Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) BERBANTUAN MEDIA RUPA BHINEKA INDONESIA (RUPABHI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KEBHINEKAAN DI SEKITAR KITA PADA PESERTA DIDIK KELAS 2 DI SD NEGERI 03 TAMAN Rulynda Tiara Dewi; Arif Sulstyawan; Fida Chasanatun
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2053

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN 03 Taman pada materi Kebhinekaan melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan bantuan media interaktif Rupa Bhineka Indonesia (Rupabhi). Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya hasil belajar akibat pembelajaran yang kurang kontekstual dan minimnya penggunaan media yang relevan dengan budaya peserta didik. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan ketuntasan belajar, dari 41,7% dengan nilai rata-rata 78,0 pada pra-siklus, menjadi 66,7% (115,8) di siklus I, dan 91,7% (125,4) di siklus II. Pendekatan CRT dan media Rupabhi efektif meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan mengaitkan materi pembelajaran pada latar budaya mereka.
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN KESADARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI BERSATU MENJAGA LINGKUNGAN RUMAH DAN SEKOLAH SISWA KELAS 2 SDN 02 MADIUN LOR Wulansari, Devi; Fida Chasanatun; Yesi Novita Adisatriyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.17088

Abstract

The problem discussed in this research is low student scores, using environmental awareness board media to improve learning outcomes in united material to protect the home and school environment for class 2 students at SDN 02 Madiun Lor, Manguharjo District, Madiun City for the 2023/2024 school year, which is the background for the research this means that teachers do not use media in teaching, learning is still one way, where the teacher dominates learning so that students become passive in participating in learning. The data source for this research is class 2 students at SDN 02 Madiun Lor, Manguharjo District, Madiun City with a total of 12 students. This research was conducted with the aim of describing how to improve learning outcomes using unified material to protect the home and school environment of grade 2 students at SDN 02 Madiun Lor for the 2023/2024 academic year. This research was carried out in 2 cycles. Cycle 1 was carried out on March 2 2024 and Cycle 2 was carried out on May 8 2024. Student learning outcomes in. In cycle 1 only 7 students (58%) got the KKM score. In cycle 2 it increased to 12 students (100%). Research results are increasing. The conclusion of the research results is that improving learning using environmental awareness board media can improve the learning outcomes of class 2 students at SDN 02 Madiun Lor on the topic of uniting to protect the home and school environment.
Program Pendampingan Penguatan Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Deep Learning pada Sekolah Dasar di Indonesia dan Filipina Lestari, Sri; Tryanasari, Dewi; Jianggi Mahastu, Puput; Chasanatun, Fida; B. Tanghal, Analiza; Dewanto, Aliffa; Aurita, Nasya
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20944

Abstract

Background: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran multiliterasi berbasis deep learning melalui rangkaian workshop, pendampingan, dan refleksi. Materi yang dibahas meliputi konsep dasar multiliterasi dan pemilihan serta adaptasi teks yang kemudian dipraktikkan melalui kegiatan perancangan perencanaan pembelajaran multiliterasi sesuai kurikulum berlaku yang hasilnya dipresentasikan dan dievaluasi untuk direvisi. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama tujuh minggu, melibatkan 10 guru dari SDN 02 Madiun Lor, Indonesia dan 10 guru dari sekolah dasar di Cabanatuan, Filipina. Hasil: Hasil pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman guru sebesar ±35% pada indikator kemampuan memilih teks, mendesain pembelajaran, dan mengukur keterampilan multiliterasi siswa. Produk akhir berupa text bank (artikel, infografik, video, podcast) berhasil dikembangkan dan siap digunakan dalam pembelajaran. Kesimpulan: Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa pendampingan guru secara sistematis dapat meningkatkan kompetensi profesional dan mendorong implementasi pembelajaran multiliterasi yang kreatif dan kontekstual.
Elementary School Curriculum Structure in Southeast Asia: A Comparison of the Indonesian and Philippine Education Systems Vivi Rulviana; Heny Kusuma Widyaningrum; Fida Chasanatun; Dewi Tryanasari; Sri Lestari; Mary Jane L Tomas
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 3 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i3.38556

