Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Wanita (PUS) Akseptor KB dalam Memilih Alat Kontrasepsi Implan di Kelurahan Olak Kemang Tahun 2024 Jesi Vania Anoska Sembiring; Asparian Asparian; Kasyani Kasyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.273

Abstract

Latar Belakang: Salah satu metode kontrasepsi permanen yang kurang umum digunakan adalah implan. Implan adalah pilihan yang bagus dan efektif, karena tanpa memerlukan perhatian harian dan sangat sesuai bagi perempuan tidak dapat memperoleh asupan homon estrogen tambahan. Kontrasepsi implan memiliki keunggulan hingga 99%, dengan angka ketidakberhasilan hanya satu dari 100 wanita yang menggunakannya atau sekitar 0,05%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita PUS akseptor KB dalam memilih implan sebagai alat kontrasepsi di Kelurahan Olak Kemang Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 wanita pasangan usia subur. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling, data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: penelitian ini menemukan ada hubungan faktor pendidikan (p= 0,01), pekerjaan (p= 0,01), paritas (p= 0,01) pemberdayaan (p= 0,03) dan akses terhadap alat kontrasepsi (p= 0,01) terhadap minat penggunaan kontrasepsi implan. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, paritas, pemberdayaan, dan akses terhadap alat kontrasepsi dengan minat penggunaan kontrasepsi implan di Kelurahan Olak Kemang Tahun 2024. Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan dengan minat penggunaan kontrasepsi implan.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG PINANG KOTA JAMBI Hutahaean, Artika; Perdana, Silvia Mawarti; Butar, Marta Butar; Guspianto, Guspianto; Asparian, Asparian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43888

Abstract

Stunting adalah kejadian balita pendek yang menjadi salah satu permasalahan balita di dunia khususnya di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang. Kondisi balita stunting dapat diukur melalui panjang dan tinggi badannya berdasarkan ketentuan, yaitu minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desai studi case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Jumalah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden yang meliputi 40 kelompok kasus dan 40 kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder (buku KIA) kepada 80 responden. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p value = 0,006) OR 4,210, status gizi ibu saat hamil (p value = 0,016) OR 3,357, Asi eksklusif (p value 0,001) OR 9,471. Dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadia stunting yaitu usia ibu saat hamil (p = 0,069) OR 2,579, jarak kelahiran (p = value 0,293) OR 2,020, berat badan lahir (p = 0,095) OR 2,546.  Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, status gizi ibu saat hamil, dan asi eksklusif dengan kejadian stunting disarankan ibu harus meningkatkan pengetahuan tentang stunting, memastikan asupan gizi yang cukup sejak masa kehamilan dan mengetahui praktik pemberian Asi eksklusif yang tepat.
Analisis Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. X Sawit Muaro Jambi Amanda, Tri Julia; Aswin, Budi; Syukri, Muhammad; Asparian, Asparian; Mekarisce, Arnild Augina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30338

Abstract

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan tempat kerja yang terhindar dari risiko bahaya dan meminimalkan angka kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Adapun penerapannya tersusun atas lima tahapan yaitu penetapan kebijakan K3, perencanaan K3, pelaksanaan rencana K3, monitoring dan evaluasi kinerja K3, serta review dan peningkatan kinerja SMK3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus, total informan yang digunakan sebanyak 11 orang meliputi: 1 orang SHE, 1 orang Field Assistant, 1 orang Farm Head, 3 orang SHE team dan 5 orang perwakilan tenaga lapangan meliputi: pemupukan, penyemprot, kastrasi, sanitasi, dan pemanen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif. Perusahaan telah memiliki kebijakan K3, perencanaan dilakukan dengan menyediakan sumber daya manusia, anggaran dan sarana yang terkait dengan K3, penerapan K3 dilakukan dengan melakukan identifikasi risiko bahaya, pemantauan dilakukan dengan melakukan inspeksi, review dan perbaikan kinerja SMK3 belum terlaksana dengan sempurna karena belum adanya prosedur pelaporan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pencapaian penerapan SMK3 di perusahaan telah memenuhi 157 unsur dan masih terdapat 9 unsur yang harus dipenuhi. Perusahaan telah melakukan dengan baik dan berhasil menerapkan empat dari lima prinsip penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan presentase penilaian memuaskan sesuai peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Case Study Of Smoking Behavior Among Suku Anak Dalam Adolescents In Tanjung Village, Bathin VIII Sub-District, Sarolangun Regency, 2025 Mizya Sabtheca Simanjuntak; Muhammad Syukri; Kasyani Kasyani; Asparian Asparian; Muhammad Ridwan; Puspita Sari
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): IJHET JULY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i2.308

