameter (suhu, pH, NO2, COD, BOD, dan DO) berada dalam ambang batas yang diperbolehkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai parameter padatan tersuspensi (total suspended solids), total dissolvedsolid, amoniak, nitrat, dan fosfat telah melebihi ambang batas lingkungan perairan yang diperbolehkan. Nilai indeks mutu lingkungan perairan menunjukan dalam kondisi tercemar berat. Kelimpahan zooplankton pada tahun 2009 yaitu 2-19 ind/L lebih rendah dari kelimpahan pada tahun 2004 yaitu 5- 34 ind/L sedangkan keanekaragaman jenis pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2004. The aims of this study were to determine water quality conditions after construction of the port of Tanjung Api-Api by studying the physico chemical characteristics of water and zooplankton community structure. Research on zooplankton abundance and species diversity through the six points of observation stations in the estuary of the river Banyuasin in April until November 2009. Water samples taken at a depth of 1 m from water surface water by using a kemmerer water sampler and zooplankton samples were taken by using a bucket about 50 L in the surface. Further water samples were filtered using a plankton net with a size 25 μm. The results of water quality analize obtained that parameter values (temperature, pH, NO2, COD, BOD, and DO) were still in the threshold limit, in accordance with Government Regulation No.82 2001. Value parameters of total suspended solids, total dissolved solid, ammonia, nitrate, and phosphate has exceeded the permissible limit aquatic environment. Value of water environmental quality index showed in heavily polluted conditions. Zooplankton abundance in was 2-19 ind/L lower than the abundance in 2004 of 5-34 ind/L, while species diversity in the year 2009 decreased compared to 2004.
DAMPAK INDIAN OCEAN DIPOLENEGATIF(IOD-)TERHADAP ASPEK REPRODUKSI IKANDI SUNGAI KAMPAR Eko Prianto; Rudi Masuswo Purwoko; Husnah Husnah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.76 KB) | DOI: 10.15578/bawal.10.2.2018.%p

Abstract

Indian Ocean Dipole negatif (IOD-) terjadi pada bulan Mei-November 2016 yang menyebabkan curah hujan diwilayah pulau Sumatera dan Jawa Barat tetap tinggi. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya banjir yang dapat mempengaruhi aktifitas pemijahan ikan-ikan di Sungai Kampar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dariIndian Ocean Dipole negatif (IOD-) terhadap aspek reproduksiikandi Sungai Kampar.Penelitian ini dilakukan di Sungai Kampar dari bulan April-Oktober 2016 dengan lokasi pengambilan sampel di Kecamatan Langgam dan Teratak Buluh.Sampel ikan diambil melalui pedagang pengumpul setiap bulan. Jenis ikan yang diamati yaitu ikan tambakan (Helostoma teminckii), ikan baung (Hemibagrus nemurus) dan selais (Ompok sp). Ikan dari pedagang pengumpul dipisahkan berdasarkan jenis dan dihitung jumlah individu serta dilakukan pengukuran panjang-bobot.Ikan-ikan tersebut selanjutnya dilakukan pembedahan untuk diamati gonadnya (jantan dan betina) sehingga diketahui tingkat kematangan gonad.Data yang diamatiyaitudipole mode index, curah hujan, pola pertumbuhan, tingkat kematangan gonad dan faktor kondisi. Hasil analisa data diperoleh nilai IOD- pada bulan Mei hingga Oktober 2016 berada pada kategori kuat negative (> 0.5), sementara bulan November 2016 nilai IOD sudah turun menjadi kategori normal. Curah hujan tahun 2016 sebesar 2.752 mm lebih tinggi dibanding dengan tahun 2014 (1.979 mm) dan 2015 (2.557 mm).Pola pertumbuhan ikan-ikan selama IOD- berlangsung cenderung alometrik positif.Ikan-ikan yang matang gonad baik jantan dan betina ditemukan hampir setiap waktu pengamatan dengan proporsi yang berbeda-beda.Nilai rata-rata faktor kondisi ketiga jenis ikan berdasarkan waktu pengamatan tidak sama, ini menunjukkan ketiga jenis ikan memijah pada saat terjadinya IOD-.