Abstract

Education in Southeast Asian countries continues to evolve in line with the demands of globalization and the need for competitive human resources. Indonesia and the Philippines are two countries that place significant emphasis on developing basic education as a foundation for developing 21st-century competencies. Indonesia is currently implementing the Independent Curriculum, which emphasizes learning flexibility, differentiated learning, and strengthening student character through the Pancasila Student Profile. Meanwhile, the Philippines implements the K-12 curriculum designed to align the national education system with international standards and prepare graduates for continuing their education and entering the workforce. This study aims to analyze and compare the structure of elementary school curricula in Indonesia and the Philippines, including educational objectives, subject structure, learning load, and competency orientation. The method used is a comparative study with a qualitative approach through an analysis of curriculum policy documents in both countries. The results of the study indicate that although both curricula share the same goal of improving the quality of basic education, there are significant differences in the emphasis on curriculum flexibility, learning approaches, and orientation to learning outcomes. These findings are expected to serve as reflection and reference material in the development of elementary education curriculum policies in the Southeast Asian region.
IKAN KUTUK SANG ABDI SETIA DEWI SRI: PERUMUSAN LEGENDA RAKYAT MELALUI PENELITIAN EKSPEDISI SEBAGAI PEMBELAJARAN MULTILITERASI ANAK USIA SEKOLAH DASAR Tasya Hasnabila Qonitatin Hafidzoh; Fida Chasanatun; Candra Dewi; Eka Nofri Ari Yanto
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v4i2.24544

Abstract

Multiliterasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 sangat penting untuk dikuasai bagi siswa sekolah dasar. Multiliterasi dapat diimplementasikan dengan memanfaatkan cerita anak berupa kisah legenda lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan alur cerita yang terbentuk dalam masyarakat mengenai kisah legenda lokal dari situs Petirtaan Dewi Sri yang bersumber dari masyarakat Desa Simbatan, Magetan serta menyusun kisah tersebut sebagai legenda bahan pembelajaran multiliterasi bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi dengan penelusuran ekspedisi lapangan (expedition field technique). Penelitian kualitatif dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dam dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode constant comparative dengan menerapkan people oriented research. Penelitian menerapkan purposive sampling dan snowball sampling sebagai metode dalam pengumpulan data penelitian dengan mewawancarai narasumber/ informan yang memiliki pengetahuan sejarah yang mendalam terkait situs Petirtaan Dewi Sri. Tokoh yang diwawancarai meliputi juru kunci, penjaga situs, penulis buku sejarah, pelaku seni, perangkat desa, hingga sesepuh di Desa Simbatan, Magetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat lokal khususnya dari situs Petirtaan Dewi Sri di Desa Simbatan memiliki kearifan lokal yang dapat diintegrasikan sebagai bahan pembelajaran multiliterasi yang mampu menanamkan nilai-nilai moral kepada anak usia sekolah dasar.
Ikan kutuk abdi dewi sri: penelitian ekspedisi penelusuran legenda pembelajaran multiliterasi sd Tasya Hasnabila Qonitatin Hafidzoh; Fida Chasanatun; Candra Candra Dewi; Eka Nofri Ari Yanto
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 7 (2026): Pendekatan Deep Learning dan Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Dasa