Abstract

Smoking behavior among adolescents is a concerning public health issue, especially in remote indigenous communities such as the Suku Anak Dalam. In their daily lives, smoking has become an ingrained habit and is considered normal.This study aims to understand the smoking behavior of Suku Anak Dalam adolescents in Tanjung Village, Bathin VIII Sub-District, Sarolangun Regency, and to identify the social and cultural factors that influence this behavior.This study employed a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews and participant observation involving seven active-smoking adolescents and nine supporting informants (parents, traditional leaders, and community facilitators). The study found that adolescent smoking behavior is influenced by peer pressure, weak parental supervision, and a social environment that normalizes smoking. Cigarettes are perceived as something ordinary and even a necessity. Parental control is weak and the advice given tends to be inconsistent. Smoking behavior among Suku Anak Dalam adolescents results from the interaction of peer influence, permissive parenting, and the normalization of smoking within their environment. This behavior develops from a young age and continues without adequate supervision from parents or community figures
Midwives’ Role in Stimulating Breastfeeding Behavior Toward Exclusive Breastfeeding at Kebun Handil Puskesmas, Jambi Nur Fauziah Putri Auliah; Adila Solida; Rizalia Wardiah; Asparian Asparian; Herwansyah Herwansyah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): IJHET JULY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i2.322

Abstract

Data on exclusive breastfeeding from 20 Community Health Centers (Puskesmas) in Jambi City show that the achievement rate at Kebun Handil Health Center was 42.37% in 2021. In 2022, the rate decreased by 2.57% to 39.8%, and increased by 8.17% in 2023 to reach 47.97%. However, this figure remains far below the national target of 80%. This study aims to determine the role of midwives in stimulating behavioral changes among breastfeeding mothers in providing exclusive breastfeeding within the working area of Kebun Handil Health Center, Jambi City. This research employs a qualitative method with a descriptive design, involving 11 informants consisting of key informants (Head of the Health Center), main informants (midwives at auxiliary health posts and midwives responsible for maternal and child health), supporting informants (breastfeeding mothers), and triangulation/additional informants (midwives in charge of child health programs and breastfeeding mothers). The findings show that midwives at Kebun Handil Health Center have played an optimal role in delivering services and providing education about exclusive breastfeeding to the community. However, many mothers still do not exclusively breastfeed due to various factors, including economic conditions, socio-cultural influences, lack of knowledge, and inadequate facilities and infrastructure to support breastfeeding practices.
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN SEHAT BERBAHAN KELOR PADA IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI RT 10 KELURAHAN PINANG MERAH KOTA JAMBI Lanita, Usi; Asparian, Asparian; Siregar, Sri Astuti; Kasyani, Kasyani; Ningsih, Vinna Rahayu
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v6i2.45878

