Claim Missing Document
Check
Articles

COASTAL CLEAN UP BERSAMA SISWA/I SD DAN SMP SEBAGAI PEWARIS LINGKUNGAN DALAM MENJAGA EKOSISTEM PESISIR SEBAGAI IMPLEMENTASI SDG'S 14 Asriyana; Dedy Oetama; Haslianti; Chairun Annisa Aryanti; Wa Jali; Adi Imam Wahyudi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6755

Abstract

The amount of plastic waste polluting Indonesia’s waters stands at 400,000 tonnes per year, confirming that humans are the largest source of this waste. Microplastics have a serious impact on the marine life that ingests them. Early prevention is essential by reducing plastic waste through initiatives such as coastal clean-ups. This aligns with SDG 14 (Life Below Water) to enhance the sustainability of marine and fisheries ecosystems. The activity took place on the Lalowaru coast, South Konawe, with participants from students of SDN 4 Moramo Utara and SMPN 37 Moramo. The stages of the activity included coordination with the schools, preparation of equipment, group allocation, implementation of the activity, and evaluation. It began with an awareness-raising session for the pupils on the importance of protecting marine ecosystems, followed by a beach clean-up to collect inorganic waste using bin bags. The majority of the waste consisted of plastic food packaging. The collected waste was then weighed. Most participants took part in the coastal clean-up with enthusiasm. They demonstrated their understanding by explaining and providing examples of the consequences of damage to these ecosystems. Therefore, sustainable marine education, whether through formal or non-formal channels, is essential as a step towards supporting sustainable marine development.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Sosialisasi Potensi Pemanfaatan Buah Mangrove dalam Mendukung Ketahanan Pangan Lokal di Desa Tanjung Bunga Konawe Utara Fatmawati Fatmawati; Haslianti Haslianti; Dedy Oetama; Yustika Intan Permatahati; Tezza Fauzan Hasuba; Herlan Hidayat; Handrawan Handrawan
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v5i2.23303

Abstract

Mangrove menyimpan banyak potensi tidak hanya sebagai penyangga ekosistem tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan fungsional. Buah mangrove memiliki nilai gizi yang tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Masyarakat di Desa Tanjung Bunga, Konawe Utara belum memanfaatkan buah mangrove secara optimal yang dapat disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang nilai ekonomis buah mangrove. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni 2025 yang bertujuan untuk mensosialisasikan potensi pemanfaatan buah mangrove sebagai produk pangan fungsional untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan adalah pemaparan materi yang meliputi jenis-jenis buah mangrove yang dapat dimanfaatkan, kandungan nilai gizi buah mangrove, dan produk hasil olahan buah mangrove, kemudian dilakukan diskusi interaktif dengan masyarakat. Kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat tentang peluang usaha yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian ekosistem mangrove secara terpadu.Kata Kunci: Buah Mangrove, Desa Tanjung Bunga, Pangan Fungsional 
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Secara Partisipatif di Kelurahan Lalowaru, Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Dedy Oetama; Asriyana; Muhammad Trial Fiar Erawan; La Ode Muhammad Arsal; Adi Imam Wahyudi; Sudarno; Wa Jali
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.54

Abstract

Kelurahan Lalowaru, yang berada di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah daerah yang memiliki kemungkinan tinggi terhadap berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kurangnya data spasial dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi risiko bencana menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana di daerah ini. Aktivitas pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pemetaan area berisiko bencana secara partisipatif dengan melibatkan warga setempat, perangkat desa, dan pihak-pihak terkait. Metode yang diterapkan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pemetaan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) yang didukung oleh data dan pengetahuan lokal. Output dari aktivitas ini berupa peta risiko bencana yang dapat dijadikan landasan dalam penyusunan rencana darurat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, aktivitas ini juga memperbesar kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam manajemen risiko bencana secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengabdian ini berperan penting dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis data.
Pahlawan Kecil Penjaga Laut Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara: Pahlawan Kecil Penjaga Laut: Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara Dedy Oetama; Asriyana; Haslianti; Chairun Annisa Aryanti; Wa Jali; Adi Imam Wahyudi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5468

