Articles
APLIKASI FORECASTING JUMLAH FREKUENSI PENUMPANG PESAWAT TERBANG LION AIR PADA BANDAR UDARA HALU OLEO DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE
Waode Berlian Ruamiana;
Jumadil Nangi;
LM Tajidun
semanTIK Vol 4, No 1 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.824 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v4i1.4468
As the era develops really quickly, the development of technology in transportation also changing rapidly. One of the most transport demands by the public for a long journey today is air transport. Along with the increase of population, the need for air transportation also increased.The airport Halu Oleo is one example of a company that offers its services in the field of aviation. Therefore, the forecast of the number of passengers have become important factors for the company Lion Air, because by knowing the predicted number of passengers in the future of Lion Air can prepare facilities in anticipation of rising passenger numbers.Least Square method (least squares method) or a simple regression analysis is an effective and simple approach to measure the average change in the dependent variable that is related to the increase in the number of units of one or more independent variables. The least squares method is used to determine the linear relationship of the best ways that minimize the number of errors squared data generated by mathematical functions. This method is most often used to predict Y, because the calculation more accurately.Keywords— Lion Air, Least Square method, Forecasting.
PENERAPAN ANALISIS BIVARIATE CORRELATION DAN METODE LEAST SQUARE UNTUK PREDIKSI PENJUALAN BAHAN BANGUNAN (STUDI KASUS TOKO MITRA JAYA BANGUNAN)
Umar Ramdani;
Jumadil Nangi;
Natalis Ransi
semanTIK Vol 6, No 2 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.808 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v6i2.8905
Toko Mitra Jaya Bangunan seringkali mengalami ketidakcocokan data yang besar antara pemesanan barang dengan banyaknya penjualan yang laku. Maka dari itu, toko memerlukan sebuah sistem untuk menghasilkan informasi prediksi penjualan barang. Untuk memudahkan dalam memprediksi penjualan barang tersebut maka dibuat penelitian yang bertujuan untuk membangun sebuah aplikasi yang dapat memprediksi penjualan barang dengan cara menerapkan analisis Korelasi Bivariat dan metode Least Square. Korelasi Bivariat merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu produk (produk 1 = variabel Y) terhadap produk yang lain (produk 2 = variabel X) dalam banyaknya penjualan yang diketahui melalui persamaan korelasi (r). Sedangkan Least Square merupakan metode peramalan yang digunakan untuk melihat trend dari data deret waktu yang diketahui melalui persamaan Least Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis korelasi yang diuji ternyata semen bosowa dipengaruhi oleh produk semen tonasa karena memiliki korelasi paling tinggi yakni 0,7724 dan hasil prediksi dibulan ke-13 sebesar 557,224 yang lebih besar dari nilai aktual di bulan sebelumnya yaitu 513. Dilihat dari grafik prediksi kurva data real penjualan mengalami fluktuasi setiap bulannya dan kurva data prediksi mengalami kenaikan penjualan tetapi tidak mengalami kenaikan yang signifikan.Kata kunci: Korelasi Bivariat, Least Square, Toko Mitra Jaya Bangunan
PENERAPAN ALGORITMA BRANCH AND BOUND DALAM MENENTUKAN JALUR TERPENDEK UNTUK MELAKUKAN PENCARIAN PENGINAPAN DAN HOTEL DI KOTA KENDARI
Restu Hadi Saputra;
Jumadil Nangi;
LM. Bahtiar Aksara
semanTIK Vol 3, No 1 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.067 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v3i1.2651
Hotel merupakan sarana yang amat dibutuhkan saat ini. Akan tetapi, tidak semua masyarakat khususnya pendatang mengetahui lokasi hotel yang ada di Kota Kendari. Untuk itu dibutuhkan pencarian hotel beserta rute terpendek untuk mencapai sebuah hotel. Untuk membantu penandaan lokasi maka landmark menjadi suatu penanda suatu lokasi.Untuk melakukan pencarian rute terpendek dibutuhkan algoritma. Algoritma Branch and Bound digunakan untuk memecahkan masalah pencarian rute terpendek. Algoritma Branch and Bound mencari rute terpendek dengan menghitung masing-masing cabang dan membandingkannya hingga ditemukan rute mencapai hotel tujuan dengan jarak yang terkecil.Landamark dipilih berdasarkan tempat yang banyak diketahui karena cirinya. Data hotel dipilih dari situs pencarian hotel yang tersedia dan observasi langsung kelapangan. Hasil pengujian, algoritma Branch and Bound menemukan nilai terkecil. Banyaknya titik akan mempengaruhi lama proses pencarian.Kata kunci— Algoritma Branch and Bound, Hotel, Kota Kendari, Pencarian Rute Terpendek.
