Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PEMBANGUNAN PARIWISATA DI DESA MEKARLAKSANA Farhan, Aries; Zahra, Sabila Aulia; SS, Vani Yuniastoeti; Al-Ghaniy, Abudzar; Rahmafitria, Fitri
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 4 No 2 (2023): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v4i2.1058

Abstract

Pengembangan desa wisata mempunyai peranan penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, terutama seiring dengan dilaksanakannya program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang membuka lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis Perda No. 7 Tahun 2020 guna mencapai tujuan pengembangan pariwisata di Desa Wisata Mekarlaksana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan studi kasus di Desa Mekarlaksana. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam kepada Pokdarwis dan masyarakat Desa Mekarlaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda Nomor 7 Tahun 2020 cukup efektif dalam mencapai tujuan pengembangan pariwisata daerah khususnya dalam meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat di Desa Mekarlaksana. Berupa keberadaan UMKM dari masyarakat, terbentuknya homestay dari rumah masyarakat dan pengabdian masyarakat yang dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata di Desa Mekarlaksana. Perda tersebut memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengembangan sektor pariwisata, menetapkan peraturan dan pedoman yang jelas, sehingga menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan masyarakat, serta memberikan landasan bagi pengelolaan destinasi pariwisata secara terencana.
Kualitas Pariwisata dan Pembentukan Pengalaman Sosial Gen Z: Studi Kasus Orchid Forest Cikole Putriqu, Octaviana; Rahmafitria, Fitri
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 7 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/xt6z3m93

Abstract

Penelitian ini memetakan persepsi Generasi Z terhadap kualitas destinasi 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancillary Services) dan tingkat kepuasan mereka di Orchid Forest Cikole, serta mengonseptualisasikan pengaruhnya terhadap pembentukan identitas kolektif, modal sosial, dan pembelajaran nonformal dalam ekowisata digital. Survei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 149 responden Gen Z (accidental sampling). Analisis validitas-reliabilitas menunjukkan seluruh indikator sahih (r > 0,73) dan reliabel (α > 0,89). Statistik deskriptif mengungkapkan skor rata-rata tinggi pada Attraction (3,60), Ancillary Services (3,57), Amenity (3,55), dan cukup tinggi pada Accessibility (3,45); Indeks Kepuasan mencapai 71,8 % (kategori “puas”). Hasil ini menegaskan pergeseran nilai pascamaterialis: Gen Z memprioritaskan pengalaman otentik, akses tanpa hambatan, dan layanan pendukung terpercaya di atas kenyamanan material. Kebaruan riset terletak pada integrasi kerangka 4A dengan teori ruang sosial-simbolik dan modal sosial, menghasilkan model E-SOFT—jalur Experience Authenticity, Seamless Access, Online-Offline Service Trust—yang menjelaskan dinamika formasi identitas generasi dalam pariwisata alam. Temuan merekomendasikan kurasi narasi visual-digital, penguatan infrastruktur akses, serta layanan komunitas berbasis aplikasi untuk menunjang pembangunan destinasi berkelanjutan yang peka generasi.
Analisis Daya Dukung Wisata Lava Tour di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Lutfiyanti, Dhea Anisa; Pitriani, Anisa; Lestari, Sri; Irfan, Ilyasa; Sagita, Deval Margen; Amaliah, Putti Nur; Suganti, Widyanitha; Rahmafitria, Fitri
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v16i2.52814