Abstract

Ekosistem laut rentan rusak akibat dari perubahan iklim, eksploitasi berlebih dan pencemaran laut. Kendala upaya konservasi adalah kurangnya pemahaman publik akan pentingnya melestarikan laut. Peningkatan pemahaman harus dilakukan di berbagai wilayah. Kesadaran siswa mengenai urgensi pelestarian ekosistem laut, dapat ditingkatkan melalui pendidikan yang bersifat interaktif dan berorientasi lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pemahaman ekosistem laut bagi siswa/i SDN 04 Moramo Utara bertema “Pahlawan Kecil Penjaga Laut”. Kegiatan ini berupa pengenalan dan pentingnya menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan presentasi, diskusi dan tanya jawab dengan semua anak didik kelas 1 sampai 6 SD yang berjumlah 136 Murid. Untuk menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap ekosistem laut, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menggambar yang diikuti oleh murid kelas 1 sampai 4 SD. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa siswa/i memiliki antusias yang tinggi terhadap topik ekosistem laut. Mampu menjelaskan fungsi dan kenapa kita harus menjaga laut serta memiliki rasa tanggung jawab akan kelestarian laut.
Freshwater gastropod community in South Konawe District, Southeast Sulawesi, Indonesia DEDY OETAMA; MUHAMMAD FAJAR PURNAMA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 7 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230707

Abstract

Abstract. Oetama D, Purnama MF. 2022. Freshwater gastropod community in South Konawe District, Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 23: 3364-3372. The freshwater gastropod population in South Konawe District, Southeast Sulawesi, Indonesia, consists of aquatic and terrestrial snail communities. This resource (gastropod) is an ecological and economic potential that needs to be maintained and utilized optimally and sustainably. This research was conducted in April-July 2021 and aimed to determine the ecological index of the inland gastropod community in the South Konawe District. The sampling location was determined qualitatively using the purposive sampling method and a simple random sampling technique (Quantitative based). Gastropod samples were collected manually (hand picking) with a paralon pipe (3.5 inches), Sieve (1 mm), and Gloves. The total gastropods obtained at 33 sampling locations in this district were 2635 individuals. The inland gastropods comprised 19 genera and 33 species spread over 9 families, namely Achantinidae, Ampullariidae, Ariophantidae, Lymnaeidae, Neritidae, Pachychilidae, Planorbidae, Thiaridae, and Viviparidae. The average abundance of gastropods reached 79.85 ind./m2 and the abundance of gastropod species ranged from 0.58-13.48 ind./m2. Overall, the analysis of gastropod ecology index showed a stable condition, where the diversity of gastropod species was categorized as high (H'= 3.03), moderate evenness (E= 0.87), and high species richness (R= 4.06). There were no dominant species (C= 0.08) and the gastropod distribution showed a clustered pattern (Ip= 0.02). These ecological index values indicated that the gastropod community in the inland waters of South Konawe District was in a stable condition. Although the gastropod community in the inland waters of the South Konawe District simultaneously has the same area as the invasive gastropod from the family Thiaridae, namely Melanoides tuberculata (O.F.Müller, 1774) and Tarebia granifera (Lamarck, 1816).
Mangrove condition at a marine conservation area at Moramo Bay, Sulawesi, Indonesia DEDY OETAMA; LUCHMAN HAKIM; TRI D. LELONO; MUHAMMAD MUSA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 12 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d241215

Abstract

Abstract. Oetama D, Hakim L, Lelono TD, Musa M. 2023. Mangrove condition at a marine conservation area at Moramo Bay, Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 24: 6536-6544. The mangrove ecosystem is one ecosystem that supports biodiversity at the Marine Conservation Area (MCA) in Moramo Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia. The area of the mangrove ecosystem in Moramo Bay is approximately 1,933.09 hectares, with an MCA of 1,281.46 hectares. This ecosystem plays an important role in protecting the coastline from erosion due to the seawater filtration process in the bay. This study aims to provide information regarding the status of mangrove ecosystem in the MCA, including species, density, basal area, dominance, and canopy cover percentage, which was used to state the standard criteria for mangrove ecosystem damage. The methods involved a 10×10 m² transect and hemispherical photography using a fisheye lens with a 180° field of view. Seven species of mangrove were found in Moramo Bay MCA, including Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam. (dominating with a basal area value of 136,963.66), followed by Sonneratia alba Sm. (153,111.90), Rhizophora mucronata Lam. (113,708.04), Rhizophora stylosa Griffith (28,869.95), Xylocarpus moluccensis (Lam.) M.Roem. (9,326.59), Avicennia marina (Forssk.) Vierh. (3,419.46), and Rhizophora apiculata Blume with a basal area value of 1,690.11. The density of mangrove vegetation was in the criteria of rare to dense, with approximately 800-4,200 individuals per hectare. Furthermore, the mangrove ecosystem in the MCA was found to be damaged up to good condition, with canopy cover percentage values of 45.85%-98.88%. The condition of the mangrove ecosystem in Moramo Bay MCA preserves a basic deliberation for the Indonesian government for adaptive and sustainable management of conservation areas. Protection, preservation, and utilization of mangrove ecosystems should be maximized in all coastal areas to improve the quality of biodiversity.
Health status of coral reef at Moramo Bay Marine Conservation Area, Southeast Sulawesi, Indonesia DEDY OETAMA; LUCHMAN HAKIM; TRI D. LELONO; MUHAMMAD MUSA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 25 No. 4 (2024)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d250413