ANALISIS SPASIOTEMPORAL INDEKS KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA LAND SURFACE TEMPERATURE DAN NORMALIZED DIFFERENCE VEGATATION INDEX DI KOTA MAKASSAR
Feri Fadlin;
Suparjo Suparjo;
Adha Mashur Sajiah;
Natalis Ransi;
Jumadil Nangi
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1231.325 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v6i1.8643
Pembangunan infrastruktur dan jumlah penduduk yang terus meningkat di wilayah Kota Makassar memberikan dampak negatif berupa penurunan kualitas lingkungan dan peningkatan suhu udara yang dikenal dengan fenomena Urban Heat Island (UHI). Peningkatan suhu udara akibat fenomena UHI berdampak pada kualitas hidup manusia, kesehatan, kenyamanan masayarakat kota, dan peningkatan kekritisan lingkungan/Environmental Criticality Index (ECI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial dan multitemporal ECI di Kota Makassar menggunakan algoritma Land Surface Temperature dan Normalized Difference Vegetation Index. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS perekaman tahun 2013 – 2018 path 114 row 64 untuk menghitung suhu permukaan dan kerapatan vegetasi menggunakan algoritma Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks kekritisan lingkungan dihitung dan dianalisis menggunakan persamaan deduktif ECI dan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan LST pada wilayah dengan tutupan lahan bangunan dan indeks kerapatan vegetasi NDVI rendah dan membentuk formasi pulau bahang perkotaan (UHI). Hasil analisis ECI juga menunjukkan adanya tren peningkatan area lahan teridentifikasi kritis di Kota Makassar yaitu sebesar 20,69 Km2 dalam rentang waktu 2013 - 2018.Kata kunci; Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Environmental Criticality Index (ECI), Sistem Informasi Geografis (SIG)
PENERAPAN METODE PROMETHEE DALAM SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI UNIVERSITAS HALU OLEO
Ayu Septiana Sari;
Jumadil Nangi;
Rahmat Ramadhan
semanTIK Vol 2, No 2 (2016): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.915 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v2i2.1807
Pemberian beasiswa merupakan program kerja yang ada di setiap Universitas atau Perguruan Tinggi. Program beasiswa diadakan untuk meringankan beban mahasiswa dalam menempuh masa studi, khususnya dalam masalah biaya. Pemberian beasiswa dilakukan secara selektif sesuai dengan jenis beasiswa yang diadakan. Banyak sekali beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa yang berprestasi dan yang kurang mampu. Salah satu beasiswa yang ditawarkan Universitas Halu Oleo Kendari yaitu beasiswa Bidik Misi. Lembaga tersebut mengeluarkan beasiswa setiap tahun bagi mahasiswa.Dalam penelitian ini digunakan metode PROMETHEE (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation). PROMETHEE adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria yang menawarkan kesederhanaan, kejelasan, dan kestabilan dalam proses analisisnya. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam sistem penunjang keputusan penerima beasiswa Bidik Misi hasil perbandingan antara hasil penentuan penerima beasiswa Bidik Misi berdasarkan sistem menggunakan metode PROMETHEE dengan hasil penentuan berdasarkan keputusan UHO terhadap 24 data uji maka diperoleh 23 data calon penerima beasiswa Bidik Misi yang berhak menerima beasiswa tersebut. Dari hasil pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaaan yang signifikan antara hasil penentuan sistem menggunakan metode PROMETHEE dengan hasil keputusan pengelola Bidik Misi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan ini diharapkan mampu membantu pihak pengelola Bidik Misi dalam memutuskan calon penerima beasiswa yang berhak menerima Bidik Misi terutama dalam hal mengefisiensikan waktu dan untuk mengindari human error dalam penentuan mahasiswa yang berhak dan layak menerima beasiswa Bidik Misi.Kata kunci— PROMETHEE, Sistem Penunjang Keputusan, Bidik Misi.