Abstract

Abstrak Masalah gizi balita masih menjadi fokus pemerintah untuk diatasi adalah stunting. Pada anak-anak, stunting dapat berdampak pada perkembangan fisik, mental dan emosi, serta perkembangan otak. Anak yang menderita stunting, setelah dewasa akan lebih mudah terserang penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.Prevalensi stunting Provinsi Jambi 13,5% pada 2023 belum mencapai target penurunan. Berdasarkan SSGI tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kota Jambi sebesar 14,0%. Salah satu wilayah di Kota Jambi yaitu Kelurahan Pinang Merah khususnya di RT 10 banyak ditemukan tanaman kelor yang ditanam di perkarangan rumah warga (Masyarakat) yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sehat. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor menjadi makanan sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Pelatihan dilakukan Pada Ibu Balita di RT 10 Kelurahan Pinang Merah Kota Jambi Tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu balita setelah diberikan penyuluhan/sosialisasi tentang makanan sehat berbahan kelor bagi balita, dan menambah keterampilan ibu-ibu dalam membuat makanan tambahan balita berbahan kelor yaitu nugget kelor dan pudding kelor sebagai makanan sehat untuk dikonsumsi sehar-hari dalam rumah tangga. Adanya kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan stunting pada balita di Kota Jambi. Kata Kunci: Pengetahuan; Kelor; Balita; Stunting
PENCEGAHAN RISIKO STUNTING MELALUI KELAS CATIN DI KECAMATAN JELUTUNG Siregar, Sri Astuti; Asparian, Asparian; Lanita, Usi; Syukri, Muhammad; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Rahmat, Andree Aulia
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v6i2.45886

Abstract

Salah satu pilar dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting yaitu peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat dimana salah satu kelompok sasarannya adalah calon pengantin (Catin). Calon pengantin merupakan kelompok sasaran yang perlu mendapatkan intervensi dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan hak reproduksi bagi calon pengantin adalah program Kelas Catin. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan edukasi melalui Kelas Catin serta mengidentifikasi Catin yang menderita Anemia. Metode pengabdian dilakukan dengan melakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi serta pengukuran kadar Hb dalam darah kepada 22 Catin. Hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dimana sebelum dilakukan edukasi sebesar 18,2 % dan meningkat sebesar 100% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 6 orang Catin diketahui Anemia. Oleh sebab itu, Catin diharapkan berpartisipasi aktif untuk mengikuti edukasi kesehatan dan melakukan pemeriksaan pra nikah di fasilitas kesehatan setempat agar menghindari Catin beresiko melahirkan bayi stunting.
Implementation of School Health Business (SHB) at State Elementary School (ES) Siulak Mukai District, Kerinci District Septania, Windi; Asparian, Asparian; Ridwan, M.; Guspianto, Guspianto; Sari, Puspita
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 10 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i10.207

Abstract

Introduction: School Health Business is a public health business carried out in schools with students and the school community. Objective: The purpose of this SHB program is to improve the quality of education and learning achievement of students who pay attention to healthy behavior and living environment. Method: This study uses qualitative research methods with a descriptive observational approach. Result and Discussion: The results of this study in the aspect of health education Health education was provided from the Public Health Center, but it did not run optimally, because it was not continued continuously and not all schools had the opportunity to attend small doctor training in health education efforts. Conclusion:  Health education is not optimal because not all schools can conduct counseling independently and small doctor training is not entirely given to ES in Siulak Mukai District, Health services are not optimal, because facilities and infrastructure are not adequate in some of the schools studied, not all ES in Siulak Mukai District have a healthy school environment.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN IVA-TEST PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OLAK KEMANG KOTA JAMBI 2024 Syahfira, Azzahra; Siregar, Sri Astuti; Perdana, Silvia Mawarti; Asparian, Asparian; Herwansyah, Herwansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.43949

Abstract

Pendahuluan: Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita. Tetapi di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang kunjungan pemeriksaan IVA yang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pemeriksaan IVA di puskesmas lain (5,9%). Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, akses informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan pemeriksaan IVA pada wanita pasangan usia subur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square pada SPSS versi 24. Hasil: Prevalensi responden tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 84 orang (91,3%), memiliki pengetahuan baik sebanyak 47 orang (51,1%), memiliki sikap positif sebanyak 48 orang (52,2%), mendapatkan akses informasi yang mendukung sebanyak 51 orang (55,4%), mendapat dukungan suami sebanyak 48 orang (52,2%), dan mendapat dukungan tenaga kesehatan sebanyak 47 orang (51,1%). Hasil uji statistik menunjukkan variabel pengetahuan (p-value <0,06), sikap (p-value <0,06), akses informasi (p-value <0,08), dukungan suami (p-value <0,06), dukungan tenaga kesehatan (p-value <0,06). Simpulan: Pengetahuan, sikap, akses informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan Pengetahuan, sikap, akses informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan angka pemeriksaan IVA dalam deteksi dini kanker serviks.
Specific Intervention to Prevent Stunting Through Iron Supplementation in Adolescent Girls in Jambi City Siregar, Sri Astuti; Asparian, Asparian; Lanita, Usi
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 1 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i1.454