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiliteracy is one of the 21st-century skills that is crucial for elementary school students to master. Multiliteracy can be implemented by utilizing children’s stories in the form of local legends. The purpose of this study is to explore local wisdom values as the basis for formulating the plot of a local legend from the Petirtaan Dewi Sri site in Simbatan Village, Magetan Regency, as multiliteracy learning material for elementary school students. The research method used is qualitative phenomenological research employing the expedition field technique. The qualitative research was conducted through observation, interviews, and documentation. This study employed the constant comparative method while adopting a people-oriented research approach. The study utilized purposive sampling and snowball sampling as data collection methods, interviewing sources/informants with in-depth historical knowledge regarding the Petirtaan Dewi Sri site. The individuals interviewed included the site caretaker, village officials who authored historical books, the chairperson of the tourism awareness group (POKDARWIS), artists, and elders in Simbatan Village, Magetan Regency. The results of this study indicate that local folklore—particularly from the Petirtaan Dewi Sri site in Simbatan Village—contains local wisdom that can be integrated as multiliteracy learning material capable of instilling moral values in elementary school-aged children.
Menghidupkan legenda Sendang Kamal sebagai cerita anak berbasis multiliterasi dan kearifan loka Bela Puji Astuti; Fida Chasanatun; Vivi Rulviana; Liya Atika Anggrasari
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 7 (2026): Pendekatan Deep Learning dan Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Dasa
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiliteracy refers to the ability to understand, interpret, and use various forms of information in social, cultural, and educational contexts. Strengthening multiliteracy through local folklore for elementary school children is important because students need not only reading and writing skills, but also cultural awareness and understanding of their social environment. However, low reading interest and limited use of local folktales in learning have caused regional folklore to be increasingly neglected. This study aims to describe the results of anexpedition research in developing the plot framework of the Sendang Kamal legend as a local folklore based multiliteracy learning medium in Kraton Village, Maospati District, Magetan Regency. This study used a qualitative approach with the Expedition Field Technique method through observation, in-depth interviews, documentation, and triangulation of sources and techniques to ensure data validity. The results show that the Sendang Kamal legend is related to the history of Kawambang Kulwan, Ancient Mataram, Islamic Mataram, community traditions, and local beliefs that still exist today. The study produced a plot framework based on oral history, language structure, tradition, and local wisdom. The legend contains moral values of mutual cooperation, gratitude, respect for ancestors, environmental care, and local cultural preservation.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TEPIAN HUTAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN TERNAK DAN LIMBAH JAGUNG DI DESA GANDUL, KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN Endy Setyawan; Latutik Mukhlisin; Fida Chasanatun
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24167