APLIKASI DAERAH RAWAN PENYAKIT MENGGUNAKAN ALGORITMA COMPLETE LINKAGE CLUSTERING
Uun Amalia Ramadhani;
Natalis Ransi;
Jumadil Nangi
semanTIK Vol 5, No 1 (2019): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.865 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v5i1.6033
Kendari City Health Office is a group that has one task to control the spread of a certain particular disease. To carry out its duties and functions, ideally, the Health Office must have the ability to divide areas that are vulnerable and not prone to disease. To facilitate the dividing, this study was made which aims to build an application that is implemented using the complete-linkage clustering method by forming clusters of data on the number of cases of the disease in 10 sub-districts in Kendari City in 2012 to 2016. Identified diseases are DHF, Diarrhea, and TB. Algorithm Complete Linkage Clustering is a group analysis method that attempts to build a hierarchy of data groups, grouping data with two or more objects that have the closest similarity, then proceed to another object that has a second closeness. The results showed that the areas prone to DHF were Kadia and Wua-Wua sub-districts with an index value of 47.80. Areas that are prone to Diarrhea disease are Puuwatu sub-district with an index value of 1181.40, area which is susceptible to TB disease is West Kendari sub-district with an index value of 92.40. The system can group and map disease-prone areas in the city of Kendari, using Complete Linkage Clustering.Keywords—Complete-Linkage Clustering, Health Service, Dengue Fever, Diarrhea, Tuberculosis (TBC) DOI : 10.5281/zenodo.3183951
ANALISIS DAN PERBANDINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) DAN NON WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (NON WDS) BERBASIS OPENWRT MENGGUNAKAN ACCESS POINT PADA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HALU OLEO
Wahyuddin Aluddin;
LM Fid Aksara;
Jumadil Nangi
semanTIK Vol 4, No 2 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (632.842 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v4i2.4699
The wireless network is one of the best alternatives in building a network of computers that is practical, in some agencies and the commercial wireless network is used to support an existing wired network. But its implementation is still used cable network that became the backbone of the access point so that a client that is connected can access the internet. Wiring problems can be a considerable obstacle in places that are hard to reach.The wireless distribution system is a system for developing a wireless internet network without having to use a cable as a backbone for the access point but instead of utilize a wireless line of the access point. At the time of the wireless distribution system network, topology and network topology of the non-wireless distribution system is applied, will be on analysis using Wireshark, the QoS parameter application that consists of a Delay, Throughput, and Packet Loss.The testing performed against the clients who are numbered six (6) is each connected to the access point. Scenario testing is done i.e. the conditions streaming and download, made during the three (3) days. Of test results obtained, the wireless distribution system network topology has the value throughput, delay; packet loss is a little less useful than a non-network topology wireless distribution system. But the differences in the average value of the QoS parameters that are generated are not too significant.Keywords—Wireless Distribution System, Non-Wireless Distribution System, Quality of Service (QoS)
KAMUS PENYAKIT DAN TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL SEARCH WITH SENTINEL BERBASIS ANDROID
Dewi Dessy Suprapti;
Isnawaty Isnawaty;
Jumadil Nangi
semanTIK Vol 4, No 1 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.427 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v4i1.4469
Various kinds of plants are all around us, and most of these plants can be used as medicinal plants. Most people would know that there are many plants that have benefits and efficacy as a healer of diseases. But, there are many people who don’t know how to make those plants so that they can be functioned as a medicinewhich can cure diseases. Traditional medicine whichmade of plants also can cure a variety of diseases, wether the mild diseases or even a disease that has entered the stages of malignancy.In this study, the searchin gsystem was performed using Sequential Search with Sentinel algorithm on 50 testing data. The keywords that used in the searching process to be compared one by one with the existing data in the database. If the data that searched is located in the original index (L [1..N]), then it means that the data exist (found). However, if the data searched is in the sentinel index (L [n + 1]), then it means the data does not exist (not found).The results of this study shows that the Sequential Search with Sentinel algorithm can be implemented in a dictionary of diseases and medicinal plants application. The system can serve a good result that match the searched data.Keywords—Sequential Search with Sentinel, Searching system, Dictionary of Medicinal Plants