Abstract

Abstract. Oetama D, Hakim L, Lelono TD, Musa M. 2024. Health status of coral reef at Moramo Bay Marine Conservation Area, Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 25: 1454-1464. Moramo Bay is one of the regional Marine Conservation Areas (MCA) in Indonesia which is categorized as a Marine Tourism Park based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021. This bay is located in Southeast Sulawesi Province and has an area of 21,902.34 ha, consisting of a core zone, limited-use zone, and other zones. The ecosystems found in Moramo Bay include coral reefs, mangroves, and seagrass. The coral reef ecosystem in this area covers 2,528.19 ha with good visual conditions of the reef. The present study aims to provide detailed information concerning the condition of live hard corals and reef fishes, including abundance, diversity, evenness, dominance, and water quality by using point intercept transect (PIT) and underwater visual census (UVC) methods. The study was carried out at 7-10 meters of seawater depth in May-October 2023, focusing on both the core and limited-use zones and consisting of three study stages: field observation, data collection, and data analysis. Data collection covered identifying coral growth through literature study before performing descriptive analysis. The study revealed the percentage of live hard coral cover of 53%, referred to as a good category, and other variable percentages including dead coral (4%), dead coral with algae (9%), soft coral (4%), fleshy seaweed (1%), rubble (17%), sand (8%), silt (1% ) and sponge (2%). Furthermore, 25 families of reef fishes were found, belonging to 48 genera, 102 species, and 2,364 individuals, with an ecological index of abundance of 1.05 ind.m-2, diversity (2.86), evenness (0.83), and dominance (0.10). The coral reef health data issued by the present study implies that Moramo Bay MCA may be preserved as an alternative area for coral reef studies associated with global issues, for instance, climate changes. Protecting and increasing the sustainability of coral reefs is an absolute entity that must be considered by a local government.
Pendidikan Lingkungan Pada Siswa Sekolah Sebagai Upaya Restorasi Ekosistem Pesisir di Desa Bokori Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Romy Ketjulan; Abdul Hamid; Halili; Farid Yasidi; Ermayanti Ishak; Dedy Oetama; Salwiyah; Latifa Fekri; Hasan Eldin Adimu; La Ode Adi Parman Rudia
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.247

Abstract

Ekosistem pesisir khususnya vegetasi mangrove merupakan salah satu ekosistem yang rentan mengalami degradasi akibat perkembangan penggunaan ruang diwilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendidikan lingkungan kepada generasi muda khususnya siswa sekolah, dan sebagai salah satu upaya untuk merestorasi ekosistem mangrove di pesisir Desa Bokori Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni penyampaian materi tentang pentingnya vegetasi mangrove dalam menopang sistem kehidupan di pesisir, dan praktek pembibitan mangrove dari jenis Rhizophora sp. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang berasal dari lokasi pembibitan yang dikemas kedalam kantong polybag tanpa menggunakan tambahan pupuk organik maupun anorganik. Propagul mangrove disemai dengan cara ditancapkan kedalam polybag yang telah berisi media tanah dengan kedalaman ± 15 cm. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa sekolah yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini menujukkan bahwa propagul mangrove yang disemai tumbuh dengan baik.  Setelah ± 30 hari setelah penyemaian, propagul yang disemai telah memunculkan dua helai daun muda yang menandakan bahwa sistem perakaran mulai terbentuk. Hal ini menegaskan bahwa pelibatan generasi muda khususnya siwa sekolah cukup efektif dalam upaya rektorasi ekosistem pesisir , khususnya ekosistem mangrove.
Sinergitas Pentahelix dalam Rehabilitasi Ekosistem Pesisir: Restorasi Mangrove Berbasis Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Daerah di Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Haslianti Haslianti; Herlan Hidayat; Muhammad Fajar Purnama; Dedy Oetama; Bahtiar Bahtiar; Salwiyah Salwiyah; Farid Yasidi; Baru Sadarun; La Ode Alirman Afu; Ira Ira; La Ode Baytul Abidin; Andi Besse Patadjai
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.285