Abstract

Dengan kemajuan pariwisata yang pesat dan pengembangan wisata melalui aktivitas wisata Lava Tour di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), manfaat ekonomi telah terwujud melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Namun, peningkatan kunjungan juga berpotensi menimbulkan dampak negatif karena dapat menyebabkan gangguan terhadap sumber daya. Memperhitungkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh TNGM dan keterbatasan sumber daya alamnya, diperlukan analisis yang mendalam dengan mempertimbangkan potensi fisik dari kawasan tersebut. Analisis daya dukung pariwisata menjadi suatu keharusan untuk mengidentifikasi sejauh mana kawasan ini dapat menanggung tekanan pariwisata. Penilaian daya dukung dilakukan untuk mengetahui batas maksimum jumlah pengunjung yang berada di area tersebut pada satu waktu. Perhitungan daya dukung pada penelitian menggunakan rumus Cifuentes yang terdiri dari Daya Dukung Fisik/PCC, Daya Dukung Riil/RCC dan Daya Dukung Efektif/ECC. Pengumpulan data melalui dokumentasi foto, wawancara, dan studi literatur. Hasil Perhitungan daya dukung wisata dengan aktivitas wisata Lava Tour memperoleh PCC sebesar 4.340 pengunjung/hari, RCC sebesar 3.181 pengunjung/hari, dan ECC sebesar 882 pengunjung/hari. Nilai daya dukung tersebut jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan aktual 1.000-1.500 pengunjung/hari, maka untuk PCC masih dibawah nilai daya dukung fisiknya, sedangkan secara aktual untuk RCC dan ECC telah melampaui batas jumlah kunjungan dalam sehari.
Analisis Pencemaran dan Pengelolaan Sampah Tanah Lot: Kondisi Aktual dan Perilaku Wisatawan Dona Ananda, Rizkya Tri; Baskara, Kesit Hadi; Azgya, Sidik Rivadul; Nurihzany, Nazwa; Milani, Rivita Shafa; Dyanta, Nabiila; Rahmafitria, Fitri; Natawiguna, Hyldan
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v7i1.1965

Abstract

Lonjakan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot, Bali, menimbulkan tantangan dalam pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan sampah, perilaku wisatawan, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Objek dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik dan asing, serta masyarakat lokal di kawasan Tanah Lot. Variabel yang diteliti meliputi infrastruktur pengelolaan sampah, kesadaran lingkungan wisatawan, dan partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap 10 wisatawan, 1 pengelola, serta observasi dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sampah plastik sekali pakai, infrastruktur yang belum merata, dan rendahnya kesadaran lingkungan wisatawan lokal dibandingkan wisatawan asing. Partisipasi masyarakat lokal dinilai masih minim, sehingga perlu ditingkatkan melalui edukasi dan program berbasis komunitas. Rekomendasi penelitian ini meliputi peningkatan fasilitas pemilahan sampah, media edukasi, serta kolaborasi lintas pihak untuk menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendukung kualitas wisata di Tanah Lot.
Peran Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Rengganis Campsite Kabupaten Bandung P, Pijar Dwi Istio; Haryadi, Rafly; Munauwarah, Izmi; Rahmafitria, Fitri
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 2 (2024): Creative Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i2.45363

Abstract

The role of local communities in the development of Rengganis Campsite in Ciwidey, West Java. This research uses a qualitative analysis method using data from interviews with tourism managers and local communities that involved. The results of this study explain that local communities contribute to environmental preservation, tourism promotion and sustainable management efforts to increase the potential of these attractions. The involvement of local communities in tourism development is very important to achieve the goal of sustainable tourism development. In addition, this research discusses coordination and active participation between the government, tourism industry players, and local communities. This research is expected to provide a better understanding of the role of local communities in the development of tourism objects as well as the assessment of good governance principles. Keywords: Local community, Qualitative analysis, Community empowerment, Governance principles Abstrak Peran masyarakat lokal dalam pengelolaan suatu daya tarik yang berbasis masyarakat sangatlah penting, khususnya di Rengganis Campsite Ciwidey, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan data dari hasil wawancara kepada pengelola wisata dan masyarakat lokal yang terlibat. Penelitian ini berfokus pada kontribusi masyarakat dalam pelestarian lingkungan, promosi pariwisata dan upaya pengelolaan berkelanjuan untuk meningkatkan potensi obyek wisata tersebut. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata dianggap sangat penting untuk mencapai tujuan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini membahan koordinasi dan partisipasi aktif antara pemerintah, pelaku industri pariwisata dan masyarakat setempat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran masyarakat lokal dalam pengembangan obyek wisata serta penerapan prinsip tata kelola yang baik. Kata Kunci: Masyarakat lokal, Analisis kualitatif, Pemberdayaan Masyarakat, Prinsip Tata Kelola
Penerapan Konsep Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran Syahiffah, Syahda Siti; Mukti, Adelia Febriana; Fauzan, Adwardanu Akmal; Murtiningsih, Hana; Fazah, Meida Nur; Hadzami, Muhammad Al Fathdry; Rahmafitria, Fitri; Pratama, Armandha Redo
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 2 (2024): Creative Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i2.45413