Abstract

Abstract. Gandul Village, located in Pilangkenceng District, Madiun Regency, is an agrarian area with considerable agricultural and livestock potential. However, the community faces challenges in managing livestock manure and post-harvest corn waste, which have not been optimally utilized, thereby posing risks of environmental pollution and reducing their economic value. This community service program aimed to empower the local community through training on processing livestock manure into organic fertilizer and converting corn waste into fermented alternative animal feed. The program was implemented using a participatory approach involving local technical agencies and was conducted on Saturday, December 6, 2025, in Gandul Village. The evaluation results indicated improvements in participants' participation, knowledge, and technical skills. The community became capable of independently producing organic fertilizer and fermented animal feed, generating positive impacts in terms of reduced production costs and increased environmental awareness. However, the sustainability of the program requires support in the form of feed flour processing equipment to enhance production efficiency. It can be concluded that this empowerment program is effective as a model of integrated waste management based on local potential. Recommendations include the provision of equipment, continuous assistance, strengthening community group institutions, and promoting community entrepreneurship.   Abstrak. Desa Gandul di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Namun, masyarakat menghadapi permasalahan pengelolaan limbah kotoran ternak dan limbah jagung pascapanen yang belum optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan mengurangi nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan limbah jagung menjadi pakan ternak alternatif berbasis fermentasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan instansi teknis lokal, dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Desa Gandul. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi, pengetahuan, dan keterampilan teknis peserta. Masyarakat mampu memproduksi pupuk organik dan pakan ternak fermentasi secara mandiri, dengan dampak positif terhadap pengurangan biaya produksi dan peningkatan kesadaran lingkungan. Namun, keberlanjutan program memerlukan dukungan alat pembuat tepung pakan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Disimpulkan bahwa program pemberdayaan ini efektif sebagai model pengelolaan limbah terpadu berbasis potensi lokal, dengan rekomendasi penyediaan peralatan, pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok, dan pengembangan wirausaha masyarakat.  
Co-Authors Adigue, Andrea P. Adila Dyah Purbaningrum Adit Yudha Pratama Agnes Cantika Tunjungbiru Alya Rohali Andin Badiatus Sholikhah Anggraeni Ervita Varadila Anggun Diah Ayu Miranti Anjar Mukti Wibowo, Anjar Mukti Annisa Wikdya Wahyuni Prasasti Apri Karikasari HS Apri Kartikasari H.S. Apri Kartikasari H.S. Apri Kartikasari HS Arga Aji Pamungkas Arif Sulistiyawan Arif Sulistyawan Arif Sulstyawan Asrowi . Asrowi Asrowi Aurita, Nasya B. Tanghal, Analiza Bagas Setyo Wibowo Bela Puji Astuti Candra Candra Dewi Candra Dewi Cheche Hellen Mikky Yulliya Debie Shinta Kusumaningrum Devika Feby Nurman Pradina Devy Fidiawanti Dewanto, Aliffa Dewi Tryanasari Dian Ratnaningtyas Afifah Dian Ratnaningtyas Afifah, Dian Ratnaningtyas Ella Rahma Eganovita Elly's Mersina Mursidik Elma Firmanasari Endy Setyawan Erika Puji Duwi Setiyani Erlynda Runtut Bela Vista Ervan Johan Wicaksana Fajar Agung Nugroho Fameyta Rahma Aulia Femindari, Septi Fenisa Tyas Ayu Marsita Fida Rahmantika Hadi Fuadatul Farida Hanif Istiani Hasan, Wilujeng Dewi Latiifah Heny Kusuma Widyaningrum HERMAWATI DWI SUSARI, HERMAWATI DWI Hermawati Sholeh Ibadullah Malawi Indriastutik, Ninik Iva Yuni Listiani Jianggi Mahastu, Puput Joko Nurkamto Kamswara, Clarita Vim Kartikasari HS, Apri Khoiriyatun, Nurul Khorik Nur Eksan Fiana Krisdewanti Krisdewanti Kustini Kustini Latutik Mukhlisin Lingga Nico Pradana Liya Atika Anggrasari Malawi, Ibadullah Mary Jane L Tomas Melly Fitriyani Milenia Muji Rahmawati Mistiasih Muhammad Hanif Muliana, Tasya Dian Mustika Nur Anggraeni Nafalia Anjartama Putri Noffi Irma Yunita Nur Aulia Safitri, Nurrohmah Widiastuti Nuswantari Nuswantari Octarina Hidayatus Sholikah Octarina Hidayatus Sholikhah Rischa Pramudia Trisnani, Rischa Pramudia Rista Novitasari Rizky Amalia Gita Utami Rofiyani Budi Lestari Rulynda Tiara Dewi Safira Nuri Cahyani Shofi Khamidah Silfia Apriana Purti Hasibuan Sofia Nur Afifah Sofia Nur Afifah, Sofia Nur Sri Lestari Sri Lestari Sugiharti Sugiharti Sukma Dewi Budi Prabaningrum Sukma Sintya Dewi Sukmawan, Bagus Prasetyo Sulistiana Puji Lestari Sumeni, Murti Sunardi *, Sunardi Sunardi . Sunardi . sunardi sunardi Tasya Hasnabila Qonitatin Hafidzoh Tomas, Mary Jane L. Tovan, Kristover Ali Tumini Utari, Sindy Mey Dwi V. Teguh Suharto Vivi Rulviana Wahyu Siti Juliana Wahyuni, Widiya Retno Wasilatul Murtafiah Wulansari, Devi Yanto, Eka Nofri Ari Yesi Novita Adisaatriyani Yesi Novita Adisatriyani Yesi Novita Adisatriyani Yesi Novita Adisatriyani Yusuf Eka Setya Putra