Abstract

Introduction: Adolescent girls are a vulnerable group that needs special attention in efforts to prevent stunting, considering their important role in shaping the future generation. Based on RI Presidential Decree No. 72 of 2021 concerning the acceleration of stunting reduction, specific interventions are activities carried out to address the direct causes of stunting, where one of the interventions is blood supplementation tablets for adolescent girls. Objective: This study aims to determine how specific interventions for preventing stunting through iron supplementation for adolescent girls in Jambi City. Method: This research uses quantitative methods with a cross-sectional approach where the sample is all teenagers Woman in Jambi City Public High School as many as 105 people using proportional simple random sampling technique. Result and Discussion: The results of the analysis show that the teacher and parent support variable have a significant effect on the implementation of  the blood supplementation tablet program. Conclusions: Consumption behavior variables, anemia status and perception did not have a significant effect. The variables teacher support and parental support have a significant  effect on the implementation of the iron supplementation program. Expected from teenagers woman to continue  consuming iron regularly and the school to be able to implement a regular iron supplementation program in full coordination with the Community Health Center.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adelina Fitri Adila Solida Ahmad Thohir Hidayat Aldri Frinaldi Amanda, Tri Julia Andree Aulia Rahmat Anjani, Putri Surya Aprilianti, Dewi Ariyanto Ariyanto Arnati Wulansari Arnild Augina Mekarisce Azizah, Fitri Budi Aswin Butar, Marta Butar Danu Pendawa Darmawan, Tuhfah Fitria David Kusmawan Dena Tri Solehaini Dessy Pramudiani Dinda Oktafia Dwi Septiani Efni, Nel Eka Rini, Willia Novita Enda Setiana Evy Wisudariani Fajrina Hidayati Febby Oktariani Febby Oktariani Fitri, Ridhatul Guspianto Guspianto Helmi Suryani Nasution Hendra Dhermawan Sitanggang Herwansyah . Herwansyah, Herwansyah Hubaybah, Hubaybah Humayroh, Nasywa Hutahaean, Artika Ismi Nurwaqiah Ibnu Jesi Vania Anoska Sembiring Kartini Apriandini Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani La Ode Reskiaddin Leony Lorenza Lesmana S, Oka Lia Nurdini Lia Nurdini Lisna, Lisna M. Dody Izhar M. Ridwan M. Ridwan M. Ridwan M. Syukri M.Ridwan Marta Butar Butar Mastura, Mastura Melsa, Sosa Mizya Sabtheca Simanjuntak Muhammad Farhan Situmorang Muhammad Ridwan Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Syukri Munawarah, Ratu Atikah Nasution, Helmi Suryani Nelly Sulis Tilawati Nur Fauziah Putri Auliah Nurlinawati, Nurlinawati Nursafira Rianita Nurul Qalbi, Nurul Oktafia, Dinda Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putri, Chindy Ismira Rakhe Maihanda Ramadhani Eka Putri Rheyna Leony Rianita, Nursafira Rini, Willia Novita Eka Romaningsih Romaningsih Safitri Safitri Sela Indria Sari Seli Pitriyanti Septa Decelita Wahyuni Septania, Windi Silvia Mawarti Perdana Siregar, Sri Asturi Sisca Septiani Siska Septiani Siti Mashirotul Khoiriyah Siti Mashirotul Khoiriyah Sofira, Mawar Dia Solihin Sayuti Sri Astuti Siregar Sri Astuti Siregar Sri Maharani Syahfira, Azzahra Tina Yuli Fatmawati Ulanda Nita Kurnia Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Yulmardi Yulmardi Yunanda, Fina Ayu Zulfanetti, Zulfanetti