Abstract

Desa wisata Nglanggeran termasuk dalam salah satu desa wisata terbaik dunia, tetapi dalam pengembangan desa wisata ini kearifan lokal masih kurang diterapkan, karena banyak bangunan tradisional yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan Konsep Sarana dan Prasarana berbasis Kearifan Lokal di Desa Nglanggeran. Melalui konsep ini, diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal ke dalam infrastruktur desa secara holistik. Adapun tujuan dari kajian ini adalah menganalisis sarana dan prasarana berbasis kearifan lokal di Desa Nglanggeran sebagai daya tarik wisata. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendalami isu yang terkait. Teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan secara langsung, yang mencakup melakukan wawancara dengan subjeknya yaitu pihak POKDARWIS (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Wisata) Desa Wisata Nglanggeran, sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengelolaan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangun infrastruktur yang berbasis kearifan lokal mempunyai implikasi yang signifikan terhadap daya tarik wisata, terutama bagi yang memiliki perbedaan budaya dan tertarik pada wisata alam. Upaya yang memadukan kearifan lokal dengan pengembangan sarana dan prasarana dapat memberikan landasan yang kuat dalam menjaga dan meningkatkan daya tarik desa wisata Nglanggeran.Pengembangan sarana prasarana dengan penerapan kearifan lokal di Desa Wisata Nglanggeran perlu direalisasikan dengan selain pelestarian budaya lokal penerapannya mampu mengenalkan budaya lokal ke kancah internasional.
Pelatihan desa binaan siaga bencana untuk pengurangan resiko bencana gempa bumi dan longsor di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Wanjat Kastolani; Darsiharjo Darsiharjo; Iwan Setiawan; Fitri Rahmafitria
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.38702

Abstract

Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang berada pada zona sesar Lembang dengan morfologi perbukitan membuatnya rawan bencana gempa bumi dan gerakan tanah seperti longsor. Potensi pertanian dan pariwisata menjadi ciri khas dari kecamatan ini, untuk mencegah masalah yang dapat ditimbulkan oleh gempa bumi dan gerakan tanah perlu adanya upaya pengurangan resiko bencana berbasis desa binaan, diharapkan dengan hal tersebut, masyarakat yang menjadi desa binaan ini menjadi lebih siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi. Laporan akhir pelatihan desa binaan untuk pengurangan resiko bencana longsor dan gempa bumi menunjukkan nilai positif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat antara lain: (a) pengenalan kebencanaan di Indonesia, (b) bencana longsor, gempa bumi dan penyebabnya, (c) informasi geografis potensi bencana longsor dan gempa bumi di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan (d) mitigasi bencana longsor dan gempa bumi. Pembentukan kader/relawan warga siaga bencana dan desa binaan siaga bencana untuk menjalin komunikasi dalam upaya pembinaan mitigasi bencana.
Innovation in craft products and performing arts through community empowerment in Sukaluyu Village Juju Masunah; Reni Haerani; Fitri Rahmafitria; Agus Ahmad Wakih
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.228