ANALISIS PERBANDINGAN METODE FIRST IN FIRST OUT DAN PER CONNECTION QUEUE UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN MIKROTIK (STUDI KASUS : STASIUN KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN KELAS I KENDARI)
Nurfanny La Benny;
Jumadil Nangi;
La Surimi
semanTIK Vol 4, No 1 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.526 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v4i1.4034
Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Kendari merupakan sebuah kantor pelayanan yang berkedudukan di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Penggunaan internet di lingkungan kantor saat ini memiliki mobilitas yang sangat tinggi, baik digunakan untuk browsing informasi, download data, dan penggunaan fasilitas internet yang lain. Penggunaan internet yang optimum dipergunakan sebuah simulasi untuk manajemen bandwidth jaringan menggunakan MikroTik. Metode First In First Out membagi bandwidth berdasarkan paket yang pertama meminta bandwidth pada input interface.Metode Per Connection Queue cara pembatasan dengan menggunakan pembatasan pada upload dan download. Kedua metode tersebut diterapkan secara bergantian pada mikrotik. Pada setiap metode yang akan diterapkan, akan di analisis dengan menggunakan aplikasi wireshark, parameter QoS yang terdiri dari Packet Loss, Delay, dan Throughput. Pengujian yang dilakukan terhadap client yang berjumlah sepuluh yang terhubung ke access point. Pengujian dilakukan dengan dua skenario jaringan, skenario pertama semua client mengakses web berbasis video streaming dan skenario kedua semua client pada jaringan mengakses web berbasis teks.Hasil dari penelitian ini yaitu Delay untuk pengujian Streaming video maupun pengujian web berbasis teks yang dihasilkan metode FIFOlebih besar daripada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode PCQ. Packet loss untuk pengujian Streaming video maupun pengujian web berbasis teks yang dihasilkan metode FIFOlebih besar daripada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode PCQ. Troughput untuk pengujian Streaming video maupun pengujian web berbasis teks yang dihasilkan metode FIFOlebih kecil daripada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode PCQ.Kata Kunci : First In First Out, Per Connection Queue, Quality of Service (QoS), Bandwidth
PERANCANGAN GAME MAZE 3D DENGAN MENGGUNKAN ALGORITMA BACKTRACKING
Muhamad Anan Makrifsyah Gani;
Bambang Pramono;
Jumadil Nangi
semanTIK Vol 6, No 2 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.161 KB)
|
DOI: 10.55679/semantik.v6i2.9545
Game merupakan hiburan yang sangat di kagumi oleh masyarakat saat ini mulai dari anak hingga orang tua. Permainan sering dilakukan masyarakat pada jaman sekarang adalah permainan mengasah otak yang dilakukan di komputer dan di handphone seperti game labirin. Labirin adalah sebuah permainan mencari jalan keluar dimana dalam perjalanan labirin ini banyak mendapat rintangan/halangan untuk sampai pada tujuan tetapi dalam menempuh perjalanan tersedia bonus skor apabila dapat menghemat waktu yang ditentukan agar mendapat bonus skor dan dapat menaikkan ke level berikutnya maka untuk mencapai tujuan diperlukan sebuah solusi, solusi yang dipakai adalah algoritma backtracking. Algoritma backtracking (runut-balik) merupakan sebuah algoritma yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi game labirin karena cara kerjanya mencari jalan keluar yang bertujuan untuk menentukan jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selama proses penentuan jalur tersebut, jika menemui jalan buntu maka akan dilakukan proses backtrack sampai kembali menemukan jalur yang tepat untuk mencapai tujuan. Proses mencari jalan keluar permainan labirin dengan cara membentuk lintasan dari akar ke daun dan simpul-simpul yang sudah dilahirkan dinamakan simpul hidup, jika lintasan yang diperluas yang sedang dibentuk tidak mengarah ke solusi, maka simpul tersebut “dibunuh” sehingga menjadi simpul mati (dead node). Simpul yang sudah mati ini tidak akan diperluas lagi.Kata kunci; Unity, C#, Algoritma Backtracking