Co-Authors . Juliana A. Ma'suf Adriman Adriman Adriman, Adriman Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Ali Suman Ali Suman Amelia Fauziah Husna amri, khairul Andri Hendrizal Artika, Media Asep Ma&#039;mun Asep Priatna Asep Priatna Atika, Berliana Awal Subandar Berliana Atika Bintal Amin Budijono, Budijono Chairulwan Umar Chairulwan Umar Chairulwan Umar Desvind, Elfahra Dyta Putri Dewi, Yuni Sukma Dian Oktaviani Dian Oktaviani Eddiwan Kamaruddin Efriyeldi, Efriyeldi Eko Purwanto Eko Purwanto Eko Swi Damarwan Endi S. Kartamihardja Endi Setiadi Kartamihardja Endi Setiadi Kartamihardja Endi Setiadi Kartamihardja Endi Setiadi Kartamihardja Eni Sumiarsih Eti Nurhayati Fahreza, Rizki Fatmawati, Riska Fattah, Husain Abdul Febrina Rismawati Guritno, Wulan Harmelita Harmelita Harmelita, Harmelita Helmi, Luhlu Aprilia Herlambang Sigit Pramono Hilda Z. Dahlan Husnah Asyari Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Husnah Ikhsan kurniawan Indradewa, Rhian Intan Purnama Sari Irdha Mirdhayati Isma Mulyani Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin Israk, Radiatun Joko Purwanto Kamaluddin Kasim Kamaluddin Kasim Kamaluddin Kasim Kamil, Hasan Rahmat Karnila, Rahman Karnila Ketut Ima Ismara Khaidir Khaidir, Khaidir Khairul Amri Khairunnisa, Rizka Lubis, Najiyya Sahilda M. Mukhlis Kamal M. Yogi Riyantama Isjoni Ma?mun, Asep Makri Makri Mega Ramadhani Miswadi Miswadi Miswadi Miswadi Miswadi Miswadi Miswadi Mohammad Mukhlis Kamal Muchlizar Muchlizar Muchlizar, Muchlizar Muhammad Akmal Muhammad Arifan Rakhshanjani Muhammad Bintang Anto Mycawa Muhammad Farhan Surez Muhammad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Hasbi Muhammad Luthfi Muhammad Mukhlis Kamal Mustaqim, Ilmawan Nainggolan, Vica Meyana Anthika Ni Komang Suryati Ni Komang Suryati Nofrizal Nofrizal Nona Mutiara Sari Nora Saulina Noralisa Nilam Sari Nur El Fajri Nur El fajri Nuraini El Fajri Nurhening Yuniarti Nurwijayanti Oktaviana, Della Pandera, Cici Pranata, Eka Prasetia, Eko Prasetyo, Kurnifan Adhi Priyo Suharsono Sulaiman Priyo Suharsono Sulaiman Putri, Melza Adika Putri, Riska Yana Rahmatdillah Rahmatdillah Rakhshanjani, Muhammad Arifan Ramadhani, Mega Ramadhani, Wahyu Ikma Ramses Firdaus, Ramses Regi Fiji Anggawangsa Reni Puspasari Reny Puspasari Reny Puspasari Ridwan Manda Putra Rina D’rita Sibagariang Riska Yana Putri Risma Amelia, Risma Rismawati, Febrina Rizka Khairunnisa Rizka Khairunnissa Romie Jhonnerie Rudi Masuswo Purwoko Rudy Masuswo Purwoko Rudy Masuswo Purwoko Saputri, Ratih Okta Sari, Bella Puspita Sari, Noralisa Saulina, Nora Setiya Tri Haryuni Setiya Triharyuni Setiya Triharyuni Simanjuntak, Mega Sri Devi Sinaga, Merry Friendly Theresia Sinaga, Owen Rivaldi Siswanta Kaban Siti Nurul Aida Sitinjak, Yuannito Rick Yorda Situmorang, Icha Regina Siwolo, Apria Bodhi Sofian, Alifa Khansa Solekha Aprianti Solekha Aprianti Syafawani, Wan Fauziyah Syamsiar, Syamsiar Syarifah Nurdawati Syarifah Nurdawaty Tengku Dahril, Tengku Tumanggor, Rosalina Usman Muhammad Tang Utami, Tiara Vini Volcherina Darlis Wan Fauziyah Syafawani Wibawa, Wisnu Alfianta Widhiastika, Dhita Wieda Nurwidada H. Zain Windarti Windarti Yela, Yayang Febri Yossi Oktorini Yudho Harjoyudanto Yuliati - Yuliati Yuliati Yunizar Ernawati Zuriati Murni