Abstract

The development of culture-based tourism villages still faces obstacles to integrating artistic potential into the tourism system and creating sustainable economic value. One alternative that can be implemented is educational tourism arts that combine elements of art, education, and tourist participation in an integrative empowerment model. The objective of this activity is to develop innovative bamboo woven craft products and Angklung Sered performances as tourist attractions in Sukaluyu Village. The method used is community-based participatory research. Partners involved in this activity are the Sered Angklung Studio and the village's Youth Organization. The activity stages include partner determination, problem identification, needs mapping, innovation formulation, program socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The results of the activity indicate that the Sered Angklung Studio can produce educational tourism arts innovations that are more participatory, concise, interactive, and engaging, and that contain educational value. Meanwhile, the Youth Organization developed miniature traditional kitchen utensils as a learning medium based on local wisdom, with both educational and economic value. These two innovative products were then integrated into the development of the pilot tourism village. In addition to producing innovative cultural products, this activity strengthens the role of cultural education, expands community participation, and creates new economic opportunities for residents.   Abstrak Pengembangan desa wisata berbasis budaya masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan potensi seni ke dalam sistem pariwisata serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah seni wisata pendidikan yang menggabungkan unsur seni, edukasi, dan partisipasi wisatawan dalam model pemberdayaan yang integratif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan inovasi produk kerajinan anyaman bambu dan pertunjukan Angklung Sered sebagai atraksi wisata di Desa Sukaluyu. Metode yang digunakan adalah community-based participatory research. Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Sanggar Angklung Sered dan Karang Taruna desa. Tahapan kegiatan mencakup penetapan mitra, identifikasi persoalan, pemetaan kebutuhan, perumusan inovasi, sosialisasi program, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Sanggar Angklung Sered mampu menghasilkan inovasi seni wisata pendidikan yang lebih partisipatif, ringkas, interaktif, menarik, dan mengandung nilai-nilai pendidikan. Sementara itu, Karang Taruna mengembangkan miniatur perkakas dapur tradisional sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif sekaligus nilai ekonomi. Kedua produk inovasi tersebut kemudian diintegrasikan sebagai bagian dari pengembangan desa wisata rintisan. Selain menghasilkan inovasi produk budaya, kegiatan ini turut memperkuat fungsi edukasi budaya, memperluas partisipasi masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Kata Kunci: Angklung Sered; kerajinan; pemberdayaan masyarakat; seni wisata pendidikan
Pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung Wanjat Kastolani; Fitri Rahmafitria; Ghoitsa Rohmah Nurazizah; U Supriatna
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.52935