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat perubahan tata guna lahan dan aktivitas antropogenik memerlukan intervensi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Artikel ini mendokumentasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo (FPIK UHO), dalam upaya restorasi ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah daerah, instansi militer (TNI-AL), dan masyarakat lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui penanaman 6.000 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. pada area seluas 0.6 hektar, dengan tingkat kelulushidupan (survival rate) mencapai 75% setelah enam bulan, serta partisipasi aktif lebih dari 200 individu dari berbagai elemen pentahelix, keterlibatan aktif civitas akademika FPIK UHO, yang didukung oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, mampu mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi biofisik, tetapi juga sebagai media edukasi ekologis dan penguatan kesadaran kolektif terhadap jasa ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan garis pantai. Data kuantitatif ini menegaskan keberhasilan intervensi dalam mencapai tujuan restorasi yang terukur. 
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang melalui Pelatihan Pembuatan Produk Bernilai Ekonomis sebagai Implementasi SDG’s 1 Dedy Oetama; Fahmiati; Haslianti Haslianti; La Ode Muhammad Arsal; Chairun Annisa Aryanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16151

Abstract

Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1 menekankan pentingnya mengentas kemiskinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut secara optimal. Cangkang kerang merupakan limbah perikanan yang memiliki nilai ekonomis karena dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai tambah, sehingga tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, pada 1 Agustus 2026 dengan sasaran utama ibu-ibu masyarakat pesisir. Metode pelaksanaan meliputi tahap koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan dari limbah cangkang kerang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga mendukung pengurangan limbah cangkang kerang di lingkungan pesisir sehingga berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan (sustainability of marine and fisheries) serta mendukung implementasi SDG’s 1 melalui pemberdayaan perempuan.
Co-Authors - Ira . Bahtiar ., Ramaddin A. Ginong Pratikino A.A. Ketut Agung Cahyawan W ABDUL HAMID Abdul Hamid Adi Imam Wahyudi Adriyan Adriyan Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Al-Qaf, Muhammad Alam Lawelle, Sjamsu Amadhan Takwir Amadhan Takwir Anafi Minmahddun Andi Besse Patadjai Andi Irwan Nur, Andi Irwan Annaastasia, Nurhuda Arami, Hasnia Arfiaddin Saputra Armid Armid Armid Armid Armid, Alrum Arwin, . Asriyana Asriyana Asriyana, . Azwar Sidiq Bahtiar Bahtiar Bahtiar, . Baru Sadarun Chairun Annisa Aryanti Chairun Annisa Aryanti Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Erick Nov Putra Ermayanti Ishak Ermayanti Ishak, Ermayanti Ersani Ersani Fahmiati Fahmiati Fahmiati Farid Yasidi Fatmawati Fatmawati Gurusu, Iklan Halili Halili Halili Hamzah, Muhaimin Handrawan Hasan Eldin Adimu Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasuba, Tezza Fauzan Herlan Hidayat Hidayat Hidayat Indrayani Indrayani Ira Ira Jali, Wa Juliati Juliati La Baco S La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Adi Parman Rudia La Ode Alirman Afu La Ode Baytul Abidin La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Yasir Haya Laode Muhamad Hazairin Nadia Laode Muhamad Hazairin Nadia Latifa Fekri Lawelle, Sjamsu Alam Luchman Hakim Ma'ruf Kasim Maindo, Anas Salidi Mangurana, Wa Ode Intiyani Muhaimin Hamzah Muhamad Alim Mahardi Muhamad Alim Marhadi MUHAMMAD MUSA MUHAMMAD MUSA MUHAMMAD FAJAR PURNAMA Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Ramli Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Zamrun Muhammad Zamrun Firihu Muslim Tadjuddah Permatahati, Yustika Intan Rada, Satya Rahim, Sitti Rahmah Rahmadani Rahmadani Ramli, Muh. Ridwan Iskandar Rini Sriyani Romy Ketjulan, Romy S, Firman Sadam Husein Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah Sa’ban, Mulyanur Sidiq, Azwar Simuhu, Tabroni Sjamsu Alam Lawelle Solata, Indra Sri Susanty Sudarno Sudarno Sudarno Suherlan, . Tezza Fauzan Hasuba Tezza Fauzan Hasuba TRI D. LELONO Uniadi Mangidi Utama Kurnia Pangerang Viska Inda Variani Wa Jali Wa Jali Wa Jali Wayan Mustika Yasidi, Farid Yustika Intan Permatahati Yustika Permatahati Intan Permatahati