Abstract

Topographically, Cimaung is in the form of hills and mountains with slopes above 30%. Slopes above 30% should only be used for moderate grazing, designated as nature reserves or planted with perennials. However, the reality on the ground is that the conditions that occur in Cimaung District are used as agricultural land and intensive horticulture carried out by rural communities. Based on observations, the vegetable plants that dominate the Cimaung District are mustard plants. The majority of mustard greens farmers are very intensive in using chemical fertilizers. Increasing agricultural production intensively by using chemical fertilizers, pesticides and other chemical compounds on a large scale by farmers often causes damage to the soil and the environment. To reduce the risks that have been caused by the use of these chemicals, it is necessary to balance it with the use of organic materials such as post-harvest crop residues and livestock waste. Utilization of livestock waste which has a function as compost which can be applied directly without tilling the soil needs to be socialized to farming communities who have used chemical fertilizers a lot. Changing the habits of farmers will not be easy, but efforts must still be made. Based on this, it is necessary to socialize and train the utilization of livestock waste for agriculture without tillage in the form of community service. The method of community service activities is lectures to provide material and direct practice in the field.   Abstrak Cimaung secara topografi adalah berupa perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng di atas 30%. Kemiringan lereng di atas 30% seharusnya hanya digunakan untuk pengembalaan sedang, dijadikan cagar alam atau ditanami tanaman keras. Namun demikian kenyataan di lapangan kondisi yang terjadi di Kecamatan Cimaung banyak dijadikan lahan pertanian sawah maupun hortikultura secara intensif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Berdasarkan pengamatan, tanaman sayuran yang mendominasi Kecamatan Cimaung adalah tanaman sawi. Mayoritas petani sawi sangat intensif dalam penggunaan pupuk kimia. Meningkatkan produksi pertanian secara intensif dengan pemakaian pupuk kimia, pestisida dan senyawa-senyawa kimia lainnya secara besar-besaran oleh petani sering menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan. Untuk mengurangi risiko yang sudah ditimbulkan dengan pemakaian bahan-bahan kimia tersebut, perlu diimbangi dengan pemakaian bahan organik seperti sisa tanaman pascakapen dan limbah ternak. Pemanfaatan limbah ternak yang memiliki fungsi sebagai kompos yang langsung dapat diaplikasikan tanpa mengolah tanah perlu untuk disosialisasikan pada masyarakat petani yang selama ini banyak menggunakan pupuk kimia. Untuk mengubah kebiasaan petani memang tidak akan mudah, akan tetapi tetap harus diusahakan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah untuk pemberian materi dan praktik langsung di lapangan. Kata Kunci: limbah ternak; pertanian; tanpa olah tanah
Co-Authors Agus Ahmad Wakih Akbar Nurseptian, Akbar Al-Ghaniy, Abudzar Amaliah, Putti Nur Amanda Rara Prameswari Anggi Ratna Juwita Anissa Aulia Rahmasari Anjali Nurizki Putri Arief Rosyidie Arief Rosyidie, Arief Armandha Redo Pratama Aulia, Indah Rahma Aulia, Lailatul Azgya, Sidik Rivadul Aziean Jamin Aziza, Tsania Azzahra, Kharisma Putri Azzahra, Yuzia Syaharani Bahreisy, Afghani Mahmuda Baskara, Kesit Hadi Bela, Tresna Budiarto, Ruslan Cepy Riyana, Cepy Daffa, Marthias Darsiharjo Dasiharjo Destyana Arifia Dewi, Nova Purnama Dirgahayani, Puspita Dona Ananda, Rizkya Tri Dona, Rizkya Tri Dyanta, Nabiila Ega Prakarsa Eliza Nazwa Shina Fadhlillah, Refi Fadillah Nur Islami Farhan, Aries Fauzan, Adwardanu Akmal Fazah, Meida Nur Febriansyah, Muhammad G R Nurazizah Hadzami, Muhammad Al Fathdry Hanafie, Aryawidya Aulia Haryadi, Rafly Hasny Sutiarani Hera Oktadiana, Hera Heri Puspito Diyah Setiyorini Heru Purboyo Heru Purboyo Hidayat Putro, Heru Purboyo Hidayat Hindayani, Purna Hutapea, Rian Bastian Irfan, Ilyasa Ismarizal, Beni Istiqomah Iwan Setiawan Juju Masunah Juwita, Anggi Ratna Karim Suryadi Khairiah, Nur Ainun Khairunisa, Reiqa Kusumah, Ghoitsa Hudaiby Galih Leni Anggraeni Lia Yuliani Lutfiyanti, Dhea Anisa Luthfi Ghani Faza Manik, Yonatan Krisna Maryonoputri, Laeticia Viergiani Masura, Maurin Putri Milani, Rivita Shafa Molinda Hotmauly Br Manik, Molinda Hotmauly Br Monika, Lela Mosyaftiani, Amarizni Muhammad Harits Insan Kamil, Muhammad Harits Insan Muhammad Nur Ali Darajat Mukti, Adelia Febriana Munauwarah, Izmi Muqsitul Fajar, Abdul Syahid Murtiningsih, Hana Najwa Zahratun Nisa Natawiguna, Hyldan Neni Widaningsih Nirwani, Ayulia Nisa, Najwa Zahratun Nurazizah, Ghoitsa Rohmah Nurhaliza, Hannissa Destriwani Nurihzany, Nazwa Nurvantina, Elis P, Pijar Dwi Istio Pitriani, Anisa Prabowo, Panji Alam Pramadika, Taukhid Prameswari, Amanda Rara Prasetya, Nabila Zahra Nur Puspito Dyah Setiyorini, Heri Putri Wafda Fauziah Putri, Anjali Nurizki Putri, Nasywa Rizqia Putriqu, Octaviana Rachmat, R. Deden Sunmendar Rahmafitria, Sandra Rahman, Gilang Nur Ramadhan, Andrian Ramadhan, Muhammad At Thariq Ratnafury, Dea Intan Novia Raynaldi, Rizki Refi Fadhlillah Reiza Miftah Wirakusuma, Reiza Miftah Reni Haerani Ricky Hermayanto Romadhon, Mohamad Riski Rosita - Rosita Rosita Rosita Rosita Sagita, Deval Margen Salsabila, Audita Saputro, Dimas Kurniawan Seila Zanuar Septiani, Astri Rahmawati Shina, Eliza Nazwa Sholihah, Zakiyah Nur Sri Marhanah, Sri SS, Vani Yuniastoeti Suganti, Widyanitha Sutiarani, Hasny Syahiffah, Syahda Siti Triyana, Rafli Tsania Aziza U Supriatna U Supriatna Upi Supriatna, Upi Wanjat Kastolani Wanjat Kastolani Widagdo, Kalih Dzikraa Wijaya, Aurel Reynata Wiyoga, Harityas Zahra, Sabila Aulia Zanuar, Seila